Tampilkan postingan dengan label ISLAMOPHOBIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMOPHOBIA. Tampilkan semua postingan

VJP: Beberapa Pemimpin Politik Muslim Tidak Berhak Tinggal di India

Voa-Khilafah.com - Dalam pernyataan kontroversial, VHP (Partai Sayap Kanan Nasional Hindu) pada hari Sabtu menuduh para pemimpin Muslim dari beberapa partai politik “bertindak seperti mentor bagi teroris” dengan mengancam India dan mengatakan mereka tidak berhak tinggal di negara ini.

“Kadang-kadang Owaisi, kadang-kadang Abu Azmi, kadang-kadang Azam … atas nama agama mereka bertindak seperti mentor bagi teroris, yang menjadi pengkhianat dan musuh bagi kemanusiaan, dan memberikan ancaman kepada India. Orang-orang seperti itu tidak berhak untuk hidup di India,” kata Sekjen VHP Surendra Kumar Jain.

Jain memberikan pernyataan itu pada saat peresmian konferensi nasional selama dua hari di Bajrang Dal, suatu kelompok Hindutva yang terkait dengan kegiatan kekerasan di masa lalu.

Dalam semangat mereka menentang agama Hindu, para pemimpin itu mulai menentang konstitusi dan negara, tuduhnya. Komentarnya diberikan dengan dilatarbelakangi pernyataan Ketua AIMIM (Majelis Ittihad Muslimin Seluruh India) Asaduddin Owaisi yang mengatakan bahwa hukuman atas tertuduh ledakan Mumbai yang menghukum Yakub Memon untuk menghadapi tiang gantungan adalah karena agamanya.

Anggota parlemen dari BJP Sakshi Maharaj menjawab bahwa dia harus pindah ke Pakistan jika tidak bisa menerima keputusan terhadap Memon.

Beberapa kelompok Hindutva telah dituduh berada di balik kegiatan kontroversial seperti ‘cinta jihad’ dan ‘wapsi ghar’, sehingga telah mengundang keprihatinan dari kelompok-kelompok minoritas. (dnaindia.com, 25/7/2015)

(HTI/Voa-Khilafah.com)

Sarkozy Meradang: Jangan Sentuh Gereja-Gereja Kami!

Sarkozy Meradang: Jangan Sentuh Gereja-Gereja Kami!

Voa-Khilafah.com - Mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy masuk dalam daftar penandatangan petisi yang diterbitkan di salah satu majalah ekstrimis sayap kanan, tentang konversi gereja kosong ke masjid, yang membuat marah banyak orang.

Sarkozy telah menandatangani petisi yang diterbitkan di salah satu majalah ekstrimis sayap kanan dengan judul “Jangan sentuh gereja-gereja kami”, setelah salah satu pemimpin kaum Muslim Perancis menyerukan untuk mengubah tempat-tempat ibadah Kristen yang tidak difungsikan menjadi masjid.

Sarkozy menambahkan namanya ke dalam daftar penandatangan petisi, yang di antaranya adalah wartawan politik dan penulis dialektis, Eric Zemmour, filsuf, Alain Finkielkraut, dan Janet Bograb, mitra almarhum Stephane Charbonnier, sekaligus editor surat kabar “Charlie Hebdo”.

Petisi yang diterbitkan di majalah Perancis “Valor Actual” ini dibuat setelah Dalil Bubakar, Imam Masjid Agung Paris menyampaikan pendapatnya yang menyerukan untuk mengubah gereja-gereja yang kosong menjadi masjid karena kaum Muslim kekurangan tempat ibadah yang sangat besar.

Meskipun telah ada 2.500 masjid, dan 300 masjid lagi sedang dibangun sekarang di Perancis, namun Bubakar menegaskan bahwa semua itu tidak memenuhi jumlah yang diperlukan. Mengingat jumlah kaum Muslim di Perancis mencapai 5 juta orang. Dan ini merupakan jumlah Muslim terbesar di negara Eropa. Bubakar dan para imam masjid lainnya telah menyerukan untuk menyediakan masjid yang mampu menampung 5 juta Muslim di negara itu.

Hanya saja, keinginan mereka itu justru menemui gelombang kritikan tajam. Sehingga ini yang membuat Sarkozy mengumumkan penentangannya dengan semua kekuatan terhadap gagasan itu. Sejumlah media Perancis mempublikasikan pernyataan Sarkozy bahwa “Gereja-gereja Katolik Perancis merupakan bagian dari warisan sejarah rakyat Perancis lebih dari 10 abad.”

Bahkan hasil jajak pendapat yang diterbitkan bersama dengan petisi menunjukkan bahwa 67% dari rakyat Perancis menentang gagasan itu. Dalam hal ini juga, perlu diketahui bahwa Sarkozy mulai menunjukkan sikapnya yang keras terhadap Islam dalam beberapa bulan terakhir. Dan di antara pernyataannya yang menonjol adalah larangan jilbab di universitas dan menyediakan makanan alternatif di sekolah-sekolah (islammemo.cc, 10/7/2015).

(hizbut-tahrir.or.id/ voa-khilafah.com)

Ratu Anti-Islam Ini Pasang Billboard Kartun Nabi Muhammad di Jalanan

Ratu Anti-Islam Ini Pasang Billboard Kartun Nabi Muhammad di Jalanan

Voa-Khilafah.com, TEXAS -- Kelompok provokatif American Freedom Defense Initiative (AFDI) telah mengumumkan kampanye billboard terbaru yang telah mereka pasang di sejumlah titik di jalan-jalan Amerika Serikat.

Tak gentar dengan sejumlah kecaman dan ancaman pembunuhan, sang ketua kelompok, Pamela Geller, dengan bangga mengumumkan telah ditancapkan iklan kampanye anti-Islam. Gambar billboard menunjukkan sosok nabi Muhammad yang dimenangkan Bosch Fawstin dalam lomba di Texas, beberapa waktu lalu.

"Karena media dan elite politik terus membela Syariah tanpa persetujuan dari orang-orang Amerika. Kita tetap menjalankan iklan billboard ini," ujar Pamela Geller, dilansir WND, Selasa (9/

Billboard dilaporkan telah terpasang di sejumlah titik di St Louis, Missouri. Mereka mengklaim sejumlah titik lain akan dipasang gambar serupa

"Menggambar Muhammad tidak ilegal di bawah hukum Amerika, tetapi hanya di bawah hukum Islam. Kekerasan yang muncul, semata-mata tanggung jawab para jihadis Islam yang melakukan itu. Kita tak dapat dibungkam dengan ancaman," katanya menegaskan. (ROL/Voa-Khilafah.com)

Muslimah di Inggris Diserang dan Jilbabnya Dirobek

Muslimah di Inggris Diserang dan Jilbabnya Dirobek

VOA-KHILAFAH.COM, KAIRO -- Tindakan Islamofobia kembali terjadi di Inggris. Seorang perempuan muslim diserang dan dirobek jilbabnya oleh sekelompok perempuan yang berjumlah tiga orang. Insiden tersebut terjadi saat perempuan muslim ingin menjemput anaknya di sekolah.

"Mereka menarik jilbab saya dan mulai memukul dan menendang saya. Satu menyeret menunduk sementara yang lain memukul saya. Mereka begitu rasis dan menggunakan istilah menghina," ujar perempuan muslim tersebut seperti dilansir onislam.net, Sabtu (6/6).

Ia menceritakan, sebelum melakukan penyerangan, pelaku bertanya apakah hijab yang ia gunakan panas dan tidak nyaman.Setelah itu, pelaku langsung memukul dan merobek hijab korban. Penyerangan berhenti ketika salah serorang warga memanggil petugas kepolisian ke lokasi penyerangan.

Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka akibat pukulan dan kehilangan sedikit rambutnya. Polisi telah menangkap pelaku penyerangan yang masing-masing berusia 18 dan 35 tahun. Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang berjumlah dua juta orang.

Ratusan pelanggaran kebencian anti-Muslim telah dilakukan di Inggris pada tahun 2013. Polisi Metropolitan Inggris mencatat kenaikan 49% dibandingkan tahun 2012. (ROL/ www.voa-khilafah.com)

Gadis 13 Tahun Lawan Islamofobia Lewat Esai

Gadis 13 Tahun Lawan Islamofobia Lewat Esai

VOA-KHILAFAH.COM, CAMBRIDGE -- Seorang gadis berusia 13 tahun telah menyuarakan gagasan untuk melawan Islamofobia yang ia hadapi di kelas setiap hari. Gadis Muslim itu menuliskannya dalam sebuah esai untuk tugas sekolah.

"Saya menghadapi stereotip ini setiap hari karena saya seorang gadis Muslim. Itu yang saya alami," kata Sumaiya Mahee, dilansir dari onislam.net, Kamis (11/6).

Mahee menambahkan, menulis telah memberinya cara untuk mengatasi stereotipe yang selama ini ia hadapi. Ketika mulai berbicara tentang hal itu, ia menyadari bahwa ia tidak sendirian. Ada banyak anak-anak lain mengalami hal yang sama.

Mengisahkan tantangan sehari-harinya, Mahee menulis esai berjudul, "You’re Not Who You Say You Are: Beyond the Single Story." Dia menuliskannya sebagai tugas untuk mata pelajaran IPS dan kelas bahasa Inggris di sekolah menengah Kennedy-Longfellow.

Esai itu kemudian menyebar luas dan dipublikasikan di radio publik Internasional's Global Nation Education. Mereka menilai tulisan itu memperlihatkan kesadaran diri dan pengetahuan budaya yang jauh melampaui usia sekolah menengahnya.

Dalam esainya, Mahee menuliskan persoalan mendasar tentang identitas. Mahee mengatakan, dia bukan dia yang dikatakan oleh orang-orang. Dia tidak terbentuk dari identitas eksternal yang dipaksakan masyarakat kepadanya, dengan cap teroris atau ekstremis.

"Tujuan saya adalah terus bekerja untuk memperbaiki stereotipe ini. Saya tidak ingin anak-anak Muslim lainnya harus menghadapi ini dan tidak bisa melakukan apa-apa," kata gadis asal Cambridge, Masachussets ini.

Woodly Pierre-Louis, guru bahasa Inggris Mahee, mengaku terkejut ketika pertama kali membaca esai itu. Guru bahasa Inggris itu takjub sekaligus tidak percaya, bagaimana bisa orang melihat gadis kecil itu sebagai ancaman atau target ejekan. (ROL/ www.voa-khilafah.com)

Rasisme, Masjid di Prancis Dicoret dengan Lambang Yahudi

Rasisme, Masjid di Prancis Dicoret dengan Lambang Yahudi


Voa-Khilafah.tk - Pada hari Minggu, ditemukan gambar  lambang  rasis “Grafite”  di tiga dinding masjid di Prancis, di wilayah Ooswar lau Verriar, yang terletak 35 kilometer sebelah timur kota Paris,ada lambang swastika dan tulisan rasis di dinding masjid yang terletak di jalan yang tenang dari kota ini, begitu juga dua masjid lain dinodai di kota Besanรงon dengan lambang Grafite yang merupakan bintang Daud Yahudi.
Kantor berita Agence France Presse (AFP) bahwa Menteri Dalam Negeri Manuel felz mengutuk atas  ”penodaan”di masjid dengan”tulisan-tulisan yang menjijikkan dan memalukan.”
Sekretaris Jenderal Direktorat Dobbs, Joel Matturan,mengatakan insiden itu “terisolasi dan provokatif yang  sia-sia,” 
Para pengurus  masjid  Besanรงon berniat  untuk mengajukan keluhan, dan polisi mengkonfirmasikan bahwa mereka akan menyampaikannya kepada Jaksa Agung Republik terhada apa yang terjadi.
Pada tahun 2012 tercatat sekitar 200 aksi untuk memusuhi umat Islam, itu artinya adanya peningkatan angka dari 28% untuk tahun 2011. (zae/IT/voa-khilafah.tk)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL