Tampilkan postingan dengan label #IndonesiaTanpaJIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #IndonesiaTanpaJIL. Tampilkan semua postingan
Mahasiswa Minang minta Film 'Cinta Tapi Beda' ditarik dari peredaran

Mahasiswa Minang minta Film 'Cinta Tapi Beda' ditarik dari peredaran


JAKARTA (Voa-Khilafah.cu.cc) - Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Minang Jaya (KMM Jaya) meminta Film besutan Hanung Bramantyo, 'Cinta Tapi Beda', yang menceritakan hubungan percintaan beda agama itu untuk ditarik dari peredaran karena dinilai telah mencederai budaya Minang yang kuat dengan ajaran Islamnya.
"Film ini telah memutarbalikkan fakta dan memojokkan masyarakat Minang yang kental dengan tradisi Islam,Kata Muhammad Rozi melalui rilisnya kepada arrahmah.com, Kamis (3/1/2013).
KMM Jaya menegaskan bahwa film 'Cinta Tapi Beda'  menyimpang dari falsafah 'Adat Basyandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK). Sehingga, menurutnya KMM Jaya sangat terusik dan terhina dengan film Cinta Tapi Beda. Film itu berpotensi merusak sendi-sendi adat dan budaya masyarakat Minang dalam kehidupan sehari-hari, yang sangat menjaga hubungan antar sesama.
"Untuk itu kami meminta Hanung Bramantyo yang menyutradarai film ini meminta maaf kepada mahasiswa dan masyarakat Minang dan menghentikan penayangan film ini di bioskop, karena selain  menghina Islam juga merusak sendi-sendi adat dan budaya masyarakat Minang," tegas Muhammad Rozi.
Lebih dari itu, Rozi mensinyalir, film Cinta Tapi Beda menjadi bagian dari agenda terselubung dari pihak-pihak yang mendukung film itu,  untuk menghancurkan adat dan  budaya masyarakat  di Indonesia.
Di dalam film  itu, diceritakan kisah percintaan Diana, seorang gadis Minang Katolik yang taat, dengan Cahyo, laki-laki Jawa Muslim yang  juga taat beribadah. Percintaan itu tidak disetujui kerabat dan orang tua masing-masing, hingga akhirnya Diana dijodohkan dengan laki-laki Minang, Dokter Oka yang beragama Katolik. (bilal/arrahmah/voa-khilafah.cu.cc)

JIL tolak dialog terbuka dengan Akmal Sjafril, Bahkan Pimred Rolling Stonepun Kecewa

Voa-Khilafah.co.cc - Malam ini, senin (15/05/2012) Radio Hardrock FM mengundang Akmal Sjafril ke salah satu program acaranya yaitu Provocateur ProACTive untuk sebuah dialog terbuka antara komunitas #IndonesiaTanpaJIL (#ITJ) dan pihak Jaringan Islam Liberal (JIL). Pihak JIL sendiri diwakilkan oleh Abdul Moqsith Ghazali. Sayangnya, Abdul Moqsith mendadak membatalkan pada hari H dengan alasan istri yang sakit.


Host acara Pandji Pragiwaksono mengatakan bahwa pihak HardrockFM sendiri sudah meminta JIL menyediakan pengganti. Mulai dari mengontak Ulil Absar Abdallah, Guntur Romli, Saidiman hingga Luthfie As Syaukanie untuk menggantikan Abdul Moqsith. Nyatanya semua saling melempar satu dengan yang lainnya dengan dengan banyak alasan. Sikap JIL ini jelas mengundang banyak kekecewaan para pendengar HardrockFM termasuk mereka yang sudah antusias menunggu. 


Pimpinan Redaksi Majalah musik ternama Rolling Stone Indonesia Wendi Putranto juga menyampaikan sikap melalui akun twitternya @wenzrawk, beliau mengkritik sikap JIL yang membatalkan dialog terbuka dengan #IndonesiaTanpaJIL secara mendadak tanpa mempersiapkan perwakilan pengganti. 


“JIL walk-out dari debat dengan Anti-JIL di @hardrockfm tepat 30 menit sebelum acara dimulai, segitu aje, katro! :) )” tulis laki – laki yang dekat dengan band Seringai, DeadSquad hingga The Upstair ini. 


Sementara acara tersebutpun tetap berlangsung dengan narasumber Akmal Sjafril dan Anggy Umbara perwakilan #ITJ, meskipun selama acara berlangsung pertanyaan – pertanyaan ditujukan hanya ke Akmal. Protes dan kekecewaan terhadap sikap JIL yang mundur dari dialog terbuka ini begitu ramai dibicarakan di Twitter. 


Dalam dialog tersebut salah satu hal penting yang disampaikan Akmal adalah kelahiran #IndonesiaTanpaJIL bukanlah hasil reaksioner terhadap provokasi JIL melawan Front Pembela Islam (FPI), tapi lebih kepada umat yang sadar bahwa orang yang menolak JIL itu jauh lebih banyak dari mereka yang menolak FPI. [undergroundtauhid/voa-khilafah.co.cc]
Siapakah Ulil Abshar Abdalla? #IndonesiaTanpaJIL @ulil

Siapakah Ulil Abshar Abdalla? #IndonesiaTanpaJIL @ulil

Voa-Khilafah.co.cc - Nama Ulil Abshar Abdalla kini menjadi buah bibir di jejaring sosial. Langkahnya yang mendukung agar FPI dibubarkan menuai kecaman dari berbagai umat Islam. Bersama para koleganya, Ulil turut menggorganisir Gerakan Indonesia Tanpa FPI. “Dukung gerakan #IndonesiaTanpaFPI. Support the Indonesia-without-FPI movement. | FPI is an Indonesian "Islamic" vigilante group,” tulis Ulil di akunnya, @ulil Abshar-Abdalla.

Namun sebenarnya siapakah Ulil? Ulil Abshar-Abdalla lahir di Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1967. Pria berumur 45 tahun ini adalah seorang tokoh Islam Liberal di Indonesia yang berafiliasi dengan Jaringan Islam Liberal. Meski berpikiran liberal, sebenarnya Ulil sempat kuliah di LIPIA pada tahun 1988 sampai 1993 sebelum sempat di drop-out.

Ulil nyaris saja mendapat gelar sarjana di Fakultas Syari'ah, namun sayang berkah LIPIA urung dia dapatkan hingga kemudian dikeluarkan oleh pihak kampus tanpa sempat menyabet gelar sarjana.


Hal yang sama juga terjadi ketika menempuh pendidikan Doktoral di Harvard. Sumber dari Suara Islam, seorang diplomat sekaligus seorang Doktor lulusan Harvard, mengatakan bahwa Ulil sebenarnya juga telah gagal menyelesaikan studinya di Harvard. “Saya dengar dia drop out,” kata sang diplomat itu. Jika hal itu benar, maka untuk kedua kalinya Ulil mendapat gelar DO pasca dari LIPIA.

Sebagai santri, Ulil muda adalah seorang pelajar di Madrasah Mathali'ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah yang diasuh oleh KH. M. Ahmad Sahal Mahfudz (wakil Rois Am PBNU periode 1994 1999 dan Rois Am PBNU 2004-2010). Tak hanya itu, Ulil juga pernah “mondok” di Pesantren Mansajul 'Ulum, Cebolek, Kajen, Pati, serta Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang.

Berbeda dengan Ulil yang membela Ahmadiyah, KH Sahal Mahfudz justru terkenal keras menentang Ahmadiyah. Romo Kyai -begitu para santri memanggilnya termasuk Ulil- meminta agar Ahmadiyah keluar dari Islam. Beliau terkenal garang dalam mengkritik kalangan muda NU yang memakai jurus “Atas nama HAM” untuk membela kehadiran Ahmadiyah.

KH. Sahal dengan tegas menyatakan bahwa Ahmadiyah mempunyai akidah yang berbeda. KH. Sahal Mahfudz pun telah berkali-kali menyatakan Ahmadiyah sesat dan meminta pemerintah untuk membubarkan dalam kapasitasnya sebagai petinggi Majelis Ulama Indonesia.

Kini Ulil melabuhkan pengembaraannya dalam struktur Partai Demokrat. Di "rumah baru" nya ini, ia menjabat sebagai Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengurus Pusat dalam masa jabatan Ketua Umum Anas Urbaningrum. Ya mantan anggota KPU yang kini juga tengah terseret kasus korupsi itu. 

Di Komnas HAM, FPI Buka Skandal Perempuan Dedengkot JIL. #IndonesiaTanpaJIL @ulil

Di Komnas HAM, FPI Buka Skandal Perempuan Dedengkot JIL. #IndonesiaTanpaJIL @ulil

Voa-Khilafah.co.cc - Kebobrokan kelompok yang menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) terus diungkap. Setelah membuka dugaan adanya dana Rp. 62 Milyar yang mengalir untuk membubarkan FPI, pengurus FPI kembali membuka borok orang yang berniat membubarkan FPI sejak 2006 itu. Kali ini FPI membuka skandal perempuan dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla. Jika terbukti kebenarannya ini adalah skandal yang sangat memalukan. 

Awalnya, Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar Munarman ditanya oleh seorang wartawan mengenai sikap FPI atas penolakan sejumlah "kalangan masyarakat" atas keberadaan FPI. Mendengar pertanyaan itu, Munarman menjawab selama ini tidak ada masyarakat yang menolak FPI. "Masyarakatnya siapa dulu?", Munarman balik tanya, wartawan yang tadi bertanya pun jadi gelagapan. 

Munarman menambahkan bahwa fakta di lapangan tidak ada masyarakat yang menolak FPI. "Jangan dipersepsikan salah lagi", lanjut advokat senior itu. 

Menyinggung segelintir orang Liberal yang berdemo di Bundaran HI pasca Insiden Palangkaraya beberapa waktu lalu, Munarman menjelaskan bahwa mereka bukanlah masyarakat, tetapi kelompok banci, homo dan perempuan dugem. "Yang demo itu banci, homo, sama perempuan dugem. Bagi saya itu itu sampah", kata Munarman. 

Para wartawan yang mengerubuti Munarman di depan Ruang Asmara Nababan, Gedung Komnas HAM, terus mendesak dan memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang menolak FPI. Munarman pun kembali menegaskan, "Ngga ada, saya jamin tidak ada. Itu preman. Yang menolak FPI itu yang suka dugem, main perempuan dan menghamili anak perempuan di bawah umur. Kalau mau bukti, ini saya punya buktinya. Ini nama perempuannya ada". 

Lantas, kepada para wartawan Munarman menunjukkan bukti pesan Blackberry Mesenger (BBM) antara Ulil Abshar Abdalla dengan seorang perempuan bernama Marchelinta Dhika. Seorang wartawan diminta membaca pesan itu:



Aku merasa berbuat salah pd isteriku krn aku telah selingkuh dg perempuan lain
Aku Ingin kembali mencintai isteriku saja
Aku pernah suka kamu, itu aku akui

"Lebay..ini aktivis yang katanya anti-FPI", cetus Munarman. 

Kemudian Direktur An Nashr Institute itu balik bertanya, "Jadi siapa yang menolak FPI?", Tukang dugem, pelaku zina, pezina ini. Jangan coba-coba dia main sama kita. Kita punya kartunya", kata Munarman. 

Munarman lantas menceritakan perihal skandal yang terjadi antara Ulil dengan Marchelinta. Menurutnya, perempuan itu dihamili Ulil di luar nikah. Perempuan itu lantas diminta menggugurkan janinnya dengan imbalan sebuah mobil. Ternyata Ulil tidak memenuhi janji itu, tetapi hanya memberi uang ratusan juta kepada orang tua perempuan itu. Hingga kecewalah perempuan itu.

Jika Ulil merasa difitnah atau nama baiknya dicemarkan, Munarman mempersilahkan Ulil menggugat dirinya. "Kalau Ulil mau menggugat saya, silahkan", tantang Munarman. 

Penasaran dengan cerita itu, lantas Suara Islam Online menelusuri lebih lanjut kebenarannya. Ternyata, selain pesan BBM di atas masih banyak lagi pesan BBM Ulil kepada perempuan di bawah umur yang tinggal di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu. Misalnya Ulil pernah cemburu dengan teman laki-laki baru perempuan itu. Hal itu diungkapkannya dalam pesan BBM:

Kamu menyakiti aku berkali2, aku berusaha sabar
Yg terakhir kemaren itu, aku sudah tak tahan
Aku baru saja kirim bunga Valentine ke kamu, tiba2 kamu pacaran dengan cowo lain, dan kamu tunjukin di pp BB



Bahkan ada pula pesan BBM yang isinya berbicara soal perzinahan yang sengaja SI Online tidak menuliskannya, karena saking parahnya. Naudzubillah. 

SI Online juga berusaha menelusuri akun twitter Marchelinta. Ternyata benar, di akun itu SI Online menemukan "kicauan" Marchelinta, diantaranya:

(2012-02-19)
Kok jadi saya yg di bawa2 !! Oh ulil abshar abdallah..takut kali ktemu saya skrg,RT @ArdiMajoEndah: Maksudnya @dhika_mutiara ? "@mjsihaloho: @ulil Gus Ulil, salam dari Marchelinta Dika. Wah.. Boleh juga Gus ini.." 

(2012-02-19)
Ada deh cukup saya dan keluarga saya saja yg tahu :)thnxsRT@ArdiMajoEndah: Wah... salahnya @ulil apa? RT @dhika_mutiara: Kenal bgt sm saya,dia nga brani ktemu saya,krna punya salah :) 

(2012-02-19)
Oke boleh itu lebih baik biar dia sadar akn kesalahanya :)RT @ArdiMajoEndah: Aku cc in ke @ulil yah :) RT @dhika_mutiara: RT @pepatah: Kadang kamu memilih untuk sendiri, karena kamu menunggu ... http://t.co/0MoYAfOV



Ketika seseorang dengan akun @dduror menanyakan apakan benar @dhika_mutiara adalah akun ceweknya @ulil, Merchelinta menjawab: Jgn di twiter dunk privasi gw ne !!!RT @Peace_Muslimah: @humaidiy @dduror @ulil @dhika_mutiara benar itu ceweknya ulil,???

Rabu malam, (21/2/2012), Suara Islam Online mengklarifikasi persoalan ini ke Marchelinta. Melalui pesan singkat (SMS), Marchelinta membenarkan bahwa ia pernah mempunyai hubungan spesial dengan Ulil Abshar Abdalla. "Iyah dengan ulil abshar abdallah...tahun kmren pas bulan puasa tp saya kenal dia sudah lama dua tahunan saya kenal dia..", kata Marchelinta.

Sementara saat SI Online mengklarifikasi ke Ulil melalui pesan SMS ke nomor handphonenya ternyata failed (gagal). Pertanyaaan melalui twitter juga tidak ditanggapi. Hingga berita ini akan dimuat, SI Online kembali mencoba menghubungi Ulil. Hasilnya, "Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi". Wallahu a'lam apa yang ada dalam pikiran Ulil. (SI/Voa-Khilafah.co.cc)

Indonesia Tanpa JIL

Voa-Khilafah.co.cc - Nampaknya senjata makan tuan bagi kaum libertarian alias Jaringan Islam Liberal (JIL) dibaca 'Jaringan Iblis Laknatullah'. Setelah melakukan demonsTERASI dengan tema 'IndonesiaTanpaFPI' yang umumnya pesertanya banci kaleng rombeng, homo bin sapiens, lesbi, dan para begajulan, namun masyarakat indonesia umumnya dapat menilai, bahwa orang-orang yang ingin FPI bubar kok bentuk tampilan dan gaya hidupnya amburadul seperti itu. Tentu saja sebuah opini tentang 'bahwa pembenci FPI umumnya orang gak bener alias berpaham aneh', termasuk sang owner Ulil dan korlap guntur romli yang sudah terlanjur menerima beasiswa belajar ke luar negeri dengan dana zionis.




Get rid of JIL from our country !
Find us on Twitter #IndonesiaTanpaJIL

Meski mengakui dirinya masih 'begajulan', Fauzi memiliki komitmen yang kuat dalam membela Islam dan melawan pemikiran liberal, terutama melalui aktivitasnya di Twitter. Kontribusi dan semangatnya luar biasa, dan kerendahhatiannya pun perlu dicontoh oleh semua orang.

Fauzi Baadila berani bersuara, kamu ?


Sekarang, para intelektual muda indonesia sadar akan kesesatan JIL. Maka munculah gebrakan 'Gerakan Indonesia Tanpa JIL (Jaringan Iblis Laknatullah)'. Beberapa contoh keanehan JIL yaitu;

1. Mendukung gerakan pornografi dan pornoaksi dengan dalih kebebasan berekpresi.
2. Mendukung pernikahan sesama jenis.
3. Mengatakan meragukan kandungan AlQuran.
4. Meragukan Kerosulan Muhammad SAW.
5. Mengatakan Allah adalah Tuhan segala agama.

Berikut sekilas pandangan tentang kesesatan JIL (bukan Jaringan Islam Liberal, tapi Jaringan Iblis Laknatullah).

Sesuai dengan sifatnya ‘yang berbeda’, maka Fikih Lintas Agama itu pun berbeda dengan fikih hasil ijtihad para ulama. Di antara perbedaannya bisa disimplifikasikan/ disederhanakan sebagai berikut:

1.Dibiayai oleh lembaga orang kafir dan duit lembaga pendana itu dari orang kafir.

2.Ditulis oleh orang-orang yang latar belakang keilmuannya bukan ilmu fikih, namun rata-rata menggeluti filsafat atau perbandingan agama, atau tasawuf, atau ilmu kalam (bukan ilmu Tauhid). Kalau toh tadinya belajar ilmu fikih di Fakultas Syari’ah seperti Masdar F Mas’udi (salah satu dari 9 orang tim Penulis FLA Paramadina) pada perjalanan terkininya bukan lagi menekuni studi jurusan Fikih tetapi filsafat.

3.Cara ber-istidlal (mengambil dalil untuk menyimpulkan hukum) tidak ada konsistensi, sehingga antagonistis, bertabrakan satu sama lain.

4.Tidak jujur.

5.Memperlakukan ayat-ayat Al-Qur’an semau mereka.

6.Pendapat yang sangat lemah pun dijadikan hujjah, lalu disimpulkan satu ketentuan, dan ketentuan yang berdasarkan pendapat sangat lemah itu kemudian untuk menghukumi secara keseluruhan. Akibatnya, hukum dibalik-balik, yang haram jadi halal.

7.Pembolak-balikan itu untuk mempropagandakan “aqidah dan Fikih yang berbeda”.

Sekarang kita lihat beberapa kebodohan antek-antek JIL (Jaringan Iblis Laknatullah) lainnya, namun entah terlanjur gengsi atau iming-iming dollar dan kepopuleran dunia sehingga mereka menggadaikan akidah.

Coba tengok Gambar atau Ocehan mereka (JIL) di Twitland :

Turut berduka cita atas matinya akal orang ini...
kayaknya beliau merasa nyesel belajar agama ... salah alamat sih belajarnya
Maunya condong ke mana? lsrael? Buka mata dan nurani, lsrael tiap hari merampas tanah penduduk desa palestina
mungkin Islam yg difahami dan dianggap benar oleh Guntur adalah Islam oplosan...oplosan duit ASIa foundation

Melanjutkan tweet "bego"-nya, Luthfi Assyaukanie memperlihatkan watak sekularisnya yang serba hipokrit, sehingga keimanan pun dipandang secara parsial dan temporal.
Sekularisme tidak disembunyikan lagi. Anti agama 24 karat!
Inilah ciri khas kaum liberalis, selalu menggarisbawahi masalah-masalah yang tidak relevan.
Yang dibicarakan hanya seputar batik dan kopiah, pakaian Arab dan pakaian Indonesia.
Parahnya lagi, ayahanda HAMKA disebut-sebut sebagai orang Arab,

padahal Syaikh Abdul Karim Amrullah itu asli keturunan Minang.
Tentu saja, kita pun paham bahwa perbuatan 'rusak' di lingkungan yang 'rusak berat' tidak akan lagi dianggap abnormal. Itulah sebabnya di tengah-tengah kejahiliyahan, orang-orang yang berpegang teguh pada Islam akan dianggap sebagai 'ghurabaa', yaitu mereka yang terasingkan.
Ciuman adalah sedekah. Ini premis utamanya.
Syukron telah bertindak cukup akurat dengan membedakan antara ciuman dengan zina. Akan tetapi ia memberi kesan seolah-olah syariah tidak sejalan dengan fiqih.

Ketika Agama Menjadi Jahat (JIL)
Bertujuan pada konsep spiritual bias (Keatheisan)

Bahaya laten liberalisasi, sasaran, target, konsep, dan strategi sampah JIL, bahaya untuk semua agama!
 


JIL Mengganyang Islam

Salah satu musuh yang kini tengah dihadapi ummat Islam adalah ajaran sesat yang dibawa oleh Jaringan Islam Liberal/JIL. Sehingga kerancuan yang mereka tebarkan perlu dibantah, apalagi orang-orang yang membawa pemikiran sesat ini adalah tokoh-tokoh yang digelari cendekiawan, kyai dan intelektual. Sebenarnya pernyataan mereka terlalu menyakitkan untuk ditulis dan disebarluaskan, namun demi tegaknya kebenaran maka dalam kesempatan ini akan kami bawakan beberapa contoh kesesatan pemikiran mereka yang dengannya pembaca akan mengetahui betapa rusaknya akidah Islam Liberal ini.

Orang JIL Tidak Paham Tauhid

Nurcholis Majid menafsirkan Laa ilaaha illAllah dengan arti tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar). Padahal Rasulullah, para sahabat dan para ulama dari zaman ke zaman meyakini bahwa makna Laa ilaaha ilAllah adalah tiada sesembahan yang benar kecuali Allah. Dalilnya adalah firman Allah, "Demikian itulah kuasa Allah Dialah sesembahan yang haq adapun sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Allah adalah (sesembahan) yang batil." (Al Hajj 22:62). Nah satu contoh ini sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa ajaran JIL adalah sesat karena menyimpang dari petunjuk Rasulullah dan para sahabat. Walaupun dalam mempromosikan kesesatannya mereka menggunakan label Islam, tapi sesungguhnya Islam cuci tangan dari apa yang mereka katakan.

Orang JIL Tidak Paham Kebenaran

Ulil Abshar mengatakan bahwa semua agama sama, semuanya menuju jalan kebenaran, jadi Islam bukan yang paling benar katanya. Padahal Al Qur'an dan As Sunnah menegaskan bahwa Islamlah satu-satunya agama yang benar, yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam" (QS Ali Imran 3:19). Nabi juga bersabda, "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah ada seorang pun yang mendengar kenabianku, baik Yahudi maupun Nashrani kemudian mati dalam keadaan tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa kecuali pastilah dia termasuk di antara para penghuni neraka" (HR. Muslim). Kalau Allah dan Rasul-Nya sudah menyatakan demikian, maka anda pun bisa menjawab apakah yang dikatakan Ulil ini kebenaran ataukah bukan?.

Orang JIL Tidak Paham Islam

Para tokoh JIL menafsirkan Islam hanya sebagai sikap pasrah kepada Tuhan. Maksud mereka siapapun dia apapun agamanya selama dia pasrah kepada Tuhan maka dia adalah orang Islam. Allahu Akbar! Ini adalah jahil murokkab (bodoh kuadrat), sudah salah, merasa sok tahu lagi. Cobalah kita simak jawaban Nabi ketika Jibril bertanya tentang Islam. Beliau menjawab, "Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji ke baitullah jika engkau sanggup mengadakan perjalanan ke sana" (HR. Muslim). Siapakah yang lebih tahu tentang Islam; Nabi ataukah orang-orang JIL ?



Ini dia Musdah Muliah, tokoh yang sudah menghalalkan homo seks

Pernyataan Bodoh Musdah Muliah (Tokoh JIL). Ini dia Musdah Muliah, tokoh yang sudah menghalalkan homo seks. Ini adalah rekaman dari acara "Mata Najwa" di Metro TV 21 April 2010. Disini Prof Dr Siti Musdah Mulia, MA mengeluarkan pernyataan yang kontroversial, sampai-sampai Najwa Shihab pun sempet bengong dibuatnya. Detail lebih lanjutnya silahkan disaksikan sendiri.





Pergerakan berdasarkan Filosofi barat, bukan islam, apalagi Quran dan Sunnah. Nafsu dunia, berpijak pada kekuasaan, dan sekarang terealisasi dengan partai besar yang mengayomi pemimpin kita, BAHAYA bukan?

Orang JIL Menghina Syari'at Islam


Ulil Abshar mengatakan bahwa larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam sudah tidak relevan lagi. Padahal Allah Ta'ala telah berfirman, "Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah ridha Islam menjadi agama kalian" (QS Al Ma'idah 5:3). Kalau Allah Yang Maha Tahu sudah menyatakan bahwa Islam sudah sempurna sedangkan Ulil mengatakan bahwa ada aturan Islam yang tidak relevan - tidak cocok dengan perkembangan zaman - maka kita justeru bertanya kepadanya : Siapakah yang lebih tahu, kamu ataukah Allah?!.

Orang Tidak Tahu Kok Diikuti ?

Demikianlah beberapa contoh kesesatan pemikiran JIL. Kita telah melihat bersama betapa bodohnya pemikiran semacam ini. Kalaulah makna tauhid, makna Islam adalah sebagaimana yang dikatakan oleh mereka (JIL) niscaya Abu Jahal, Abu Lahab dan orang-orang kafir Quraisy yang dimusuhi Nabi menjadi orang yang pertama-tama masuk Islam. Karena mereka meyakini bahwasanya Allah-lah pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan, yang mampu menyelamatkan mereka ketika tertimpa bencana, sehingga ketika mereka diombang-ambingkan oleh ombak lautan mereka mengikhlashkan do'a hanya kepada Allah, memasrahkan urusan mereka kepada-Nya.

Namun dengan keyakinan semacam ini mereka tetap saja menolak ajakan Nabi untuk mengucapkan Laa ilaaha illAllah. Bahkan mereka memerangi Rasulullah, menyiksa para sahabat dan membunuh sebagian di antara mereka dengan cara yang amat keji. Inilah bukti bahwa orang-orang JIL benar-benar tidak paham Al Qur'an, tidak paham As Sunnah, bahkan tidak paham sejarah !!.

#IndonesiaTanpaJIL

Islam Liberal 101

"Islam Liberal 101" bukan sekedar buku yang menguraikan fenomena Islam liberal di Indonesia dan mengungkapkan penyimpangan-penyimpangannya, namun juga membantu para pembacanya untuk berperan aktif dalam menggalang perlawanan terhadap Islam liberal. Buku ini mengulas secara seksama sejarah ghazwul fikriy (perang pemikiran) dari kedalaman al-Qur'an dan sejarah Islam, kemudian menjelaskan sejarah lah...irnya sekularisme dan infiltrasinya ke tengah-tengah umat Islam Indonesia. Akan tetapi, 'sajian utama' dari buku ini adalah penelaahan secara terperinci modus operandi dan retorika-retorika yang biasa digunakan oleh kalangan Islam liberal, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahaminya, mendeteksinya di kemudian hari, dan secara praktis membantahnya.

"Buku Islam Liberal 101 karya saudara Akmal Sjafril, ST., M.Pd.I. adalah buku yang patut dibaca oleh para cendekiawan, para pemikir, bahkan juga para mahasiswa Muslim yang ingin mendalami betapa lemahnya argumentasi-argumentasi yang dikemukakan kaum Islam liberal. Pemikiran-pemikiran mereka sesungguhnya sangat tidak logis dan juga sangat lemah; hanya hawa nafsu untuk mengacaukan pemikiran umat Islam. Sayangnya mereka tidak pede untuk tidak memakai nama Islam. Inilah yang paradoksal dan antagonistik dalam sikap mereka. Mudah-mudahan kaum Muslimin semakin memiliki pertahanan diri sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pikiran-pikiran yang merusak. Selamat membaca." (Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., Direktur Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun, Bogor)


penulis " Yang membaca buku "Islam Liberal 101" cetakan ketiga pasti sudah membaca Kata Penutup yang ditulis oleh Pak Taufiq Ismail. Awalnya saya pede saja mengirimkan buku saya (cetakan kedua) kepada beliau dan mengabari via SMS, memohon agar beliau mau menuliskan Kata Pengantar untuk cetakan ketiga. Namun setelah membaca Kata Pengantar dari Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, beliau merasa tak perlu lagi menuliskan kata pengantar. Oleh karena itu, saya pun mendapatkan Kata Penutup. Waktu itu hanya beberapa hari sebelum beliau berangkat Umrah.

Dukungan dan kepedulian beliau terhadap gerakan anti Islam liberal sangat besar. Beliau sangat senang mendengar buku "Islam Liberal 101" telah diterima masyarakat luas dan bermanfaat bagi orang banyak. Ketika beliau mengundang saya ke kediamanya, saya pun tidak perlu pikir dua kali.

Tgl 15/01/12 saya menyerahkan 2 eks. buku "Islam Liberal 101" untuk didokumentasikan di Rumah Puisi yang digagas oleh Pak Taufiq dan istrinya. Alhamdulillaah, saya pun dibekali beberapa buku sebelum pulang. Nantikan kerja apik kami ke depannya dalam melawan Islam liberal, insya Allah!"


Artis senior, Henidar Amroe, tertangkap kamera sedang membaca buku "Islam Liberal 101"

"Islam Liberal 101" goes to Singapore! Bpk. Djamal Tukimin (kanan), peraih penghargaan sastrawan negara Singapore dan Bpk. Abdussalam Sulthan, Presiden Muhammadiyah Singapore (kiri), menyempatkan diri berkunjung ke Toko Buku Media Dakwah dan membeli buku "Islam Liberal 101".

Kelemahan Jaringan Liberal

Dalam QS.4. An-Nisaa’ : 76, Allah SWT menyatakan dalam firman-Nya yang artinya : “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang Kafir berperang di jalan Thoghut, maka perangilah para pengikut syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah.” Ini adalah info ilahi yang luar biasa, yang menguak tabir rahasia kekuatan Iblis dan bala tentara syetannya.

Berdasarkan ayat tersebut, ternyata visi misi Iblis dengan semua target, strategi, tak-tik dan programnya beserta segala kekuatan ekonomi, sosial, politik, teknologi, komunikasi, informasi hingga militernya, berikut segenap kecanggihannya di seluruh dunia, adalah LEMAH. Bahkan Iblis sendiri mengaku bahwasanya ia takkan mampu mengalahkan dan menguasai hamba-hamba Allah SWT yang ikhlash dalam beriman dan beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS.15. Al-Hijr : 40.

Karenanya, Allah SWT mewasiatkan kepada orang yang beriman dalam QS.4. An-Nisaa’ : 104 yang artinya : “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana kamu menderitanya. Sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Dengan ayat ini, ada berita besar berharga bahwasanya musuh Islam ternyata tidak sebesar dan sekuat serta sehebat yang dibayangkan sementara orang. Jika pembela Allah SWT menderita dalam melawan musuh Allah SWT, ternyata pembela Iblis juga menderita dalam melawan musuh Iblis. Jika para pejuang Allah SWT mengeluarkan tenaga, pikiran dan harta yang besar dalam melawan musuh, pusing memikirkan lawan, sibuk membuat strategi, lelah mengayunkan langkah, kurang tidur dan tak ada waktu untuk istirahat, lalu terluka dan terbunuh, maka ternyata para musuh Allah SWT juga akan merasakan hal yang sama. Bahkan penderitaan musuh Allah SWT lebih parah, karena mereka tak ada harapan mendapat rahmat dan ridho Allah SWT, sedang para pejuang Allah SWT dengan segala penderitaannya senantiasa memiliki harapan mendapat rahmat dan ridho Allah SWT.

Dan dengan ayat ini pula, umat Islam mendapat isyarat ilahi bahwasanya jika para pembela Iblis berani menderita, bahkan siap mati untuk meraih ridho Iblis dan masuk Neraka Jahannam, maka para pejuang Allah SWT harus lebih siap menderita, dan lebih siap mati untuk meraih ridho Allah SWT dan masuk ke dalam surga-Nya. Allahu Akbar ! [panjarwala417/Voa-Khilafah.co.cc]

Hasbunallaahu wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maulaa wa Ni’man Nashiir.

Sumber Gambar Dan Referensi Artikel :

http://www.facebook.com/Islam.Liberal.101
http://www.facebook.com/IndonesiaTanpaJIL
http://kabarnet.wordpress.com/2010/10/09/pangeran-islam-awas-musuh-dalam-selimut/
http://kabarnet.wordpress.com/2009/09/20/fakta-fakta-kesesatan-jil-jaringan-islam-liberal/
http://www.facebook.com/media/albums/?id=109985942415383
http://www.akhirzaman.info/menukonspirasi/konspirasi-islam/1972-membongkar-borok-kesesatan-jil-dan-ahmadiyah.html
http://www.akhirzaman.info/nasional/ipoleksosbud/1302-mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.html
http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm 

Beredar Video Artis Fauzi Baadilla Menolak JIL. #IndonesiaTanpaJIL

Voa-Khilafah.co.cc - Penolakan masyarakat terhadap keberadaan Jaringan Islam Liberal (JIL) yang meresahkan semakin meluas. Setelah sebelumnya muncul polling di Facebook, kini muncul sebuah video yang memuat seorang pemain film dan sinetron serta model iklan dan model video klip Indonesia, Fauzi Baadilla. Fauzi mengatakan “Indonesia Tanpa JIL” dalam video ini.

Fauzi Baadilla adalah seorang artis yang pernah bermain di film layar lebar Mengejar Matahari, 9 Naga (2006), Tentang Dia (2005), Rindu Kami Padamu (2004), Coklat Stroberi (2007), The Sexy City (2010), Lost in Papua (2011), dsb. Selain itu juga pernah bermain di beberapa sinetron antara lain Keajaiban Cinta dan Dunia Tanpa Koma.




Video yang berdurasi 32 detik tersebut diunggah dalam sebuah Fans Page Facebook dengan nama #IndonesiaTanpaJIL dan diberi judul “Fauzi Baadila for #IndonesiaTanpaJIL !“. Video diawali dengan kemunculan Fauzi Baadila yang mengucapkan “Indonesia Tanpa JIL” seraya mengacungkan jari telunjuknya. Selanjutnya video yang berlatarbelakang suasana jalanan tersebut memunculkan tulisan “Karena Indonesia Lebih Asik Tanpa JIL (Jaringan Islam Liberal)”, dan ditutup dengan tulisan #IndonesiaTanpaJIL serta logo Twitter dan Facebook.

Dalam keterangan video tersebut tertulis:

Meski mengakui dirinya masih ‘begajulan’, Fauzi memiliki komitmen yang kuat dalam membela Islam dan melawan pemikiran liberal, terutama melalui aktivitasnya di Twitter. Kontribusi dan semangatnya luar biasa, dan kerendahhatiannya pun perlu dicontoh oleh semua orang.

Fauzi Baadila berani bersuara, kamu ?

Hingga berita ini diturunkan, belum jelas siapa yang mengunggah video tersebut dan siapa yang membuat Fans Page Facebook tersebut. (hdn/dakwatuna/voa-khilafah.co.cc)

Ingin #IndonesiaTanpaJIL kawan? maka #IndonesiaTanpaDemokrasiKapitalisme dan #IndonesiaButuhKhilafah ... Karena Indonesia lebih asik dengan penerapan syari'ahNya secara kaaffah dalam naungan Khilafah yang mampu membuat rakyatnya hidup damai, adil dan sejahtera.

http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=277391575667787&id=123885537649114
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL