Tampilkan postingan dengan label PELACUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PELACUR. Tampilkan semua postingan
Awas! ABG Jadi Sasaran Prostitusi Via Facebook

Awas! ABG Jadi Sasaran Prostitusi Via Facebook



 
Kamis, 23 Februari 2012 
Voa-Khilafah.co.cc—Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, kejahatan juga makin canggih. Kabar terbaru,  Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat prostitusi melalui fasilitas internet dengan menggunakan mediaFacebook (FB). Rata-rata pekerja seks itu gadis di bawah umur alias anak baru gede alias ABG. Diperkirakan, tarif yang dipatok berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta.

 "Kita tangkap ya mucikarinya atasnama MY, beserta enam pekerja seksnya di Hotel F di daerah Pancoran, Jakarta ya semalam. MY menawarkan jasa pekerja seksnya lewat Facebook," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/02/2012) dikutip laman liputan6.
Menurut Rikwanto, modus yang digunakan adalah dengan memakai FB untuk menyebar informasi mengenai wanita yang dijadikan penghibur. "Bagi mereka yang ingin kencan cukup menelepon alamat yang ditayangkan di FB kemudian janji di suatu tempat," katanya dikutip detik.com, Kamis (23/02/2012).

Sementara itu menurut Kompol Much Kuderi, penyidik di Polda Metro Jaya, menyatakan, wanita yang dijadikan penghibur adalah anak-anak di bawah umur.


"Mereka masih pelajar dan berusia sekitar 16 sampai 17 tahun. Mereka dari kawasan Cibinong dan Depok," katanya.

Dari penangkapan itu hanya satu yang dijadikan tersangka, yakni MY. Sedangkan pekerja seksnya hanya dimintai keterangan dan akan segera dikembalikan ke orangtua masing-masing.

"Tersangka hanya satu ya, si MY, mucikari. Korban (pekerja seks) akan dikembalikan ke orangtuanya masing-masing. Karena rata-rata orangtuanya tidak mengetahui anaknya berbuat seperti itu," terang Rikmanto.

Tersangka dikenakan pasal berlapis dengan ancaman tujuh tahun penjara. Nah, para orangtua, waspadalah!.

Sebelum ini maraknya bisnis prostitusi yang melibatkan pelajar merambah Kota Tarakan. Aksi ini tak urung mengundang keprihatinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempak dan meminta Pemkot Tarakan serius mengatasi persoalan ini.* hid/voa-khilafah.co.cc

Foto: Polisi membeber kasus traficking via online di Surabaya /vvn(ilustrasi)
HIV/AIDS: Pemerintah Prihatin Tapi Ikut Menyebarkan

HIV/AIDS: Pemerintah Prihatin Tapi Ikut Menyebarkan



By: Herman Anas
Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah

Jumlah kasus HIV/AIDS dari tahun-tahun menujukkan peningkatan. Dalam laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2005  dilaporkan ada (2.963 kasus), tahun 2008 (4.969 kasus), tahun 2009 (3.863 kasus), tahun 2010 (4.158 kasus). Sedangkan sampai Juni 2011 secara komulatif jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan mencapai 26.483 kasus. Dari 33 propinsi hanya 300 kabupaten yang melaporkan. Salah satu penyebab tingginya kaum hawa terkena HIV/AIDS adalah karena tertular dari pasangannya. Sebab, 40 persen pria positif HIV/AIDS berhubungan dengan pasangannya. (okezone.com, 30/11/2011).

Tanggal 1 Desember adalah tanggal untuk peringatan hari AIDS sedunia. Indonesia mengambil tema “LINDUNGI PEKERJA DAN DUNIA USAHA DARI HIV DAN AIDS” dan Wapres Boediono mengkampanyekan slogan "AKU BANGGA AKU TAHU". Banyak pihak yang memperingati hari AIDS ini dengan tujuan supaya masyarakat mempunyai pengetahuan tentang penyakit AIDS bagaimana cara mencegahnya dan bagaimana seharusnya masyarakat bersikap. Misal, Sekitar 3.000 pelajar SMP dan SMA menari 'Dance For Life' pada acara puncak peringatan Hari AIDS Sedunia di Monumen Nasional (Monas) yang dihadiri oleh Dinkes dan Wapres Boediono, Jakarta, Minggu (okezone.com, 27/11/2011).

Kemudian pada pekan kondom nasional yang mengadakan kampanye anti AIDS. kampanye anti-AIDS ini merupakan kegiatan yang didukung Komisi Penanggulangan AIDS Nasional bekerja sama DKT Indonesia dan perusahaan brand kondom Sutra dan Fiesta, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dunia pekerja terhadap perkembangan HIV/AIDS di tanah air yang terus mengalami peningkatan. Kegiatan lain dilakukan para wanita setengah pria yang tergabung dalam Gerakan Waria Indonesia (GWI) ini memulai aksi di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dengan memberikan bunga dan GWI sendiri sudah membuat kesepakatan dengan sejumlah PSK di beberapa lokalisasi di Surabaya. Intinya, kesepakatan itu menyebut bahwa para PSK hanya mau melayani pelanggan yang menggunakan kondom.

Kampanye seperti ini dilaksanakan tiap tahun di seluruh Indonesia bahkan di dunia tapi pada kenyataannya Indonesia mendapati peringkat nomor 1 penularan HIV/AIDS di Asia Tenggara. Terbukti dengan peningkatan tiap tahunnya yakni ada 2.963 kasus, tahun 2008 (4.969 kasus), tahun 2009 (3.863 kasus), tahun 2010 (4.158 kasus). Sedangkan sampai Juni 2011 secara komulatif jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan mencapai 26.483 kasus. Dari 33 propinsi hanya 300 kabupaten yang melaporkan. Data menunjukkan bahwa 21 % penderita HIV/AIDS di Banyumas adalah pegawai, 571 warga Tangerang mengidap HIV/AIDS. Sekali lagi data tersebut adalah yang diketahui karena mereka mau periksa sedangkan yang lain mungkin seperti fenomena gunung es di lautan.

Sudah menjadi opini umum bahwa Penyakit AIDS tidak ada obatnya yang ada adalah pencegahan-pencegahan. Sedangkan solusi yang diberikan pemerintah ataupun LSM kepada masyarakat adalah dengan menggunakan kondom, tidak bergonta-ganti pasangan ataupun dengan cara memberikan pemahaman informasi dengan cara menyebar leaflet-leaflet. Padahal dalam konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand (1995) dilaporkan bahwa penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pori-pori kondom berdiameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang, sedangkan bila dalam keadaan meregang pori-pori tersebut bisa mencapai 10x lebih besar. Sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1/250 mikron.

Jadi bagaikan semut masuk ke lubang buaya, kemudian pernyataan pakar AIDS, R. Smith (1995), setelah bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom, mengecam mereka yang telah menyebarkan “safe sex” dengan memakai kondom sebagai “sama saja dengan mengundang kematian.” Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar resiko penularan/penyebaran HIV/AIDS diberantas dengan tidak melakukan hubungan seks diluar nikah.
Islam Memberikan Problem solving  (Kaifiyatu Mualajah)
Solusi terhadap penyakit AIDS tidak cukup atau tidak bisa dilakukan dengan hanya penyebaran leaflet, peringatan apalagi dengan diadakan dance for life yang disana berkumpul antara wanita dan laki-laki, paling parah adalah pada pekan kondom yang menggelar konser dangdut 'Goyang Sutra' yang menghadirkan Julia Perez di lapangan Tegal Lega, Bandung. Dari sini jelas akan mengundang nafsu seseorang muncul yang mengakibatkan terjadinya seks bebas.

Hal ini  membuka lebar terjadinya seks bebas diluar nikah. Yang mana memang Berdasarkan laporan Juni 2011, penyebab penularan HIV tinggi adalah dari transmisi seks 76,3 persen, diikuti penularan melalui alat suntik, 16,3 persen. Kondom sebuah solusi bagi orang yang mencari celah untuk melakukan barang haram. Dalam kitab Ushul Fiqih, Abu Zahrah menyatakan “Setiap barang yang dilarang pada umumnya adalah memudharatkan.” Akan tetapi kemudharatan tersebut ketika bisa dihilangkan seperti cacing pita pada babi tidak menyebabkan hilangnya keharaman. Karena ilmu manusia sangatlah terbatas dan hanyalah Allah yang maha tahu. Begitu juga dengan perzinaan apalagi menurut pakar memakai kondom sama saja mengundang kematian.

Islam sudah mengatur dan menyelesaikan problem yang menyebabkan HIV/AIDS, sejak 14 abad silam, sekarang masih dan akan terus relevan syariatnya hingga akhir zaman. Bahkan sangat hati-hatinya  orang yang mendekati saja diharamkan sebagaimana Allah SWT berfirman: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk (Al-Isra 32).

Sebenarnya yang menyebabkan munculnya penyakit HIV/AIDS adalah akibat pelanggaran manusia terhadap syari’at Allah. Mulai dari pergaulan bebas (seks bebas) dan suntik narkoba.
Oleh karena itu, kontrol Masyarakat sangat dibutuhkan, yaitu dengan cara tidak memberikan tempat untuk terjadinya seks bebas atau benihnya yaitu pacaran alias kumpul kebo, sehingga penyakit tersebut bisa diatasi secara pasti .

Rasulullah SAW bersabda “Apabila perzinahan (pelacuran dan perilaku seks bebas) sudah meluas di masyarakat dan dilakukan secara terang-terangan (dianggap biasa), maka infeksi dan penyakit mematikan yang sebelumnya tidak terdapat pada zaman nenek moyangnya akan menyebar di antara mereka” (HR. Ibnu Majah).

Hadist Rasulullah diatas sudah menjadi kenyataan dengan adanya AIDS penyakit mematikan saat ini  dan belum diketahui obatnya, yang mana nenek  moyang dahulu belum pernah mengalaminya, karena AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles.

Tanggung jawab yang terbesar adalah tanggung jawab negara, untuk mengatasi  penyakit yang sangat ganas ini yang telah menjangkiti jutaan manusia khususnya yang ada di Indonesia. Karena memang kesehatan termasuk pelayanan dari Negara. Negara tidak boleh membuka lokalisasi karena dari situlah virus HIV tersebar. Tidak boleh Negara beralasan supaya pelacuran tidak tersebar dan merusak masyarakat maka diberikan tempat lokalisasi. Justru hal itu menyuburkan dan menjadi sumber penyakit yang didatangi hidung belang kemudian ia membawa penyakit tersebut ditularkan ke istrinya. Jangan sampai Negara mengorbankan rakyatnya hanya karena pajak dari lokalisasi pemasukannya sangat besar.

Khatimah
Pada akhirnya kaum muslimin harus meyakini bahwa semua yang dilarang oleh Allah adalah memudharatkan pada umumnya. Memang ada yang diketahui secara jelas dan ada yang belum nampak (umat belum tahu) cukuplah mereka yang terkena sebagai ibrah pada umat islam yang lain tanpa harus membuktikan juga apakah benar yang dilarang oleh Allah memudharatkan?  Allah berfirman:

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al-Baqarah 216).

Ayat diatas menunjukkan bahwa sesuatu hal yang dianggap baik oleh manusia, contohnya adalah mengambil problem solving diluar aqidah dan hukum Islam belum tentu akan baik di mata Allah dan bisa jadi manusia membenci hukum Allah, padahal didalamnya terdapat kebaikan baginya. Karena manusia tidak mengetahui hal itu hanyalah Allah yang maha mengetahui atas segala sesuatu. Wallahu a’lamu bis-shawaab
(voa-islam/voa-khilafah.co.cc)

Alih-alih Cegah AIDS, Paus Halalkan Kondom untuk Pelacur Pria (Gigolo)

Alih-alih Cegah AIDS, Paus Halalkan Kondom untuk Pelacur Pria (Gigolo)


VATICAN CITY (voa-khilafah.co.cc) — Alih-alih menghindari penyebaran virus HIV AIDS, Paus Benediktus XVI menghalalkan pemakaian kondom bagi kaum gigolo (pelacur pria).

Sikap Paus itu dimuat dalam buku barunya : The Pope, the Church and the Signs of the Times (Cahaya Dunia: Paus, Gereja dan Tanda-tanda Waktu), yang akan diluncurkan Besok Selasa (23/11/2010). Sebagian isi dari buku itu diungkap oleh harian resmi Vatikan, L’Osservatore Romano, Sabtu (20/11) kemarin.

Dalam buku hasil wawancara panjang dengan jurnalis Jerman, Peter Seewald itu, Paus mengatakan pemakaian kondom dibolehkan dalam kondisi tertentu seperti bagi pelacur laki-laki alias gigolo untuk mencegah penyebaran HIV.
....Paus membolehkan pemakaian kondom dalam kondisi tertentu seperti bagi pelacur laki-laki alias gigolo untuk mencegah penyebaran HIV....
Dalam kasus prostitusi pria, kata Paus, menggunakan kondom untuk mengurangi resiko penyebatan HIV bisa menjadi langkah pertama dalam moralisasi  kehidupan seksual.

“Hal itu juga asumsi pertama untuk pertanggungjawaban menuju kepedulian bahwa tidak semuanya diperbolehkan dan seseorang tak bisa melakukan semua yang mereka inginkan,” demikian petikan wawancara tersebut.

Fatwa pemimpin Katolik dunia itu jauh melunak dalam menyikapi pemakaian kondom dalam berhubungan seksual, terutama hubungan di luar nikah (zina). Padahal sebelumnya, ajaran gereja yang lama menentang pemakaian kondom sebagai alat kontrasepsi. Kondom juga tak boleh dipakai meski dengan alasan mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Fatwa Paus kelahiran Jerman ini dinilai sebagai pergeseran posisi gereja Katolik dan kontradiktif dengan fatwa Paus setahun yang lalu. Pada Maret 2009 ketika berada di Afrika, Paus mengatakan bahwa kondom tak akan menyelesaikan masalah AIDS. Sebaliknya, kondom justru meningkatkan risiko penyebaran penyakit AIDS yang mematikan itu. Pernyataan ini dikecam berbagai negara Eropa seperti Prancis, Jerman, maupun badan PBB yang memerangi AIDS, dengan tudingan tidak bertanggung jawab dan berbahaya.

Namun kini, Benediktus menganggap pemakaian kondom oleh kalangan gigolo (pelacur pria) itu bukanlah isu pokok, karena dianggap bisa digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi penyakit kelamin. [taz/rpb, inl/voa-islam/voa-khilafah.co.cc] Senin, 22/11/2010


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL