Tampilkan postingan dengan label AL-QUR'AN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL-QUR'AN. Tampilkan semua postingan

Bukti Kebenaran Al Qur'an: Gunung Api Bawah Laut Ditemukan di AS

Voa-Khilafah.com - Sebuah video unik baru saja didapatkan oleh pakar teknik kelautan Brennan Phillips bersama timnya yang melakukan ekspedisi pada tahun 2015 ini.
Ketika Brennan Philips mengirim instrumen kameranya ke kedalaman 45 meter di bawah Laut Kavachi, mereka terkejut dengan dengan adanya jenis sleeper shark yang berenang di area gunung api.
Keterkejutan Phillips dan tim, hiu itu bisa hidup dan bersantai di lingkungan yang jauh lebih panas dan asam.
"Hewan-hewan besar itu hidup di lingkungan yang jauh lebih panas dan asam, dan mereka bersantai-santai di sana," ungkap Phillips seperti dikutip Kompas dari National Geographic, Kamis (9/7/2015).
Kavachi merupakan gunung berapi yang ada di perairan dangkal dekat Pulau Vanungu. Gunung yang juga dikenal sebagai Rejo te Kvachi atau Oven Kavachi itu merupakan salah satu gunung api paling aktif di pasifik.

Gunung api seperti Kavachi inilah yang membuktikan kebenaran Alquran, ketika 14 abad yang lalu telah menyebutkan adanya api di bawah laut.
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ
"Dan Demi laut, yang di dalam tanahnya ada api." (QS: At-Thuur: 6)
Selama berabad-abad, banyak yang mengira tidak mungkin ada api di dalam laut karena api pasti akan padam terkena air laut.
Namun ternyata sains menemukan adanya gunung-gunung api di bawah laut.
Pada video yang lain, secara jelas terlihat pijaran api di bawah laut.
Misalnya pada 1.750 kilometer di lepas pantai Miami.
Dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint mendapati di dasar laut terdapat aliran lava vulkanis layaknya gunung api di daratan.
Dan kemudian mereka menemukan lebih banyak lagi gunung api aktif di bawah laut, yang tersebar di seluruh lautan. (makassar.tribunnews.com / voa-khilafah.com)

Rasya Lakukan Ini Saat Hamil, 3 Anaknya Hafal al-Qur'an, Termuda Sedunia

Voa-Khilafah.com - Punya anak yang hafal Al Qur’an, mau? cara yang dilakukan oleh Rasya el-Ghayyar, ibu dari 3 hafizh termuda di dunia (Tabarak, Yazid, Zeenah), bisa Anda tiru, berikut ini.
Ketika Rasya hamil, ia melakukan sedikitnya tiga hal yang terkait langsung dengan cita-cita memiliki anak penghafal Qur’an:
Banyak Membaca al-Qur'an
Doktor yang menjadi dosen di Batterje Medical College itu biasa membaca Al Qur’an sejak sebelum menikah.
Ketika ia hamil, kebiasaan tilawah itu terus ia lakukan. Bahkan bisa lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.
Menghafal al-Qur'an
Selain banyak tilawah, Rasya juga berusaha menambah hafalannya ketika ia mengandung baik anak pertama (Tabarak), anak kedua (Yazeed), maupun anak ketiga (Zeenah).

Berdoa
Rasya sering memanjatkan doa khusus pada waktu hamil. Ia berdoa sebagaimana doa istri Imran yang mulia:

رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu, terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)
Sembari berdoa, Rasya menadzarkan anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti untuk Al Qur’an.
Biidznillah, doa itu kemudian dikabulkan Allah. Tabarak yang lahir pada 20 Dzulhijjah 1423 H bertepatan dengan 22 Februari 2003, mulai menghafal Al Qur’an pada usia 3 tahun dan menjadi hafizh pada usia 4,5 tahun.
Ia lulus ujian al Jamiyyah al Khairiyah li Tahfizh al Qur’an al Karim di Jeddah dan al Hai’ah al ‘Alamiyah li Ta’lim al Qur’an al Karim milik Rabithah al ‘Alam al Islami dengan predikat mumtaz (cumlaude).
Tabarak tercatat sebagai hafiz termuda di dunia.

Anak kedua, Yazid Tamamuddin juga hafal Al Qur’an 30 juz pada usia 4,5 tahun. Ia bahkan mendapatkan nilai lebih tinggi dari kakaknya.
Meskipun sama-sama mumtaz, Tabarak mendapat nilai 90 dan Yazeed mendapat nilai 95.
Anak ketiga juga demikian. Zeenah el Laboody hafal Al Qur’an 30 juz pada usia kurang dari lima tahun.
Akhirnya, jadilah ketiganya menjadi 3 hafiz termuda di dunia. Masya Allah.
(makassar.tribunnews.com/ voa-khilafah.com)
Janganlah Kalian Turut Bersama Kaum Nasrani (Kristen) Dalam Merayakan Hari Raya Mereka (Natal dan Tahun Baru)

Janganlah Kalian Turut Bersama Kaum Nasrani (Kristen) Dalam Merayakan Hari Raya Mereka (Natal dan Tahun Baru)


Voice of Khilafah - Kami memulai kajian ini, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya yang mulia, serta keluarga dan para shahabatnya.
Saat ini, kaum Nasrani (Kristen) sedang merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi. Namun tidak sedikit di antara kaum Muslim yang turut merayakannya bersama mereka. Dan mereka pun saling mengucapkan selamat kepada kaum Nasrani dalam memperingati hari rayanya ini. Maka, kepada mereka ini, kami katakan “janganlah kalian turut bersama kaum Nasrani dalam merayakan hari raya mereka”. Sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Saw; sebaliknya seburuk-buruk perkara adalah perkara (peribadatan) baru yang tidak dikenal dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah (muhdats), dan setiap muhdats adalah bid’ah; sementara setiap bid’ah itu adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
Allah Dzat Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman: “Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia’.” (TQS. Al-Ikhlash [112] : 1-4).
Surat Al-Ikhlash ini sebagian dari Kitabullah, yang datang dari Dzat Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Surat ini, sekalipun pendek, namun sebanding dengan sepertiga dari Al-Qur’an.
Di dalam surat Al-Ikhlash ini terkandung:
-      Tauhid (keimanan atas ke-Esaan Allah) dan keikhlasan.
-      Akidah (keyakinan) yang bersih dan murni.
Sesungguhnya Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi ini tidak mempunyai anak, tidak mempunyai sekutu, tidak datang dari seorang pun, serta tidak memiliki keturunan dan nasab seperti yang diklaim oleh kaum Yahudi dan Nasrani (Kristen). Mereka (kaum Nasrani) berkata: “Al Masih itu putera Allah“, dan mereka (kaum Yahudi) berkata: “Uzair itu putera Allah“. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi ini, sama sekali tidak butuh pada salah satu di antara ciptaan-Nya, sebaliknya semua makhluk butuh kepada-Nya. Allah itu Maha Kaya, sebaliknya semua makhluk adalah miskin. Allah adalah tempat bergantungnya segala yang ada, di mana kehidupan ini tidak akan tegak kecuali dengan pemeliharaan, kebaikan dan belas kasih dari Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.
Surat Al-Ikhlash ini menetapkan akidah dasar dan fundamental yang harus tertanam kokoh dalam lubuk hati setiap makhluk yang ada di alam semesta ini, yaitu ke-Maha Esaan Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Sehingga Allah merupakan satu-satunya yang berhak disembah, sedang yang selain Allah semuanya adalah hamba bagi-Nya.
Allah SWT berfirman: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” (TQS. Maryam [19] : 93-94).
Berdasarkan perspektif akidah tauhid yang sifatnya fitrah (ada bersamaan dengan penciptaan manusia), yang telah ditetapkan oleh surat Al-Ikhlash, maka kami dapat mengatakan dengan penuh keyakinan dan kepercayaan, serta menegaskan kepada semua manusia yang ceroboh dan kebingungan, bahwa Isa (Yesus) as adalah hamba Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Isa as ini keberadaannya seperti Adam as yang tidak memiliki ayah dan ibu. Sedangkan Isa memiliki ibu, semoga Allah merahmati keduanya. Oleh karena itu, Allah SWT menasabkan Isa kepada ibunya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman: “Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (TQS. Maryam [19] : 34).
Benar! Dalam hal ini, tidak sedikit di antara kaum Nasrani (Kristen) yang bingung dan ragu terkait masalah Isa (Yesus) as ini:
-      Apakah dia itu Allah?
-      Apakah dia itu anak Allah?
-      Atau apakah dia itu salah satu dari yang tiga?
Akan tetapi Allah SWT tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, serta tiada sekutu bagi-Nya: “Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.” (TQS. Maryam [19] : 35).
Jika Rasulullah, Muhammad bin Abdillah Saw menyeru kepada tauhid, maka Isa as juga menyeru kepada tauhid. Di mana Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam’, padahal Al Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (TQS. Al-Maidah [5] : 72).
Jika kaum Nasrani (Kristen) sekarang ini menyandarkan perkataannya kepada Isa as, bahwa Isa adalah Tuhan dan anak Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, maka Isa as kelak akan menunjukkan bahwa mereka berbohong dan akan memperlihatkan kebohongan mereka kepada para pembesar yang menjadi saksi pada hari kiamat. Di mana Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’ Isa menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui semua perkara yang ghaib’. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (TQS. Al-Maidah [5] : 116-117).
Mereka yang memper-Tuhan-kan Isa as; mereka yang mengklaim bahwa Isa adalah anak Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi; atau mereka yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, maka mereka adalah kaum kafir yang sesat dan fasik, di mana-kami sebagai umat yang bertauhid-wajib berlepas diri dari perkataan mereka yang menyesatkan ini. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga’, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).“(TQS. Al-Maidah [5] : 73-75).
Setelah jelas kekafiran mereka yang menyandarkan kebohongan dan kedustaannya kepada Isa as, dan setelah begitu telanjang kesesatannya, maka sampailah pada pertanyaan yang menggugah keyakinan, adalah apakah diperbolehkan bagi kita-sebagai kaum Muslim-turut bersama kaum kafir dan Kristen merayakan hari raya mereka yang terkait dengan ritual keagamaan yang penuh dengan kesyirikan dan kekufuran ini?!
Sesungguhnya hari raya Nasrani (Kristen) termasuk di antara ritual dan peribadatan yang terkait dengan agama. Dalam hal ini, sungguh kaum Yahudi dan Nasrani (Kristen) telah dikutuk dan dilaknat, karena mereka telah mengubah dan mengganti agama Allah SWT di dalam kitab-Nya. Oleh karena itu, hari raya mereka bagian dari ritual keagamaan mereka yang telah menyimpang.
Hari raya kaum Nasrani (Kristen) ini-wahai umat tauhid-adalah terkait erat dengan kekafiran yang besar, yang jika hal itu didengar oleh gunung, langit dan bumi, maka dengan mendengar kekufuran itu semuanya benar-benar menjadi pecah dan retak.
Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” (TQS. Maryam [19] : 88-94).
Jika langit, gunung dan bumi bereaksi dengan reaksi yang begitu menakutkan ini terhadap mereka yang menisbatkan anak kepada Allah SWT. Maka bagaimana dengan Tuhan kalian-wahai kaum Muslim-ketika kalian turut bersama kaum Nasrani (Kristen) merayakan hari raya mereka, mengucapkan selamat atas kebatilan dan agama mereka yang merupakan simbol keagamaan bagi akidah mereka yang kufur dan sesat. Bukankah itu merupakan bentuk pengakuan kalian atas agama mereka yang batil?
Sedangkan yang menunjukkan kepada kalian akan hubungan erat hari raya mereka dengan agama mereka yang sesat, adalah adanya hari raya di antara hari raya mereka, di mana masing-masing dari mereka membawa sepiring makanan, dan kemudian makanan itu mereka tempatkan di atas meja panjang, selanjutnya mereka membuka semua penutup yang menutupi makanan itu selama satu jam, kurang dari satu jama, atau lebih dari satu jam. Pertanyaannya, mengapa mereka membuka penutup dari semua makanan yang mereka bawa?
Jawaban mereka adalah agar diberkati oleh Tuhan. Siapa Tuhan yang dimaksud? Tuhan yang dimaksud seperti klaim mereka adalah Yesus, Al Masih as, yang datang untuk memberkati makanan mereka dalam memperingati kekufuran. Kemudian mereka memakan sesuap makanan yang telah dikuduskan seperti yang mereka klaimkan.
Masalahnya, bagaimana ritual bid’ah yang kufur tersebut tersebar di selain wilayah mereka, dan di selain negara mereka, di negeri-negeri kaum Muslim, misalnya?
Mereka datang ke negeri-negeri kaum Muslim dan mengadakan pesta dengan nama pesta bertopeng (haflah tanakkuriyah). Mereka berkata bahwa pesta ini untuk anak-anak, sebagai hiburan dan permainan. Namun sebenarnya-wahai kaum Muslim-sesungguhnya pesta itu adalah penyesatan bagi generasi kaum Muslim yang tertipu dan terperdya, serta bodoh dan lemah.
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Sebab mengapa kaum Muslim yang bodoh itu senang turut bersama kaum Nasrani (Kristen) dalam merayakan pesta seperti ini? Apakah mereka juga percaya dan menyakini tentang turunnya Tuhan Isa (Yesus) as, seperti yang mereka klaim dalam peringatan ini, untuk memberkati mereka melalui makanan yang mereka berikan kepada anak-anak dalam pesta itu? Sungguh ini merupakan kekufuran yang nyata dan jelas. Sehingga tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT.
Al-Hafidz adh-Dhahabi berkata dalam Risalahnya “Tasyabbuhul Khasîs bi Ahlil Khamîs“: “Jika seseorang berkata, bahwa kami melakukan itu adalah untuk anak-anak kecil dan wanita? Maka katakan padanya, bahwa seburuk-buruk keadaan seseorang adalah siapa saja yang senang (rela) keluarganya dan anak-anaknya melakukan apa yang menyebabkan murka Allah SWT.
Kemudian beliau mengutip perkataan Abdullah bin Amr, semoga Allah meridhoi keduanya, yang berkata: “Siapa saja yang merayakan tahun baru bagi bangsa persia (nairûz), mengadakan pesta dan hura-hura mereka, serta menyerupai mereka hingga meninggal ia masih seperti itu, dan belum juga bertaubat, maka di hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama mereka.” (HR. Baihaki. Sedang sanadnya telah dishahihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah).
Perkataan Abdullah ini menegaskan bahwa perbuatan seperti itu termasuk di antara dosa-dosa besar. Sehingga melakukan sedikit dari perbuatan itu akan membawa pada perbuatan yang lebih banyak lagi.
Oleh karena itu, setiap Muslim wajib menutup pintu ini mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, serta menjauhkan keluarga dan anak-anaknya dari melakukan perbuatan seperti itu. Selanjutnya, ciptakan kebaikan sebagai kebiasaan, dan jauhi bid’ah sebagai ibadah.
Dan janganlah mengatakan perkataan orang bodoh: “Dengan ini, aku telah menyenagkan anak-anakku!”
Apakah sudah tidak ada, wahai Muslim, sesuatu yang dapat menyenangkan mereka, selain perbuatan yang menyebabkan murka Allah, dan diridhoi setan, yaitu simbol-simbol ritual kekufuran dan kesesatan?!
Dengan demikian, seburuk-buruk pendidik adalah Engkau, yang membiarkan keluarga dan anak-anaknya terjerumus dalam kegelapan. Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
Sampai di sini dulu kajian kita ini, dan berikutnya akan kami bicarakan tentang hukum ikut serta merayakan hari besar kaum Nasrani (Kristen).
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 28/12/2010.

Subhanallah! Gadis Arab Aminah Said Hafal Qur'an Hanya dalam 100 Hari. Kita?

Subhanallah! Gadis Arab Aminah Said Hafal Qur'an Hanya dalam 100 Hari. Kita?

YORDANIA (voa-khilafah.co.cc) – Satu lagi bukti kemukjizatan Al-Qur'an. Allah mempermudah umat-Nya untuk menghafal kitab suci Al-Qur'an. Hanya dalam waktu 100 hari, gadis Arab ini mampu menghafal seluruh isi Al-Qur'an yang terdiri dari 114 surat (bab), dengan lebih 6.300 ayat (kalimat) atau mencakup lebih 77.000 kata.

Aminah Said selalu bermimpi bisa menorehkan prestasi seputar kajian Islam yang didalaminya. Demi mewujudkan mimpinya, mahasiswi studi Islam dan Syariah Sharjah College ini memberanikan diri ikut kompetisi internasional menghafal Al-Qur’an di Yordania.

Pernah menjadi juara dua dan tiga dalam kontes lokal, ia cukup percaya diri bertarung dalam kompetisi itu. Namun, ia tak pernah membayangkan, namanya akan mencuat sebagai juara pertama mengalahkan seluruh peserta dari 15 negara.

”Saya mendapat posisi teratas dalam kontes di Yordania dan saya bangga untuk membuat prestasi ini untuk negara saya,” kata gadis berusia 19 tahun asal Uni Emirat Arab itu, kepada harian Emarat Al-Youm.

Motivasi menghafal kitab suci itu tak lepas dari pengaruh keluarga. Ia tak ingin kalah melihat 25 saudara laki-laki dan perempuannya bisa menghafal sebagian besar isi Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, saya telah menghabiskan rata-rata 12 jam sehari untuk menghafal Al-Qur’an secara intensif, sampai aku hafal semua hanya dalam 100 hari,” ujarnya.

Tumbuh di lingkungan yang kuat dengan nilai-nilai agama, ia sudah terbiasa membaca Al-Qur’an sejak duduk di bangku sekolah. Beranjak usia 17 tahun, ia mulai merasa perlu menghafal isi kitab suci tersebut.

“Dan, aku berhasil melakukannya hanya dalam 100 hari,” ujarnya. Demi mempertahankan kemampuannya, ia selalu meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur’an. Itu penting demi mengendalikan setiap kata yang termuat dalam kitab suci yang berisi 114 surat (bab), dengan lebih 6.300 ayat (kalimat) atau mencakup lebih 77.000 kata. [taz/viva, emirates247/Voa-Islam/Voa-Khilafah.co.cc]
Alayen, Bocah 10 Tahun Penghafal Al Qur'an dari Jepang

Alayen, Bocah 10 Tahun Penghafal Al Qur'an dari Jepang

Voa-Khilafah.co.cc - Banyak kisah-kisah insppiratif yang makin meningkatkan kecintaan saya pada Allah semata. Entah, mungkin rasanya di negeri minoritas musllim yang serba sulit, sulit mencari makanan halal, sulit mencari jilbab, sulit mencari buku-buku Islam, dan lain sebagainya. Akan tetapi, semua kesullitan tersebut, tidak membuat kami para muslim menjadi tidak semangat dalam menuntut ilmu. Meskipun jarak dari rumah ke masjid sangat jauh, harus ditempuh puluhan kilometer dengan turun naik kereta atau bus bukanlah penghalang buat mereka yang haus akan ilmu.


Kali ini, saya akan bercerita tentang sebuah kisah yang paling menggugah hati saya, bahkan dalam hidup saya.

Anak kecil itu masih polos, masih berumur 10 tahun 10 bulan. Dia disalami banyak orang di Masjid Otsuka, kemarin sore. Anak kecil ini adalah Alayen, seorang anak yang sudah mampu menghafal seluruh isi Quran, dengan bacaan Mumtaaz. Memang anak ini bukan keturunan Jepang, melainkan keturunan Pakistan. Tapi, hampir semua orang Pakistan yang ada di Jepang tinggal selamanya di Jepang untuk berdakwah dan berbisnis.

Minggu itu adalah sebuah momentum bagi seluruh muslilm di Jepang. Momentum untuk meningkatkan kecintaan kita pada Quran. Alayen membuka mata banyak muslim agar mengikuti jejaknya untuk menghafal Quran. Kemarin sore pula, dia diberi gelar Al-Hafidz oleh Holy Quran Memorization International Organization, Saudi Arabia. Pemerintah Saudi Arabia datang langsung ke tempat kami untuk memberikan gelar tersebut kepada Alayen. Bahkan, Pemerintah Saudi Arabia pun memberikan beasiswa kepada Alayen "Full Scholarship" sampai kuliah.

Alhamdulillah, panitia memberikan kesempatan kepada orang tua dan guru hafidz Alayen untuk berbagi pengalamannya. Inilah sepenggal cerita dari Ayah Alayen yang membuat saya sadar akan pentingnya Quran. Memang kita hidup di negeri yang bukan non Muslim, tapi saya ingin mempertahankan agar anak-anak saya tetap mendapat pendidikan Islam. Saya tidak memasukkan anak-anak saya ke nihon no gakko (Sekolah Jepang). Saya biarkan anak saya hanya belajar di Masjid dan menghafal Quran, karena saya ingin dia benar-benar fokus menghafal Quran dan tidak memiliki pikiran lain selain menghafal Quran. Lalu orang-orang di sekitarku bertanya "kenapa tidak dimasukkan saja ke sekolah Jepang sambil menghafal Quran, jadi dia nanti bisa pintar keduanya?". Saya yakin pada Allah, bahwa ketika seseorang sudah bisa menghafal Quran, maka dia akan mampu menguasai semua bidang. Lalu Ayah Alayen berkata dengan bangga, "Sekarang anak saya bisa melanjutkan sekolah langsung naik kelas 5 SD melalui test di sekolah, dan kini dia bisa berbahasa 4 bahasa dengan baik, Inggris, Jepang, Arab, dan pastinya bahasa Urdu."
Sekarang mata saya terbuka, sebelum belajar apapun, manusia itu harus belajar Quran. Dan yakinlah, orang-orang yang mempelajari dan mengajar Quran akan mendapat derajat yang lebih tinggi. Semoga, kita juga bisa menjadi penghafal Quran. (islamedia/Voa-Khilafah.co.cc)
Ibnu Hajar Al-Asqalani ,Hafal Alquran Sejak Kecil

Ibnu Hajar Al-Asqalani ,Hafal Alquran Sejak Kecil

Voa-Khilafah.co.cc - ''Wudunya ringkas, tapi tepat. Bila berniat (dalam ibadah), cepat jadi. Bahkan, dia mencela orang-orang yang dalam niat selalu waswas dan lama,'' demikian keterangan beberapa ulama tentang pribadi Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Ibnu Hajar Al-Asqalani bernama lengkap Al-Imam al-Allamah al-Hafizh Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Hajar al-Kinani al-Asqalani al-Syafi'i al-Mishri. Kemudian, ia dikenal dengan nama Ibnu Hajar Al-Asqalani dengan gelar Al-Hafizh. Nenek moyangnya berasal dari Asqalan, kota kuno yang terletak di pantai Suriah dan Palestina, dekat Jalur Gaza.

Beliau lahir di Mesir pada 22 Sya'ban 773 H dan wafat pada 8 Rabiul Akhir (Tsani) 852 H. Ibnu Hajar adalah putra dari pasangan Nuruddin Ali dan Nijar binti al-Fakhr Abu Bakar. Ayahnya dikenal alim dan hafal Alquran lengkap dengan qiraah sab'ah(tujuh bacaan Alquran--Red). Ayahnya wafat ketika dia berumur empat tahun (23 Rajab 777 H), sedangkan ibunya meninggal dunia ketika Ibnu Hajar masih bayi.

Sebelum wafat, ayahnya berwasiat kepada dua orang alim untuk mengasuh Ibnu Hajar yang masih bocah itu. Mereka adalah Zakiyuddin Abu Bakar al-Kharrubi dan Syamsuddin Ibnul Qaththan al-Mishri. Dalam pengasuhan Al-Kharrubi, Ibnu Hajar tumbuh menjadi anak yang cerdas. Pada usia lima tahun, Ibnu Hajar belajar Alquran dan usia sembilan tahun hafal Alquran. Beliau belajar Alquran kepada Shadruddin Muhammad bin Muhammad Al-Shafthi, seorang ulama ahli qiraah. Dalam usia yang masih kecil, beliau juga menghafal kitab-kitab ilmu pengetahuan agama, seperti Al-Umdah, Al-Hawi Al-Shagir, Mukhtashar Ibnu Hajib, dan Milhatil I'rab.

Semangat Ibnu Hajar untuk belajar ilmu agama begitu tinggi. Tidak hanya di Mesir, beliau juga belajar ilmu agama ke beberapa negara, antara lain Makkah dan Madinah. Pada usia 11 tahun, beliau melaksanakan ibadah haji bersama dengan Al-Kharrubi. Di Makkah, beliau dipertemukan dengan ulama hadis terkenal yang bernama Syekh Afifuddin An-Naisaburi An-Nisywari untuk belajar Shahih Bukhari.

Selain di Makkah, beliau juga ke Damaskus (Syria) untuk belajar sejarah kepada Ibnu Asakir, Ibnu Mulaqqin, dan Sirajuddin Al-Bulqini. Di daerah Palestina, seperti Nablus, Ramalah, Ghuzzah, dan Khalil beliau belajar dengan banyak ulama. Begitu juga di kota Yaman, Ibnu Hajar belajar dengan banyak ulama-ulama terkenal.

Ulama lainnya tempat Ibnu Hajar menuntut ilmu adalah Abul Fadhl al-Iraqi (wafat tahun 806 H). Al-Iraqi inilah yang menjuluki Ibnu Hajar dengan nama Al-Hafizh, dan meminta beliau untuk mengajar dan berfatwa. Abul Fadhl al-Iraqi sangat kagum dengan keilmuan yang dimiliki Ibnu Hajar, terutama dalam bidang ilmu hadis.

Dalam bidang ilmu bahasa arab, Ibnu Hajar belajar kepada Al-Fairuz Abadi RA, penyusun kitab Al-Qamus, juga kepada Ahmad bin Abdurrahman. Untuk masalah Qiraat al-Sab'ah, beliau belajar kepada Al-Burhan at-Tanukhi, dan ulama lainnya, yang jumlahnya mencapai 500 guru dalam berbagai cabang ilmu, khususnya fikih dan hadis.
Sementara itu, murid-murid beliau, di antaranya Imam Al-Shakhawi (wafat 902 H), Al-Biqa'i (wafat 885 H), Zakaria Al-Anshari (wafat 926 H), Ibnu Qadhi Syuhbah (wafat 874 H), Ibnu Taghri Bardi (wafat 874 H), Ibnu Fahd al-Makki (wafat 871 H), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Karya Ibnu Hajar

Ibnu Hajar Al-Asqalani terkenal sebagai ulama yang sangat pandai, teguh dalam memegang prinsip, dan adil dalam menetapkan hukum. Selama hidupnya, beliau banyak menulis dan menghasilkan karya. Menurut sebagian ulama, jumlah karyanya mencapai 289 judul. Kebanyakan berkaitan dengan pembahasan hadis secara riwayat dan dirayat (kajian).

Dan, seluruh kitab yang ditulisnya senantiasa mendapatkan sambutan hangat dari umat Islam. Sampai saat ini, karyanya masih banyak dipelajari di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di Indonesia. Di antara karyanya itu adalah Fath al-Bari Syarh Shahih Bukhari, Bulugh al-Maram min Adillatil Ahkam, al-Ishabah fi Tamyiz Al-Shahabah, Tahdzib al-Tahdzib, Al-Durar al-Kaminah, Taghliq al-Ta'liq, dan Inbaul Ghumr bi Anba'i al-Umr.

Hakim yang Adil dan Wara'

Ibnu Hajar Al-Asqalani, selain dikenal sebagai ulama yang sangat wara' (senantiasa berhati-hati terhadap sesuatu yang tidak jelas), beliau juga seorang hakim yang sangat adil ketika beliau menjabat sebagai Qadli al-Qudhat(hakim agung).Karena ketegasan dan kekritisannya terhadap sebuah permasalahan, jabatannya sebagai hakim sering kali mengundang ketidakpuasan dari penguasa (pejabat pemerintah) Mesir ketika itu. Dan, karena itu pula, beberapa kali jabatan beliau sebagai hakim agung terpaksa dicopot. Menurut catatan, pencopotan jabatan hakim agung itu terjadi hingga enam kali. Namun demikian, beliau tak pernah meminta jabatan itu, tapi justru penguasa sendiri yang akhirnya meminta beliau kembali untuk jabatan tersebut.

Pejabat pemerintah yang meminta beliau agar mau menjadi hakim agung tersebut adalah Sulthan Al-Muayyad dan Jalaluddin al-Bulqini. Saat pertama kali menerima jabatan hakim agung itu beliau sangat menyesalinya. Sebab, banyak masyarakat yang tidak menghormati seorang hakim, termasuk para pejabat negara yang suka mengancam apabila keinginan mereka ditolak, walaupun permintaan itu bertentangan dengan keadilan dan kebenaran.

Karena kondisi seperti itu, semangat beliau untuk menegakkan kebenaran dan keadilan semakin tegas. Beliau tak pernah takut terhadap kebijakan pemerintah yang memusuhinya. Berbagai pemberian maupun hadiah dari pejabat atau orang yang beperkara selalu ditolaknya. Beliau tidak mau menerima pemberian atau hadiah berupa apa pun. Penolakan itu beliau lakukan demi menjaga diri beliau dari hal-hal yang berbau suap (sogok). Memang, hadiah-hadiah yang ditawarkan kepada beliau berkaitan dengan jabatannya sebagai hakim. Ibnu Hajar menjabat sebagai hakim ini lebih dari 20 tahun.

Ibnu Hajar Al-Asqalani juga dikenal sangat wara'. Ia sangat hati-hati dalam soal makan. Bila terpaksa menghadiri sebuah undangan (walimah), ia pura-pura makan. Terkadang, ia memberikan makanan tersebut kepada orang yang duduk di sampingnya. Sehingga, yang punya hajat menyangka beliau menikmati hidangan tersebut. Hal itu dilakukannya untuk memuliakan tuan rumah. Padahal, tak satu pun makanan yang masuk ke perutnya. Beliau sangat hati-hati dalam hal ini karena takut ada barang yang tidak halal yang masuk ke perutnya.
Itulah Ibnu Hajar Al-Asqalani. Walaupun jabatan tertinggi dijabatnya, baik sebagai hakim agung maupun mufti (orang yang memberi fatwa), beliau tetap tawadlu' (rendah hati) dan senantiasa beribadah kepada Allah, tanpa diketahui orang lain. Beliau selalu berzikir, membaca tasbih, dan beristigfar dalam setiap kesempatan. Butiran tasbih yang dibawa, disembunyikan dibalik lengan bajunya agar tidak diketahui orang lain. Bila terjatuh, beliau cepat-cepat memungutnya dan menyembunyikannya kembali dibalik bajunya.
Di tengah-tengah tugas yang diembannya, beliau tetap tekun dalam samudra ilmu, seperti mengkaji dan meneliti hadis-hadis, membacanya, mengajarkannya kepada umat, menyusun kitab-kitab, mengajar tafsir, hadis, fikih, dan ceramah di berbagai tempat, juga mendiktekan dengan hafalannya. Beliau mengajar sampai 20 madrasah. Banyak orang-orang utama dan tokoh-tokoh ulama yang mendatanginya dan mengambil ilmu darinya.

Kepergiannya (wafat) meninggalkan umat, membawa kesedihan yang mendalam. Seluruh rakyat Mesir memberikan penghormatan kepadanya. Bahkan, pasar-pasar yang biasanya ramai, tutup saat beliau meninggal dunia Wa Allahu A'lamu. (republika/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL