Tampilkan postingan dengan label SEPAK BOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPAK BOLA. Tampilkan semua postingan

Beginilah Demba Ba Menolak Bir 'Man of the Match

Voa-Khilafah.tk - Demba Ba, pemain terbaik Chelsea pada laga versus Manchester United di ulangan perempat final Piala FA, mampu menjaga tradisi Islam di tengah gemerlapnya dunia Barat. Demba Ba menolak bir yang dihadiahkan kepadanya sebagai Man of the Match, meskipun membuka dan meminum bir merupakan tradisi bagi pemain terbaik dalam setiap laga di Liga Primer Inggris.

Mantan pemain Newcastle United itu bahkan tidak mau menyentuh botol bir besar tersebut. Ia lebih suka memberikan botol sebagai simbol penghargaan itu kepada Petr Cech. Kebetulan lolosnya Chelsea ke semi final Piala FA terbantu dengan aksi gemilang Petr mengamankan gawangnya.

Berikut ini video Youtube yang mengabadikan sikap Demba Ba menolak bir Man of the Match Senin (1/4) malam tersebut:



Mengapa Kita Lebih Takut Sanksi FIFA? Sedangkan Sanksi Allah Tidak..


Voa-Khilafah.co.cc - Firman Utina cs boleh jadi sedih, kerja kerasnya untuk membawa Indonesia memenangi pertandingan melawan Bahrain hanya berbuah kekalahan. Tidak hanya itu kekalahan Indonesia bertambah parah, setelah FIFA berencana memberikan sanksi terhadap PSSI. Pasalnya hanya sebuah mercon. Kembang Api yang dilesakkan para suporter semat membuat jalannya pertandingan terhenti. Wasit berpendapat ledakan petasan mampu mengganggu konsentrasi pemain.
PSSI pun panik. Penonton panik sampai SBY pun juga panik. Mereka khawatir ancaman FIFA berbuah kenyataan. Para penonton juga sempat melakukan aksi lempar botol ke bench pemain. Oleh karena itu, SBY yang juga ikut menonton pertandingan itu ditengah warga negaranya yang tidak tahu lagi mau makan pakai apa, langsung menegur kapolri. "Presiden bertanya kepada Kapolri bagaimana hal itu bisa terjadi," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha. “Situasi seperti itu tidak lazim dalam sebuah pertandingan apalagi kualifikasi Piala Dunia," tambahnya.
Polisi pun bergerak cepat. Mereka berhasil meringkus empat orang yang merupakan pelaku pelempar petasan. Tidak hanya itu, sambil membawa empat tersangka, polisi pun mencari tahu siapa yang penjual petasan kepada supporter, ya ditengah polisi yang emoh mencari tahu dimanakah keberadaaan para penjual harga diri bangsa, perampok uang rakyat, calo anggaran, makelar umat, dan perkara besar lainnya yang tidak putus-putus.
Terfikirkah oleh SBY bahwa 100.000 penonton Indonesia saat itupula telah menjadi kafir dengan meninggalkan shalat. Dari ashar, maghrib, Isya, bisa jadi dari dzuhur. Sebagai penonton sepakbola saat remaja, saya tahu betul jika Gelora Bung Karno tidak menyediakan fasilitas air yang memadai. Tidak jarang para penonton buang air kecil tanpa bersuci. Shalat pun susah. Mengapa? Karena dalam statuta FIFA, tidak ada syarat bahwa sebuah stadion internasional harus memiliki tempat ibadah.. Menariknya pembawa acara televisi dan petinggi PSSI meminta segenap warga Negara berdoa kepada Allah demi kemenangan Indonesia. Kurang ajar betul!
Masih ingat event Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan? Ketika seorang penonton dari Slovenia keluar dari tribun meski pertandingan belum juga usai. Rupanya, ia pergi bukan perkara Slovenia kalah. Sebagai muslim, ia mencari musholla atau setidaknya tempat yang layak untuk shalat, mengingat dalam pantauannya waktu sudah bergerak ke waktu ashar. Melihat orang ini yang tampak kebingungan, penjaga stadion juga ikut bingung. Mereka bergumam dalam hati, “mana ada tempat shalat dalam sebuah stadion?” Ironisnya pendukung Slovenia itu shalat tidak jauh dari toilet.
Lantas pernahkah SBY dan Kapolri memikirkan ini. Mereka meringkus para penonton yang tidak shalat dan memberhentikan pertandingan karena kumandang azan. Rasanya mustahil, karena para ustadz juga menggelar nonton bersama dan menunda waktu Isya. Sedangkan Kyai yang kuat menyuarakan penegakkan Syariat Islam seperti Abu Bakar Ba’asyir justru dijebloskan ke penjara.
Ada-ada saja memang Negara ini. Pertandingan olahraga yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemajuan bangsa, lebih-lebih umat dibicarakan layaknya sebuah fenomena kiamat. Televisi mengundang berbagai macam pembicara. Profesor ikut campur, Anggota DPR tidak mau kalah, kampus, sekolah, peramal, bahkan da’i ikutan berbicara.
Di Barat sendiri agama adalah benalu. Sepakbola adalah alat pemotongnya. Akhirnya, kita bisa saja melihat pertandingan sepakbola lebih ramai dari Gereja. “Manchester United is My religion and Old Trafford is my church,” kata fans MU. Di Indonesia lebih sadis lagi, “Walau harus mati di tengah lapang, Jak Mania selalu berkorban.” Jadi wajar saja stadion lebih semarak dari masjid. Mesjid dibikin ramai, namun ada asalnya. Asal dibarengi dengan majelis untuk mencari kekuasaan.
Kini yang ikhwan dan akhwat ikut larut dalam sepakbola. Di FB mereka mengajak teman-teman sepengajiannya untuk ikut mendukung Timnas. Ketika ditanya apa dalilnya, mereka enteng menjawab, “Sudah perintah atasan, akh, ukh...”
Tapi sepakbola memang perekat nasionalisme. Ideologi kufur yang menyatakan ikatan terkuat antara umat manusia adalah kebangsaan. Piala Dunia sendiri kali pertama terselenggara, justru pasca enam tahun runtuhnya Khilafah Islamiyah. Tahun 1930 adalah tonggak pertama FIFA melaksanakan Piala Dunia. Kala itu Uruguay menjadi tuan rumah sekaligus juaranya.
Di Indonesia, Nasionalisme sendiri menjadi mazhab dan keyakinan untuk dipertahankan di atas Islam. Zuhairi Misrawi, pada acara provocative proaktif, jum’at lalu, menyebut bahwa ikatan kebangsaan adalah ikatan terkuat ketimbang ikatan agama (baca: tauhid). Bahkan kemarin, Setara Institute, merilis survey mengenai respon masyarakat terhadap Ahmadiyah. Hasilnya menurut mereka masyarakat Indonesia menganggap penganut Ahmadiyah tetap sebagai saudara sebangsa meski bukanlah saudara seiman.
"Masyarakat Indonesia mampu memilah yang mana sisi keagamaan dan yang mana sisi kebangsaan," kata Ismail Hasani dalam jumpa pers kemarin. Disni kita mesti hati-hati, karena penelitian itu bergantung bagaimana worldview yang dibangun oleh periset dalam membangung kerangka pertanyaan. Apalagi Setara Institute, yang Tuhannya memang orang putih.
Padahal nasionalisme itu berbeda dengan Iman. Karena bagi Nasionalisme, benar dan salah bergantung kesepakatan sebuah bangsa. Sedangkan Islam benar dan salah adalah ketetapan Allah. Dalam Nasionalisme, warganya diharuskan berdiri jika mendengar lagu kebangsaan. Di Islam ada riwayat ketika Rasulullah saw. berang melihat para sahabat menyambutnya dengan berdiri.
Sekarang, pasca kekalahan para pemain Timnas mogok main. Mereka merasa kurang sreg dengan pelatih. PSSI pun meminta agar FIFA tidak menurunkan sanksi. Itu baru masalah mogok pemain dan sanksi FIFA. Bagaimana jika Allah mogok mengakui kita sebagai hambanya dan memberikan sanksi mengingat ajaranNya dikalahkan hanya oleh sebuah nasionalisme dan kulit bundar. Ya nasionalisme sepakbola yang telah membuat kita sesama muslim bertikai; Indonesia-Malaysia. Mesir-Al Jazair. Maroko-Tunisia.Jadi mengapa kita lebih takut sanksi FIFA, sedangkan sanksi Allah tidak? Allahua'lam. (pz, eramuslim/voa-khilafah.co.cc)

Mesut Ozil Yang Membaca Alqur`an Sebelum Tanding Ini Marah Karena Villa Berkata Rasis


Voa-Khilafah.co.cc - Saat ini di Barat perlakuan diskriminatif terhadap kaum muslim sudah bukan hal yang tabu. Islamophobia begitu menggejala di kalangan masyarakat Barat Sekuler apalagi mereka yang anti-Islam. Dampak "Global War On Terrorism" yang dilakukan oleh para pemimpin Barat yang mengopinikan Islam dengan Terorisme berakibat fatal dengan berbagai kezaliman yang dialami kaum Muslim yang mungkin salah satunya dialami saudara kita Mesut Oezil playmaker Real Madrid. 

Mesut Oezil menjadi pemain yang tampak paling marah saat terjadi keributan antara pemain dan ofisial Barcelona dan Real Madrid di Piala Super Spanyol lalu. Kabarnya, Oezil marah karena mendapat perlakuan rasis dari David Villa.
Insiden di akhir-akhir pertandingan itu memang menyisakan beberapa tanda tanya. Oezil menjadi sosok paling disorot setelah tampak sangat marah dan berusaha mengejar David Villa. Bahkan Oezil harus ditenangkan beberapa ofisial dan pemain.


Pertanyaan mencuat karena Oezil selama ini dikenal sebagai pemain yang pendiam. Kabar tak sedap pun mulai berhembus. Oezil dikabarkan marah karena Villa telah menghina agamanya. Gelandang timnas Jerman berdarah Turki ini memang dikenal sebagai muslim yang taat.


Rumor ini semakin menguat setelah sempat muncul pengakuan yang mengatasnamakan Mesut Oezil di jejaring sosial, twitter. "Saya mulai karena saya mempertahankan agama saya, karena David Villa telah menghina Islam," ujar Oezil dilansir beberapa sumber sepertiallvoices dan bleacherreport.


Pengakuan Oezil ini tentu mengejutkan. Pasalnya, jika Villa memang benar melakukan hal itu, maka ia juga menyakiti beberapa rekannya di Barca yang juga muslim. Eric Abidal, Seydou Keita, dan Ibrahim Afellay menjadi tiga pemain muslim di Barca.
Namun beberapa media Spanyol lebih meyakini kemarahan Oezil karena dipicu dengan pukulan yang dilakukan David Villa. Dan Villa sendiri juga dihadiahi kartu merah atas insiden memalukan itu. Pertandingan itu sendiri dimenangkan Barca dengan skor akhir 3-2. 


Mesut Ozil, Baca Alqur`an Sebelum Tanding
Lepas dari aksi para pemain naturalisasi yang berasal dari keluarga imigran. Mesut Ozil, pemain bernomor punggung 8, adalah salah satu di antaranya. Pria kelahiran Jerman berusia 21 tahun ini berasal dari keluarga imigran asal Kota Zonguldak di Utara Turki. Ia memiliki kemahiran dan improvisasi tinggi di tengah lapangan.

Kepiawaiannya itu membuat Jerman tak perlu khawatir dalam penguasaan lapangan tengah. Tidak hanya Ozil, bahkan kakaknya, Mutlu juga merupakan seorang pemain sepak bola yang tampil untuk klub HeรŸler 06 di Gelsenkirchen.

Pria yang kini tengah membela Werder Bremen tersebut memiliki keunggulan pada kaki kirinya.

Tampil pertama kali membela klub Rot-Weiss Essen, Ozil kemudian mencoba peruntungannya di Schalke tahun 2005 hingga 2008. Kemudian dengan transfer sebesar 4,3 juta Euro, Ozil bermarkas di Werder Bremen hingga kontraknya bersama klub Jerman tersebut habis Juni 2011 mendatang.

Boleh dikatakan kesempatan Ozil mempertontonkan permainan impresifnya, berkat Cidera yang dialami Ballack. Hampir tidak masuk pada skuad timnas Jerman, Ozil saat ini malah menjadi pemain yang diprediksi menjadi “bintang masa depan”.

Kinerjanya ketika Jerman berhasil melibas Inggris 4 – 1, membuat banyak mata terpesona dan menyatakan ingin meminang pemain yang di anggap paling bersinar di antara 11 pemain Jerman.

INGIN KE LIGA PRIMER

Pemain yang dibanderol 15 juta Euro oleh Bremen ini, menyatakan keinginanya untuk bermain di Liga Primer. Sejumlah Klub besar Eropapun mulai mengincar dirinya. Sebut saja Chelsea, Manchester United dan Barcelona yang dikabarkan siap memboyong ‘Messi Jerman’ ini ke Klubnya.

“Saya sudah melihat bagaimana Michael Ballack di Chelsea, dan apa saja yang bisa didapat dengan bermain di klub besar. Hal – hal seperti inilah yang menggoda saya dan berpikir untuk bermain di sana,” ungkap Ozil seperti dikutip harian Inggris The Sun.

Teknik dan sentuhan indah Ozil pada si kulit bundar yang sukar ditebak oleh lawan, merupakan suatu sensasi yang jarang dilihat pada sepakbola modern saat ini.
Pria yang lahir pada 15 oktober, 21 tahun silam ini, tengah terikat pertunangan dengan Anna-Maria Lagerblom, yang merupakan saudara perempuan dari penyanyi Sarah Connor, yang menyatakan ke islamannya pada Juni 2010 mengikuti keyakinan Ozil yang merupakan seorang muslim yang taat. Ozil pernah dipergoki tengah membaca Alqur’an sebelum bertanding di ruang ganti pemain.


(vivanews/poskota/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL