Tampilkan postingan dengan label PESAWAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PESAWAT. Tampilkan semua postingan
Intelijen Rusia: AS Diduga Sabotase Sukhoi

Intelijen Rusia: AS Diduga Sabotase Sukhoi

Voa-Khilafah.co.cc, Intelijen Rusia dilaporkan menduga, pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak bulan ini mungkin akibat sabotase Amerika Serikat.
Koran Komsomolskaya Pravda melaporkan, beberapa pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan, saingan-saingan Rusia ingin melihat pesawat itu gagal dan teori bahwa kecelakaan itu akibat sabotase kini sedang diinvestigasi.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang baru yang pertama Rusia sejak ambruknya Uni Soviet. Pesawat tersebut jatuh di lereng Gunung Salak dalam penerbangan promosi pada 9 Mei.Semua 45 penumpang dan kru tewas.(RoL/Voa-Khilafah.co.cc)
Minta Masyarakat Hemat BBM, Presiden Beli Pesawat

Minta Masyarakat Hemat BBM, Presiden Beli Pesawat

Voa-Khilafah.co.cc - Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai Presiden SBY tidak bisa memberikan contoh yang baik terkait kondisi kenaikan harga BBM bersubsidi sekarang ini. Yanuar Rizky menjelaskan disaat ada rencana kenaikan harga BBM dalam waktu 6 bulan, Presiden SBY membeli pesawat baru.


"Pemimpin kita pak Presiden SBY meminta masyarakat untuk menghemat BBM, tapi dia sendiri malah beli pesawat," ujar Yanuar Rizky di kantor BPK, Rabu (4/4/2012).

Dengan ditemukan banyak laporan keuangan yang tidak sesuai oleh Badan Pemeriksa Keungan, Yanuar menilai penegakan hukum yang lemah dan politik anggaran yang buruk.

Untuk mengatasi hal itu, Yanuar menegaskan pentingnya keteladanan pemimpin, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dengan adanya contoh dari pemimpin kita seperti itu, level pejabat hingga masyarakat akan bertindak lebih bijak dalam menaati rencana anggaran yang telah ditetapkan,"ungkap Yanuar.[tribunnews/voa-khilafah.co.cc]
Usir 2 Muslim dari Pesawat Gara-gara Pakaian Arab & Berjenggot, Pilot & Maskapai AS Dituntut

Usir 2 Muslim dari Pesawat Gara-gara Pakaian Arab & Berjenggot, Pilot & Maskapai AS Dituntut

Voa-Khilafah.co.cc, WASHINGTON - Insiden diskriminasi dalam penerbangan AS kembali menimpa muslim. Dua imam Muslim baru-baru ini mengajukan gugatan hukum terhadap dua maskapai setelah mereka diusir keluar dari pesawat pada May atas permintaan pilot karena penampilan dan agama mereka, demikian CNN melaporkan Senin (20/12).

"Tergugat mengeluarkan Masudur Rahman dan Mohamed Zaghloul, karena penampilan mereka," bunyi gugatan yang dimasukkan oleh kuasa hukum dari Dewan Hubungan Amerika-Islam dan kantor pengacara, United Firm of Carolina Law di Shelby County, pengadilan circuit TN.

"Mereka memiliki janggut, mengenakan pakaian tradisional Arab dan kentara sebagai orang asing. Tergugat tanpa landasan hukum dan hanya mendasarkan pada karakteristik tadi telah menyimpulkan bahwa Tuan Rahman dan Tuan Zaghloul adalah ancaman bagi keamanan, lalu melarang mereka mendapat hak penumpang sesuai tiket yang telah dibeli."

Gugatan hukum tersebut mengatakan, Delta, sebagai peran pengawas, telah melakukan diskriminasi, penghinaan dan pelecehan terhadap Rahman dan Zaghloul.

Menurut dokumen gugatan, kedua lelaki terbang ke Charlotte untuk menghadiri konferensi melawan fanatik anti-Muslim. Ketika akhirnya mereka berhadapan langsung dengan diskriminasi, mereka berharap dapat mengambil pelajaran dari kasus tersebut.

Melewati pemindaian dan titik pemeriksaan TSA di bandara, kedua imam itu dibawa dari gate penerbangan mereka untuk menghadapi cek dan penggeledahan tahap kedua yang dilakukan acam.

Masih menurut gugatan hukum, kedua pria tadi terbuka untuk mengikuti dan bekerjasama sebaik yang mereka mampu.

Mereka menuturkan agen TSA menanyai identitas mereka dan perjalanan mereka ke Carolina Utara, lalu berterima kasih atas kerjasama dan mempersilahkan kembali ke pesawat. Ironisnya, meski mereka telah lolos pemeriksaan ekstra, kedunya tiba-tiba menerima perlakuan mengejutkan dari pilot.

Beberapa saat sebelum pesawat lepas landas, pilot sebagai pihak tergugat mengumumkan bahwa pesawat harus kembali ke gate. Begitu tiba kembali ke gate, pilot sebagai tergugat memerintahkan kedua imam tadi mengambil tas dan meninggalkan pesawat segera.

Kedua lelaki itu pun menekan pengawas untuk memberi alasan penolakan dari si pilot. "Ketika pengawas tergugat kembali, ia sangat gusar dengan penolakan gamblang pilot tergugat untuk menjelaskan alasan mengapa ia melarang dua lelaki tadi naik pesawat.

Sang supervisor menyimpulkan pemeriksaan atas perbuatan pilot tergugat dengan berkata, "Ia salah" namun tak bisa berbuat apa-apa.

Maskapai Delta Air Lines membantah bahwa perusahaan selalu menentang diskriminasi dalam bentuk apa pun. “Atlantic Southeast dan Delta menentang diskriminasi dalam bentuk apa pun terhadap sumber apa pun dan pegawai kami berbuat itu setiap saat demi kondisi terbaik untuk keselamatan dan keamanan penumpang," ujar jurubicara Delta Air Lines, Eric Torbenson, dalam pernyataan yang dikutip CNN.

"Kami tak bisa berkomentar lebih jauh terhadap kasus ini."

Hanya saja, fakta bahwa dua imam tadi diusir dari pesawat hanya berdasar opini pilot sungguh tak bisa diterima. "Harus ada alasan kuat yang berkait pada keamanan," ujar kuasa hukum, Mo Idlibi.

"Anda tak bisa begitu saja menendang orang keluar dari penerbangan hanya karena ras, asal-usul, kebangsaan atau agama." Atas perbuatan tergugat, Idlibi meminta juri pengadilan untuk menjatuhkan sanksi denda dan hukuman dalam jumlah yang diumumkan dalam sidang.

Ini bukan kali pertama insiden diskriminasi menimpa Muslim Amerika di penerbangan AS. Pada 2009, sembilan anggota keluarga Muslim dipindahkan dari penerbangan domestik AirTran Airways setelah mereka bercakap tentang tempat duduk di pesawat.

Insiden lain terjadi pada 2006 ketika enam orang imam dipaksa keluar dari pesawat karena penumpang curiga atas perilaku mencurigakan. Mereka bukan hanya diminta keluar namun juga diborgol dan ditahan di bandara untuk diinterogasi selama lebih dari lima jam.

Sejak tragedi 11 September, Muslim AS, diperkirakan berjumlah enam hingga tujuh juta menjadi kian sensitif terhadap hak-hak sipil mereka, dengan kecemasan Amerika sengaja menarget keyakinan mereka.*RoL/Voa-Khilafah.co.cc
Ditolak Naik Pesawat, 2 Warga Muslim AS Menggugat

Ditolak Naik Pesawat, 2 Warga Muslim AS Menggugat



Voa-Khilafah.co.cc--Dua pria Muslim di Amerika Serikat yang diusir dari pesawat terbang Mei lalu, menggugat perusahaan penerbangan Delta Air Lines dan satu maskapai regional.

Kedua pria tersebut, Masudur Rahman dan Mohamed Zaghloul, masing-masing mengenakan pakaian tradisional India dan Arab lengkap dengan sorban di kepala ketika pengusiran terjadi, kata kantor berita AP.

Berkas gugatan yang dimasukkan ke pengadilan federal di Memphis hari Senin (19/12) menyebutkan Rahman dan Zaghloul menjalani pemeriksaan sebelum masuk ke ruang tunggu.

Di tempat ini keduanya kembali diperiksa petugas.

Mereka ditanya soal rencana perjalanan dan isi bagasi yang dibawa.

Ketika pesawat yang mereka tumpangi meninggalkan terminal, tiba-tiba pilot mengumumkan bahwa pesawat tidak akan terbang dan kembali masuk ke terminal.

Rahman dan Zaghloul diperiksa untuk ketiga kalinya, kali ini melibatkan pemeriksaan badan. Petugas menyimpulkan keduanya bisa naik pesawat.

Tapi pilot menolak mengizinkan keduanya masuk dan pesawat, kemudian bersiap untuk lepas landas. Seorang petugas penerbangan meminta pilot untuk masuk terminal untuk kali kedua.

Kepada petugas, pilot mengatakan ia tidak membolehkan Rahman dan Zaghloul naik ke pesawat karena kehadiran keduanya membuat para penumpang tidak nyaman.

Pilot Menolak

Gugatan ini menyebutkan, petugas menyampaikan kepada para penumpang bahwa mereka bisa turun dari pesawat dan akan dicarikan pesawat lain, namun tidak ada yang mengambil tawaran ini.

Pilot tetap saja tidak membolehkan Rahman dan Zaghloul naik pesawat.

Menanggapi gugatan ini Delta mengatakan, "Kami menentang segala bentuk diskriminasi dan para staf kami mengambil tindakan demi kepentingan dan keselamatan penumpang. Kami tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh karena kasus ini telah masuk ke pengadilan."

BBC memberitakan, dalam berkas gugatan, Rahman dan Zaghloul, yang dikenal sebagai dosen bahasa Arab dan imam masyarakat Muslim di Memphis, menyimpulkan mereka dilarang masuk ke pesawat karena pakaian yang mereka kenakan.*hid/voa-khilafah.co.cc


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL