Tampilkan postingan dengan label USTADZ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label USTADZ. Tampilkan semua postingan
Heboh! Ternyata Yesus Melarang Penyebaran Kristen di Indonesia

Heboh! Ternyata Yesus Melarang Penyebaran Kristen di Indonesia


BEKASI (voa-khilafah.tk) - Insan Latif Syaukani Mokoginta, mantan Katholik yang telah lama memeluk Islam itu, kini menjadi dai dan malang melintang di jagad debat Islam-Kristen. Sudah tak terhitung banyaknya orang Kristen yang masuk Islam (muallaf) dari dakwahnya.  


Pria yang aktif di organisasi DDII ini kerap berdakwah ke berbagai daerah dengan pengetahuannya yang mendalam tentang ilmu kristologi. Ia juga cukup produktif dalam menulis, setidaknya lebih dari 20 buku hasil karyanya.


Selain itu, Insan Moginta juga sempat menghebohkan umat Krsiten dengan tantangannya atas sejumlah pertanyaan yang ia tulis dalam bukunya yang berjudul Mustahil Kristen Bisa Menjawab.


Saat ditemui di masjid Nurul Islam, Islamic Center, Bekasi, ternyata pak Insan -sapaan akrabnya- menyampaikan pernyataan yang begitu mencengangkan jika umat Kristen mendengarnya.

"...Ini kan satu bukti, berarti Indonesia termasuk salah satu wilayah yang dilarang oleh Yesus, karena Indonesia termasuk Asia kan?"

Menurutnya, di dalam injil ternyata sejak awal Yesus Kristus telah melarang penyebaran agama Kristen ke Indonesia. Ketika ditanya dasar argumentasinya, ia pun mengemukakannya dengan mengutip ayat-ayat injil.


“Itu ada di Kisah Para Rasul pasal 16 ayat 6 dan 7; Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka,” ujarnya kepada voa-islam.com, Ahad (30/12/2012).


Menurut Insan, ayat itu mengisahkan Paulus yang dilarang oleh Yesus saat menyebarkan injil di Asia. "Jadi ketika Paulus menyebarkan Injil ke pulau-pulau lain Roh Yesus itu mencegah untuk menyebarkannya di Asia,” jelasnya.


Ia kemudian menegaskan, negara Indonesia termasuk bagian dari benua Asia, jika Yesus melarang penyeberan injil di Asia berarti Indonesia termasuk di dalamnya.


“Ini kan satu bukti, berarti Indonesia termasuk salah satu wilayah yang dilarang oleh Yesus, karena Indonesia termasuk Asia kan? Memang tidak tertulis Indonesia, tetapi kan dilarang oleh Yesus menyebarkan Injil di Asia,” pungkasnya. [voa-islam/voa-khilafah.tk]

Sesepuh PKS: Inilah Gaya Hidup Munafik Elit PKS



Kritik keras dilontarkan sesepuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap kader-kader PKS yang sudah diberi amanah kekuasaan. Banyak elit PKS tiba-tiba gaya hidupnya berubah sesudah jadi anggota DPR atau menteri, atau jabatan-jabatan lainnya.

Mashadi, sesepuh PKS yang dikenal berperilaku zuhud di tengah kota Jakarta yang sibuk mencari uang, mengkritik gaya hidup elit PKS, seperti Anis Matta.

Kata Mashadi, Anis Matta didepan kader-kadernya yang militan, dia bicara nilai-nilai Islam yang sifatnya ideal. “Tapi justeru dalam bermuamalah jauh dari prinsip dan nilai Islam,” ujar Mashadi kepada itoday Selasa (28/2).

Soal jam tangan Rolex milik Anis Matta, Mashadi mengatakan hal itu tidak aneh. “Itu sudah menjadi sikap kolektif PKS pemujaan terhadap harta, kemewahan sudah menjadi sikap. Anis Matta membangun rumah di Utan Kayu tingkat tiga itu, tidak masuk akal. Kalau memiliki akal sehat tidak berbuat seperti itu,“ kritiknya tajam.

Mungkin karena sebal dengan perilaku elit PKS yang munafik itu, Mashadi malas berkomunikasi dengan para yuniornya.

“Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan elit PKS. Sekarang ini, elit PKS memuja kenikmatan dunia,” kata Mashadi yang ketika jadi anggota DPR biasa ngantor dengan menaiki sepeda motor buntutnya. Ia tidak merasa risih memarkir motornya di sela-sela mobil-mobil mewah para anggota DPR lainnya.

Ketika ditanya bagaimana dengan gaya hidup mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid? “Podo wae (sama saja-red),” jawab Mashadi singkat. (itoday/voa-khilafah.co.cc)

Etika Dakwah Dunia Maya: Etika Debat dan Diskusi


Voa-Khilafah.co.cc - Dakwah adalah suatu kewajiban yang telah Allah pesankan pada seluruh manusia. Tidak terbagi apakah dia laki-laki ataupun perempuan. Dakwah juga tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Dakwah juga tidak dibatasi oleh wasilah yang digunakan untuk menyampaikan seruan Allah. Dakwah adalah kewajiban mulia yang dijalankan oleh para Nabi dan Rasul, lalu dilanjutkan oleh para pewarisnya dari kalangan para ulama dan kaum muslim semuanya.
Dakwah pasti melibatkan wasilah (cara). Fakta masa sekarang menunjukkan, dakwah tidak hanya terjadi lewat wasilahkonvensional dan tradisional saja, melainkan sudah ramai terjadi dalam wasilah yang lebih kontemporer dan modern seperti lewat audio-video dan yang paling ramai adalah internet dan turunannya seperti forum mailing list, forum diskusi, forum jejaring sosial, messenger, chatting, blog dan website dan cara-cara yang lainnya.
Sayangnya, banyak diantara wasilah-wasilah dakwah dan niat-niat dakwah yang baik ini akhirnya berubah menjadi sesuatu yang mudharat dan tidak bermanfaat. Saya sendiri secara pribadi merasa sedih dan kecewa ketika menyaksikan sebagian ummat muslim yang seharusnya lebih faham daripada sebagian yang lainnya akhirnya terjebak (mungkin tanpa sadar) aktivitas keharaman dalam wasilah modern internet ini. Oleh karena itu saya mencoba untuk menulis sebuah penjelasan tentang panduan-pamduan dakwah khususnya lewat media internet ini agar seorang muslim dapat lebih bijaksana dan syar’i dalam memanfaatkannya.
Berdakwah di dunia maya tidaklah sama dibandingkan dengan dakwah di dunia nyata. Di dunia nyata kita mengetahui siapa objek dakwah kita secara langsung dan melihatnya secara fisik, terjadi kontak mata dan komunikasi dapat berlangsung secara hampir sempurna. Berbeda dengan dunia maya, yang kita tidak mengetahui objek dakwah kita dan kontak yang terjadi biasanya hanya lewat tulisan dan gambar. Karena itu bisa dikatakan dakwah di dunia nyata memiliki keterbatasan dibandingkan dunia nyata.
A. Debat di dunia maya
Dalam dunia maya, acapkali kita melihat diskusi atau debat yang terjadi dalam membahas suatu masalah. Memang betul, debat (jidal) adalah suatu cara untuk berdakwah dan itu diperbolehkan Allah swt, sebagaimana yang disampaikan-Nya dalam al-Qur’an
ุงุฏْุนُ ุฅِู„َู‰ ุณَุจِูŠู„ِ ุฑَุจِّูƒَ ุจِุงู„ْุญِูƒْู…َุฉِ ูˆَุงู„ْู…َูˆْุนِุธَุฉِ ุงู„ْุญَุณَู†َุฉِ ูˆَุฌَุงุฏِู„ْู‡ُู…ْ ุจِุงู„َّุชِูŠ ู‡ِูŠَ ุฃَุญْุณَู†ُ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (QS an-Nahl [16]: 125)
ู‚َุฏْ ุณَู…ِุนَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู‚َูˆْู„َ ุงู„َّุชِูŠ ุชُุฌَุงุฏِู„ُูƒَ ูِูŠ ุฒَูˆْุฌِู‡َุง ูˆَุชَุดْุชَูƒِูŠ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุณْู…َุนُ ุชَุญَุงูˆُุฑَูƒُู…َุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุณَู…ِูŠุนٌ ุจَุตِูŠุฑٌ
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS al-Mujaadilah [58]: 1)
Selain memperbolehkan wasilah debat atau diskusi ini, Allah dan rasul-Nya pun telah menentukan aturan-aturan dalam melakukan debat ini. Secara garis besar anjuran debat dalam Islam ini adalah:
1. Debat dilakukan dalam tataran ide yang sedang diperdebatkan
Debat dilakukan dengan menyerang dan menjatuhkan argumentasi-argumentasi yang batil, lalu memberikan argumentasi-argumentasi yang jitu dan benar, berdasarkan kajian hingga sampai pada suatu kebenaran. Karena itu, seperti telah disebut, debat mengandung dua sifat, yaitu merobohkan dan membangun; menjatuhkan dan menegakkan argumentasi-argumentasi. Di antara teladan cara debat yang diajarkan al-Quran adalah:
ุฃَู„َู…ْ ุชَุฑَ ุฅِู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠ ุญَุงุฌَّ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ูِูŠ ุฑَุจِّู‡ِ ุฃَู†ْ ุขุชَุงู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْู…ُู„ْูƒَ ุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ ุฑَุจِّูŠَ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُุญْูŠِูŠ ูˆَูŠُู…ِูŠุชُ ู‚َุงู„َ ุฃَู†َุง ุฃُุญْูŠِูŠ ูˆَุฃُู…ِูŠุชُ ู‚َุงู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฃْุชِูŠ ุจِุงู„ุดَّู…ْุณِ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุดْุฑِู‚ِ ูَุฃْุชِ ุจِู‡َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุบْุฑِุจِ ูَุจُู‡ِุชَ ุงู„َّุฐِูŠ ูƒَูَุฑَ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu heran terdiamlah orang kafir itu;
(QS al-Baqarah [2]: 258)
2. Debat dilakukan dengan cara yang baik (ahsan) sebagaimana yang diperintahkan Allah
Maksudnya dilakukan dengan menggunakan patokan yang sama, yaitu al-Qur’an dan al-Hadits. Bukan berpatokan pada “pokok”nya, atau “kata”nya, ataupun dengan akal pikiran. Kalaupun menggunakan akal, maka haruslah dengan menggunakan pemikiran yang rasional, bukan persangkaan ataupun filsafat.
ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠُุคْ ู…ِู†ُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงْู„ุงَุฎِุฑِ ูَู„ْูŠَู‚ُู„ْ ุฎَูŠْุฑًุง ุงَูˆْู„ِูŠَุตْู…ُุชْ
Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam (HR. Bukhari Muslim)
ุฃู…ุง ุจุนุฏ ูุฅู† ุฃุตุฏู‚ ุงู„ุญุฏูŠุซ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุฎูŠุฑ ุงู„ู‡ุฏูŠ ู‡ุฏูŠ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู…
Amma ba’du: sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk, adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
ุงู„ู„َّู‡ُ ู†َุฒَّู„َ ุฃَุญْุณَู†َ ุงู„ْุญَุฏِูŠุซِ
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an (QS az-Zumar [39]: 23)
ุนَู†ْ ุนَู„ِูŠٍّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ ู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ุจِุงู„ุฑَّุฃْูŠِ ู„َูƒَุงู†َ ุฃَุณْูَู„ُ ุงู„ْุฎُูِّ ุฃَูˆْู„َู‰ ุจِุงู„ْู…َุณْุญِ ู…ِู†ْ ุฃَุนْู„َุงู‡ُ ูˆَู‚َุฏْ ุฑَุฃَูŠْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู…ْุณَุญُ ุนَู„َู‰ ุธَุงู‡ِุฑِ ุฎُูَّูŠْู‡ِ
Diriwayatkan daripada ‘Ali bin Abi Talib katanya: “Jika agama itu dibangun dengan akal pikiran tentu saja bagian bawah khuf lebih patut disapu daripada bahagian atas. Sesungguhnya saya melihat Rasulullah s.a.w. menyapu di bahagain atas khufnya. (HR. Abu Dawud)
3. Menghindari berkata yang buruk, keji, mencaci atau memaki individu
Ketika berdebat, kita benar-benar harus mengingat bahwa yang kita debat adalah ide yang disampaikan, bukan individu yang menyampaikan, sehingga kita tidak boleh menyerang secara individual dan menggunakan kata-kata yang tidak mencerminkan keimanan kepada Allah.
ู„َูŠْุณَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُ ุจِุงู„ุทَّุนَّุงู†ِ، ูˆَู„ุงَ ุงู„ู„َّุนَّุงู†ِ، ูˆَู„ุงَ ุงู„ْูَุงุญِุดِ ูˆَู„ุงَ ุงู„ْุจَุฐِูŠุกِ. ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ุชِّุฑْู…ِุฐِูŠُّ ูˆَู‚َุงู„َ ุญَุฏِูŠุซٌ ุญَุณَู†ٌ
Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji (HR. Tirmidzi)
4. Tidak mencari-cari perdebatan atau senang dengan perdebatan
Al-Qur’an telah menjadikan debat sebagai salah satu cara dalam menyampaikan kebenaran Islam, tapi bukan berarti al-Qur’an memerintahkan kita untuk senang dalam berdebat atau mencari-cari perdebatan. Seorang mukmin seharusnya memahami bahwa perdebatan adalah salah satu bagian dari dakwah dan jalan terakhir dalam dakwah, bukan malah mengawali dakwah dengan perdebatan.
ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูˆَู„ุง ุชَู†َุงุฒَุนُูˆุง ูَุชَูْุดَู„ُูˆุง ูˆَุชَุฐْู‡َุจَ ุฑِูŠุญُูƒُู…ْ ูˆَุงุตْุจِุฑُูˆุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS al-Anfaal [8]: 46)
5. Perhatikan siapa yang menjadi partner debat/diskusi
Pertama-tama kali yang harus diperhatikan adalah siapa partner debat atau diskusi kita, karena partner debat/diskusi seharusnya seseorang yang memang menginginkan dan mencari kebenaran, bukan hanya menyenangi debat atau menjadikan debat untuk memperolok-olok agama Islam.
ู…َุง ุถَู„َّ ู‚َูˆْู…ٌ ุจَุนْุฏَ ู‡ُุฏًู‰ ูƒَุงู†ُูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฅِู„َّุง ุฃُูˆุชُูˆุง ุงู„ْุฌَุฏَู„َ ุซُู…َّ ุชَู„َุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุขูŠَุฉَ: ู…َุง ุถَุฑَุจُูˆู‡ُ ู„َูƒَ ุฅِู„َّุง ุฌَุฏَู„ًุง ุจَู„ْ ู‡ُู…ْ ู‚َูˆْู…ٌ ุฎَุตِู…ُูˆู†َ
“Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berdebat” Kemudian Rasulullah saw membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. [QS Az-Zukhruf [43]: 58]” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Selain itu, tidak semua manusia yang diseru dengan ayat-ayat al-Qur’an akan bertambah keimanannya, Allah memperingatkan bahwa ada juga yang justru bertambah kekafirannya ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Maka ayat Allah tidak layak dibacakan untuk orang setipe ini.
ูˆَุฃَู…َّุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูِูŠ ู‚ُู„ُูˆุจِู‡ِู…ْ ู…َุฑَุถٌ ูَุฒَุงุฏَุชْู‡ُู…ْ ุฑِุฌْุณًุง ุฅِู„َู‰ ุฑِุฌْุณِู‡ِู…ْ ูˆَู…َุงุชُูˆุง ูˆَู‡ُู…ْ ูƒَุงูِุฑُูˆู†َ
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir (QS at-Taubah [9]: 125)
Dan bila sudah kita pastikan bahwa partner diskusi kita adalah termasuk orang munafik ataupun kafir yang memang bukan mencari kebenaran dalam debat dan diskusi, maka segeralah meninggalkan orang yang semacam ini lalu beristighfar pada Allah karena kita telah melakukan hal yang tidak bermanfaat.
ูˆَุฅِุฐَุง ุฑَุฃَูŠْุชَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุฎُูˆุถُูˆู†َ ูِูŠ ุขูŠَุงุชِู†َุง ูَุฃَุนْุฑِุถْ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ุญَุชَّู‰ ูŠَุฎُูˆุถُูˆุง ูِูŠ ุญَุฏِูŠุซٍ ุบَูŠْุฑِู‡ِ ูˆَุฅِู…َّุง ูŠُู†ْุณِูŠَู†َّูƒَ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ูَู„ุง ุชَู‚ْุนُุฏْ ุจَุนْุฏَ ุงู„ุฐِّูƒْุฑَู‰ ู…َุนَ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang lalim itu sesudah teringat (akan larangan itu) (QS al-An’am [6]: 68)
ูˆَู‚َุฏْ ู†َุฒَّู„َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุฃَู†ْ ุฅِุฐَุง ุณَู…ِุนْุชُู…ْ ุขูŠَุงุชِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠُูƒْูَุฑُ ุจِู‡َุง ูˆَูŠُุณْุชَู‡ْุฒَุฃُ ุจِู‡َุง ูَู„ุง ุชَู‚ْุนُุฏُูˆุง ู…َุนَู‡ُู…ْ ุญَุชَّู‰ ูŠَุฎُูˆุถُูˆุง ูِูŠ ุญَุฏِูŠุซٍ ุบَูŠْุฑِู‡ِ ุฅِู†َّูƒُู…ْ ุฅِุฐًุง ู…ِุซْู„ُู‡ُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุฌَุงู…ِุนُ ุงู„ْู…ُู†َุงูِู‚ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ ูِูŠ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฌَู…ِูŠุนًุง
Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam
(TQS an-Nisaa [4]: 140)
Maksud “duduk bersama/beserta” adalah berada dalam suatu forum, sehingga seolah-olah dengan adanya kita disitu menjadi legitimasi dalam proses memperolok ayat-ayat Allah.
Imam asy-Syafi’i sendiri berkata perihal berdebat dengan orang semacam ini:
ู…َุง ู†َุงุธَุฑْุชُ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒَู„َุงู… ุฅู„َّุง ู…َุฑَّุฉً ูˆَุฃَู†َุง ุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ
“Aku tidak mendebat ahli kalam kecuali sekali. Dan setelah itupun aku beristighfar kepada Allah dari hal itu”.
Sedangkan Imam Malik berkata:
“Termasuk merendahkan dan meremehkan ilmu jika seseorang membicarakan ilmu di hadapan orang yang tidak mentaati ilmu itu”.
Dan al-Auza’i juga menyampaikan:
ุฅุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ุดَุฑًّุง ูَุชَุญَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุงู„ْุฌِุฏَุงู„َ، ูˆَู…َู†َุนَู‡ُู…ْ ุงู„ْุนَู…َู„َ
“Jika Allah menginginkan kejelekan pada satu kaum, maka Allah akan membuka atas mereka jidal, dan menghalangi mereka dari beramal.”
Daripada melayani orang semacam ini lebih baik kita beramal shalih. Ingat, meghabiskan waktu 30 menit untuk mendebat orang semacam ini berarti kita membuang kesempatan untuk berdakwah selama 30 menit kepada orang yang mau mendengarkan. Lebih baik beramal daripada mendebat orang yang tidak ingin mencari kebenaran.
6. Perhatikan apa yang akan diperdebatkan/didiskusikan
Seorang mukmin tidak akan menceburkan dirinya dalam perkara-perkara yang seharusnya tidak didiskusikan, dalam perkara yang tidak bermanfaat, dan juga dalam perkara-perkara yang tidak akan meningkatkan keimanan ketika mendebat/mendiskusikannya.
Dalam berdiskusi, kita hanya boleh membahas hal-hal yang telah Allah perbolehkan untuk mendiskusikannya, dan menjauhi perkara yang telah dilarang atau dimakruhkan untuk mendiskusikannya. Termasuk perkara ini adalah mendebat Allah dan ayat-ayat-Nya.
ูˆَู‡ُู…ْ ูŠُุฌَุงุฏِู„ُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ุดَุฏِูŠุฏُ ุงู„ْู…ِุญَุงู„ِ
dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.(QS ar-Ra’du [13]: 13)
ุฌِุฏَุงู„ٌ ูِูŠ ุงْู„ู‚ُุฑْุขู†ِ ูƒُูْุฑٌ
Berdebat tentang al-Qur’an adalah kufur (HR. Ahmad Syakir)
Selain itu, kita juga diperintahkan untuk jangan terlalu dalam dalam memperdebatkan sesuatu yang ghaib semacam takdir, eksistensi Allah dan yang semacamnya
Diriwayatkan dari Nabi saw. beliau bersabda, “Jika diperbincangkan tentang sahabatku maka hentikanlah, jika diperbincangkan tentang ilmu nujum maka hentikanlah, dan jika diperbincangkan tentang takdir, maka hentikanlah,” (Hasan, lihat kitab ash-Shahihah [34]).
7. Tinggalkan perdebatan di forum-forum umum yang tidak terbatas
Seperti yang telah disampaikan di atas, tujuan perdebatan adalah menegakkan yang benar dan menjatuhkan yang salah, atau sederhananya merubah dari yang buruk menjadi yang baik. Apabila perdebatan ini dilakukan di forum-forum umum ataupun wasilah umum yang dapat terlihat oleh publik, maka sesungguhnhya perdebatan semacam ini akan lebih banyak mudharatnya bagi yang lain, dan pasti akan menjadi perdebatan yang tidak berujung.
Saat ini banyak kita liat, di forum-forum diskusi, wall facebook, milis ataupun yang lain, perdebatan yang tidak bermanfaat muncul. Dan dalam forum semacam ini tidak ada moderator yang memoderasi pendapat-pendapat yang muncul disitu. Sehingga semua jenis pendapat mulai dari yang benar dan salah bisa bercampur disitu dan tidak jarang terdapat makian, hasutan, penghinaan, provokasi dan lainnya yang jelas tidak akan membawa kebaikan dan manfaat bagi keimanan. Disitu pula terkadang emosi yang banyak bermain, dan ini dilihat oleh banyak orang dan menimbulkan suatu preseden buruk. Dan jelas hal-hal seperti ini menimbulkan mudharat dan haram hukumnya. Sedangkan kaidah fiqh menyatakan: “wasilah (sarana) yang bisa mengantarkan ke keharaman maka wasilah itu haram”. Maka berdebat di internet dalam forum-forum umum dan bisa diakses semua orang tanpa moderasi adalah haram.
Jika kita benar-benar ingin menasehati dan berdebat dengan ahsan, undanglah partner debat/diskusi kita untuk off air, kopi darat, lalu diskusikan dan debatlah dengan empat mata atau lebih, ini lebih baik daripada kita berdebat dan berdiskusi di forum umum maya.
Walhasil, saya hanya ingin menyampaikan bahwa waktu kita terlalu berharga untuk mendebat orang-orang yang memang tidak ingin mencari kebenaran. Dan bila kita menemui komentar-komentar yang menyerang Islam di internet, janganlah terburu-buru untuk mendebatnya, karena itulah yang mereka inginkan. Bila kita menemui komentar apapun di internet, maka ada dua pilihan: 1) bila kita suka kita baca dan amalkan, 2) bila kita tidak suka tutup saja.
Bersambung ke bagian B. Etika Posting dan Bersikap
Akhukum Fillah,
Felix Siauw
(maf1453.com/voa-khilafah.co.cc)

Wawancara Inspiratif: Felix Siauw VS Rosyidi Aziz, Multipreneur Modal ‘Nekad Syar’i’


Voa-Khilafah.co.cc - Mas Rosyid, begitu pangglilan sehari-harinya. Teman-teman dekatnya memiliki panggilan sayang, Ocid. Lahir di Rembang Jawa Tengah 29 November 1977 dalam keluarga yang sederhana, Ayah dan Ibunya harus bekerja keras untuk mencari nafkah membiayai 9 kakak beradik dengan berjualan nasi soto dan ngecer rokok di pasar tradisional di kampungnya. Orang tuanya baru bisa memiliki rumah setelah berumah tangga sekitar 30 tahun. Karena sejak kecil sering diajak jualan di pasar itulah yang memperkenalkan Mas Rosyid, anak paling bungsu dengan wirausaha sejak dini.

Untuk bisa bersekolah dan membantu ekonomi keluarga. Mas Rosyid senang beternak ayam, kelinci, dan burung dara. Walaupun hanya untuk dimakan sendiri, dan sesekali dijual untuk menyambung hidup, jumlah ternaknya bisa mencapai ratusan ekor. Sedari kecil, Mas Rosyid membiasakan diri bertarung melawan realitas. Tidak membiarkan dirinya diremukkan oleh fakta.  Mas Rosyid punya satu hal yang selalu dia ingat ketika masih kecil “Pokoknya saya harus bisa membantu dan membuat bangga orangtua”

Setelah lulus SMA 1 Lasem – Rembang, Mas Rosyid nekad pergi ke Jogja bersama 6 temannya. Bermodal niat belaka, Mas Rosyid dan teman-temannya patungan menyewa kamar kos-kosan 10.000/bulan. Mereka semua ingin mengikuti bimbel agar dapat berkuliah, namun Mas Rosyid dkk tidak memiliki uang untuk ikut bimbel.

Nekad dalam kebaikan sepertinya adalah sifat alami Mas Rosyid. Beberapa minggu Mas Rosyid rela jadi penumpang gelap di bimbel yang cukup terkenal di Jogja, demi mendapatkan ilmu untuk test UMPTN. “Hidup saya di Jogja adalah titik balik hidup saya. Saya jadi menyadari nggak enak jadi orang miskin. Mau belajar aja mesti diuber-uber. Saya ber-azzam. Kalau Allah memberikan saya kekayaan, saya akan belajar-belajar-dan-belajar, karena dulu mau belajar nggak ada duit. Dan setelah belajar, saya akan membagikannya secara gratis pada yang komitmen belajar tapi nggak punya uang” kenang Mas Rosyid. Beliau juga berseloroh, “Waktu itu, selama satu setengah bulan saya masak sendiri dan hanya makan sayur dan lauk yang sama karena tidak punya uang, namanya sayur tempe. Dari situ saya bertekad, saya harus kaya sehingga bisa makan enak!”.

Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan belajar di Jogja dan ikut test UMPTN, Mas Rosyid diterima di IPB. Hidup adalah pilihan. Dan pilihan yang dilakukan Mas Rosyid sesampainya di Bogor dan berkuliah di IPB tentu berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang biasa. Ia tidak ingin mengecewakan ayahnya yang rela berhutang untuk membayar uang masuknya ke IPB. Bahkan, hanya untuk mengantarkan ke Bogor saja, ayah dan ibunya tidak ada biaya. Berangkatlah Mas Rosyid sendiri dan nebeng gratis di salah satu pesantren di Bogor selama beberapa bulan.

Setelah shalat shubuh ketika yang lain melanjutkan tidurnya, Mas Rosyid mengayuh sepedanya membelah dinginnya udara fajar Bogor untuk mengedarkan Koran dan Majalah di perumahan dosen yang jadi langganannya. Siang harinya ia bersama-sama dengan mahasiswa lain berkuliah. Bedanya ia kerap membawa barang dagangan untuk dijual pada teman-temannya di waktu jeda.  Termasuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan teman-teman kuliahnya seperti foto copy bahan mata kuliah, white board, Styrofoam dll. Sore harinya, saat teman-temannya nongkrong dan pacaran, Mas Rosyid menghabiskan waktunya belanja buah-buahan untuk dipotong dan dijual dipagi harinya. Walau banyak orang-orang memandangnya sebelah mata, tidak menyurutkan Mas Rosyid punya niat berjualan yang halal.

Yang jauh berbeda dengan yang lain. Mas Rosyid sangat mempedulikan kehalalan hartanya. Itulah hasil mengkaji Islam semenjak awal kuliah. Beliau mendalami permasalahan-permasalahan ummat, dan berjuang untuk menyelesaikannya. Dalam bidang yang sangat digemarinya yaitu wirausaha, Mas Rosyid mewujudkan aksi nyata dengan patron pribadinya. Dan semuanya mewujud dalam keinginannya “Saya ingin dikenang sebagai Pengusaha Dermawan, Ahli Zakat, Ahli Sedekah, Ahli Ibadah dan tentu menjadi Ahli Jannah”. Tidak hanya kaya, tapi kaya yang bermanfaat untuk perjuangan Islam.

Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Mas Rosyid mempunyai ide berjualan buku. Tidak tanggung-tanggung beliau langsung terjun sebagai produsen. Tulisan-tulisan dari ustadznya diproses menjadi buku sederhana, diperbanyak dengan fotokopi dan dijual dengan harga Rp. 1000, walau untungnya tidak seberapa, tapi dengan tekad kuat tetap dijalaninya. Sejak saat itu, dimana ada majlis ta’lim dan acara keislaman di Bogor, disitulah Mas Rosyid menggelar tikar jualannya. Itu semua dimulai pada tahun 1999.

Dengan usaha yang tak kenal lelah dan doa yang terus menerus dipanjatkan pada Allah. Diperkuat dengan visi besarnya yaitu mewujudkan opini islam menjadi opini umum dunia dengan membantu agama Allah dalam dakwah menegakkan syariah dan khilafah. Mas Rosyid mendapatkan janji Allah yang akan menolong hamba-Nya yang senantiasa menolong agama-Nya. Sekarang Mas Rosyid bukan lagi penjual buku dengan tikar jualan. Sekarang beliau seorang multipreneur. Pengusaha dengan banyak usaha yang halal. Menunjukkan sesuai dengan janjinya. Kaya dengan syar’i.

Al-Azhar Group yang bermain di lini Penerbitan, Percetakan, Distributor dan Toko Buku, As-Salam Group yang bergerak di Finance, Trading, kredit syar’i, training dan coaching syariah in business, Restoran Tradisional, Bimbel Human Excellence, Furniture Meubeler, serta Rumah Madu adalah perusahaan-perusahaan yang dibidaninya. Itu belum termasuk kesibukan lainnya bersinergi bisnis dengan rekan-rekannya di daerah  dan Pembicara serta Trainer dalam banyak Forum bisnis dan kewirausahaan.

Sekarang Mas Rosyid melangkah lebih jauh lagi. Dia mendefinisikan langkahnya “Saya, biasa dipanggil Rosyid. Lahir dan besar dari keluarga sederhana namun memiliki Big DREAM yang tidak cukup menjadi sederhana”

Big Dreamnya jelas “1 Trilyun sebelum usia 40 tahun” untuk menjadi wasilah dalam mewujudkan perjuangan syariah dan khilafah. Ketika ditanya tentang targetnya, beliau tertawa dan mengatakan “hehe, masih kurang dua digit lagi..”.

Ditulis oleh @felixsiauw dalam rangka menyambut Muslim Entrepreneur Forum 2012, yang rencananya akan diselenggarakan pada 26 Januari 2012 yang akan datang di Gedung Smesco, Jakarta

follow @felixsiauw
(Syari'ahPublications/Voa-Khilafah.co.cc)
Ketum PBNU Said Aqil Siradj Melempar Fitnah, Ustadz Membalas Tausiyah

Ketum PBNU Said Aqil Siradj Melempar Fitnah, Ustadz Membalas Tausiyah

JAKARTA (voa-khilafah.co.cc) – Para tokoh yang difitnah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj sebagai para penebar terorisme dan radikalisme, dengan bijak balik membalas dengan taushiyah persaudaraan.

Di antara dua belas yayasan, nomor satu yang dituding sebagai yayasan Salafi-Wahabi penebar terorisme & radikalisme oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj adalah Yayasan Al-Sofwa Jakarta.

“Ada dua belas yayasan yang indikasinya di situlah Radikalisasi tumbuh; di Lenteng Agung namanya Al-Sofwa, ketuanya namanya Maman Abdurrahman dan Farid Oqbah,” tuding Said Aqil dalam workshop “Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren” yang digelar Muslimat NU di Park Hotel Jakarta, Sabtu (3/12/2011).

“Inilah yayasan-yayasan yang mengajarkan Islam Radikal atau wahabi,” tandas Said Aqil berapi-api didampingi Ketua BNPT Ansyad Mbai, setelah merinci dua belas yayasan Islam yang dituding Salafi Wahabi penebar terorisme.

Bahaya dua belas yayasan Wahabi Salafi tersebut, tuding Said Aqil, antara lain mengajarkan ideologi Islam Radikal sehingga lahirlah aksi pemboman masjid Cirebon.

“Yayasan-yayasan itulah yang mengajarkan ajaran Islam radikal atau Wahabi. Pelaku bom Masjid Mapolresta Az-Zikra di Cirebon, Gus Syarifuddin adalah jebolan As-Sunnah Cirebon. Bahkan telah mengafirkan bapaknya sendiri. Begitu juga dengan pelaku pengeboman Gereja Bethel di Solo, yakni Gus Ahmad Yosefa juga merupakan alumunus As-Sunnah. Lalu pelaku bom Ritz Carlton, Syaifuddin ternyata dari Manis Lor Kuningan,” kata Kiyai yang dalam buku Kristen terang-terangan menyatakan bahwa Tauhid Islam sama dengan Trinitas Kristen itu. (baca: Koreksi Aqidah KH Said Aqil Sirajd: Jangan Samakan Tauhid Islam dengan Trinitas Kristen).

Apa yang disampaikan Professor Dr KH Said Aqiel Siradj MA di hadapan puluhan kiyai dan nyai Nahdliyin itu sungguh memalukan. Tega-teganya Ketua Umum PBNU ini menyuguhkan data palsu dan kebohongan di hadapan para kiyai dan nyai Nahdliyin?

Menyebut Yayasan Al-Sofwa sebagai salah satu yayasan penebar radikalisme dan terorisme, tentunya harus dibuktikan secara detil berdasarkan fakta dan data yang valid, bukan fitnah dan tuduhan ompong. Sayangnya, Said Aqil Siradj sama sekali bungkam, tak bisa mengungkap kapan, siapa, di mana dan apa buktinya bahwa Al-Sofwa mengajarkan radikalisme dan terorisme yang melahirkan aksi pemboman masjid Cirebon.

Satu-satunya data yang diungkap Said Aqil Siradj adalah kepemimpinan Al-Sofwa. Menurutnya, Al-Sofwah dipimpin oleh Aman Abdurrahman dan Farid Ahmad Oqbah.

Sekali lagi, kasihan para kiyai dan nyai NU, dikumpulkan di hotel mewah,  malah disuguhi kebohongan. Siapapun tahu, kalau direktur Al-Sofwa itu Abu Bakar bin Muhammad Altway Lc, bukan Aman Abdurrahman maupun Farid Oqbah. Aman Abdurrahman memang pernah menjadi staf di Al-Sofwa, tapi hanya sebagai imam masjid, bukan direktur. Sedangkan Farid Oqbah adalah direktur Islamic Centre Al-Islam, bukan direktur Al-Sofwa.

Saat dikonfirmasi voa-islam.com, Sandhi, Kepala Humas dan Ketua Depsos Al-Sofwa, menegaskan bahwa tuduhan Said Aqil Siradj itu sama sekali tidak benar.

“Itu tidak benar, Aman Abdurrahman bukan pimpinan Al-Sofwa. Ustadz Farid Ahmad Oqbah juga bukan pimpinan Al Sofwah,” ujarnya kepada voa-islam.com, Senin siang (5/12/2011).

Sandi menambahkan, Yayasan Al-Sofwa juga tidak pernah mengajarkan kekerasan maupun aksi pemboman seperti tudingan Said Aqil Siradj. Sandi menyayangkan, sebagai tokoh nasional dan ketua PBNU, seharusnya Said Aqil Siradj memaparkan data yang benar, jangan memberikan dusta yang memfitnah lembaga dakwah seperti Al Shofwa.

Senada itu, mendengar namanya disebut-sebut sebagai Pimpinan Al-Sofwa, Ustadz Farid Ahmad Oqbah merasa heran dan kasihan terhadap Said Aqil Siradj yang salah kaprah dalam merilis data di hadapan puluhan kiyai dan nyai Nahdliyin. “Saya tidak pernah menjadi pimpinan Al-Sofwa, dan tidak ada keterkaitan dengan Yayasan Al-Sofwa,” ujarnya.

Pimpinan Islamic Centre Al-Islam ini mengimbau Said agar melakukan ceck and recheck kepada Yayasan Al-Sofwa sebelum berbicara tentang Al-Sofwa, agar tidak menyebarkan data salah dan menjadi fitnah. “Al-Sofwa itu kan lembaga resmi, data saja langsung ke sana, apa kegiatan mereka?” imbau Farid yang juga Pengurus Pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) itu.

Farid juga mempertanyakan motif Said dengan merilis tudingan yang salah kaprah terhadap ormas-ormas Islam. “Menyebar tuduhan seperti itu landasan dan tujuannya apa?“ tuturnya.

Uniknya, meski namanya difitnah secara salah kaprah sebagai pimpinan ormas radikal penebar terorisme dan radikalisme, Ustadz Farid Oqbah tidak bereaksi menghujat balik kepada Said Aqil Siradj. Meski difitnah secara sepihak, dengan bijak Pimpinan Pesantren Tinggi Al-Islam ini menyampaikan nasihat yang menyejukkan. Menurutnya, dalam kondisi seperti saat ini, yang dibutuhkan umat dari para dai, kiyai dan tokoh agama adalah ukhuwah, bukan malah memecah-belah.

“Dalam kondisi sekarang ini yang harus dibangun itu adalah persaudaraan dan saling menghormati satu sama lain, bukan malah menyebar fitnah seperti ini. Dan jangan lupa, agama ini nasihat, bukan malah saling mewaspadai,” ujarnya kepada voa-islam.com, Senin (5/12/2011). “Kalau memang kita ada salah dinasihati. Janganlah mereka terbawa arus saling curiga-mencurigai, jangan tuduh-menuduh yang tidak ada kejelasannya jadi ini tidak sehat,” tambahnya.

Farid Oqbah mengajak Said Aqil Siradj dan semua pimpinan lembaga Islam agar merenungkan dan mengamalkan sabda Rasulullah yang menekankan bahwa sesama Muslim itu bersaudara, jangan saling memfitnah, iri hati, menipu, membenci, menzalimi dan merendahkan satu sama lainnya. “Harusnya sebagai pimpinan lembaga Islam memberi contoh yang baik bukan justru menyebar fitnah seperti ini,” tegasnya seraya mengutip hadits Nabi SAW dalam riwayat Muslim:

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda," Janganlah kalian saling iri! Janganlah kalian saling jual beli menipu! Janganlah kalian saling membenci! Janganlah kalian saling membelakangi! Janganlah kalian menawar barang yang sedang ditawar orang lain! Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain. Ia tidak akan menzaliminya, menelantarkannya ataupun merendahkannya.”

Subhanallah! Betapa besar jiwa para tokoh Islam yang difitnah Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, Ketua Umum PBNU. Meski dilempar fitnah, dengan bijak membalas dengan taushiyah. [taz, ahmed widad/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL