Tampilkan postingan dengan label DOA DAN DZIKIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOA DAN DZIKIR. Tampilkan semua postingan
Doa dan Muhasabah

Doa dan Muhasabah



Istighfar


Ya Allah,
engkau beri kami mata, tapi kami ser ing gunakan untuk melihat yang tidak pantas kami lihat;
kami tidak menggunakannya untuk membaca ayat-ayat-Mu
engkau beri kami telinga, tapi kami sering gunakan untuk mendengar kata sia-sia;
kami tidak menggunakannya untuk mendengar nasehat
engkau beri kami lidah, tapi kami sering gunakan untuk berbohong dan menggunjing;
kami tidak menggunakannya untuk berdakwah, saling menasehati dalam kebenaran
engkau beri kami tangan, tapi kami sering gunakan untuk menzalimi orang dan menzalimi kami sendiri;
kami tidak menggunakannya untuk menyingkirkan kemungkaran
engkau beri kami kaki, tapi kami sering gunakan untuk melangkah menuju tempat maksiat;
kami tidak menggunakannya untuk pergi berjihad
engkau beri kami akal, tapi akal itu jarang kami gunakan untuk memikirkan bagaimana berhukum dengan syari'atmu, akal kami yang liar justru sering memakainya untuk memikirkan hal-hal yang kotor dan licik
Ya Allah, andaikata engkau cabut itu semua?
Kalau engkau cabut mata ini, bagaimana kami bisa melihat indahnya dunia?
Kalau engkau cabut telinga ini, tentu bagi kami dunia ini akan sunyi tanpa nada dan irama?
Kalau engkau cabut lidah ini, tentu kami tak sanggup teriak minta tolong di kala ada marabahaya.

Kalau engkau cabut tangan kami, bagaimana akan menangkis serangan yang menghujam dada

Kalau engkau cabut kaki kami, kemana kami akan berlari ketika bencana melanda
Dan kalau engkau cabut akal kami, kami tak tahu apakah kami ini binatang atau manusia

Ya Allah
Engkau beri kami usia hingga setua ini, tapi kami sering lalai hingga usia itu berlalu percuma
Nafas demi nafas engkau berikan, tapi tidak menjadi amal apapun jua
Sehat lebih menyertai hari-hari kami, tapi tidak membuat kami ringan untuk berjihad
Cahaya mataharimu menerangi kami setiap hari, tapi kami justru mencari kegelapan
Bumi yang kau sediakan untuk berpijak, sering kami injak-injak dengan penuh kesombongan
Langit yang kau ciptakan sebagai atap, jarang mengingatkan kami kepada keagunganMu, padahal kami tidak pernah akan sanggup mengungkap rahasianya
Ya Allah, kami sungguh ngeri
bila detik-demi-detik yang telah Kau berikan, di akherat nanti menuntut mengapa dia kami sia-siakan
bila setiap molekul oksigen-Mu yang pernah kami hirup dengan cuma-cuma,
di hari kiamat nanti menuntut kami mengapa dia kami gunakan untuk maksiat kepada-Mu ya Allah
bila kesehatan kami akan meringankan timbangan amal kami,
karena selama kami di dunia kami anggap ringan sehat pemberian-Mu ini ya Allah
bila cahaya matahari-Mu membakar kami di padang mahsyar,
karena cahayanya yang ramah setiap pagi tidak menjadikan- kami mengingat kasih sayang-Mu
bila bumi yang perkasa menghimpit kami di alam kubur,
karena selama di dunia kami dengan congkak berjalan di punggungnya
bila langit yang agung menimpa kami di hari kiamat,
karena kami lupa keangungan penciptanya.
Ya Allah
Orang tua sangat menyayangi kami, tapi kami hampir tak pernah membalas budi mereka
Saudara dan kerabat menjaga kami  sejak kecil, tapi kami lama tidak bertutur sapa dengan mereka
Tetangga menjaga rumah kami kalau kami pergi, tapi kami jarang peduli dengan kesulitan mereka
Teman sejawat selalu membantu, tapi kami hanya ingat padanya ketika kami butuh lagi pertolongan mereka
Pasangan hidup mendampingi kami di kala suka dan duka, tapi kami sering berkhayal pada orang selain dia
Anak-anak kami adalah harapan kami kelak,
tapi kami tidak memperkenalkan mereka pada Tuhan dan Rasul Teladan mereka
Ya Allah, Bila engkau cabut nikmat ini,
Andaikata dulu ibu kami mengaborsi kami,
lewat siapa lagi kami harapkan curahan Kasihmu ya Allah?
Andaikata kerabat kami memusuhi kami,
lewat siapa lagi kami harapkan Kau menanggung kami ya Allah?
Andaikata tetangga kami tak lagi peduli pada kami,
lewat siapa lagi kami harapkan Kau jaga rumah dan keluarga kami ya Allah?
Andaikata teman sejawat kami mengucilkan kami,
lewat siapa lagi kami harapkan Kau beri kesempatan kami maju ya Allah?
Andaikata pasangan hidup kami selingkuh di belakang kami,
lewat siapa lagi kami harapkan cinta-Mu ya Allah?
Andaikata anak-anak kami semua durhaka melawan kami,
lewat siapa lagi kami harapkan kebahagiaan dalam hidup kami dariMu ya Allah?
Oh Ya Allah, Ampunilah kami ya Allah,
selama ini kami tak juga mensyukuri nikmat yang begitu besar ini ya Allah.
Ya Allah
Engkau telah beri kami nikmat yang tak terhingga
Engkau mengeluarkan kami dari rahim ibu kami tanpa membawa apa-apa
Namun kini kadang-kadang ada makanan yang lezat terhidang di hadapan kami
ada pakaian yang bagus menghiasi tubuh kami
ada rumah tempat kami berlindung dari hujan dan terik matahari
kami mudah menggunakan kendaraan ke tempat yang kami mau
ada sejumlah uang di dompet atau rekening kami
Dan ada pula sedikit banyak penghormatan yang disematkan orang pada kami
Tapi mengapa kami masih suka mengeluh ya Allah, seakan nikmatMu tiada cukup
Mengapa selama ini kami tak pandai mensyukurinya ya Allah?
Makanan lezat itu tidak membuat tubuh kami makin giat beribadah
Pakaian bagus itu tidak membuat kami tergerak untuk menghias jalan-Mu
Rumah megah itu tidak bercahaya oleh bacaan Qur'an dan Majlis orang-orang shaleh
Kendaraan itu tidak membawa kami ke majlis ilmu maupun ladang-ladang jihad
Uang yang banyak itu belum menjadi manfaat bagi kaum dhuafa atau anak-anak yatim
Apalagi kehormatan ini, orang bertanya siapa yang telah mereguk manfaatnya
Ya Allah
Padahal mudah sekali bagiMu untuk meminta kembali apa yang Engkau titipkan
Kau bisa kirim bakteri, sehingga makanan ini jadi berbahaya bagi manusia
Kau bisa kirim jamur sehingga pakaian ini menjadi kusam dan busuk baunya

Kau bisa kirim api, sehingga rumah ini terbakar sempurna

Kau bisa kirim bencana, sehingga kendaraan itu rusak binasa

Kau bisa kirim banyak masalah, sehingga uang yang banyak itu ludes seketika
Kau bisa buka aib kami pada manusia, sehingga dari kehormatan itu justru malu yang ada
Ya Allah, Engkau begitu menyayangi kami, sungguh kami manusia yang durhaka
Ya Allah
Kau curahkan ilmu kepada kami, tetapi ilmu itu belum banyak kami amalkan dan kami gunakan untuk membawa manusia agar selalu ingat kepada-Mu
Kau mudahkan kami sholat, tetapi sholat itu belum membuat kami mampu mencegah perbuatan yang keji dan mungkar; pula sholat kami jauh dari khusyu'
Kau mudahkan kami puasa, tetapi puasa kami belum membuat kami mencintai orang-orang yang lapar dan dahaga bertahun-tahun lamanya
Kau mudahkan kami shodaqoh, tetapi masih terselip perasaan riya' di dada
Kau mudahkan kami berzikir, tetapi zikir kami sebatas di masjid dan rumah-rumah saja
Sungguh malu kami menghadapMu ya Allah, apalagi memohon sesuatu kepadaMu
Tapi bila tidak kepadaMu, kepada siapa lagi kami harus memohon?
Kabulkanlah permohonan kami yang hina berikut ini ya Allah

Duhai Allah
Jadikanlah mata ini penglihatanMu ya Allah, agar ia hanya melihat hal-hal yang halal dilihatnya
Jadikanlah telinga ini pendengaranMu ya Allah, agar ia hanya mendengar hal-hal yang halal didengarnya
Jadikanlah lidah ini gaung wahyuMu, agar manusia hanya merasakan kedamaian dan cinta dariMu
Jadikanlah tangan ini perpanjangan Kasih SayangMu ya Allah,
Perjalankanlah kaki ini ke tempat-tempat yang Engkau ridha
Dan selimuti akal ini selalu dalam cahaya kebijaksanaanMu – wahai Al-Hakim

Duhai Allah
Jadikanlah agar ilmu yang Kau bagi pada kami, bermanfaat dan menyelamatkan kami di dunia dan di akherat
Jadikanlah agar harta yang Kau titipkan pada kami, selalu barokah bagi manusia, terutama kaum dhuafa
Jadikanlah agar jabatan yang Kau amanahkan pada kami, senantiasa kami gunakan untuk melayani ummat, melindungi yang lemah dan tertindas, dengan menerapkan syari’atMu
Jadikanlah keluarga kami keluarga yang penuh cinta, sakinah-mawaddah wa rahmah
Jadikanlah anak-anak kami anak-anak sholeh, yang doanya akan menerangi kubur-kubur kami
Jadikanlah makanan yang kami makan energi ibadah kami
Jadikanlah pakaian yang kami pakai, manifestasi ketaqwaaan kami

Berilah pada mereka yang kesempitan, hati dan dunia yang lapang
Berilah pada mereka yang sakit, kesembuhan dan sehat yang tidak melenakan
Berilah pada mereka yang miskin, kekayaan yang tidak melalaikan
Berilah pada mereka yang tertindas, kemerdekaan yang tidak memperdayakan
Berilah pada mereka yang sendirian, jodoh-jodoh yang kepadaMu akan saling mendekatkan

Duhai Allah
Berilah hidayah pada para pemimpin kami, agar mereka mengurus dan melayani kami dengan syariatMu yang penuh berkah, dan jadilahkan kami bersatu dalam menerapkan syariatMu ya Allah
Kami rindu dengan Rasulullah, dengan Khulafaur Rasyidin, dengan para Khalifah,
dengan keadilan, kemakmuran dan keberkahan yang diciptakan oleh penerapan SyariahMu,
dengan keberanian Thariq bin Ziyad ketika membakar kapalnya untuk menghapus keraguan pasukannya
dengan kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz sehingga rakyat tak ada lagi yang pantas menerima zakat
dengan kejeniusan Harun ar-Rasyid ketika membangun pusat-pusat ilmu pengetahuan di Baghdad
dengan ketegasan al-Mu’tashim Billah yang menyerbu Romawi untuk membela kehormatan seorang muslimah
dengan kemuliaan jihad Salahuddin al-Ayubi ketika memperlakukan Richard Lion Heart yang terluka
dengan keyakinan Muhammad al-Fatih ketika masuk Konstantinopel untuk memenuhi nubuwah Rasul
dengan ketegasan Sultan Abdul Hamid ketika menolak tawaran-tawaran zionis di Palestina
Berilah kami nikmat sebagaimana Engkau telah beri nikmat kepada mereka ya Allah
Kami yakin bahwa RasulMu benar, Khilafah ala minhajin Nubuwwah akan datang lagi,
Berilah kesempatan kami untuk menyaksikan kebesaranMu itu ya Allah,
dan berilah kami kekuatan dan kesabaran untuk menyumbangkan harta dan jiwa kami dalam perjuangan itu.



ุงู„ู„ู‡ู… ุฅู†ุง ู†ุณุฃู„ูƒ ุฏูˆู„ุฉً ูƒุฑูŠู…ุฉً ุฎู„ุงูุฉً ุฑุดูŠุฏุฉً ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุงุฌ ุงู„ู†ุจูˆุฉ 

ุชُุนِุฒُّ ุจู‡ุง ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆุฃู‡ู„ู‡ ูˆุชُุฐِู„ُّ ุจู‡ุง ุงู„ูƒูุฑ ูˆุฃู‡ู„ู‡
Allahumma inna nas'aluka daulatan kariimatan khilaafatan rasyiidatan 'alaa minhaajin nubuwwah. tu'izzu bihaa al-islaama wa ahlahu wa tudzillu bihaa al-kuffaar wa ahlahu

Amien ya Rabbal Alamien

Nafais Tsamarat: Kelezatan Bagi Ahli Ibadah

Nafais Tsamarat: Kelezatan Bagi Ahli Ibadah

 
Kelezatan bagi ahli ibadah adalah bermunajat. Kelezatan bagi ulama’ adalah berpikir. Kelezatan orang dermawan adalah berbuat baik (dengan memberi). Kelezatan bagi orang yang berbuat baik adalah tetap dalam hidayah-Nya.. Begitulah kehidupan telah mengajariku (Mushtafa as-Shiba’i, Maktab I’lami, 22 Muharram 1433)[] LTS DPP HTI
Doa Menyembelih Hewan Qurban

Doa Menyembelih Hewan Qurban


Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya, serta umatnya yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Setiap orang yang berkurban tentunya berharap ibadahnya tersebut diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di samping memperhatikan jenis hewan kurban, umur dan kondisi hewan kurban yang selamat dari cacat, kita juga harus memperhatikan tatacara penyembelihannya. Di antaranya, memperhatikan bacaan saat menyembelih. Apa dzikir atau doa yang diajarkan oleh syariat saat menyembelih hewan kurban?

Pada ringkasnya, bagi orang yang ingin menyembelih hewan qurban disunnahkan baginya saat akan menyembelih untuk membaca:
ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ  ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ู‡َุฐَุง ู…ِู†ْูƒَ ูˆَู„َูƒَ، ู‡َุฐَุง ุนَู†ِّูŠ
Artinya: (Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku).

Jika ia menyembelihkan hewan qurban milik orang lain, ia membaca:
ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ  ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ู‡َุฐَุง ู…ِู†ْูƒَ ูˆَู„َูƒَ، ู‡َุฐَุง ุนَู†ْ ูُู„َุงู†ٍ
"Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku." Di tambah:
ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุชَู‚َุจَّู„ْ ู…ِู†ْ ูُู„َุงู†ٍ ูˆَุขู„ِ ูُู„َุงู†ٍ
"Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan," (dengan menyebut namanya).

Namun yang wajib dari bacaan ini adalah membaca Basmalah(Bismillah). Jika sudah membacanya, maka sah penyembelihan hewan qurban tersebut walau tidak menambah bacaan selainnya. Adapun kalimat-kalimat sesudahnya hanya anjuran, bukan wajib. Hal ini didasarkan kepada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,
ูَูƒُู„ُูˆุงْ ู…ِู…َّุง ุฐُูƒِุฑَ ุงุณْู…ُ ุงู„ู„ّู‡ِ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฅِู† ูƒُู†ุชُู…ْ ุจِุขูŠَุงุชِู‡ِ ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ
"Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya." (QS. Al-An'am: 118)

ูˆَู„ุงَ ุชَุฃْูƒُู„ُูˆุงْ ู…ِู…َّุง ู„َู…ْ ูŠُุฐْูƒَุฑِ ุงุณْู…ُ ุงู„ู„ّู‡ِ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ู„َูِุณْู‚ٌ
"Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.  Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan." (QS. Al-An'am: 121)

Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata:
ุถَุญَّู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจِูƒَุจْุดَูŠْู†ِ ุฃَู…ْู„َุญَูŠْู†ِ ุฃَู‚ْุฑَู†َูŠْู†ِ ุฐَุจَุญَู‡ُู…َุง ุจِูŠَุฏِู‡ِ ูˆَุณَู…َّู‰ ูˆَูƒَุจَّุฑَ ูˆَูˆَุถَุนَ ุฑِุฌْู„َู‡ُ ุนَู„َู‰ ุตِูَุงุญِู‡ِู…َุง
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkurban dengan ekor domba jantan yang dominasi warna putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangannya sendiri, membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di atas samping lehernya."

Imam Muslim meriwayatkan dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk membawakan satu ekor kibas bertanduk yang hitam kakinya, hitam bagian perutnya, dan hitam di sekitar kedua matanya. Lalu dibawakan kepada beliau untuk beliau sembelih sendiri. Beliau berkata kepada 'Aisyah, "Wahai 'Aisyah, ambilkan sebilah pisau." Kemudian beliau bersabda, "Asahlah pisau itu dengan batu." 'Aisyah pun mengerjakan. Kemudian beliau mengambil pisau dan mengambil kibas tersebut, lalu beliau membaringkannya dan menyembelihnya. Kemudian beliau berucap:
ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุชَู‚َุจَّู„ْ ู…ِู†ْ ู…ُุญَู…َّุฏ ูˆَุขู„ ู…ُุญَู…َّุฏ ูˆَู…ِู†ْ ุฃُู…َّุฉ ู…ُุญَู…َّุฏ
"Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad, serta dari umat Muhammad." Kemudian beliau menyembelihnya.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan tentang maksudnya, yaitu beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil membaca kalimat di atas. (Lihat Syarah Muslim li al-Nawawi dalam keterangan hadits di atas)

Dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dari Jabir bin AbdillahRadhiyallahu 'Anhu berkata: "Aku menyaksikan Shalat Idul Adha di musholla bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamKetika beliau selesai khutbah beliau turun dari mimbar dan dibawakan kepada beliau seekor domba jantan lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyembelihnya sambil mengucapkan:
ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ู‡َุฐَุง ุนَู†ِّูŠ ูˆَุนَู…َّู†ْ ู„َู…ْ ูŠُุถَุญِّ ู…ِู†ْ ุฃُู…َّุชِูŠ
"Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ini dariku dan dari setiap orang yang tidak berkurban dari umatku." (Dishahihkan oleh-Al-albani rahimahullah dalam Shahih al-Tirmidzi)
Terdapat tambahan dalam sebagian riwayat,
ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّ ู‡َุฐَุง ู…ِู†ْูƒَ ูˆَู„َูƒَ
"Ya Allah, sesungguhnya ini dari-Mu dan untuk-Mu." (Lihat: Irwa' al-Ghalil, no. 1138 dan 1152)
Maksud, Allahumma Minka (Ya Allah, sesungguhnya ini dari-Mu): hewan kurban ini adalah rizki pemberian-Mu yang sampai kepadaku dari Engkau. Sedangkan Wa Laka (dan untuk-Mu) adalah ikhlas untuk-Mu.(Lihat: al-Syarah al-Mumti': 7/492). Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]
  • Sumber: Website AL-ISLAMU; SUAL WA JAWAB yang beralamat: www.islamqa.com, dengan judul (terjemahannya: "Apa yang Dibaca Saat Menyembelih Hewan Qurban?".
Amal-amal Utama di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Amal-amal Utama di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah



Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberi kesempatan kepada kita untuk beribadah dan taat kepada-Nya. Shalawat dan salam semogat terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Berdasarkan catatan kalender yang beredar, Hari ini, Jum'at 28 Oktober 2011 Miladiyah, kita sudah berada pada tanggal 1 Dzulhijjah 1432 Hijriyah. Artinya keutamaan-keutamaan sepuluh hari pertama sudah mulai berlaku sejak kemarin petang hingga ujung tanggal 10 Dzulhijjah. [baca: Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah]

Sesunguhnya mendapati sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini merupakan nikmat yang agung dari Allah untuk hamba-Nya. Karena dia mendapatkan musim ketaatan yang membantunya untuk mendapatkan pahala dan ampunan. Karenanya bagi seorang muslim hendaknya menyadari nikmat ini dan mensyukurinya. Caranya, bersungguh-sungguh dalam menjalankan ketaatan dan memperbanyaknya daripada hari-hari sebelumnya. Seperti inilah ihwal para salaf dalam memanfaatkan sepuluh hari pertama Dzilhijjah.

Abu Utsman al-Nahdi rahimahullaah berkata, “Mereka (para salaf) mengagungkan tiga sepuluh hari: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah, dan sepuluh hari pertama dari bulan Muharram.” (Lathaif al-Ma’arif: 39)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma, Nabishallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
ู…َุง ู…ِู†ْ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ุงู„ْุนَู…َู„ُ ุงู„ุตَّุงู„ِุญُ ูِูŠู‡َุง ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃَูŠَّุงู…ِ ูŠَุนْู†ِูŠ ุฃَูŠَّุงู…َ ุงู„ْุนَุดْุฑِ ู‚َุงู„ُูˆุง ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ุงู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‚َุงู„َ ูˆَู„َุง ุงู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู„َّุง ุฑَุฌُู„ٌ ุฎَุฑَุฌَ ุจِู†َูْุณِู‡ِ ูˆَู…َุงู„ِู‡ِ ูَู„َู…ْ ูŠَุฑْุฌِุนْ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ ุจِุดَูŠْุกٍ
"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Al-Bukhari, Abu Daud,  Ibnu Majah, al-Tirmidzi dan lainnya).

Hadits di atas menunjukkan bahwa amal shalih pada hari-hari ini lebih dicintai oleh Allah daripada dilaksanakan pada selainnya. Hal ini juga menunjukkan keutamaan amal shalih di dalamnya dan pahalanya yang besar. Seluruh amal shalih dilipatgandakan pahalanya tanpa terkecuali.

Dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada satu amalan yang lebih mulia di sisi Allah 'Azza wa Jalla dan lebih besar pahalanya daripada kebaikan yang dilakukan pada sepuluh Adha (dalam satu riwayat; Dzulhijjah).” Dikatakan, “Tidak pula jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Al-Darimi dengan isnad yang hasan dan disebutkan oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 3/398)
. . . mendapati sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini merupakan nikmat yang agung dari Allah, Karena ia mendapatkan musim ketaatan yang membantunya untuk mendapatkan pahala dan ampunan . . .
Di antara amal-amal ibadah dan ketaatan utama yang disyariatkan pada sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah ini adalah:

1. Melaksanakan haji dan umrah
Berhaji dan umrah di Baitullah al-Haram merupakan amal ibadah paling utama pada hari-hari ini. Maka siapa yang diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakannya sesuai dengan ketentuan syariat, maka dia mendapatkan janji –Insya Allah-  dari sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam,

ุงู„ْุนُู…ْุฑَุฉُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุนُู…ْุฑَุฉِ ูƒَูَّุงุฑَุฉٌ ู„ِู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ูˆَุงู„ْุญَุฌُّ ุงู„ْู…َุจْุฑُูˆุฑُ ู„َูŠْุณَ ู„َู‡ُ ุฌَุฒَุงุกٌ ุฅِู„َّุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉُ
Umrah satu kepada umrah lainnya merupakan kafarah bagi dosa di antara keduanya. Sedangkan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sebagiannya, khususnya pada hari ‘Arafah
Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sangat menganjurkan untuk beramal shalih pada sepuluh hari ini, dan puasa salah satu dari amal-amal shalih tersebut. Terlebih lagi, Allah Ta’ala telah memilih puasa untuk diri-Nya sebagaimana terdapat dalam hadits Qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

ูƒُู„ُّ ุนَู…َู„ِ ุงุจْู†ِ ุขุฏَู…َ ู„َู‡ُ ุฅِู„َّุง ุงู„ุตَّูˆْู…َ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู„ِูŠ ูˆَุฃَู†َุง ุฃَุฌْุฒِูŠ ุจِู‡ِ
Semua amal anak Adam untuk dirinya kecuali puasa, sungguh puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. al-Bukhari no. 1805)
Khususnya berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah, karena NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam senantiasa mengerjakannya. Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabishallallaahu 'alaihi wasallam berkata:

ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุตُูˆู…ُ ุชِุณْุนًุง ู…ِู†ْ ุฐِูŠ ุงู„ْุญِุฌَّุฉِ ูˆَูŠَูˆْู…َ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ ูˆَุซَู„َุงุซَุฉَ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَู‡ْุฑٍ ุฃَูˆَّู„َ ุงุซْู†َูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุงู„ุดَّู‡ْุฑِ ูˆَุฎَู…ِูŠุณَูŠْู†ِ
Adalah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam melaksanakan puasa 9 Dzulhijjah, hari ‘Asyura, dan tiga hari setiap bulan serta senin pertama dari setiap bulan dan dua hari Kamis.” (HR. Al-Nasai dan Abu Dawud. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Shahih Abi Dawud: 2/462)
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah, dari Nabishallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

ุตِูŠَุงู…ُ ูŠَูˆْู…ِ ุนَุฑَูَุฉَ ุฃَุญْุชَุณِุจُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠُูƒَูِّุฑَ ุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِูŠ ู‚َุจْู„َู‡ُ ูˆَุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِูŠ ุจَุนْุฏَู‡ُ
Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah akan menghapuskan (dosa) setahun yang telah lalu dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

3.  Bertakbir dan berdzikir pada hari-hari tersebut
Disunnahkan membaca takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih selama sepuluh hari tersebut. Dan disunnahkan mengeraskannya di masjid-masjid, rumah-rumah, dan di jalan-jalan. Dan setiap tempat yang dibolehkan untuk dzikrullah disunnahkan untuk menampakkan ibadah dan memperlihatkan pengagungan terhadap Allah Ta’ala. Kaum laki-laki mengeraskannya sementara kaum wanita melirihkannya.
Allah Ta’ala berfirman,

ู„ِูŠَุดْู‡َุฏُูˆุง ู…َู†َุงูِุนَ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَูŠَุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูِูŠ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…َّุนْู„ُูˆู…َุงุชٍ ุนَู„َู‰ ู…َุง ุฑَุฒَู‚َู‡ُู… ู…ِّู† ุจَู‡ِูŠู…َุฉِ ุงู„ْุฃَู†ْุนَุงู…ِ
Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 28) Menurut Juhmur ulama, makna al-ayyam al-ma’lumat adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana yang diriwatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma, “Al-Ayyam al-Ma’lumat: Hari sepuluh."

Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umarradhiyallaahu 'anha,

ู…َุง ู…ِู†ْ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ุฃَุนْุธَู…ُ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุนَู…َู„ُ ูِูŠู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃَูŠَّุงู…ِ ุงู„ْุนَุดْุฑِ ูَุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ูِูŠู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ุงู„ุชَّู‡ْู„ِูŠู„ِ ูˆَุงู„ุชَّูƒْุจِูŠุฑِ ูˆَุงู„ุชَّุญْู…ِูŠุฏِ
 “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad 7/224, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan isnadnya).

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, rahimahullaah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan:

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ، ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡، ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah". Dan masih ada lagi bentuk takbir yang lainnya.

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain. Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah, seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.
. . . Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. . .
4. Bertaubat serta meninggalkan berbagai kemaksiatan dan dosa
Harapannya, semoga amal-amal tadi mendatangkan ampunan dan rahmat. Karena sesungguhnya kemaksiatan menjadi sebab jauhnya seseorang dari Allah dan tidak mendapat rahmat-Nya. Sebaliknya, ketaatan menjadi sebab dekatnya dengan Allah dan mendapatkan rahmat-Nya. Diriwayatkan dari Abu Hurairahradhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallambersabda, “Sesungguhnya Allah cemburu, dan kecemburuan Allah, kalau seseorang melanggar apa-apa yang Dia haramkan.” (Muttafaq ‘alaih)

5. Memperbanyak amal-amal shalih seperti shalat, shadaqah, berjihad, membaca Al-Qur’an, beramar ma’ruf dan nahi munkar serta amal-amal shalih lainnya
Dan amal-amal shalih tersebut yang dilaksanakan pada hari-hari ini akan dilipatgandakan pahalanya. Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

ู…َุง ู…ِู†ْ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ุงู„ْุนَู…َู„ُ ุงู„ุตَّุงู„ِุญُ ูِูŠู‡َุง ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃَูŠَّุงู…ِ ูŠَุนْู†ِูŠ ุฃَูŠَّุงู…َ ุงู„ْุนَุดْุฑِ ู‚َุงู„ُูˆุง ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ุงู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‚َุงู„َ ูˆَู„َุง ุงู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู„َّุง ุฑَุฌُู„ٌ ุฎَุฑَุฌَ ุจِู†َูْุณِู‡ِ ูˆَู…َุงู„ِู‡ِ ูَู„َู…ْ ูŠَุฑْุฌِุนْ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ ุจِุดَูŠْุกٍ
"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Al-Bukhari, Abu Daud, dan  Ibnu Majah).

Sebenarnya, seluruh amal shalih dicintai oleh Allah. Namun, apabila dilaksanakan pada hari-hari sepuluh pertama Dzulhijjah akan lebih dicintai. Maknanya, pahalanya juga lebih besar dan dilipatgandakan bila dibandingkan pada hari-hari lainnya.

6. Disyariatkan melaksanakan ‘udhiyyah (penyembelihan hewan kurban) pada hari nahar (tanggal 10 Dzulhijjah) yang diikuti tiga hari sesudahnya, yakni Ayyam Tasyriq
Menyembelih hewan kurban merupakan sunnah Nabi Ibrahim'alaihis salam, yaitu ketika Allah menebus putranya –Ismail- dengan hewan sembelihan yang gemuk. Juga terdapat riwayat yang shahih bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam telah berkurban dengan dua ekor domba yang putih dan bertanduk. Beliau menyembelih sendiri kedua domba tersebut dengan tangannya. Beliau menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di atas sisi kaki depan domba tersebut,” (Muttafaq ‘Alaih)

Allah menyebutkan bahwa menyembelih hewan qurban termasuk bagian dari syi'ar Islam yang harus diagungkan oleh setiap muslim.

ูˆَุงู„ْุจُุฏْู†َ ุฌَุนَู„ْู†َุงู‡َุง ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุดَุนَุงุฆِุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َูƒُู…ْ ูِูŠู‡َุง ุฎَูŠْุฑٌ ูَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุตَูˆَุงูَّ ูَุฅِุฐَุง ูˆَุฌَุจَุชْ ุฌُู†ُูˆุจُู‡َุง ูَูƒُู„ُูˆุง ู…ِู†ْู‡َุง ูˆَุฃَุทْุนِู…ُูˆุง ุงู„ْู‚َุงู†ِุนَ ูˆَุงู„ْู…ُุนْุชَุฑَّ ูƒَุฐَู„ِูƒَ ุณَุฎَّุฑْู†َุงู‡َุง ู„َูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุดْูƒُุฑُูˆู†َ
"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.  Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur." (QS. Al-Hajj: 36)

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.  Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Hajj: 37)

ุฐَู„ِูƒَ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุนَุธِّู…ْ ุดَุนَุงุฆِุฑَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุฅِู†َّู‡َุง ู…ِู†ْ ุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจِ
"Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (QS. Al-Hajj: 37)

Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaannya,
ู…َุง ุนَู…ِู„َ ุงุจْู†ُ ุขุฏَู…َ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ู†َّุญْุฑِ ุนَู…َู„ًุง ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ู…ِู†ْ ู‡ِุฑَุงู‚َุฉِ ุฏَู…ٍ ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ู„َูŠَุฃْุชِูŠ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุจِู‚ُุฑُูˆู†ِู‡َุง ูˆَุฃَุธْู„َุงูِู‡َุง ูˆَุฃَุดْุนَุงุฑِู‡َุง ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ุฏَّู…َ ู„َูŠَู‚َุนُ ู…ِู†ْ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุจِู…َูƒَุงู†ٍ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠَู‚َุนَ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ
"Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah 'Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah 'Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah… ” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya)

7. Dilarang mencabut atau memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berqurban
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamahradhiyallhu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallambersabda.
ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ู‡ِู„َุงู„َ ุฐِูŠ ุงู„ْุญِุฌَّุฉِ ูˆَุฃَุฑَุงุฏَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠُุถَุญِّูŠَ ูَู„ْูŠُู…ْุณِูƒْ ุนَู†ْ ุดَุนْุฑِู‡ِ ูˆَุฃَุธْูَุงุฑِู‡ِ
"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya." Dalam riwayat lain: "Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berqurban."

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan qurbannya. Firman Allah.
ูˆَู„ุง ุชَุญْู„ِู‚ُูˆุง ุฑُุกُูˆุณَูƒُู…ْ ุญَุชَّู‰ ูŠَุจْู„ُุบَ ุงู„ْู‡َุฏْูŠُ ู…َุญِู„َّู‡
"..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan..." (QS. Al-Baqarah: 196).

Larangan ini, menurut zahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berqurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berqurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

8. Melaksanakan shalat Iedul Adha dan mendengarkan khutbahnya
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti; nyanyi-nyanyian, berjudi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Kemungkaran-kemungkaran ini akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari. Wallahu a’lam. . . [PurWD/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Tulisan Terkait:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL