Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan
SIAPA TERORIS ITU?

SIAPA TERORIS ITU?

Voa-Khilafah.com - Ini yang selalu terjadi menjelang perayaan Natal. Pengamanan gereja diperketat. Tim gegana diterjunkan utuk memyusuri setiap sudut ruangan demi memastikan tidak ada bom di dalamnya. Dan saat perayaan Natal berlangsung, jumlah polisi pengamanan ditingkatkan. Bahkan, organisasi pemuda Islam pun siap siaga melakukan pengamanan.

Apa yang ditakutkan? Katanya, ini demi menjaga dari kemungkinan serangan teroris.

Siapa teroris yang dimaksud? Ya, tentu saja umat Islam yang dituduh teroris.

Tapi, tuduhan itu sama sekali tak terbukti. Tak ada serangan terhadap gereja. Tak ada pembakaran gereja. Tak ada larangan mereka berhari raya.

Bandingkan dengan apa yang terjadi di Papua. Gereja berkirim surat, melarang umat Islam berhari raya. Situasi ini jelas merupakan ancaman nyata. Tetapi, tidak ada pengawalan polisi, meski surat itu ditembuskan pada mereka. Tidak ada pula, tim gegana diterjunkan. Apalagi organisasi pemuda Islam membantu pengamanan? Sama sekali tidak ada.

Tapi, teror justru terjadi. Masjid dibakar saat umat Islam sedang sholat hari raya. Bukan hanya masjid, bahkan rumah dan ruko milik warga muslim juga dibakar.

Lalu, apa reaksi pemerintah?

Alih-alih memberi instruksi penangkapan pelaku teror, pemimpin negeri muslim terbesar ini justru menyalahlan speaker masjid sebagai biang pembakaran. Media mainstream juga idem. Bukannya mengutuk gereja sebagai pelakunya, mereka justru sibuk meminta umat Islam menahan diri, agar tidak melakukan aksi pembalasan.

Benar-benar sebuah ironi yang memilukan. Stempel teroris justru disematkan ke diri kaum muslimin, yang faktanya tidak melakukan tindakan teror. Dan mereka yang nyata-nyata melakukan aksi teror justru dilindungi, hanya karena pelakunya bukan muslim.

(Sumber : M. Ihsan Abdul Djalil)

(www.voa-khilafah.com)

Hizbut Tahrir, Syiah dan Masalah Pentakfiran

Hizbut Tahrir, Syiah dan Masalah Pentakfiran

Voa-Khilafah.com - Hizbut Tahrir adalah organisasi yang turut mewarnai perjalanan hidup saya. Interaksi saya dengan organisasi yang berasal dari Palestina ini terjadi pada pertengahan tahun 2006. Saya mengenalnya lewat Ustadz Erick Erdian, Ustadz Yayan Rukmana melalui Gema Pembebasan yang dulu di bawah almarhum Toto Samardi. September 2006, saya mulai mengkajinya. Tahun 2007-an, saya temukan buku Gerakan Keagamaan dan Pemikiran terbitan al-I’tishom, salah satunya ada bab yang membahas Hizbut Tahrir. Dalam buku tersebut dinyatakan Hizbut Tahrir membolehkan anggotanya untuk berciuman dengan bukan mahramnya. Hal yang hingga kini belum bisa saya buktikan sama sekali. Tarulah ada aktivis Hizbut Tahrir yang melakukannya, tentu akan dikenakan sanksi tegas dalam berupa pemecatan.

Terkait interaksi antara ikhwan dan akhwat saja, Hizbut tahrir sangat berhati-hati. Oleh karena itu, prinsip Islam yang memisahkan interaksi pria dan wanita dan hanya boleh berkomunikasi bila ada keperluan yang dibenarkan syariat islam. Untuk itu pula, Hizbut Tahrir juga memberikan kewenangan tersendiri bagi perempuan, dalam organisasi Muslimah HTI. Pernah saya dapati status facebook seseorang yang mengaku sebagai mantan aktivis HTI, dia mengatakan kalau Hizbut Tahrir sudah terinfiltrasi Syiah. Padahal nyatanya hingga kini, kalangan Hizbut Tahrir adalah berpedoman pada Sunni. Seluruh buku pedoman hizbut tahrir pun merujuk pada kitab-kitab turats karangan ulama Sunni, bahkan dalam kitab Syakshiyyah Islamiyyah pun Taqiyuddin An-nabhani menjelaskan secara lugas tentang paham dan aqidah Syiah. Apalagi selama ini, tidak ada sedikit pun HT mengambil fiqh ibadah Syiah, baik hari Karbala atau beberapa hal lainnya yang terkait dengan Syiah. Bahkan, kalau seorang aktivis HT itu adalah Syiah, lama-lama pun ia tidak akan bertahan lama untuk berada di organisasi dakwah ini.

Satu lagi soal syiah, ushul fiqh versi Hizbut tahrir beda dengan Syiah di banyak hal. Misal sumber hukum Islam salah satunya adalah ijma' sahabat, yang sangat tak mungkin kalangan Syiah setuju, karena Syiah yang jelas kesesatannya atau yang samar sesatnya sangat membenci sahabat Nabi.

Kemudian Hizbut Tahrir tidak melakukan pentakfiran kepada sejumlah gerakan dakwah yang tak setuju dengan pemikirannya. Hizbut Tahrir pun tak pernah berselisih besar dalam perkara khilafiyah di kalangan ulama, apalagi terkait ibadah. Oleh karena itu, siapa pun yang berinteraksi dengan Hizbut Tahrir, ia akan menemukan syabab yang juga NU, yang juga Persis, Muhammadiyah atau lainnya. Selama tidak ada penyimpangan dalam ibadah dan aqidah, seperti halnya Ahmadiyyah dan LDII.

Kalau ada yang menuduh, Hizbut Tahrir itu organisasi yang melakukan kekerasan, hingga hari ini pun, tidak ada satupun penjelasan di dalam organisasi ini membolehkan menggunakan kekerasan dalam menyampaikan pendapatnya. Sehingga siapa pun yang berkenalan dengan syabab HT, tidak lain akan bertemu pada ranah diskusi, tanya jawab dan aksi yang aman. Sehingga, tuduhan sebagai gerakan terorisme itu tidaklah benar.

Seiring pengajian saya yang mendalam, serangan demi serangan begitu kental terhadap organisasi ini. Ada yang sampai bilang kepada saya, bahwa HTI itu aqidahnya sesat. Mana mungkin sebuah organisasi yang bertujuan menegakkan Islam secara kaffah menyimpang secara aqidah. Bahkan Hizbut Tahrir sangat berhati-hati mengambil segala sesuatu yang terkait aqidah, agar terjaganya aktivisnya dari TBC (takhayul, bid'ah, dan churafat).

Hingga tulisan ini terbit, hampir sembilan tahun berinteraksi dengan Hizbut Tahrir, Alhamdulillah, HT tetaplah ahlus-sunnah wal jamaah. Sebagaimana prinsip-prinsip yang diyakini oleh sebagian besar Islam sunni. Jadi bila mau mengkaji bersama HT Indonesia, silakan hubungi hizbut-tahrir.or.id/gabung atau datang ke kantor-kantor atau aktivis HT terdekat.

Rizqi Awal El-Palembani
Alumnus Universitas Padjadjaran, Bandung

(Suara Islam/Voa-Khilafah.com)
 

Jangan Katakan HTI Sesat Karena Kata Orang, Apalagi Engkau Punya Lebih Dari Cukup Ilmu untuk Mengkajinya Secara Lebih Dewasa

Oleh : Ust. Dirwan Abdul Djalil (Pengalaman Pribadi)

Sekitar setahun yg lalu saya bertemu seorang teman-sahabat sesama alumni DDI Mangkoso yang sdh 17 tahun tidak berjumpa karena jauhnya jarak dan lamanya beliau menimbah ilmu di tepian sungai nil, hanya saling sapa melalui sosmed. Setelah bernostalgia mengingat masa-masa dipondok dan berbincang ria, tentang banyak hal “tentang anak, istri, aktivitas sehari-hari, dll” .

Tiba2 dia bertanya “sdh berapa lama antum aktif di HTI??,melihat like, share, koment antum disosmed, semua hampir tdk lepas dari kabar perjuangan HTI.. saya jawab sejak bulan ke 6 setelah kita meninggalkan DDI mangkoso. Dia kemudian menasehati untuk berhati2, krn disana “di nil, kata orang HT dikenal sebagai gerakan ekstrim. Lalu kutanyakan sikap dia sendiri terhadap perjuangan HT bukan kata orang ?, dia bilang sy belum mengkaji, tetapi kita harus berdakwah sesuai petunjuk qur’an-sunnah dan penjelasan para ulama ahlussunnah, khususnya kita alumni DDI, harus selalu mengingat pesan-pesan dan pelajaran dari anregurutta(Guru). Karena tidak banyak waktu, dia harus melanjutkan perjalanan, kutitipkan beberapa file ebook, kitab-kitab mutabannat HT, dan kitab para ulama HT serta penjelasan para ulama ahlussunnah tentang kewajiban menegakkan khilafah. Ku ucapkan wassalam ilalliqo maassalaama.

Dan dikemudian hari, ana kirimkan kitab2 HT kebeliau. Hari ini, secara kebetulan di acara hajatan teman, kita kembali bertemu. Menyadari tdk banyak wkt, aku langsung bertanya ‘bagaimana kitab yg ana titip, sdh dibaca ??, lantas bagaimana pandangan antum tentang dakwah HTI ?? diluar dugaan saya, dia mengatakan belum sempat kubaca, sdh kuhapus dan sdh kubakar. Sedikit mengangah sy kembali bertanya : kenapa ? dia bilang kata teman2 hti gagal paham, kata orang hti mimpi, hti berbahaya dls………………………………………………..,,

Kubiarkan dia berbicara..setelah dia berhenti kukatakan padanya, bagaimana bisa antum seorang magister agama dari univ tertua di dunia, menyesatkan, menyalahkan, menganggap berbahaya sesuatu yg belum antum kaji sendiri dan hanya berdasarkan Qola-wa Qila. Mengapa engkau tidak belajar dan mengingat pesan anregurutta tentang kisah tufail ketika memasuki kota makkah, dia diminta oleh orang-orang abu jahal untuk menyumpal telinganya dengan kapas agar tidak mendengar dakwah Muhammad yg dikatakan sihir, tetapi tufail berkata, sy adalah orang yg berilmu, sekiranya yang dikatakan Muhammad salah maka aku akan mengetahuinya dan apabila sebaliknya aku juga akan mengetahuinya. Dan akhirnya beliau mendapat hidayatul irsyad wal bayan.

Saya lanjutkan, tidakkah antum masih mengingat penjelasan guru-guru kita ditonrong’e ketika pengajian kitab Fath al-Qarîb al-Mujîb karya Abû ‘Abd Allâh Muhammad ibn Qâsim al-Ghazzî bada magrib setiap selasa malam dan Fath al-Mu’în karya Zayn al-Dîn ibn ‘Abd al-‘Azîz al-Malibârî setiap subuh rabu dan kitab bidayatul mujtahid dikelas, disana dijelaskan tentang hukum jinayat,hudud, ta’zir dan muqhalafat.. berapa batas minimal pencurian untuk dijatuhi hukum potong tangan bagi pencuri, sampai dimana batas yg dipotong, bagaimana caranya, dengan alat apa, kapan waktunya. Demikian pula dengan hukum cambuk bagi pezina dan peminun dls….dengan institusi apa semua aturan itu akan ditegakkan dan siapa yang akan menegakkannya ???? apakah berharap pd demokrasi ?, presiden ?? ..apakah antum juga termasuk santri yang mengatakan hukum islam biadab dan tidak cocok lagi untuk zaman modern ini. Lantas untuk apa semua itu diajarkan oleh anregurutta??

Saya menutup dengan mengatakan kepadanya : Cappo” janganlah engkau mengatakan HTI sesat karena kata orang, karena engkau akan disesatkan!!! Cukuplah engkau mengingat peristiwa dizaman khalifah sulaiman al qonuni yg pernah kita kaji dulu, tentang seorang dai yg menyesatkan seorang muslim krn kata orang-kata orang, akhirnya di dita’zir 100 kali cambuk dan diasingkan selama 5 tahun. bukankah engkau seorang megister agama dari univ tertua dan paling terkenal didunia islam, engkau punya ilmu dan kemampuan yg sangat memadai untuk mengkajinya secara lebih dewasa. Ada undangan reuni dan penammatan 13-14 juni.. tanotu cappo![www.voa-khilafah.com]

Sumber : https://www.facebook.com/dirwanajalil.makkulawu/posts/868072119933883

Dibalik Jatuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah (3-Tamat)

Dibalik Jatuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah (3-Tamat)

Oleh : Aidil Faqih

Voice of Al Khilafah - Para misionaris itu bekerja dengan berkedok lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Awalnya akibat dari tindakan itu hanya kecil saja. Tapi selama abad ke 18 dan 19 ketika kemunduran Khilafah mulai muncul, mereka mampu mengeksplotasi kelemahan negara dan menyebarkan konsep-konsep yang jahat kepada masyarakat. Di abad 19, Beirut menjadi pusat aktivitas misionaris. Selama masa itu, para misionaris mengeksploitasi perselisihan dalam negeri diantara orang Kristen dan Druze dan kemudian antara Kristen dan Muslim, dengan Inggris berpihak pada Druze sementara Perancis berpihak pada Kristen Maronit. Selama masa itu para misionaris itu memiliki dua agenda utama: (1) Memisahkan Orang Arab dari Khilafah Usmani; (2) Membuat kaum muslimin merasa terasing dari ikatan Islam

Tahun 1875 ‘Persekutuan Rahasia’ dibentuk di Beirut dalam usaha untuk mendorong nasionalisme Arab diantara rakyat. Melalui pernyataan-pernyataan dan selebaran-selebaran, persekutuan itu menyerukan kemerdekaan politik orang Arab, khususnya mereka yang tinggal di Syria dan Libanon. Dalam literaturnya, mereka berulangkali menuduh Turki merebut Khilafah Islam dari orang Arab, melanggar Syariah, dan , mengkhianati Agama Islam.

Hal ini memunculkan benih-benih nasionalisme yang akhirnya berbuah pada tahun 1916 ketika Inggris memerintahkan seorang agennya Sharif Hussein dari Mekkah untuk melancarkan Pemberontakan Arab terhadap Khilafah Usmani. Pemberontakan ini sukses dalam membagi tanah Arab dari Khilafah dan kemudian menempatkan tanah itu di bawah mandat Inggris dan Perancis.
Di saat yang sama, nasionalisme mulai dikobarkan diantara orang Turki. Gerakan Turki Muda didirikan tahun 1889 berdasarkan nasionalisme Turki dan dapat berkuasa tahun 1908 setelah mengusir Khalifah Abdul Hamid II. Pengkhianat Mustafa Kamal yang menghapus Kekhalifahan adalah anggota Turki Muda. Inilah alasanya mengapa Kemal kemudian berkata:

“Bukankah karena Khilafah, Islam dan ulama yang menyebabkan para petani Turki berperang hingga mati selama lima abad? Sudah waktunya Turki mengurus urusannya sendiri dan mengabaikan orang India dan orang Arab. Turki harus melepaskan dirinya untuk memimpin kaum muslimin.”

Disamping aktivitas yang dilakukan oleh misionaris Inggris dan Perancis, bersama dengan Rusia mulai dilakukan penjajahan langsung di banyak bagian Dunia Islam. Ini dimulai selama pertengahan abad 18 ketika tahun 1768 Catherine II dari Rusia berperang dengan Khilafah dan dengan sukses dapat menduduki wilayah di Selatan Ukraina, Kaukasus Utara, dan Crimea yang kemudian dijadikan bagian dari Kekaisaran Rusia. Perancis menyerang Mesir dan Inggris mulai menduduki India. Di Abad ke 19 Perancis menduduki Afrika Utara dan Inggris menduduki Mesir, Sudan, dan India. Sedikit demi sedikit wilayah Khilafah menjadi berkurang hingga akhir PD I ketika apa yang tersisa hanyalah Turki, yang diduduki oleh pasukan sekutu dibawah perintah Jendral Inggris yang bernama Charles Harrington.

Pemecahan tanah Khilafah dilakukan dalam sebuah perjanjian rahasia yang dilakukan antara Inggris dan Perancis tahun 1916. Perjanjian itu adalah Perjanjian Sykes-Picot. Rencana ini dibuat diantara diplomat Perancis bernama Franรƒ§ois Georges-Picot dan penasehat diplomat Inggris Mark Sykes. Di bawah perjanjian itu, Inggris mendapat kontrol atas Jordania, Irak dan wilayah kecil di sekitar Haifa. Perancis diberikan kontrol atas Turki wilayah Selatan-Timur, Irak bagian Utara, Syria dan Libanon. Kekuatan Barat itu bebas memutuskan garis perbatasan di dalam wilayah Khilafah itu. Peta Timur Tengah saat ini adalah garis-garis yang dibuat Sykes dan Picot dengan memakai sebuah penggaris di atas tanah yang dulunya adalah wilayah Khilafah.

Tahun-tahun berlanjutnya kehancuran Khilafah, Inggris memainkan peranan kunci dengan cara memelihara agennya Mustafa Kamal. Melalui sejumlah maneuver politik dengan bantuan Inggris, Mustafa Kamal mampu menjadikan dirinya berkuasa di Turki. Tahun 1922, Konperensi Lausanne diorganisir oleh Menlu Inggris Lord Curzon untuk mendiskusikan kemerdekaan Turki. Turki pada saat itu adalah di bawah pendudukan pasukan sekutu dengan institusi Khilafah yang hanya tinggal nama. Selama konperensi itu Lord Curzon menetapkan empat kondisi sebelum mengakui kemerdekaan Turki. Kondisi-kondisi itu adalah: (1) Penghapusan total Khilafah : (2) Pengusiran Khalifah ke luar perbatasan; (3) Perampasan asset-aset Khilafah : (4) Pernyataan bahwa Turki menjadi sebuah Negara Sekuler

Suksesnya Konperensi itu terletak pada pemenuhan keempat kondisi itu. Namun, dengan tekanan asing yang sedemikian itupun, banyak kaum muslimin di dalam negeri Turki masih mengharapkan Khilafah, yang telah melayani Islam sedemikan baiknya selama beberapa abad dan tidak pernah terbayangkan bahwa Khilafah bisa terhapus. Karena itu, Lurd Curzon gagal untuk memastikan kondisi-kondisi ini dan konperensi itu berakhir dengan kegagalan. Namun, dengan liciknya Lord Curzon atas nama Inggris tidak menyerah. Pada tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal memakai kekuatan bersenjata dan menteror lawan-lawan politiknya sehingga mampu menekan melalui Undang-undang Penghapusan Khilafah yang memungkingkan terhapusnya institusi Khilafah.
Untuk kekuatan kolonialis, penghancuran Khilafah tidaklah cukup. Mereka ingin memastikan bahwa Khilafah tidak pernah bangkit lagi dalam diri kaum Muslimin. Lord Curzon berkata,

“Kita harus mengakhiri apapun yang akan membawa persatuan Islam diantara anak-anak kaum muslimin. Sebagaimana yang kita telah sukses laksanakan dalam mengakhiri Khilafah, maka kita harus memastikan bahwa tidak pernah ada lagi bangkitnya persatuan kaum muslimin, apakah itu persatuan intelektual dan budaya.”

Karena itu, mereka meberikan sejumlah rintangan dalam usaha menegakkan kembali Khilafah seperti:
1. Pengenalan konsep-konsep non-Islam di Dunia Islam seperti patriotisme, nasionalisme, sosialisme dan sekularisme dan mendorong gerakan politik kolonialis yang berdasarkan ide-ide ini.
2. Kehadiran kurikulum pendidikan yang dibuat oleh kekuatan penjajah, yang masih tetap bercokol selama 80 tahun, yang membuat mayoritas kaum muda yang lulus dan ingin meneruskan pendidikannya ke arah yang bertentangan dengan Islam.
3. Jeratan ekonomi di Dunia Islam oleh pemerintahan Barat dan perusahaan-perusahaannya dimana masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menghinakan dan dipaksa untuk terfokus hanya pada bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan peran sesungguhnya dari para penjajah itu.
4. Warisan yang disengaja untuk memecah Dunia Islam yang berkisar pada garis perbatasan yang senantiasa diperdebatkan sehingga kaum muslimin akan tetap terlibat dalam masalah-masalah sepele.
5. Pendirian organisasi-organisasi seperti Liga Arab dan kemudian Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang menipiskan ikatan Islam, dan terus melanjutkan adanya perpecahan di Dunia Islam sementara tetap gagal dalam memecahkan tiap masalah atau isu yang muncul.
6. Pemaksaan berdirinya Negara asing, Israel, di jantung Dunia Islam yang menjadi pemicu serangan kekuatan Barat atas kaum muslimin yang tidak bisa mempertahankan diri sementara mereka terus menghidupkan mitos rasa rendah diri kaum muslimin.
7. Kehadiran penguasa-penguasa zalim di Dunia Islam yang kesetiaanya adalah pada tuannya yakni negara-negara Barat; yang menindas dan menyiksa umat Islam; mereka bukanlah dari umat dan membenci umat sebagaimana umat membenci mereka.

Wahai saudaraku, kita tahu bahwa orang-orang kafir seperti Yahudi dan Nasrani akan selalu memusuhi kaum muslimin. Mereka menyukai apa-apa yang menyusahkan kita dan mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk berusaha memecah belah dan memusnahkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridha sampai kamu masuk dalam golongan mereka”. (QS.Al Baqarah :120)

Sudah saatnya kita membangun ukhuwah Islamiyah dan menghadapi musuh bersama, yaitu orang-orang kafir dan munafik yang selalu menghina Islam dan kaum muslimin. Dan memfokuskan pada pandangan urgensi penegakkan Khilafah dan Syariah untuk menjadikannya pandangan umum ditengah-tengah masyarakat (bukan dengan Demokrasi, diskriminasi gender, HAM, dll).

Saudaraku, khilafah pasti akan tegak dengan atau tanpa kita. Karena ini merupakan janji Rasulullah SAW:

“…Sesungguhnya akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian”(HR.Ahmad)
Tinggal kita memilih, apakah kita menjadi orang yang berjuang terhadap penegakan Khilafah dan Syariah, atau kita menjadi orang yang setuju terhadap penegakkan Khilafah dan syariah ketika Khilafah sudah tegak. Sesungguhnya beruntunglah bagi yang menegakkanya. Rugilah bagi mereka yang hanya duduk diam menyaksikannya. Tetapi akan celakalah mereka yang menghalanginya.

Wallaahu a’lam bi Showab

Dibalik Jatuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah (2)

Dibalik Jatuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah (2)

Oleh Aidil Faqih

Voice of Al Khilafah - Tidak berapa lama kemudian, muncullah hakikat sebenarnya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan Kristen dan lebih khusus lagi Inggris. Mereka melihat, bahwa penghancuran Khilafah bukanlah perkara yang mudah, kecuali dengan cara membuat pahlawan boneka dan menggambarkan opini umum tentang sosoknya yang besar dan keramat. Dan mereka mengusulkan nama Musthafa Kemal agar menjadi sumber harapan dan sumber penghormatan di kalangan perwira tentara dan rakyat Utsmani. Mereka membuat beberapa sandiwara peperangan untuk mengangkat (mengorbitkan) nama Musthafa Kemal sebagai pahlawan. Mereka bertempur tetapi tidak ada peluru dan meriam yang ditembakkan pihak sekutu. Musthafa Kemal berhasil mendesak pasukan sekutu mundur dari wilayah Turki. Kemenangan sandiwara ini disambut oleh rakyat Turki dan menyanjung nama Musthafa Kemal serta menganggapnya sebagai pahlawan penyelamat. Inggris mempublikasikan kemenangan (sandiwara) Musthafa Kemal secara besar-besaran. Atas kemenangan ini Musthafa Kemal mengatakan dihadapan publik;”Semua rencana tidak akan dilakukan kecuali untuk melindungi kesultanan dan Khilafah serta membebaskan Sultan dan negeri ini dari perbudakan negara asing”.Di sisi lain Duta Besar Inggris mengeluarkan beberapa pernyataan yang ditujukan kepada bangsa Turki supaya mematuhi khalifahnya, seolah-olah mereka berdiri dipihak Sultan dan bermusuhan dengan Musthafa Kemal. Maka bertambahlah kebencian terhadap Khalifah dan bertambahlah kecintaan terhadap pahlawan (boneka) yang memerangi sekutu.

Kebusukan rencana Musthafa Kemal mulai terbongkar pada tahun 1341 H/1923 M, Organisasi Nasional Turki pimpinan Mustafa Kemal mengumumkan berdirinya Republik Turki yang beribukota di Ankara dan dia terpilih sebagai presiden pertamanya, peristiwa ini membuat posisi Khalifah Sultan Muhammad Wahidudin terancam, kemudian dia melarikan diri ke Malta dengan kapal Inggris. Awalnya Musthafa Kemal berpura-pura tetap menjaga eksistensi Sistem Khilafah dengan menunjuk Sultan Abdul Majid II menggantikan Sultan Muhammad Wahidudin.

Namun pada tanggal 27 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, Musthafa Kemal memanggil semua pendiri Organisasi Persatuan dan Pembangunan, dia yakin bahwa tidak ada seorangpun yang berani menentang dirinya. Di hadapan anggota, dia mengusulkan untuk membuat projek pembubaran Khilafah yang dia sebut sebagai `bisul abad pertengahan`. Akhirnya pada pertemuan tersebut Sistem Kekhilafahan Islam dibubarkan. Pada keesokan harinya, Khalifah Sultan Abdul Majid II dan keluarga Ustmani diusir dari Ibukota Istambul, hartanya disita, dan Musthafa Kemal mengganti sekolah-sekolah Islam dengan sekolah sekuler dibawah kementrian pendidikan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pimpinan delegasi Inggris, Lord Curzon pada saat perjanjian Lausanne tanggal 23 Juli 1923.

Setelah khilafah Islam dibubarkan dan pasukan Inggris ditarik dari wilayah Turki. Menteri luar negeri Inggris, Curzon dipanggil Senat Inggris untuk mempertanggungjawabkan perihal penarikan pasukan Inggris dari wilayah Turki, dihadapan anggota Senat Curzon berkata,

”Utama persoalannya adalah bahwa Turki telah dihancurkan dan tidak akan pernah bangkit kembali, karena kita telah berhasil menghancurkan dua kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam”.
Beberapa bulan setelah penghancuran Khilafah tanggal 24 Juli 1924, kemerdekaan Turki secara resmi diakui dengan penandatanganan Traktat Lausanne. Inggris dan sekutu-sekutunya menarik semua pasukannya dari Turki yang ditempatkan sejak akhir PD I. Sebagai reaksi dari hal ini, dilakukan protes pada Menlu Lord Curzon di House of Common karena Inggris mengakui kemerdekaan Turki. Lord Currzon menjawab,

“Situasinya sekarang adalah Turki telah mati dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, khilafah dan Islam.”

Sebagaimana diakui oleh Lord Curzon, Inggris bersama dengan Perancis memainkan peran penting dalam membagi-bagi tanah kaum muslimin diantara mereka. Rencana mereka melawan Khilafah bukanlah karena Khilafah berpihak pada Jerman pada PD I. Rencana ini telah dibuat ratusan tahun yang lalu yang akhirnya berbuah ketika Khilafah Usmani dengan cepat mulai merosot di pertengahan abad ke 18.

Usaha yang pertama untuk menghancurkan persatuan Islam terjadi pada abad ke 11 ketika Paus Urbanus II melancarkan Perang Salib I untuk menduduki Al-Quds. Setelah 200 tahun pendudukan, akhirnya pasukan salib dikalahkan di tangan Salahudin Ayyubi. Di abad ke 15 Konstantinopel ditaklukan dan benteng terakhir Kekaisaran Byzantium itupun dikalahkan. Lalu pada abad ke 16 Daulah Islam menyapu seluruh bagian selatan dan timur Eropa dengan membawa Islam kepada bangsa-bangsa itu. Akibatnya jutaan orang Albania, Yugoslavia, Bulgaria dan negara-negara lain memeluk Islam. Setelah pengepungan Wina tahun 1529 Eropa membentuk Aliansi untuk menghentikan expansi Khilafah di Eropa. Pada titik itulah terlihat bangkitnya permusuhan pasukan Salib terhadap Islam dan Khilafah, dan dibuatlah rencana-rencana berkaitan dengan ‘Masalah Ketimuran’ seperti yang sudah diketahui.

Count Henri Decastri, seorang pengarang Perancis menulis dalam bukunya yang berjudul Islam tahun 1896:

“Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dikatakan oleh kaum muslimin jika mereka mendengar cerita-cerita di abad pertengahan dan mengerti apa yang biasa dikatakan oleh ahli pidato Kristen dalam hymne-hymne mereka; semua hymne kami bahkan hymne yang muncul sebelum abad ke 12 berasal dari konsep yang merupakan akibat dari Perang Salib, hymne-hymne itu dipenuhi oleh kebencian kepada kaum muslimin dikarenakan ketidakpedulian mereka terhadap agamanya. Akibat dari hymne dan nyanyian itu, kebencian terhadap agama itu tertancap di benak mereka, dan kekeliruan ide menjadi berakar, yang beberapa diantaranya masih terbawa hingga saat ini. Tiap orang menganggap muslim sebagai orang musyrik, tidak beriman, pemuja berhala dan murtad.”
Setelah kekalahan mereka, pasukan Salib menyadari bahwa kekuatan Islam dan keyakinannya adalah Akidah Islam. Sepanjang kaum muslimin berkomitmen dengan kuat pada Islam dan al-Qur’an, Khilafah tidak akan pernah hancur. Inilah sebabnya di akhir abad ke 16, mereka mendirikan pusat misionaris pertama di Malta dan membuat markasnya untuk melancarkan serangan misionarisnya terhadap Dunia Islam. Inilah awal masuknya kebudayaan Barat ke Dunia Islam yang dilakukan para misionaris Inggris, Perancis dan Amerika… (Bersambung)

[eramuslim/www.voa-khilafah.com]
Dibalik Jatuhnya Khilafah Turki Utsmaniyah Terakhir (1)

Dibalik Jatuhnya Khilafah Turki Utsmaniyah Terakhir (1)

Oleh Aidil Faqih

Voice of Al Khilafah - Pada bulan Rajab  di samping Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad Saw ada peristiwa penting yang takkan dilupakan oleh kaum Muslim, yakni dihapuskannya sistem Khilafah oleh pengkhianat kaum Muslim, Mustafa Kemal Atartuk. Inilah tragedi yang menjadi awal kelamnya kehidupan kaum Muslim.

Ada beberapa faktor penyebab utama kemunduran Negara Khilafah saat itu, diantaranya ; konspirasi negara-negara kafir imperialis, pengkhianatan penjabat tinggi Negara, adanya ide-ide rusak (Nasionalisme, Patriotisme, Demokrasi dan HAM) yang mempengaruhi pemikiran kaum muda di Turki dan wilayah Khilafah lainnya, terhentinya ijtihad, upaya memasukkan Undang-undang barat dalam konstitusi Negara Khilafah, penghancuran aqidah Islam melalui serangan misionaris Kristen (pendeta pendeta yang berjuang memurtadkan orang-orang Islam). Puncaknya, pada tanggal 3 Maret 1924 (28 Rajab 1342 H), agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah bernama Mustafa Kemal Pasha menyatakan dibubarkannya Negara Khilafah Islamiyah yang berpusat di Istambul, dan kemudian menggantinya dengan sistem Republik dengan asasnya Sekular-Demokrasi serta memindahkan ibukota Turki dari Istambul ke Ankara.

Sultan Abdul Hamid dan Yahudi

Pada masa pemerintahan Khalifah Sultan Abdul Hamid II, Pemimpin Zionis Internasional bernama Theodore Herzl melalui sahabatnya yang dekat dengan keluarga istana meminta kepada Khalifah untuk memberikan tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi. Dan jika diizinkan menduduki Palestina, orang-orang Yahudi akan menyelesaikan utang-utang Negara Khilafah. Namun apa yang terjadi Khalifah Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas, melalui suratnya;“Nasehatilah temanmu Herzl agar dia tidak mengambil langkah-langkah baru mengenai masalah ini, sebab saya tidak bisa mundur dari tanah suci ini (Palestina) walaupun hanya sejengkal. Sebab tanah ini bukanlah milik saya. Dia milik bangsa dan rakyat saya. Nenek moyang saya telah berjuang demi mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan titisan darah demi mendapat tanah ini. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka. Jika negeriku hancur lebur, maka sangat mungkin mendapatkan negeri Palestina tanpa ada balasan apapun. Namun patut diingat, bahwa hendaklah penghancuran itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun tentunya saya juga tidak akan menerima, raga saya dirusak binasa sepanjang hayat masih dikandung badan”.Demikianlah, Herzl gagal merayu Sultan Abdul Hamid II untuk menduduki tanah Palestina. Padahal waktu itu utang Negara Khilafah mencapai 20 juta lira.

Setelah gagal merayu Sultan Abdul Hamid II, Zionisme Internasional kemudian memulai dengan menggerakkan media-media internasional untuk menjatuhkan Khalifah. Setelah itu, mereka menyatukan musuh-musuh Sultan Abdul Hamid II yang tumbuh dan bercampur baur dalam masyarakat Utsmani. Kita dapatkan para pengikut demokrasi dan mereka yang diperalat kaum demokrat, melakukan rencana yang sangat teratur dan menyerang. Mereka menguasai jaringan bisnis dunia, media-media Eropa, sehingga sangat mungkin bagi mereka untuk membentuk pandangan umum tentang pentingnya memecat Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah. 

Konspirasi Kolonialis Eropa Untuk Menghapuskan Sistem Khilafah

Pada tanggal 31 Maret 1909, Zionis Internasional melakukan konspirasi, yaitu peristiwa tragis yang menimbulkan goncangan hebat. Peristiwa tersebut terjadi di kota Istambul, dimana telah terjadi pembunuhan berdarah yang menimbulkan korban jiwa. Dan kemudian mereka menuduh Sultan Abdul Hamid II terlibat dalam peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut juga membuat orang-orang Yahudi Eropa dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan (nama lain dari Gerakan Turki Muda pimpinan Mustafa Kemal) memasuki Istambul untuk melakukan acara penurunan baiat di pusat kota menuntut pemecatan Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah. Dengan dukungan media-media di Turki dan Eropa, mereka menuduh Sultan merencanakan terjadinya peristiwa 31 Maret tersebut, membakar mushaf-mushaf Al-Qur`an, pemboros, penumpah darah, dan zhalim. Agar niat busuk tersebut berhasil, para revolusionir bentukan Yahudi melakukan tekanan kepada mufti Islam Muhammad Zhiyaudin untuk mengeluarkan fatwa pemecatan. Pada hari selasa 27 April 1909, sebanyak 240 anggota Majelis A`yan (tokoh-tokoh masyarakat yang ditunjuk) mengadakan pertemuan bersama dan menetapkan pemecatan Sultan Abdul Hamid II. Namun sebagian anggota menolak menerima draft tersebut, diantaranya sekretaris fatwa Nuri Affandi yang hadir dalam pertemuan tersebut.Namun atas usulan dan desakan dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan, akhirnya dibentuklah panitia untuk menyampaikan keputusan pemecatan Khalifah kaum muslimin, panitia tersebut terdiri dari : Immanuel Qarashu (seorang Yahudi asal Spanyol), Aaram (Anggota Majelis Perwakilan yang berasal dari Armenia), As`ad Thuathani (Utusan Albania), Arif Hikmat (anggota Majelis `Ayan, asal Irak Karajabani). Kemudian melalui mereka dilakukan (pemberitahuan) pemecatan Sultan Abdul Hamid II sebagai Khalifah, dan pada saat bersamaan Sultan Abdul Hamid berkata kepada mereka,”Sesungguhnya ini tak lebih dari perbuatan orang-orang Yahudi yang mengancam Khilafah, lalu apa maksud kalian membawa orang ini (Emmanuel) datang kehadapanku?”.

Setelah Sultan Abdul Hamid II diturunkan dari jabatannya, kemudian beliau dibuang ke Salonika (wilayah Kekhilafahan Turki yang berbatasan dengan Yunani).

Orang-orang Yahudi dan Freemasonry mengangkat hari penjatuhan Sultan Abdul Hamid II sebagai hari raya mereka. Mereka meluapkan kegembiraan dengan mengadakan demonstrasi di jalan-jalan pusat kota Istambul, Turki Utsmani. Setelah diturunkan dari jabatannya, Sultan Muhammad Rasyad menggantikan beliau sebagai Khalifah kaum muslimin.

Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924, dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraannya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya…(Bersambung)

[eramuslim/www.voa-khilafah.com]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL