Tampilkan postingan dengan label MALAYSIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MALAYSIA. Tampilkan semua postingan
Malaysia Tahan 500 Muslim Rohingya

Malaysia Tahan 500 Muslim Rohingya


Voa-Khilafah.cu.cc, KUALALUMPUR -- Kepolisian Malaysia menahan sekitar 500 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar. Warga Rohingya ditahan setibanya di Kepulauan Langkawi sebelah barat laut Malaysia awal pekan ini.

Muslim Rohingya ditangkap setelah berlayar selama 14 hari. Malaysia merupakan salah satu tujuan utama warga Rohingya. Mereka melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.

Sedikitnya 800 ribu warga Rohingya dirampas hak-hak kewarganegaraannya karena kebijakan yang diskriminatif. Mereka rentan terhadap tindak kekerasan, penganiayaan, dan pengusiran. Sejauh ini Pemerintah Myanmar menolak memberikan status hukum pada warga Rohingya.

"Kami terpaksa melarikan diri dari Rakhine ke tempat lain, tidak ada makanan di sana, kami tidak bisa mendapatkan makanan maupun ke luar rumah, " kata pengungsi Rohingya, Salim Noorulhaq seperti dikutip PressTV, Jumat (4/1).

Rohingya ditindas di Myanmar sejak negara itu merdeka pada 1948. Pada 24 Desember 2012, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang mengungkapkan keprihatinannya atas penganiayaan umat Islam di Myanmar. Resolusi itu menyerukan agar Pemerintah Myanmar melindungi hak asasi manusia warga Muslim, termasuk hak kewarganegaraan. (RoL/Voa-Khilafah.cu.cc)


Hina Nabi Muhammad, Jurnalis Buronan Qishas Saudi Dicokok di Malaysia

KUALA LUMPUR (voa-khilafah.co.cc) – Terancam hukuman mati (qishas) di Arab Saudi karena menghina Nabi Muhammad, Hamzah Kashgari kabur ke Malaysia.  Namun baru beberapa saat mendarat di Bandara Internasional Kuala Lumpur kemarin Kamis (9/2/2012), Kashgari dicokok polisi.

Pria 23 tahun yang berprofesi sebagai wartawan ini menjadi buronan polisi Arab Saudi karena menghina Nabi Muhammad di akun Twitternya. Kashgari kabur ke Malaysia karena di negaranya ia terancam hukuman mati.

Kashgari ditangkap sesaat setelah dia mendarat di Malaysia. Keberadaannya terendus polisi, menyusul perintah penangkapan dari pemerintah Arab Saudi dan Interpol.

Setelah tertangkap, Kashgari akan diekstradisi kembali ke negaranya, dan akan disambut ancaman hukuman mati atas tuduhan penistaan agama.

Dalam akun Twitternya pada Sabtu pekan lalu, Kashgari menuliskan: “Saya telah mencintai kamu dan saya telah membenci kamu dan banyak ketidakpahaman saya terhadapmu. Saya tidak akan beribadah untuk kamu.”

Akibat twit ini, dia mendapatkan hujatan dari 30.000 orang di laman media sosial tersebut, beberapa bahkan mengancam membunuh Kashgari. Kolumnis ini telah menyatakan meminta maaf, namun ulama Saudi tetap ingin dia diadili.

Kashgari kabur ke luar negeri setelah perintah penangkapannya dari kepolisian Saudi keluar. Malaysia dan Arab Saudi tidak memiliki perjanjian ekstradisi, namun Kashgari akan dipulangkan di bawah kesepakatan keamanan bilateral kedua negara. [a mumtaz/viv/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Pernikahan gay Gegerkan Malaysia

Pernikahan gay Gegerkan Malaysia

MALAYSIA– Gambar seorang mahasiswa Malaysia yang terlibat dalam sebuah pernikahan gay telah memicu badai kontroversi di negara mayoritas Muslim tersebut.
“Pernikahan itu adalah sebuah aib bagi ras, agama, dan negara kami,” kata Norizan Ali, ketua Organisasi Pemuda Islam Kepong  (PBIK), kepada Malaysia Chronicle Selasa, 20 Desember.
Ariff Alfian Rosli (28) pergi untuk belajar kedokteran di University Dublin pada tahun 2003 di bawah program beasiswa Petronas.
Dia menghentikam semua kontak dengan keluarganya di Malaysia tiga tahun lalu. Mendengar tidak ada berita tentang anaknya,  Rosli Haron membuat laporan orang hilang kepada polisi, kedutaan Irlandia di Malaysia dan kedutaan Malaysia di Irlandia.
Dalam beberapa hari terakhir, muncul gambar di internet yang tampaknya merupakan sosok Ariff dalam pakaian tradisional Malaysia dengan partnernya dari Irlandia di sebuah acara di Dublin City Hall.
Foto-foto itu dipublikasikan di halaman depan beberapa surat kabar lokal dan telah menjadi sumber kritik dari berbagai kelompok-kelompok politik di Malaysia, di mana hubungan seksual  sesama jenis adalah tindakan ilegal dan dihukum sampai 20 tahun penjara.
Kontroversi ini telah mendorong kantor perdana menteri Malaysia untuk mengeluarkan pernyataan berjanji untuk menyelidiki masalah tersebut.
Selain itu, seorang pejabat dari partai politik yang berkuasa Malaysia dijadwalkan tiba di Dublin akhir pekan ini untuk meyakinkan Rosli untuk pulang.
Polisi Malaysia telah didesak oleh kelompok Muslim untuk menyelidiki masalah ini atas dasar bahwa Rosli telah gagal untuk mematuhi norma-norma Islam di negara itu.
Untuk menghindari insiden serupa, Norizan mengatakan kelompok PBIK membuat laporan di kantor polisi agar menyelidiki calon penerima beasiswa yang serupa.
“Kami membuat laporan untuk menekan Kementerian Pendidikan Tinggi dan pemerintah terkait dengan perusahaan untuk memeriksa orang-orang yang mereka sponsori untuk kuliah,” katanya.
“Mereka mungkin memilih siswa yang memiliki hasil akademik yang sangat baik tetapi tidak memeriksa karakter seseorang dan keyakinan agama,” kata Norizan.
Dunia Maya heboh
Kontroversi ini juga mendominasi perbincangan dunia maya khususnya di twitter, dimana banyak tweets mengutuk mahasiswa tersbut karena telah menyimpang dari ajaran Islam dan mempermalukan keluarganya. 
“Ariff Alfian Rosli sangat memalukan! Membusuk di neraka!” tulis user dengan akun @DTOTHEZAK, The Insider Malaysia melaporkan.
Pengguna lain, @shkyla, menulis: “Melihat gambar-gambar pernikahan Ariff Alfian, membuat saya ingin muntah. Blergh, menjijikkan. “
Kelompok lain di Facebook juga mengirim pesan serupa agara Alfian Rosli pulang ke Malaysia sehingga keimanannya bisa diperbaiki.
Muslim Melayu membentuk sekitar 60 persen dari 26-juta populasi Malaysia, sedangkan orang Kristen membentuk sekitar 9,1 persen.
(md/arrahmah/voa-khilafah.co.cc)
Presiden 'Peselingkuh' Asosiasi China-Malaysia Tuding Hukum Hudud Tidak Adil

Presiden 'Peselingkuh' Asosiasi China-Malaysia Tuding Hukum Hudud Tidak Adil



KUALA LUMPUR (voa-khilafah.co.cc) - Presiden Asosiasi China-Malaysia (MCA) Dr Chua Soi Lek yang pada 2008 pernah menghebohkan Malaysia karena video sexnya dengan wanita idaman lain tersebar di Malaysia mengatakan bahwa hudud atau hukum Islam tidak adil untuk semua, khususnya perempuan dan akan membawa para investor lari dari negara tersebut jika hukum tersebut di terapkan menjadi undang-undang federal Malaysia

"Investor akan lari dari Malaysia apabila hudud dibuat undang-undang federal," presiden Asosiasi China-Malaysia (MCA) Datuk Seri Dr Chua Soi Lek mengatakan hari Ahad (04/12/2011).

Dia mengatakan ini karena hudud tidak adil untuk semua, khususnya perempuan, dan juga menetapkan hukuman kejam bagi kejahatan, bertentangan dengan konvensi internasional.

"Ketika catatan kita pada hak asasi manusia yang tidak baik dan hukuman tersebut dianggap kejam, kedudukan internasional Malaysia akan jatuh.

"Kemudian kita akan mengalami kesulitan dalam menarik investasi dan bahkan investor yang ada mungkin menarik diri keluar," katanya kepada wartawan setelah membuka forum tentang hudud di Wisma MCA di Kuala Lumpur.

Dr Chua juga mengatakan pasar saham kemungkinan akan jatuh 10 sampai 20 persen setelah hukum Islam diberlakukan dan akan memukul kantong investor lokal juga.

"Ketika semua sektor ekonomi terpengaruh, semua warga Malaysia terlepas dari agama ... akan terpengaruh, "jelasnya.

Mantan Menteri Kesehatan Malaysia yang mundur akibat skandal video sexnya dengan seorang wanita muda tersebar luas tersebut menambahkan bahwa sementara pemerintahan Barisan Nasional (BN) "tidak sempurna", Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak setidaknya memiliki visi yang jelas tentang bagaimana untuk memperbaiki negara itu.

Hal ini berbeda dengan agenda oposisi tentang hudud yang tanpa kompromi, yang akan memimpin Malaysia ke jalan  "penghancuran diri", katanya.

komentar-komentar Dr Chua diatas terang saja mengundang reaksi dari berbagai pihak, tidak hanya dari uderbow partai besar di Malaysia seperti Pemuda Pas dan juga NGO Perkasa, tetapi juga dari para pembaca online.

Salah seorang pembaca bernama Abdul Kameel dalam komentarnya di situs The Malaysia Insider mengatakan bahwa pernyataan Dr chua yang bukan seorang Muslim dapat memprovokasi seluruh umat Islam dan Dr Chua seharusnya malu pada diri sendiri karena ia merupakan orang yang berkarakter bejat dan tidak bermoral.

Sementara itu zackeye, di laman yang sama juga mengatakan bahwa Chua harus menutup mulutnya, karena hukum hudud tidak diterapkan untuknya. Menurutnya Chua dapat mempertanyakan apapun, namun jangan pernah menanyakan perintah Tuhan kami, hudud adalah untuk umat Islam, mereka yang percaya Allah, sebagai Tuhan satu-satunya.  (by/tmi/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)


Pemuda PAS: Presiden MCA Biadab dan Tak Pantas Bicara Hukum Islam

Pemuda PAS: Presiden MCA Biadab dan Tak Pantas Bicara Hukum Islam



MALAYSIA (voa-khilafah.co.cc) - Pemuda PAS pusat meminta Presiden Asosiasi China-Malaysia (MCA), Datuk Seri Dr Chua Soi Lek, yang menyinggung soal hukum hudud dalam sebuah forum semalam, menutup mulut dan jangan berbicara mengenai hukum Islam itu jika tidak mengetahui secara betul dan tepat.

Ketua Penerangan Pemuda PAS Riduan Mohd Nor berkata, pihaknya melihat pemimpin itu amat biadab karena meributkan agama Islam yang merupakan agama resmi di negara itu dengan mempersoalkan hukum hudud.

Riduan menambah, pihaknya sanggup bertatap muka dengan Dr Chua untuk memberi penjelasan menyeluruh jika beliau mau mendalami pengetahuan mengenai Islam.

“Jangan karena mau meraih suara kaum Tionghoa ia berbicara seperti itu, suara Umno juga menyusut karena umat Islam terlalu marah dengan beliau sehingga menghukum Umno pula,” katanya lagi. 

“Beliau tidak berhak berbicara mengenai Islam dalam forum tersebut karena beliau tidak tahu mengenai Islam. Jika ada wakil umat Islam yang turut hadir sebagai pembicara daripada Umno, ini tidak memberi gambaran beliau boleh berbicara apa saja mengenai Islam,” kata Riduan dalam satu pernyataan.

Sepatutnya tegas Riduan, beliau menyentuh mengenai usaha beliau untuk membela bangsa kaum Tionghoa di negara ini serta bagaimana mau mengembalikan dukungan masyarakat China kepada MCA, bukan berbicara mengenai Islam.

Oleh itu katanya lagi, bagi Pemuda PAS, isu hukum hudud atau hukum Islam tidak wajar dibicarakan secara terbuka oleh masyarakat yang bukan beragama Islam karena ia bisa jadi menimbulkan polemik yang lebih besar.

“Isu hukum Islam sepatutnya dibincangkan secara ilmiah oleh mereka yang berkelayakan dan melibatkan semua pihak, barulah isu ini mendapat penjelasan secara betul dan menyeluruh,” katanya lagi.

Malah kata Riduan, alasan para investor akan meninggalkan Malaysia manakala negara tersebut berhadapan dengan ‘kehancuran diri sendiri’ jika hukum hudud dilaksanakan di Malaysia adalah alasan yang tidak bisa diterima sama sekali.

“Dewan Pemuda PAS menjelaskan, hakikatnya jika hukum Islam terlaksana di Malaysia, para investor pasti akan datang ke Malaysia karena tujuan undang-undang Islam meletakkan keadilan dan keselamatan kepada semua rakyat di negara ini.

“Secara logika, jika keadilan dan keselamatan rakyat terjaga, pasti investor akan berani datang ke Malaysia karena hak dan keselamatan mereka dijamin,” kata beliau lagi.

Selain itu, kata Riduan, pihaknya juga menyangkal tuduhan Dr Chua bahawa sistem perundangan Islam tidak adil kepada semua pihak khususnya wanita.

“Dewan Pemdua PAS mempersoalkan dari mana rujukan dia sehingga menuduh syariat Islam tidak adil khususnya kepada wanita?

“(Malah) Dewan Pemuda PAS yakin jika beliau mendapat informasi dan fakta yang sebenarnya, pasti beliau tidak mengeluarkan pernyataan tersebut,” kata Riduan lagi.

Riduan mengatakan, hukum Islam menjaga hak semua rakyat khususnya kaum wanita dan dengan pelaksanaan hukum Islam, sudah tentu kehormatan wanita akan terjaga.

“Pelacuran, perzinaan, pemerkosaan, Pemuda PAS pusat meminta Presiden MCA, Datuk Seri Dr Chua Soi Lek, yang menyentuh soal hukum hudud semalam, menutup mulut dan jangan bercakap mengenai perundangan Islam itu jika tidak mengetahui secara betul dan tepat.

Ketua Penerangannya Riduan Mohd Nor berkata, pihaknya melihat pemimpin itu amat biadap kerana mempertikai agama Islam yang merupakan agama rasmi di negara ini dengan mempersoalkan hukum hudud.

Riduan menambah, pihaknya sanggup bersemuka dengan Dr Chua (gambar) bagi memberi penjelasan menyeluruh jika beliau mahu mendalami pengetahuan mengenai Islam.

“Jangan kerana mahu meraih undi kaum Tionghoa, undi Umno pula menyusut kerana umat Islam terlalu marah dengan beliau sehingga menghukum Umno pula,” katanya lagi.

“Beliau tidak berhak bercakap mengenai Islam dalam forum tersebut kerana beliau tidak tahu mengenai Islam. Jika ada wakil umat Islam yang turut hadir sebagai panel daripada Umno, ini tidak memberi gambaran beliau boleh bercakap apa sahaja mengenai Islam,” kata beliau dalam satu kenyataan.

Sepatutnya tegas Riduan, beliau menyentuh mengenai usaha beliau bagi membela bangsa kaum Tionghoa di negara ini serta bagaimana mahu mengembalikan sokongan masyarakat Cina kepada MCA, bukan bercakap mengenai Islam.

Oleh itu katanya lagi, bagi Pemuda PAS, idu hukum hudud atau hukum Islam tidak wajar dibincangkan secara terbuka oleh masyarakat bukan Islam kerana ia boleh mencetus polemik yang lebih besar.

“Isu hukum Islam sepatutnya dibincangkan secara ilmiah oleh mereka yang berkelayakan dan melibatkan semua pihak, barulah isu ini mendapat penjelasan secara betul dan menyeluruh,” katanya lagi.

Malah kata Riduan, alasan pelabur-pelabur akan meninggalkan Malaysia manakala negara berhadapan dengan ‘kemusnahan diri’ jika hukum hudud dilaksanakan di Malaysia adalah alasan yang tidak boleh diterima sama sekali.

“Dewan Pemuda menjelaskan, hakikatnya jika hukum Islam terlaksana di Malaysia, pelabur pasti akan datang ke Malaysia kerana matlamat undang-undang Islam meletakkan keadilan dan keselamatan kepada semua rakyat di negara ini.

“Secara logiknya, jika keadilan dan keselamatan rakyat terkawal, pasti pelabur akan berani datang ke Malaysia kerana hak dan keselamatan mereka dijamin,” kata beliau lagi.

Selain itu, kata Riduan, pihaknya juga menyangkal dakwaan Dr Chua bahawa sistem perundangan Islam tidak adil kepada semua pihak khususnya wanita.

“Dewan Pemdua PAS mempersoalkan dari manakah rujukan beliau sehingga mendakwa syariat Islam tidak adil khususnya kepada wanita?

“(Malah) Dewan Pemuda PAS yakin jika beliau mendapat maklumat dan fakta yang sebenarnya, pasti beliau tidak mengeluarkan kenyataan sedemikian,” kata Riduan lagi.

Dia mengatakan, hukum Islam menjaga hak semua rakyat khususnya kaum wanita dan dengan pelaksanaan hukum Islam, sudah tentu kehormatan wanita akan terjaga.

“Pelacuran, perzinaan, pemerkosaan, liwat, menuduh berzina dan liwat, dan lain-lain lagi tidak akan berlaku secara bebas seperti sekarang ini.

“Oleh itu, Dewan Pemuda PAS meminta Dr Chua tidak lagi berbicara atau mengeluarkan pernyataan mengenai Islam jika tidak mau mengundang kemarahan umat Islam,” katanya mengakhiri. (by/tmi/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)


Pengadilan Malaysia Vonis Bush dan Blair sebagai Penjahat Perang

Pengadilan Malaysia Vonis Bush dan Blair sebagai Penjahat Perang



KUALA LUMPUR, MALAYSIA (voa-khilafah.co.cc) - Sebuah pengadilan Malaysia telah menyatakan mantan Presiden AS George W Bush dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang Irak, Press TV melaporkan.

Pengadilan Kejahatan Perang Kuala Lumpur mendapati mantan kepala negara tersebut bersalah setelah melakukan dengar pendapat selama empat hari. Sebuah panel yang terdiri dari tujuh anggota diketuai oleh mantan hakim Pengadilan Federal Malaysia Abdul Kadir Sulaiman memimpin persidangan tersebut.

Lima anggota Panel Pengadilan dengan suara bulat memutuskan bahwa mantan pemimpin AS dan Inggris itu telah melakukan kejahatan terhadap perdamaian dan kemanusiaan, dan juga melanggar hukum internasional ketika mereka memerintahkan invasi ke Irak pada Maret 2003.

..Bush dan Blair dinyatakan bersalah berdasarkan hukum yang sama yang diterapkan kepada Nazi setelah berakhirnya Perang Dunia II. Jadi, mereka adalah penjahat (perang) internasional, bersalah atas kejahatan Nuremberg melawan perdamaian, dan mereka harus dituntut oleh setiap negara di dunia yang dapat menahan mereka..

Para jaksa di sidang itu memutuskan bahwa invasi Irak adalah penyalahgunaan hukum yang mencolok , dan tindakan agresi yang mengakibatkan pembunuhan massal rakyat Irak.

"Bush dan Blair dinyatakan bersalah berdasarkan hukum yang sama yang diterapkan kepada Nazi setelah berakhirnya Perang Dunia II. Jadi, mereka adalah penjahat (perang) internasional, bersalah atas kejahatan Nuremberg melawan perdamaian, dan mereka harus dituntut oleh setiap negara di dunia yang dapat menahan mereka. Kami akan melanjutkan upaya kami untuk membawa Bush dan Blair demi keadilan dan menempatkan mereka dalam penjara, "kata Francis Boyle, kata seorang ahli hukum internasional dan jaksa, kepada Press TV.

Para hakim dalam putusan tersebut mengatakan bahwa Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Bush, memalsukan dokumen-dokumen untuk mengklaim bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal.

Bush dan Blair diadili secara in absentia oleh Pengadilan Kejahatan Perang Kuala Lumpur pada akhir sidang. Para peserta juga menuntut bahwa temuan pengadilan akan dibuat tersedia untuk negara-negara anggota Statuta Roma dan bahwa nama dua mantan pejabat tersebut dimasukkan dalam daftar penjahat perang.

..Kami akan melanjutkan upaya kami untuk membawa Bush dan Blair demi keadilan dan menempatkan mereka dalam penjara..

"Ada juga rekomendasi bahwa  (temuan) ini akan diedarkan ke negara-negara anggota Statuta Roma karena semua negara memiliki yurisdiksi universal. Oleh karena itu, setiap kali Bush atau Blair muncul di pantai mereka, ada kewajiban hukum internasional untuk mengirim penjahat perang internasional ini melalui sistem peradilan, "kata Singh Gurdial Nijar, seorang jaksa, kepada Press TV.

Para pengacara dan aktivis hak asasi manusia di Malaysia telah menggambarkan putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kejahatan Perang Kuala Lumpur terhadap Bush dan Blair sebagai "tonggak keputusan."

Mereka mengatakan bahwa mereka akan melobi Pengadilan Pidana Internasional untuk mendakwa pasangan tersebut untuk kejahatan perang.

Pengadilan Kejahatan Perang Kuala Lumpur dijadwalkan untuk mengadakan sidang terpisah tahun depan atas tuduhan penyiksaan terkait dengan perang Irak terhadap mantan pejabat AS termasuk mantan Wakil Presiden Dick Cheney, mantan Sekretaris Negara Donald Rumsfeld dan mantan Jaksa Agung Alberto Gonzales. (up/ptv/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL