Tampilkan postingan dengan label PASTOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PASTOR. Tampilkan semua postingan
Pastor Rusia Menubuatkan Dunia Akan Diwarisi Umat Islam

Pastor Rusia Menubuatkan Dunia Akan Diwarisi Umat Islam


RUSIA (voa-khilafah.tk) – Senin (25/03/13) di internet telah tersebar video seorang pastor Rusia yang menampilkan pengakuannya bahwa masa depan di tangan kaum muslimin dan mereka yang akan mewarisi bumi dan memakmurkannya.

Pastor itu menebutkan alasan-alasan kaum muslimin mewarisi bumi yaitu karena mereka punya keinginan untuk menegakkan syiar-syiar agama mereka sepenuhnya. “Ketika muslimin mengerjakan shalat ‘Id, mereka menggentarkan orang-orang yang laulalang karena menyaksikan mereka yang berjumlah puluhan ribu sujud merendah kepada Tuhan mereka” ujar pastor.

Ia menambahkan, pemandangan seperti itu tidak dimiliki oleh orang-orang masihi (Nasrani). Mereka tidak melihat di gereja melainkan wanita-wanita tua.

Pengakuan pastur ini juga disebabkan kisah yang diceritakan oleh seorang wanita tua Rusia. Wanita itu bercerita bahwa ada seorang sopir taksi muslim yang tidak minta ongkos darinya karena menganggap wanita tua itu sebagai ibunya. Terlebih ketika waktu shalat, ia segera menunaikan shalat dan tidak meminta ongkos. Sedangkan sopir Nasrani tetap akan meminta ongkos dengan berkata “Ini kerjaanku”.[usamah/imo/voa-khilafah.tk]

Lindungi Skandal Seks Pastor, Uskup Kansas Terancam Hukuman Berat

Lindungi Skandal Seks Pastor, Uskup Kansas Terancam Hukuman Berat


KANSAS CITY (voa-khilafah.co.cc) – Uskup Gereja Katolik Kansas City (KC), Missouri, Amerika Serikat (AS), menjadi pejabat Gereja Katolik AS paling tinggi yang dijerat hukum. Ia dianggap melindungi kekerasan seksual pastor terhadap anak-anak. Demikian dilansir AP,  Jumat (15/10/2011).

Uskup Gereja Katolik Kansas City Robert Finn, dianggap gagal melindungi anak-anak setelah ia dan keuskupannya menunggu selama lima bulan melaporkan ke polisi tentang ratusan pornografi anak yang ditemukan di sebuah komputer pastor.

Finn, adalah uskup pertama yang dikenai tuduhan melakukan kriminal karena dianggap melindungi pastor yang melanggar hukum dan Keuskupan Kansas City St. Joseph Catholic menyatakan tak bersalah atas tuduhan gagal melakukan laporan terkait pelanggaran kekerasan seksual terhadap anak.

Jaksa Jackson County Jean Peters Baker mengatakan Finn dan keuskupannya, sesuai dengan hukum negara bagian, wajib melaporkan penemuan itu ke polisi karena foto-foto itu memberikan alasan jika seorang anak sudah menjadi korban kekerasan.

"Kini hasil investigasi grand jury memberikan hasil mengenai dakwaan dan kantor saya akan segera menuntaskan kasus ini. Saya ingin memastikan jika di masa mendatang tak ada lagi yang tak melaporkan kasus seperti ini," kata Baker.

Dakwaan ini dikeluarkan pada 6 Oktober namun masih tersegel karena Finn keluar dari negara bagian dan isinya mengatakan sang uskup gagal melaporkan tersangka sang pastor mulai 16 Desember 2010 setelah foto ditemukan, hingga 11 Mei 2011, saat keuskupan menyerahkan foto itu ke polisi.

Finn menolak semua tuduhan ini dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (15/10/2011) dan menambahkan jika kebijakan keuskupan adalah membentuk komisi investigasi untuk menemukan fakta-fakta sebelum melapor ke polisi. [Ahmed Widad/trb/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Terinspirasi Buku Kontroversial Seorang Pastor AS, Orang Tua Siksa Anaknya Hingga Meninggal


Voa-Khilafah.co.cc, NEW YORK - Dalam Beberapa tahun terakhir, beberapa anak meninggal karena menderita akibat hukuman fisik secara ekstrem dari orang tua. Rupanya para orang tua yang mengadopsi cara itu ditengarai mengikuti saran pengasuhan anak kontroversial dari seorang pastor Tennessee, Michael Pearl. Kini berdasar laporan New York TImes, Pearl telah dipecat dari kepastoran.

Dalam buku yang diterbitkan sendiri. "To Train Up a Child" (Bagaimana Melatih Anak), Pearl, 66 tahun, dan istrinya, Debi, 60 tahun, merekomendasikan penggunaan 'tongkat' secara sistematik untuk mendidik anak mengenai kepatuhan. Mereka juga menyarankan instruski bagaimana menggunakan peralatan seperti tombol untuk memukul anak bahkan pada usia enam bulan. Tak hanya itu mereka pun menggambarkan bagaimana menggunakan alat lain, seperti selang karet sepanjang seperempat inchi, untuk anak sedemikian muda.

Bagi anak lebih tua, Pearl mengatakan, mereka harus diperlakukan lebih keras. Alat-alat yang dianjurkan mulai dari sabuk, sendok kayu besar, kemoceng, atau benda-benda lain yang memberi efek cukup menyengat bila dipukulkan. Michael Pearl mengatakan metode-metode tadi berdasar 'prinsip yang sama digunakan Gembala melatih keledai mereka yang keras kepala'

Ada 670 ribu salinan buku itu yang telah beredar. Buku itu populer terutama di kalangan Kristen penganut pendidikan di rumah, seperti pasangan Larry dan Carri Williams dari Wash, AS. Pada September lalu, jaksa lokal menuntut mereka dengan dakwaan pembunuhan karena kekerasan setelah putri adopsi mereka Hana, 11 tahun, ditemukan kurus kering dan telanjang di halaman belakang, meninggal karena hiportermia dan malnutrisi.

Ia dilarang dan tak diberi makan selama berhari-hari dan dipaksa tidur di kandang tanpa pemanas. Hana yang berasal dari Ethiopia, juga terbukti telah dipukuli dengan tabung plastik, seperti direkomendasikan oleh Michael Pearl. Carri Williams memuja buku tersebut yang menyarankan bahwa 'sedikit berpuasa adalah latihan yang bagus. Carry, kata otoritas lokal, juga memberikan beberapa salinan buku itu kepada sejumlah teman, 

Pasangan Pearls tak ikut didakwa dalam kasus tersebut. Namun, pakar tumbuh kembang anak negara, Frances Chalmes, yang memeriksa kematian Hana, menyatakan, seperti dikutip Times, bahwa ajaran dalam buku tersebut berperan dalam kematian Hana. "Ketakutan saya adalah, buku ini, meski mungkin bermaksud baik, tapi dapat disalahartikan dan mengarah pada kekerasan nyata," ujarnya.

Buku itu pula yang diduga menjadi penyebab kematian Lydia Schatz, yang diadopsi dari Liberia pada usia 4 tahun oleh pasangan Kevin dan Elizabet Schatz dari California. Ia meninggal tahun lalu pada usia 7 tahun, setelah orang tua angkatnya mencambuknya berjam-jam dan hanya jeda untuk berdoa. 

Pasangan Schatz kini mendekam di penjara untuk waktu lama setelah Kevin dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan penyiksaan sementara istrinya Elizabet didakwa atas perbuatan membiarkan kejadian pembantaian dan tindak hukuman fisik berlebihan. Seperti pasangan Williams tadi, keluarga Schatz juga memiliki salinan buku To Train Up a Child. Otoritas lokal pun mengkritik buku tersebut memiliki pengaruh buruk.

Masih ada kasus lain, Sean Paddock, dari Johnson County, North Carolina. Bocah 4 tahun itu meninggal akibat tercekik kehabisan udara pada 2006 setelah ibunya membungkusnya erat dalam selimut. Si ibu, Lynn Paddock, yang mengaku kerap mampir ke situs website Pearl, didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama. Saudara kandung Sean mengatakan mereka selalu dipukuli setiap hari dengan selang karet seperti yang direkomendasikan Pearl.

Dalih Pearl, bersama banyak Kristen konservatif lain, mengatakan Injil menyeru hukuman fisik sebagaimana tertulis dalam kitab. Namun Pearl menolak anggapan bahwa ajarannya bertanggung jawab atas kematian anak-anak tersebut. "Jika anda menemukan 12 langkah buku itu dalam rumah yang dihuni para alkoholik, maka anda tak bisa menyalahkan buku ini," ujarnya kepada Times.

Namun umat Kristen lain tidak setuju. Crystal Luton, penentang hukuman fisik yang mengelola blog Kristiani, mengatakan bahwa metode Pearl memiliki risiko besar. "Jika anda tidak mendapat yang anda inginkan, satu-satunya hal yang dilakukan hanyalaha menghukum lebih keras dan lebih keras lagi," ujarnya.

Beberapa kelompok kristen kini bekerja keras untuk menekan sejumlah toko dan penjual buku seperti Amazon untuk tak memasukkan buku Pearls dalam daftar jual mereka. (RoL/Voa-Khilafah.co.cc)


Obama adalah Setan, Kata Pastur Harlem New York di Gereja

Obama adalah Setan, Kata Pastur Harlem New York di Gereja


NEW YORK (voa-khilafah.co.cc) – Kebencian Pastur James David Manning terhadap Obama memang sudah dimulai sejak Obama menggantikan posisi George W Bush pada 2008. Tapi ulah pastur dari Gereja ATLAH World Missionary ini membuat umatnya jengah dan marah.

Secara terbuka di gereja, pastur di kawasan Harlem, New York, ini menyebut Presiden Barack Obama sebagai setan yang memanfaatkan suara kulit hitam untuk kepentingannya.

Parahnya, ketidaksukaan kepada Obama itu dituliskan di papan pengumuman di luar Gereja ATLAH World Missionary, yang terletak di pojokan Lenox Avenue dan 123rd Wall Street.

"Obama Is Evil" (Obama adalah setan), demikian bunyi pengumuman pertama. Selanjutnya pengumuman kedua, tak kalah kasarnya, berbunyi: "He Used Black Vote to Uncle Tom For Wall St" (Dia Menggunakan Suara Kulit Hitam untuk Paman Tom di Wall Street), sebagaimana dilansir Nydailynews, Kamis (25/8/2011).

Takut terkena imbasnya, pengurus Gereja Greater Bethel AME yang berdekatan dengan gereja Manning menurunkan papan-papan pengumuman tersebut agar tidak dianggap bekerjasama dengan Manning.

Tak kalah akal, Gereja Greater Bethel AME membalas hujatan Pastur Manning dengan memuji Obama.

“This church is not affiliated with the church on the corner. We Support President Barack Obama," bunyi papan pengumuman di depan pintu masuk Greater Bethel AME. (Gereja ini tidak berkaitan dengan yang ada di pojok –maksudnya: ATLAH World Missionary Church–. Kami mendukung Presiden Barack Obama)

Sebelumnya, Manning kerap memasang pengumuman-pengumuman yang isinya memojokkan Obama. Hal itu sempat menyedot perhatian para pejalan kaki dan wisatawan yang melewati kawasan tersebut.

Propaganda Manning berawal sejak Obama duduk menggantikan George W Bush. Dalam suatu kesempatan, dia juga menulis hal-hal yang menyinggung Islam.

“A TALIBAN MUSLIM ILLEGALLY ELECTED PRESIDENT USA: HUSSEIN,” jelas isi propaganda Manning sebelumnya. (Muslim Taliban secara tidak sah telah memilih Presiden Amerika: Hussein)./

Kebencian Pastur Manning terhadap Presiden Obama sudah sampai di ubun-ubun. Bahkan di dalam ruang kantornya, Manning memajang poster bertuliskan, “Obama, Perlihatkan Akte Kelahiran Anda.”

Warga kulit hitam di Harlem sudah jengah dengan ulah Manning. Mary Hidalgo menyebut Manning gila. Tapi, dia masih berusaha memahami perasaan pastur itu. “Mungkin dia berharap terlalu banyak dari Obama. Saya tidak suka dengan tindakannya. Itu sangat tidak sopan,” kata dia. 

Meski dianggap gila, Pastur Manning tak bergeming dari agresivitas mengecam Obama. Ia beralasan bahwa hak semua warga mengkritisi presiden. [taz/pelita, nydailynews/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL