Tampilkan postingan dengan label SALIBIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SALIBIS. Tampilkan semua postingan
April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai

April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai

Voa-Khilafah.tk - Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?

Sejarah April Mop

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/voa-khilafah.tk/berbagaisumber)
..**Hati โ€“ hati dengan Modus Pemurtadan lewat Facebook**..

..**Hati – hati dengan Modus Pemurtadan lewat Facebook**..

Voa-Khilafah.co.cc - Lagi-lagi kasus pemurtadan menimpa umat Islam. Seorang gadis asal Dumai minggat selama 6 bulan. Saat ditemukan ia dalam kondisi hamil. Korban tertipu teman pria yang dikenalnya lewat facebook.

Lagi-lagi situs jejaring sosial facebook bikin kalang kabut orang tua, pasalnya anak gadisnya yang berumur (16) dibawa kabur oleh pria kenalannya di jejaring sosial tersebut. Kali ini kasus terkuak dari Bunga (16) (nama samaran) seorang anak dari pasangan Rubio dan Darmawati warga Dumai, dan sekaligus siswi kelas III SMK Taruna Persada Kota Dumai, sejak 11 Juli 2011 lalu meninggalkan kedua orang tua untuk kabur bersama kenalannya yang didapat dari jejaring sosial facebook.

Mendapati anak gadisnya pergi tanpa pamit, membuat kedua orangtuanya melakukan pencarian, selama enam bulan akhirnya kedua orang tuanya menemukan anak gadisnya di Perawang Kabupaten Siak, dengan kondisi sudah dinikahi oleh pria kenalanya yang berinisial J (21) yang juga warga Kota Dumai. Kendati sudah dinikahi oleh pria kenalanya itu, Bunga merasa depresi. Sebab hal itu dipicu dengan keterkaitan soal beda keyakinan dengan sang pria kenalannya tersebut.

Sementara pengakuan secara langsung Bunga kepada orangtuanya dengan kejadian ini mengatakan, bahwa tidak lama kenalan akhirnya sempat menjalin hubungan cinta melalui jejaring social tersebut. Setelah menjalin hubungan cinta, dirinya langsung diajak oleh kekasihnya untuk keluar kota. Dengan bermodalkan cinta dan kasih sayang, akhirnya dirinya pun mengikuti kehedak sang kekasih pujaan hatinya tersebut untuk keluar kota, yaitu ke Medan Provinsi Sumatera Utara tempat sanak familynya.

Masih pengakuan Bunga lagi, setelah sampai di Kota Medan Sumut, dirinya di inapkan oleh kekasihnya disalah satu Gereja. Tak hanya itu saja, dirinya juga di didik untuk mempelajari tentang keyakinan soal agama. Tentunya dengan kejadian tersebut, membuat dirinya syok, sebab bunga menganut keyakinan agama Islam. Setelah tak banyak bisa melakukan apa-apa, bungapun akhirnya mengikuti kehendak sang pria yang menikahi dirinya.

Tak hanya itu saja, dirinya juga dipaksa oleh kekasihnya untuk mengonsumsi makanan daging babi. “Saya dipaksa untuk makan daging babi oleh keluarga dan sanak familynya. Dengan tidak adanya siapapun yang saya kenal, akhirnya saya pun memaksakan untuk memakannya meskipun saya mual-mual,” jelas Bunga kepada orang tuanya sembari melanjutkan. “Setelah usai melakukan prosesi pernikahan itu, saya langsung membangun rumah tangga dan tinggal di Perawan Kabupaten Siak bersama pria bernisial J itu,” ungkapnya.

Dikatakan Bunga, selain sudah membina rumah tangga dengan sang pria kenalanya tersebut selama kurang lebih enam bulan lamanya, dirinya kini juga tengah mengandung janin hasil hubungan intim bersama sang pria yang menikahinya tersebut. Demikian informasi ini disampaikan Rubio, ayah Bunga, gadis yang dilarikan oleh sang kekasih selama enam bulan lamanya ini ke pihak Kepolisian Sektor Wilayah Dumai Barat, dalam lapornya baru-baru ini.

Kapolres Dumai AKBP Ristiawan Bulkaini SH ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Dumai Barat Kompol Komang Sudana, membenarkan bahwa saat ini pihaknya sedang menangani kasus tersebut. Bahkan dalam kasus ini, pihaknya sudah melakukan tahap penyidikan untuk membongkar siapa-siapa dalanganya yang terlibat dalam kasus pelarian dan pernikahan dibawah umur ini.

Sumber: RiauTerkini.com
..**Awas! Pemurtadan Abad-21**..

..**Awas! Pemurtadan Abad-21**..

Pertama-tama, kita harus mengubah paradigma berfikir kita bahwa kristenisasi/pemurtadan hanyalah berubahnya agama seorang muslim manjadi agama kristen. Tetapi adalah juga bila seorang muslim tidak lagi menjadikan Islam sebagai landasannya atau kite sebut orang yang terkristenkan pemikirannya. Yang terakhir inilah yang paling berbahaya. Ini sesuai dengan yang dikatakan Samuel Zweimer, seorang yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen
“Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim sebagai seorang kristen… Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar hawa nafsu (walaupun mereka muslim).”

Dari sini, kita menjadi paham, bahwa sesungguhnya akar masalah dari kristenisasi ini ada dua: Pertama, rendahnya pemahaman kaum muslim mengenai Islam. Ketika pemahaman Islam sudah tidak ada lagi maka dengan mudah mereka akan berpindah agama dan murtad secara pemikiran. Kedua, rendahnya pemahaman umat atas Islam ini, adalah hasil dari sistem pemerintahan yang dipakai oleh Indonesia pada saat ini, yaitu sekularisme (memisahkan antara agama dengan kehidupan).

Sistem inilah yang mengajarkan kita konsep agama “parsial” yaitu hanya ritual untuk individu. Kita bisa melihat bahwa ketika kaum muslim masih dilindungi oleh kepemimpinan Khilafah Islam, pemurtadan bukanlah masalah besar bagi kaum muslim.
Sehingga keadaan seperti yang kita hadapi saat ini adalah keadaan yang sangat menguntungkan dan memberikan kesempatan yang sangat besar bagi agama kristen yang memang tak memiliki aturan tentang kehidupan secara komprehensif untuk mempropagandakan agama mereka

Solusi Islam atas Kristenisasi

Dari apa-apa yang telah kita uraikan tadi, maka solusi satu-satunya bagi ummat Islam yang ingin bangkit dari segala keterpurukan masalah kristenisasi ini adalah dengan mengembalikan Islam dunia yang terpisahkan dari Islam akhirat pada diri kaum muslim dan mengamalkan hanya Islam itu saja secara kaaffah. Dan tentunya tidak menambah dan mengambil apa-apapun selain dari Islam. Berkaitan dengan hal ini Allah berfirman:
Apakah kamu beriman kepada sebahagian dari al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? (QS al-Baqarah [2]: 68)

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali Imran [3]: 85)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut[1] itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS an-Nisaa’ [4]: 60)

’Ala kulli hal, setiap muslim harus memahami, bahwa sesungguhnya kristenisasi adalah masalah sistemik yang didukung oleh tidak hanya kekuatan individu dan kelompok, tetapi juga didukung kekuatan negara seperti AS. Yang tidak cukup dihadapi hanya dengan individu ataupun kelompok, tetapi harus dihadapi dengan kekuatan yang seimbang dan dapat menggentarkan kaum kafir. Yaitu bersatunya Islam dalam satu kepemimpinan dalam bentuk Institusi legal formal yaitu Daulah Khilafah Islamiyyah yang menerapkan syari’at Islam secara kaaffah dengan Imam (pemimpin) yang siap menjadi perisai bagi umat Islam.

”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (TQS al-Anfaal [8]:60)

”Imam adalah laksana perisai, diperangi orang dibelakangnya dan ia dijadikan pelindung". (HR. Muslim)

“Imam yang disertai jabatan memimpin umat manusia adalah laksana penggembala, dia bertanggung jawab akan kemaslahatan rakyatnya". (HR. Bukhari)

Semoga kita memahami bahwa Islam sesungguhnya adalah sebuah sistem yang lengkap yang hanya memperlihatkan kesempurnaanya bila diterapkan secara kaaffah. Tidak cukup sampai disitu, semoga kita juga menjadi orang yang bangga dan memperjuangkan Islam itu dengan segenap kemampuan yang kita miliki, karena sesungguhnya Allah telah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS as-Shaff [61]: 10-11)

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS at-Taubah [9]: 111)

Felix Siauw yang anti-pemurtadan :)
follow @felixsiauw
Awas!! Pendeta Kanada Gelar Pemurtadan Berkedok 'Festival Persahabatan Ambon'

Awas!! Pendeta Kanada Gelar Pemurtadan Berkedok 'Festival Persahabatan Ambon'


AMBON (voa-khilafah.co.cc) – Sejak pertengahan Januari 2012 berbagai sudut kota Ambon terpampang banyak iklan kegiatan Kristen yang bertajuk "Festival Persahabatan Ambon.”

Secara atraktif, iklan Kristen tersebut dipampang di jalan-jalan protokol dan pintu masuk kota Ambon terpampang papan reklame, spanduk dan baliho berukuran besar. Tak ketinggalan, pamflet kertas ditempel di berbagai tembok pinggir jalan. Bahkan panitia menyatakan bahwa acara Kristen tersebut diperuntukkan juga bagi semua agama, termasuk Islam. Demikian bunyi iklan tersebut:

“Festival persahabatan Ambon 15-19 Februari 2012, jam 6 sore s/d selesai, tempat: Stadion Mandala Remaja Karang Panjang Ambon, bersama Dr Peter Youngren. Tuli bisa mendengar, buta melihat, lumpuh berjalan. DR Peter Youngren tidak meninggikan salah satu agama di atas agama yang lain tetapi membagikan kasih Tuhan dan persahabatan kepada semua orang. Kasih Tuhan dinyatakan bagi semua orang tanpa diskriminasi. SEMUA ORANG DIUNDANG."

Dalam iklan tersebut juga ditampilkan foto DR Peter Youngren yang tengah mengobati orang yang tuli, dan nampak juga di foto seorang laki-laki tua berjenggot dan berambut putih yang mengenakan jubah dan songkok putih tengah bersorak kegirangan hendak memeluk DR Peter Youngren yang telah mengobatinya.

Salah satu dari iklan pada papan reklame terdapat di jalan Sultan Hasanudin sekitar kurang dari seratus meter dari kantor Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Maluku.

Menurut MUI Kota Ambon, KKR Kristen bertajuk "Festival Persahaban Ambon" itu adalah acara kristenisasi. "Itu bernuansa kristenisasi yang dibungkus dengan kedok pengobatan massal," jelas Ustadz La Suryadi, salah satu pengurus MUI Kota Ambon.

Jika acara itu terdapat misi kristenisasi, lanjut Suryadi, maka ia menyerukan umat Islam untuk melakukan penentangan. "Jika dalam acara tersebut ada indikasi kristenisasi, maka umat Islam harus menentang," tegas tokoh Muslim Ambon itu.

Kristen Berkedok Festival Persahabatan

Untuk mengetahui esensi acara tersebut, diperlukan penelusuran terhadap sepak terjang Peter Youngren di dunia kristenisasi.

DR Peter Youngren adalah misionaris asal Kanada yang gencar melakukan penginjilan ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. secara intensif, Youngren melatih lebih 110 ribu pendeta dan pemimpin dalam seminar "Global Harvest Praise."

Sebuah situs Kristen menggambarkan sosok Peter Youngren sebagai berikut: "DR Peter Youngren ialah seorang penginjil yang amat diberkati. Pria asal Kanada ini dikenal memiliki kerinduan besar kepada orang-orang yang belum tersentuh firman Allah. Peter telah melakukan perjalanan penginjilan ke lebih dari 70 negara, ia telah melayani kebaktian kebangunan Rohani yang dihadiri sampai 500 ribu jiwa."

Jadi, acara bertajuk “Festival Persahabatan Ambon’ yang akan dimulai nanti sore adalah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), yang salah satu acaranya adalah penyembuhan dalam nama Yesus.

Karena kental dengan pesan kristenisasi itulah acara bertajuk ‘Festival Persahabatan’ di berbagai daerah beberapa tahun lalu dihentikan secara paksa oleh aparat dan umat Islam. Bulan Agustus 2003, Festival Persahabatan Bandung Peter Youngren distop karena meresahkan umat.

Jadi, umat Islam Ambon jangan terkecoh dan latah terbawa arus kristenisasi berkedok Festival Persahabatan. [taz/af/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Penginjil Muke Gile!! Betawi Mau Dikristenin Pakai Al-Qur'an

Voa-Khilafah.co.cc - Sebuah LSM Penginjilan yang menamakan diri Staff Isa Dan Islam (SIDI) aktif menyuplai materi pendangkalan akidah untuk gerakan kristenisasi kepada umat Islam. Berbagai aktivitasnya antara lain kursus perbandingan agama dan pembagian buku dan brosur pemurtadan secara gratis.

Dalam setiap aktivitas dan kajiannnya, para penginjil itu selalu mengutip ayat-ayat Al-Qur'an untuk mendukung doktrin Ketuhanan Yesus. Dalam profil yang dipampang di website ###anislam.com, para penginjil itu mengaku sebagai “pengikut Isa Al-Masih yang terbeban menolong orang Kristen maupun orang Islam untuk memahami ajaran Al-Qur’an maupun Alkitab tentang pribadi Isa Al-Masih.”

Dalam setiap aktivitas dan kajiannnya, para penginjil itu selalu mengutip ayat-ayat Al-Qur'an sedemikian rupa yang disandingkan dengan ayat Bibel untuk mendukung doktrin Ketuhanan Yesus. Dalam profil yang dipampang di website ###anislam.com, para penginjil itu mengaku sebagai “pengikut Isa Al-Masih yang terbeban menolong orang Kristen maupun orang Islam melalui dialog agama untuk memahami ajaran Al-Qur’an maupun Alkitab tentang pribadi Isa Al-Masih.”

Secara spesifik, para penginjil SIDI membidikkan gerakan kristenisasi kepada berbagai suku mayoritas Muslim di tanah air, antara lain suku Betawi. Dalam rubrik “Jalan Keselamatan,” para mereka mengajarkan tuntunan memurtadkan umat Islam suku Betawi melalui dua tahab, berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan Bibel.

Dalam tahap pertama, Penginjil SIDI memaparkan bahwa langkah pertama memperoleh keselamatan adalah mencari jalan yang lurus sesuai dengan Al-Qur'an surat Al-Fatihah 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Langkah selanjutnya, mengakui Yesus sebagai jalan yang lurus karena Al-Qur'an menyatakan: Yesus dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki yang suci (Qs 19:19); diberi gelar “Kalimat Allah” (Qs 3:35, 39); merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Qs 4:171); unik dalam mengerjakan mukjizat menyembuhkan orang buta, orang sopak, menghidupkan orang mati, memberi hidangan dari langit (Qs 3:39; 5:114).

Langkah ketiga adalah mengakui kebenaran Injil sebagai Kabar Baik yang dibawa oleh Yesus (Qs 3:84).

Langkah keempat, mengimani sifat Allah yang dominan dalam surat Al-Fatihah 1, yaitu sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim (Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang). Manifestasi sifat Allah ini adalah hari raya Idul Adha, yang bermakna pengorbanan Yesus di tiang salib untuk menebus dosa manusia.

Bila ditelaah secara benar dan proporsional, ayat-ayat Al-Qur'an yang dikutip tersebut, justru memperkuat akidah tauhid, meneguhkan kebenaran Islam dan menegaskan kekafiran agama Kristen. Berikut penjelasannya:

Pertama, Ayat “ihdinas Shiraathal mustaqiim” (Tunjukilah kami jalan yang lurus) dalam Al-Qur'an surat Al-Fatihah 6 sama sekali tidak mengajak umat untuk menuhankan Yesus.

Kata “ihdina” pada ayat ini berarti permohonan kepada Allah agar senantiasa dibimbing dengan hidayah-Nya baik hidayah irsyad wat-taufiqsupaya senantiasa berpegang teguh di jalan Allah. Jalan lurus yang dimaksud dijelaskan pada ayat berikutnya:“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerah­kan nikmat kepada mereka”(pangkal surat Al-Fatihah 7).

Jadi, jalan lurus yang dikejar umat Islam bukan jalan agama Kristen, tapi jalan kebenaran dalam bimbingan dan ridha Allah yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang telah diberi nikmat, yaitu: para rasul, nabi,shiddiqin (orang-orang yang jujur) dan para syuhada (yang gugur syahid membela agama-Nya).

Ujung ayat 7 surat Al-Fatihah semakin menegaskan bahwa jalan yang lurus itu bukan jalan Kristen dan Yahudi: “Bukan pula jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat” (ujung surat Al-Fatihah 7).

Maksud “orang-orang yang telah dimurkai Allah” (al-maghdhub) adalah orang Yahudi, karena mereka beragama tanpa memakai petunjuk para nabi padahal mereka mengetahuinya. Sedangkan kaum yang tersesat (ad-dhollin) adalah orang Kristen yang dalam praktik agamanya tidak memakai petunjuk agama karena tidak mengetahuinya. Salah satu kesesatannya adalah bertuhan kepada Tuhan Trinitas yang terdiri dari 3 oknum Tuhan Bapak, Tuhan Anak (Yesus) dan Tuhan Roh Kudus.

Kedua, mengakui Isa sebagai jalan yang lurus adalah keimanan yang benar, asalkan proporsional tidak kebablasan. Secara proporsional, jalan lurus yang diajarkan Nabi Isa adalah jalan tauhid: “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus” (Qs Ali Imran 51, Az-Zukhruf 64).

Selain akidah tauhid, jalan lurus Nabi Isa yang tak kalah pentingnya adalah estafeta kenabian. Sebelum meninggalkan dunia, Nabi Isa berwasiat kepada para muridnya tentang nubuat kedatangan Nabi Muhammad SAW (Qs Ash-Shaff 6, Al-A’raf 157).

Dengan ayat-ayat itu, jika penginjil SIDI mengaku konsisten dengan jalan lurus Nabi Isa, maka mereka harus masuk Islam dan mengakui kenabian Muhammad SAW.

Terkait mukjizat Nabi Isa yang dikisahkan Al-Qur'an, justru semakin meneguhkan ajaran Tauhid, karena semua mukjizat itu terjadi “bi-idznillah” (dengan izin Allah). Seharusnya, jika kagum kepada mukjizat Nabi Isa harus ditujukian kepada Allah. Kagumilah Tuhannya Nabi Isa yang memberi mukjizat.

Ketiga, Para penginjil tidak usah menggurui umat Islam supaya mengakui keberadaan (eksistensi) kitab Injil yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Isa. Umat Islam di manapun wajib mengimani Injil sebagai hudan (petunjuk) dannuur (cahaya) yang berlaku khusus untuk bani Israel, karena misi nabi Isa adalah khusus untuk bani Israel (Qs Ali Imran 49).

Tapi Injil yang diwahyukan kepada Nabi Isa itu bukanlah empat Injil maupun surat-surat Paulus yang tercantum dalam Bibel. Karena banyak ajaran Bibel yang bertentangan dengan Al-Qur'an, misalnya: Yesus dinubuatkan sebagai anak durhaka (Markus 15:28) yang menghalalkan miras (Yohanes 2:7-11).

Keempat, karena mengimani Allah sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim, maka umat Islam menolak doktrin dosa warisan Adam. Dengan sifat Maha Penyayang, Pengasih dan Pengampun, Allah menjanjikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Nya yang bertobat (Qs Al-Ma`idah 74, az-Zumar 53-54). Maka ketika Adam dan Hawa bertobat sebelum keluar dari surga, Allah pun menerima tobat Nabi Adam dan memberikan ampunan kepadanya (Qs Al-A'raf 23, Al-Baqarah 37, Thaha 122).

Sifat rahman-rahim Allah versi Islam jauh berbeda dengan versi Kristen. Menurut Islam, Allah mengampuni dosa manusia dengan taubat nashuha. Sementara menurut Kristen, ampunan Tuhan terhadap dosa Adam dan istrinya harus menunda ribuan tahun untuk menunggu kelahiran Yesus. Lebih ruwet lagi, ampunan Tuhan itu dilakukan Tuhan dengan menjelma menjadi manusia untuk mati dibunuh di tiang salib.

Padahal sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun, seharusnya Dia tak perlu repot-repot menempuh jalan rumit dengan menjelma menjadi manusia untuk dibunuh secara tragis di tiang salib. Betapa ruwetnya doktrin ini!

Nah Ini Dia, Jalan ke Neraka Penginjil

Setelah jungkir-balik menyelewengkan ayat-ayat Al-Qur'an untuk mendukung doktrin Kristen, Penginjil SIDI berusaha menyeret umat Islam menjadi seorang Kristen dengan bahasa khas Betawi, berikut kutipannya:

“Pegimanรฉ supayรฉ bisรฉ selamet? Kalo รฉntรฉ ngikutin lima langka ini, รฉntรฉ ada di jalan nyang bisa buat รฉntรฉ selamet. “Diselamatin” artinyรฉ รฉntรฉ dilepasin dari iketan dosa, dibebasin dari hukuman api neraka, dikasi hidup kekel, amรฉ bisa masuk sorga. ร‰ntรฉ mulain periksa ati รฉntรฉ sendiri buat pastiin apรฉ รฉntรฉ betul-betul mau diselametin:

(1) Tulisin dosa-dosa nyang pernah รฉntรฉ lakonin, nyang รฉntรฉ inget. (2) Akuin satu-satu semuรฉ dosa-dosa nyang รฉntรฉ udรฉ tulis tadi kepadรฉ Sang Penyelamet. Lakonin langka eni amรฉ langka selanjutnyรฉ sambil belutut amรฉ bedoa. Inget nรฉh, cuman doa yang diucapin amรฉ hati yang sunggu-sunggu nyang diterimรฉ Allah. (3) Minta amรฉ Sang Penyelamat supayรฉ darรฉ-Nyรฉ ngebersiin ati รฉntรฉ dari dosa. Isa Al-Masih mati, terus darรฉ-Nyรฉ ampรฉ ngalir di kayu salib garรฉ-garรฉ dosa-dosa รฉntรฉ, tapi Diรฉ idup lagi di ari nyang ketiga. Itu makรฉnyรฉ, darรฉ-Nyรฉ adรฉ kuasa buat ngapusin dosa-dosa.“Darรฉ Isa Al-Masih, Anak Allah itu, ngebersiin kitรฉ dari segalรฉ dosa” (Injil, 1 Yohanes 1:7).
(4) Serahin segalรฉ dosa รฉntรฉ kepada Sang Penyelamat. Percayรฉ kepadรฉ Isa Al-Masih artinyรฉ kite mau nyerain (percayain) dosa-dosa รฉntรฉ untuk Diรฉ nyang mikul. “Diรฉ sendiri udรฉ mikul dosa kitรฉ waktu Diรฉ menderitรฉ sengsarรฉ di kayu salib....” (Injil, 1 Petrus 2:24). (5) Undang Sang Penyelamat masuk amรฉ tinggal di dalem ati รฉntรฉ selama-lamanyรฉ. Percayรฉ kepadรฉ Isa Al-Masih artinyรฉ terima Diรฉ jadi Penyelamat diri รฉntรฉ.

(1) Buatlah daftar tertulis dari semua dosa yang diingat yang pernah Saudara lakukan! (2) Akuilah semua dosa pada daftar tersebut satu persatu kepada Sang Juruselamat. Langkah ini dan seterusnya harus dilakukan dengan berlutut dan berdoa! Ingat, Allah hanya mendengarkan doa yang diucapkan dengan hati yang sungguh-sungguh. (3) Mintalah Juruselamat membersihkan hati Saudara dari dosa dengan darah-Nya. Yesus Kristus mati dan mencurahkan darah-Nya di kayu salib karena dosa-dosa Saudara, tetapi Ia bangkit kembali pada hari ketiga. Maka darah-Nya berkuasa menghapuskan dosa-dosa Saudara! “Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa” (Injil, 1 Yohanes 1:7). (4) Percayakan segala dosa Saudara kepada Sang Juruselamat. Percaya kepada Tuhan Yesus artinya mau menyerahkan (mempercayakan) dosa-dosa Saudara untuk ditanggung olehNya. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib...” (Injil, 1 Petrus 2:24) (5) Persilahkan Sang Juruselamat masuk mendiami hati Saudara untuk selama-lamanya. Percaya kepada Isa Al-Masih artinya menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi hidup Saudara.

Itulah lima langkah kemusyrikan menuju neraka Jahannam ajaran Penginjil Kristen.
Mengimani Yesus sebagai Tuhan Juru Selamat Penebus dosa adalah doktrin yang keliru menurut ayat Bibel sendiri. Kitab Yesaya menegaskan, sepanjang masa Tuhan dan Juru Selamat itu hanyalah Allah, tidak ada yang lain:“Demikianlah firman Tuhan... Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juru selamat selain daripada-Ku”(43:10-11).

Doktrin penebusan dosa oleh kematian Yesus di tiang salib sudah usang dan banyak digugat ilmuwan Kristen sendiri. Uskup John Shelby Spong menyerukan untuk menyingkirkan doktrin Yesus Juruselamat: “So we must free Jesus from the rescuer role.. Jesus portrayed in the creedal statement ‘as one who, for us and for our salvation, came down from heaven’ simply no longer communicates to our world. Those concepts must be uprooted and dismissed” (Why Christianity Must Change or Die, hlm 99).

(Oleh karena itu kita harus membebaskan Yesus dari kedudukannya sebagai Juruselamat... Yesus yang digambarkan di dalam pernyataan keimanan sebagai seseorang yang demi kita dan demi keselamatan kita, turun dari surga, sudah tidak cocok untuk alam kita sekarang ini. Ajaran ini harus dicabut dan disingkirkan).

Membuat daftar dosa secara tertulis untuk disesali dengan cara berlutut hadapan patung atau gambar Yesus Kristus, adalah perbuatan yang sia-sia dan bertentangan dengan ajaran Yesus sendiri. Dalam Bibel Yesus mengajarkan etika berdoa kepada murid-muridnya, yang dikenal dengan istilah “Doa Bapa Kami,” sbb:

“Bapa Kami di surga... ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:9-12, Lukas 11:2-4).

Jika Yesus mengajarkan, menyuruh dan memberi teladan untuk berdoa minta ampun kepada Tuhan, maka berdoa minta ampun kepada Yesus adalah ajaran sesat penginjil. Jika konsisten dan beriman kepada Yesus, berdoa dan minta ampunlah seperti yang dilakukan Yesus, yaitu berdoa kepada Allah SWT, Tuhannya Yesus.

Selain keliru dan berdosa, minta pengampunan dosa kepada Yesus semakin aneh, karena diiringi dengan i'tikad bahwa Yesus adalah penjelmaan (inkarnasi) Tuhan yang turun ke dunia untuk mati disalib menebus dosa warisan Adam.

Jika manusia yang berdosa, seharusnya manusia pula yang harus bertaubat Nashua minta ampun kepada Tuhan, lalu Tuhan mengampuninya karena Dia Maha Pengampun. Kalau manusia yang berdosa, mengapa Tuhan yang repot-repot malih rupa menjadi manusia lalu mati dibunuh untuk menebus dosa manusia? Gitu aja kok repot!! [A. Ahmad Hizbullah MAG/Suara Islam/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Waspadai Kristenisasi Anak Melalui PAUD

Waspadai Kristenisasi Anak Melalui PAUD

Bogor - Sekarang saatnya para orang tua waspada dan hati-hati dalam mengawasi anak. Sebab Kristenisasi telah mengancam mereka dengan banyak cara. Diantaranya, yang terbaru adalah dengan menyalahgunakan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di Bogor Selatan, Kristenisasi melalui PAUD bukan lagi menjadi isu isapan jempol. Tetapi telah menjadi fakta. Adalah Ketua Keluarga Muslim Bogor, Fachruddin Sukarno, yang menyampaikan informasi itu.

"Anak-anak peserta PAUD diajak bepergian tanpa orang tua lalu diajarkan ajaran Kristen pada mereka. Yang mengajak adalah lembaga Nasrani", kata Fachruddin dalam forum Silaturahmi dan Sosialisasi Satgas APK di Bogor, Kamis (2/2/2012).

Setelah Bekasi, gerakan pengkristenan di Bogor memang tergolong massif. Menurut informasi yang diperoleh Suara Islam Online, Bogor adalah target Kristenisasi kedua setelah Bekasi. Sedangkan Jawa Barat adalah target pertama Kristenisasi di Indonesia.

Karena itu, kehadiran Satgas APK di Bogor disambut baik oleh Ketua KMB Bogor itu. Ia mengharapkan agar Satgas APK bisa bekerja sama dengan berbagai ormas Islam yang ada di Bogor.

Menurut Ketua FUI Bogor, Ustadz Iyus Khairunnas, Satgas APK akan mengawasi dan mengantisipasi serta menanggulangi Kristenisasi dengan menguatkan jamaah masjid-masjid baik dalam solat maupun di luar solat. (gm/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL