Tampilkan postingan dengan label SYABAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SYABAB. Tampilkan semua postingan
Hizbut Tahrir, Syiah dan Masalah Pentakfiran

Hizbut Tahrir, Syiah dan Masalah Pentakfiran

Voa-Khilafah.com - Hizbut Tahrir adalah organisasi yang turut mewarnai perjalanan hidup saya. Interaksi saya dengan organisasi yang berasal dari Palestina ini terjadi pada pertengahan tahun 2006. Saya mengenalnya lewat Ustadz Erick Erdian, Ustadz Yayan Rukmana melalui Gema Pembebasan yang dulu di bawah almarhum Toto Samardi. September 2006, saya mulai mengkajinya. Tahun 2007-an, saya temukan buku Gerakan Keagamaan dan Pemikiran terbitan al-I’tishom, salah satunya ada bab yang membahas Hizbut Tahrir. Dalam buku tersebut dinyatakan Hizbut Tahrir membolehkan anggotanya untuk berciuman dengan bukan mahramnya. Hal yang hingga kini belum bisa saya buktikan sama sekali. Tarulah ada aktivis Hizbut Tahrir yang melakukannya, tentu akan dikenakan sanksi tegas dalam berupa pemecatan.

Terkait interaksi antara ikhwan dan akhwat saja, Hizbut tahrir sangat berhati-hati. Oleh karena itu, prinsip Islam yang memisahkan interaksi pria dan wanita dan hanya boleh berkomunikasi bila ada keperluan yang dibenarkan syariat islam. Untuk itu pula, Hizbut Tahrir juga memberikan kewenangan tersendiri bagi perempuan, dalam organisasi Muslimah HTI. Pernah saya dapati status facebook seseorang yang mengaku sebagai mantan aktivis HTI, dia mengatakan kalau Hizbut Tahrir sudah terinfiltrasi Syiah. Padahal nyatanya hingga kini, kalangan Hizbut Tahrir adalah berpedoman pada Sunni. Seluruh buku pedoman hizbut tahrir pun merujuk pada kitab-kitab turats karangan ulama Sunni, bahkan dalam kitab Syakshiyyah Islamiyyah pun Taqiyuddin An-nabhani menjelaskan secara lugas tentang paham dan aqidah Syiah. Apalagi selama ini, tidak ada sedikit pun HT mengambil fiqh ibadah Syiah, baik hari Karbala atau beberapa hal lainnya yang terkait dengan Syiah. Bahkan, kalau seorang aktivis HT itu adalah Syiah, lama-lama pun ia tidak akan bertahan lama untuk berada di organisasi dakwah ini.

Satu lagi soal syiah, ushul fiqh versi Hizbut tahrir beda dengan Syiah di banyak hal. Misal sumber hukum Islam salah satunya adalah ijma' sahabat, yang sangat tak mungkin kalangan Syiah setuju, karena Syiah yang jelas kesesatannya atau yang samar sesatnya sangat membenci sahabat Nabi.

Kemudian Hizbut Tahrir tidak melakukan pentakfiran kepada sejumlah gerakan dakwah yang tak setuju dengan pemikirannya. Hizbut Tahrir pun tak pernah berselisih besar dalam perkara khilafiyah di kalangan ulama, apalagi terkait ibadah. Oleh karena itu, siapa pun yang berinteraksi dengan Hizbut Tahrir, ia akan menemukan syabab yang juga NU, yang juga Persis, Muhammadiyah atau lainnya. Selama tidak ada penyimpangan dalam ibadah dan aqidah, seperti halnya Ahmadiyyah dan LDII.

Kalau ada yang menuduh, Hizbut Tahrir itu organisasi yang melakukan kekerasan, hingga hari ini pun, tidak ada satupun penjelasan di dalam organisasi ini membolehkan menggunakan kekerasan dalam menyampaikan pendapatnya. Sehingga siapa pun yang berkenalan dengan syabab HT, tidak lain akan bertemu pada ranah diskusi, tanya jawab dan aksi yang aman. Sehingga, tuduhan sebagai gerakan terorisme itu tidaklah benar.

Seiring pengajian saya yang mendalam, serangan demi serangan begitu kental terhadap organisasi ini. Ada yang sampai bilang kepada saya, bahwa HTI itu aqidahnya sesat. Mana mungkin sebuah organisasi yang bertujuan menegakkan Islam secara kaffah menyimpang secara aqidah. Bahkan Hizbut Tahrir sangat berhati-hati mengambil segala sesuatu yang terkait aqidah, agar terjaganya aktivisnya dari TBC (takhayul, bid'ah, dan churafat).

Hingga tulisan ini terbit, hampir sembilan tahun berinteraksi dengan Hizbut Tahrir, Alhamdulillah, HT tetaplah ahlus-sunnah wal jamaah. Sebagaimana prinsip-prinsip yang diyakini oleh sebagian besar Islam sunni. Jadi bila mau mengkaji bersama HT Indonesia, silakan hubungi hizbut-tahrir.or.id/gabung atau datang ke kantor-kantor atau aktivis HT terdekat.

Rizqi Awal El-Palembani
Alumnus Universitas Padjadjaran, Bandung

(Suara Islam/Voa-Khilafah.com)
 

Jangan Katakan HTI Sesat Karena Kata Orang, Apalagi Engkau Punya Lebih Dari Cukup Ilmu untuk Mengkajinya Secara Lebih Dewasa

Oleh : Ust. Dirwan Abdul Djalil (Pengalaman Pribadi)

Sekitar setahun yg lalu saya bertemu seorang teman-sahabat sesama alumni DDI Mangkoso yang sdh 17 tahun tidak berjumpa karena jauhnya jarak dan lamanya beliau menimbah ilmu di tepian sungai nil, hanya saling sapa melalui sosmed. Setelah bernostalgia mengingat masa-masa dipondok dan berbincang ria, tentang banyak hal “tentang anak, istri, aktivitas sehari-hari, dll” .

Tiba2 dia bertanya “sdh berapa lama antum aktif di HTI??,melihat like, share, koment antum disosmed, semua hampir tdk lepas dari kabar perjuangan HTI.. saya jawab sejak bulan ke 6 setelah kita meninggalkan DDI mangkoso. Dia kemudian menasehati untuk berhati2, krn disana “di nil, kata orang HT dikenal sebagai gerakan ekstrim. Lalu kutanyakan sikap dia sendiri terhadap perjuangan HT bukan kata orang ?, dia bilang sy belum mengkaji, tetapi kita harus berdakwah sesuai petunjuk qur’an-sunnah dan penjelasan para ulama ahlussunnah, khususnya kita alumni DDI, harus selalu mengingat pesan-pesan dan pelajaran dari anregurutta(Guru). Karena tidak banyak waktu, dia harus melanjutkan perjalanan, kutitipkan beberapa file ebook, kitab-kitab mutabannat HT, dan kitab para ulama HT serta penjelasan para ulama ahlussunnah tentang kewajiban menegakkan khilafah. Ku ucapkan wassalam ilalliqo maassalaama.

Dan dikemudian hari, ana kirimkan kitab2 HT kebeliau. Hari ini, secara kebetulan di acara hajatan teman, kita kembali bertemu. Menyadari tdk banyak wkt, aku langsung bertanya ‘bagaimana kitab yg ana titip, sdh dibaca ??, lantas bagaimana pandangan antum tentang dakwah HTI ?? diluar dugaan saya, dia mengatakan belum sempat kubaca, sdh kuhapus dan sdh kubakar. Sedikit mengangah sy kembali bertanya : kenapa ? dia bilang kata teman2 hti gagal paham, kata orang hti mimpi, hti berbahaya dls………………………………………………..,,

Kubiarkan dia berbicara..setelah dia berhenti kukatakan padanya, bagaimana bisa antum seorang magister agama dari univ tertua di dunia, menyesatkan, menyalahkan, menganggap berbahaya sesuatu yg belum antum kaji sendiri dan hanya berdasarkan Qola-wa Qila. Mengapa engkau tidak belajar dan mengingat pesan anregurutta tentang kisah tufail ketika memasuki kota makkah, dia diminta oleh orang-orang abu jahal untuk menyumpal telinganya dengan kapas agar tidak mendengar dakwah Muhammad yg dikatakan sihir, tetapi tufail berkata, sy adalah orang yg berilmu, sekiranya yang dikatakan Muhammad salah maka aku akan mengetahuinya dan apabila sebaliknya aku juga akan mengetahuinya. Dan akhirnya beliau mendapat hidayatul irsyad wal bayan.

Saya lanjutkan, tidakkah antum masih mengingat penjelasan guru-guru kita ditonrong’e ketika pengajian kitab Fath al-Qarîb al-Mujîb karya Abû ‘Abd Allâh Muhammad ibn Qâsim al-Ghazzî bada magrib setiap selasa malam dan Fath al-Mu’în karya Zayn al-Dîn ibn ‘Abd al-‘Azîz al-Malibârî setiap subuh rabu dan kitab bidayatul mujtahid dikelas, disana dijelaskan tentang hukum jinayat,hudud, ta’zir dan muqhalafat.. berapa batas minimal pencurian untuk dijatuhi hukum potong tangan bagi pencuri, sampai dimana batas yg dipotong, bagaimana caranya, dengan alat apa, kapan waktunya. Demikian pula dengan hukum cambuk bagi pezina dan peminun dls….dengan institusi apa semua aturan itu akan ditegakkan dan siapa yang akan menegakkannya ???? apakah berharap pd demokrasi ?, presiden ?? ..apakah antum juga termasuk santri yang mengatakan hukum islam biadab dan tidak cocok lagi untuk zaman modern ini. Lantas untuk apa semua itu diajarkan oleh anregurutta??

Saya menutup dengan mengatakan kepadanya : Cappo” janganlah engkau mengatakan HTI sesat karena kata orang, karena engkau akan disesatkan!!! Cukuplah engkau mengingat peristiwa dizaman khalifah sulaiman al qonuni yg pernah kita kaji dulu, tentang seorang dai yg menyesatkan seorang muslim krn kata orang-kata orang, akhirnya di dita’zir 100 kali cambuk dan diasingkan selama 5 tahun. bukankah engkau seorang megister agama dari univ tertua dan paling terkenal didunia islam, engkau punya ilmu dan kemampuan yg sangat memadai untuk mengkajinya secara lebih dewasa. Ada undangan reuni dan penammatan 13-14 juni.. tanotu cappo![www.voa-khilafah.com]

Sumber : https://www.facebook.com/dirwanajalil.makkulawu/posts/868072119933883

Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Keterangan Pers
Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Voa-Khilafah.com - Milisi Houthi di kota Raidah di propinsi Imran menangkap saudara kami al-ustadz Muthahhar Ahmad ar-Rasyidi yang berusia 43 tahun yang bekerja sebagai direktur salah satu sekolah di kota tersebut. Ia ditangkap dari rumahnya pada Senin 30 Maret 2015 dan dipindahkan ke propinsi. Penangkapan itu karena ia menyebarkan leaflet Hizb dengan judul “Dan Akhirnya Pesawat Para Penguasa Agen Bergerak… Akan Tetapi Kemana? Bergerak Untuk Membunuh Kaum Muslimin Bukan Untuk Memerangi Musuh-Musuh!” Di dalam leaflet itu dinyatakan: “Pesawat-pesawat dan kapal-kapal perang para penguasa agen itu bergerak untuk menyerang Yaman, bukan menyerang Yahudi. Padahal Yahudi itu lebih dekat dari mereka dibandingkan dengan Saba’ (Yaman)! Hal sangat buruk mereka katakan untuk menjustifikasi tindakan mereka, bahwa serangan itu untuk melindungi kiblat kaum Muslim (Makkah). Padahal Makkah tidak sedang diduduki. Sebaliknya, kiblat pertama kaum Muslim (Al-Quds) mereka biarkan. Padahal al-Quds sedang diduduki Yahudi dan terus berteriak meminta pertolongan! Pesawat-pesawat mereka itu bergerak ke Yaman untuk kepentingan kaum kafir penjajah. Pesawat-pesawat mereka tidak bergerak untuk membebaskan bumi penuh berkah (Palestina) yang diduduki oleh manusia yang paling keras permusuhannya (Yahudi) kepada kaum Muslim!”

Houthi dan beberapa kekuatan politik kesal terhadap leaflet yang dikeluarkan oleh Hizb itu padahal leaflet tersebut mengungkapkan kebenaran, tidak menjilat bermanis muka kepada penguasa, partai atau kelompok manapun. Hizb sepanjang perjalanannya hanya menasehati, memperingatkan dan membongkar rencana-rencana barat dan alat-alat barat diantara para penguasa agen dan siapa saja yang berjalan bersama mereka dan berada dalam pelukan asuhan mereka, baik mereka sadar atau tidak. Hizb tidak memandang kecuali dari sudut pandang syara’. Hizb dalam sikap dan perjalanannya hanya berpegang teguh kepada syara’. Hizb tidak memandang kubu-kubu yang bertarung dengan pandangan sektarian menjijikkan yang ditempuh oleh Barat untuk memicu sektarian diantara kaum Muslimin. Akan tetapi, analisis dan pandangan Hizb terhadap berbagai peristiwa adalah pandangan mendalam dan cemerlang yang mendeskripsikan realita sebagaimana adanya, meski pihak-pihak yang bertarung di Yaman tidak tahan dengan kenyataan pahit dan nasihat yang benar tersebut.

Hizb di dalam leafletnya menjelaskan hakikat pergolakan yang terjadi di Yaman dan kubu-kubunya yang menjadi agen. Sekaligus Hizb menjelaskan bahwa itu merupakan pergolakan internasional Anglo Amerika. Di dalam leaflet itu dinyatakan:

Amerika telah mendukung Houthi melalui Iran dengan berbagai macam senjata dan peralatan militer agar mereka mampu mengontrol Yaman menggunakan kekuatan. Sebabnya, Amerika paham bahwa lingkungan politik (di Yaman) pada galibnya adalah buatan Inggris… Begitulah, Houthi beranggapan, mereka memiliki kekuatan yang bisa mengontrol Yaman. Karena itu mereka mengepung Presiden Hadi agar bisa mendapatkan dari Presiden apa yang mereka inginkan melalui undang-undang yang dikeluarkan oleh Presiden. Presiden Hadi sebelumnya setuju, tetapi kemudian menunda-nunda pelaksanaannya. Karena itu Houthi lalu memberlakukan tahanan rumah terhadap Hadi. Namun kemudian, Presiden Hadi bisa lolos dan pergi ke Aden. Houthi bisa menyusul Hadi, tetapi Hadi kembali bisa lolos untuk kedua kalinya… Begitulah harapan dan tempat yang dituju terasa makin jauh bagi mereka. Mereka menyebar di wilayah tanpa pengasuh yang menerima mereka, kecuali para pengikut Saleh yang berjalan bersama mereka agar bisa berbagi kekuasaan dengan mereka jika mereka berhasil mengalahkan Hadi, atau sebaliknya melecehkan mereka jika mereka gagal bahkan hingga jika mereka ditimpa oleh sesuatu kegagalan! Tanda-tanda hal itu sangat menonjol. “ Kemudian Hizb melanjutkan di dalam leaflet itu memberikan analisis terhadap realita serangan terhadap Houthi, yang disebut Paket Badai. Hizb mengatakan:Amerika paham bahwa Houthi, pengikut AS, telah berada dalam situasi kacau. Mereka telah menyebar di negeri (Yaman), tetapi tidak bisa mendominasi dan juga tidak bisa kembali ke basis kekuatan mereka di utara. Karena itu Amerika berpandangan untuk menyelamatkan mereka dengan aksi militer terbatas dengan cara “menembak dua burung dengan satu tembakan”: Pertama, untuk menonjolkan mereka (Houthi) sebagai korban yang sebelumnya masyarakat melihat agresi mereka. Kedua, menciptakan suasana negosiasi darurat untuk sampai pada solusi jalan tengah—seperti kebiasaan Amerika—ketika tidak mampu mengambil semuanya sendirian… Hal itu telah menjadi jelas dengan memantau apa yang telah dan sedang terjadi. Saudi berkonsultasi dengan Amerika sebelum aksi militernya di Yaman. Pihak-pihak yang melakukan peran militer secara aktif adalah agen-agen Amerika, khususnya Salman, Raja Saudi, dan al-Sisi, Presiden Mesir. Adapun negara-negara Teluk lainnya, Yordania dan Maroko lebih memainkan peran politis menurut kebiasaan Inggris dalam mendampingi Amerika. Tujuannya adalah agar Inggris berada dalam potret dan mendapat bagian dalam negosiasi-negosiasi mendatang agar bisa memperoleh pembagian pengaruh… Aksi-aksi militer kadang kala berhasil membuka pintu negosiasi, namun kadang kala gagal. Akibatnya, masalahnya menjadi kacau kembali, menyengsarakan Yaman yang dulu bahagia pada hari yang tidak jauh, yaitu pada hari saat Bumi Yaman yang bersih tidak dimasuki oleh para agen dan orang-orang kafir penjajah.”

Kami mengetahui bahwa diantara para pengikut di dalam gerakan-gerakan yang disebut gerakan islami diantaranya Houthi itu banyak yang mukhlis. Akan tetapi, ikhlas saja tidak cukup tanpa kesadaran terhadap apa yang terjadi di dalam konstelasi internasional dan kondisi para penguasa dan agen yang menjadi pengikut dalam konstelasi internasional itu. Jika Houthi dan kubu-kubu yang bertarung di Yaman dan di kawasan merasa marah karena penyifatan mereka sebagai agen, maka hendaklah mereka membahas makna istilah agen itu supaya mereka paham bahwa agen adalah orang yang merealisasi rencana-rencana musuh baik dia tahu atau tidak. Juga agar mereka semua memahami bahwa syabab Hizbut Tahrir terus berjalan kepada apa yang dijanjikan oleh Allah seraya bertawakal kepada-Nya sampai Allah memenangkan agama-Nya sehingga al-Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian tegak atau syabab Hizb binasa karenanya. Juga supaya mereka mengetahui bahwa syabab Hizbut Tahrir merupakan katup pengaman di tengah umat ini. Mereka, dengan izin Allah, merupakan pemimpin umat yang menuntun umat kepada terhimpunnya kalimat, penyatuan barisan, mencampakkan perpecahan, menelanjangi musuh-musuh, menegakkan kekuasaan Islam dan menyuarakan kalimat kebenaran secara lantang dan memberikan nasihat kepada semua muslim. Dan Allah Mahakuasa atas hal itu. Maka hendaklah al-ustadz Muthahhar ar-Rasyid segera dilepaskan dan begitu pula semua orang yang yang ditangkap.

﴿ูˆَุงู„ู„ّู‡ُ ู„ุงَ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ﴾

“Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (TQS Ali Imran [3]: 140)

Maktab I’lami Hizbut Tahrir di Wilayah Yaman
Telepon: 735417068
Email: aan1924@gmail.com


sumber:
http://www.hizb-ut-tahrir.info
http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_45682
http://hizbut-tahrir.or.id/2015/04/05/houthi-menangkap-syabab-hizbut-tahrir-karena-mendistribusikan-leaflet-yang-membongkar-dan-mengutuk-paket-badai/

[www.voa-khilafah.com]

MENJAWAB KERAGUAN SEPUTAR HIZBUT TAHRIR

Voa-Khilafah.com - Saya kepikir untuk bikin posting ini setelah beberapa waktu lalu sy jalan jalan ke youtube dan nemu beberapa video seputar Hizbut Tahrir yg katanya sesat. Betulkah? Seperti apa si Hizbut Tahrir? Nah, kalo antum bertanya tanya kaya gitu, antum ketemu org yg tepat, alhamdulillah sy syabaab (pemuda) Hizbut Tahrir. Saya bikin artikel ini ringan saja ya, tanpa cantumkan dalil, supaya bacanya juga lebih enak. Afwan sebelumnya jika ada yang kurang nyaman atau tidak sepakat, komentar terbuka lebar akhi :) 

Sebelum masuk Hizbut Tahrir, saya dibina di akar rumput jamaah dakwah Tarbiyah (yg sering di asosiasikan dengan PKS kalo di Indonesia) yang berasal dari Ikhwanul Muslimin mesir besutan Hasan Al Banna (semoga Allah merahmati beliau). Saya belajar di Tarbiyah selama kurang lebih hampir 4 tahun. Ketika kuliah, saya berada di lingkungan jamah ‘Salafiyah’ selama hampir 1 tahun. Keluarga saya sendiri keturunan dua golongan besar, kakek dari ayah saya adalah kiai besar NU (KH Miftahuddin) di bilangan Karangmalang, Purbanlingga. Sedangkan keluarga dari ibu saya Muhammadiyah tulen dari awal dan banyak dari keluarga besar saya bekerja di institusi Muhammadiyah. Saya sendiri di Hizbut Tahrir memasuki tahun ke 3 saatt menulis artikel ini. Nah, insya Allah dengan menjelaskan latar belakang ini sy bisa berusaha cukup objektif menilai, karena sy pernah dibina di lingkungan yang banyak mempertanyakan Hizbut Tahrir.

Menjawab pertanyaan pertama, banyak yang menyebut Hizbut Tahrir sesat, mu’tazilah modern, partai politik yang mengatas namakan dakwah sama seperti yang lain dan mengambil keuntungan darinya, dan lain lain. Yang paling sering saya dengar, katanya Hizbut Tahrir itu sesat dan suka nyesat-nyesatkan orang lain, dan mu’tazilah. Saya kira ini mudah di patahkan dengan beberapa statement.

Saya sendiri selama ngaji dan jadi daris jungkir balik di Hizbut Tahrir belum pernah mendengar statement Hizbut Tahrir menyesatkan ini dan itu kecuali penyataan resmi Hizbut Tahrir Pusat di Lebanon mengenai Ahmadiyah. Yang ada saya dan seluruh syabab diminta berhati hati dalam menyebut apakah ini dan itu sesat atau tidak selama belum ada bukti nyata penyalahan akidah. Kalaupun ada yang suka menyesat-nyesatkan, itu bukan Hizb nya, tapi orang di hizb yang belum faham (barangkali begitu), jangan lantas men-generalisasi-kan, kasian Hizb nya. Nah disini titik mulai kita. Sefaham saya, status sesat atau tidak dapat dinilai melalui akidah yang digunakan, mudahnya, jika akidahnya tidak sesuai, maka bisa jadi ia sesat, dan sebaliknya. Akidah pada dasarnya terkait masalah tauhid pada Allah dan mengimani rukun iman yang 5 di Al Qur’an plus 1 dari hadits mutawattir (intiny ya rukun iman itu lah). Mostly, jika kita tidak sepakat dengan hal yang satu ini, maka bisa kita curigai akidahnya menyimpang. Saya yakinkan, Hizbut Tahrir nggak ada yang beda kalo masalah ini..kalo masih ada yg ngotot Hizb ngawur, ya silahkan si, saya maklumi dan husnudzon beliau blm pernah bersentuhan langsung dgn Hizbut Tahrir, bru denger isu isu saja..hhe. oke sebenernya kalo bahasan ini mau diperluas akan ketemu banyak hal, tapi kita sederhanakan sampai sini saja.

Hizbut Tahrir dikira mu’tazilah, aduh, saya yakin banyak yang mengira begitu karena Hizb selalu mengandalkan dalil aqli, menggunakan akal dalam hal imani.. jawabanya, ya, Hizb Tahrir menekankan akal dalam memperoleh iman, bukan mengandalkan perasaan, penjelasan singkatnya, krn dalam Hizb Tahrir, akidah adalah hal mutlak yang harus dibereskan paling awal sebelum syabaab (pemuda) mulai semua pembinaan di dalam Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir tidak menafikkan penggunaan perasaan untuk memperoleh iman karena setiap orang mendapatkan hidayahnya sendiri dengan cara yang berbeda beda, namun dengan akal, iman akan terkunci, tidak ada alasan yang dapat menggoyang, bahkan ketika perasaan kita tidak suka, akal akan tetap mengatakan kebenaran. That’s how the mind works. Simpelnya gitu. Nah kalo ada yang selalu mengaitkan ‘iman yang pake akal = mu’tazilah’ hehe, saya jamin beliau itu cuma dapet cuplikan opini orang antah berantah tapi belum tau ‘sakjane’ alias sebenernya mu’tazilah itu apa. Saya sarankan googling dulu, insyaAllah lebih aman. Statement yang cukup simpel adalah, tanya saja ke HT, apa mereka termasuk golongan mu’tazilah? Kalo jawabannya ‘bukan’ ya menurut saya selesai masalah. Atau yg lebih spesifik, yg terkenal dari mu’tazilah kan mereka menganggap bahwa al’quran itu makhluk dan akal dapat membuktikan segala sesuatu. Nah sekarang tinggal tanya Hizbut Tahrir, sama kah? Jawab yang akan antum dapat pasti berlawanan, Hizbut Tahrir mengakui Al Qur’an sebagai kalamullah (kalimat Allah), bukan makhluk, karena jika Al Qur’an makhluk, maka ia bisa mengandung kesalahan, karena sifat makhluk adalah terbatas. Hizbut Tahrir tidak pernah mengeluarkan statement bahwa akal dapat membuktikan semua hal.. HT memandang akal hanya dapat digunakan untuk memikirkan manusia, kehidupan dan alam semesta, yang ketiganya masih dapat dijangkau oleh akal. Diluar itu, akal manusia tidak dapat menjangkaunya, termasuk mempermasalahkan sifat sifat Allah, wujud dzat Allah, lauh mahfudz, dst dst.. (jadi , lucu kalo ada yang nyama2in sama mu’tazilah, karena bedanya kaya langit-bumi). Tapi akan jadi menarik kalau antum juga belajar tentang mahdzab mahdzab seperti mu’tazilah, jabariyah, qodariyah, dll jaman dulu, insyaAllah memperkaya wawasan untuk menilai jamaah yang saat ini berkembang di masyarakat..

Ada yang bilang, kalo masuk Hizbut Tahrir bakal dimanfaatkan untuk agenda politik.. benerkah? Saya jawab, betuul sekali, hahaha, lha piye? Lha wong Hizbut Tahrir itu partai politik kok, Hizb (partai) at Tahrir (pembebasan), Partai Pembebasan. Bukan ormas seperti Muhammadiyah or NU. Jadi ya kerjaanya politik (hizbul siyasi), amar ma’ruf nahi mungkar, membetulkan penguasa dan menyebarkan ide penegakkan syariah dan Khilafah. Jadi kalo ada yang tiba tiba kaget ternyata masuk Hizbut Tahrir itu kerjaanya di bidang politik, hhe, antum nyasar mungkin..atau kurang info dari awal mengenai Hizbut Tahrir.. Hizbut Tahrir adalah partai politik internasional yang didirikan oleh syaikh Taqiyuddin an Nabhani di Al Quds, yg tujuan awalnya membebaskan Al Quds dari penjajahan dan mendirikan institusi Khilafah yang kembali menyatukan umat muslim seluruh dunia (sejak keruntuhan Kekhalifahan Utsmaniyah/Ottoman di Turki gara-gara At Taturk). Ya, jadi HT itu partai politik, bukan ormas.

Ada satu lagi, katanya Hizbut Tahrir menggunakan cara cara revolusioner dan kekerasan. Kapan Hizb pernah pake kekerasan? pernah bilang saja tidak, statement Hizb Tahrir "Hizbut Tahrir tidak akan pernah menggunakan kekerasan dalam meraih tujuannya karena Hizbut Tahrir merupakan partai politik". Tanggapan saya.. kalo Hizbut Tahrir pake kekerasan, saya yang pertama kali akan keluar. Insya Allah.

Sumber: https://www.facebook.com/notes/nardiaz-abdillah/menjawab-keraguan-seputar-hizbut-tahrir/10151504973858736
 

NU & HT; DUA SAUDARA KEMBAR DALAM MEMPERJUANGKAN ISLAM

Voice of KhilafahJudul tulisan ini menarik,  NU & HT; Dua Saudara Kembar Dalam Memperjuangkan Islam yang ditulis oleh Ust. Choirul Anam. Lebih menarik lagi setelah membaca isi tulisan ini, beliau menuliskan bagaimana hubungan dua ormas besar yang ada di Indonesia saat ini, NU dan HT dalam memperjuangkan Islam berangkat dari pengalaman hidup dan sudut pandang beliau. Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan lengkapnya berikut ini :

NU dan HT
Terus terang saya bukan orang yang memiliki kredibilitas dalam membicarakan tema ini. Saya bukan apa-apa dan juga bukan siapa-siapa. Saya hanyalah seorang anak manusia, yang berusaha ikut serta dalam memperjuangkan agama Allah (li takuna kalimatullahi hiyal ulya). Saya hanyalah orang yang ingin turut serta memberi sumbangan dalam membangun peradaban Islam yang agung dan yang membawa keadilan sejati kepada umat manusia, meskipun sumbangan saya itu mungkin lebih kecil dari sebutir debu yang tak ada nilainya. Sekali lagi, saya bukan apa-apa dan tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan tokoh Islam salafus sholih, juga tokoh-tokoh Islam masa kini yang memperjuangkan Islam dengan ikhlas dan semangat, yaitu orang-orang sholih yang tergabung dalam barisan HT atau NU. Saya hanya bisa berdoa, semoga Allah membalas mereka semua dengan kebaikan yang melimpah dan menempatkan mereka bersama para syuhada dan sholihin.

Saya yakin, organisasi Islam yang lain juga melakukan perjuangan yang sama untuk tegaknya kalimatullah di muka bumi, meski terkadang dengan cara yang berbeda-beda. Hanya saja, saya tidak memiliki pengetahuan tentang organisasi selain HT dan NU, sehingga pembahasan di sini saya cukupkan hanya membahas HT dan NU. Saya khawatir terjadi fitnah, jika membahas mereka, padahal saya tidak tahu apa-apa tentang mereka.

Alhamdulillah, kebetulan dari kecil sampai dewasa, saya dididik orang tua dalam lingkungan yang Islamy khas NU. Saya disekolahkan orang tua di sekolah madrasah salafiyah NU. Saat kecil, saya sekolah di MI Hidayatul Mustafidin di desa saya, kalau sore sekolah diniyyah di kampung saya, dan kalau malam belajar al qur’an kepada bapak saya di musholla kecil depan rumah saya. Berikutnya, saya disekolahkan di MTS Miftahul Falah, yaitu sekolah salafiyah di kecamatan saya (Dawe, Kudus). Saya sempat dipondokkan di rumah seorang alim yang mukhlis, di sana saya belajar al qur’an dan menghafal kitab Alfiyah Ibnu Malik. Sayangnya saya tidak bertahan mondok lama-lama, karena masih belum paham dan masih suka main dengan anak-anak lain. Saat MTS ini, kalau malam saya diajak ngaji kitab Hikam dan kitab Iqodzul Himam oleh bapak saya di hadapan guru thariqoh yang sangat alim dan mukhlis, yaitu KH. Siddiq As Sholahy (beliau adalah murid Syeikh KH. Hasyim Asy’ari). Alhamdulillah, saya pernah diberi ijin menerjemahkan salah satu kitab beliau yang berjudul Kasyfus Syubhat dan saya selesaikan pada tahun 2003-an.

Selanjutnya, saya disekolahkan di MA Tasywiqut Thullab Salafiyyah (TBS) di dekat Menara Kudus. Di sana saya belajar fiqih, hadits, tafsir, tasawuf, dan lain-lain dari para kyai, terutama Syeikh KH. Ma’mun Ahmad. Beliau-beliau adalah orang yang alim, mukhlis dan mutafaqqih fid diin. Di TBS, saya dimudahkan Allah untuk menghafal kitab yang sangat idam-idamkan, yaitu kitab Alfiyah Ibnu Malik. Alhamdulillah, dari penjelasan para kyai dan asatidz, saya mendapat ilmu ke-Islaman khas ahlus sunnah wal jama’ah, dan saya sedikit memahami gagasan-gagasan perjuangan para ulama dan kyai yang tergabung dalam organisasi NU.

Setelah itu, atas izin Allah, saya diterima kuliah di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, jurusan Fisika. Memang terkesan agak aneh, waktu itu. Lulusan TBS masuk UNDIP. Saat itu, saya memilih Fisika dan Kimia, tetapi diterima di Fisika. Saya memilih Fisika atau Kimia karena ingin menjadi seorang ilmuan muslim karena terisnpirasi buku kecil tentang biografi ilmuan muslim. Saya sangat terinspirasi dengan salah satu ilmuan Muslim masa lalu, seorang ahli fisika yang luar biasa, yaitu Ibnu Haitsam. Jadi, bacaan kisah-kisah tokoh masa lalu, memang akan inspirasi kepada generasi muda. Alhamdulillah, saat menulis ini, saya sekarang tercatat sebagai mahasiswa program doktor di Fisika ITB. Saat ini, saya sedang melakukan riset yang mendalam tentang radiasi CT Scan. Terus terang, saya tidak menduga dan tidak membayangkan sama sekali bahwa saya akan sekolah program doktor di Jurusan Fisika ITB. Jadi, jika kita memiliki cita-cita, insya Allah, Allah akan merealisasikannya, meski pada awalnya terasa mustahil.

Di UNDIP ini saya mulai mengenal HT. Pada awalnya, saya sama sekali tidak tertarik dengan HT, karena saya hanya ingin fokus mempelajari Fisika, apalagi saya merasa sudah mengetahui Islam lebih banyak dibanding teman-teman saya yang lain. Apalagi, saat itu, teman yang mengenalkan HT, menurut saya, tidak meyakinkan. Bacaan al qur’annya tidak lancar, bahasa Arabnya parah, apalagi tsaqofah Islamnya (semoga Allah merahmati beliau karena telah mengenalkan saya dunia yang amat luas ini dan perjuangan yang amat mengesankan ini). Saya merasa lebih layak memberi penjelasan tentang Islam kepada dia, bukan diberi penjelasan oleh dia. Memang ada semacam keangkuhan dan kesombongan pada diri saya. Sampai akhirnya saya sadar bahwa saya tidak boleh bersikap seperti itu. Sombong itu tipuan setan, meski tidak terasa. Apa gunanya saya belajar tasawuf, kalau saya meremehkan orang, pikir saya waktu itu. Saya juga teringat dengan nasihat guru-guru saya dahulu “undzur ma qaal, wa la tandzur man qaal (lihatlah apa yang dikatakan, jangan melihat siapa yang mengatakan)”. Dengan sikap yang agak sedikit terbuka itu, saya mulai mengenal HT. Itu terjadi pada tahun 1999. Alhamdulillah, hingga saat ini saya masih mengkaji Islam bersama teman-teman HT, juga mengkaji kitab-kitab ulama yang mukhlishin wal mukhlashin. Semoga Allah memberikan keistiqomahan kepada saya dan teman-teman semua dalam berjuang bersama barisan orang-orang sholih tersebut.

Jadi, insya Allah, saya sedikit memiliki pengetahuan tentang NU dan HT dari sumber aslinya, meski tentu saja, saya bukan apa-apa, baik di NU, HT atau di mana pun juga. Saya hanya akan sedikit menceritakan apa yang saya rasakan. Jika ada teman-teman atau pihak-pihak yang merasa tersinggung atau kurang berkenan, saya mohon maaf, bukan maksud saya menyinggung mereka.

*****
Setelah belajar di NU dan HT, saya merasakan bahwa kedua merupakan saudara kembar dalam memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi. Keduanya hampir-hampir tidak ada bedanya, terutama tentang tsaqofah, kecuali hanya sedikit sekali perbedaan.

Keduanya didirikan oleh seorang alim yang mukhlis untuk memperjuangkan tegaknya Islam yang akan memancarkan rahmat bagi seluruh alam semesta. NU didirikan oleh Syeikh KH. Hasyim Asy’ari dan HT didirikan oleh Syeikh Taqiyuddin Annabhani. Syeikh Taqiyuddin sendiri adalah cucu dari gurunya Syeikh Hasyim Asy’ari, yaitu Syeikh Yusuf Annabhani. Warga Nahdliyyin yang sering membaca kitab, pasti sangat familier dengan Syeikh Yusuf Annabhani. Beliau adalah penulis kitab Jami’u Karamatil Auliya, kitab Al-anwar Almuhammadiyyah, dan sekitar 80 kitab lainnya. Jadi, jika ada warga Nahdliyyin yang tidak mengenal dua kitab tersebut, dia termasuk orang yang majhul.

NU memahami bahwa dasar hukum syariah adalah al qur’an, hadits, ijma’ dan qiyas. Demikian pula HT. Hanya HT menambahkan sedikit agar lebih clear, bahwa untuk ijma’ bukan sekedar ijma’, tetapi ijma’ shahabat, dan untuk qiyas bukan sekedar qiyas, tetapi qiyas syar’i, yaitu qiyas atas suatu nash yang ada illat syar’i-nya.

NU memahami bahwa semua sahabat Nabi adalah orang-orang adil. Mereka adalah orang-orang yang mulia. Kita sama sekali tidak boleh mencela mereka. Demikian pula HT, HT memandang bahwa para sahabat Nabi adalah orang-orang yang mulia. Kita sama sekali tidak boleh menghina dan mencaci mereka. Apalah artinya kita dibanding para sahabat Nabi. Perjuangan kita dan pemahaman kita tentang Islam tidak ada sak kuku irenge (maksudnya kita tidak ada apa-apanya dibanding mereka). Kita semua dapat ilmu tentang Islam, semuanya dari mereka.

NU memahami bahwa umat Islam itu ada dua, yaitu orang yang mampu memahami langsung dari sumber-sumber Islam, yang dinamakan dengan mujtahid, dan juga ada orang-orang yang tak mampu memahami Islam langsung dari sumber aslinya, yang dinamakan dengan muqollid. Seorang muqollid karena tidak memiliki ilmu, ia harus mengikuti orang yang memiliki ilmu, yaitu para mujtahid. HT juga memiliki pandangan yang sama. Baik NU maupun HT sama-sama sangat menghormati dan menjunjung tinggi para ulama, terutama para ulama mujtahid muthlaq, seperti Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Hambali dan lain-lain. Kita sama sekali tidak boleh menghina dan mencela mereka. Apalah artinya kita dibanding keilmuan mereka. Kita ini seperti anak TK, sementara beliau-beliau itu seperti professor. Layakkah seorang anak TK menghina keilmuan professor?

NU sangat hati-hati dalam menilai seseorang, apalagi membid’ahkan atau mengkafirkan seseorang. Sebab jika kita keliru dalam mengkafirkan orang, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduhnya. HT juga demikian, sangat hati-hati. Baik NU maupun HT lebih suka menggunakan istilah umum, misalnya bahwa “zina itu dosa besar”, tetapi tidak berani mengatakan bahwa “si A itu mendapat dosa besar”, kecuali telah ada bukti yang kuat di hadapan Allah. Contoh yang lain, misalnya mengatakan bahwa “orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah itu ada kalanya kafir, dzalim atau dzalim”. Tetapi, baik NU atau HT, tidak berani mengatakan bahwa “si A adalah kafir, dzalim atau dzalim”, kecuali telah terbukti dengan bukti yang kuat.

NU memandang bahwa Islam itu paripurna, mengatur masalah aqidah (tauhid), akhlaq, ibadah, mu’amalah, buyu’, hudud, hukmul aradli, jihad, dan lain sebagainya. Hal ini terdapat hampir di semua kitab ulama, dari kitab yang dipelajari level MTS seperti kitab Taqrib, level aliyah seperti kitab Fathul Mu’in, dan kitab-kitab besar lainnya seperti Al-Umm, Hasyiyah Al-Bajuri, dll. Demikian pula HT. HT memandang bahwa Islam itu ajaran yang paripurna dan lengkap. Tema-tema yang dipelajari di HT, juga sama dengan tema-tema yang dipelajari di pesantren NU. Bedanya, HT hanya menggunakan bahasa kontemporer dan membandingkan dengan keadaan dunia saat ini. Jadi tidak ada bedanya sama sekali, kecuali hanya penggunaan beberapa istilah baru.

NU memandang bahwa Islam wajib diterapkan. Saat itu kerahmatan Islam akan terwujud di muka bumi ini. Tetapi penerapan Islam harus benar, adil dan sesuai dengan metode syar’i karena semata-mata mengharap ridlo Allah. Islam tidak boleh diterapkan dengan kasar dan menyimpang dari metode syar’i-nya. Demikian pula HT. HT memandang bahwa islam harus diterapkan. Itulah, insya Allah, yang akan membawa kebahagian dan keadilan yang sejati bagi umat manusia.

NU memandang bahwa Islam itu ajaran untuk seluruh umat manusia, makanya NU tidak menganggap remeh dan rendah orang-orang yang memiliki kebangsaan berbeda. Hanya, saja karena Syeikh Hasyim Asy’ari orang Indonesia, maka beliau memulai dakwah dari Indonesia dan disebarkan ke seluruh dunia. Makanya lambang NU adalah bola dunia, sebuah lambang yang menggambarkan wawasan para pendirinya yang sangat global dan komprehensif. Demikian pula HT. HT memandang bahwa Islam itu juga untuk seluruh umat manusia. Tidak ada nasionalisme di dalam Islam. Kita memang memiliki kebangsaan yang berbeda, tetapi kita tidak boleh menilai sesorang atas dasar bangsanya, membela atau memusuhi seseorang atas dasar bangsanya. Itulah yang dinamakan nasionalisme. HT mulai dari Palestina, karena Syeikh Taqiyuddin adalah orang Palestina. Lalu dakwah HT menyebar ke seluruh dunia.

NU sangat menghormati para Khalifah Islam, apalagi Khulafaur Rosyidin. Bahkan NU membuat tradisi untuk mendoakan para Khalifah yang empat itu saat sholat tarawih, dengan mengucapkan “al khalifatul ula sayyuda Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallau anhu...” dan seterusnya. Kitab-kitab yang dikaji warga Nahdliyyin membahas dengan detil tentang Khilafah, misalnya kitab Al-Ahkam Assulthaniyyah, dan kitab-kitab lainnya. NU menganggap para Khalifah, para sahabat Nabi lainnya, dan para ulama pasca beliau adalah salafus sholih yang harus kita jadikan teladan. Demikian pula HT. HT sangat menghormati para Khalifah, terutama Khulafaur Rosyidin. HT memahami bahwa sistem yang harus diterapkan saat ini haruslah sistem yang dahulu diterapkan oleh para salafus sholih kita, yaitu sistem Khilafah. HT bahkan membahas Khilafah secara khusus. Bedanya, HT membahas Khilafah dengan bahasa yang lebih kontemporer dan membandingkan dengan sistem-sistem yang saat ini diterapkan. Sehingga lebih clear.

NU memandang bahwa mendakwahkan Islam tidak mungkin sendirian dan terpisah-pisah, karena itu para ulama membentuk organisasi dakwah yang solid bernama NU. HT juga sama. HT memandang bahwa mendakwahkan Islam tidak mungkin sendirian. Rasulullah dalam berdakwah juga bersama para sahabatnya dalam suatu barisan yang sangat rapi. Tentu saja, organisasi di sini sama sekali tidak boleh dimaksudkan untuk ashobiyah atau berbangga-bangga, tetapi organisasi ini dimaksudkan agar dakwah dapat berjalan dengan solid. NU dan HT sama-sama menjauhi sikap ashobiyyah dalam segala hal. Sebab ashobiyyah itu dilarang Islam. Sebagai organisasi, tentu NU dan HT memiliki struktur organisasi dan mekanisme tertentu dalam pengaturan para anggotanya.

NU sangat konsisten dengan ajaran Islam, dan terbuka dengan berbagai hal baru yang tidak bertentangan dengan Islam. Inilah yang membuat NU dinamis. Kaidah masyhur di kalangan NU “al muhafadzatu bil qodimi ashsholih, wal akhdzu bil jadidi al-ashlah (menjaga hal lama yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik). Baik atau sholih di sini dasarnya adalah Islam. Maka para ulama mengatakan “alhasan ma hassanahu asy-syar’u, wal qabih ma qobbahahu asy-syar’u (Baik adalah apa yang dianggap baik oleh syara’. Sedangkan buruk adalah apa yang dianggap buruk oleh syara’)”. Demikian pula HT. Hanya HT membahas dengan istilah yang berbeda yang dianggapnya lebih jelas, yaitu istilah hadloroh dan madaniyyah. HT akan istiqomah dengan hadloroh Islam, tetapi mengambil madaniyyah yang tidak bertentangan dengan Islam, seperti tenologi dll.

NU sangat mencintai orang-orang yang mencintai Allah dan rasul-Nya, dan membenci orang-orang yang membenci Allah dan Rasulnya. NU tidak pernah rela dengan penjajahan, karena penjajahan adalah pelanggaran terhadap Islam. Karena itu, ulama-ulama NU bangkit melawan penjajahan sesuai dengan kemampuan beliau waktu itu. Perjuangan melawan penjajhan adalah jihad fi sabilillah. HT juga sama. HT sangat mencintai orang-orang yang mencintai Allah, dimana pun mereka berada. Juga membenci orang-orang yang membenci Allah dan Rasul-Nya. HT sangat benci dengan penjajahan. HT sejak didirikan sampai sekarang, menentang bentuk penjajahan, baik secara militer, ekonomi dan politik atau teknik-teknik lain.

NU sangat concern mendidik umat dengan Islam, lewat berbagai forum dan media yang dimungkinkan. Lewat pesantren, musholla, masjid, majlis ta’lim, pengajian-pengajian rutin di kampung-kampung. Inilah yang dinamakan pendekatan kultural. HT juga sama. HT sangat concern mendidik umat dengan Islam, lewat berbagai sarana yang dimungkinkan. HT mengadakan halaqoh-halaqoh kecil, dan juga berbagai acara besar. Berbagai sarana yang dimungkinkan, HT dapat dipastikan menggunakannya untuk kepentingan mendidik umat. Inilah yang dinamakan HT sebagai pendekatan kultural (tatsqif). Hanya saja, HT berpandangan bahwa meskipun pendekatan kultural ini sangat penting dan harus digarap dengan serius, ada pendekatan lain yang tidak boleh dilupakan, yaitu pendekatan politis. Pendekatan politis ini hanya akan terwujud lewat institusi politik umat Islam yang bernama Khilafah. Ini pula yang disampaikan oleh Hujjatul Islam Imam Ghozali “Addiinu ussun was shulthanu harisun. Fa ma laa ussa lahu fmahduumun. Ma wa la harisa lahu fa dlo’i’un (Agama adalah pondisi, kekuasan politik adalah penjaganya. Sesuatu yang tak ada pondasinya akan roboh. Dan sesuatu yang tak ada penjaganya, maka akan terlantar)”. Sekedar contoh, masyarakat diharapkan tidak melakukan pencurian. Lalu mereka dididik tentang haramnya mencuri dan wajibnya bekerja. Ini adalah pendekatan kultural. Namun, tentu saja, dalam pendidikan tersebut, ada sebagain masyarakat yang karena suatu hal tetap melakukan penjurian. Maka dalam hal ini, pencuri tersebut harus diberi sangsi. Sehingga mereka dan yang lain jera melakukan pencurian. Inilah yang dinamakan pendekatan politis. Jadi pendekatan kultural dan politis itu sama-sama pentingnya. Hanya saja, saat pendekatan politis belum bisa dilakukan, maka yang dilakukan adalah pendekatan kultural.

NU sangat kritis dan tegas kepada penguasa yang tidak menjalankan amanah dan melanggar syariah. Bahkan beberapa ulama NU sampai pada sikap yang agak ekstrim. Misalnya kyai saya, Syeikh. KH. Ma’mun Ahmad, beliau mengharamkan ujian nasional kepada santri-santrinya. Menurut beliau, dalam Islam ujian bukan seperti itu. Itu meniru orang-orang kafir. Beliau tidak mau menerima bantuan dari pemerintah, hingga pondok dan rumah beliau masih sangat sederhana, hingga akhir hayat beliau. HT juga demikian. HT sangat tegas dan kritis kepada para pemimpin yang tidak menjalankan amanah dan melanggar hukum syariah. Bedanya, HT merinci beberapa hal sehingga lebih clear, sebagaimana dalam pembahasan hadloroh dan madaniyyah.

Dan lain sebagainya. Mungkin akan butuh beratus-ratus halaman, jika saya sebutkan semua. Singkatnya, NU dan HT itu layaknya saudara kembar dalam memperjuangkan diinullah, litakuuna hiyal ulya.

******
Itulah NU dan HT, sepanjang yang saya ketahui dan saya rasakan. NU dan HT itu sama. Sama-sama diniatkan untuk memperjuangkan Islam. Sama-sama didirikan dan diikuti oleh orang-orang yang mengharap ridlo Allah.

Ketika saya pertama berdiskusi dengan teman HT, memang itu belum tergambar dengan jelas di benak saya. Waktu itu, menurut saya, aktivis HT hanyalah orang-orang yang exited karena baru mengenal Islam. Ternyata saya salah besar. Aktivis HT itu sangat beragam dengan latar belakang keilmuan yang sangat beragam. Para aktivis HT juga terkadang ada yang belum memahami perjuangan secara utuh. Itu hal yang sangat wajar. Namun, setelah saya lama diskusi dengan beberapa aktivis HT dan membaca kitab-kitabnya, hal itu tergambar dengan sangat clear. Kitab HT yang ditulis Syeikh Taqiyuddin, itu benar-benar kitab yang istimewa, menurut saya waktu itu. HT itu persis NU, hanya HT memperjelas dan mempertegas hal-hal yang selama ini agar kurang jelas. Maksud kurang jelas, tidak berarti bahwa kitab-kitab ulama NU tidak membahas hal itu. Tidak. Kitab-kitab ulama yang membahas itu sanagat banyak. Tetapi karena kitab ulama itu sangat banyak, dan terkadang terjadi ikhtilaf. Lalu, dari ikhtilaf itu tidak ada yang melakukan tarjih. Sehingga banyaknya pendapat itu terkadang membuat para santri kurang tegas dalam mengambil sikap. Tentu saja ini bukan hal yang salah.

Sementara HT mengapresiasi berbagai ikhtilaf di kalangan ulama, lalu HT mengambilnya yang menurutnya lebih rajih. Ini yang membuat gagasan HT terkesan lebih tegas. Lagi pula, HT selalu membandingkan pemahamannya dengan kondisi saat ini, di dunia kontemporer. HT membandingkan antara Islam, Kapitalisme, dan Komunisme hampir dalam segala hal. Dengan perbandingan ini, membuat HT memiliki determinasi yang lebih tegas dan jelas. Misalnya tentang mua’malah, baik NU atau HT sama-sama membahas tentang syirkah, dan kesimpulannya sama. Namun, HT tidak sekedar mengkaji dalil-dalinya, HT menambah pembahasan dengan mengkaji fakta berbagai syirkah yang sekarang ada di dunia kontemporer, menelitinya dengan hati-hati. Sehingga tampak lebih jelas, mana yang absah dan mana yang bathil.

Jadi, tidak ada beda yang berarti antara HT dan NU.

Sampai akhirnya, muncul generasi muda yang pulang mencari ilmu dari Amerika, Kanada, Eropa dan lain-lain. Mereka membawa gagasan yang aneh dan tidak dikenal dalam pemikiran NU. Namun, karena mereka adalah anak kyai-kyai yang karismatik dan mukhlis, meski gagasannya aneh, mereka tetap diterima sebagai bagian dari tradisi dan keilmuan NU yang holistik. Mereka mulai mencampurkan berbagai gagasan yang bersandar pada pemikiran barat, dan lambat laun mereka menduduki posisi kunci, baik secara kultural maupun politis. Akibatnya, gagasan NU yang semula bersih dan lurus, menjadi agak bergeser. Pada titik ini, NU memang sangat berbeda dengan HT.

Karena itu, untuk memahami gagasan NU, ada baiknya kita membaca kitab-kitab Syeikh KH. Hasyim Asy’ari. Itulah gagasan NU. Dari sana, kita tidak akan dibingungkan dengan istilah “NU Garis Lurus”, “Generasi Muda NU”, “Pembela Ulama”, dan lain sebagainya.

Jadi, dengan mengkaji secara jujur terhadap kitab dua ulama besar: Syeikh. KH Hasyim Asy’ari dan Syeikh Taqiyuddin Annabhani, kita akan dapat memposisikan NU dan HT pada tempat yang proporsional.

Wallahu a’lam.[Ust. Choirul Anam] [visimuslim/voa-khilafah]

"Tsaqofah dan Metode Hizbut Tahrir Dalam Mendirikan Negara Khilafah Islamiyah". Sebuah tesis karya Ust. DR. Muhammad Muhsin Radly -hafizhahullah-, syabab HT 'Iraq

"Tsaqofah dan Metode Hizbut Tahrir Dalam Mendirikan Negara Khilafah Islamiyah". Sebuah tesis karya Ust. DR. Muhammad Muhsin Radly -hafizhahullah-, syabab HT 'Iraq


Voa-Khilafah.com - Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalamu ala rosulillah wa ba'du. Alhamdulillah telah hadir dihadapan kita sebuah terjemahan tesis tentang Hizbut Tahrir karya Ust. DR. Muhammad Muhsin Radly -hafizhahullah-, syabab HT 'Iraq. Judul aslinya "Hizbut Tahrir: Tsaqafatuhu wa Manhajuhu fii Iqamati Daulah Khilafah". Judul terjemahannya "Tsaqofah dan Metode Hizbut Tahrir Dalam Mendirikan Negara Khilafah Islamiyah". Tesis ini telah diterjemahkan oleh Ustadz Muhammad Bajuri seorang syabab HTI dari Jawa Timur dan diterbitkan oleh Ustadz Syamsuddin Alwahidah. Total 640 halaman dari terjemahan arabnya yg cuma 348 halaman ukuran A4. 


Tesis ini sangat bagus dimiliki para syabab maupun bagi masyarakat umum untuk lebih mengenal HT; tsaqafahnya dan manhajnya di dalam upayanya mendirikan Khilafah. Isu-isu tentang Hizb sudah dijawab penulisnya, termasuk tahun pendirian Hizb yang sebenarnya, yaitu 1949 (tahun 1953 itu tahun terdaftarnya Hizb sebagai organisasi legal di Yordan).


Tesis ini luar biasa, disaat penyerbuan iraq oleh amerika tesis ini masih sempat terselesaikan. Ditulis oleh syabab irak dg gaya bahasa orang luar hizb, dengan bahasa sederhana untuk orang awam. Contoh dan permisalannya luar biasa. Fitnah yg menyerang hizbut tahrir mulai tahun 1950an sampai sekarang sudah dia rangkum dan sudah terjawab. Masalah qodlo qodar, siksa kubur, hizbut tahrir berciuman, hizbut tahrir pecahan ikhwanul muslimin, bersalaman  dll semuanya terjawab bahkan sebagiannya hasil dari wawancara langsung dengan orang yang sezaman dengan syaikh taqiyuddin annabhani. Lafadz qosam, detail tentang tholabun nushroh, struktur kepengurusan hizb yang dahulu mungkin dianggap tabu disebarkan ternyata dimuat disini (berarti hal tersebut tidak tabu). Tidak berlebihan jika dikatakan seluruh kitab mutabanat dan non mutabanat terangkum di tesis ini.


Silahkan file tersebut disebar agar bermanfaat untuk penegakan syariah dan khilafah. Setelah antum download filenya, antum bebas untuk menyebarkan ke orang lain atau mencetaknya menjadi buku. Mohon maaf bila penomoran terkesan tidak rapi dan harap maklum adanya.

Ustad Azizi Fathoni mengatakan "dalam kitab tersebut diceritakan mimpinya syaikh taqi bertemu Nabi Muhammad saw, dan perumpamaan di mimpi itu sekarang menjadi kenyataan" mau tahu apa mimpinya? silahkan download filenya dan baca sampai tuntas.


Semoga Allah melipatgandakan pahala dari amal sholih penulis tesis tersebut maupun penerjemahnya dan penerbitnya serta seluruh pihak yang turut serta menyebarluaskannya.
 
Selamat membaca tesis syabab irak tersebut yang lumayan tebal. Semoga perjuangan penegakkan syari'ah dan khilafah kan segera mendapat pertolonganNya agar terwujud kembali di muka bumi dan menjadi rahmat untuk semua. (Voa-Khilafah.com)



Silakan download filenya dengan klik tautan di bawah ini:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL