Minta Masyarakat Hemat BBM, Presiden Beli Pesawat

Minta Masyarakat Hemat BBM, Presiden Beli Pesawat

Voa-Khilafah.co.cc - Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai Presiden SBY tidak bisa memberikan contoh yang baik terkait kondisi kenaikan harga BBM bersubsidi sekarang ini. Yanuar Rizky menjelaskan disaat ada rencana kenaikan harga BBM dalam waktu 6 bulan, Presiden SBY membeli pesawat baru.


"Pemimpin kita pak Presiden SBY meminta masyarakat untuk menghemat BBM, tapi dia sendiri malah beli pesawat," ujar Yanuar Rizky di kantor BPK, Rabu (4/4/2012).

Dengan ditemukan banyak laporan keuangan yang tidak sesuai oleh Badan Pemeriksa Keungan, Yanuar menilai penegakan hukum yang lemah dan politik anggaran yang buruk.

Untuk mengatasi hal itu, Yanuar menegaskan pentingnya keteladanan pemimpin, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dengan adanya contoh dari pemimpin kita seperti itu, level pejabat hingga masyarakat akan bertindak lebih bijak dalam menaati rencana anggaran yang telah ditetapkan,"ungkap Yanuar.[tribunnews/voa-khilafah.co.cc]
▼ Alangkah Lucu dan Anehnya Negeri Ini

▼ Alangkah Lucu dan Anehnya Negeri Ini

Voa-Khilafah.co.cc - Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo menilai Indonesia merupakan negara yang lucu. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber energi murah yaitu batubara, tetapi justru batubara tersebut malah diekspor. Sedangkan Indonesia memilih impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harganya lebih mahal. ”Indonesia negara lucu, ekspor yang murah, tapi impor yang mahal. Orang yang gak kaya minyak tapi pakai yang mahal. Orang miskin kalau pakai yang mahal maka akan susah hidupnya,” tegas Widjajono saat ditemui di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (30/3/2012).



Widjajono heran dengan kultur masyarakat Indonesia yang justru bangga dengan jumlah mobil yang banyak meskipun bahan bakarnya masih disubsidi. “Mobil di Singapura itu 5 tahun ganti, tapi di Indonesia malah bangga mobil tambah meskipun BBM-nya disubsidi,” pungkasnya (detikFinance.com, 30/3/12).

Lebih dari itu, negara ini juga pas disebut negara aneh. Pasalnya memang banyak keanehan dalam pengaturan negara ini. Berikut sebagian diantara keanehan yang terjadi di negeri ini:

Pertama, semua orang di dunia akan sangat takjub dengan melimpahnya kekayaan negeri ini. Hampir semua bentuk kekayaan alam ada di negeri ini. Namun anehnya, kekayaan itu tidak bisa membuat rakyatnya hidup makmur. Menurut data BPS (http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=23¬ab=1) pada tahun 2011 orang miskin di negeri ini masih ada 11.046.750 orang di kota, ada 18.972.180 orang di desa dan secara total di negeri ini masih ada 30.018.930 orang miskin. Itu pun dengan ukuran garis kemiskinan di kota Rp 253.016,- per bulan, di desa Rp 213.395,- perbulan dan secara gabungan ukuran garis kemiskinan jika pengeluaran Rp 233.740,- perbulan. Orang yang disebut miskin di negeri ini jika pengeluarannya kurang dari Rp 7.790,- perhari. Padahal dengan pengeluaran sebesar itu per hari hanya cukup untuk sekali makan dengan lauk ala kadarnya.

Kedua, dengan melimpahnya kekayaan negeri ini, ternyata pendapatan negeri ini termasuk dari hasil pengelolaan bermacam kekayaan alam itu tidak cukup untuk membiayai belanja negara sehingga kekurangannya ditutup dengan mencari utang baik dari dalam negeri dalam bentuk Surat Berharga Negara dan dari luar negeri. Jumlah utang pada akhir Januari 2012 yang telah mencapai Rp 1837,39 triliun. Jumlah itu jika dibagi dengan jumlah penduduk 239 juta maka tiap orang penduduk temasuk bayi yang baru lahir sekalipun terbebani utang sebesar Rp 7,688 juta.

Keanehan ini makin menjadi. Negara ini sangat patuh dalam membayar cicilan utang pokok dan bunganya tiap tahun. Normalnya, orang berutang itu hanya sementara, sesekali, tidak seterusnya dan punya rencana atau skenario untuk melunasi utangnya. Itu normalnya. Tapi hal itu tak terlihat dalam hal utang negeri ini. Utang seolah menjadi sesuatu yang tetap. Tiap tahun harus ada. Hal itu diantaranya adalah akibat tipuan doktrin anggaran berimbang. Sayangnya terlihat tidak ada rencana atau skenario mengakhiri utang itu. Di dalam Buku Saku Perkembangan Utang Negara edisi Februari 2012 bahkan sudah ada prediksi besaran cicilan utang pokok dan bunga hingga tahun 2055 dan itu bukan akhir dari cicilan utang. Normalnya, utang itu sifatnya emergensi/darurat, tapi anehnya dalam pengelolaan negeri ini, utang justru bersifat baku, tetap dan kontinu. Jelas ini adalah aneh dan abnormal.

Lebih aneh lagi, ternyata cicilan utang selama ini tidak mengurangi jumlah utang. Padahal cicilan utang itu jika diakumulasi sudah melebihi akumulasi utangnya sendiri. Akumulasi pembayaran cicilan utang baik bunga maupun pokok selama 12 tahun antara tahun 2000-2011 mencapai Rp 1.843,10 triliun. Tapi anehnya, jumlah utang negara tidak berkurang tapi justru bertambah. Utang negara per 3 Januari 2012 mencapai Rp 1.837,39 triliun.

Kalau dikatakan utang itu untuk membiayai pembangunan, maka bisa jadi itu bohong besar. Sebab sejatinya utang yang diambil itu adalah untuk membayar cicilan utang. Ambil contoh tahun 2012 ini. Di dalam APBN-P sudah ditetapkan defisit sekitar Rp 190,1 triliun atau 2,23% dengan rencana akan ditutupi dari pembiayaan (utang) dalam negeri sebesar Rp 194,5 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar minus Rp 4,4 triliun (artinya total pinjaman LN berkurang Rp 4,4 triliun). Ternyata jumlah itu habis dan tidak cukup untuk membayar cicilan utang. Di tahun 2012 besarnya cicilan utang mencapai Rp 261,1 triliun (cician pokok Rp 139 triliun dan cicilan bunga Rp 122,13 triliun). Bahkan jika mengacu pada Buku Saku Perkembangan Utang Negara edisi Februari 2012 yang dikeluarkan oleh Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di halaman 46 disebutkan, pagu APBN-P 2012 untuk pembayaran cicilan utang (pokok dan bunganya) mencapai Rp 322,709 triliun, terdiri dari cicilan pokok utang Rp 200,491 triliun dan cicilan bunga Rp 122,218 triliun. Cicilan pokok utang itu terbagi dalam cicilan pokok pinjaman Rp 47,400 triliun (pinjaman DN Rp 140 miliar dan pinjaman LN Rp 47,260 triliun) dan cicilan pokok Surat Berharga Negara (SBN) Rp 153,091 triliun (SBN Rupiah Rp 152,091 triliun dan SBN Valas Rp 1 triliun). Sementara cicilan bunga Rp 122,218 triliun itu, terdiri dari cicilan bunga pinjaman Rp 17,887 triliun ( bunga pinjaman DN Rp 225 miliar dan bunga pinjaman LN Rp 17,662 triliun) dan cicilan bunga SBN Rp 104,331 triliun (bunga SBN Rupiah Rp 88,278 triliun dan SBN Valas Rp 16,052 triliun). Jadi seluruh utang yang ditarik di tahun 2012 sebenarnya bukan untuk membiayai pembangunan tetapi untuk membayar cicilan utang dan itupun belum cukup dan harus mengurangi alokasi APBN yang seharusnya bisa untuk membiayai pembangunan.

Ketiga, subsidi secara umum khususnya subsidi BBM dirasakan memberatkan pemerintah dan menjadi beban APBN sebab menyedot alokasi APBN. Padahal istilah subsidi BBM itu masih dipertanyakan. Soalnya, istilah subsidi itu seolah pemerintah mengeluarkan uang dari kantongnya untuk dibayarkan kepada rakyat atau untuk nomboki pembelian BBM. Banyak kalangan menilai istilah subsidi BBM itu tidak tepat sebab yang sebenarnya adalah berkurangnya potensi pemasukan kepada kas pemerintah yang berasal dari migas. Soalnya diasumsikan BBM itu dijual ke pasar internasional dengan harga pasar internasional. Namun karena BBM dijual di dalam negeri dengan harga murah di bawah harga pasar internasional, artinya ada potensi pemasukan yang hilang dan itulah yang dinamakan subsidi. Nah jika yang seperti itu dianggap memberatkan pemerintah dan membebani APBN, anehnya, pembayaran cicilan pokok dan bunga utang tidak pernah dianggap memberatkan pemerintah dan membebani APBN. Padahal jumlahnya jauh lebih besar dari besaran subsidi. Dan pembayaran cicilan pokok dan bunga utang itu artinya uang benar-benar keluar dari kantong pemerintah, dan bukan hanya berkurangnya potensi pemasukan.

Keempat, pemerintah negeri ini begitu ngotot menaikkan harga BBM bersubsidi. Diantara alasannya adalah untuk penghematan. Jika harga BBM dinaikkan, penghematan bisa mencapai Rp 53 triliunan. Anehnya, pemerintah tidak terlihat ngotot menghilangkan anggaran-anggaran yang boros dan lebih berkesan kemewahan. Contohnya, anggaran kunjungan yang lebih bernuansa plesiran yang mencapai Rp 21 triliun, atau anggaran beli baju Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Bupati/Walikota dan wakilnya, anggaran pembangunan atau renovasi gedung DPR yang sudah bagus, anggaran fasilitas bagi para pejabat, mobil dinas, dsb. Anehnya lagi, pemerintah tidak terlihat ngotot membenahi penggunaan anggaran yang selalu saja penyerapannya numpuk di akhir-akhir tahun yang kemudian rawan pemborosan, inefisiensi, tidak efektif dan rawan diselewengkan. Lebih aneh lagi, pemerintah juga tidak terlihat ngotot memberantas korupsi dan menyita harta koruptor termasuk mengejar uang negara yang dikemplang dalam kasus Centruy, BLBI dan lainnya?

Keenam, pemerintah bekerja keras meyakinkan bahkan terkesan memaksa rakyat untuk memahami dan menerima rencana kenaikan harga BBM. Anehnya, pemerintah tidak terlihat bekerja keras atau bahkan memaksa kontraktor-kontraktor tambang dan migas agar bagian pemerintah lebih besar lagi atau untuk menaikkan royalti yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Sekedar contoh, tak terlihat kerja keras dan paksaan pemerintah kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menaikkan royalti PTFI sekedar agar sesuai dengan ketentuan PP No 45/2003, yaitu royalti emas 3,75 persen, tembaga 4 persen dan perak 3,25 persen. Bayangkan saja, selama ini royalti yang diterima negara dari PTFI untuk emas 1%, untuk tembaga 1,5% (jika harga kurang dari US$ 0.9/pound) sampai 3.5% (jika harga US$ 1.1/pound) dan untuk perak 1,25 %. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi pada kontrak karya atau kontrak bagi hasil pertambangan lainnya.

Ketujuh, Pemerintah berkeluh kesah dan merasa berat harus mensubsidi BBM untuk rakyat dengan jalan menjual BBM kepada rakyat di bawah harga internasional. Karenanya subsidi BBM harus dikurangi atau bahkan dihilangkan alias BBM harus dijual mengikuti harga pasar internasional. Dengan itu akan didapat penghematan Rp 53 triliunan pertahun. Menjual BBM kepada rakyat dengan harga murah dianggap pemerintah sebagai beban. Anehnya, gas dijual ke Cina dengan harga super murah, tapi pemerintah tidak pernah berkeluh kesah dan merasa berat. Padahal menurut anggota BPH Migas, A. Qoyum Tjandranegara, potensi kerugian negara tahun 2006-2009 mencapai 410,4 T. Itu sama saja mensubsidi rakyat Cina Rp 100 triliunan lebih pertahun. Belum lagi ditambah kerugian tak langsungnya akibat PLN tidak bisa mendapat gas karena dijual ke luar negeri dan PLN harus memakai BBM yang harganya mahal sehingga PLN harus mengeluarkan biaya lebih banyak sekutar 37 triliun pertahun. Aneh sekali, pemerintah merasa sangat berat hati mensubsidi rakyatnya, pada saat yang sama pemerintah sama sekali tidak merasa berat bahkan merasa senang mensubsidi rakyat negara lain yaitu rakyat Cina.

Ini sekedar contoh keanehan pengelolaan negeri ini. Masih banyak lagi keanehan lainnya. Jadi tepat juga ungkapan Wamen ESDM bahwa negeri ini lucu. Bahkan bukan hanya lucu tapi aneh dan abnormal. Dan yang lebih lucu lagi adalah, sadar atau tidak, pak Wamen ESDM justru menjadi bagian dari pembuat keanehan dan kelucuan itu sendiri. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. [ YA - LS HTI][HTIPress/voa-khilafah.co.cc]
1 Juta Non Muslim AS Akan Berjilbab dalam Dukungan untuk Ibu Muda Irak yang Dibunuh

1 Juta Non Muslim AS Akan Berjilbab dalam Dukungan untuk Ibu Muda Irak yang Dibunuh

Voa-Khilafah.co.cc - Satu juta wanita non-Muslim di Amerika Serikat akan memakai jilbab dalam upaya mendukung Shaima Alawadi, seorang imigran Irak yang secara brutal terbunuh di rumahnya pada bulan Maret lalu.



Banyak wanita non-Muslim di Amerika Serikat telah memposting foto-foto diri mereka mengenakan jilbab pada grup "Satu Juta Jilbab untuk Shaima Alawadi," yang merupakan halaman web baru yang dibuat di Facebook.

Halaman Facebook ini kini telah memiliki sekitar 10.000 orang anggota pada 2 April lalu.

Jean Younis, manajer kantor di Gereja Advent Lembah Bonita di National City, California, mengatakan ia akan memakai jilbab untuk mendukung keluarga dan teman-teman Shaima Alawadi pada hari Minggu mendatang, menurut sebuah artikel terbaru yang diterbitkan oleh Washington Post.

"Saya mengharapkan reaksi, tapi itu intinya, "kata Younis.

Manajer kantor gereja berusia 59 tahun ini adalah salah satu dari banyak wanita non-Muslim yang telah menyatakan solidaritasnya terhadap Shaima Alawadi (32 tahun).

Alawadi, ibu muda dari lima anak, ditemukan tak sadarkan diri di rumahnya di El Cajon, California, pada tanggal 21 Maret. Dia meninggal setelah dipukuli dan ditemukan tergeletak dalam genangan darah di samping sebuah catatan yang mengatakan "kembali ke negara anda, anda teroris".

Ada juga demonstrasi "jilbab dan hoodie" di beberapa perguruan tinggi di seluruh Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Gagasan "hoodie" mengacu pada pembunuhan Trayvon Martin, seorang remaja kulit hitam yang ditembak mati oleh seorang relawan pemantau lingkungan di Florida pada 26 Februari lalu.

"Mereka berdua tewas karena cara orang-orang melihat mereka dengan pandangan yang salah," kata Younis.

Trayvon Martin dan Shaima Alawadi bukan hanya sekedar korban kejahatan kebencian di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.[eramuslim/al-khilafah/voa-khilafah.co.cc]
Warga Jagakarsa Tuntut SMK Grafika Sediakan Guru Agama Islam

Warga Jagakarsa Tuntut SMK Grafika Sediakan Guru Agama Islam

Sebanyak 70 persen siswanya yang Muslim setiap hari wajib berdoa secara Kristen.

Sekitar seratusan warga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendesak agar SMK Grafika Desa Putera Jagakarsa, Jakarta Selatan ditutup bila tidak memberikan Pendidikan Agama Islam dari guru yang beragama Islam bagi siswanya yang Muslim. Tuntutan itu disampaikan Ahad (25/3) di Masjid Al Birru Jagakarsa.

“Kami kaum Muslimin Jagakarsa mendesak pihak SMK Grafika Desa Putera untuk memberikan hak siswa Muslim mendapatkan pendidikan agama Islam dari guru yang beragama Islam!” tegas Ace Suhaeri, Tokoh Masyarakat Jagakarsa, dalam acara Bedah Tabloid Media Umat Edisi 76: “Mayoritas yang Tertindas” di hadapan sekitar seratusan warga dan tokoh masyarakat yang hadir.

Jika pihak SMK, lanjut Ace, tidak memenuhi tuntutan tersebut dalam waktu sebulan sejak tuntutan ini disampaikan, maka warga Jagakarsa akan mendesak kepada pihak-pihak yang berwenang untuk memaksa pihak SMK Grafika Desa Putera memberikan hak siswa Muslim mendapatkan pendidikan agama Islam dari Guru beragama Islam atau menutup SMK Grafika Desa Putera.

“Bila dalam tempo tiga bulan tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kaum Muslimin akan melakukan tindakan melalui jalur hukum!” ancamnya.

Selain Ace, hadir Andreas Ibrahim (mantan pendeta); Saharuddin Daming (Komisioner Komnas HAM); dan Mujiyanto (Redaktur Pelaksana Media Umat) sebagai pembedah. Dalam acara tersebut diungkap fakta bahwa siswa Muslim SMK Grafika Desa Putera yang berjumlah sekitar 70 persen dari seluruh siswa yang ada tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan Agama Islam.

“Para siswa Muslim tersebut justru melakukan praktik berdoa, dan melaksanakan ujian tulis serta ujian praktik berdasarkan agama Katolik yang berlangsung sejak tahun 1970,” ungkap Ace.

Maka kaum Muslimin Jagakarsa pun mengajukan empat tuntutan yang intinya mendesak agar SMK Grafika Desa Putera harus ditutup bila tidak bersedia memenuhi tuntutan mereka.

Empat tuntutan tersebut ditandatangani oleh sekitar seratusan tokoh dan warga di antaranya adalah: KH. Murtali Hulaimi (Ketua Majelis Ulama Indonesia Jagakarsa); H. Sofyan Abdul Halim (Ketua PCM Muhammadiyah Jagakarsa); H. Muchsin Abdullah (Ketua DPC Hizbut Tahrir Indonesia Jagakarsa); KH. M. Solihin Harasyi (Pimpinan Ponpes Anak Yatim dan Dhuafa Nurul Amanah); KH. Abdullah Hasani (Pimpinan Ponpes Al Mawaddah); KH. Ilyas Marwal (Pimpinan Ponpes An Nuriyah); H. Sibroh Malisi (Tokoh Masyarakat Jagakarsa); H. Ace Suhaeri (Tokoh Masyarakat Jagakarsa); H. Nurhasan (Ketua Dewan Masjid Indonesia Kelurahan Cipedak); dan Hj. Nien Kurniasih (Ketua Yayasan Nurul Ihsan).

Selain menandatangani lembar tanda tangan tuntutan, warga pun membubuhkan tanda tangannya di spanduk.

Kemudian lembar tuntutan tersebut diserahkan kepada pihak SMK Grafika Desa Putera. “Baik nanti akan saya sampaikan kepada Bapak Kepala Sekolah, tapi besok, karena hari ini beliau tidak ada,” ujar Guru SMK Grafika Desa Putera Heri Sunarto saat menerima delegasi kaum Muslimin Jagakarsa yang dipimpin Ace Suhaeri, Kamis (29/3) siang di SMK Grafika Desa Putera.

Kepada Media Umat, Ace menyatakan, bila tuntutan ini dalam satu bulan tidak digubris, maka warga akan mendesak Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Selatan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan DKI, Kepala Kantor Kementerian Agama Jakarta Selatan, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta untuk menyediakan guru pendidikan agama Islam yang beragama Islam atau menutup sekolah yang secara sistematis mendangkalkan akidah siswa Muslim itu.[] joko prasetyo
BBM Batal Naik, Sembako Terlanjur Melambung tak Turun

BBM Batal Naik, Sembako Terlanjur Melambung tak Turun

Voa-Khilafah.co.cc - Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April dibatalkan pemerintah. Namun harga kebutuhan pokok tetap mengalami kenaikan.

Bahkan di Pasar Slipi, kenaikan harga sudah terjadi seminggu sebelumnya. Isu kenaikan BBM membuat harga sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik. Namun setelah pemerintah mengumumkan pembatalan kenaikan BBM harga sembako tak lantas turun.

Pantauan Republika, Ahad (1/4), harga sejumlah kebutuhan pokok tetap tinggi. Harga cabai merah mencapai Rp 22 ribu per kilogram. Beberapa hari sebelumnya harga per kilo masih berkisar antara Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu.

Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp 12 ribu per kilogram naik menjadi Rp 14 ribu.“Harga BBM batal naik tidak ada pengaruh. Harga sembako sudah naik seminggu sebelumnya. Petani dan penjual di pasar induk menjual dengan harga tinggi” ujar Ade (24 tahun), seorang pedagang sembako di pasar Slipi.

Selain harga cabai dan bawang, harga minyak goreng, dan gula juga mengalami kenaikan. Harga minyak goreng curah naik dari Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu. Gula pasir yang semulanya Rp 11.500 menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Dewi (28), seorang pembeli mengaku sangat dirugikan karena kenaikan sejumlah harga sembako. Ibu rumah tangga berharap pembatalan kenaikan harga BBM juga diikuti penurunan harga sembako yang telah naik 30 persen. “Harga BBM sudah diumumkan dibatalkan naik. Harga sembako yang sudah dinaikkan harusnya ikut turun” ujar Dewi. (republika.co.id, 1/4/2012)
Keputusan Rapat Paripurna DPR Mengokohkan Liberalisasi Migas di Indonesia

Keputusan Rapat Paripurna DPR Mengokohkan Liberalisasi Migas di Indonesia

Maktab I’lamiy

Hizbut Tahrir Indonesia

NO: 222/04/12

01 April 2012/08 Jumadil Awwal 1433 H

PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
“KEPUTUSAN RAPAT PARIPURNA DPR MENGOKOHKAN LIBERALISASI MIGAS DI INDONESIA”

Rapat Paripurna DPR yang berakhir dini hari Sabtu 31 Maret lalu telah menyepakati Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 yang berbunyi:


“Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung.”

Dalam UU APBN-P 2012 itu, DPR dan pemerintah menetapkan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) baru sebesar US$ 105 per barel dari sebelumnya US$ 90 per barel. Jadi apabila harga minyak 6 bulan terakhir rata-ratanya mengalami kenaikan atau penurunan 15%, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, nilai ICP rata-rata untuk 6 bulan ke belakang adalah US$ 116,49 per barel. Rinciannya, ICP Oktober 2011 US$ 109,25 per barel, November 2011 US$ 112,94, Desember 2011 US$ 110,70, Januari 2012 US$ 115,90 per barel, Februari 2012 sebesar US$ 122,17 per barel, dan Maret 2012 sebesar US$ 128 per barel. Maka, dalam 6 bulan ini kenaikan rata-rata ICP masih 10,94% dibandingkan asumsi harga minyak yang ditetapkan pemerintah dalam APBN-P 2012 sebesar US$ 105 per barel. Sehingga harga BBM tidak bisa naik pada 1 April 2012 seperti yang direncanakan pemerintah.

Tapi tidak jadi naiknya BBM pada 1 April ini sifatnya hanya sementara. Bila harga ICP terus menaik atau setidaknya terus menerus di atas 120 USD selama setidaknya 4 bulan ke depan, maka berdasar pasal tadi, pemerintah berhak untuk menaikkan harga BBM. Sebaliknya bila ICP terus menurun, pemerintah juga diberi hak untuk menurunkan harga BBM.

Oleh karena itu, keputusan rapat Paripurna DPR kemaren alih-alih bisa menyelesaikan kemelut persoalan BBM, tapi sebenarnya justru menegaskan 2 hal yang menjadi indikasi makin kokohnya liberalisasi migas di negeri ini. Pertama, DPR dan pemerintah telah secara bulat meletakkan migas sebagai komoditas semata-mata yang dalam penetapan harga (pricing policy) benar-benar mengikuti harga internasional atau harga pasar - sesuatu yang sebenarnya telah tidak diperbolehkan karena Pasal 28 Ayat 2 UU Migas yang menjadi dasar untuk mengkaitkan harga BBM dengan mekanisme pasar telah dianulir oleh Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Akibatnya, segala bentuk perhitungan juga akan mengacu ke sana. Disitulah problema di seputar berapa sebenarnya harga produksi, harga jual, dan berapa sebenarnya subsidi (dan apakah tepat istilah subsidi itu) akan terus berlanjut yang membuat persoalan BBM ini menajdi tidak terurai secara jernih.

Kedua, ketidakberdayaan akibat Indonesia sekarang telah menjadi negara nett importir, sehingga kenaikan harga minyak dunia seolah menjadi bencana. Semestinya bila Indonesia bisa kembali menjadi nett exportir dengan menjaga tingkat produksi seperti dulu (pernah di atas 1,5 juta barel per hari) yang di atas kebutuhan dalam negeri, maka setiap peningkatan harga minyak dunia akan menjadi berkah. Tapi usaha untuk meningkatkan produksi minyak mentah terganjal oleh fakta bahwa sekarang, akibat liberalisasi sektor hulu migas, sumur-sumur minyak telah dikuasai penuh oleh perusahaan swasta asing. Pemerintah, dalam hal ini BP Migas, terbukti tidak mampu mengontrol tingkat lifting yang anehnya di tengah situasi global yang sangat kondusif dimana harga minyak terus meningkat dan teknologi yang semakin canggih, tapi lifting justru terus menurun. Oleh karena itu, semestinya DPR tidak boleh terjebak sekadar membicarakan harga BBM dan segala hal terkait di sektor hilir, tapi juga harus mempersoalkan sektor hulu sedemikian sehingga sumur-sumur minyak kembali dikuasi penuh oleh negara.

Berkenaan dengan hal ini, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1. Keputusan DPR dalam rapat paripurna yang menambah ketentuan dalam Pasal 7 Ayat 6a dalam UU APBN-P itu makin mengkokohkan liberalisasi migas di negeri ini dan tidaklah menyentuh permasalah utama di seputar kemelut BBM. Harga BBM memang tidak jadi naik 1 April ini, tapi keputusan itu sekadar menunda masalah. Bila nanti BBM benar-benar naik bukan tidak mungkin reaksi publik bisa meledak lebih keras lagi.

2. Tetap menolak rencana kenaikan harga BBM meski pada faktanya nanti minyak dunia terus meningkat sedemikian sehingga ICP rata-rata sudah diatas 15% dari asumsi dalam APBN - P, karena ini adalah kebijakan yang dzalim dan sebuah pengkhianatan terhadap rakyat yang sangat nyata.

3. Menaikkan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan sumber daya alam khususnya migas merupakan kebijakan yang bertentangan syariat Islam. Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir (termasuk dalam pricing policy) maupun di sektor hulu (yang sangat menentukan jumlah produksi migas setiap hari), juga kebijakan dzalim dan khianat ini harus segera dihentikan. Sebagai gantinya, migas dan SDA lain dikelola sesuai dengan syariah. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah.


Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir


Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL