Tampilkan postingan dengan label ENTREPRENEUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ENTREPRENEUR. Tampilkan semua postingan

Muslim Entrepreneur Forum 2012


Voa-Khilafah.co.cc - Keberadaan dan sepak terjang pengusaha Muslim ternyata memiliki pengaruh, baik langsung maupun tidak terhadap–bukan saja perkembangan dan pertumbuhan ekonomi tetapi juga pada bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, budaya, hukum, begitu pula politik. Dengan kata lain saya ingin katakan, bahwa sesungguhnya pengusaha Muslim memiliki ‘power’ terhadap perubahan. Begitu pentingnya posisi pengusaha Muslim hingga Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengundang secara khusus para pengusaha Muslim se-dunia di Washington, guna membicarakan upaya membangun hubungan ekonomi antara dunia Islam dengan AS pada 26-27 April 2010 yang lalu.
Sayangnya, belum semua pengusaha Muslim menyadari kekuatan ini. Mereka masih asyik dengan bisnisnya masing-masing hingga melupakan kontribusi strategis yang bisa diberikan kepada umat. Kalau pun ada yang peduli, rasanya juga masih bersifat individual yang sporadis. Saya sering membayangkan…..andai kepedulian itu dimiliki bersama dan dilakukan juga bersama-sama dalam bingkai (mindset) visi yang sama, lalu diikat dalam sebuah komitmen yang sama pula…..dampaknya pasti akan luar biasa!
Saatnya Pengusaha Muslim Peduli dan Bersatu
Perubahan adalah sebuah keniscayaan, seiring dengan dinamisasi hidup manusia, baik dalam dimensi individu, masyarakat, negara bahkan dunia. Perubahan adalah sunnatullah. Akan tetapi perubahan juga harus dilakukan dalam sebuah bingkai yang jelas dan benar serta mendapat dukungan yang luas. Nah, disinilah sesungguhnya para Pengusaha Muslim bisa mengambil peran sebagai pendorong laju perubahan–bahkan mengapa tidak, terjun berperan sebagai “agen of change” dengan background pengusahanya.
Umat merindukan kehadiran Pengusaha Muslim yang berani menyuarakan perubahan. Perubahan menuju kehidupan dimana seluruh tatanannaya dibangun diatas fondasi yang selalu mengajak umat pada ketaatan kepada Sang Khaliq. Kehidupan dimana setiap orang bisa hidup layak dan sejahtera. Kehidupan yang memberikan peluang setiap orang untuk mengembangkan diri di berbagai bidang. Dan kehidupan yang akan membebaskan kita dari berhala kapitalisme-materialisme-sekulerisme yang kini menjerat kita. Untuk itu, kini saatnya Pengusaha Muslim bersatu untuk setidaknya 3 alasan :
1. Menyatukan visi
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku. Hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam”. [TQS. Al-An’am: 162]. Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk selalu menjadikan Allah swt sebagai satu-satunya orientasi. Dalam konteks perubahan, maka mengembalikan manusia untuk hidup dalam satu aturan dan satu kesatuan di bawah naungan khilafah Islamiyyah adalah visi yang harus disatukan.
2. Menyatukan langkah
Umat Islam adalah umat terbaik termasuk di dalamnya Pengusaha Muslim. Siapa mereka? Yaitu yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran, sebagaimana yang di firmankan Allah swt. “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. [TQS. Ali Imran: 110]. Inilah langkah yang harus kita satukan bersama dengan core competensi yang kita miliki sebagai pengusaha.
3. Menyatukan komitmen
Kesadaran akan pentingnya peduli dan persatuan tanpa komitmen, tidaklah akan menghasilkan perubahan apapun. Oleh karenanya, wajib untuk membangun komitmen bersama untuk mengemban sebuah misi mulia, sebagaimana firman Allah swt, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, meyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Da mereka itulah orang-orang yang beruntung” [TQS. Ali Imran: 104].
Muslim Entrepreneur Forum 2012
Menyadari pentingnya peran Pengusaha Muslim ini, maka Lajnah Khusus Pengusaha Hizbut Tahrir Indonesia dikabarkan akan menyelenggarakan sebuah event nasional bertajuk “Muslim Entrepreneur Forum (MEF) 2012” pada tanggal 26 Januari 2012 di Gedung SMESCO. Sebuah forum yang rencananya akan dihadiri oleh para pengusaha di Indonesia yang punya kepedulian dan komitmen yang sama dan bersama-sama akan melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dengan menerapkan syariah dan khilafah. Kalau benar event ini akan digelar, maka inilah event yang kita tunggu-tunggu dan sudah seharusnya dihadiri oleh para Pengusaha Muslim. Mau kapan lagi…?!
Selamat bertemu di Muslim Entrepreneur Forum 2012. (Bey Laspriana Husein)


TERTANTANG IKUT?


Hubungi:
M Rosyidi Aziz (0817103813)
Haris islam (08569229 5887)


SMS: 082125230181
BBM: 2307D94D
Email: meforum2012@gmail.com

Wawancara Inspiratif: Felix Siauw VS Rosyidi Aziz, Multipreneur Modal ‘Nekad Syar’i’


Voa-Khilafah.co.cc - Mas Rosyid, begitu pangglilan sehari-harinya. Teman-teman dekatnya memiliki panggilan sayang, Ocid. Lahir di Rembang Jawa Tengah 29 November 1977 dalam keluarga yang sederhana, Ayah dan Ibunya harus bekerja keras untuk mencari nafkah membiayai 9 kakak beradik dengan berjualan nasi soto dan ngecer rokok di pasar tradisional di kampungnya. Orang tuanya baru bisa memiliki rumah setelah berumah tangga sekitar 30 tahun. Karena sejak kecil sering diajak jualan di pasar itulah yang memperkenalkan Mas Rosyid, anak paling bungsu dengan wirausaha sejak dini.

Untuk bisa bersekolah dan membantu ekonomi keluarga. Mas Rosyid senang beternak ayam, kelinci, dan burung dara. Walaupun hanya untuk dimakan sendiri, dan sesekali dijual untuk menyambung hidup, jumlah ternaknya bisa mencapai ratusan ekor. Sedari kecil, Mas Rosyid membiasakan diri bertarung melawan realitas. Tidak membiarkan dirinya diremukkan oleh fakta.  Mas Rosyid punya satu hal yang selalu dia ingat ketika masih kecil “Pokoknya saya harus bisa membantu dan membuat bangga orangtua”

Setelah lulus SMA 1 Lasem – Rembang, Mas Rosyid nekad pergi ke Jogja bersama 6 temannya. Bermodal niat belaka, Mas Rosyid dan teman-temannya patungan menyewa kamar kos-kosan 10.000/bulan. Mereka semua ingin mengikuti bimbel agar dapat berkuliah, namun Mas Rosyid dkk tidak memiliki uang untuk ikut bimbel.

Nekad dalam kebaikan sepertinya adalah sifat alami Mas Rosyid. Beberapa minggu Mas Rosyid rela jadi penumpang gelap di bimbel yang cukup terkenal di Jogja, demi mendapatkan ilmu untuk test UMPTN. “Hidup saya di Jogja adalah titik balik hidup saya. Saya jadi menyadari nggak enak jadi orang miskin. Mau belajar aja mesti diuber-uber. Saya ber-azzam. Kalau Allah memberikan saya kekayaan, saya akan belajar-belajar-dan-belajar, karena dulu mau belajar nggak ada duit. Dan setelah belajar, saya akan membagikannya secara gratis pada yang komitmen belajar tapi nggak punya uang” kenang Mas Rosyid. Beliau juga berseloroh, “Waktu itu, selama satu setengah bulan saya masak sendiri dan hanya makan sayur dan lauk yang sama karena tidak punya uang, namanya sayur tempe. Dari situ saya bertekad, saya harus kaya sehingga bisa makan enak!”.

Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan belajar di Jogja dan ikut test UMPTN, Mas Rosyid diterima di IPB. Hidup adalah pilihan. Dan pilihan yang dilakukan Mas Rosyid sesampainya di Bogor dan berkuliah di IPB tentu berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang biasa. Ia tidak ingin mengecewakan ayahnya yang rela berhutang untuk membayar uang masuknya ke IPB. Bahkan, hanya untuk mengantarkan ke Bogor saja, ayah dan ibunya tidak ada biaya. Berangkatlah Mas Rosyid sendiri dan nebeng gratis di salah satu pesantren di Bogor selama beberapa bulan.

Setelah shalat shubuh ketika yang lain melanjutkan tidurnya, Mas Rosyid mengayuh sepedanya membelah dinginnya udara fajar Bogor untuk mengedarkan Koran dan Majalah di perumahan dosen yang jadi langganannya. Siang harinya ia bersama-sama dengan mahasiswa lain berkuliah. Bedanya ia kerap membawa barang dagangan untuk dijual pada teman-temannya di waktu jeda.  Termasuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan teman-teman kuliahnya seperti foto copy bahan mata kuliah, white board, Styrofoam dll. Sore harinya, saat teman-temannya nongkrong dan pacaran, Mas Rosyid menghabiskan waktunya belanja buah-buahan untuk dipotong dan dijual dipagi harinya. Walau banyak orang-orang memandangnya sebelah mata, tidak menyurutkan Mas Rosyid punya niat berjualan yang halal.

Yang jauh berbeda dengan yang lain. Mas Rosyid sangat mempedulikan kehalalan hartanya. Itulah hasil mengkaji Islam semenjak awal kuliah. Beliau mendalami permasalahan-permasalahan ummat, dan berjuang untuk menyelesaikannya. Dalam bidang yang sangat digemarinya yaitu wirausaha, Mas Rosyid mewujudkan aksi nyata dengan patron pribadinya. Dan semuanya mewujud dalam keinginannya “Saya ingin dikenang sebagai Pengusaha Dermawan, Ahli Zakat, Ahli Sedekah, Ahli Ibadah dan tentu menjadi Ahli Jannah”. Tidak hanya kaya, tapi kaya yang bermanfaat untuk perjuangan Islam.

Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Mas Rosyid mempunyai ide berjualan buku. Tidak tanggung-tanggung beliau langsung terjun sebagai produsen. Tulisan-tulisan dari ustadznya diproses menjadi buku sederhana, diperbanyak dengan fotokopi dan dijual dengan harga Rp. 1000, walau untungnya tidak seberapa, tapi dengan tekad kuat tetap dijalaninya. Sejak saat itu, dimana ada majlis ta’lim dan acara keislaman di Bogor, disitulah Mas Rosyid menggelar tikar jualannya. Itu semua dimulai pada tahun 1999.

Dengan usaha yang tak kenal lelah dan doa yang terus menerus dipanjatkan pada Allah. Diperkuat dengan visi besarnya yaitu mewujudkan opini islam menjadi opini umum dunia dengan membantu agama Allah dalam dakwah menegakkan syariah dan khilafah. Mas Rosyid mendapatkan janji Allah yang akan menolong hamba-Nya yang senantiasa menolong agama-Nya. Sekarang Mas Rosyid bukan lagi penjual buku dengan tikar jualan. Sekarang beliau seorang multipreneur. Pengusaha dengan banyak usaha yang halal. Menunjukkan sesuai dengan janjinya. Kaya dengan syar’i.

Al-Azhar Group yang bermain di lini Penerbitan, Percetakan, Distributor dan Toko Buku, As-Salam Group yang bergerak di Finance, Trading, kredit syar’i, training dan coaching syariah in business, Restoran Tradisional, Bimbel Human Excellence, Furniture Meubeler, serta Rumah Madu adalah perusahaan-perusahaan yang dibidaninya. Itu belum termasuk kesibukan lainnya bersinergi bisnis dengan rekan-rekannya di daerah  dan Pembicara serta Trainer dalam banyak Forum bisnis dan kewirausahaan.

Sekarang Mas Rosyid melangkah lebih jauh lagi. Dia mendefinisikan langkahnya “Saya, biasa dipanggil Rosyid. Lahir dan besar dari keluarga sederhana namun memiliki Big DREAM yang tidak cukup menjadi sederhana”

Big Dreamnya jelas “1 Trilyun sebelum usia 40 tahun” untuk menjadi wasilah dalam mewujudkan perjuangan syariah dan khilafah. Ketika ditanya tentang targetnya, beliau tertawa dan mengatakan “hehe, masih kurang dua digit lagi..”.

Ditulis oleh @felixsiauw dalam rangka menyambut Muslim Entrepreneur Forum 2012, yang rencananya akan diselenggarakan pada 26 Januari 2012 yang akan datang di Gedung Smesco, Jakarta

follow @felixsiauw
(Syari'ahPublications/Voa-Khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL