Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan
SIAPA TERORIS ITU?

SIAPA TERORIS ITU?

Voa-Khilafah.com - Ini yang selalu terjadi menjelang perayaan Natal. Pengamanan gereja diperketat. Tim gegana diterjunkan utuk memyusuri setiap sudut ruangan demi memastikan tidak ada bom di dalamnya. Dan saat perayaan Natal berlangsung, jumlah polisi pengamanan ditingkatkan. Bahkan, organisasi pemuda Islam pun siap siaga melakukan pengamanan.

Apa yang ditakutkan? Katanya, ini demi menjaga dari kemungkinan serangan teroris.

Siapa teroris yang dimaksud? Ya, tentu saja umat Islam yang dituduh teroris.

Tapi, tuduhan itu sama sekali tak terbukti. Tak ada serangan terhadap gereja. Tak ada pembakaran gereja. Tak ada larangan mereka berhari raya.

Bandingkan dengan apa yang terjadi di Papua. Gereja berkirim surat, melarang umat Islam berhari raya. Situasi ini jelas merupakan ancaman nyata. Tetapi, tidak ada pengawalan polisi, meski surat itu ditembuskan pada mereka. Tidak ada pula, tim gegana diterjunkan. Apalagi organisasi pemuda Islam membantu pengamanan? Sama sekali tidak ada.

Tapi, teror justru terjadi. Masjid dibakar saat umat Islam sedang sholat hari raya. Bukan hanya masjid, bahkan rumah dan ruko milik warga muslim juga dibakar.

Lalu, apa reaksi pemerintah?

Alih-alih memberi instruksi penangkapan pelaku teror, pemimpin negeri muslim terbesar ini justru menyalahlan speaker masjid sebagai biang pembakaran. Media mainstream juga idem. Bukannya mengutuk gereja sebagai pelakunya, mereka justru sibuk meminta umat Islam menahan diri, agar tidak melakukan aksi pembalasan.

Benar-benar sebuah ironi yang memilukan. Stempel teroris justru disematkan ke diri kaum muslimin, yang faktanya tidak melakukan tindakan teror. Dan mereka yang nyata-nyata melakukan aksi teror justru dilindungi, hanya karena pelakunya bukan muslim.

(Sumber : M. Ihsan Abdul Djalil)

(www.voa-khilafah.com)

Hizbut Tahrir, Syiah dan Masalah Pentakfiran

Hizbut Tahrir, Syiah dan Masalah Pentakfiran

Voa-Khilafah.com - Hizbut Tahrir adalah organisasi yang turut mewarnai perjalanan hidup saya. Interaksi saya dengan organisasi yang berasal dari Palestina ini terjadi pada pertengahan tahun 2006. Saya mengenalnya lewat Ustadz Erick Erdian, Ustadz Yayan Rukmana melalui Gema Pembebasan yang dulu di bawah almarhum Toto Samardi. September 2006, saya mulai mengkajinya. Tahun 2007-an, saya temukan buku Gerakan Keagamaan dan Pemikiran terbitan al-I’tishom, salah satunya ada bab yang membahas Hizbut Tahrir. Dalam buku tersebut dinyatakan Hizbut Tahrir membolehkan anggotanya untuk berciuman dengan bukan mahramnya. Hal yang hingga kini belum bisa saya buktikan sama sekali. Tarulah ada aktivis Hizbut Tahrir yang melakukannya, tentu akan dikenakan sanksi tegas dalam berupa pemecatan.

Terkait interaksi antara ikhwan dan akhwat saja, Hizbut tahrir sangat berhati-hati. Oleh karena itu, prinsip Islam yang memisahkan interaksi pria dan wanita dan hanya boleh berkomunikasi bila ada keperluan yang dibenarkan syariat islam. Untuk itu pula, Hizbut Tahrir juga memberikan kewenangan tersendiri bagi perempuan, dalam organisasi Muslimah HTI. Pernah saya dapati status facebook seseorang yang mengaku sebagai mantan aktivis HTI, dia mengatakan kalau Hizbut Tahrir sudah terinfiltrasi Syiah. Padahal nyatanya hingga kini, kalangan Hizbut Tahrir adalah berpedoman pada Sunni. Seluruh buku pedoman hizbut tahrir pun merujuk pada kitab-kitab turats karangan ulama Sunni, bahkan dalam kitab Syakshiyyah Islamiyyah pun Taqiyuddin An-nabhani menjelaskan secara lugas tentang paham dan aqidah Syiah. Apalagi selama ini, tidak ada sedikit pun HT mengambil fiqh ibadah Syiah, baik hari Karbala atau beberapa hal lainnya yang terkait dengan Syiah. Bahkan, kalau seorang aktivis HT itu adalah Syiah, lama-lama pun ia tidak akan bertahan lama untuk berada di organisasi dakwah ini.

Satu lagi soal syiah, ushul fiqh versi Hizbut tahrir beda dengan Syiah di banyak hal. Misal sumber hukum Islam salah satunya adalah ijma' sahabat, yang sangat tak mungkin kalangan Syiah setuju, karena Syiah yang jelas kesesatannya atau yang samar sesatnya sangat membenci sahabat Nabi.

Kemudian Hizbut Tahrir tidak melakukan pentakfiran kepada sejumlah gerakan dakwah yang tak setuju dengan pemikirannya. Hizbut Tahrir pun tak pernah berselisih besar dalam perkara khilafiyah di kalangan ulama, apalagi terkait ibadah. Oleh karena itu, siapa pun yang berinteraksi dengan Hizbut Tahrir, ia akan menemukan syabab yang juga NU, yang juga Persis, Muhammadiyah atau lainnya. Selama tidak ada penyimpangan dalam ibadah dan aqidah, seperti halnya Ahmadiyyah dan LDII.

Kalau ada yang menuduh, Hizbut Tahrir itu organisasi yang melakukan kekerasan, hingga hari ini pun, tidak ada satupun penjelasan di dalam organisasi ini membolehkan menggunakan kekerasan dalam menyampaikan pendapatnya. Sehingga siapa pun yang berkenalan dengan syabab HT, tidak lain akan bertemu pada ranah diskusi, tanya jawab dan aksi yang aman. Sehingga, tuduhan sebagai gerakan terorisme itu tidaklah benar.

Seiring pengajian saya yang mendalam, serangan demi serangan begitu kental terhadap organisasi ini. Ada yang sampai bilang kepada saya, bahwa HTI itu aqidahnya sesat. Mana mungkin sebuah organisasi yang bertujuan menegakkan Islam secara kaffah menyimpang secara aqidah. Bahkan Hizbut Tahrir sangat berhati-hati mengambil segala sesuatu yang terkait aqidah, agar terjaganya aktivisnya dari TBC (takhayul, bid'ah, dan churafat).

Hingga tulisan ini terbit, hampir sembilan tahun berinteraksi dengan Hizbut Tahrir, Alhamdulillah, HT tetaplah ahlus-sunnah wal jamaah. Sebagaimana prinsip-prinsip yang diyakini oleh sebagian besar Islam sunni. Jadi bila mau mengkaji bersama HT Indonesia, silakan hubungi hizbut-tahrir.or.id/gabung atau datang ke kantor-kantor atau aktivis HT terdekat.

Rizqi Awal El-Palembani
Alumnus Universitas Padjadjaran, Bandung

(Suara Islam/Voa-Khilafah.com)
 

Jangan Katakan HTI Sesat Karena Kata Orang, Apalagi Engkau Punya Lebih Dari Cukup Ilmu untuk Mengkajinya Secara Lebih Dewasa

Oleh : Ust. Dirwan Abdul Djalil (Pengalaman Pribadi)

Sekitar setahun yg lalu saya bertemu seorang teman-sahabat sesama alumni DDI Mangkoso yang sdh 17 tahun tidak berjumpa karena jauhnya jarak dan lamanya beliau menimbah ilmu di tepian sungai nil, hanya saling sapa melalui sosmed. Setelah bernostalgia mengingat masa-masa dipondok dan berbincang ria, tentang banyak hal “tentang anak, istri, aktivitas sehari-hari, dll” .

Tiba2 dia bertanya “sdh berapa lama antum aktif di HTI??,melihat like, share, koment antum disosmed, semua hampir tdk lepas dari kabar perjuangan HTI.. saya jawab sejak bulan ke 6 setelah kita meninggalkan DDI mangkoso. Dia kemudian menasehati untuk berhati2, krn disana “di nil, kata orang HT dikenal sebagai gerakan ekstrim. Lalu kutanyakan sikap dia sendiri terhadap perjuangan HT bukan kata orang ?, dia bilang sy belum mengkaji, tetapi kita harus berdakwah sesuai petunjuk qur’an-sunnah dan penjelasan para ulama ahlussunnah, khususnya kita alumni DDI, harus selalu mengingat pesan-pesan dan pelajaran dari anregurutta(Guru). Karena tidak banyak waktu, dia harus melanjutkan perjalanan, kutitipkan beberapa file ebook, kitab-kitab mutabannat HT, dan kitab para ulama HT serta penjelasan para ulama ahlussunnah tentang kewajiban menegakkan khilafah. Ku ucapkan wassalam ilalliqo maassalaama.

Dan dikemudian hari, ana kirimkan kitab2 HT kebeliau. Hari ini, secara kebetulan di acara hajatan teman, kita kembali bertemu. Menyadari tdk banyak wkt, aku langsung bertanya ‘bagaimana kitab yg ana titip, sdh dibaca ??, lantas bagaimana pandangan antum tentang dakwah HTI ?? diluar dugaan saya, dia mengatakan belum sempat kubaca, sdh kuhapus dan sdh kubakar. Sedikit mengangah sy kembali bertanya : kenapa ? dia bilang kata teman2 hti gagal paham, kata orang hti mimpi, hti berbahaya dls………………………………………………..,,

Kubiarkan dia berbicara..setelah dia berhenti kukatakan padanya, bagaimana bisa antum seorang magister agama dari univ tertua di dunia, menyesatkan, menyalahkan, menganggap berbahaya sesuatu yg belum antum kaji sendiri dan hanya berdasarkan Qola-wa Qila. Mengapa engkau tidak belajar dan mengingat pesan anregurutta tentang kisah tufail ketika memasuki kota makkah, dia diminta oleh orang-orang abu jahal untuk menyumpal telinganya dengan kapas agar tidak mendengar dakwah Muhammad yg dikatakan sihir, tetapi tufail berkata, sy adalah orang yg berilmu, sekiranya yang dikatakan Muhammad salah maka aku akan mengetahuinya dan apabila sebaliknya aku juga akan mengetahuinya. Dan akhirnya beliau mendapat hidayatul irsyad wal bayan.

Saya lanjutkan, tidakkah antum masih mengingat penjelasan guru-guru kita ditonrong’e ketika pengajian kitab Fath al-Qarîb al-Mujîb karya Abû ‘Abd Allâh Muhammad ibn Qâsim al-Ghazzî bada magrib setiap selasa malam dan Fath al-Mu’în karya Zayn al-Dîn ibn ‘Abd al-‘Azîz al-Malibârî setiap subuh rabu dan kitab bidayatul mujtahid dikelas, disana dijelaskan tentang hukum jinayat,hudud, ta’zir dan muqhalafat.. berapa batas minimal pencurian untuk dijatuhi hukum potong tangan bagi pencuri, sampai dimana batas yg dipotong, bagaimana caranya, dengan alat apa, kapan waktunya. Demikian pula dengan hukum cambuk bagi pezina dan peminun dls….dengan institusi apa semua aturan itu akan ditegakkan dan siapa yang akan menegakkannya ???? apakah berharap pd demokrasi ?, presiden ?? ..apakah antum juga termasuk santri yang mengatakan hukum islam biadab dan tidak cocok lagi untuk zaman modern ini. Lantas untuk apa semua itu diajarkan oleh anregurutta??

Saya menutup dengan mengatakan kepadanya : Cappo” janganlah engkau mengatakan HTI sesat karena kata orang, karena engkau akan disesatkan!!! Cukuplah engkau mengingat peristiwa dizaman khalifah sulaiman al qonuni yg pernah kita kaji dulu, tentang seorang dai yg menyesatkan seorang muslim krn kata orang-kata orang, akhirnya di dita’zir 100 kali cambuk dan diasingkan selama 5 tahun. bukankah engkau seorang megister agama dari univ tertua dan paling terkenal didunia islam, engkau punya ilmu dan kemampuan yg sangat memadai untuk mengkajinya secara lebih dewasa. Ada undangan reuni dan penammatan 13-14 juni.. tanotu cappo![www.voa-khilafah.com]

Sumber : https://www.facebook.com/dirwanajalil.makkulawu/posts/868072119933883

Dibalik Jatuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah (3-Tamat)

Dibalik Jatuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah (3-Tamat)

Oleh : Aidil Faqih

Voice of Al Khilafah - Para misionaris itu bekerja dengan berkedok lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Awalnya akibat dari tindakan itu hanya kecil saja. Tapi selama abad ke 18 dan 19 ketika kemunduran Khilafah mulai muncul, mereka mampu mengeksplotasi kelemahan negara dan menyebarkan konsep-konsep yang jahat kepada masyarakat. Di abad 19, Beirut menjadi pusat aktivitas misionaris. Selama masa itu, para misionaris mengeksploitasi perselisihan dalam negeri diantara orang Kristen dan Druze dan kemudian antara Kristen dan Muslim, dengan Inggris berpihak pada Druze sementara Perancis berpihak pada Kristen Maronit. Selama masa itu para misionaris itu memiliki dua agenda utama: (1) Memisahkan Orang Arab dari Khilafah Usmani; (2) Membuat kaum muslimin merasa terasing dari ikatan Islam

Tahun 1875 ‘Persekutuan Rahasia’ dibentuk di Beirut dalam usaha untuk mendorong nasionalisme Arab diantara rakyat. Melalui pernyataan-pernyataan dan selebaran-selebaran, persekutuan itu menyerukan kemerdekaan politik orang Arab, khususnya mereka yang tinggal di Syria dan Libanon. Dalam literaturnya, mereka berulangkali menuduh Turki merebut Khilafah Islam dari orang Arab, melanggar Syariah, dan , mengkhianati Agama Islam.

Hal ini memunculkan benih-benih nasionalisme yang akhirnya berbuah pada tahun 1916 ketika Inggris memerintahkan seorang agennya Sharif Hussein dari Mekkah untuk melancarkan Pemberontakan Arab terhadap Khilafah Usmani. Pemberontakan ini sukses dalam membagi tanah Arab dari Khilafah dan kemudian menempatkan tanah itu di bawah mandat Inggris dan Perancis.
Di saat yang sama, nasionalisme mulai dikobarkan diantara orang Turki. Gerakan Turki Muda didirikan tahun 1889 berdasarkan nasionalisme Turki dan dapat berkuasa tahun 1908 setelah mengusir Khalifah Abdul Hamid II. Pengkhianat Mustafa Kamal yang menghapus Kekhalifahan adalah anggota Turki Muda. Inilah alasanya mengapa Kemal kemudian berkata:

“Bukankah karena Khilafah, Islam dan ulama yang menyebabkan para petani Turki berperang hingga mati selama lima abad? Sudah waktunya Turki mengurus urusannya sendiri dan mengabaikan orang India dan orang Arab. Turki harus melepaskan dirinya untuk memimpin kaum muslimin.”

Disamping aktivitas yang dilakukan oleh misionaris Inggris dan Perancis, bersama dengan Rusia mulai dilakukan penjajahan langsung di banyak bagian Dunia Islam. Ini dimulai selama pertengahan abad 18 ketika tahun 1768 Catherine II dari Rusia berperang dengan Khilafah dan dengan sukses dapat menduduki wilayah di Selatan Ukraina, Kaukasus Utara, dan Crimea yang kemudian dijadikan bagian dari Kekaisaran Rusia. Perancis menyerang Mesir dan Inggris mulai menduduki India. Di Abad ke 19 Perancis menduduki Afrika Utara dan Inggris menduduki Mesir, Sudan, dan India. Sedikit demi sedikit wilayah Khilafah menjadi berkurang hingga akhir PD I ketika apa yang tersisa hanyalah Turki, yang diduduki oleh pasukan sekutu dibawah perintah Jendral Inggris yang bernama Charles Harrington.

Pemecahan tanah Khilafah dilakukan dalam sebuah perjanjian rahasia yang dilakukan antara Inggris dan Perancis tahun 1916. Perjanjian itu adalah Perjanjian Sykes-Picot. Rencana ini dibuat diantara diplomat Perancis bernama Franรƒ§ois Georges-Picot dan penasehat diplomat Inggris Mark Sykes. Di bawah perjanjian itu, Inggris mendapat kontrol atas Jordania, Irak dan wilayah kecil di sekitar Haifa. Perancis diberikan kontrol atas Turki wilayah Selatan-Timur, Irak bagian Utara, Syria dan Libanon. Kekuatan Barat itu bebas memutuskan garis perbatasan di dalam wilayah Khilafah itu. Peta Timur Tengah saat ini adalah garis-garis yang dibuat Sykes dan Picot dengan memakai sebuah penggaris di atas tanah yang dulunya adalah wilayah Khilafah.

Tahun-tahun berlanjutnya kehancuran Khilafah, Inggris memainkan peranan kunci dengan cara memelihara agennya Mustafa Kamal. Melalui sejumlah maneuver politik dengan bantuan Inggris, Mustafa Kamal mampu menjadikan dirinya berkuasa di Turki. Tahun 1922, Konperensi Lausanne diorganisir oleh Menlu Inggris Lord Curzon untuk mendiskusikan kemerdekaan Turki. Turki pada saat itu adalah di bawah pendudukan pasukan sekutu dengan institusi Khilafah yang hanya tinggal nama. Selama konperensi itu Lord Curzon menetapkan empat kondisi sebelum mengakui kemerdekaan Turki. Kondisi-kondisi itu adalah: (1) Penghapusan total Khilafah : (2) Pengusiran Khalifah ke luar perbatasan; (3) Perampasan asset-aset Khilafah : (4) Pernyataan bahwa Turki menjadi sebuah Negara Sekuler

Suksesnya Konperensi itu terletak pada pemenuhan keempat kondisi itu. Namun, dengan tekanan asing yang sedemikian itupun, banyak kaum muslimin di dalam negeri Turki masih mengharapkan Khilafah, yang telah melayani Islam sedemikan baiknya selama beberapa abad dan tidak pernah terbayangkan bahwa Khilafah bisa terhapus. Karena itu, Lurd Curzon gagal untuk memastikan kondisi-kondisi ini dan konperensi itu berakhir dengan kegagalan. Namun, dengan liciknya Lord Curzon atas nama Inggris tidak menyerah. Pada tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal memakai kekuatan bersenjata dan menteror lawan-lawan politiknya sehingga mampu menekan melalui Undang-undang Penghapusan Khilafah yang memungkingkan terhapusnya institusi Khilafah.
Untuk kekuatan kolonialis, penghancuran Khilafah tidaklah cukup. Mereka ingin memastikan bahwa Khilafah tidak pernah bangkit lagi dalam diri kaum Muslimin. Lord Curzon berkata,

“Kita harus mengakhiri apapun yang akan membawa persatuan Islam diantara anak-anak kaum muslimin. Sebagaimana yang kita telah sukses laksanakan dalam mengakhiri Khilafah, maka kita harus memastikan bahwa tidak pernah ada lagi bangkitnya persatuan kaum muslimin, apakah itu persatuan intelektual dan budaya.”

Karena itu, mereka meberikan sejumlah rintangan dalam usaha menegakkan kembali Khilafah seperti:
1. Pengenalan konsep-konsep non-Islam di Dunia Islam seperti patriotisme, nasionalisme, sosialisme dan sekularisme dan mendorong gerakan politik kolonialis yang berdasarkan ide-ide ini.
2. Kehadiran kurikulum pendidikan yang dibuat oleh kekuatan penjajah, yang masih tetap bercokol selama 80 tahun, yang membuat mayoritas kaum muda yang lulus dan ingin meneruskan pendidikannya ke arah yang bertentangan dengan Islam.
3. Jeratan ekonomi di Dunia Islam oleh pemerintahan Barat dan perusahaan-perusahaannya dimana masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menghinakan dan dipaksa untuk terfokus hanya pada bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan peran sesungguhnya dari para penjajah itu.
4. Warisan yang disengaja untuk memecah Dunia Islam yang berkisar pada garis perbatasan yang senantiasa diperdebatkan sehingga kaum muslimin akan tetap terlibat dalam masalah-masalah sepele.
5. Pendirian organisasi-organisasi seperti Liga Arab dan kemudian Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang menipiskan ikatan Islam, dan terus melanjutkan adanya perpecahan di Dunia Islam sementara tetap gagal dalam memecahkan tiap masalah atau isu yang muncul.
6. Pemaksaan berdirinya Negara asing, Israel, di jantung Dunia Islam yang menjadi pemicu serangan kekuatan Barat atas kaum muslimin yang tidak bisa mempertahankan diri sementara mereka terus menghidupkan mitos rasa rendah diri kaum muslimin.
7. Kehadiran penguasa-penguasa zalim di Dunia Islam yang kesetiaanya adalah pada tuannya yakni negara-negara Barat; yang menindas dan menyiksa umat Islam; mereka bukanlah dari umat dan membenci umat sebagaimana umat membenci mereka.

Wahai saudaraku, kita tahu bahwa orang-orang kafir seperti Yahudi dan Nasrani akan selalu memusuhi kaum muslimin. Mereka menyukai apa-apa yang menyusahkan kita dan mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk berusaha memecah belah dan memusnahkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridha sampai kamu masuk dalam golongan mereka”. (QS.Al Baqarah :120)

Sudah saatnya kita membangun ukhuwah Islamiyah dan menghadapi musuh bersama, yaitu orang-orang kafir dan munafik yang selalu menghina Islam dan kaum muslimin. Dan memfokuskan pada pandangan urgensi penegakkan Khilafah dan Syariah untuk menjadikannya pandangan umum ditengah-tengah masyarakat (bukan dengan Demokrasi, diskriminasi gender, HAM, dll).

Saudaraku, khilafah pasti akan tegak dengan atau tanpa kita. Karena ini merupakan janji Rasulullah SAW:

“…Sesungguhnya akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian”(HR.Ahmad)
Tinggal kita memilih, apakah kita menjadi orang yang berjuang terhadap penegakan Khilafah dan Syariah, atau kita menjadi orang yang setuju terhadap penegakkan Khilafah dan syariah ketika Khilafah sudah tegak. Sesungguhnya beruntunglah bagi yang menegakkanya. Rugilah bagi mereka yang hanya duduk diam menyaksikannya. Tetapi akan celakalah mereka yang menghalanginya.

Wallaahu a’lam bi Showab

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL