Data pajak keluarga SBY yang terbongkar timbulkan tanda tanya


Voa-Khilafah.tk - Koran nasional Indonesia berbahasa InggrisThe Jakarta Post, Rabu (30/1) pagi menurunkan berita terkait pelaporan pajak tahunan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta kedua anaknya, Agus Harimurti dan Edhie "Ibas" Baskoro yang menimbulkan tanda tanya.


Dalam pemberitaan itu disebut dalam dokumen Surat Pemberitahuan (SPT) SBY dan kedua anaknya, yang berhasil didapatkan, tidak menyebutkan detail sejumlah penghasilan mereka yang didapatkan sepanjang tahun 2011.

Ketika dikonfirmasi pada pihak Istana Negara, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan pemberitaan itu adalah hal yang biasa.

"Hal yang biasa, secara transparan selalu menyerahkan SPT tahunan, tiap tahun dilaporkan. Ini perlu, kalau ada selisih, kembalikan ke yang berwenang," ujar Julian saat dihubungi wartawan, Rabu (30/1).

Namun, saat ditanya perihal seluruh data pajak Presiden dan keluarga yang ternyata bisa diakses media cetak itu, Julian enggan berkomentar lebih. Ia mengaku tak memiliki kewenangan menjawabnya.

"Ditjen Pajak sudah seharusnya menjelaskan itu. Yang paling berwenang dan pantas menjelaskan adalah ditjen Pajak," tegas Julian.

Sebelumnya diberitakan, keaslian dokumen pajak Presiden dan dua puteranya itu dibenarkan oleh sejumlah sumber yang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. SPT tahun 2011 yang dimasukkan pada kuartal pertama tahun 2012 tertulis, SBY disebutkan memperoleh penghasilan Rp 1,37 miliar selama setahun sebagai presiden dan tambahan Rp 107 juta dari sejumlah royalti.

Selanjutnya, dalam dokumen itu juga terungkap pada tahun 2011, SBY membuka sejumlah rekening bank yang total nilainya mencapai Rp 4,98 miliar dan 589.188 dollar AS atau sekitar Rp 5,7 miliar (kurs Rp 9.600 per dollar AS). Tetapi tak disebutkan detail dari mana sumber dana sebanyak itu.

Media cetak nasional itu juga tak berhasil mendapatkan SPT SBY tahun sebelumnya dan juga tak tahu di mana dana-dana itu tersimpan, apakah berasal dari harta sebelumnya atau merupakan akumulasi terbaru.

Ini menjadi pemberitaan yang menghebohkan sejumlah pihak mengingat SBY selama ini selalu menekankan tentang pentingnya warga untuk memenuhi kewajiban pajak mereka termasuk keinginan untuk tranparansi bagi para pejabat publik.

"Mari kita ciptakan kultur pajak berbudaya, menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab," demikian kata SBY di depan Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2009 ketika ia memasukkan SPT tahunan.

Selain itu, media cetak tersebut juga membuka SPT Agus. Dalam dokumen pada tahun 2011 disebutkan Agus memperoleh penghasilan tahunan Rp 70,2 juta. Agus adalah seorang perwira di Kostrad di Jakarta.

Namun pada dokumen pajak itu juga memperlihatkan, Agus membuka empat rekening bank berbeda dan sebuah akun deposito dengan total Rp 1,63 miliar. Melebihi penghasilannya. Tetapi tak ada informasi di dokumen itu yang dapat menjelaskan sumber-sumber dana tersebut dan pada bagian pendapatan tambahan, termasuk istri Agus, Annisa Pohan, dibiarkan kosong.

Agus terdaftar sebagai pembayar pajak sejak tahun 2007 namun baru memasukkan SPT pada tahun 2011.

Adiknya Ibas lalu memberikan penjelasan bahwa berdasarkan undang-undang, hanya perwira tinggi militer yang wajib melaporkan sumber kekayaan mereka. "Mas Agus sekarang hanya seorang mayor," katanya, dalam email.

Ibas, yang menggambarkan dirinya sebagai pejabat publik dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR, mengaku selalu konsisten memasukkan pelaporan pajak ke KPK sejak tahun 2009. "Saya selalu memenuhi kewajiban saya untuk memasukkan pelaporan pajak tahunan sesuai dengan aturan," katanya.

Berdasarkan SPT tahun 2011, Ibas memperoleh pengasilan Rp 183 juta sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat. Ia juga memiliki investasi sebesar Rp 900 juta di PT Yastra Capital, deposito sebesar Rp 1,59 miliar, dan uang tunai totalnya mencapai Rp 1,57 miliar.

Ibas tidak menyebutkan dalam SPT pendapatan lainnya seperti pembayaran dividen, donasi, saham ataupun jenis investasi lain. Ia memiliki total aset sebesar Rp 6 miliar seperti yang tertulis dalam SPT tahun 2010 termasuk sebuah Audi Q5 SUV dengan harga Rp 1,16 miliar.

Sebagai seorang anggota DPR, Ibas diharuskan melaporkan kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di mana ia menyebutkan total aset pada tahun 2009 sebesar Rp 4,42 miliar. Dalam SPT tahun 2009, aset Ibas senilai Rp 5,18 miliar. Ia tidak menyebutkan adanya sumber pendapatan lain.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga mertua Ibas, memberikan penegasan. "Sebagai ayah dari mereka (Ibas dan Agus), saya memberikan kepastian kepada Anda jika tak ada perbedaan dari pelaporan pajak mereka," katanya.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany  mengatakan seharusnya ada penjelasan rasional jika ada perbedaan data yang mencurigakan dari pembayaran pajak yang dilakukan keluarga presiden. "Mustahil jika keluarga presiden tidak mengisi SPT dengan benar. Mereka memiliki tim khusus yang menghitung semua kewajiban pajak mereka untuk memastikan akurasi," katanya.

Fuad menambahkan, direktorat juga tak punya otoritas mempertanyakan ke pembayar pajak jika terdapat perbedaan antara akun bank dan penghasilan tahunan mereka.

Sejak pemberitaan ini menjadi headline media massa, sejumlah pihak pun lansung membahasnya di akun Twitter. SPT keluarga Istana ini pun langsung mengundang kontroversi. [bilal/dbs/arrahmah/www.voa-khilafah.tk]
Tulisan Sayidiman Suryohadiprojo Mantan Gubernur Lemhannas "Paradoks Indonesia"

Tulisan Sayidiman Suryohadiprojo Mantan Gubernur Lemhannas "Paradoks Indonesia"

Voa-Khilafah.tk - Beliau memberikan contoh gambaran paradoks Indonesia berkontribusi memperburuk wajah Indonesia. 

1. Presiden Soekarno adalah penggali Pancasila dan Presiden Soeharto mendasarkan kebijakan pemerintahannya berdasarkan Demokrasi Pancasila
 . Paradoksnya, mereka pulalah pelanggar utama Pancasila.

2. Kedua, beda temuan tentang karakter dan jati diri manusia Indonesia. Bung Karno penggali Pancasila mengatakan Pancasila adalah dasar filosofis-pandangan hidup untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.

wartawan Mochtar Lubis Mengkritik Bung karno: " Manusia Indonesia memiliki karakter dengan kelemahan berkecenderungan korup, munafik, enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, percaya takhayul, tidak hemat dan boros, tidak senang bekerja keras dan cenderung bermalas-malas, bisa kejam, mengamuk, dan membakar."

3. Ketua Dewan Pengkajian Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat Kiki Syahnakri mengatakan, "PANCASILA ITU LEMAH" "Pascareformasi 1998, kehidupan berbangsa-bernegara di Indonesia praktis diku- asai oleh liberalisme dan Kapitalis. Liberalisme dan kapitalis berhasil mengerdilkan dan mengalienasikan Pancasila."

4. Amandemen konstitusi PANCASILA masih dipolemikkan, Dalam artikelnya, Sayidiman berpendapat : "Bangsa Indonesia untuk menjadikan negara Pancasila menjadi satu kenyataan DI BAJAK kaum Barat dan mereka berhasil membajaknya yang atas nama Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila telah diselewengkan rezim sebelumnya.

# Paradoksnya, kelemahan-kelemahan manusia Indonesia itulah yang sekarang ini penyakit kronis yang sedang menggerogoti negara ini. Sementara itu, Pancasila dicitrakan sebagai "keuangan yang mahakuasa; korupsi yang 'adil' dan 'merata'; persatuan mafia hukum Indonesia; kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan; kenyamanan bagi keluarga pejabat dan keluarga wakil rakyat".

-- Salam Melawan Arus --

[Lembaga Kajian Islam dan Peradaban]



LBH Jakarta Bongkar Pola Rekayasa, Penyiksaan dan Pembunuhan oleh Polisi

LBH Jakarta Bongkar Pola Rekayasa, Penyiksaan dan Pembunuhan oleh Polisi

Voa-Khilafah.tk, JAKARTA - Senin (28/01) siang pukul 11:00 WIB Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menggelar jumpa pers "Membongkar Pola Rekayasa Kasus, Polisi Penyiksa hingga Pembunuh."

Menurut rilis LBH Jakarta, pada tahun 2012 lalu pihaknya menerima aduan pelanggaran sebanyak 17 kasus yang dilakukan institusi Kepolisian (Polri). Pola pelanggarannya dengan cara melakukan kriminalisasi secara berjemaah, rekayasa kasus, kekerasan untuk mendapatkan pengakuan (penyiksaan), diskriminasi serta buruknya pelayanan dan penanganan kasus, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang sampai melakukan pembunuhan.


Diantara korban Polisi tersebut adalah:

1. J.J Rizal - Polsek Beji Depok
Pada tahun 2009, JJ Rizal menjadi korban salah tangkap anggota kepolisian Polsek Beji Depok bernama Briptu Antony, Briptu Supratman, dan Briptu Syahrir (pelaku dijatuhi hukuman disiplin 21 hari kurungan dan divonis oleh PN Depok 3 bulan penjara). Rizal dituduh terlibat tindak pidana narkotika, ia mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh anggota kepolisian.
2. Aguswandi Tanjung - Polsek Metro Gambir Jakarta Pusat
Polsek Metro Gambir melakukan kriminalisasi terhadap Aguswandi, Sekjen Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia, yang sedang memperjuangkan hak-hak penghuni apartemen melawan kesewenang-wenangan pengelola Apartemen ITC Roxy Mas (PT. Jakarta Sinar Intertrade). Selama proses dikepolisian Aguswandi ditahan. Aguswandi akhirnya divonis bebas oleh Mahkamah Agung.
3. Maya Agung Dewandaru - Polsek Cikande Serang
Pada tahun 2009, Maya Agung selaku Pengurus Serikat Pekerja Nasional sedang melawan kesewenang-wenangan PT. Frans Putratex yang melakukan PHK sepihak terhadap anggota serikat. Ditengah perjuangannya ia dikriminalisasi oleh Polisi dari Polsek Cikande, Serang dengan tuduhan penggelapan uang koperasi. Sekalipun telah terdapat pendapat ahli mengenai Koperasi yang menyatakan tindakan Maya Agung bukanlah tindak pidana, namun kepolisian bersikeras melanjutkan proses hukum.Maya Agung Dewandaru akhirnya terbukti tidak bersalah dan divonis bebas oleh Mahkamah Agung.
4. Syahri Ramadhan / Koko - Polsek Bojong Gede
Syahri Ramadhan als Koko Remaja berumur 15 tahun korban penyiksaan dan salah tangkap oleh Polsek Bojong Gede Kab. Bogor yang terjadi tahun 2009, saat ini menggugat Kepolisian supaya Kepolisian melakukan pemulihan di Pengadilan Negeri Cibinong, selama dalam persidangan  terungkap bahwa Syahri Ramadhan merupakan korban penyiksaan dan salah tangkap serta ironisnya Polsek Bojong Gede dalam persidangan mengakui belum pernah membaca UU Pengadilan Anak, gugatan tersebut akan diputus majelis hakim Pengadilan Negeri Cibinong pada hari Rabu (30/1).
5. Lima Belasorang Pensiunan  Angkasa Pura Yang Menghuni Rumah Negara - Polres Jakarta Pusat
Pada tahun 2009, 15 orang pensiunan Angkasa Pura menempuh upaya perdata dan PTUN terkait sengketa rumah negara dengan PT. Angkasa Pura. Saat proses berlangsung, tahun 2010 mereka dilaporkan ke kepolisian. Pihak kepolisian Polres Jakarta Pusat memproses dengan menggunakan ketentuan hukum yang sudah dicabut dan tidak berlaku lagi (UU No. 12 Tahun 1992). Sekalipun telah diberitahukan bahwa ketentuan hukum yang digunakan tidak berlaku lagi, polisi tetap bersikeras melimpahkan kasus ke Kejaksaan. Mereka akhirnya divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
 6. Marwan Bin Takat- Polsek Cipondoh Kota Tangerang.
Dituduh melakukan pengrusakan. Padahal tindakan pengrusakan tersebut tidak pernah dilakukannya. Majelis Hakim memutus bersalah selama 6 bulan penjara, selanjutnya Mahkamah Agung membeaskan terdakra. Hingga sekarang korban belum mendapatkan pemulihan.
7. Drs. Djati Hutomo- Polsek Sukmajaya Depok.
Dituduh melakukan tindak pidana penadahan kemudian ditahan oleh Kejaksaan Negeri Depok sejak tanggal 21 April 2010 sampai dengan tanggal 10 Mei 2010, kemudian pada tanggal 8 Juli 2010 dibebaskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok.
8. Yusli- Polsek Metro Cisauk
Yusli (23) ditangkap tanpa surat penangkapan dengan dugaan tindak pidana pencurian kendaraan motor, Kemudian Polsek Metro Cisauk membunuh Yusli  tanggal 26 Desember 2011, dengan menembak didadanya, saat ini 3 (tiga) anggota Polisi yang melakukan pembunuhan sedang menjalani proses  persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang.  Dalam waktu dekat  majelis hakim akan memutus perkara tersebut namun sampai sekarang kepolisian tidak melakukan pemulihan terhadap keluarga korban.
LBH Jakarta mendesak Polri harus melakukan pemulihan terhadap semua korban salah tangkap, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, kriminalisasi hingga seseorang dibunuh hanya didasarkan kepada prasangka. [muslimdaily]

Salafi Mesir Mengecam Partainya Mursi Adakan Konser Musik Penyanyi Berbusana Mini

Salafi Mesir Mengecam Partainya Mursi Adakan Konser Musik Penyanyi Berbusana Mini


Voa-Khilafah.tk - Salafi Mesir mengecam partai  politik di bawah Ikhwanul Muslimin, yaitu Partai Kebebasan dan Keadilan, untuk mensponsori festival hiburan musik yang menampilkan  penyanyi berpakaian mini asal Lebanon -Doni Shahin- di daerah wisata di Laut Merah , Ghardaka. Mesir.
Pemimpin Salafy dan anggota Majelis Konstituante, Sheikh Al-Moahmmed Azahri, melecehkan atas keluarnya dana Partainya  Ikhwanul Muslimin tersebut  untuk mensponsori festival tersebut  dan mengatakan organisasi tersebut telah luntur  kredibilitas Islamnya.
Aktivis dan pendiri persatuan pemuda Salafi, Ahmed Yousif, menuduh Ikhwanul Muslimin mencoba untuk menenangkan liberal dan sekuler, tetapi  dengan tidak memprioritaskan nilai agama.
Penyanyi seksi Lebanon, Doli Shahin, mengenakan gaun mini hitam, tampil dalam festival tersebut dan telah menyebabkan kegemparan di Twitter.
Salah satu Tweep mengatakan mungkin Mesir harus memberikan Ikhwan kesempatan yang lebih luas , “Siapa tahu, mungkin mereka akan membawa Shakira atau Beyonce ke Mesir?”
Tweep lain mengatakan “Walaupun Ikhwan mensponsori Shahin di Ghardaka? Saya akan tetap sebagai pendukung Ikhwan. ”
Namun, pengguna Twitter lainnya menyatakan kekecewaannya dan menolak adanya pemerintahan Islam yang mensponsori penyanyi tersebut,  sementara kekerasan sedang berlangsung di Mesir.
Tiga orang telah tewas dalam kekerasan politik melanda Mesir, kata petugas medis pada Selasa, mengakibatkan korban tewas dalam lima hari bentrokan setidaknya 52 nyawa melayang, AFP melaporkan.
Presiden Mohamed Mursi, Minggu memberlakukan keadaan sebulan darurat dan malam-waktu jam malam di Port Said, Ismailiya dan Suez, tiga provinsi yang paling terpengaruh oleh kerusuhan. (Dz/Al Arabiya)
Ulama Terkemuka Said Ramadhan Al-Buthi Dukung Rezim Bashar Al-Assad?

Ulama Terkemuka Said Ramadhan Al-Buthi Dukung Rezim Bashar Al-Assad?


Voa-Khilafah.tk, JAKARTA - Siapa yang tak mengenal Dr. Said Ramadhan Al-Buthi, ulama menyelesaikan gelar doktoralnya di Universitas Al-Azhar Kairo ini telah menulis puluhan kitab karya ilmiah. Diantaranya yang paling dikenal adalah Fiqhus Sirah yang diterjemahkan di Indonesia menjadi Sirah Nabawiyah.

Namun, amat disayangkan beberapa waktu lalu kita mendengar kabar bahwa Dr. Said Ramadhan Al-Buthi secara terang-terangan mendukung diktator tiran Bashar Al-Assad. Benarkah demikian?

Ternyata kabar tersebut benar adanya, hal itu disampaikan Syaikh Khatib As-Suri, saat menjadi salah satu pembicara dalam penggalangan dana yang digelar #ITJ Chapter Jakarta, di Masjid Al-Furqon, DDII Jakarta Pusat.

“Terkait dengan Syaikh Dr. Said Ramadhan Al-Buthi, beliau seorang yang alim dalam bidang ilmu fiqih, Ushul Fiqih dan Tafsir. Dr. Said Ramadhan Al-Buthi hingga kini pada kenyataannya jelas masih mendukung rezim Bashar Al-Assad,” kata Syaikh Khatib As-Suri di hadapan kaum muslimin yang hadir, pada Ahad (27/1/2013).
...Dr. Said Ramadhan Al-Buthi hingga kini pada kenyataannya jelas masih mendukung rezim Bashar Al-Assad
Namun demikian, Syaikh Khatib menerangkan bahwa teladan umat Islam adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi.

“Pertanyaannya, lalu kenapa jika Al-Buthi mendukung Bashar Al-Assad? Qudwah (teladan) kita adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan Al-Buthi, Syafi’i, Hanafi, Hambali. Allah berfirman:
ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃُุณْูˆَุฉٌ ุญَุณَู†َุฉٌ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu… (Q.S. Al-Ahzab: 33).

Seorang ‘alim, tidak dikatakan ‘alim kecuali ia berjalan sesuai yang dituliskan dalam As-Sunnah. Meskipun Dr. Said Ramadhan Al-Buthi seorang ‘alim, akan tetapi hanya Allah yang memberikan petunjuk dan kesesatan kepada siapa yang dikehendakiNya,” jelasnya.
...lalu kenapa jika Al-Buthi mendukung Bashar Al-Assad?Qudwah (teladan) kita adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan Al-Buthi
Meskipun seorang Dr. Said Ramadhan Al-Buthi mendukung Bashar Al-Assad, namun masih banyak ulama kelas dunia lainnya yang menentang Bashar Al-Assad.

“Mungkin hanya Buthi seorang, atau ada mufti Suriah yang mendukung Assad, tetapi ribuan ulama Syam, seperti Dr. Wahbah Zuhaili, Dr. Musthafa Dieb Al Bugha, para qari dan hafizhul Qur’an saat ini Sembilan puluh sembilan persen semuanya tak ada yang mendukung Bashar Al-Assad bahkan menentangnya,” paparnya.

Ia juga tidak menafikan, jika dukungan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi disebabkan oleh tekanan rezim Bashar Al-Assad.

“Barangkali, Dr. Al-Buthi takut, atau bisa saja rezim Bashar Al-Assad menyandera keluarganya, anaknya atau mengancamnya sehingga jika ia menentang maka akan dibunuh. Hal ini sebagaimana terjadi terhadap mufti suriah yang dibunuh anaknya. Oleh karena itu inilah hal yang sangat menyakitkan,” ungkapnya.
...Saat ini kakafiran Bashar Al-Assad amat jelas sejelas matahari di siang hari, ia telah membunuh ribuan kaum muslimin
Namun, sekali lagi ia menegaskan bahwa teladan kaum Muslimin adalah Rasulullah, bukan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi. Dan faktanya jelas, bahwa rezim Bashar Al-Assad tak pantas didukung karena kekafirannya dan telah membunuh ribuan kaum muslimin.

“Saat ini kakafiran Bashar Al-Assad amat jelas sejelas matahari di siang hari, ia telah membunuh ribuan kaum muslimin. Sebab darah seorang muslim lebih berharga di sisi Allah meskipun ka’bah itu hancur,” tandasnya. (voa-islam/voa-khilafah.tk)

Hutang Indonesia Rp 1.975,42 triliun, Naik 2 Kali Lipat Sejak Zaman SBY

Hutang Indonesia Rp 1.975,42 triliun, Naik 2 Kali Lipat Sejak Zaman SBY


Voa-Khilafah.tk, JAKARTA - Sepanjang 2012 lalu, utang pemerintah Indonesia bertambah Rp 166,47 triliun. Hingga akhir 2012, total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 1.975,42 triliun.

Jika dibanding akhir 2011, jumlah utang Indonesia naik Rp 181,71 triliun. Secara rasio terhadap PDB lama, utang pemerintah Indonesia berada di level 27,3% hingga akhir 2012.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga akhir 2012 mencapai US$ 204,28 miliar, naik dibandingkan posisi 2011 yang sebesar US$ 199,49 miliar.
Demikian data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Senin (28/1/2013). Utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman Rp 614,32 triliun yang menurun dibanding 2011 Rp 621,29, kemudian berupa surat berharga Rp 1.361,1 triliun atau naik dibanding 2011 Rp 1.187,66 triliun. Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 7.226 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga akhir 2012 sebesar 27,5%.

Berikut rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir 2012 adalah:
  1. Bilateral: Rp 358,12 triliun
  2. Multilateral: Rp 229,68 triliun
  3. Komersial: 24,32 triliun
  4. Supplier: Rp 410 miliar
  5. Pinjaman dalam negeri Rp 1,8 triliun
Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000:
  1. Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  2. Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  3. Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  4. Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  5. Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  6. Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  7. Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  8. Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  9. Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  10. Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  11. Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  12. Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  13. Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
Utang Negara Naik Dua Kali Lipat Sejak Zaman SBY

Naiknya jumlah utang RI kali ini dinilai telah meningkat hampir dua kali lipat sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menduduki kursi kepresidenan tahun 2004.

Hal ini diungkapkan oleh Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli di DPR Senayan, Senin (28/1/2013).

"Utang menurut saya makin lama makin besar hampir meningkat 2 kali lipat sejak pemerintahan awal SBY, dari Rp 1.000 triliun ke Rp 2.000 triliun," tuturnya.

Menurutnya, meroketnya jumlah utang dinilainya sudah tidak tepat. Hal ini bertolak belakang dengan membaiknya perekonomian Indonesia dan defisit anggaran yang rendah yakni di bawah 3%.

"Itu defisit kecil, walapun direncana defisit 2% tapi kenyataannya ada sisa anggaran (surplus) 10% jadi gak perlu pinjem," cetusnya.

Negeri yang kaya raya dengan sumber daya alamnya, rakyatnya menjadi jatuh miskin, dan utangnya menggunung, karena dipimpin orang-orang yang tidak "becus", dan jenis orang "kleptomaniac", yang tidak pernah  merasa kenyang dengan harta. [voa-islam/voa-khilafah.tk]

Tokoh Umat Dukung Penegakan Khilafah

Tokoh Umat Dukung Penegakan Khilafah


Voa-Khilafah.tk, Jakarta. Sejumlah pimpinan ormas dan tokoh Islam hadir dalam Workshop Tokoh Terbatas yang diselenggarakan oleh Lajnah Fa’aliyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (LF DPP HTI). Workshop yang mengambil tema  “Masa depan Demokrasi  vs Khilafah” itu dimulai pukul 8.30  dan berakhir pukul 13.30  pada  Sabtu  (26/1) di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta.
Diantara 32  tokoh yang nampak hadir dalam Workshop itu adalah:  H.M. Mufti (Ketua Umum SII); Ahmad Syafi’i Mufid (Litbang Departemen Agama, Ketua Forum Islamic Center); Mahmud Yunus (Ketua Umum PITI); Azam Khan (Advokat-ILC); dr. Rizky Adriansyah (Mer-C); Abdul Halim (Ketua DDII); M. Sabil Raun (Al Ittihadiyah); Achmad Michdan (Pembina TPM); Amin Lubis (Ketua PERTI); Abdurrahman Saffara (LAPMAS); H.M. Hasbi Ibrohim (LAKI P.45); Edi Mulyadi (Sekretaris Rumah Perubahan); Mas’ud (Sekjen PPMI); Hidayat (DMI); dan  Ahmad Daryoko (Presiden KSPN).
Setelah mengikuti pengantar materi workshop yang disampaikan oleh Ketua DPP HTI, Rohmat S. Labib,  para tokoh kemudian menanggapi dan menyampaikan pandangannya. Forum diskusi yang dipandu oleh Ust. Dr. Riza Rosadi itu mengerucut pada pandangan akan pentingnya  tokoh umat bersatu dalam penegakan syariah dan Khilafah.
“Banyaknya tokoh dari berbagai lembaga yang hadir ini menunjukkan  gagasan penegakkan syariah dan khilafah makin mendapat dukungan tokoh umat.  Hal ini juga menunjukkan bahwa HTI diterima oleh berbagai kalangan,” ujar Ahmad Syafi’i Mufid (Litbang Departemen Agama sekaligus Ketua Forum Islamic Center). Sementara, Ketua Umum PITI, Mahmud Yunus, menyampaikan bahwa sudah saatnya Tokoh Umat menyampaikan bahaya demokrasi dan mendorong umat untuk ikut memperjuangkan syariah dan Khilafah. “Jadi soal wajibnya mendakwahkan dan memperjuangkan tegaknya syariah dan Khilafah itu sudah harus disampaikan oleh para tokoh kepada jamaahnya masing-masing,” ungkapnya.
Menanggapi gagasan para tokoh itu, Rohmat S. Labib menegaskan bahwa sudah saatnya kita tinggalkan demokrasi dan tegakkan Khilafah. “Cukup sudah umat ditipu dengan demokrasi selama ini. Sudah saatnya kita tinggalkan Demokrasi dan berjuang bersama demi tegaknya Khilafah,” tegas Labib.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh Muslimah.  “Kita sudah lama berusaha mengatasi problem umat namun sampai saat ini tak kunjung selesai. Sudah saatnya kita mengambil Islam sebagai solusinya secara total,” ujar  Chairi Inayah (Wanita Sarikat Islam Indonesia). Senada dengan itu, tokoh musimah yang lain pun mendukung penegakan syariah sejak usia dini. “Syariah dan Khilafah harus dikenalkan kepada anak-anak kita sejak usia dini. Termasuk para orang tua mereka,” ungkap A.Chandra Meutia  dari BPTKI (PAUD) PP. DMI.
Tokoh Muslimah yang nampak hadir dalam Workshop itu diantaranya adalah:  Luthfiah H.R. (PB. Wanita Al Irsyad); Chairi Inayah (Wanita SII), A.Chandra Meutia – BPTKI (PAUD) PP.DMI; Mufidah Said BWZ (PB. Wanita Al Irsyad); Hj. Zanuni  (Aisyiyah); Zuriaty (BKMM); dan Hendri Saparini (Pengamat Ekonomi).
Sebagai closing statement, pada kesempatan itu ketua LF DPP HTI  Muhammad Rahmat Kurnia bertanya kepada para tokoh, “Apakah syariah itu haq (benar)?”  Para tokoh menyambut serentak, “Haq!”  Rahmat melanjutkan, “Apakah khilafah itu haq?”  Lagi-lagi, seluruh tokoh menjawab dengan mengatakan, “Haq!”  Lalu, Rahmat mengutip pandangan syekh Mahmas bin Abdullah bin Muhammad, “Kewajiban seorang Muslim apabila mengetahui kebenaran (haq) adalah mengikutinya dan mengatakannya tanpa rasa takut oleh siapa pun.  Sebab, ini bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.  Siapa saja yang berdiam diri dari mengatakan kebenaran maka ia adalah setan yang bisu”.
Di akhir workshop itu, para tokoh sepakat bahwa demokrasi merupakan sistem kufur yang merusak dan perlu menyampaikan gagasan penegakan syariah dan Khilafah kepada jamaahnya masing-masing.[HTI Press/Voa-Khilafah.tk]
Terlalu! Masih Ada Sikap Diskriminatif Dalam Menyalurkan Bantuan

Terlalu! Masih Ada Sikap Diskriminatif Dalam Menyalurkan Bantuan

Voa-Khilafah.tk. - Sungguh terlalu! Dalam kondisi kesulitan tertimpa musibah banjir pun masih saja ada pihak yang diskriminatif dalam menyalurkan bantuan. Hal itu setidaknya terungkap dalam perbincangan Ketua RW 05 Kelurahan Cililitan Kecil, Kecamatan Kramat Jati Kota Jakarta Timur dengan relawan Hizbut Tahrir Indonesia. 


Sabtu (19/1) malam di tengah hiruk pikuknya relawan membagikan kebutuhan korban banjir.  Ketua RW 05 Suwardi berbincang-bincang dengan  relawan HTI Lardi di salah satu sudut Posko Peduli  Banjir Hizbut Tahrir bersama Warga RW 07 Cililitan Kecil.
Lardi, relawan HTI, pun menimpali. “Kami juga melihat kejadian serupa Pak di Posko dekat Stikes Binawan Kalibata ketika mau jaga ke Posko ini malam Jum’at kemarin,” ungkap lelaki yang rumahnya di Kalibata itu.
Ada seorang ibu datang ke salah satu posko di di dekat Stikes tersebut. Ibu itu pun menerima air kemasan. Ketika air itu hendak dibuka untuk diminum. Penjaga posko itu bertanya: “Ini dari RT mana? RT *** bukan?”
“Bukan,” jawab ibu tersebut.
Kemudian, air kemasan tersebut diambil lagi, lantaran ibu itu bukan warga RT ***.
Selain itu, Suwardi menyatakan Parpol ketika membuka posko pun sangat pamrih. “Ketika buka posko ada pesan: ‘ingat pilih kami ketika Pemilu ya,’” ungkapnya sambil menirukan gaya bicara si pemberi pesan itu.
Namun, Suwardi melihat kalau HTI berbeda. Sehingga, dengan rasa haru ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada  relawan HTI karena telah menolong warga dengan amanah dan tanpa pamrih.
“Terima kasih atas nama warga dan juga atas nama pribadi karena selain HTI saya melihat tidak ada ormas atau parpol yang membuka posko tanpa pamrih, yang jaga juga muda-muda soleh dan amanah. Terlihat dari semua sumbangan langsung disalurkan,” ungkapnya.
Karena bukan hanya cerita dari warganya, Suwardi pun melihat dengan mata kepala sendiri bahwa relawan HTI dengan sigap memberikan pengobatan dengan mendatangkan dua  dokter wanita di siang hari dan satu dokter pria di malam hari, air minum, makanan, pakaian layak pakai, serta selimut dari ba’da shubuh hingga pukul 22.00 WIB kepada setiap korban banjir yang datang, tanpa ditanya dari suku apa, agamanya apa, dari RT mana atau pun RW mana.
“Ah itu kan selama persediaan dari donatur masih ada,” jawab Lardi tersipu.[] Joko Prasetyo
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL