Tampilkan postingan dengan label DENSUS 88. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DENSUS 88. Tampilkan semua postingan

MUI: Sudah Waktunya Densus 88 Dibubarkan

MUI: Sudah Waktunya Densus 88 Dibubarkan

Aksi Detasemen Khusus 88 (Densus 88) mendobrak pintu Pesantren Tahfizhul Qur'an al Mukmin, Malang dan membuat histeris santri yang sedang menghafal membuat ulama prihatin.


VOA-KHILAFAH.COM - “Tindakan Densus 88 sudah di luar batas prikemanusiaan. Apalagi sampai menodongkan senjata kepada anak-anak usia muda seperti itu,” papar Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain, Senin (30/3).

Alasan penyerbuan karena pesantren tersebut milik Helmi Alamudi, salah satu tersangka ISIS, menurutnya,  tak bisa dijadikan pembenaran bertindak arogan.

Menurut Tengku, ada cara-cara yang lebih elegan dan sesuai prosedur penyidikan ketimbang melakukan aksi sensasional.

“Oknum-oknum di tubuh Densus 88 sudah lama disinyalir sangat anti pada Islam dan umat Islam. Sudah waktunya Densus 88 dibubarkan,” tegasnya.[tribunislam/voa-khilafah.com

Sumber : republika.co.id
Terungkap, Densus 88 Tembak Mati 13 Warga Poso Meski Tidak Bersalah

Terungkap, Densus 88 Tembak Mati 13 Warga Poso Meski Tidak Bersalah


Voa-Khilafah.tk - Hasil Investigasi Komnas HAM atas tindak kekerasan Densus 88 di Poso mulai mengagetkan publik. Peristiwa Tanah Runtuh pada 22 Januari 2007 itu memunculkan fakta baru bahwa Densus 88 ternyata telah membunuh 13 nyawa yang jauh dari target. Siane Indriani, mengungkapkan ke-13 orang tersebut bukanlah DPO yang selama ini dicari oleh Densus 88.
Mereka di antaranya adalah; Firman, Nurgam alias Om Gam, Idrus, Totok, Yusuf, Muh. Syafri alias Andrias, Afrianto alias Mumin, Hiban, Huma, Sudarsono, dan Ridwan Wahab alias Gunawan.
Komnas HAM mendapatkan fakta bahwa sebagian korban sebenarnya masih bernyawa dan memungkinkan bisa diselamatkan. Densus 88 dianggap telah membiarkan nyawa manusia melayang begitu saja atas penyalahgunaan wewenang yang telah mereka lakukan.
“Bahkan terkesan sengaja dibiarkan hingga akhirnya tewas. Komnas HAM mengecam tindakan kejam yang tidak manusiawi ini, yang sengaja dilakukan justru oleh aparat Kepolisian. Apalagi diperoleh fakta sebagain besar korban tewas dalam kondisi jenazah yang sangat mengenaskan,” kata Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Penanganan Tindak Pidana Terorisme, Siane Indriani, dalam Konferensi pers, Senin (18/3/2013) di Kantor Komnas HAM, Jakarta.
Atas kejadian ini, Komnas HAM mendesak Kapolri melakukan tindakan Hukum seadil-adilnya terhadap para pelaku, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam peristiwa penyiksaan kepada warga Poso. (arrahmah.com, 19/3)


PKS Kaget Ada Korban Tembak Mati Densus Belum Dikembalikan Selama 1,5 Bulan

PKS Kaget Ada Korban Tembak Mati Densus Belum Dikembalikan Selama 1,5 Bulan


Voa-Khilafah.tk - ANGGOTA Komisi III Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Indra, mengaku terkejut dengan data masih ada jenazah penembakan Densus yang belum dikembalikan selama 1,5 bulan.
“Saya sangat terperanjat dengan data ini. Ini pelanggaran HAM berat,” katanya saat melakukan Audiensi dengan Hizbut Tahrir Indonesia, Selasa (19/2/2013).
Jenazah yang ditembak Densus sejak 4/1/2013 itu bernama Sirajudin.
Dia ditembak Densus di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Dan kini masih bersemayam di Rumah Sakit Polri, Jakarta.
Indra menyerukan kepada Fraksi lainnya agar segera membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait kinerja Densus.
“Karena jika hanya memanggil Kapolri, tidak ada perubahan terhadap Densus,” tegasnya.
Ia pun juga meminta agar Komisi III melakukan kunjungan langsung ke Bima dan Poso. (islampos.com, 19/2)

Subhanallah, Jenazah Almarhum Ahmad Kholil Berkeringat

Subhanallah, Jenazah Almarhum Ahmad Kholil Berkeringat


CIAMIS (voa-khilafah.tk) - Setelah lebih dari 3 minggu jenazah Eri Riyanto alias Ahmad Kholil alias Abu Kholid, korban penembakan Densus 88 di teras Masjid Nur Al-Afiah, RS. Wahidin Sudirohusodo, dipulangkan ke kampung halamannya di Ciamis untuk dimakamkan pada Rabu (30/1/2013).

Abdullah, yang turut mengurus kepulangan jenazah Ahmad Kholil menyampaikan bahwa jenazah baru bisa dikembalikan kepada pihak keluarga setelah melalui perjuangan panjang.
Istri dan anak-anak almarhum Ahmad Kholil pun harus tinggal di Jakarta berhari-hari demi mengurus pemulangan jenazah.  

Akhirnya keputusan bahwa jenazah bisa dipulangkan dan dimakamkan pihak keluarga diterima. Hingga pada Selasa (29/1/2013), jenazah Ahmad Kholil keluar RS. Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur dan diberangkatkan menuju rumah orang tua almarhum di Dusun Pangolahan RT. 10 RW. 05 Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
“Jenazah dimandikan dan mulai diberangkatkan dari RS. Polri Kramat Jati ba’da maghrib lalu tiba di Ciamis sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Karena waktu sudah malam, keluarga sepakat memakamkannya besok pagi sekitar pukur 08.00 WIB dan selesai pukul 09.30 WIB,” kata Abdullah kepada voa-islam.com, Kamis (31/1/2013).

Abdullah yang mengiringi jenazah hingga ke rumah orang tua almarhum Ahmad Kholil menuturkan bahwa pihak keluarga amat tabah dan bangga menerima kedatangan jenazah.
“Keluarga sangat tabah, meskipun tentunya mereka bersedih. Dari mulai ibunya, istri dan keluarga lainnya, bahkan mereka bangga,” ungkapnya.
Sementara, masyarakat Desa Karangmulya sendiri justru menyambutnya dengan baik, hal ini jelas membantah prasangka kepolisian selama ini yang mengkhawatirkan adanya penolakan terhadap pemakaman almarhum Ahmad Kholil.

“Sambutan dari masyarakat luar biasa, kampung yang awalnya sepi itu menjadi ramai dengan gemuruh takbir dari mulai diberangkatkan dari rumah hingga dimakamkan. Jadi kenyataan ini membantah sama sekali adanya isu penolakan yang dikhawatairkan pihak kepolisian,” ucapnya.
Abdullah yang sempat menyaksikan dan mengabadikan jenazah korban juga menyampaikan kondisi jenazah almarhum Ahmad Kholil, dimana banyak ditemukan lubang bekas luka tembak yang menyebabkannya wafat.

“Jenazah terdapat bekas jahitan dari leher hingga ke pusar. Lalu yang kelihatan ada 2 lubang bekas luka tembak dari arah kiri bagian pinggang tembus agak serong ke atas pinggang sebelah kanan. 1 lubang di punggung kanan dekat belikat. 1 lubang di betis kanan. Itu saja yang saya ingat,” tuturnya.
Selain itu, ia bersama kaum muslimin yang menyertai pemakaman Ahmad Kholil, menyaksikan tanda-tanda syahid (insya Allah) pada jenazah. Sekaligus, ia juga membantah mereka yang meragukan tanda-tanda syahid tersebut.

“Jelas sekali bahwa jenazah berkeringat. Ada diantara orang-orang yang menyangsikan bahwa itu bekas pendingin. Namun, faktanya jenazah itu sudah terlebih dahulu dimandikan dan diguyur air. Lalu dari sejak dimandikan dibawa ke kampung halaman dari Jakarta ke Ciamis kan lebih dari dari empat jam dan baru dikuburkan besok pagi,” jelasnya.
Untuk diketahui, Ahmad Kholil ditembak Densus 88 di teras masjid Nur Al-Afiah RS. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulsel, sekitar pukul 10.00 WIB menjelang shalat Jum’at (4/1/2013).
Menurut kesaksian Endang, istri korban suaminya pergi ke rumah sakit hendak menjenguk temannya yang sakit sekitar pukul 08.30 WIB.
Endang juga membantah pernyataan kepolisian bahwa suaminya membawa senjata api dan melakukan perlawanan. Sebab menurut Endang, tidak mungkin suaminya membawa senjata api sebab ia hanya ingin membesuk temannya yang sakit dan saat itu hanya membawa kue untuk dagangan sehari-hari. Selain itu Ahmad Kholil juga tinggal menetap dan tak pernah pergi ke Poso untuk mengikuti pelatihan militer.
Kepergian Ahmad Kholil yang begitu tragis diberondong tembakan oleh Densus 88, membuat sang istri terpukul, sebab Kholil adalah kepala keluarga, apalagi sang istri kini tengah mengandung anak kelima. Almarhum Ahmad Kholil meninggalkan seorang istri dan empat orang anak; Kholid, Ayash, Najwa dan Faruq yang kini menjadi yatim. Namun demikian, Endang tetap tegar, sebab keinginan dan cita-cita sang suami untuk syahid di jalan Allah akhirnya terwujud. [Voa-Islam/Voa-Khilafah.tk]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL