Tampilkan postingan dengan label CATATAN FB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN FB. Tampilkan semua postingan
Khilafah dan Syariah: Not Action Talk Only!

Khilafah dan Syariah: Not Action Talk Only!

Voa-Khilafah.co.cc - Sering banget ketika kita mempromosikan Khilafah dan Syariah lantas ada beberapa orang sirik dan panas kupingnya lalu bilang "Mas, jangan NATO dong, Not Action Talk Only" katanya "Ngomong doang, apa aksi nyatanya?!"
 
Maka ada beberapa yang harus diluruskan:
 
1. Seinget saya, dulu guru Bahasa Indonesia ngajarin kalo "Ngomong" itu adalah aktivitas, termasuk kata kerja kayaknya deh, jadi talks = action, bahasa arabnya FI'IL (baru belajar kemaren) heheh... 

2. Namanya dakwah itu ya ngomong, asal katanya aja da'a-yad'uu-dakwatan artinya menyeru, berarti ya ngomong, bukan gebukin orang hehehe... 

3. Dalam beberapa hal, kita memang cuma bisa ngomong, karena Rasul pun mencontohkan begitu. Misal, ketika Rasul menjelaskan surga dan neraka, apa Rasul bawa mereka tour atau studi banding ke surga dan neraka? ya nggak lah.. Rasul Muhammad saw cuma ngomong kan.. apa itu berarti Rasul cuma NATO? ya nggak lah.. 

4. Dalam banyak hal, kadang2 kita cuma bisa membatasi aktivitas pada ngomong, jadi nggak boleh aktivitas. Misal: menasehati orang judi nggak boleh kita aktivitas ikut judi. Menasehati orang supaya jadi Islam berarti jangan ikut2an aktivitas murtadnya. Menasehati orang ikut2an sistem demokrasi juga gak boleh sampe ikut2an maksiat demokrasi.
betul atau bener? Jadi kalo nggak ikut sistem kufur dibilang NATO, mendingan gitu aja deh.. daripada ikutan maksiat. najis.

5. Terakhir sy cuma mau kasitau bahwa pendakwah memang banyak ngomongnya. Kalo dikit ngomongnya banyak gerak, itu orang2 pacaran (wkwkwk... poin terakhir diabaikan aja, bukan dalil, guyonan only)

hehehee... damai selalu all :)
Ustadz Felix Siauw
(Penulis buku Muhammad Al-Fatih 1453)


 
 
Sumber: http://www.facebook.com/notes/media-islam-online/khilafah-dan-syariah-not-action-talk-only/10150397923934549
KAMI MENOLAK MENYERAH!

KAMI MENOLAK MENYERAH!


Imanku bergelombang. Sesaat ia menukik berada sekian tingkat di bawah strata keshalihan manusia-manusia yang digambarkan dengan indah dalam kalamullah. Tak jarang ia berada begitu dekat dengan titik kritis yang mendikotomi muslim menjadi pejuang militan dan penyandang maestro pesakitan, al wahn. Menjadi sebuah ironi yang menyakitkan ketika di satu sisi seruan kepada al imanu billah senantiasa bergelinjang menerobos telinga-telinga mereka yang mencari kebenaran haqiqi, menyodorkan islam sebagai penawar, namun iman ini sedang merunduk. Iman ini tenggelam.
Kaki ini terpancang pada zaman yang tidak toleran, zaman yang keras. Episode peradaban yang tak membiarkan keimanan menjadi tiara mulia, periode yang melarang keshalihan tersembul jelas. Setiap nyawa disuguhi sebuah skrip yang mendewakan dunia, menuhankan materi, meng-anakemas-kan kebebasan, menyembah kenikmatan. Hati orang beriman disergap jilatan neraka tiap detiknya, hingga siapapun yang tidak taat, niscaya akan meleleh lentera tauhid di hatinya. Maka sudah jelas klimaks bagi mereka yang tak punya iman. Mereka akan tergulung hingga musnah.
Dan aku ada situ. Di zaman itu. Terengah-engah menggenggam aqidah. Hingga kerap tersedak, kerap terantuk, kerap menangis. Panggilan kerja meraung ganas, membuatku terjaga di siang dan bersiaga di malam. Jadwal kuliah memburu deras, melecut badan enam hari seminggu dan nyaris 12 jam sehari. Tekad di hati menggersang, terkelupas. Kadang aku kehilangan selera saat hafalan. Kehilangan nyawa saat menyusuri Sirah Nabawiyah, kitab Syakhsiyah, Tarikh Khulafa, Mafahim Siyasi, Tafsir Ibnu Katsir, Kitab Daulah Khilafah. Mataku kerap terpejam saat tahajjud. Puasa sunnah kendur. Ibadah dhuha kian mundur.
Aku memanggul ideologi. Karena tuntunan iman aku paham ideologi ini harus diemban, harus diperjuangkan, wajib disebarkan. Namun setan telah memperbudak manusia hingga melanggengkan sistem dajjal, mengebiri hidup pada uang, menindas pelajar dalam silabus feodal, hingga menciptakan ritme hidup yang jauh dari keshalihan, membuat iman sering mencium tapal batas terendahnya.
Dalam raga yang lelah dan kesakitan, hati ini sering tersedu. Hingga lembar-lembar kisah manusia Rabbani di generasi terdahulu kerap kuharapkan menjadi pemantik obor militansi, melecut api tauhidi. Aku merintih membayangkan kekasih Tuhanku saat Ia SAW tertunduk syahdu di atas hamparan pasir sebelum perang Badar berkobar. Di situ Ia SAW memohon agar agama ini dilesatkan jauh lebih tinggi dari aqidah kafirun, meminta supaya pasukannya mampu menjaga islam dengan sebuah kemenangan. Karena itulah cobaan. Pasukannya hanya sekerumun, sementara musuh Allah bergerombol penuh. Namun keimanan Rasul dan pasukannya tetap penuh, utuh.
Abu Dzarr Al Ghiffary menemukan hidupnya berarti saat bibirnya basah oleh syahadat. Ia berdiri tenang dan penuh kharisma di tengah kaumnya, menyatakan keislaman dan menyebarkannya di tengah mereka. Di sinilah ujian. Ia dihantam, dihajar, hingga ruhnya nyaris meregang. Namun keimanan Abu Dzarr tetap penuh, utuh.
Menggigil ketika kususuri lembar tarikh Utsman. Khalifah ketiga yang begitu lembut dan pemalu. Sejak hari di mana ia dibaiah menjadi pemimpin, ia adalah penggembala bagi ummat dan bertanggungjawab atas kemuliaan islam wal muslimun. Namun ujian datang. Ia, di ujung kepemimpinannya diberondong oleh ummatnya dengan masirah dan hujatan. Utsman akhirnya terbunuh, namun imannya tetap penuh, utuh.
Terpana oleh kemuliaan hati Shafiyah, istri Rasul keturunan Yahudi yang pada awalnya merupakan tawanan pasca perang Khaibar. Islam merengkuh hati dan keimanannya. Ia melihat langsung bagaimana keluarga dan kerabatnya menemui ajal karena menghalangi dakwah islam. Mereka adalah orang yang memiliki darah yahudi sama dengan yang mengalir dalam tubuhnya, namun Shafiyyah tidak tergugah untuk kembali kufur dan menghianati Rasulullah. Itu terpaan keras untuknya, tapi imannya tetap penuh, utuh.
Maka aku menengadahkan kepala ini kembali. Mencari ridha dan cintaNya yang berserak indah di depan mata. Memohon agar DIA menopang tungkaiku untuk tetap berjalan. Inilah ujianku, ujian anda, ujian kita. Bahwa kita dilahirkan pada masa yang berlipat-lipat lebih suram. Bahwa mata kita menjenguk peradaban yang porak poranda. Hidung kita mengendus sampah pemikiran yang sedemikian dahsyatnya. Kita ada dalam masa itu, namun kita menolak tergerus dengan kebathilannya. Kita punya tanggungjawab besar yang merupakan konsekuensi dari keimanan kita. Kita sekolah, kita belajar, kita bekerja, kita menulis, kita berdiskusi, kita melakukan hal serupa dengan manusia lainnya. Kita merasakan kesulitan hidup seperti manusia lainnya. Kita merintih karena cobaan sama seperti manusia lainnya. Namun selain semua aktivitas dan kepenatan itu, di saat yang sama kita juga melakukan amalan supaya kemulian Islam bisa dirasakan kembali oleh alam.
Apakah payah saat kita mengampu kewajiban dua kali lebih berat dari manusia lain? Apakah payah saat kita melakukan aktivitas dua kali lipat lebih banyak dibanding manusia lain? Apakah payah saat badan kita lemah usai bekerja namun masih ada sederet agenda dakwah yang mesti kita tunaikan? Apakah payah saat mahasiswa lain cukup membaca diktat kuliahnya sedangkan kita wajib untuk memahami tidak hanya mata kuliah namun juga pemikiran islam yang rimbun dan semampai? Apakah payah saat manusia lain menempatkan keimanannya di urutan kesekian sementara kita harus menempatkan keimanan dan keshalihan kita pada posisi utama? Apakah payah jika ummu lain menyerahkan pendidikan anak pada televisi dan dvd sementara kita sadar bahwa kita wajib mengeja aqidah dan syariah dalam relung anak-anak kita hingga mereka paham dan menjadi hamba yang taat? Apakah payah di saat wanita lain hanya lelah karena pekerjaan namun kita sekaligus menggenggam pekerjaan kantor, rumah dan dakwah? Payahkah? Sakitkah? YA! Saya payah. Anda sakit. Saya perih. Anda lelah.
Namun di titik itulah para shahabat iri kala mendengar rasulullah memberi jawaban atas pertanyaan mereka: “Wahai Rasulullah SAW adakah orang yang lebih baik dari kami? Kami memeluk Islam dan berjihad bersama Engkau.” Beliau SAW menjawab “Ya, ada yaitu kaum yang akan datang setelah kalian, yang beriman kepadaKu padahal mereka tidak melihat Aku.” [HR. Ahmad]
Jiwaku…ingatlah : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka… Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” [QS 9:111]
Tidakkah ini menjadikan kita tetap beriman penuh dan utuh di saat paling menyakitkan sekalipun? Tidakkah ini menjadi pelecut semangat agar kita tak banyak mengeluh dan tetap berdakwah? Tidakkah ini menjadi kekuatan sejati yang memacu kita untuk tetap tholabul ‘ilmu dan beramal shalih sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya meski kita penat, lelah, sakit, payah?
Aku, anda, kita tidak mau kalah. Meski serbuan pekerjaan, kuliah, tugas, amanah, hujatan, pengucilan, diskriminasi terus datang tapi aku, anda, kita akan berkata lantang : KAMI MENOLAK MENYERAH! Insya Allah, biidznillah.
[Semburat JINGGA]

ARTIS KOREAโ€ฆLO, GUE, END!!!

ARTIS KOREA…LO, GUE, END!!!

Korea? Arggh! Mahasiswi mana yang tidak kenal dengan aksi Song Hye Gyo dan Rain Bi di drama komedi Full House? Remaja mana yang tidak kenal betapa centil dan seksinya para vokalis SNSD (So Nyeu Shi Dae)? Atau adakah yang merasa asing dengan personil Super Junior yang guanteng nan imut2 itu? :D
Yap. Ngomongin korea memang gak ada matinya, mulai dari boyband, girlband, sampai dramanya yang terkenal banget. Sekarang pun mata pemirsa Indonesia dimanjakan dengan drama dari negeri ginseng itu mulai jam 12 siang sampe maghrib TIAP HARI. Wow! (bolor bolor dah tu mata, hehe..). Hayo ngaku siapa yang setia nongkrongin drama Korea sampe lupa daratan?? Atau siapa yang jadi fans berat Super Junior, Shinee, DBSK, SNSD, en Wonder Girls?? Angkat tangan! :D

Gak bisa dipungkiri kalo daya tarik artis korea itu bisa bikin manusia, baik laki-laki maupun wanita dari segala usia jadi klepek-klepek. Mereka cantik, tampan, tinggi semampai, kulit putih mulus, akting mereka top, dan tentu saja dandanan plus outfit (fashion) yang mereka kenakan selalu seger buat diliat. Makin banyaklah bermunculan penyanyi karbitan dalam negeri yang  ngadopsi penampilan n gaya artis korea, sebut aja SM*SH, 7 Icon, HITZ, dll.

Korea berhasil banget deh membuat manusia Asia dan sebagian Eropa kesengsem berat sama mode, artis, dan budaya yang disebarluaskan lewat drama, film, n lagu-lagu mereka. Wajar kalo bejibun banget yang jadi fans berat pemeran drama en personil girlband/boybandnya. Namun sayangnya banyak orang yang begitu mengidolakan artis korea hingga mereka rela membuang waktu&uang, merusak hidup dan membahayakan diri mereka sendiri. Para remaja rela menghabiskan jutaan rupiah untuk meniru gaya artis korea atau sekedar beli tiket konsernya. Bahkan gak jarang para fans ini membuat genk yang sering adu mulut bahkan berantem kalo idola mereka dijelek-jelekin sama genk laen. Huffft..!
Nb: yang kita bahas tentunya Korea Selatan ya, bukan Korea utara yang menganut ideologi Komunis dan tidak terkenal lewat dunia hiburannya.

FAKTA ORANG KOREA
Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya Korea merupakan negeri dengan beberapa fakta aneh yang mencengangkan?
Pertama: Separuh Orang Korea adalah ATHEIS!
Menurut berita yang dilansir KBS (siaran eksternal Korea Selatan) hanya 53.1% orang Korea yang punya agama. Itu berarti ada sekitar 46.9% atau 24 juta orang Korea yang atheis. Gak kebayang ya orang-orang ini makan, tidur, kerja, n sekolah tanpa sebuah keimanan pada Pencipta. Mereka gak akan malu untuk mengatakan bahwa mereka gak percaya pada Tuhan.Hmm!
Kedua: Korea adalah Negara dengan angka bunuh diri NOMER 1 di dunia.
Sebagai sebuah negara kapitalis dengan industri yang maju, tentu saja persaingan hidup di sana sangat tinggi. Orang korea memiliki waktu belajar dan kerja lebih tinggi dibanding Jepang. Jangankan orang biasa, para artis korea pun harus bekerja mati-matian untuk bisa survive di sana. Seorang pelajar SMA menuntut ilmu hingga 13-15 jam/hari. Lihat pula bagaimana Kim Yoona (vokalis SNSD) yang mengaku tidur tidak lebih dari 10jam tiap minggunya. Semua ini menjadi rutinitas yang sangat melelahkan dan bikin stress. Menurut Menteri Kesehatan Korea Selatan ada sekitar 35 orang korea bunuh diri SETIAP HARI, baik dari kalangan artis maupun orang biasa. Artis Park Jin Hee mengungkapkan dalam tesisnya bahwa lebih dari 40% artis korea mengalami depresi dan ingin mengakhiri hidupnya. Bahkan ada situs yang bisa dipakai untuk dijadikan tempat ketemu n janjian untuk bunuh diri. Ckckck, parah!
Ketiga: Operasi plastik adalah hal biasa.
Mencengangkan ketika sebuah lembaga pekerja berbasis online di Seoul mengadakan survey mengenai ‘seberapa penting penampilan untuk orang Korea’ mendapatkan hasil bahwa 90% responden pria dan wanita menginginkan operasi plastik untuk mendukung penampilan mereka. Guys, operasi plastik di Korea sana sudah sama seperti kebutuhan akan makan, gak bisa ditinggalin. Rata-rata orang korea berusia 18-35 tahun lebih menginginkan hadiah supaya mata, dagu, pipi, dan hidung mereka dirombak dengan operasi plastik dibanding keinginan memiliki gadget atau kendaraan pribadi. Apalagi di kalangan artis, wah justru aneh kalo gak operasi. Pantengin aja tuh artis korea, rata-rata semua hasil operasi bo! Jait sana robek sini, tambal sulam, gak orisinil. Sama seperti angka bunuh diri, budaya operasi plastik di korea merupakan yang NOMER WAHID DI DUNIA. Olala..
BUKA MATA, BUKA HATI
3 fakta di atas sangat kontras dengan corak kehidupan muslim yang senantiasa dihiasi keimanan dan pengabdian pada Allah SWT. Apa sih ancaman Allah bagi orang-orang yang berkubang kekufuran dan tidak beriman pada Allah? Ini nih:
“Maka sesungguhnya Kami akan memberikan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS Al-Fushshilat:27)
Tau gak, orang yang hidup tanpa ada obor tauhid di hatinya ibarat orang yang sedang berada pada tempat yang gulita, peteeeeng banget, gak bisa lihat apa-apa. Dikit-dikit jatoh, dikit-dikit nabrak. Sesuai dengan yang dikhabarkan Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 17:
Perumpamaan mereka ( orang kafir ) adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.”
Keimanan pada Allah SWT adalah kunci kesuksesan dunia akherat, ia ibarat cahaya penunjuk jalan. Wajar kalau akhirnya orang-orang korea ini gampang banget bunuh diri. Diputusin pacar, lompat dari gedung. Gak punya uang, gantung diri. Gak lulus sekolah, minum racun. Ini fakta bahwa orang yang atheis itu tidak mampu bersabar dan mencari solusi atas masalah yang menimpa mereka. Mereka gak punya tempat memohon, tempat meminta, tempat berkeluh kesah karena mereka gak percaya sama Allah. Wah ngeri euy!
Rasulullah sangat melaknat perbuatan bunuh diri. Terbukti dengan sabda beliau ini:
Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka di neraka jahanam nanti besi itu selalu di tangannya, ia menusuk-nusukkannya ke perutnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka di neraka jahanam nanti ia akan terus meminumnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka di neraka jahanam nanti, ia akan menjatuhkan (dirinya) selama-lamanya.” (HR. Muslim, 109)
Wajar juga ketika mereka begitu mendewakan penampilan sampe rela dioperasi dari ujung rambut ampe ujung kaki hanya supaya terlihat rupawan dan sempurna. Padahal dalam islam, bila operasi plastik dilakukan untuk tujuan kecantikan bukan untuk pengobatan, maka hukumnya haram.
dan akan aku (syaithan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya”. (QS An-Nisaa` : 119). Ayat ini datang sebagai kecaman (dzamm) atas perbuatan syaitan yang selalu mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, di antaranya adalah mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah). Operasi plastik untuk mempercantik diri termasuk dalam pengertian mengubah ciptaan Allah, maka hukumnya haram. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 194).
Selain itu, terdapat hadis Nabi SAW yang melaknat perempuan yang merenggangkan gigi untuk kecantikan (al-mutafallijat lil husni). (HR Bukhari & Muslim).
Wah, ancaman dari Allah dan RAsulNya mengenai orang kafir, bunuh diri, dan operasi plastik untuk tujuan kecantikan itu gak main-main, guys. Dahsyat!
SO,,KITA KUDU GIMANA?
Sobat muda yang shalih en shalihah, awalnya aktivitas menonton itu mubah, dibolehkan. silahkan menonton tapi sekedarnya saja. Tapi kalo dengan menonton (drama, acara musik, dll) itu kamu malah jadi males, ninggalin shalat, lupa ngerjain tugas, ninggalin kuliah, ninggalin kewajiban bantu ortu, n sederet  aktivitas wajib n sunnah lainnya, itu yang bisa bahaya.
Apalagi kalo dari aktivitas nonton drama & acara korea ini kita jadi bener-bener ngefans berat sama mereka. Sampe rela ngabisin ratusan ribu buat beli tiket konser, atau niru cara berpakaian wanita korea yang suka banget pakein baju adek bayinya (maksudnya minim banget getoh >.<), atau bagi yang laki-laki demen banget niru gaya pria korea yang cenderung sangat girly (mirip banci), atau rela berantem kalo ada yang jelek-jelekin idolanya, atau malah kepikiran untuk operasi plastik atau bahkan bunuh diri ala mereka kalo ada masalah. Naudzubillah! Jangan sampe. HARAM!
Yang namanya idola itu jadi semacam tuntunan buat kita, guys. Kalo kita ngidolain seseorang, otomatis kita akan niru apa yang idola kita lakuin. Kalo ngidolain orang shalih, insyaAllah kamu bakal ngikutin perilakunya yang shalih. Gitu juga kalo kamu ngidolain orang buruk, ya pasti kamu bakal tersugesti untuk ngikutin yang buruk-buruk. Lagipula kita sudah bahas tuntas fakta orang korea n gimana hukumnya dalam islam.
Rasulullah ketika ditanya tentang siapa yang akan bersama kita di hari akhir nanti menjawab begini : “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” [HR Bukhari]. Apa artinya? Bahwa ternyata kelak di kampung akhirat kita akan berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai. Jika kita mencintai serta menaati RasulNya, maka kelak kita akan berada di syurga bersama beliau.
Lalu apa jadinya kalo kita sangat amat mencintai dan meniru perilaku, kebiasaan, dan gaya hidup artis korea yang notabene kafir dan suka melakukan maksiyat?? Otomatis kita akan berada bersama idola yang kita cintai tadi. Namun yang pasti orang-orang kafir tidak akan berada di syurga.
So..kalo memang kamu menginginkan taman-taman indah di jannah sebagai tempat kembali yang kekal, udah saatnya kamu bertekad bulat en berkata mantap, “Woiiiii artis korea,,, LO..GUE..END!!!”
[Semburat JINGGA]
Data dari artikel di atas bisa dilihat di sini:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL