Voa-Khilafah.co.cc--Presiden Barack Obama meminta maaf kepada rakyat Afghanistan sehubungan dengan pembakaran Quran oleh pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara militer AS di Bagram.
Tampilkan postingan dengan label AFGHANISTAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFGHANISTAN. Tampilkan semua postingan
Tentara Imperialis Negara Barack Obama Bunuh Tiga Polisi Afghanistan
Voa-Khilafah.co.cc - Penjajah pimpinan imperialis AS tidak hanya menargetkan warga sipil saja, namun piolisi pun kini dibunuh. Tiga polisi Afghanistan tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan udara pimpinan AS di provinsi Ghazni Afghanistan timur, Press TV melaporkan, Sabtu, 19/11/2011.
Kepala polisi provinsi Zarawar Wahid mengatakan insiden itu terjadi pada Sabtu pagi ketika sebuah pesawat perang NATO menargetkan pos pemeriksaan polisi, Xinhua melaporkan.
Pemboman memicu polisi Afghan untuk melepaskan tembakan terhadap pasukan AS di dekat pos pemeriksaan. Sumber Afghanistan mengatakan sejumlah pasukan Amerika juga tewas dalam insiden tersebut.
Dalam insiden lain, tentara AS tewas dalam serangan para pejuang di Afghanistan selatan pada hari Jumat.
Ketidakaman terus terjadi meskipun kehadiran pasukan asing selama satu dekade yang memasuki negara Asia itu dengan menjanjikan "mengembalikan keamanan kepada negara".
Bencana lain melanda di negeri Muslim tersebut, seperti kelaparan yang mengancam hingga tiga juga warga Afghan setelah terjadinya kekeringan yang meluas d Afghanistan.
Demikianlah, negara Barack Obama telah membuat sengsara kaum Muslim di Afghanistan. Sungguh amat memalukan bila penguasa di negeri Muslim malah bergandengan tangan dengan Presiden Negara Imperialis tersebut.
Umat benar-benar membutuhkan satu kesatuan politik yang akan mengurusi umat dengan syariah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang telah terbukti berabad-abad lamanya menyejahterakan dunia. Insya akan kembali terjadi, semakin dekat. [m/prstv/syabab/voa-khilafah.co.cc]

Cheryl Cole diancam Muslim Inggris pasca kunjungi Afghanistan
LONDON (Voa-Khilafah.co.cc) – Sebuah upaya sia-sia dilakukan pemerintah Inggris, yakni mengirim seorang selebritis- Cheryl Cole-ke medan tempur Afghanistan, Selasa (13/09/2011). Kehadiran Cole di Afghanistan diharapkan dapat memberikan dukungan serta meningkatkan moral tentara kafir Inggris ketika melawan mujahidin Afghanistan. Alih-alih mendapatkan kembali popularitsnya yang anjlok, Cheryl Cole malah mendapat ancaman dari kaum Muslimin di Inggris!
Sebuah perjalanan yang keliru
Cheryl Cole, seorang selebritis Inggris yang hidupnya kacau dan baru saja bercerai dengan pesepakbola Chelsea, Ashley Cole, dengan diam-diam terbang ke Afghanistan untuk “menghibur” tentara kafir Inggris dan untuk meningkatkan semangat juang mereka.
Menggunakan kendaraan khusus RAF Brize Norton di Oxfordshire, Cole menempuh penerbangan sia-sianya selama 12 jam, hanya untuk sebuah adegan pura-pura dengan tentara kafir Inggris di Afghanistan. Kaum Muslimin di Inggrispun bereaksi keras dan menasehari Cole agar segera memisahkan diri dengan tentara kafir Inggris.
Cole harus memisahkan diri dari pasukan kafir Inggris
Cole harus tahu, kaum Muslimin di Afghanistan telah menghabiskan waktu mereka selama 10 tahun terakhir dalam sebuah perang brutal di Afghanistan melawan tentara pendudukan kafir Inggris, “anjing pudel” Amerika. Peperangan ini telah membunuh ribuan kaum Muslimin, begitu pula kaum Muslimah yang diperkosa sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Selain itu, kaum Muslimin telah kehilangan harta benda mereka, tampat mereka sehingga harus mengungsi, sumber daya alam mereka pun dirampas.
Sayangnya Cheryl Cole tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti. Dalam upaya meningkatkan citra dirinya, Cole malah memilih untuk sebuah perjalanan yang keliru, dan bereksiko. Dalam pandangan seorang Muslim, perjalanan Cole ke Afghanistan adalah sebuah tindakan agresi terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Hal ini telah banyak dinyatakan oleh banyak diantara mereka yang berjuang di Afghanistan, bahwa siapa saja yang mendukung pasukan pendudukan kafir di Afghanistan, baik dengan kata atau perbuatan, adalah sebuah tindakan bodoh dan dia harus menanggung reksikonya. Hal itu juga terjadi pada pangeran Harry, Kylie Minogue, atau juga Cheryl Cole.
Sebagai Muslim di Inggris kami katakan kepada Cheryl Cole, bahwa jika Anda menghargai hidup Anda, maka Anda harus memisahkan diri dari tentara kafir Inggris di Afghanistan, mengutuk pemerintah Inggris yang telah menjadi pembunuh di Afghanistan, dan harus memaksa pemerintah Inggris agar menarik diri dari bumi kaum Muslimin, dimana setiap harinya tentara kafir Inggris akan mati sia-sia atau menjadi cacat. Sadarlah!
(almuhajirun/arrahmah/Voa-Khilafah.co.cc)
Sebuah perjalanan yang keliru
Cheryl Cole, seorang selebritis Inggris yang hidupnya kacau dan baru saja bercerai dengan pesepakbola Chelsea, Ashley Cole, dengan diam-diam terbang ke Afghanistan untuk “menghibur” tentara kafir Inggris dan untuk meningkatkan semangat juang mereka.
Menggunakan kendaraan khusus RAF Brize Norton di Oxfordshire, Cole menempuh penerbangan sia-sianya selama 12 jam, hanya untuk sebuah adegan pura-pura dengan tentara kafir Inggris di Afghanistan. Kaum Muslimin di Inggrispun bereaksi keras dan menasehari Cole agar segera memisahkan diri dengan tentara kafir Inggris.
Cole harus memisahkan diri dari pasukan kafir Inggris
Cole harus tahu, kaum Muslimin di Afghanistan telah menghabiskan waktu mereka selama 10 tahun terakhir dalam sebuah perang brutal di Afghanistan melawan tentara pendudukan kafir Inggris, “anjing pudel” Amerika. Peperangan ini telah membunuh ribuan kaum Muslimin, begitu pula kaum Muslimah yang diperkosa sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Selain itu, kaum Muslimin telah kehilangan harta benda mereka, tampat mereka sehingga harus mengungsi, sumber daya alam mereka pun dirampas.
Sayangnya Cheryl Cole tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti. Dalam upaya meningkatkan citra dirinya, Cole malah memilih untuk sebuah perjalanan yang keliru, dan bereksiko. Dalam pandangan seorang Muslim, perjalanan Cole ke Afghanistan adalah sebuah tindakan agresi terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Hal ini telah banyak dinyatakan oleh banyak diantara mereka yang berjuang di Afghanistan, bahwa siapa saja yang mendukung pasukan pendudukan kafir di Afghanistan, baik dengan kata atau perbuatan, adalah sebuah tindakan bodoh dan dia harus menanggung reksikonya. Hal itu juga terjadi pada pangeran Harry, Kylie Minogue, atau juga Cheryl Cole.
Sebagai Muslim di Inggris kami katakan kepada Cheryl Cole, bahwa jika Anda menghargai hidup Anda, maka Anda harus memisahkan diri dari tentara kafir Inggris di Afghanistan, mengutuk pemerintah Inggris yang telah menjadi pembunuh di Afghanistan, dan harus memaksa pemerintah Inggris agar menarik diri dari bumi kaum Muslimin, dimana setiap harinya tentara kafir Inggris akan mati sia-sia atau menjadi cacat. Sadarlah!
(almuhajirun/arrahmah/Voa-Khilafah.co.cc)
Sadis, Tentara Perancis Penjajah Bunuh 3 Warga Sipil, Termasuk Perempuan Hamil
Sadis, begitulah para penjajah! Ketika nasionalisme memecah belah umat, kaum muslim terus menjadi korban kebuasan kaum kafir, tanpa sedikitk pun pertolongan dari saudara-saudaranya. Negara penjajah memasarkan ide-ide rusak yang seolah memukau, dan di belakangnya, mereka terang-terangan membunuhi kaum Muslim.
Baru-baru ini dikabarkan tentara Prancis menembaki sebuah kendaraan sipil di daerah Kapisa, sebelah utara ibukota Afghanistan. Akibatnya, tiga warga sipil meninggal. Mereka adalah seorang anak-anak, wanita hamil dan seorang pria muda, di samping melukai tiga orang lainnya.
Juru bicara tentara Prancis di Kabul mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada malam Selasa ketika pengemudi tidak menghentikan mobilnya pada saat mendekati para prajurit yang sedang berpatroli.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan Afghanistan menjelaskan bahwa yang mejadi korban meninggal adalah anak-anak, wanita hamil dan seorang pria muda. Sementara tentara Prancis mengatakan bahwa seorang wanita dan dua pria juga terluka dalam insiden itu.
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai yang tidak lebih dari jongos penjajah, hanya mengutuk serangan brutal tersebut. Lalu diam dan tak menggerakkan diri untuk melawan pasukan penjajah.
Dikatakan bahwa insiden itu terjadi ketika pasukan NATO menembaki sebuah mobil yang menuju ke arah mereka. Dan mereka berpikir bahwa mobil itu adalah mobil “bunuh diri”.
Kemudian, “Mereka pun menembaki mobil tersebut, dan membunuh seorang wanita hamil, seorang pria muda dan seorang anak-anak.” Dikatakan bahwa duta besar Prancis di Kabul telah menghubungi istana presiden untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi.
Dalam hal ini, pasukan pendudukan di Afghanistan mendapat kecaman keras karena tingginya jumlah korban sipil yang meninggal oleh tentara negara-negara anggota NATO.
Laporan PBB mengatakan bahwa pada pertengahan Juli ini, lebih dari 1.400 warga sipil meninggal di Afghanistan sejak awal tahun 2011. Dan jumlah ini naik 15% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2010. Di mana tahun 2010 merupakan jatuhnya jumlah korban meninggal terbesar di pihak warga sipil Afghanistan .
PBB mengatakan bahwa pada pertengahan bulan ini telah terjadi peningkatan jumlah korban sipil Afghanistan yang meninggal akibat berbagai serangan yang dilancarkan oleh helikopter milik pasukan NATO.
Entah harus berapa banyak lagi, saudara-saudara kita yang harus melayang nyawanya oleh kebrutalan pasukan penjajah? Berapa banyak lagi anak-anak dan perempuan harus menjadi korban kebiadaban pasukan kafir penjajah? Berapa banyak lagi umat ini terus diam tanpa perlawanan?
Sudah saatnya, umat bangkit, termasuk para tentara Muslim yang tersebar di negeri-negeri Muslim. Saatnya kini, ikatan nasionalisme pemecah belah umat diporakporandakan dengan menggantinya oleh satu ikatan akidah, pemersatu umat. Khilafah menjadi solusi nyata untuk menyatukan kaum Muslim serta membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkraman penjajah. Insya Allah, semakin dekat! [m/islammemo/syabab.com/Voa-Khilafah]
Juru bicara tentara Prancis di Kabul mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada malam Selasa ketika pengemudi tidak menghentikan mobilnya pada saat mendekati para prajurit yang sedang berpatroli.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan Afghanistan menjelaskan bahwa yang mejadi korban meninggal adalah anak-anak, wanita hamil dan seorang pria muda. Sementara tentara Prancis mengatakan bahwa seorang wanita dan dua pria juga terluka dalam insiden itu.
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai yang tidak lebih dari jongos penjajah, hanya mengutuk serangan brutal tersebut. Lalu diam dan tak menggerakkan diri untuk melawan pasukan penjajah.
Dikatakan bahwa insiden itu terjadi ketika pasukan NATO menembaki sebuah mobil yang menuju ke arah mereka. Dan mereka berpikir bahwa mobil itu adalah mobil “bunuh diri”.
Kemudian, “Mereka pun menembaki mobil tersebut, dan membunuh seorang wanita hamil, seorang pria muda dan seorang anak-anak.” Dikatakan bahwa duta besar Prancis di Kabul telah menghubungi istana presiden untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi.
Dalam hal ini, pasukan pendudukan di Afghanistan mendapat kecaman keras karena tingginya jumlah korban sipil yang meninggal oleh tentara negara-negara anggota NATO.
Laporan PBB mengatakan bahwa pada pertengahan Juli ini, lebih dari 1.400 warga sipil meninggal di Afghanistan sejak awal tahun 2011. Dan jumlah ini naik 15% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2010. Di mana tahun 2010 merupakan jatuhnya jumlah korban meninggal terbesar di pihak warga sipil Afghanistan .
PBB mengatakan bahwa pada pertengahan bulan ini telah terjadi peningkatan jumlah korban sipil Afghanistan yang meninggal akibat berbagai serangan yang dilancarkan oleh helikopter milik pasukan NATO.
Entah harus berapa banyak lagi, saudara-saudara kita yang harus melayang nyawanya oleh kebrutalan pasukan penjajah? Berapa banyak lagi anak-anak dan perempuan harus menjadi korban kebiadaban pasukan kafir penjajah? Berapa banyak lagi umat ini terus diam tanpa perlawanan?
Sudah saatnya, umat bangkit, termasuk para tentara Muslim yang tersebar di negeri-negeri Muslim. Saatnya kini, ikatan nasionalisme pemecah belah umat diporakporandakan dengan menggantinya oleh satu ikatan akidah, pemersatu umat. Khilafah menjadi solusi nyata untuk menyatukan kaum Muslim serta membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkraman penjajah. Insya Allah, semakin dekat! [m/islammemo/syabab.com/Voa-Khilafah]
Langganan:
Postingan (Atom)


