Tampilkan postingan dengan label KHILAFAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHILAFAH. Tampilkan semua postingan

Tarikh Khulafa Imam As Suyuthi


Judul:Tarikh Khulafa
Penulis:Imam As-Suyuthi
No ISBN:978-979-592-1752
Kategori:Referensi Sejarah tokoh
Cover:Hard Cover
Isi:593 hlm
Ukuran:16 X 24.5 cm
Berat:1000 gr
Harga:Rp 115.000,00
Diskon:15 %
Harga Netto:Rp 97.750,00

Pemesanan: 085776627566 (SMS/WA/Telegram)

Tarikh Khulafa
Zaman terus berputar , peristiwa sejarah akan berulang, tempat dan situasinya yang berbeda. Putaran zaman mempergilirkan antaran kebaikan dan keburukan. Dan kondisi suatu zaman akan sangat dipengaruhi oleh siapa yang menjadi pemimpinnya saat itu. Hal ini dapat kita saksikan pada perjalanan umat islam dari semenjak masa kenabian, masa khulafaurrasyidin serta masa kedinastian Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

Kekhilafahan mengalami masa keemasan pada masa-masa khulafaur rasyidin terutama pada masa Khalifah Abu bakar, Umar dan setengah dari masa kekhilafahan Utsman bin Affan. Setelah berakhirnya masa khulafaurrasyidin, kekhilafahan berpindah secara turun temurun, adakalanya berada di tangan orang yang zhalim dan durhaka. Namun bagaimanapun kondisi mereka tetap lebih baik dibanding dengan masa pasca kejatuhan As-Suyuthi, seorang ulama besar yang hidup antara tahun 849-911 H, mengungkap perikehidupan para khalifah (penguasa) berdasarkan periwayatan yang terpercaya dan komentar-komentar para ulama yang langsung menjadi pelaku sejarah. Karya beliau merupakan warisan yang sangat berharga karena kaya dengan pelajaran yang mendalam dan menjadi rujukan sepanjang zaman bagi umat yang ingin memahami sejarah para penguasa pendahulunya.
[Voa-Khilafah.com]
MIMAR SINAN Arsitek Terbaik Dalam Sejarah Peradaban Khilafah Islam

MIMAR SINAN Arsitek Terbaik Dalam Sejarah Peradaban Khilafah Islam

Voa-Khilafah.com - Sejarah Islam penuh dengan arsitek-arsitek jenius. Beberapa bangunan terkenal di muka bumi adalah produk dari engineer muslim. Mereka membangun struktur indah yang menunjukkan kebesaran Islam di sepanjang masa. The Dome of the Rock atau Qubbatu Shakhrakh di Yerusalem, Taj Mahal di Agra, India, Alhambra di Granada, Spanyol, dan Masjid Biru di Istanbul, Turki, merupakan contoh tradisi arsitektur fenomenal dan indah.

Memang sejarawan berselisih pendapat mengenai siapa arsitektur paling berpengaruh dalam sejarah Islam, namun nama Mimar Sinan seolah-olah menjadi ikon karena karya-karyanya yang fenomenal. Mimar Sinan hidup antara tahun 1489 sampai 1588, di masa keemasan Khilafah Utsmani. Ia hidup di masa Sultan Salim I, Sultan Sulaiman, Sultan Salim II, dan Sultan Murad III. Selama kurun waktu ini wajah Kota Istanbul penuh perubahan, cita-cita pembangunan para sultan terwujud melalui karya-karya Mimar Sinan.

Siapakah Mimar Sinan?

Ayah Mimar Sinan, Abdul Mannan, adalah seorang mualaf yang berasal dari Yunani atau Armenia. Di masa mudanya, Mimar mengikuti jejak ayahnya bergabung dalam korps tentara elit Utsmani, Yenicheri. Tidak disangka, ternyata dalam dunia militer ini, jiwa dan bakat arsitekturnya muncul. Seiring waktu berjalan, pangkat kemiliteran Mimar pun mulai naik, ia menduduki posisi yang strategis dan dekat dengan Sultan Salim dan Sultan Sulaiman. Ia turut serta dalam aktivitas-aktivitas militer Utsmani di Eropa, Afrika, dan Persia.

Semakin banyak daerah baru yang menjadi bagian Kekhilafahan Utsmani berbanding lurus dengan maraknya pembangunan di daerah-daerah tersebut; pembangunan masjid dan bangunan-bangunan publik lainnya menjadi rencana utama pembangunan setiap daerah. Saat itulah kemampuan arsitektur Mimar semakin kentara dan kian terasah, ia turut serta dalam pembangunan-pembangunan di wilayah baru. Akhirnya pada tahun 1538, Kekhilafahan benar-benar mengapresiasi kemampuannya ini dan menetapkannya sebagai Menteri Pembangunan Khilafah Utsmani.

Awal Karir

Di Turki, Hagia Sophia selalu menjadi inspirasi dalam hal arsitektur. Hagia Sophia awalnya adalah gereja Bizantium yang dibangun pada tahun 537, ketika Muhammad al-Fatih menaklukkan Bizantium dan populasi muslim kian bertambah, maka Hagia Sophia diubah menjadi masjid di tahun 1453 dan sekarang Hagia Sophia dijadikan museum berdasarkan kebijakan Kemal Ataturk laknatullah.

Kubah Hagia Sophia yang besar dan megah banyak ditiru oleh arsitek-arsitek muslim. Oleh karena itu, kita lihat masjid-masjid di Turki memiliki kubah utama yang besar terletak di bagian tengah dan dikelilingi kubah-kubah kecil di bagian sisinya. Di saat arsitek-arsitek dari negeri lainnya tidak mampu membuat sebuah bangunan yang lebih atau setara dengan keindahan Hagia Sophia, saat itulah Mimar Sinan menunjukkan bawa ia bisa melakukannya. Keluar dari pakem dan standar yang telah dibuat oleh para arsitek terdahulu, dan membuat bangunan yang lebih monumental.

Di masa awal karirnya, Mimar membangun masjid-masjid kecil terlebih dahulu di wilayah-wilayah baru Utsmani. Ia membangun Masjid Khusruwiyah di Aleppo, Suriah, pada tahun 1547. Masjid ini tetap berdiri kokoh di era modern ini, namun saat ini mungkin telah hancur karena perang di negeri Syam ini. Ia juga merenovasi Masjid Imam Abu Hanifah di Baghdad dan Masjid Jalaluddin al-Rumi di Konya.

Proyek-proyek kecil ini terus mengasah kemampuan seni merancang bangunan Mimar Sinan untuk terus berkembang. Selain itu pemerintah juga terus mendukungnya dan membantunya mengasah bakatnya dengan proyek-proyek yang mereka berikan kepada Mimar.

Membangun Masjid Pangeran dan Masjid Sultan Sulaiman

Pada tahun 1543, Sultan Sulaiman mendapatkan sebuah musibah dengan meninggalnya salah satu putranya, yaitu Sultan Muhammad. Kejadian ini menimbulkan niatan pada sultan untuk membangun sebuah masjid megah yang ia gunakan untuk melayani umat Islam di Istanbul sekaligus sebagai pahala jariyah untuk sang anak.

Momen ini sekaligus kesempatan pertama yang diberikan Sultan Sulaiman kepada Mimar untuk bertanggung jawab atas proyek yang besar, membangun sebuah masjid yang megah dan memiliki tempat tersendiri di hati Sultan Sulaiman.

Selama empat tahun, Mimar mengerjakan proyek yang disebut dengan Sehzade Jami’(Masjid Pangeran) di pusat Kota Istanbul. Di lingkungan masjid ini terdapat komplek (kulliye) yang terdiri dari sekolah, dapur umum bagi kaum miskin, tempat tidur bagi wisatawan, dan makam Sultan Muhammad. Sultan Sulaiman memuji dan sangat puas dengan hasil kerja Mimar walaupun Mimar sendiri masih menaruh ambisi bahwa dia bisa mewujudkan sesuatu yang lebih hebat dari hasil karyanya ini.

Masjid besar berikutnya yang proyek pembangunannya dipimpin oleh Mimar Sinan adalah Masjid Sultan Sulaiman. Sultan Sulaiman menginginkan agar Kota Istanbul kembali dihiasi oleh masjid raksasa lainnya. Kali ini ia mengatasnamakan masjid tersebut atas namanya sendiri. Semakin besar masjid yang dibangun, ia berharap semakin banyak jamaah jamaah yang bisa shalat di sana, sehingga semakin banyak pula tabungan pahala untuknya, demikian harap sang sultan.

Proyek besar Masjid Sultan Sulaiman ini direncanakan akan rampung pembangunannya dalam waktu tujuh tahun. Selama lima tahun, Mimar Sinan sibuk membangun pondasi masjid besar ini. Sampai-sampai Sultan Sulaiman mengira Mimar melarikan diri dari pembangunan karena dia sangat sibuk di areal bawah tanah untuk membangun pondasi masjid.

Pada tahun 1557, selesailah pembangunan Masjid Sultan Sulaiman, dan ini adalah sebuah masterpiece, sebuah karya yang sangat fenomenal. Sebuah masjid besar dengan interior yang luar biasa, ketinggian langit-langit di ruang dalam menunjukkan kerumitan pembangunannya, kubah-kubah yang menunjukkan perhitungan geometri yang detail, di bagian luar terdapat empat menara ramping yang menjulang setinggi 50 m, saat itu menara ini benar-benar sesuatu yang menakjubkan, tidak ada arsitek yang mampu membuat serupa dengannya.

Komplek Masjid Sulaiman meliputi: masjid, rumah sakit, pemandian, perpustakaan, dapur umum, madrasah Alquran, madrasah hadis, taman kanak-kanak, dan pusara pemakaman Sultan Sulaiman.

hebatnya, dengan kemegahan dan kehebatan arsitektur masjid ini, Mimar Sinan masih yakin kalau ia bisa membangun bangunan yang lebih hebat lagi dari ini.

Karya Fenomenal Mimar Sinan

Setelah Sultan Sulaiman wafat pada tahun 1566 M, putranya dan pewaris tahtanya, Sultan Salim II, memiliki keinginan serupa dengan ayahnya, yakni membangun masjid atas namanya dan diperuntukkan untuk melayani kaum muslimin. Masjid Sultan Salim II ini rencananya akan dibangun di Kota Edirne 200 Km dari Istanbul. Saat pembangunan berlangsung, usia Mimar Sinan sudah menginjak 70 tahun lebih, namun semangatnya masih tetap berkobar, ia tetap memendam impian mengalahkan kemegahan Hagia Sophia.

Dalam otobiografinya, Mimar Sinan menyebutkan bahwa komplek Masjid Sultan Salim II atau disebut Selimye adalah masterpiece-nya. Kubah masjid yang dibangun di atas tumpuan segi delapan memungkinkan masjid ini dibangun dengan tinggi yang pada akhirnya mengalahkan Hagia Sophia. Hingga saat ini Masjid Sultan Selim II menjadi landmark Kota Edirne.

Wafatnya

Mimar Sinan wafat pada tahun 1588 di usia 98 tahun. Ia dimakamkan di komplek Masjid Sultan Sulaiman. Arsitek kebanggaan Kekhilafahan Utsmani ini banyak meninggalkan warisan-warisan pembangunan, yaitu: 90 masjid besar di seluruh wilayah kekuasaan Utsmani, 50 masjid kecil, 57 perguruan tinggi, 8 jembatan, dan berbagai gedung-gedung sarana public di seluruh wilayah kekuasaan Kekhilafahan Utsmani. Ia juga mewarisi murid-murid hebat Masjid Sultan Ahmad atau dikenal dengan Blue Mosque, Taj Mahal di India.

Oleh karena itu, tidak heran apabila Mimar Sinan dianggap sebagai arsitek terbesar dalam sejarah peradaban Islam. Ia membangun bangunan-bangunan yang terus dikenang dan dikagumi oleh orang-orang hingga abad modern ini. (kisahmuslim/Voa-Khilafah.com)

Idul Fitri Tanpa Khilafah

Idul Fitri Tanpa Khilafah

Voa-Khilafah.com - Setiap kali Idul Fitri, kaum Muslim di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas besaran Allah SWT. Lebih dari 1,5 miliar umat Islam di dunia menggemakan takbir, tahlil dan tahmid yang menggetarkan hati. Inilah hari kemenangan umat Islam setelah sebulan berpuasa.

Idul Fitri tentu membahagiakan kita. Namun, tak berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, nasib umat Islam masih saja menyedihkan. Pangkal utamanya adalah ketiadaan Khilafah Islam di tengah-tengah umat. Padahal Khilafah telah diwajibkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Tanpa Khilafah, umat Islam tidak memiliki pelindung. Pasalnya, salah satu kewajiban utama Khalifah adalah melindungi umat. Rasulullah saw. bersabda, “Imam (Khalifah) adalah perisai; di belakang dia umat berperang dan kepada dia umat berlindung.” (HR Muslim).

Tanpa Khilafah sebagai pelindung, darah umat Islam yang mulia ini masih tertumpah di mana-mana. Nyawa umat Islam demikian murah di hadapan musuh-musuh Allah. Jerit-tangis anak-anak dan para ibu masih terdengar menyayat hati; di Suriah, Palestina, Irak, Pakistan, Myanmar dan tempat-tempat lain. Jeritan kesedihan karena ditinggal orang-orang yang mereka cintai. Jeritan harapan agar ada penolong yang menyelamatkan diri mereka yang dizalimi. Namun, tak ada yang menolong.

Pada bulan Ramadhan yang penuh berkah, zionis Israel kembali menyerang Jalur Gaza dengan jet-jet tempurnya. Serangan itu meluluhlantakkan gedung-gedung serta melukai dan membunuh umat Islam. Mereka sebelumnya juga menculik dan membakar para pemuda Palestina.

Tanpa Khilafah tak ada yang melindungi akidah umat dari serangan musuh-musuh Islam. Mereka secara sistematis dan gencar menyerang akidah anak-anak kita. Lewat kurikulum pendidikan, media massa dan sarana hiburan, mereka menanamkan pada diri anak-anak umat ini doktrin-doktrin kufur seperti sekularisme, liberalisme (kebebasan) dan pluralisme. Tujuannya adalah menyesatkan umat Islam dan menjauhkan dari Islam. Alih-alih menjadi pelindung, penguasa sekular justru mempermudah serangan ini.

Tanpa Khilafah kehormatan umat dan agama ini tak ada yang melindungi. The Jakarta Post kembali berulah, melecehkan Islam. Koran The Jakarta Post (JP) edisi Kamis (3/6) halaman 7 memuat karikatur yang menghina Islam. Karikatur tersebut menggambarkan bendera khas bajak laut tetapi dengan tulisan ‘La ilaha illalLah’ disertai logo tengkorak. Kemudian tepat di tengah tengkorak, tertera tulisan: Allah, Rasul, Muhammad’.

Perkara inilah yang dikecam keras Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto. Menurut Ismail, ini merupakan penghinaan dan pelecahan yang berulang. Dengan karikatur tersebut mereka ingin mengasosiasikan bahwa Islam itu kekuatan destruktif, kriminal, pembunuh.

Tampaknya Islamophobia merupakan ideologi dan garis redaksi JP. Koran berbahasa Inggris milik Kompas Grup ini dan orang-orang sekular di belakangnya kerap melakukan penghinaan. Mereka juga sering memuat berita yang insinuatif (ngarang/mengkhayal), menggambarkan Islam identik dengan terorisme, kekerasan dan sebagainya.

Tanpa Khilafah umat Islam tak bisa benar-benar mewujudkan ketakwaannya secara totalitas. Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berhukum hanya pada syariah-Nya dalam seluruh aspek kehidupan.

Tanpa Khilafah, kita hidup tanpa pemimpin yang adil. Tanpa Khilafah, pemimpin yang terpilih melalui sistem demokrasi adalah pemimpin yang berhukum pada hukum jahiliah, tidak menerapkan Islam secara menyeluruh. Sistem sekular hanya akan memunculkan pemimpin yang suka berdusta bahkan mengancam kehidupan rakyat. Abu Hisyam as-Silmi menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (berjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, tetapi pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, membenarkan kebohongan mereka dan memberi mereka hak yang mereka senangi.” (HR ath-Thabrani).

Tanpa Khilafah pemimpin yang muncul ditengah umat Islam adalah pemimpin ruwaybidhah; pemimpin pengkhianat dan bodoh yang berbicara tentang urusan umat. “Akan datang kepada kalian masa yang penuh dengan tipudaya saat orang-orang akan mempercayai kebohongan dan mendustakan kebenaran. Mereka mempercayai para pengkhianat dan tak mempercayai para pembawa kebenaran. Pada masa itu, ruwaibidhah akan berbicara.” Demikian sabda Nabi saw. Para Sahabat bertanya, “Apa ruwaybidhah itu?” Beliau menjawab, “Ruwaybidhah adalah orang-orang bodoh (yang berbicara) tentang urusan umat.” (HR Ibnu Majalah)

Tanpa Khilafah, kezaliman terhadap umat akan terus berulang. Ini berarti, hanya dengan Khilafah kezaliman ini bisa dihentikan. Khilafah akan menggerakkan tentara-tentara Islam—bersama-sama umat Islam—dari berbagai kawasan negeri Islam untuk membebaskan al-Quds dari zionis Israel.

Khilafah tak akan membiarkan darah umat Islam tertumpah walaupun setetes. Dengan kekuatan politik dan militer yang dimiliki, musuh-musuh Allah SWT tak akan lagi berani menganiaya umat Islam. Hal ini bukan perkara omong-kosong. Secara historis terbukti, lebih dari 1300 tahun Khilafah amat disegani dan ditakuti oleh musuh-musuh Islam.

Saat Rasulullah saw. menjadi kepala negara, beliau mampu menghinakan Yahudi Bani Qainuqa dengan mengepung dan mengusir mereka dari Madinah. Pasalnya, bangsa Yahudi ini telah melecehkan seorang Muslimah dan membunuh Muslim yang membela dia. Rasulullah juga menghukum mati laki-laki yang sudah balig dari kalangan Yahudi Bani Quraizhah. Lagi-lagi karena mereka berkhianat saat bekerjasama dengan pasukan koalisi kafir menyerang negara Islam.

Tindakan tegas Rasullullah saw. ini diikuti oleh Khalifah al-Mu’tashim Billah saat membebaskan Muslimah yang dinodai pasukan adidaya Romawi di daerah Amuriyah. Peristiwa ini diikuti oleh Panglima Perang Saifuddin Qutuz saat mengalahkan pasukan Tartar dalam Perang ‘Ain Jalut pada bulan Ramadhan 658 H. Mereka mengalahkan pasukan bengis yang dalam invasinya telah membunuh lebih dari 1,5 juta umat Islam.

Hal yang sama dilakukan Muhammad bin Qasim saat membebaskan wanita yang ditawan Raja Sindh. Berdasarkan mandat Khalifah, Muhammad bin Qasim mengirim tentara kaum Muslim. Tentara Islam ini mengguncang tahta Raja Sindh, membebaskan para perempuan yang ditahan, menaklukkan Sindh dan India serta menyinari negeri itu dengan Islam. [Farid Wadjdi]

Sumber:  hizbut-tahrir.or.id

(www.voa-khilafah.com)

Din Syamsuddin: Daulah Khilafah Ajaran Mulia

Din Syamsuddin: Daulah Khilafah Ajaran Mulia

Voa-Khilafah.com, Jakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menegaskan bahwa Daulah Khilafah merupakan ajaran mulia, yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Akan tetapi, apa yang ditampilkan oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bukanlah bentuk dari Khilafah Islamiyah.

Hal itu disampaikan oleh ketua MUI pusat ini di sesi terakhir acara Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah bertemakan ‘Ideologi dan Gerakan ISIS: Bagaimana Menyikapinya?’ di pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat malam (10/04). Din yang masih berada di Tokyo, Jepang, memberikan ceramahnya melalui sambungan telepon.

Din mengungkapkan banyak sekali pertanyaan terkait fenomena radikalisme, sebagaimana yang ditampilkan oleh ISIS, yang ditanyakan kepadanya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul saat dia menjadi pembicara dalam forum dialog antara tokoh-tokoh Muslim dan tokoh-tokoh agama lain yang digelar di Tokyo, Jepang.

“Tidak ada akar dalam Islam bagi terorisme dan radikalisme,” tegas Din.

Dia menambahkan, apa yang ditampilkan oleh ISIS sesungguhnya bukanlah gerakan keislaman dan bukan juga gerakan keagamaan. Tetapi, menurutnya, lebih kepada gerakan politik yang menggunakan agama.

Dia juga menegaskan bahwa Daulah dan Khilafah Islamiyah yang dicita-citakan oleh umat Islam adalah sesuatu yang mulia, yang akan dapat menaungi umat Islam. Namun, Kekhilafahan yang ada pada masa-masa akhir keberadaannya bukanlah kekuasaan politik keagamaan, tapi kekuasaan politik duniawi.

“Daulah Islamiyah dan Khilafah Islamiyah tentu adalah ajaran yang mulia, adalah ajaran yang ada dasarnya dalam Al Quran dan Al-Hadits,” ujarnya.

Din menambahkan, dunia Islam saat memang tengah diobok-obok. Menurutnya, ada hegemoni global yang mengobok-obok Islam. Hal itu terlihat dengan adanya konstelasi konflik yang ada, terutama di Timur Tengah.

“Di tengah krisis yang terjadi di dunia saat ini, tak mustahil adikuasa-adikuasa dunia menjadikan negara-negara Islam sebagai target,” tandasnya.

[kiblat.net/voa-khilafah.com]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL