Tampilkan postingan dengan label AMBON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMBON. Tampilkan semua postingan
Awas!! Pendeta Kanada Gelar Pemurtadan Berkedok 'Festival Persahabatan Ambon'

Awas!! Pendeta Kanada Gelar Pemurtadan Berkedok 'Festival Persahabatan Ambon'


AMBON (voa-khilafah.co.cc) – Sejak pertengahan Januari 2012 berbagai sudut kota Ambon terpampang banyak iklan kegiatan Kristen yang bertajuk "Festival Persahabatan Ambon.”

Secara atraktif, iklan Kristen tersebut dipampang di jalan-jalan protokol dan pintu masuk kota Ambon terpampang papan reklame, spanduk dan baliho berukuran besar. Tak ketinggalan, pamflet kertas ditempel di berbagai tembok pinggir jalan. Bahkan panitia menyatakan bahwa acara Kristen tersebut diperuntukkan juga bagi semua agama, termasuk Islam. Demikian bunyi iklan tersebut:

“Festival persahabatan Ambon 15-19 Februari 2012, jam 6 sore s/d selesai, tempat: Stadion Mandala Remaja Karang Panjang Ambon, bersama Dr Peter Youngren. Tuli bisa mendengar, buta melihat, lumpuh berjalan. DR Peter Youngren tidak meninggikan salah satu agama di atas agama yang lain tetapi membagikan kasih Tuhan dan persahabatan kepada semua orang. Kasih Tuhan dinyatakan bagi semua orang tanpa diskriminasi. SEMUA ORANG DIUNDANG."

Dalam iklan tersebut juga ditampilkan foto DR Peter Youngren yang tengah mengobati orang yang tuli, dan nampak juga di foto seorang laki-laki tua berjenggot dan berambut putih yang mengenakan jubah dan songkok putih tengah bersorak kegirangan hendak memeluk DR Peter Youngren yang telah mengobatinya.

Salah satu dari iklan pada papan reklame terdapat di jalan Sultan Hasanudin sekitar kurang dari seratus meter dari kantor Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Maluku.

Menurut MUI Kota Ambon, KKR Kristen bertajuk "Festival Persahaban Ambon" itu adalah acara kristenisasi. "Itu bernuansa kristenisasi yang dibungkus dengan kedok pengobatan massal," jelas Ustadz La Suryadi, salah satu pengurus MUI Kota Ambon.

Jika acara itu terdapat misi kristenisasi, lanjut Suryadi, maka ia menyerukan umat Islam untuk melakukan penentangan. "Jika dalam acara tersebut ada indikasi kristenisasi, maka umat Islam harus menentang," tegas tokoh Muslim Ambon itu.

Kristen Berkedok Festival Persahabatan

Untuk mengetahui esensi acara tersebut, diperlukan penelusuran terhadap sepak terjang Peter Youngren di dunia kristenisasi.

DR Peter Youngren adalah misionaris asal Kanada yang gencar melakukan penginjilan ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. secara intensif, Youngren melatih lebih 110 ribu pendeta dan pemimpin dalam seminar "Global Harvest Praise."

Sebuah situs Kristen menggambarkan sosok Peter Youngren sebagai berikut: "DR Peter Youngren ialah seorang penginjil yang amat diberkati. Pria asal Kanada ini dikenal memiliki kerinduan besar kepada orang-orang yang belum tersentuh firman Allah. Peter telah melakukan perjalanan penginjilan ke lebih dari 70 negara, ia telah melayani kebaktian kebangunan Rohani yang dihadiri sampai 500 ribu jiwa."

Jadi, acara bertajuk “Festival Persahabatan Ambon’ yang akan dimulai nanti sore adalah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), yang salah satu acaranya adalah penyembuhan dalam nama Yesus.

Karena kental dengan pesan kristenisasi itulah acara bertajuk ‘Festival Persahabatan’ di berbagai daerah beberapa tahun lalu dihentikan secara paksa oleh aparat dan umat Islam. Bulan Agustus 2003, Festival Persahabatan Bandung Peter Youngren distop karena meresahkan umat.

Jadi, umat Islam Ambon jangan terkecoh dan latah terbawa arus kristenisasi berkedok Festival Persahabatan. [taz/af/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Meski Diteror Kaum Salibis, Tomy Berlian Teguh Masuk Islam

Meski Diteror Kaum Salibis, Tomy Berlian Teguh Masuk Islam

AMBON, MALUKU (voa-khilafah.co.cc) - Di tengah kondisi Ambon yang kerap dilanda konflik agama antaraIslam dan Kristen, ternyata tidak menyurutkan langkah Tomy Berlian Sampulawa (28 tahun) untuk memeluk Islam.

Tomy yang sebelumnya beragama Nasrani sebenarnya telah memiliki keinginan untuk masuk Islam sejak tahun 1997 namun keinginanya tersebut dihalangi oleh ibunya. 

Ayah Tomy yang bernama Dahlan sebelumnya adalah seorang Muslim yang kemudian murtad setelah dipaksa menikah dengan ibu Tomy yang beragama kristen. Dahlan sendiri sudah meninggal dalam keadaan sebagai pemeluk Nasrani.

Sebelum Tomy, kakaknya Siti Rahmah, juga telah masuk Islam terlebih dahulu sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Keinginan Tomy untuk masuk Islam sudah sejak lama disampaikan kepada Pamannya yang bernama Zainudin yang bermukim di desa Batu merah Ambon. Dan sejak Tomy memiliki niat untuk memeluk agama Islam ia tidak lagi pernah pergi ke gereja untuk mengikuti kebaktian. Tomy pun lebih banyak bergaul dengan orang-orang Islam terutama yang masih memiliki hubungan keluarga dengan dirinya.

Perubahan sikap Tomy yang tidak lagi mau pergi ke gereja dan bahkan juga tidak mau mengikuti perayaan Natal membuat teman-temannya yang beragama Nasrani mulai mencurigai Tomy kalau ia telah menjadi Muslim

Kecurigaan para salibis tersebut juga karena mereka mengetahui ayah Tomy sebelumnya adalah seorang muslim dan kakak Tomy telah menjadi Muslim.

..Sejak ada indikasi bahwa Tomy akan masuk Islam maka teman-teman Tomy yang nasrani mulai berubah sikap dan bahkan memusuhi..

Sejak ada indikasi bahwa Tomy akan masuk Islam maka teman-teman Tomy yang nasrani mulai berubah sikap dan bahkan memusuhi. Menurut Tomy, seperti yang disampaikannya kepada voa islam, beberapa kali ia mengalami teror dan percobaan pengeroyokan oleh massa Kristen.

Diantara upaya teror dan pengeroyokan tersebut adalah ketika ia sedang membeli materai di sebuah toko di jalan Said Parintah tiba-tiba ada beberapa orang Kristen yang meneriakinya pencuri. Provokasi ini bertujuan untuk mengundang massa agar melakukan pengeroyokan terhadap Tomy. Beruntung Tomy dengan cepat memacu kendaraannya menyelamatkan diri dari upaya pengeroyokkan tersebut dan membatalkan niatnya untuk membeli materai.

Di lain waktu ketika Tomy melintas di daerah Nasrani ia diteriaki oleh beberapa orang dengan memanggilnya "Yudas". 

Ketika terjadi kerusuhan pada tanggal 11 September 2011 lalu upaya untuk mencelakai Tomy kembali dilakukan oleh para salibis. 
Ketika Tomy melintas di daerah Paradais (wilayah Kristen) beberapa orang meneriakinya "itu Acang" (Acang adalah sebutan untuk orang Muslim Ambon yang berasal dari kata/nama Hasan-Red).


Tujuan dari teriakan ini adalah sebagai provokasi agar masyarakat Kristen mencegat dan mencelakai Tomy. 

Perlu diketahui bahwa ketika terjadi konflik atau kerusuhan antara umat Islam dan Kristen di Ambon maka secara otomatis wilayah kedua komunistas agama tersebut akan terpisah sehingga tidak ada interaksi antara kedua belah pihak.

Alhamdulillah, meski teror dan ancaman terhadap dirinya berulang kali terjadi, niat Tomy untuk masuk Islam tetap bulat dan tidak tergoyahkan.

..Alhamdulillah, meski teror dan ancaman terhadap dirinya berulang kali terjadi, niat Tomy untuk masuk Islam tetap bulat dan tidak tergoyahkan..

Maka pada hari Jum'at 13 Januari 2012 pukul 13.30 WIT paman Tomy yang bernama Zainudin menghubungu voa islam agar bersedia membimbing Tomy mengucapkan 2 Kalimat Syahadat sebagai pernyataan masuk Islam. Zainudin juga meminta kesedian voa islam untuk membimbingnya mengajarkan Islam kepada Tomy setalah masuk Islam nantinya. 

Akhirnya bertempat di rumah bibi dari Tomy yang bernama Nurlela di perumahan BTN Manusela desa Batu Merah, pada hari Jum'at 13 Januari 2012 pukul 17.45 WIT dengan bimbingan voa islam, Tomy mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda ia telah masuk Islam.

Pada kesempatan tersebut Tomy juga mengganti namanya menjadi Taufiqurrahman Sampulawa dan berniat untuk dikhitan.

Untuk menghindari ancaman dan teror terhadap Taufiqurrahman  dari para salibis maka  Zainudin berinisiatif untuk mengajak Taufiqurrahman tinggal di rumahnya di daerah STAIN Batu Merah. Hal tersebut juga untuk memudahkan pembimbingan dan pengajaran tentang Islam kepada Taufiqurrahman.

Dalam perbincangan Taufiqurrahman dengan voa islam sesaat setelah ikrar dua kalimat syahadat ia mengatakan bahwa yang menyebabkan ia tertarik  masuk Islam adalah ia melihat ajaran Islam yang mengajarkan adab sopan santun dan kebersihan. Yang mana hal tersebut tidak ia jumpai dalam ajaran Kristen yang selama ini ia anut.

Keislaman Tomy disambut gembira oleh keluarga besar dari ayahnya yang Muslim. Sesaat setelah keislamannya beberapa keluarga besarnya menghubungi Tomy lewat ponsel memberikan ucapan selamat.

Mudah-mudahan Keislaman Taufiqurrahman dikuatkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala serta diberi kemudahan dalam mempelajari dan memahami Islam...Amiin. (AF/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)

Bom Molotov ''Hadiah'' Natal dari Salibis untuk Kaum Muslimin Amaci


AMBON, MALUKU (voa-khilafah.co.cc) - Jika di tempat lain kaum Nasrani merayakan Natal dengan memberi hadiah makanan, uang, pakaian ataupun barang-barang berharga kepada kerabat, teman dan tetangga, namun tidak demikian halnya dengan kaum Nasrani Ambon yang tinggal di Lorong Kolonel yang bertetangga dengan kaum Muslimin di Amaci (Air Mata Cina).

Dalam menyambut Natal tahun ini kaum salibis yang bermukim di Lorong Kolonel memberikan hadiah bom molotov kepada kaum Muslimin Amaci. Bukan karena hendak menebarkan kasih seperti semboyan Natal mereka tapi mereka hendak menebar kebencian untuk menyulut api peperangan.

Semboyan "Natal berdarah" yang digemborkan oleh kaum salibis Ambon bisa jadi bukan cuma ancaman tapi memang ingin mereka wujudkan. Hal tersebut terbukti dengan pawai Natal besar-besaran di dalam kota Ambon pada malam Natal yang didikuti oleh ribuan kaum Nasrani. Keterangan yang diperoleh oleh Voa-Islam.com dari warga Muslim yang tinggal di dalam kota Ambon menyebutkan bahwa kaum salibis mengadakan konvoi besar-besaran dengan kendaraan bermotor berkeliling kota Ambon pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIT sampai tengah malam.

Dalam konvoi tersebut mereka juga membawa bendera Yahudi (Israel) yaitu bintang David yang bersegi enam. Konvoi para salibis tersebut beberapa kali mencoba memprovokasi kaum Muslimin. Bahkan mereka mencoba melewati wilayah-wilayah kaum Muslimin namun dihalau oleh aparat keamanan dari TNI.

Aparat keamanan melakukan pengamanan yang sangat ketat di dalam kota Ambon dengan melibatkan aparat gabungan TNI dan Polri dengan jumlah personil yang sangat banyak. Hal tersebut dilakukan agar kaum salibis bisa merayakan Natal dengan tenang tanpa gangguan dari kaum Muslimin.

Namun yang terjadi justru sebaliknya bukan kaum Muslimin yang membuat onar di malam Natal tapi justru para salibis yang menteror kaum Muslimin.
..Konvoi para salibis tersebut beberapa kali mencoba memprovokasi kaum Muslimin. Bahkan mereka mencoba melewati wilayah-wilayah kaum Muslimin..
Sekitar pukul 04.00 WIT bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2011 kaum Muslimin di Amaci (Air Mata Cina) mendapatkan teror dari kaum salibis yang bermukim di Lorong Kolonel. Para teroris salibis melempari permukiman kaum Muslimin Amaci dengan batu yang kemudian disusul dengan lemparan bom molotov beberapa kali.

Serangan dan teror yang tiba-tiba tersebut menimbulkan kepanikan dan ketakutan pada masyarakat Muslim Amaci yang tengah tertidur pulas. Ketika kaum Muslimin akan melakukan perlawanan mereka justru dihalau dan diusir oleh aparat keamanan yang hanya bisa menjadi penonton tanpa berbuat apa-apa menyaksikan pelemparan tersebut. Dan bersamaan dengan itu juga aparat keamanan tidak melakukan pengejaran terhadap pelaku pelemparan.

Bukan sekali ini kaum salibis melakukan pelemparan bom kearah permukiman Muslim Amaci. Dan selama itu juga aparat keamanan tidak pernah menangkap pelaku pengeboman dari pihak Nasrani. Entah karena pelaku sangat lihai atau karena aparat keamanan yang tidak profesional. Tanggal 13 Desember lalu kaum salibis beberapa kali melakukan pelemparan bom kearah permukiman Mslim Amaci.
Reruntuhan puing-puing rumah milik warga Muslim Air Mata Cina (Amaci) yang dibakar Salibis pada 13/12/2011.

Peristiwa yang kemudian dikenal dengan peristiwa penyerangan Air Mata Cina tersebut menyebabkan 11 orang kaum Muslimin terluka parah dan 5 rumah milik warga Muslim hangus dibakar salibis. Kini 76 kepala keluarga yang berjumlah 212 jiwa mengungsi di masjid At-Taqwalloh Air Mata Cina.

Kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan kekurangan bahan makanan dan pakaian. Banyak diantara mereka yang mengungsi hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Bantuan dari pemerintah sangat lambat dan tidak memadai dengan jumlah pengungsi yang ada. Mereka sangat mengharapkan bantuan dari kaum Muslimin yang mau peduli dengan nasib saudaranya yang terdzalimi.

Penderitaan kaum Muslimin Amaci ternyata belum berakhir, mereka masih terus menjadi sasaran teror dan penyerangan dari kaum salibis. Dan pada malam perayaan natal kaum Muslimin Amaci mendapatkan "hadiah" istimewa dari kaum salibis yang bermukim di Lorong kolonel. Hadiah itu adalah lemparan batu dan lemparan beberapa buah bom molotov kearah permukiman Muslim Amaci.

Begitulah rupanya para salibis memaknai kasih Natal yang mereka slogankan yaitu dengan melakukan teror dan penyerangan terhadap kaum Muslimin.

Meskipun para salibis tersebut melakukan teror tapi jangan harap akan ada sebutan teroris bagi mereka dari presiden, menteri, kapolri, panglima TNI maupun Pers. Sebab sudah maklum bahwa sebutan teroris hanya disematkan kepada kaum Muslimin saja. (AF/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)

Biadab! Salibis Menarik dengan Paksa Jilbab Seorang Muslimah Ambon


AMBON, MALUKU (Voa-Khilafah.co.cc- Peristiwa pelemparan bom oleh salibis pendengki kearah permukiman Muslim Air Mata Cina (Amaci) pada tanggal 25 Desember 2011 pukul 04.00 WIT boleh jadi hanya salah satu upaya salibis untuk membuktikan ancamannya membuat "Natal berdarah". Ada upaya lain dari salibis untuk menjadikan Ambon kembali kacau dilanda konflik dan perang bernuansa SARA. Kali ini mereka melakukan pelecehan terhadap syariat Islam yaitu memaksa seorang Muslimah membuka jilbabnya disertai dengan kalimat caci maki.
Inilah hasil penelusuran voa-Islam.com dari tempat kejadian.

Peristiwa yang menimpa seorang muslimah bernama Nurjanah Wala warga RT 02/RW 01 desa batumerah terjadi sekitar pukul 22.00 WIT di jalan Tulukabessy di dekat swalayan citra (permukiman warga nasrani). Korban Nurjanah Wala yang sedang naik becak dihadang oleh orang tak dikenal yang memberhentikan secara paksa becak yang ditumpanginya. Becak yang ditumpangi Nurjanah Wala digoyang-goyang dengan sangat kasar disertai dengan teriakkan oleh orang tak dikenal tersebut yang memaksa agar Nurjanah Wala melepaskan jilbabnya. Orang tersebut juga melontarkan ucapan caci maki dan kalimat kotor kepada nurjanah Wala.

Tidak cukup sampai disitu orang tersebut juga memukul pengemudi becak yang ditumpangi Nurjanah Wala. Beruntung tidak terjadi peristiwa yang lebih tragis karena pengemudi becak segera mengayuh becaknya dengan cepat untuk menyelamatkan diri. Peristiwa ini membuat Nurjanah Wala ketakutan sampai shok dan trauma, sebab menurutnya ia sudah mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya di tempat yang sama. Khawatir akan terjadi hal yang sama menimpa dirinya atau muslimah yang lain maka Nurjanah Wala mengadukan peristiwa tersebut ke Polres Pulau Ambon.

Namun sampai berita ini diturunkan belum ada tindakan serius dari aparat kepolisian untuk menangkap pelakunya.

Peristiwa pelecehan, penghinaan dan teror terhadap Muslimah berjilbab kontan membuat kaum muslimin marah dan geram. Sehingga pada sekitar pukul 23.00 WIT terjadi konsentrasi massa muslim di Batumerah belakang, Batumerah pantai, Mardika dan di jalan Sam Ratulangi.
..Ada upaya lain dari salibis untuk menjadikan Ambon kembali kacau dilanda konflik dan perang bernuansa SARA. Kali ini mereka melakukan pelecehan terhadap syariat Islam yaitu memaksa seorang Muslimah membuka jilbabnya disertai dengan kalimat caci maki..
Bersamaan dengan peristiwa pelecehan terhadap Muslimah berjilbab tersebut juga terjadi konsentrasi massa Kristen di beberapa tempat seperti Batu Gantung, Gereja Rehobot, Karpan dan yang lainnya. Tentu saja hal ini mengarah pada satu kesimpulan bahwa peristiwa tersebut direncanakan sebagai pemicu terjadinya kerusuhan di Ambon.

Namun anehnya aparat keamanan justru memblokade wilayah-wilayah Muslim dengan sangat ketat. Kendaraan-kendaraan perang ditempatkan di beberapa wilayah kaum Muslimin untuk menghalangi pergerakan kaum Muslimin. Akan tetapi wilayah-wilayah Nasrani dibiarkan lengang tanpa penjagaan ketat oleh aparat keamanan dan tidak ada penempatan kendaraan perang di wilayah salibis.

Malam itu Ambon sempat tegang dan mencekam akibat ulah provokator salibis.

Peristiwa ini adalah bukti bahwa kaum salibis Ambon memiliki kedengkian,kebencian dan permusuhan yang besar terhadap kaum Muslimin. Ini juga sekaligus fakta bahwa kaum Muslimin belum mendapatkan rasa aman melaksanakan ajaran agamanya di kota Ambon. Dan ini juga menunjukkan bahwa Ambon tidak sepenuhnya aman, masih ada bibit-bibit konflik yang terus diciptakan oleh para perusuh dan teroris salibis.

Dan jangan berharap banyak bahwa aparat kepolisian akan berhasil  menangkap pelaku pelecehan dan teror terhadap Muslimah berjilbab yang terjadi semalam.
..Peristiwa ini adalah bukti bahwa kaum salibis Ambon memiliki kedengkian,kebencian dan permusuhan yang besar terhadap kaum Muslimin. Ini juga sekaligus fakta bahwa kaum Muslimin belum mendapatkan rasa aman melaksanakan ajaran agamanya di kota Ambon..
Bandingkan dengan perlakuan santun kaum Muslimin pada malam yang sama sekitar pukul 20.30 WIT. Di depan masjid An Nur Batu Merah terjadi kecelakaan lalu-lintas yaitu pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan istrinya terjatuh dan mengalami luka-luka yang parah. Pengendara sepeda motor tersebut adalah warga nasrani yang melintas di daerah Muslim. Si Wanita mengalami pendarahan dan pingsan. Kaum Muslimin yang ada di tempat kejadian segera menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.

Hal ini jauh berbeda dengan kelakuan salibis yang membunuh dengan keji seorang tukang ojek Muslim bernama Darfin saiman di gunung Nona yang kasusnya direkayasa oleh Polisi sebagai kecelakaan lalulintas tunggal.

Atau bandingkan juga dengan udin yang dianiaya dan disayat dengan pisau oleh salibis di Jalan tulukabessy di depan swalayan Citra, yang lagi-lagi kasusnya direkayasa oleh polisi sebagai lakalantas.

Perlu diketahui tempat peristiwa penganiayaan, pengeroyokan dan penikaman terhadap udin sama dengan tempat peristiwa pelecehan, penghinaan dan teror terhadap Muslimah berjilbab yang terjadi semalam.

Semua rangkaian peristiwa teror, penyerangan, provokasi dan pengeboman yang dilakukan oleh salibis terhadap kaum Muslimin Ambon dari bulan september sampai Desember ini sesungguhnya adalah upaya untuk menyulut api peperangan dengan kaum Muslimin. Karena itu hendaknya kaum Muslimin Ambon jangan lengah dan kaum muslimin di tempat lain mendo'akan dan membantu saudaranya dalam menghadapi makar salibis. (AF/voa-islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Salibis Penarik Jilbab Muslimah di Ambon Tertangkap


AMBON, MALUKU (Voa-Khilafah.co.cc) - Peristiwa penarikkan jilbab terhadap seorang Muslimah di jalan Tulukabesy Ambon oleh warga Kristen terungkap sudah siapa pelakunya. Pihak kepolisian Pulau Ambon berhasil menangkap tersangka pelaku penarik jilbab yang tidak lain adalah preman Kristen yang biasa nongkrong di tempat kejadian.

Seperti diberitakan voa-islam.com sebelumnya, Nurjanah Wala seorang Muslimah yang malam tanggal 25 Desember pukul 22.00 WIT sedang melintas di jalan Tulukabesy dengan menumpang becak, dicegat oleh seorang laki-laki tak dikenal.

Pelaku menggoyang-goyang becak yang ditumpangi oleh Nurjanah Wala dengan disertai makian dan menarik jilbab korban sampai terlepas. Korban yang merasa panik dan ketakutan berteriak meminta tolong kepada para pedagang yang ada di tempat kejadian yang hampir seluruhnya Nasrani.

Teriakan Nurjanah Wala tidak digubris oleh orang-orang yang ada di tempat kejadian, bahkan pengemudi becak yang mencoba menolong Nurjanah justru dipukul dan dianiaya oleh pelaku.

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan ketegangan di dalam kota Ambon sehingga terjadi konsentrasi massa di wilayah Islam dan kristen dalam jumlah yang cukup besar, namun ketegangan ini tidak sampai menyulut bentrokkan antara dua komunitas.

Korban Nurjanah Wala yang mengalami ketakutan akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Polisi di Mapolres Pulau Ambon malam itu juga. Setelah mendapat keterangan tentang ciri-ciri pelaku penarikan jilbab dari korban Nurjanah Wala, pihak kepolisian segera melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga sering berada di jalan Tulukabesy tepatnya di lorong samping hotel Josiba.
..Pelaku tersebut bernama Markus Sinay, berumur 48 tahun, tidak memiliki pekerjaan tetap, dan bertempat tinggal di RT 002 RW 03 Skip (kampung kristen)..
Pencarian dan pengejaran yang dilakukan polisi membuahkan hasil dengan dibekuknya pelaku penarikan jilbab tersebut. Pelaku tersebut bernama Markus Sinay, berumur 48 tahun, tidak memiliki pekerjaan tetap, dan bertempat tinggal di RT 002 RW 03 Skip (kampung kristen). Diduga pelaku adalah preman yang biasa nongkrong di jalan Tulukabesy.

Markus Sinay berasal dari Aboru kampung Kristen yang selama ini dikenal sebagai basis RMS (Republik Maluku Sarani=Nasrani-Red). Komunitas Aboru di kota Ambon selama ini dikenal paling sering melakukan provokasi dan teror terhadap kaum Muslimin. Markus Sinay saat ini ditahan di Mapolres Pulau Ambon untuk menjalani proses hukum

Dengan tertangkapnya Markus Sinay maka terungkaplah bahwa pelaku penarikan jilbab tiada lain adalah salibis radikal. Ini sekaligus fakta bahwa selama ini yang selalu melakukan teror dan provokasi untuk menyulut peperangan bernuansa SARA di Ambon adalah dari pihak salibis.

Sudah seharusnya pihak aparat keamanan lebih mewaspadai para provokator dari kelompok Kristen dan tidak selalu menaruh kecurigaan yang berlebih-lebihan terhadap kaum Muslimin. Karena faktanya para pelaku teror, provokasi dan penyerangan selama ini berasal dari kelompok Kristen.

Namun anehnya yang selalu menjadi sasaran pengawasan dan dicurigai sebagai pelaku kerusuhan oleh aparat keamanan adalah kaum Muslimin. Stigma dari aparat kepolisian akan adanya teroris di kalangan kaum Muslimin membuat polisi menaruh kecurigaan yang berlebihan kepada umat Islam dan melupakan adanya provokator RMS di kalangan Nasrani.

Padahal fakta menunjukkan bahwa pada setiap peristiwa konflik bernuansa SARA di maluku maka di belakngnya ada RMS yang bermain.

Dengan tertangkapnya Maskus Sinay sebagai salah satu provokator salibis bukan berarti upaya provokasi menyulut api peperangan dari salibis berakhir, sebab tidak menutup kemungkinan masih banyak provokator salibis yang berkeliaran di kota Ambon, karena itu waspadalah!. (AF/voa-islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Mengapa oh Mengapa, Polisi Tak Bisa Ungkap Bom 'Salibis' Ambon?

Mengapa oh Mengapa, Polisi Tak Bisa Ungkap Bom 'Salibis' Ambon?

Meskipun Polisi begitu bangga dengan prestasi penangkapan terhadap Hairudin alias Dino sebulan lalu, ternyata tidak mengungkap sedikitpun akan kasus teror bom di kota Ambon. Ketika itu Dino tertangkap tangan membawa bom rakitan hanyalah seorang preman pasar yang sering melakukan pencurian. Dino membawa bom bukan untuk diledakkan tapi hanya untuk menakut-nakuti orang.
Sekian banyak teror bom yang terjadi di kota Ambon seakan memperkuat dugaan bahwa Ambon tengah dilanda konflik atau kerusuhan.
Mengapa polisi yang biasanya sigap dan cepat menangani teror bom di tempat lain, terutama di Jawa, tapi tumpul dan seakan tak mampu mengungkap teror bom di kota Ambon?

Sebagai contoh, ketika terjadi pengeboman di depan gereja Kepunton Solo, hanya dalam hitungan jam polisi telah mengetahui pelaku dan jaringannya.

Namun kenapa ketika terjadi pengeboman di kota Ambon Polisi tidak bisa mengungkap apapun dari peristiwa tersebut. Polisi tidak pernah mengungkap siapa pelaku dan jaringannya, apa motif dan tujuannya? Padahal kota Ambon relatif sangat kecil dan untuk keluar dari kota Ambon hanya ada satu jalan raya utama. Hanya dibutuhkan waktu 30 menit untuk berkeliling kota Ambon dengan mengendarai sepeda motor.

Inilah rangkaian teror bom yang terjadi dalam empat bulan terakhir yang sampai sekarang belum mampu diungkap oleh polisi:
1. Bom dan senjata api yang di pakai para perusuh Salibis untuk menyerang warga Muslim di Kampung Warigin dalam tragedi 11/9. Dalam insiden berdarah tanggal 9 Septerber tersebut, tatusan rumah terbakar, delapan orang Muslim tewas di antaranya terkena bom, dan ratusan warga menderita luka tembakan peluru tajam. Sampai sekarang polisi belum mengungkap apalagi menetapkan para perusuh Salibis tersebut sebagai teroris.
2. Tanggal 20 Oktober, sebuah bom meledak di depan hotel Josiba di jalan Tulukabessy. Bom diduga dilempar oleh pengendara sepeda motor.
3. Pada bulan November ada dua ledakan bom yang meledak di Karang Panjang dan bom yang meledak di jalan Philips Latrumahina Paradais. Kedua bom tersebut sampai sekarang belum terungkap siapa pelakunya?
4. Ledakan bom di bulan Desember ini, yaitu dua bom yang meledak di Air Mata Cina (Amaci) pada peristiwa penyerangan Salibis di perkampungan Muslim tanggal 13 Desember. Dalam penyerangan tersebut perusuh salibis melemparkan dua buah bom ke arah permukiman muslim Air Mata Cina. Akibat ledakan bom tersebut 5 orang warga muslim mengalami luka berat.
5. Ledakan bom tanggal 14 Desember yang  mengguncang kota Ambon, tepatnya di Jalan Baru pada sebuah lorong yang letaknya tidak jauh dari Gereja Silo. Bom yang meledak menjelang magrib pada pukul 18.30 WIT itu diletakkan di samping sebuah bengkel las.
6. Ledakan bom pada Senin, 19 desember pukul 20.30 WIT di wilayah yang dihuni oleh dua komunitas Islam dan Kristen di daerah Air Salobar, tepatnya di RT 06 yang warganya didominasi oleh Nasrani. Di wilayah ini, kaum muslimin hanya menempati sepertiga dari wilayah Air Salobar dengan posisi terjepit dikelilingi oleh permukiman Kristen.
Polisi yang biasanya begitu gesit, tanggap dan cepat mengungkap teror bom di tempat lain yang melibatkan tersangka aktivis Islam, mengapa sampai sekarang tak mampu mengungkap teror bom yang terjadi di Ambon? Ilmu militer apa yang belum dipelajari polisi sehingga mereka kesulitan mengungkap motif, pelaku dan jaringan teror bom di Ambon? Apakah harus ada korban massal akibat teror bom, supaya polisi serius mengusut kasus-kasus teror bom di Ambon. Mengapa oh mengapa? [AF]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL