Aktivis Islam Kecam DPR & PKS yang Setujui RUU Pendanaan Terorisme

Aktivis Islam Kecam DPR & PKS yang Setujui RUU Pendanaan Terorisme


SOLO (voa-khilafah.tk) – RUU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme akhirnya pada selasa (12/2/2013)lalu akhirnya disahkan di Jakarta oleh DRP RI melalui rapat paripurna yang dihadiri 350 anggota DPR, dipimpin oleh Priyo Budi Santoso, wakil ketua DPR RI dari Partai Golkar.

Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) telah menggodok draft RUU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme Persetujuan di Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Adang Daradjatun dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Dalam rapat yang cukup lama dan alot tersebut,  Komisi I DPR RI menyetujui RUU tersebut dan kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR RI setelah pembacaan hasil kerja Pansus dan akhirnya disahkan oleh DPR RI menjadi UU (Undang-Undang).

Pengesahan RUU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme menjadi UU ternyata tak luput dari perhatian dan pengamatan sejumlah aktivis ormas Islam, salah satunya adalah Ketua DPW FPI Surakarta Ustadz Khoirul RS.

Setelah mempelajari pasal-pasal yang ada dalam RUU tersebut -- cerminan dari gagasan kalangan nasionalis dan kapitalis yang ditunggani Zionis—ada indikasi untuk menjegal langkah penegakan syari’at islam oleh ormas Islam yang dianggap radikal.

“Pasal-pasal itu gagasan nasionalis dan kapitalis Zionis. Jadi saat ini umat Islam harus tegas dalam bersikap. Pasal-pasal itu semuanya menjerat ke kelompok Islam seperti FPI, JAT, HTI dan ormas islam lainnya yang dianggap “keras” oleh Pemerintah,” kata Ustadz Khoirul kepada voa-islam.

Menurutnya, persetujuan RUU tersebut yang diajukan oleh Pemerintah dan kemudian disahkan menjadi UU oleh DPR RI adalah sesuatu yang konyol. “Jika teroris itu ditujukan kepada aktivis islam yang selama ini menyerukan tegaknya syari’at islam, jelas konyol,” ucapnya.

Ketua DPW FPI Surakarta ini melihat bahwa tujuan disahkannya RUU tersebut tidak lain hanya untuk melemahkan dan menghancurkan perjuang umat Islam. Maka dari itu, dirinya mengajak kaum muslimin semuanya dan tokoh-tokoh masyarakat, serta para ulama, tidak hanya lantang menyuarakan dan menuntut pembubaran Densus 88, namun DPR RI juga harus dibubarkan karena telah mensahkan RUU yang sangat mengancam dan merugikan umat Islam itu.

“Saya lihat UU itu untuk membumihanguskan perjuangan Islam. Maka sudah sepantasnya bahwa kita harus menantang UU ini. Dan tugas kita sekarang ini tidak lain, menuntut pembubaran Densus 88 dan juga menyatakan perang terbuka kepada DPR RI yang telah menyetujui RUU itu menjadi UU,” tegasnya. [voa-islam/voa-khilafah.tk]

Nasehat Putra Ustadz Ba'asyir untuk PKS: Berkacalah pada PKB!

Nasehat Putra Ustadz Ba'asyir untuk PKS: Berkacalah pada PKB!


SOLO (voa-khilafah.tk) - Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir putra bungsu ustadz Abu Bakar Ba’asyir, menyampaikan nasehat tulus kepada para kader PKS. Menurutnya, kader PKS harus lebih kritis kepada para pemimpinnya dan mengajak mereka benar-benar memperjuangkan tegaknya syari’at Islam.

“Mereka harus lebih kritis, harus mengamalkan hadits tentang pentingnya menasehati.

ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ุงู„ู†َّุตِูŠุญَุฉُ ู‚ُู„ْู†َุง ู„ِู…َู†ْ ู‚َุงู„َ ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَู„ِูƒِุชَุงุจِู‡ِ ูˆَู„ِุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَู„ِุฃَุฆِู…َّุฉِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَุนَุงู…َّุชِู‡ِู…ْ
Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda: Agama itu adalah Nasehat, Kami bertanya: Untuk Siapa?, Beliau bersabda: Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim. (H.R. Muslim)

Nah, harusnya hadits itu diamalkan oleh anggota-anggota partai dan kader-kadernya untuk menasehati pimpinannya mengajak mereka kepada syari’at, untuk memperjuangkan Islam dan umat Islam,” kata salah satu pengajar Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki ini kepada voa-islam.com, Sabtu (16/2/2013).

Ia pun meminta PKS agar bercermin pada PKB yang berubah menjadi partai terbuka namun sama sekali tak mendapat dukungan apa pun.

“Partai itu jangan kemudian malah alergi kepada umat Islam, mau jadi partai terbuka lah, atau apalah yang mengikuti arus politik di Indonesia, padahal isinya umat Islam. Kalau kita lihat seperti kemarin itu bagaimana analisa pengamat dan internal PKB sendiri, yang mereka itu ingin jadi partai terbuka, atau partai apalah, tapi malah tidak mendapat dukungan apa-apa dan apapun dari non Islam tho? Jadi ngapain ngejar-ngejar dari mereka. Harusnya PKS bercermin dari PKB itu dan belajar dari pengalaman itu,”jelas pengelola radio RDS Fm, Solo itu

Ia menambahkan, jika PKS benar-benar menyuarakan syari’at Islam mungkin umat Islam di Indonesia akan lebih mantab mendukung mereka.

“Padahal kalau partai seperti PKS itu mereka mau menjadi partai yang betul-betul menyuarakan Islam dan syari’at Islam, mungkin umat Islam yang mayoritas di Indonesia ini akan lebih mantab untuk mendukung mereka,” imbuhnya.

Namun, meskipun ustadz Abdul Rochim Ba’asyir memberikan nasehat kepada PKS, ia menegaskan bukan berarti dirinya mendukung sistem demokrasi.

“Tidak berarti kemudian saya ngomong seperti itu berarti saya mengatakan  bahwa demokrasi itu baik dan sebagainya, ndak ada seperti itu, dan saya tegaskan ndak lah kalau seperti itu. Jadi ndak ada saya mendukung (sistem–red.) demokrasi,” tegasnya. [Voa-Islam/Voa-Khilafah.tk]

Assad Ingin Rubah Citranya : Wahai Manusia, Saya ini Manusia dan Dokter, Saya Sakit Dan Sedih Melihat Korban Tewas

Assad Ingin Rubah Citranya : Wahai Manusia, Saya ini Manusia dan Dokter, Saya Sakit Dan Sedih Melihat Korban Tewas


Voa-Khilafah.tk - Presiden bashar Assad berupaya untuk mengubah citranya yang disampaikan oleh media siang dan malam, tentang darah-darah orang tak bersalah yang mengalir di tangan para pasukannya di seluruh negeri. Ia berkata dalam pertemuan dengan delegasi Yordania baru-baru ini bahwa mereka yang membicarakan dirinya dan Suriah terkadang lupa bahwa dirinya adalah manusia yang terdiri dari darah dan daging dan saraf, dan mereka melupakan bahwa dirinya adalah seorang dokter, dan dia menyesalkan pertumpahan darah yang terjadi di Suriah, dan dirinya tidaklah “kejam” sebagaimana yang digambarkan oleh musuh-musuhnya. katanya.

Para aktivis Yordania mengutip Presiden Bashar Assad mengatakan bahwa ia mersa sangat menyesal, katanya, setelah puluhan orang dikabarkan tewas di Darya melawan pasukannya.

Pertemuan itu berlangsung antara Bashar Assad dengan 18 aktivis Yordania selama dua jam, dan Assad berkata di tengah pertemuan tersebut, “Mereka yang menentang Bashar atau berusaha untuk menghancurkan Suriah melupakan kenyataan dasar bahwa saya adalah manusia dari daging dan darah.

Bashar mengatakan, :”Wahai manusia,  saya seorang manusia dan juga seorang dokter…dalam hal ini saya sangat merasa sedih dan sangat menyesalkan jatuhnya puluhan korban di darya yang sedang mencoba untuk memaksakan bahasa terorisme di Suriah.”

Bashar mengatakan bahwa ia dirinya sakit sebagaimana halnya seorang dokter bahkan terhadap darah musuh Suriah dan menyebut mereka sebagai teroris yang memilih nasib mereka sendiri dalam keadaan seperti ini dan seperti yang terjadi di Darya, katanya. (hr/IT/eramuslim/voa-khilafah.tk)

Lengan Partai Ikhwanul Muslimin dan Lengan Partai Salafy Bersitegang di Mesir

Lengan Partai Ikhwanul Muslimin dan Lengan Partai Salafy Bersitegang di Mesir


Voa-Khilafah.tk - Beberapa faksi Islam penting di Mesir menyerukan kepada partai Nour salafy dan Partai kebebasan dan keadilan, lengan politik Ikhwanul Muslimin, untuk mengatasi dan menyelesaikan perbedaan diantara mereka dengan dialog dan mendesak untuk segera melakukan rekonsiliasi,  melihat pertentangan yang baru-baru ini terjadi antara partai Nur dan institusi kepresidenan.
Setelah keputusan Presiden Mursi tentang pemecatan salah satu wakil dari partai Nur,  Khaled ilmuddin, juru bicara partai Nur, Nader bakar, langsung memberi pernyataan dan menyerukan agar Presiden Muhammad Mursi untuk mengundurkan diri jika ia mengambil keputusan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi partai “Bina’ wa Tanmiyah” lengan politik jama’ah Islamiyah mengatakan bahwa pertentangan yang terjadi saat ini harus diatasi dengan segera karena kelanjutannya hanya akan menguntungkan musuh Islam dan seluruh faksi Islam akan merugi, tidak hanya partai Nur ataupun partai kebebasan dan keadilan saja.

Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa harus dilakukan rekonsiliasi mendesak dan dialog diantara mereka hingga bisa keluar dari ketegangan ini, ia juga menyerukan untuk menghentikan perang media, dan mengerahkan semua energi untuk kepentingan bangsa, terutama karena negara sedang mengalami krisis yang nyata dan memerlukan upaya dari orang-orang yang Ikhlas.

Sementara itu, Sekjen “Lembaga hukum untuk hak asasi dan Reformasi”, Dr Muhammad Yusry Ibrahim mengatakan,”hendaknya semua pihak menahan diri dari pernyataan media yang tergesa-gesa dan sebaiknya untuk mengusahakan bertemu langsung serta membuat rekonsiliasi.”

Saber abu Futuh, salah satu pemimpin dan mantan anggota parlemen dari partai Kebebasan dan keadilan meminta kepada “Komite persatuan Islam” untuk intervensi dalam menyelesaikan pertentangan yang terjadi antara kedua partai Islam yang sedang “bertikai” tersebut.


Ia mengatakan, “sesungguhnya partai Kebebasan dan Keadilan dan partai Nur adalah warisan sejarah dan memiliki ideologi yang sama, diharapkan kondisi politik saat ini tidak mempengaruhi hubungan diantara keduanya, dan segera mengakhiri ketegangan yang terjadi.

Dr Farid Ismail, seorang anggota Majlis Syuro Jama’ah Ikhwan mengatakan bahwa partai Kebebasan dan keadilan akan menghubungi partai Nur untuk mengakhiri ketegangan yang sedang berlangsung diantara mereka. Ismail merasa bahwa ada isu yang  mencoba untuk memecah barisan gerakan-gerakan Islam di Mesir. Ia menyatakan bahwa ” Badai akan segera berakhir dan aliran air akan menjadi normal kembali.” (hr/It/eramuslim/voa-khilafah.tk)

Manajemen Bencana Model Khilafah Islamiyyah

Manajemen Bencana Model Khilafah Islamiyyah



oleh: Syamsuddin Ramadhan An Nawiy

Voa-Khilafah.tk - Bencana alam, baik karena faktor-faktor alam maupun akibat ulah tangan manusia merupakan bagian dari qadla’ Allah SWT yang harus diterima dengan penuh keridlaan dan kesabaran.    Seorang Mukmin dituntut meyakini bahwasanya tidak ada satupun musibah yang menimpa umat manusia kecuali atas izin Allah.   Tidak hanya itu saja, seorang Mukmin diperintahkan untuk mengambil pelajaran dari musibah agar ia memperbaiki diri dan kembali taat kepada Allah SWT.
Adapun dalam konteks penanganan terhadap musibah, Khilafah Islamiyah menggariskan kebijakan-kebijakan komprehensif yang terhimpun dalam manajemen bencana model Khilafah Islamiyah.  Manajemen bencana model Khilafah Islamiyah tegak di atas akidah Islamiyah.  Prinsip-prinsip pengaturannya didasarkan pada syariat Islam, dan ditujukan untuk kemashlahatan rakyat.  Manajemen bencana Khilafah Islamiyah meliputi penanganan pra bencana, ketika, dan sesudah bencana.
Penangangan pra bencana adalah seluruh kegiatan yang ditujukan untuk mencegah atau menghindarkan penduduk dari bencana. Kegiatan ini meliputi pembangunan sarana-sarana fisik untuk mencegah bencana, seperti pembangunan kanal, bendungan, pemecah ombak, tanggul, dan lain sebagainya.  Reboisasi (penanaman kembali), pemeliharaan daerah aliran sungai dari pendangkalan, relokasi, tata kota yang berbasis pada amdal,  memelihara kebersihan lingkungan, dan lain-lain; juga termasuk dalam kegiatan pra bencana.
Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah membangun mindset dan kepedulian masyarakat, agar mereka memiliki persepsi yang benar terhadap bencana; dan agar mereka memiliki perhatian terhadap lingkungan hidup, peka terhadap bencana, dan mampu melakukan tindakan-tindakan yang benar ketika dan sesudah bencana.   Untuk merealisasikan hal ini, khalifah akan melakukan edukasi terus-menerus, khususnya warga negara yang bertempat tinggal di daerah-daerah rawan bencana alam; seperti warga di lereng gunung berapi, pinggir sungai dan laut, dan daerah-daerah rawan lainnya.   Edukasi meliputi pembentukan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penjagaan dan perlindungan lingkungan; serta peningkatan pengetahuan mereka terhadap penanganan ketika dan pasca bencana.   Harapannya, masyarakat terbiasa peduli terhadap lingkungannya dan mengetahui cara untuk mengantisipasi dan menangani bencana, dan me-recovery lingkungannya yang rusak—akibat  bencana—agar kembali berfungsi normal seperti semula.
Selain itu, Khilafah Islamiyah membentuk tim-tim SAR yang memiliki kemampuan teknis dan non teknis dalam menangani bencana.  Tim ini dibentuk secara khusus dan dibekali dengan kemampuan dan peralatan yang canggih–seperti alat telekomunikasi, alat berat, serta alat-alat evakuasi korban bencana, dan lain-lain–, sehingga mereka selalu siap sedia (ready for use) diterjunkan di daerah-daerah bencana.  Tim ini juga bergerak secara aktif melakukan edukasi terus-menerus kepada masyarakat, hingga masyarakat memiliki kemampuan untuk mengantisipasi, menangani, dan me-recovery diri dari bencana.
Adapun manajemen ketika terjadi bencana adalah seluruh kegiatan yang ditujukan untuk mengurangi jumlah korban dan kerugian material akibat bencana.  Kegiatan-kegiatan penting yang dilakukan adalah evakuasi korban secepat-secepatnya, membuka akses jalan dan komunikasi dengan para korban, serta memblokade atau mengalihkan material bencana (seperti banjir, lahar, dan lain-lain) ke tempat-tempat yang tidak dihuni oleh manusia, atau menyalurkannya kepada saluran-saluran yang sudah dipersiapkan sebelumnya.   Kegiatan  lain lain yang tidak kalah penting adalah penyiapan lokasi-lokasi pengungsian, pembentuan dapur umum dan posko kesehatan, serta pembukaan akses-akses jalan maupun komunikasi untuk memudahkan team SAR untuk berkomunikasi dan mengevakuasi korban yang masih terjebak oleh bencana.   Oleh karena itu, berhasil atau tidaknya kegiatan ini tergantung pada berhasil tidaknya kegiatan pra bencana.
Ilustrasi sederhana penanganan bencana yang dilakukan oleh Daulah Khilafah Islamiyah adalah apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin al-Khaththab ra ketika menangani paceklik yang menimpa jazirah Arab.   Pada saat itu, orang-orang mendatangi Kota Madinah–pusat pemerintahan Khilafah Islamiyah—untuk meminta bantuan pangan. Umar bin Khaththab ra segera membentuk tim yang terdiri dari beberapa orang sahabat, seperti Yazid bin Ukhtinnamur, Abdurrahman bin al-Qari, Miswar bin Makhramah, dan Abdullah bin Uthbah bin Mas’ud ra.  Setiap hari, keempat orang sahabat yang mulia ini melaporkan seluruh kegiatan mereka kepada Umar bin Khaththab ra, sekaligus merancang apa yang akan dilakukan besok harinya.   Umar bin Khaththab ra menempatkan mereka di perbatasan Kota Madinah dan memerintahkan mereka untuk menghitung orang-orang yang memasuki Kota Madinah.  Jumlah pengungsi yang mereka catat jumlahnya terus meningkat.  Pada suatu hari, jumlah orang yang makan di rumah Khalifah Umar bin Khaththab ra berjumlah 10 ribu  orang, sedangkan orang yang tidak hadir di rumahnya, diperkirakan berjumlah 50 ribu orang.   Pengungsi-pengungsi itu tinggal di Kota Madinah selama musim paceklik. Dan selama itu pula mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik dari Khalifah Umar bin Khaththab ra.   Setelah musim paceklik berakhir, Umar bin Khaththab ra memerintahkan agar pengungsi-pengungsi itu diantarkan kembali di kampung halamannya masing-masing.  Setiap pengungsi dan keluarganya dibekali dengan bahan makanan dan akomodasi lainnya, sehingga mereka kembali ke kampung halamannya dengan tenang dan penuh kegembiraan.
Aspek yang ketiga adalah manajemen pasca bencana, yakni seluruh kegiatan yang ditujukan untuk; (1)  me-recoverykorban bencana agar mereka mendapatkan pelayanan yang baik selama berada dalam pengungsian dan memulihkan kondisi psikis mereka agar tidak depresi, stres, ataupun dampak-dampak psikologis kurang baik lainnya.   Adapun kegiatan yang dilakukan adalah kebutuhan-kebutuhan vital mereka, seperti makanan, pakaian, tempat istirahat yang memadai, dan obat-obatan serta pelayanan medis lainnya.  Recovery mental bisa dilakukan dengan cara memberikan taushiyah-taushiyah atau ceramah-ceramah untuk mengokohkan akidah dan nafsiyah para korban; (2) me-recoverylingkungan tempat tinggal mereka pasca bencana, kantor-kantor pemerintahan maupun tempat-tempat vital lainnya, seperti tempat peribadahan, rumah sakit, pasar, dan lain-lainnya.  Khilafah Islamiyah, jika memandang tempat terkena bencana, masih layak untuk di-recovery, maka, ia akan melakukan perbaikan-perbaikan secepatnya agar masyarakat bisa menjalankan kehidupannya sehari-harinya secara normal, seperti sedia kala.  Bahkan jika perlu, khalifah akan merelokasi penduduk ke tempat lain yang lebih aman dan kondusif.   Untuk itu, Khalifah Islamiyah akan menerjunkan tim ahli untuk meneliti dan mengkaji langkah-langkah terbaik bagi korban bencana alam.   Mereka akan melaporkan opsi terbaik kepada khalifah untuk ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional.
Inilah langkah-langkah yang akan ditempuh khalifah untuk menangani bencana yang melanda di wilayah Khilafah Islamiyah.  Manajemen semacam ini disusun dengan berpegang teguh pada prinsip “wajibnya seorang Khalifah melakukan ri’ayah (pelayanan) terhadap urusan-urusan rakyatnya”.  Pasalnya, khalifah adalah seorang pelayan rakyat yang akan dimintai pertanggungjawaban atas pelayanan yang ia lakukan.  Jika ia melayani rakyatnya dengan pelayanan yang baik, niscaya ia akan mendapatkan pahala yang melimpah ruah.  Sebaliknya, jika ia lalai dan abai dalam melayani urusan rakyat, niscaya, kekuasaan yang ada di tangannya justru akan menjadi sebab penyesalan dirinya kelak di hari akhir. Wallahu a’lam bish shawab.[]

PKS Kaget Ada Korban Tembak Mati Densus Belum Dikembalikan Selama 1,5 Bulan

PKS Kaget Ada Korban Tembak Mati Densus Belum Dikembalikan Selama 1,5 Bulan


Voa-Khilafah.tk - ANGGOTA Komisi III Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Indra, mengaku terkejut dengan data masih ada jenazah penembakan Densus yang belum dikembalikan selama 1,5 bulan.
“Saya sangat terperanjat dengan data ini. Ini pelanggaran HAM berat,” katanya saat melakukan Audiensi dengan Hizbut Tahrir Indonesia, Selasa (19/2/2013).
Jenazah yang ditembak Densus sejak 4/1/2013 itu bernama Sirajudin.
Dia ditembak Densus di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Dan kini masih bersemayam di Rumah Sakit Polri, Jakarta.
Indra menyerukan kepada Fraksi lainnya agar segera membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait kinerja Densus.
“Karena jika hanya memanggil Kapolri, tidak ada perubahan terhadap Densus,” tegasnya.
Ia pun juga meminta agar Komisi III melakukan kunjungan langsung ke Bima dan Poso. (islampos.com, 19/2)

Cara Khilafah Mengatur Impor Daging

Cara Khilafah Mengatur Impor Daging



Oleh: Hafidz Abdurrahman
Voa-Khilafah.tk - Kegiatan impor dan ekspor merupakan bentuk perdagangan (tijรขrah). Di dalamnya praktik jual-beli (buyรป’) dengan berbagai bentuk dan derivasinya dilakukan. Hukum jual-beli itu sendiri dengan tegas dinyatakan boleh oleh syariah, sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran, surat al-Baqarah: 275. Karena itu, hukum asal perdagangan, baik domestik maupun luar negeri adalah mubah, sebagaimana hukum umum perdagangan.
Hanya saja, ada perbedaan fakta, antara perdagangan domestik dengan perdagangan luar negeri. Karena Khilafah adalah negara yang menerapkan hukum Islam, baik ke dalam maupun ke luar, maka perdagangan luar negeri ini pun harus diatur dengan hukum Islam. Perdagangan luar negeri ini, dalam pandangan Islam, tidak dilihat dari aspek barang yang diperdagangkan, tetapi dilihat dari orang yang melakukan perdagangan.
Dalam hal ini, mereka bisa diklasifikasikan menurut negara asalnya, menjadi tiga: (1) Kafir Harbi, yaitu mereka yang menjadi warga negara kafir yang bermusuhan dengan negara Islam dan kaum Muslim; (2) Kafir Mu’รขhad, yaitu mereka yang menjadi warga negara kafir yang mempunyai perjanjian dengan negara Islam; (3) Warga negara Islam.
Terkait dengan warga negara kafir harbi, mereka diperbolehkan melakukan perdagangan di negara Islam, dengan visa khusus, baik yang terkait dengan diri maupun harta mereka. Kecuali warga negara Israel, Amerika, Inggris, Prancis, Rusia dan negara-negara kafir harbi fi’lan lainnya, sama sekali tidak diperbolehkan melakukan perdagangan apapun di wilayah negara Islam.
Adapun warga negara kafir mu’รขhad, maka boleh dan tidaknya mereka melakukan perdagangan di wilayah negara Islam dikembalikan pada isi perjanjian yang berlaku antara Khilafah dengan negara mereka. Sementara warga negara Khilafah, baik Muslim maupun non-Muslim (ahli dzimmah), mereka bebas melakukan perdagangan, baik domestik maupun luar negeri. Hanya saja, mereka tidak boleh mengekspor komoditas strategis yang dibutuhkan di dalam negeri, sehingga bisa melemahkan kekuatan negara Khilafah, dan menguatkan musuh (Lihat, Masyrรป’ ad-Dustรปr, pasal 157).
Perlu dicatat, bahwa kekuatan ekonomi sebuah negara, termasuk negara Khilafah, ditentukan oleh keberlangsungan sumber perekonomiannya. Dalam hal ini, tampak pada empat hal, yaitu pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Perdagangan sebagai salah satu sumber perekonomian negara, juga memainkan peranan strategis dalam proses distribusi barang (komoditas). Perdagangan juga menjadi sarana penting dalam memediasi petani, sebagai penghasil hasil pertanian, dengan konsumen. Demikian juga produsen, sebagai penghasil hasil industri, dengan konsumen. Maka, melalui perdagangan ini, aktivitas produksi, distribusi dan konsumsi di tengah-tengah masyarakat bisa ditingkatkan.
Karena itu, dalam perdagangan, selain hukum jual-beli, Islam juga mengatur hukum lain yang terkait dengan kegiatan mediasi (wisรขthah), yang pelakunya kemudian dikenal dengan makelar (broker) itu. Broker, atau dalam bahasa Arabnya, disebut Simsรขr, berhak mendapatkan komisi (‘amรปlah) dari hasil mediasinya. Hanya saja, Islam menetapkan posisi mereka harus benar-benar menjadi mediator antara pejual dan pembeli (wisรขthah baina al-bรขi’ wa al-musytari). Inilah ketentuan Islam yang mengatur tentang samsarah.

Dalam kasus impor daging sapi, sebagai komoditas yang diperdagangkan, maka yang harus dipastikan pertama-tama adalah negara asal, suplaier dan halal-haramnya komoditas tersebut. Mengimpor daging dari negara kafir harbi fi’lan, misalnya, jelas-jelas tidak boleh. Negara Khilafah juga menutup rapat-rapat pintunya dengan mereka dalam segala hal. Karena hubungan di antara keduanya adalah hubungan perang. Jika demikian, tidak mungkin, rakyat Negara Harbi fi’lanini menjadi supliyer daging impor di Negara Khilafah. Demikian juga, rakyat Negara Khilafah melakukan hubungan dagang dengan mereka.
Selain itu, harus dicatat, bahwa perdagangan luar negeri, meski ini merupakan aktivitas ekonomi, tetapi karena terkait dengan hubungan dengan pedagang di luar wilayah negara Khilafah, maka arus orang, barang dan modal yang keluar masuk tetap di bawah kontrol Departemen Luar Negeri (Dรขirah Khรขrijiyyah). Bagi warga negara kafir harbi hukman, arus orang, barang dan modal yang masuk ke wilayah negara Khilafah bisa terjadi setelah ada visa khusus yang terkait dengan ketiga-tiganya. Namun, ini tidak berlaku bagi kafir harbi fi’lan. Sementara bagi warga negara kafir mu’รขhad, dibutuhkan visa atau tidak, kembali kepada klausul perjanjian antara negara Khilafah dengan negara mereka. Jika arus orang, barang dan modal itu tidak termaktub dalam klausul perjanjian tersebut, maka mereka membutuhkan visa khusus tadi. Semuanya ini di bawah kontrol Departemen Luar Negeri. Ini terkait dengan negara asal dan suplaiernya.
Adapun terkait dengan status halal dan haramnya, karena ini merupakan barang sembelihan (dzabรฎhah). Kriteria penyembelihan penting diperhatikan, karena ini menentukan status hukum kehalalannya. Jika tidak bisa dipastikan, maka daging tersebut tidak boleh diperjualbelikan, termasuk diimpor ke wilayah Negara Khilafah. Karena alasan syubhat ini, Khilafah bisa melarang impor daging ini. Jika barang syubhat ini sudah masuk di wilayah Negara Khilafah, maka qadhiHisbah, harus meghentikan distribusi dan konsumsi daging seperti ini. Qadhi Hisbah juga bisa mengusut dari mana sumber distribusinya.
Tindakan ini harus dilakukan, karena Islam menetapkan standar halal-haram terhadap barang dan jasa yang diproduksi, didistribusikan dan dikonsumsi di tengah-tengah masyarakat. Jika terbukti haram, atau setidaknya syubhat, maka tidak boleh diproduksi, didistribusikan dan dikonsumsi.
Adapun terkait dengan praktik makelar (samsarah), d imana makelar ini bekerja menghubungkan perusahaan importir dengan pembuat kebijakan, yang dengannya makelar tersebut mendapatkan fee (komisi), sebenarnya ini menyalahi hukum Islam:
Pertama, karena dari aspek hukum samsarah itu sendiri, ini jelas-jelas menyalahi fakta samsarah. Karena broker (makelar) ini tidak menghubungkan antara pembeli dan penjual secara langsung, tetapi menghubungkan antara perusahaan importir dengan pembuat kebijakan (pemerintah).
Kedua, komisi (‘amรปlah) yang diberikan oleh perusahaan importir kepada makelar, karena hubungan dekat atau politik, sebenarnya tidak bisa disebut komisi (‘amรปlah), karena ini bukan aktivitas samsarah. Tetapi, apa yang disebut komisi ini lebih tepat disebut risywah (suap), yang dengannya, maka pembuat kebijakan membuat keputusan, bahwa perusahaan importir tersebut mendapatkan tender impor.
Praktik seperti ini bisa terjadi, dan dilakukan oleh politikus dari partai politik, karena memang aktivitas politik yang dilakukannya membutuhkan biaya besar. Maka, cara-cara seperti inilah yang banyak dilakukan. Bahkan, telah menjadi rahasia umum. Praktik seperti ini jelas merupakan pelanggaran hukum syara’. Tidak hanya itu, karena pelanggaran ini melibatkan nasib rakyat, di mana partai dan para penguasa itu seharusnya mengurusi urusan rakyat, malah menari di atas penderitaan rakyat, maka tindakan ini juga bisa disebut mengkhianati rakyat. Praktik seperti tidak akan terjadi di dalam negara Khilafah. Jika pun terjadi, maka negara Khilafah akan memberlakukan sanksi tegas untuk menghentikan praktik ini.
Pejebat yang terlibat, begitu terindikasi melakukan pelanggaran dan pengkhianatan seperti ini akan langsung diberhentikan oleh Khalifah. Majelis umat atau partai politik juga bisa menyampaikan syakwa (pengaduan) kepada Khalifah, jika pelanggaran dan pengkhianatan ini belum diketahui oleh Khalifah. Jika Khalifah telah mengetahuinya, tetapi mendiamkannya, maka dia bisa dianggap sama dengan pelakunya. Dalam hal ini, tugas Mahkamah Madzalim yang akan menghentikannya.
Mengenai pakta integritas yang ditandatangani pejabat, ini tidak akan ada nilainya, jika sistemnya tetap bobrok. Karena itu, pakta integritas yang dibuat dalam sistem seperti ini, tak lebih hanya sebagai upaya pencitraan semata. Terutama, setelah citra politisi dan partainya anjlok. Ini berbeda, jika sistemnya baik, maka pakta integritas tersebut akan bisa diwujudkan. Perlu dicatat, itu tidak pernah terjadi, kecuali di dalam naungan negara Khilafah. Wallahu a’lam. (mediaumat.com, 15/2)

 Mursi Terus Khianati Kaum Muslim di Gaza, Dan Hanya Berusaha Untuk Menjaga Keamanan Yahudi

Mursi Terus Khianati Kaum Muslim di Gaza, Dan Hanya Berusaha Untuk Menjaga Keamanan Yahudi

Voa-Khilafah.tk - Para pejabat Mesir dan Palestina mengatakan bahwa pasukan Mesir membanjiri terowongan yang digunakan untuk penyelundupan ke Gaza dalam serangan untuk menutup terowongan.


Meskipun jaringan terowongan merupakan urat nadi vital bagi warga Gaza, sebab diperkirakan sekitar 30% dari seluruh komoditas diangkut melalui terowongan itu, sehingga mampu meringankan dampak buruk dari blokade; dan meskipun fakta bahwa Mursi datang dengan membawa slogan Islam dan reformasi, namun kenyataaanya bahwa Mursi tidak berbeda dengan penguasa rezim sebelumnya, Mubarak, dalam komitmennya terhadap keamanan Yahudi, dengan menutup terowongan, serta pembantaian terhadap para Mujahid di Sinai, sungguh-sungguh dalam mencegah masuknya senjata ke Gaza, dan memperkuat blokade yang jelas haram dalam pandangan syariah Islam!! [pal-tahrir.info/htipress/syabab/voa-khilafah.tk]
Cagub Aher Menari Gangnam Style Bersama Warga & Kader PKS

Cagub Aher Menari Gangnam Style Bersama Warga & Kader PKS


1956470.jpg (500ร—175)
Campur Baur - Ahmad Heriyawan Sedang Berjoget Gangnam Style - Doc.Inilah.com

Voa-Khilafah.tk - Masa kampanye Pilgub Jabar 2013 dimulai pada 7 Februari lalu dan berakhir 20 Februari nanti. Pada hari ke-4 kampanye, calon Gubernur Jabar Petahana Ahmad Heryawan alias Aher beraksi goyang Gangnam Style.

184280_509775889074187_1970315448_n.jpg (400×267)
Akhwat PKS sedang Menirukan gaya Gangnam Style - Doc. FB

Tarian khas penyanyi Korea Psy dibawakan Aher saat berolahraga di lapangan Kebun Malabar milik PTPN VIII di Kabupaten Bandung, Minggu (10/2/2013). Aksi calon gubernur Jabar nomor urut 4 ini diikuti warga Kabupaten Bandung yang memadati hamparan perkebunan teh di Desa Sukamana, Kecamatan Pangalengan, sejak pagi hari.

Dentuman musik senam membuat warga yang terdiri atas kaum muda dan orangtua, larut dalam gerak senam. Aher yang berada di tengah peserta senam, juga tak kalah semangat. Gerakan Gangnam Style pun memenuhi lapangan bola. Usai berolahraga, Aher yang sedang cuti sebagai Gubernur Jabar ini berbaur dengan warga.

"Alhamdulillah, dalam perjalanan ke lapangan ini, saya melihat jalan mulus. Aktivitas ekonomi masyarakat sejak pagi-pagi buta sudah bergilir," ujar Aher.

Selain menyampaikan program Pemprov dan visi-misinya untuk Jabar 5 tahun mendatang, Aher juga menerima aspirasi warga secara spontan. Beberapa warga tak segan menyampaikan langsung aspirasinya untuk kemajuan desanya.

"Insya Allah, melalui kebersamaan pemimpin bersama warga, Jabar semakin jaya ke depan. Komitmen kami cuma satu: menjadi pelayan Bapak-Ibu, semua kelompok, warga Jabar seluruhnya," tandas cagub yang berpasangan dengan budayawan Deddy Mizwar.

Dalam Pilkada Jabar ini, nomor urut 1 diisi Dikdik Mulyana Arif Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib. Duet Irianto MS Syafiuddin dan Tatang Farhanul Hakim berada di nomor urut 2.

Kemudian pasangan Dede Yusuf Macan Effendi dan Lex Laksamana Zaenal di nomor urut 3. Sementara pasangan Aher-Deddy Mizwar berada di nomor urut 4. Terakhir, nomor urut 5 dipegang pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki.(Ant/Ais/inilah/Voa-Khilafah.tk)
Anand Krishna Dijebloskan ke LP Cipinang

Anand Krishna Dijebloskan ke LP Cipinang


JAKARTA, Voa-Khilafah.tk - Tokoh spiritual lintas agama Anand Krishna akhirnya dieksekusi paksa tim gabungan Kejaksaan dan aparat kepolisian di Ubud, Bali. Anand Krishna pun langsung diberangkatkan ke Jakarta melalui Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan, setibanya di Jakarta, Anand Krishna akan langsung dijebloskan ke penjara LP Cipinang, Jakarta Timur.
 
"Ya (dibawa) ke LP Cipinang," ujar Untung dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (16/2/2013).
 
Seperti diwartakan, Anand Krishna akhirnya dijemput paksa tim gabungan Kejaksaan dan aparat kepolisian Polda Bali. Kini, yang bersangkutan sudah diterbangkan menuju Jakarta.
 
Proses eksekusi dimulai sejak pagi tadi pukul 08.00 Wita dimana tim jaksa eksekutor dari Kejari Jaksel dengan dibantu tim dari Kejati Bali, Kejari Denpasar dan Kejari Gianyar dengan dibantu petugas kepolisian dari Polda Bali dan Polres Gianyar sebanyak lebih kurang 50 personel masuk ke dalam areal Anand Ashram.
 
Di area markas komunitas Anand Ashram, sudah menunggu sekira 50 orang massa pendukung Anand Krishna yang dipimpin Ketua Komunitas Pecinta Anand Krishna Sayoga dan putra Anand Krishna, Prashant. 
 
Adu mulut sempat terjadi antara kedua belah pihak, sebelum akhirnya Anand berhasil diboyong ke Mapolda Bali. Saat ini, Anand beserta tim penjemput Kejaksaan sedang dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan pesawat dari Bandara Ngurah Rai.
 
Eksekusi dilakukan menyusul Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Krisna Kumar Tolaram Gang Tani alias Anand Krishna.
 
Majelis Hakim yang dipimpin Zaharuddin dengan hakim anggota Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul itu dibacakan pada 24 Juli 2012 lalu dengan perkara tersebut tertera bernomor 691 K/PID/2012.
 
Dalam kasus ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai Albertina Ho, sebelumnya memvonis bebas Anand Krishna pada 22 November 2012 silam. Hakim Albertina menilai Anand tidak terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap muridnya, Tara Pradipta Laksmi.
 
Anand dituding telah melakukan pelecehan seksual terhadap Tara Pradipta dan Sumidah, muridnya di Yayasan L'Ayurveda, Fatmawati, Jakarta Selatan. Dia dijerat Pasal 290 ayat 1, Pasal 294 ayat (2) ke 2 Jo Pasal 64 KUHP ayat (1) KUHP. 
(trk/okezone/voa-khilafah.tk)
Mimpi Didatangi Pria Berjubah, Tahanan Minta Disunat

Mimpi Didatangi Pria Berjubah, Tahanan Minta Disunat


DEPOK, Voa-Khilafah.tk - Tomi Wijaya (23) tahanan Polsek Beji, Depok melakukan pertobatan dengan cara menjadi mualaf. Bahkan, pria itu menjalani operasi khitan (disunat) disalah satu klinik setempat.
 
"Saya mengaku salah, dan siap bertobat menjadi manusia baru kembali. Saya jalani ini semua dengan ikhlas dan tanpa ada paksaan sama sekali," ungkap Tomi kepada wartawan di Mapolsek Beji.
 
Dia mengaku, aksi pertobatan itu berani dilakukan lantaran mendapatkan petunjuk dari sang pencipta melalui mimpi. Di mana, dirinya di datangi dua pria berjubah putih. Kedua pria itu pun memintanya untuk meninggalkan kisah kelam dan kembali kejalan yang benar.
 
"Saat kedua pria itu datang langsung mengucapkan Assalamualaikum sama saya. Saya sendiri tidak kenal, semua anjuran yang dikatakan itu saya ikuti," kata Tomi.
 
Karena takut masuk neraka, lanjutnya, ia pun sempat berpikir dua kali. Beberapa kali dirinya menyendiri dan merenungi mimpi itu. Dan hingga akhirnya dia pun berani memutuskan pindah agama.
 
"Dua kali saya mimpi hal yang sama saat di dalam sel. Saya tidak ingin masuk ke neraka, dan tobat ini sungguh-sungguh dilakukan. Semoga yang saya lakukan ini benar dan tidak menyalahi aturan," imbuhnya.
 
Kapolsek Beji Kompol Agus Widodo mengatakan, keinginan khitan itu dilakukan Tomi tanpa ada unsur paksaan. Dan murni keinginan tersangka sesaat setelah dirinya menyatakan ingin memeluk Islam. "Ini baru kali pertama terjadi di sel Polsek Beji. Kami berharap tersangka benar-benar taubat dan kembali menjadi warga negara yang baik," ujarnya.
 
Tomi diringkus tim Reskrim Polsek Beji pada Januari 2013, lalu. Pria itu ditangkap atas kasus pencurian sebuah ponsel di warung internet (Warnet) di Kelurahan Beji. Tomi yang juga penjaga warnet itu pun sempat dikeroyok massa, lantaran kedapatan mencuri ponsel salah satu pengunjung warnet. 
(ful/okezone/voa-khilafah.tk)
Hujan Ribuan Laba-Laba di Brazil

Hujan Ribuan Laba-Laba di Brazil


Voa-Khilafah.tk - Hujan batu panas yang dibawa burung ababil, atas izin Allah dalam mengusir pasukan penghancur bangunan Ka’bah, itu dulu. Sekarang ada hujan laba-laba. Terjadi di Brasil Pada Ahad (3/2)

Kejadian ini terekan video penduduk local, Eric Reis saat sedang merekam pesta pertunangan temannya. "Lalu aku melihat laba-laba saat sore hari," katanya, seperti dikutip dari laman torontosun.com, Kamis (14/2).

Ribuan laba-laba dalam berbagai ukuran itu menggantung, baik di jaring besar maupun perjalanan menuju tanah. Sementara hewan yang lain tergantung dari jaringan listrik. Video itu kemudian diunggah ke You Tube awal pekan ini.

"Saya tidak tahu apa yang menyebabkan laba-laba ada di udara, tapi sedang mencari tahu lebih lanjut," 

Kantor Berita Brasil G1 yang berbicara dengan seorang ahli biologi mengidentifikasi laba-laba itu dalam golongan eximius anelosimus. (torontosun.com/voa-khilafah.tk)

1000's of spiders "falling from the sky" in Brazilian town

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL