Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan
Waspadai Kristenisasi Anak Melalui PAUD

Waspadai Kristenisasi Anak Melalui PAUD

Bogor - Sekarang saatnya para orang tua waspada dan hati-hati dalam mengawasi anak. Sebab Kristenisasi telah mengancam mereka dengan banyak cara. Diantaranya, yang terbaru adalah dengan menyalahgunakan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di Bogor Selatan, Kristenisasi melalui PAUD bukan lagi menjadi isu isapan jempol. Tetapi telah menjadi fakta. Adalah Ketua Keluarga Muslim Bogor, Fachruddin Sukarno, yang menyampaikan informasi itu.

"Anak-anak peserta PAUD diajak bepergian tanpa orang tua lalu diajarkan ajaran Kristen pada mereka. Yang mengajak adalah lembaga Nasrani", kata Fachruddin dalam forum Silaturahmi dan Sosialisasi Satgas APK di Bogor, Kamis (2/2/2012).

Setelah Bekasi, gerakan pengkristenan di Bogor memang tergolong massif. Menurut informasi yang diperoleh Suara Islam Online, Bogor adalah target Kristenisasi kedua setelah Bekasi. Sedangkan Jawa Barat adalah target pertama Kristenisasi di Indonesia.

Karena itu, kehadiran Satgas APK di Bogor disambut baik oleh Ketua KMB Bogor itu. Ia mengharapkan agar Satgas APK bisa bekerja sama dengan berbagai ormas Islam yang ada di Bogor.

Menurut Ketua FUI Bogor, Ustadz Iyus Khairunnas, Satgas APK akan mengawasi dan mengantisipasi serta menanggulangi Kristenisasi dengan menguatkan jamaah masjid-masjid baik dalam solat maupun di luar solat. (gm/voa-khilafah.co.cc)
Biarawati India Ditangkap dalam Kasus Perdagangan Anak di Panti Katolik

Biarawati India Ditangkap dalam Kasus Perdagangan Anak di Panti Katolik

Voa-Khilafah.co.cc – Seorang biarawati India ditangkap atas tuduhan melakukan perdagangan anak dari sebuah panti asuhan yang dikelola oleh Suster-suster Misionaris Cinta Kasih (MC), sebuah kongregasi yang didirikan oleh Beata Teresa.

Suster Mary Elisa MC, seorang biarawati India dibebaskan dua hari lalu dengan jaminan menyusul penangkapannya pada 25 November di Panti Asuhan Prem Niwasa di Moratuwa, sekitar 18 kilometer selatan ibukota Kolombo.

Otoritas Perlindungan Anak Nasional (NCPA) menuduh Suster Elisa melakukan perdagangan anak dan pelanggaran lain yakni mendampingi kaum perempuan yang hamil diluar nikah, yang juga dikelola oleh para biarawati itu.

Beberapa warga asing bersama dengan 75 anak, 20 wanita hamil dan 12 ibu baru tersebut diduga hadir pada saat serangan 23 November.

Suster Elisa membatah tuduhan itu, dengan mengatakan rumah yang ia kelola tidak pernah terlibat dalam perdagangan anak dan para suster tidak pernah meminta uang untuk pekerjaan mereka.

Menurut NCPA, sekalipun tuduhan perdagangan itu terbukti tidak ditemukan, rumah itu masih melanggar hukum.

“Prem Niwasa terdaftar di bawah Departemen Pengawasan dan Pengasuh Anak untuk mengelola sebagai sebuah panti asuhan, bukan untuk mengurus ibu hamil di luar nikah,” kata Anoma Dissanayake, ketua departemen itu.

Serangan dan penangkapan telah menyebabkan kemarahan di kalangan pendukung panti  itu.
Menurut pemikir Buddhis terkemuka Dr. AT Ariyaratne para biarawati itu menyediakan perawatan yang sangat baik dan melayani luar biasa kepada anak-anak.

“Para suster memberi  cinta yang total dalam mengasuh anak-anak itu,”  kata pendiri Gerakan Sarvodaya itu.

Suster Elisa akan menghadap pengadilan pada 1 Desember, demikian Suster Johannes, Provinsial Kongregasi MC di Sri Lanka. [silum/uca/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]
Inilah Demokrasi Sekuler! Lagi-lagi Seorang Ibu Bunuh Buah Hatinya Yang Berusia 2 Setengah Tahun.

Inilah Demokrasi Sekuler! Lagi-lagi Seorang Ibu Bunuh Buah Hatinya Yang Berusia 2 Setengah Tahun.

Voa-Khilafah.co.cc, Jakarta: Betapa mirisnya kehidupan sekuler di era demokrasi saat ini. Ketika banyak wanita menginginkan hadirnya buah hati, seorang ibu di Matraman, Jakarta Timur, justru tega membunuh darah dagingnya yang masih berusia dua setengah tahun karena stres, Selasa (15/11) malam.


Kini, Bahri, ayah dari Putra Radit Hariza hanya bisa menangisi kematian anaknya. Radit tewas kehabisan napas karena dibekap ibunya hingga tewas. Aksi kejam sang ibu terhadap anak keduanya itu dilakukan di dalam rumah mereka di RT-10 RW-8, Kelapa Tinggi, Utan Kayu Selatan, Matraman.

Radit yang terbujur lemas tadinya sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa balita malang itu tidak tertolong lagi. Motif pembunuhan sendiri diduga karena sang ibu bernama Handayani stres.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan Handayani ke kantor polisi. Bahkan, sebuah bantal yang diduga digunakan untuk membekap mulut sang anak disita sebagai barang bukti.

Inilah dampak dicampakkannya aturan-aturan Allah SWT Sang Maha Pencipta dari kehidupan kita saat ini sehingga menimbulkan banyak kemaksiatan atau kemunkaran dan kezaliman terhadap ummat manusia dari berbagai faktor penyebab yang salah satunya karena faktor kesulitan ekonomi maupun problem keluarga dll yang tak mampu diselesaikan secara bijak sesuai tuntunan agama karena masyarakat pun saat ini sebagian besar hidup dalam kondisi yang sekuler termasuk para pemimpin negeri-negeri islam saat ini yaitu tidak menjadikan syari'atNya sebagai solusi berbagai aspek kehidupannya. Mari selamatkan umat manusia dengan terapkan syari'ah islam dan tegakkan khilafah rasyidah. (Voa-Khilafah.co.cc)


Mendidik Anak Cara Rasullulah

Voa-Khilafah.co.cc - Salah satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah meninggalkan dunia ini adalah anak yang shalih. Doa anak yang shalih merupakan salah satu doa yang insya Allah pasti terkabul. Karenanya, orang tua harus mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Memang, tak mudah membesarkan anak hingga menjadi pribadi ideal, meraih sukses dunia-akhirat. Butuh kesabaran, kerja keras, keikhlasan, dan masih banyak lagi. Tanpa bermaksud menyederhanakan, berikut beberapa tips yang diaplikasikan oleh orang tua yang disarikan dari tata cara mendidik anak ala Rasulullah SAW:
1. Menanamkan Nilai-nilai Tauhid

Mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepada-Nya, menjadikannya lebih mencintai Allah daripada selain-Nya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Selain itu, orang tua harus menekankan bahwa setiap langkah manusia selalu dalam pengawasan Allah Swt. dan penerapan konsep tersebut adalah dengan berusaha menaati peraturan dan menjauhi larangan-Nya. Orang tua selaku guru pertama bagi anak-anaknya harus mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Ini adalah pendidikan yang paling penting di atas hal-hal penting lainnya.

2. Menjadi Sahabat dan Mendidik dengan Keteladanan

Setiap anak akan belajar dari lingkungannya dan dalam hal ini lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya. Orang-orang di sekelilingnya akan menjadi model dan contoh dalam bersikap. Orang tua harus menjadi teladan anak-anaknya. Beri contoh yang baik sesuai nasihat dan ucapannya kepada para anak. Akan lucu jika yang disampaikan orang tua kepada anak-anaknya ternyata tidak dilakukan oleh orang tua itu sendiri. Keteladanan sangat menentukan, terlebih di zaman sekarang media tontonan tidak dapat diharapkan menjadi contoh yang baik bagi pembentukan akhlak anak-anak Muslim.

3. Mendidik dengan Kebiasaan

Kebaikan harus dimulai dengan pembiasaan. Anak harus dibiasakan bangun pagi agar mereka gemar melaksanakan shalat subuh. Anak harus dibiasakan ke masjid agar mereka gemar melakukan berbagai ritual ibadah di masjid. Pembiasaan itu harus dimulai sejak dini, bahkan pembiasaan membaca Alquran pun bisa dimulai sejak dalam kandungan. Pembiasaan shalat pada anak harus sudah dimulai sejak anak berumur tujuh tahun.

4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri anak, Rasulullah SAW menggunakan beberapa cara berikut. Saat sedang berpuasa, Rasulullah mengajak anak-anak bermain sehingga siang yang panjang terasa cepat. Anak-anak akan menyongsong waktu berbuka dengan gembira. Hal ini juga membuat anak memiliki kepercayaan diri sehingga sanggup berpuasa sehari penuh. Sering membawa anak-anak ke majelis orang dewasa, resepsi, atau bersilaturahim ke rumah saudara sebagai upaya menumbuhkan kepercayaan diri sosialnya. Mengajari Alquran dan Sunnah serta menceritakan sirah nabi untuk meningkatkan kepercayaan diri ilmiahnya. Menanamkan kebiasaan berjual-beli untuk meningkatkan kepercayaan diri anak terkait ekonomi dan bisnis. Di samping itu, sejak dini anak akan terlatih mandiri secara ekonomi.

5. Memotivasinya Anak Berbuat Baik

Seorang anak, meski kecil, juga terdiri atas jasad dan hati. Mereka dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci sehingga hatinya yang putih dan lembut itu pun akan mudah tersentuh dengan kata-kata yang hikmah. Anak-anak, terutama pada usia emas (golden age), cenderung lebih mudah tersentuh oleh motivasi ketimbang ancaman. Karenanya, hendaknya orang tua tidak mengandalkan ancaman untuk mendidik buah hati. Lebih baik orang tua memotivasi anak dengan mengatakan bahwa kebaikan akan mendapat balasan surga dengan segala kenikmatannya. Itu pulalah yang dicontohkan Rasulullah kepada kita ketika beliau mendidik para sahabat. [kholda/mediaumat/syabab/voa-khilafah.co.cc]


Terinspirasi Buku Kontroversial Seorang Pastor AS, Orang Tua Siksa Anaknya Hingga Meninggal


Voa-Khilafah.co.cc, NEW YORK - Dalam Beberapa tahun terakhir, beberapa anak meninggal karena menderita akibat hukuman fisik secara ekstrem dari orang tua. Rupanya para orang tua yang mengadopsi cara itu ditengarai mengikuti saran pengasuhan anak kontroversial dari seorang pastor Tennessee, Michael Pearl. Kini berdasar laporan New York TImes, Pearl telah dipecat dari kepastoran.

Dalam buku yang diterbitkan sendiri. "To Train Up a Child" (Bagaimana Melatih Anak), Pearl, 66 tahun, dan istrinya, Debi, 60 tahun, merekomendasikan penggunaan 'tongkat' secara sistematik untuk mendidik anak mengenai kepatuhan. Mereka juga menyarankan instruski bagaimana menggunakan peralatan seperti tombol untuk memukul anak bahkan pada usia enam bulan. Tak hanya itu mereka pun menggambarkan bagaimana menggunakan alat lain, seperti selang karet sepanjang seperempat inchi, untuk anak sedemikian muda.

Bagi anak lebih tua, Pearl mengatakan, mereka harus diperlakukan lebih keras. Alat-alat yang dianjurkan mulai dari sabuk, sendok kayu besar, kemoceng, atau benda-benda lain yang memberi efek cukup menyengat bila dipukulkan. Michael Pearl mengatakan metode-metode tadi berdasar 'prinsip yang sama digunakan Gembala melatih keledai mereka yang keras kepala'

Ada 670 ribu salinan buku itu yang telah beredar. Buku itu populer terutama di kalangan Kristen penganut pendidikan di rumah, seperti pasangan Larry dan Carri Williams dari Wash, AS. Pada September lalu, jaksa lokal menuntut mereka dengan dakwaan pembunuhan karena kekerasan setelah putri adopsi mereka Hana, 11 tahun, ditemukan kurus kering dan telanjang di halaman belakang, meninggal karena hiportermia dan malnutrisi.

Ia dilarang dan tak diberi makan selama berhari-hari dan dipaksa tidur di kandang tanpa pemanas. Hana yang berasal dari Ethiopia, juga terbukti telah dipukuli dengan tabung plastik, seperti direkomendasikan oleh Michael Pearl. Carri Williams memuja buku tersebut yang menyarankan bahwa 'sedikit berpuasa adalah latihan yang bagus. Carry, kata otoritas lokal, juga memberikan beberapa salinan buku itu kepada sejumlah teman, 

Pasangan Pearls tak ikut didakwa dalam kasus tersebut. Namun, pakar tumbuh kembang anak negara, Frances Chalmes, yang memeriksa kematian Hana, menyatakan, seperti dikutip Times, bahwa ajaran dalam buku tersebut berperan dalam kematian Hana. "Ketakutan saya adalah, buku ini, meski mungkin bermaksud baik, tapi dapat disalahartikan dan mengarah pada kekerasan nyata," ujarnya.

Buku itu pula yang diduga menjadi penyebab kematian Lydia Schatz, yang diadopsi dari Liberia pada usia 4 tahun oleh pasangan Kevin dan Elizabet Schatz dari California. Ia meninggal tahun lalu pada usia 7 tahun, setelah orang tua angkatnya mencambuknya berjam-jam dan hanya jeda untuk berdoa. 

Pasangan Schatz kini mendekam di penjara untuk waktu lama setelah Kevin dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan penyiksaan sementara istrinya Elizabet didakwa atas perbuatan membiarkan kejadian pembantaian dan tindak hukuman fisik berlebihan. Seperti pasangan Williams tadi, keluarga Schatz juga memiliki salinan buku To Train Up a Child. Otoritas lokal pun mengkritik buku tersebut memiliki pengaruh buruk.

Masih ada kasus lain, Sean Paddock, dari Johnson County, North Carolina. Bocah 4 tahun itu meninggal akibat tercekik kehabisan udara pada 2006 setelah ibunya membungkusnya erat dalam selimut. Si ibu, Lynn Paddock, yang mengaku kerap mampir ke situs website Pearl, didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama. Saudara kandung Sean mengatakan mereka selalu dipukuli setiap hari dengan selang karet seperti yang direkomendasikan Pearl.

Dalih Pearl, bersama banyak Kristen konservatif lain, mengatakan Injil menyeru hukuman fisik sebagaimana tertulis dalam kitab. Namun Pearl menolak anggapan bahwa ajarannya bertanggung jawab atas kematian anak-anak tersebut. "Jika anda menemukan 12 langkah buku itu dalam rumah yang dihuni para alkoholik, maka anda tak bisa menyalahkan buku ini," ujarnya kepada Times.

Namun umat Kristen lain tidak setuju. Crystal Luton, penentang hukuman fisik yang mengelola blog Kristiani, mengatakan bahwa metode Pearl memiliki risiko besar. "Jika anda tidak mendapat yang anda inginkan, satu-satunya hal yang dilakukan hanyalaha menghukum lebih keras dan lebih keras lagi," ujarnya.

Beberapa kelompok kristen kini bekerja keras untuk menekan sejumlah toko dan penjual buku seperti Amazon untuk tak memasukkan buku Pearls dalam daftar jual mereka. (RoL/Voa-Khilafah.co.cc)


Memprihatinkan, Gizi Anak Inonesia Masih Bermasalah


Voa-Khilafah.co.cc - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ny. Linda Amalia Sari Gumelar, saat membuka “Workshop Pemenuhan Hak Kesehatan Anak” mengemukakan bahwa gizi anak-anak di Indonesia masih bermasalah.
“Pada saat ini masih banyak permasalahan terkait gizi kesehatan anak karena itu penyelenggaraan workshop sangat relevan,” katanya dalam acara bertema “Mempersiapkan Generasi Penerus Bangsa yang Berkarakter Sehat dan Cerdas” di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu.
Linda mencontohkan, adanya jajanan anak sekolah yang belum sesuai dengan standar kesehatan, bahkan dapat meracuni anak-anak sekolah.
“Hasil survei dan data keracunan pangan di lingkungan sekolah dan kampus tahun 2007-2010 menunjukkan bahwa keracunan pangan di SD setiap tahun antara 69 persen dan 79 persen,” katanya.
Dia menjelaskan, banyak jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan karena menggunakan bahan berbahaya terlarang seperti formalin, boraks, zat pewarna rhodamin B dan methanyl yellow.
“Keadaan ini akan mengakibatkan timbulnya resiko bagi kesehatan anak dan berdampak terganggunya tumbuh kembang anak,” katanya.
Selain itu, menurut dia, kondisi yang sangat memprihatinkan adalah adanya penyalahgunaan narkoba.
“Korbannya pada saat ini justru banyak dari kalangan remaja termasuk di dalamnya para pelajar,” katanya.
Untuk menghadapi tantangan globalisasi tersebut, ia pun meminta peran semua pihak termasuk keluarga, pemerintah, lembaga masyarakat dan dunia usaha untuk ikut mengatasi masalah. (RoL/hti/voa-khilafah.co.cc, 8/10/2011)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL