Tampilkan postingan dengan label TEROR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEROR. Tampilkan semua postingan
Keluarga Udin Diteror Oknum Polisi Usai Beberkan Rekayasa Lakalantas pada Voa-islam‏.com

Keluarga Udin Diteror Oknum Polisi Usai Beberkan Rekayasa Lakalantas pada Voa-islam‏.com


AMBON (voa-khilafah.co.cc) – Tragis sekali nasib Udin, pemuda Muslim warga desa Batumerah Ambon. Sudah jadi sekarat jadi korban pengeroyokan oleh masa Kristen, malah dibilang kecelakaan karena mabok oleh polisi. Ironinya, kini keluarga diteror oknum polisi karena mengungkap kasus rekayasa lakalantas ke voa-islam.com.

Kasus mengenaskan ini bermula pada hari Sabtu (10/12/2011) Pukul 04.00 WIT, Udin keluar rumahnya dengan mengendarai sepeda motor untuk suatu keperluan. Selang satu jam kemudian petugas kepolisian mendatangi keluarga Udin dan mengabarkan bahwa Udin mengalami kecelakaan lalulintas dan dirawat di RST (Rumah Sakit Tentara).

Untuk memastikan kabar tersebut, keluarga Udin mendatangi tempat kejadian di jalan Tulukabesy, tepatnya di depan swalayan Citra di dekat tempat penjualan bensin (wilayah Kristen). Di tempat kejadian masyarakat yang mayoritas Kristen menerangkan bahwa Korban Udin mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk dan menabrak pembatas jalan.

Anehnya, pada sepeda motor korban tidak nampak adanya bekas menabrak benda keras. Keanehan pun bertambah ketika keluarga Udin melihat langsung korban yang sedang terbaring lemas di RST. Pada tubuh korban ditemukan adanya luka sayatan di bagian paha dan luka tersebut juga berlubang. Luka yang tidak wajar untuk sebuah kecelakaan lalu lintas yang hanya menabrak pembatas jalan.

Mendapat tanda-tanda keganjilan tersebut, keluarga Udin melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi, namun laporan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh pihak Kepolisian.

Untuk menuntut keadilan karena merasa keluarganya menjadi korban penganiayaan, salah seorang keponakan Udin melapor kepada voa-islam.com, sehari kemudian, tepatnya pukul  21.18 WIT. Ia mengungkap bahwa Udin tidak jatuh dari motor tetapi dikeroyok oleh massa Kristen di tempat kejadian. Udin juga menyangkal berita dari kepolisian kepada keluarga, bahwa dirinya mabuk miras saat mengendarai motor sehingga terjadi kecelakaan lalulintas. Udin sama sekali tidak mabuk apapun saat itu.

Setelah berita penzaliman yang dialami Udin dipublikasikan voa-islam.com, (baca: Udin Sekarat Terluka Sayat di Wilayah Kristen, Polisi Ambon Bilang Kecelakaan Tunggal), penzaliman baru harus dialami keluarga Udin.

Tak mau rekayasa lakalantasnya diungkap blak-blakan di media, tiga oknum polisi mengintimidasi keluarga Udin.

Salah seorang anggota keluarga Udin yang minta dirahasiakan namanya karena takut diteror polisi, mengatakan bahwa keluarga mereka didatangi oleh tiga orang anggota polisi.

Ketiga anggota Polisi tersebut, jelasnya, mengancam jika berita yang disampaikan oleh keluarga Udin tentang adanya rekayasa oleh polisi dalam kasus tersebut menyebabkan konflik, maka polisi akan menangkap semua keluarga Udin dan memasukkannya ke dalam penjara.

Ancaman dan teror ini tentu saja menyebabkan ketakutan pada keluarga Udin yang tidak mengerti seluk-beluk hukum. Mereka tidak tahu harus mengadu ke mana dengan semua kezaliman yang mereka alami sebab polisi yang katanya pengayom dan pelindung masyarakat ternyata malah menebar teror dan ancaman.

Seharusnya pengungkapan kasus rekayasa lakalantas oleh media dijadikan alat bantu aparat kepolisian untuk mengusut kasus yang dicurigai sebagai kriminal, agar insiden kerusuhan berdarah 11/9 tidak terulang kembali. Karena dalam kasus Udin dan almarhum Darfin Saiman itu memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama teraniaya di kampung Kristen, lalu secara sepihak aparat merekayasa sebagai kasus kecelakaan murni, meski tak bisa menjelaskan luka lebam dan bekas tusukan di tubuh korban itu karena apa?

Melihat arogansi polisi yang demikian seorang warga muslim Ambon menghubungi voa islam melalui ponsel meminta bantuan kepada voa islam agar bisa berkoordinasi dengan TPM (Tim Pembela Muslim) untuk memberi bantuan advokasi kepada warga muslim Ambon yang menjadi korban kezaliman seperti kasus Darfin Saiman dan Udin.

Umat berharap agar kepolisian bekerja secara profesional, jujur dan transparan, jangan lagi meneruskan kebiasaanya merekayasa kasus penganiayaan sebagai lakalantas. Segera ungkap kasus Udin dan teror yang menimpa keluarganya, sebelum warga Muslim Ambon mengadu kepada ormas dan LSM di pusat semisal Tim Pengacara Muslim (TPM). [af/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Orang 'Kristen Pedalaman' Kembali Teror Warga Muslim Kab Buru Selatan Maluku‏

BURU SELATAN, MALUKU (voa-khilafah.co.cc) – Belum terungkap kasus pembacokan parang Gani Pantororeng, siswa SMP Muhammadiyah oleh pemuda Orang Gunung –julukan untuk orang Kristen pedalaman yang tinggal di pulau Buru– sebulan lalu, kini warga Kristen kembali melancarkan teror ke perkampungan Muslim di desa Wailikut dan desa Waimsisi kecamatan Waisama Kabupaten Buru Selatan Maluku.

Seorang warga bernama Lajati Siompo, ketika sedang dalam perjalanan menuju rumahnya sepulang dari kebun dikejar-kejar oleh Orang Gunung sambil menghunus senjata tajam, Sabtu (19/11/2011).

Beruntung bagi Lajati, karena dia bisa menyelamatkan diri dari kejaran orang gunung sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Malam harinya, Orang Gunung kembali meneror warga dusun Waimasin desa Wailikut. Seorang laki-laki berdiri di atas tumpukan kayu milik warga, sedang melakukan pengintaian kepada warga Muslim. Karena aksinya kepergok warga, maka spontan sang pengintai terkejut dan kabur, yang menyebabkan tumpukan kayu milik warga dusun Waimasin tersebut ambruk berhamburan ke tanah.

Besoknya, Ahad (20/11/2011) pukul 15.30 WIT, Orang Gunung kembali melancarkan teror terhadap warga Waimsisi. Kali ini yang menjadi target teror adalah Arsyad Umamity. Saat melintas di daerah Air Nala,  tiba-tiba ia dikejar-kejar oleh Orang Gunung sambil menghunus senjata tajam.

Meski tak sampai terjadi aksi pembacokan karena Arsyad berhasil menyelamatkan diri, namun kejadian tersebut cukup menjadi teror yang meresahkan warga Waimsisi.

Atas kejadian-kejadian tersebut, warga Muslim meminta pihak kepolisian dari Polsek Waisama yang berkedudukan di Waimsisi agar serius menangani kasus teror itu, supaya tidak ada lagi Orang Gunung yang menebar teror. Karena ulah Orang Gunung itu menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan warga desa Wailikut dan desa Waimasin. Apalagi sampai hari ini Polisi juga belum mampu menangkap pelaku pembacokan terhadap Gani Pantororeng warga Desa Wailikut.

Jika aparat kepolisian tidak bertindak proaktif untuk menangani dan mencegah kasus seperti tersebut, tidak menutup kemungkinan aksi teror tersebut akan terus terjadi dan tidak menutup kemungkinan akan memakan korban seperti halnya yang terjadi pada waktu-waktu yang lalu. Dan tidak menutup kemungkinan juga akan ada tindakan sendiri dari masyarakat dalam rangka mengamankan lingkungan dan warga mereka dari tindakan teror orang-orang gunung. Jika sudah demikian maka bisa berakibat pada terjadinya konflik horisontal antara dua komunitas seperti pada masa yang lalu. Karena itu kecepatan aparat keamanan untuk bertindak mungkin bisa mencegah terjadinya hal-hal yang demikian. [taz, af/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]
OPM Mengaku Sebagai Pelaku Aksi Teror di Papua

OPM Mengaku Sebagai Pelaku Aksi Teror di Papua


Organisasi Papua Merdeka (OPM)  mengaku sebagai pelaku aksi teror akhir-akhir ini di Papua, dengan tujuan Papua merdeka (Media Indonesia online , 28/10)
komentar:
Jelas-jelas melakukan aksi teror tidak disebut teroris, hanya tindakan kriminal, sangat berbeda kalau diduga pelakunya dari kelompok Islam, langsung dituduh teroris , bentuk diskriminasi yang nyata.LS-HTI
Pasca beritakan agen BIN Yahya Assegaf, Munarman diteror premanisme bergaya jadul

Pasca beritakan agen BIN Yahya Assegaf, Munarman diteror premanisme bergaya jadul

JAKARTA (voa-khilafah.co.cc) – Ini berita terbaru dari Munarman, SH., ketua dewan pengurus pusat Front Pembela Islam (FPI). Pasca memberitakan dan membongkar keterlibatan agen BIN Yahya Assegaf dalam bocoran Wikileaks yang memfitnah FPI, Selasa (6/09/2011), dirinya diteror oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai orang suruhan Yahya Assegaf, Rabu (7/09/2011). Uniknya, para preman tersebut menteror Munarman dengan gaya jadul. Seperti apa persisnya?

Teror bak film tahun 80-an

Ini kabar terbaru dari Munarman, SH., ketua dewan pengurus pusat FPI, pasca dirinya membeberkan keterlibatan agen BIN, Yahya Assegaf dalam pemberitaan Wikeleaks yang menyudutkan FPI, Selasa (6/09/2011). Munurut Munarman, dirinya diteror oleh sekelompok orang, rata-rata berpenampilan preman, yang datang ke rumahnya, hari Rabu (7/09/2011), tepatnya sore hari.

Para preman yang mencoba menteror Munarman, sebenarnya sudah dilarang masuk oleh para penjaga perumahan Munarman, namun tetap memaksa masuk dan mengatakan hanya ingin silaturahim dengan Munarman. Akhirnya, pihak keamanan komplek mengantarkan rombongan preman yang berjumlah sekitar 6 orang itu menuju rumah Munarman. Anehnya, sesampainya di rumah Munarman, dua orang langsung turun dan langsung menyampaikan pesan ke istri Munarman yang keluar menyambut mereka, bahwa ada pesan dari pak Yahya Assegaf untuk Munarman! Hanya itu, dan lalu mereka langsung pergi meninggalkan lokasi.

Hal inilah yang oleh Munarman dianggap teror jadul (jaman dulu), sebagaimana disampaikan oleh beliau kemarin, Kamis (8/09/2011). Munarman menyatakan dirinya teringat film di tahun 80-an, khususnya yang dimainkan oleh Rana Karno, di saat para preman dan penjahat di film tersebut mengancam dengan jenis yang sama, yakni ada pesan dari bapak. Cara dan gaya teror premanisme jadul seperti ini ternyata masih ada dan muncul kembali.

Peneror juga satroni markas FPI

Menurut Munarman, selain menyatroni rumahnya, beberapa orang suruhan Yahya Assegaf juga mendatangi kantornya di bilangan Tanah Abang, dan juga ke kantor FPI di Petamburan. Di kantornya ada beberapa orang yang datang dan melihat-lihat, juga dengan tampilan preman, walau tidak meninggalkan pesan apapun.

Di kantor FPI, menurut Munarman yang datang adalah anak Yahya Assegaf, yakni Hani Yahya Assegaf, yang juga memiliki nama samara Han Sagov, dan merupakan pendiri IIPAC, LSM kaki tangan zionis yahudi Israel di Indonesia. Di kantor FPI, masih menurut Munarman, Hani Assegaf menyampaikan bahwa urusan ini adalah urusan pribadi antara dirinya dan Munarman, dan tidak ada kaitannya dengan FPI, yang mana menurut Munarman juga merupakan bentuk teror kepada dirinya. Menurut Munarman, dirinya siap dengan seluruh konsekuensi dan akan hadapi seluruh bentuk teror kepada dirinya tersebut, Insya Allah. Allahu Akbar!

(M Fachry/arrahmah/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL