Tampilkan postingan dengan label DEMONSTRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DEMONSTRASI. Tampilkan semua postingan
Di Paris Rakyat Berteriak Menentang Perkawinan Homoseksual

Di Paris Rakyat Berteriak Menentang Perkawinan Homoseksual

Voa-Khilafah.tk—Puluhan ribu orang berkumpul di ibukota Prancis, Paris, pada hari Ahad (13/1/2013) guna menyuarakan penentangan mereka atas rancangan undang-undang yang memberikan persamaan hak lebih luas atas pasangan sesama jenis yang diusulkan Presiden Francois Hollande.


Rakyat Prancis berbondong-bondong memenuhi jalanan kota Paris dan berupaya menjadikan unjuk rasa menentang legalisasi perkawinan homoseksual itu sebagai demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun belakangan ini.

Para pengunjuk rasa dari berbagai penjuru Prancis menyewa gerbong-gerbong kereta cepat untuk bergabung dengan kelompok koalisi Katolik, pendukung hak-hak keluarga tradisional, para politikus konservatif termasuk kelompok kanan-jauh Front Nasional. Kelompok warga Muslim Prancis juga ikut serta dalam unjuk rasa besar tersebut.

Di antara pengunjuk rasa rupanya ada pula pelaku homoseksual penentang legalisasi perkawinan sejenis.

Salah satu pemimpin demonstran yang juga seorang aktris komedi, Frigidie Barjot, besumpah akan menjegal RUU “perkawinan untuk semua” yang diajukan pemerintah dengan aksi “demonstrasi untuk semua” yang menurutnya dilakukan demi melindungi anak-anak.

Pemerintah berdalih RUU itu hanya ditujukan untuk memperluas persamaan hak bagi kalangan homoseksual. Namun, para penentang RUU berkeyakinan undang-undang itu nantinya akan berimplikasi hukum, misalnya membolehkan adopsi anak oleh pasangan sesama jenis, sehingga menghancurkan arti pernikahan dan keluarga yang sebenarnya.

Parlemen Prancis akan mulai memperdebatkan RUU tersebut pada akhir bulan ini. Menurut jajak pendapat terbaru, sekitar 65% responden yang disurvei mendukung RUU tersebut, demikian lapor France24.*hid/voa-khilafah.tk
Indonesia Tanpa Kaum Fasik, Bubarkan Jaringan Iblis Laknatullah (JIL)

Indonesia Tanpa Kaum Fasik, Bubarkan Jaringan Iblis Laknatullah (JIL)


JAKARTA (Voa-Khilafah.co.cc) – Kaum fasik Jaringan Islam Liberal (JIL) atau sebut saja Jaringan Iblis Laknatullah (JIL) kemarin, Selasa (14/2) berkumpul di Bunderan Hotel Indonesia pukul 16.00 WIB. Jumlah mereka segelintir saja, hanya kumpulan makhluk bertatto, waria, homo dan lesbian serta para penghujat Islam.

Diantara gerombolan itu, terdapat dedengkot JIL, Ulil Absar Abdalla, Guntur Romli, Hanung Bramantyo (Sutradara), dan Jajang C Noer (Seniman). Di Bunderan HI tersebut mereka meneriakkan yel-yel “Indonesia Tanpa FPIIndonesia Tanpa Kekerasan”.

Enam juru bicara Gerakan Indonesia Tanpa FPI itu (Vivi, Jo, Mariana, Tunggal, Ega, Faiza) dalam sebuah press release-nya, menyatakan sikapnya paranoidnya terhadap Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini selalu berada di garis terdepan untuk membela kaum muslimin yang terzalimi.    

Kaum fasik itu menuding FPI sebagai organisasi penebar kebencian. Padahal JIL itu sendiri yang mengumbar kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin dengan menciptakan opini public melalui kekuatan media massa. Mereka kerap berkedok HAM, Aksi Damai, dan Tanpa Kekerasan.  Mereka berdusta atas nama perdamaian.

Hingga menjelang Maghrib, Aliansi kaum Sepilis terus memancing dan memprovokasi masyarakat. Mereka menantang, menunggu kedatangan FPI. Inilah bukti, slogan damai yang diusung kelompok liberal omong kosong belaka. Mereka tak ubahnya bara api yang hendak membakar amarah rakyat Indonesia.

Dengan mulut kotornya, Gerakan Sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme) itu juga menuduh aparat kepolisian impoten ketika berhadapan dengan polisi. Bahkan mereka memfitnah FPI didanai oleh beberapa petinggi kepolisian. Kaum munafik itu gusar, ketika Juru Bicara Kepolisian Boy Rafly Amar mengakui bahwa FPI adalah rekanan kepolisian.

Mereka juga menuduh FPI sama sekali tidak membela sebuah agama, melainkan alat untuk menebar benih teror dan ketakutan di tengah masyarakat. Padahal JIL yang dinahkodai oleh Ulil Absar Abdalla dan Guntur Romli, justru membuat akidah umat Islam menjadi rusak, menebar benih kebobrokan bagi masyarakat.  Mengingat kelompok JIL ini selalu mengkampanyekan Free Sex, Homo-Lesbian, membela eksistensi kaum waria, melegalkan ganja dan miras, dan kerusakan lainnya.

JIL Organisasi Radikal

Siapa bilang JIL itu bukan organisasi radikal. Lihatlah, bagaimana cara Ulil Absar Abdalla mengalihkan isu partai di Demokrat yang merosot popularitasnya, dihajar lawan-lawan politiknya, tiba-tiba menghembuskan isu pembubaran FPI. Yang jelas ini bukan kali pertama, Ulil cs bernafsu membubarkan FPI. Terlebih, saat ini DPR sedang membahas RUU Ormas. Inilah cara JIL dan sejenisnya, hendak menggolkan RUU Ormas, yang targetnya adalah untuk mengebiri organisasi Islam seperti FPI.

Aneh bin ajaib, jika kaum fasik Sepilis itu mendesak pemerintah untuk membubarkan FPI, dan menangkap semua anggota FPI. Padahal yang seharusnya ditangkap dan dibubarkan adalah JIL dan kelompok liberal lainnya yang sudah terbukti memberikan kontribusinya dalam merusak akidah dan moral umat.

Dedengkot JIL, Ulil yang pernah divonis hukuman mati oleh alim ulama di Bandung ini sepertinya terus mencari penyakit. Lelaki pengumbar sahwat liberal, sekuler dan pluralisme ini terus mengumbar kebencian kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum muslimin di sejumlah daerah, agar membenci FPI. Ulil sadar bahwa dirinya adalah provokator sesungguhnya.

Ketika tiada lagi pembela, FPI tampil sebagai pembela kaum muslimin. Ketika harga diri umat Islam terinjak-injak dan tercabik-cabik, FPI maju ke garis terdepan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum muslimin. Ketika lingkungan kita dirusak kaum fasik (dekadensi moral), FPI berbuat untuk menyadarkan para pendosa. Ketika saudara sebangsa tertimpa musibah bencana alam, FPI mengerahkan tenaga untuk membantu.  

Yuk kita senandungkan yel-yel: “Indonesia Tanpa JIL, Indonesia Tanpa Komparador Asing, Sudahi Kebobrokan Detik Ini”  Juga. Desastian

(Voa-Islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Dr. Fauzia Siddiqui dan pendukung Dr. Aafia Siddiqui diserang dan ditangkap di Karachi

Voa-Khilafah.co.cc - Pada saat demonstrasi untuk Dr. Aafia Siddiqui, pasukan ‘keamanan’ Pakistan menangkap dan menyerang ribuan domonstran yang ingin melakukan demonstrasi dengan damai di Karachi, Pakistan.
Demonstrasi itu diselenggarakan oleh pergerakan Aafia dan Pasban untuk menuntut pembebasan dan memprotes hukuman 86 tahun terhadap Dr. Aafia Siddiqui di negara teroris, Amerika Serikat.
Berdasarkan beberapa laporan, Dr. Fauzia Siddiqui, saudari perempuan Dr. Aafia Siddiqui, dipukuli oleh polisi rezim dan mengalami luka serius pada wajah. Awalnya, dia dipindahkan ke sebuah pusat penahanan yang dirahasiakan sebelum kemudian dipindahkan ke kantor polisi. Beberapa ratus orang lainnya juga terluka dan ditahan.
Polisi menggunakan gas air mata dan pentungan juga menangkap ratusan domonstran termasuk Dr. Fauzia dan presiden Pasban, Altaf Shakoor ketika para demonstran ketika sedang berusaha menuju Konsulat AS untuk menentang penahanan Dr. Aafia Siddiqui pada hari Jumat (10/2/2012), dilansir aseerun.
Banyak dari demonstran yang mengalami cedera, termasuk para perempuan, sementara polisi menangkap sejumlah besar demonstran. Demonstrasi tersebut terjadi di jalanan Abdullah Haroon.
Para tahanan akan dipindahkan ke Kantor Polisi Altileri dan tindakan lebih jauh akan dilakukan tehadap para demonstran. Serangan yang dilakukan polisi rezim terhadap para demonstran telah mengakibatkan kemacetan parah di dekat jalan Abdullah Haroon dan Saddar.(arrahmah/hti/voa-khilafah.co.cc)

Video Suriah: Panji Khilafah Diantara Puluhan Ribu Aksi Massa di Pusat Kota Homs, Teriakkan Pertolongan Allah Kian Dekat


Voa-Khilafah.co.cc - Nashrullah (pertolongan Allah) kian dekat, puluhan ribu rakyat Syam berkumpul di Homs, menegaskan kembali pertolongan Allah berupa kemenangan semakin dekat, Selasa, 27/12/2011. Mereka tidak lelahnya meneriakkan takbir serta merapatkan barisan meneriakkan yel-yel tuntutan mereka melawan rezim penindas Bashar al-Assad.
Aksi massa ini berbarengan dengan kedatangan tim pemantau di wilayah tersebut. Beberapa kalangan menyebutkan tim pemantau Liga Arab telah dibeli rezim untuk memperlama kekejaman Assad. Rezim pembantai berusaha menutupi pembantaiannya di hadapan pemantau.  

Pimpinan tim pemantau ketika mengunjungi Homs mengatakan tidak melihat bentrokan, juga tidak melihat tank, tapi ia melihat beberapa kendaraan lapis baja saja. 

Seorang aktivis yang berbasis di Homs mengatakan bahwa beberapa keluarga orang yang telah dibantai menolak bertemu dengan tim pemantau, karena mereka sedang dikawal oleh seorang perwira tentara. 

Para aktivis melaporkan, sedikitnya 42 orang dibunuh di seluruh negeri pada hari selasa, termasuk 17 orang di Homs. Mereka mengatakan bahwa tentara telah menarik perlengkapan senjata mereka dari daerah Baba Amro dari Homs menjelang kunjungan pemantau. 

"Setidaknya 70.000 orang ikut serta dalam aksi ini. Mereka berjalan menuju pusat kota," kata Rami Abdelrahman dari lembaga Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia kepada kantor berita Reuters. Ia menambahkan aparat keamanan mencoba menghentikan aksi para demonstran.

Polisi Suriah telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi massa yang diperkirakan dihadiri sekitar 70.000 orang yang turun ke jalan-jalan di kota Homs. 

Kalimah takbir, serta permohonan kepada Allah dan yel-yel penyemangat tiada henti bergemuruh diantara para peserta aksi. 

Dalam beberapa rekaman video, tampak para pengunjuk rasa mengibarkan panji-panji al-liwa, bendera Rasulullah, yang akan menjadi bendera Khilafah. 

Pimpinan aksi juga menegaskan kembali kemenangan dan pertolongan Allah semakin dekat. Massa secara bersama-sama membacakan surat an-nasr (pertolongan) berulang kali dengan diawali kalimah basmallah. "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan".

Sebelum bergabung dengan massa di Al-Sa'a Square, puluhan ribu menggelar aksi duduk di lingkungan al-Khalidiyah, juga di Bab Dreib dan Jub al-Jandali. Setidaknya 34 warga sispil dilaporkan tewas di daerah Baba Amro Homs pada hari Senin.
Sejak awal Revolusi Suriah pada pertengahan Maret tahun ini, serta tindakan brutal yang terus meningkat terhadap rakyat Suriah yang menuntut perubahan secara damai, telah mengakibatkan ribuan perempuan, laki-laki dan anak-anak meninggal. Kota Homs menjadi salah satu pusat aksi unjuk rasa menetang pemerintah zalim pimpinan Bashar al-Assad. Ribuan orang telah dibantai oleh rezim ini terhadap para demonstran.

Partai Baath telah menguasai Suriah secara diktator dan dengan tangan besi selama lima dekade. Rezim ini dengan semua kekuatan yang dimilikinya terus-menerus melakukan tindakan kejam dan brutal terhadap rakyatnya untuk tetap berkuasa.

Selama lebih dari lima dekade itu, keluarga al-Assad telah menjalankan salah satu pemerintah paling kejam di Timur Tengah serta menindas rakyat Suriah. Selama waktu yang sama, Suriah telah digunakan sebagai negara mitra oleh kekuasaan Barat untuk mempertahankan kepentingan mereka di wilayah tersebut dengan melakukan operasi terencana di Libanon dan Irak dan dengan melindungi Israel. 

Dalam perbudakan bagi tuan Amerika, rezim al-Assad telah menjalankan salah satu kediktatoran paling kejam, melakukan pembantaian, termasuk pembantaian di Hama, menewaskan 40.000 orang dan pembantaian terhadap para demonstran tahun in. 

Muslim di Suriah telah menuntut penghapusan rezim penindas dan mendesak kembalinya keadilan Islam melalui Khilafah sekalipun ribuan orang telah dibantai rezim Assad. 

Para pengunjuk rasa meneriakan slogan, serta mengangkat poster, serta foto para syuhada korban pembantaian. Para peserta aksi di Chicago mendukung saudara-saudara mereka di Suriah serta menyerukan seruan yang sama untuk menghapus rezim al-Assad, menghapus agen Barat serta membentuk kembali Khilafah.

Ya Allah, tolonglah saudara kami di negeri Syam. Ya Allah, semoga Engkau segera menurunkan nashrullah-Mu berupa kemenangan dengan tegaknya Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian yang akan menjadi perisai bagi umat ini. Amin [m/f/syam/syabab/voa-khilafah.co.cc]
Lihat Video:


Ribuan Warga Maladewa Desak Pemerintah Terapkan Hukum Islam

Ribuan Warga Maladewa Desak Pemerintah Terapkan Hukum Islam


Ribuan Warga Maladewa Desak Pemerintah Terapkan Hukum Islam
Voa-Khilafah.co.cc,   MALE - Ribuan demonstran turun ke jalan di ibukota Maladewa, Male, Jumat, (23/12). Demonstran mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum Islam dan menghentikan kegiatan anti-Islam, termasuk rencana yang memungkinkan penerbangan langsung ke Israel. 
 
"Kami di sini untuk menunjukkan bahwa kami tidak akan mendukung kebijakan-kebijakan, namun kami bukan ekstremis," kata pemimpin oposisi dari Partai Rayyithunge Divehi (DRP), Ahmed Thasmeen Ali. Ia menegaskan bahwa Maladewa selamanya akan menjadi bangsa Islam. 
 
Lebih dari 3.000 demonstran menuduh pemerintahan Presiden Muhammad Nasheed telah mengorbankan prinsip-prinsip Islam. Pengunjuk rasa juga mendesak pemerintah Maladewa menghentikan penjualan alkohol di berbagai tempat, menutup rumah bordil yang berkedok panti pijat.

Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah menghancurkan monumen yang menandai KTT Asia Selatan bulan lalu karena banyak orang mengartikan itu sebagai berhala.  Protes serupa muncul bulan lalu setelah pertemuan dengan komite hak asasi manusia PBB, Navi Pillay. Pillay yang bertemu dengan presiden meminta Maladewa mengakhiri praktek hukuman cambuk yang dilakukan terhadap perempuan yang terbukti berzina.
Peristiwa itu memicu protes di negara kepulauan tersebut. Mereka menyerukan untuk menangkap Pillary. Pengunjuk rasa mengepung gedung PBB, dan menuntut permintaan PBB serta anggota parlemen meminta maaf. 
 
Sebagai jawaban protes kemarin, presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, juga meminta rakyat agar lebih bertoleran. Nasheed mendesak 330.000 Muslim Sunni, untuk menolak ekstremisme agama dan mendukung "bentuk tradisional" Islam yang telah dipraktekkan di Maladewa untuk 800 tahun terakhir.
 
Nasheed mengatakan Islam moderat sangat penting untuk melestarikan industri pariwisata yang menghasilkan lebih dari dua pertiga pendapatan negara. "Untuk membangun perekonomian kita, kita perlu investasi asing dan kita perlu menciptakan suatu lingkungan di mana orang asing dapat berinvestasi. Kita tidak bisa mencapai pembangunan dengan pergi mundur ke Zaman Batu atau yang bodoh," ujar Nasheed. Maladewa adalah negara kepulauan dengan 1.200 pulau terkenal untuk pariwisata. (RoL/Voa-Khilafah.co.cc)
Hizbut Tahrir di Amerika Serukan Demonstrasi Kolosal Untuk Dukung Rakyat Syam

Hizbut Tahrir di Amerika Serukan Demonstrasi Kolosal Untuk Dukung Rakyat Syam

 
Hizbut Tahrir di Amerika melalui situsnya mempublikasikan seruan untuk menggelar demonstrasi di kota Chicago untuk mendukung rakyat Syam (Suriah). Di mana dalam seruan itu dikatakan bahwa semua orang melihat reaksi dari rezim Suriah dan sekutu-sekutunya terhadap kaum Muslim tak berdosa yang menuntut perubahan.
Bahwa sejak awal Revolusi Suriah pada pertengahan Maret tahun ini, serta tindakan brutal yang terus meningkat terhadap rakyat Suriah yang menuntut perubahan secara damai, telah mengakibatkan ribuan perempuan, laki-laki dan anak-anak meninggal.
Partai Baath telah menguasai Suriah secara ediktator dan dengan tangan besi selama lima dekade. Rezim ini dengan semua kekuatan yang dimilikinya terus-menerus melakukan tindakan kejam dan brutal terhadap rakyatnya untuk tetap berkuasa.
Hizbut Tahrir di Amerika menyerukan rakyat Suriah untuk mengakhiri pemerintahan tiran dengan cara damai. Kami mengundang Anda semua untuk mendukung rakyat Suriah dalam mewujudkan tuntutannya. Bantulah mereka untuk menghentikan serangan brutal terhadap orang-orang tak berdosa dan mengakhiri dukungan Barat terhadap rezim Suriah.
Acara ini akan digelar pada hari  Sabtu, 24/12/2011.
Allah SWT berfirman: “Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam  agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (TQS. Al-Anfal [8] : 72).
Sumber: pal-tahrir.info, 22/12/2011.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL