Tampilkan postingan dengan label HTM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HTM. Tampilkan semua postingan

Sekalipun Ada Upaya Penggagalan Pihak Rezim, Seruan Khilafah Malah Semakin Bergema di Bumi Melayu



Voa-Khilafah.Blogspot.Com - Gema Khilafah kini menggoncang bumi Melayu, hingga nyaris, keinginan umat melebihi cita-cita penyatuan bumi nusantara oleh Gadjah Mada. Kini umat malah menginginkan umat Islam sedunia bersatu di bawah naungan Khilafah, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Di Malaysia, Konferensi Kebangkitan Khilafah 2011 yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Malaysia dan Khilafah Centre telah sukses menarik lebih dari 800 orang peserta yang memadati Auditorium Abu Zarim, Integrated Learning Solution (ILSAS), Universitas Tenaga Nasional (UNITEN), Ahad, 26/06/2011.

Auditorium yang semula menampung hanya 600 tempat duduk ini akhirnya penuh sesak dengan masyarakat yang ingin mengikuti acara tersebut, sehingga sebagia peserta berdiri dan duduk di tangga-tangga.

Selain itu, panitia menyediakan tampilan audio-visual di luar ruangan. Sekitar 100 orang ikut serta dalam konferensi, meskipun di luar auditorium. 

Peserta terdiri dari berbagai kalangan, seperti kaum profesional, pemimpin politik, organisasi bukan pemerintahan, para akdemisi, para pelajar, para imam dan petugas masjid, pemimpin masyarakat hingga para ulama turut serta dalam konferensi yang diadakan oleh HTM pada bulan Rajab ini.

Konferensi yang semestinya diadakan di Dewan Bakawali, Puri Pujangga, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini terpaksa dipindahkan di saat-saat akhir ke ILSAS setelah pihak UKM 'membatalkan' penggunaan tempat secara tidak profesional karena tekanan dari pihak Kementrian Dalam Negeri dan juga pihak kepolisian.

Namun, Alhamdulilah, walaupun terpaksa harus berpindah ke tempat baru, dengan izian Allah Swt., konferensi berjalan dengan sukses dan lancar di ILSAS.

Sebagian masyarakat yang akan ikut serta konferensi yang telah hadir ke Puri Pujangga pada pagi-pagi menyuarakan rasa tidak puasnya dan menentang pihak UKM yang secara sepihak dan tidak bertanggungjawab membatalkan agenda ke-Islaman di saat-saat akhir tersebut.

Mereka kebanyak menyatakan kekecewaan terhadap pihak kampus, karena mereka datang dari tempat jauh seperti Pulai Pinang, Johor, Perak, Kedah, dan Perlis semata-mata untuk mengikuti konferensi tersebut.

Lebih mengharukan lagi, sekalipun mengalami kesulitan disebabkan perubahan tempat, kesemua peserta tetap tidak mau melepaskan peluang dan momentum, terus bergegas menarik kendaraan masing-masing ke tempat baru, setelah diberi informasi oleh panitia dari HTM yang berada di Puri Pujangga.

Konferensi kali ini dihadiri para pembicara dari anggota HTM, serta diselingi juga dengan para pembicara dari luar negeri. Mereka diantaranya adalah, Ir. Mohd Jawahir Sulaiman (seorang aktivis dan ahli perniagaan profesional dari Shah Alam), Ust. Moh. Kasim Mohd Tahir (Majelis Fatwa Negeri Sembilan), Sdr. Jabaruddeen (Ketua Gabungan Siswa Siswi Intelektual Muslim, GASIM), Ust. Umar Saad (Imam dan penceramah dari Selangor) dan Ust. Mohd. Zaki Aziz (Imam Masjid Jalan San Peng, Kuala Lumpur).

Sementara itu, pembicara dari luar negeri diantaranya Sdr Rasyid Ansari, seorang aktivis Islam dari Bangladesh, Sdr Vigan, seorang pemuda dan aktivis Islam dari Albania, Sdr. Usamah Abdullah dan Lutfi Abdullah yang keduanya dari Timur Tengah.

Para pembicara, semuanya menyuarakan dukungan mereka kepada perjuangan Hizbut Tahrir di seluruh dunia untuk menegakkan Khilafah dan menyeru umat Islam agar bersama-sama di dalam perjuangan mulia ini demi menyatukan kaum Muslim dan menerapkan hukum Allah secara kaffah di bawah naungan Daulah Khilafah.

Panelis dari HTM pada konferensi kali ini diantaranya Ust. Ridhuan Hakum, Ust. Umar Hussein, Nek Ngah, Ustzh. Aisyah Rahmat (Muslimah HTM) dan Ust. Abdul Hakim Othman (Pimpinan HTM).

Para peserta meneteskan air mata ketika Nek Ngah, seorang nenek dengan 19 cucu tersebut berbicara, di mana beliau menyampaikan bahwa umat Islam selama ini sudah lama hidup menderita dan tertindas di bawah sistem demokrasi buatan Barat dan beliau menyer kepada para hadirin agar bersama-sama menggantikan sistem demokrasi kufur ini kepada sistem Islam di bawah Negara Khilafah.

Para pembicara berhasil menaikkan semangat para peserta, berulang kali melantunkan takbir sepangjang berlangsungnya konferensi ini. Menariknya, konferensi juga turut dihadiri oleh peserta non-Muslim yang ingin mendapatkan gambaran lebih dekat tentang perjuangan Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah.

Konferensi yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 14.00 waktu setempat, turut diselingi dengan rekaman video dari Juru bicara Hizbut Tahrir dari beberapa negara, seperti Ust. Muhammad Ismail Yusanto (Hizbut Tahrir Indonesia), Uthman Badar (Hizbut Tahrir Australia), Chadi Freigh (Hizbut Tahrir Skandinavia), Abu Khalil (Hizbut Tahrir Sudan), Ahmad al-Qasas (Hizbut Tahrir Lebanon), Taji Mustafa (Hizbut Tahrir Inggris), dan Syeikh Issam Ameera (Hizbut Tahrir Palestina).

Dalam pembicaraan singkatnya itu mereka menujukan secara khusus kepada umat Islam di Malaysia, mereka menyinggung kebangkitan Islam di seluruh dunia untuk menentang pelaksanaan hukum thaghut ciptaan manusia, penyelewengan dan kejahatan pemerintah negeri Muslim serta persekongkolan mereka dengan kuffar Barat. Para Jurubicara Hizbut Tahrir ini menyeru dan berharap agar umat Islam di Malaysia turut serta bergabung bersama perjugangan Hizbut Tahrir di seluruh dunia untuk mendirikan Khilafah.

"HTM mengharapkan agar Konferensi Kebangkitan Khilafah 2011 ini dapat menjadi momentum dan benar-benar akan dapat membangkitkan umat Islam dengan usaha-usaha perjuangan menegakkan Khilafah untuk menggantikan sistem Kapitalisme sekular yang mencengkram umat Islam sekarang".

"HTM pada kesempatan ini mengucapkan jazakumullah khairan kepada semua petugas, penceramah, para hadhirin-hadhirat yang telah menyukses konferensi ini," tegas Hizbut Tahrir seperti disampaikan dalam situs resminya di www.mykhilafah.com. [m/myk/syabab.com]

Gelora Khilafah Juga Bergema Hingga ke Malaysia, Konferensi Akan Digelar Ahad, 26 Juni 2011 di Selangor

Voa-Khilafah.Blogspot.Com - Gempita Khilafah ternyata tidak hanya bergelora di bumi Indonesia, tetapi juga meliputi bumi nusantara, termasuk negeri Malaysia. Di Malaysia, hari Ahad, 26/06/2011, Hizbut Tahrir Malaysia akan mengadakan Konferensi Kebangkitan Khilafah 2011 dengan tema "Meneladani Rasulullah Mendirikan Daulah".
Konferensi tersebut akan digelar di Dewan Bekawali, Puri Pujangga, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Bagi, Selangor. Kegiatan tersebut merupakan aktivitas di bulan Rajab yang diselenggarakan secara global oleh Hizbut Tahrir.

Menjelang konferensi, para pemuda pejuang Khilafah di Malaysia tidak kalah gigihnya untuk menyadarkan masyarakat muslim tentang kewajiban penegakkan syariah dan Khilafah ini.

Mereka mengadakan konvoi di berbagai daerah untuk menyerukan serta mengingatkan kaum Muslim akan pentinganya institusi penerap syariah tersebut.

Aksi para pemuda pejuang Khilafah itu digelar di Masjid India, Jalan Chow Kit, Bukit Bintang dan beberapa daerah lainnya. Mereka juga mengajak umat Islam Malaysia untuk bersama-sama mengikuti Konfernsi Khilafah.

Aksi juga digelar di pasar Danau Kota, barisan pemuda pejuang Khilafah dengan penuh keberanian mengajak masyarakat untuk bersama berjuang menerapkan syariah. Mereka juga membentang bendera Rasulullah Saw. yang bertuliskan kalimah tauhid.

Menurut sebuah sumber, "Alhamdulillah masyarakat ramai merespon dengan baik sekalipun terdapat segelintir golongan yang tidak senang dan meminta agar seruan tersebut dihentikan".

Halangan tersebut bukanlah hal yang bari bagi para pengemban dakwah, karena hal serupa pernah terjadi atas Nabi Muhammad Saw ketika beliau berdakwah di sebuah pasar.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Rabi'ah bin Ibad yang berasal dari Bani Ad-Dail, yang dahulunya seorang Jahiliyah lalu masuk Islam, dia berkata:

"Aku pernah melihat Rasulullah Saw., semasa Jahilyah di pasar Dzul Majaz, bersabda, 'Wahai manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, niscaya kalian akan beruntung'. Sementara pada saat yang sama orang-orang berkerumun di sekeliling baginda. Di antara mereka ada seseorang yang buruk mukanya dan rambutnya dijalin satu, berkata, 'Dia adalah orang yang murtad dan pendusta!' Orang itu selalu mengikuti beliau Saw ke mana saja beliau pergi. Aku bertanya kepada orang-orang tentang siapakah gerangan orang itu. Mereka menjawab, 'Dia adalah paman beliau, Abu Lahab'." (Kitab Hayatus Sahabah). [m/htm/mykhilafah/syabab.com]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL