Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

MENJAWAB KERAGUAN SEPUTAR HIZBUT TAHRIR

Voa-Khilafah.com - Saya kepikir untuk bikin posting ini setelah beberapa waktu lalu sy jalan jalan ke youtube dan nemu beberapa video seputar Hizbut Tahrir yg katanya sesat. Betulkah? Seperti apa si Hizbut Tahrir? Nah, kalo antum bertanya tanya kaya gitu, antum ketemu org yg tepat, alhamdulillah sy syabaab (pemuda) Hizbut Tahrir. Saya bikin artikel ini ringan saja ya, tanpa cantumkan dalil, supaya bacanya juga lebih enak. Afwan sebelumnya jika ada yang kurang nyaman atau tidak sepakat, komentar terbuka lebar akhi :) 

Sebelum masuk Hizbut Tahrir, saya dibina di akar rumput jamaah dakwah Tarbiyah (yg sering di asosiasikan dengan PKS kalo di Indonesia) yang berasal dari Ikhwanul Muslimin mesir besutan Hasan Al Banna (semoga Allah merahmati beliau). Saya belajar di Tarbiyah selama kurang lebih hampir 4 tahun. Ketika kuliah, saya berada di lingkungan jamah ‘Salafiyah’ selama hampir 1 tahun. Keluarga saya sendiri keturunan dua golongan besar, kakek dari ayah saya adalah kiai besar NU (KH Miftahuddin) di bilangan Karangmalang, Purbanlingga. Sedangkan keluarga dari ibu saya Muhammadiyah tulen dari awal dan banyak dari keluarga besar saya bekerja di institusi Muhammadiyah. Saya sendiri di Hizbut Tahrir memasuki tahun ke 3 saatt menulis artikel ini. Nah, insya Allah dengan menjelaskan latar belakang ini sy bisa berusaha cukup objektif menilai, karena sy pernah dibina di lingkungan yang banyak mempertanyakan Hizbut Tahrir.

Menjawab pertanyaan pertama, banyak yang menyebut Hizbut Tahrir sesat, mu’tazilah modern, partai politik yang mengatas namakan dakwah sama seperti yang lain dan mengambil keuntungan darinya, dan lain lain. Yang paling sering saya dengar, katanya Hizbut Tahrir itu sesat dan suka nyesat-nyesatkan orang lain, dan mu’tazilah. Saya kira ini mudah di patahkan dengan beberapa statement.

Saya sendiri selama ngaji dan jadi daris jungkir balik di Hizbut Tahrir belum pernah mendengar statement Hizbut Tahrir menyesatkan ini dan itu kecuali penyataan resmi Hizbut Tahrir Pusat di Lebanon mengenai Ahmadiyah. Yang ada saya dan seluruh syabab diminta berhati hati dalam menyebut apakah ini dan itu sesat atau tidak selama belum ada bukti nyata penyalahan akidah. Kalaupun ada yang suka menyesat-nyesatkan, itu bukan Hizb nya, tapi orang di hizb yang belum faham (barangkali begitu), jangan lantas men-generalisasi-kan, kasian Hizb nya. Nah disini titik mulai kita. Sefaham saya, status sesat atau tidak dapat dinilai melalui akidah yang digunakan, mudahnya, jika akidahnya tidak sesuai, maka bisa jadi ia sesat, dan sebaliknya. Akidah pada dasarnya terkait masalah tauhid pada Allah dan mengimani rukun iman yang 5 di Al Qur’an plus 1 dari hadits mutawattir (intiny ya rukun iman itu lah). Mostly, jika kita tidak sepakat dengan hal yang satu ini, maka bisa kita curigai akidahnya menyimpang. Saya yakinkan, Hizbut Tahrir nggak ada yang beda kalo masalah ini..kalo masih ada yg ngotot Hizb ngawur, ya silahkan si, saya maklumi dan husnudzon beliau blm pernah bersentuhan langsung dgn Hizbut Tahrir, bru denger isu isu saja..hhe. oke sebenernya kalo bahasan ini mau diperluas akan ketemu banyak hal, tapi kita sederhanakan sampai sini saja.

Hizbut Tahrir dikira mu’tazilah, aduh, saya yakin banyak yang mengira begitu karena Hizb selalu mengandalkan dalil aqli, menggunakan akal dalam hal imani.. jawabanya, ya, Hizb Tahrir menekankan akal dalam memperoleh iman, bukan mengandalkan perasaan, penjelasan singkatnya, krn dalam Hizb Tahrir, akidah adalah hal mutlak yang harus dibereskan paling awal sebelum syabaab (pemuda) mulai semua pembinaan di dalam Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir tidak menafikkan penggunaan perasaan untuk memperoleh iman karena setiap orang mendapatkan hidayahnya sendiri dengan cara yang berbeda beda, namun dengan akal, iman akan terkunci, tidak ada alasan yang dapat menggoyang, bahkan ketika perasaan kita tidak suka, akal akan tetap mengatakan kebenaran. That’s how the mind works. Simpelnya gitu. Nah kalo ada yang selalu mengaitkan ‘iman yang pake akal = mu’tazilah’ hehe, saya jamin beliau itu cuma dapet cuplikan opini orang antah berantah tapi belum tau ‘sakjane’ alias sebenernya mu’tazilah itu apa. Saya sarankan googling dulu, insyaAllah lebih aman. Statement yang cukup simpel adalah, tanya saja ke HT, apa mereka termasuk golongan mu’tazilah? Kalo jawabannya ‘bukan’ ya menurut saya selesai masalah. Atau yg lebih spesifik, yg terkenal dari mu’tazilah kan mereka menganggap bahwa al’quran itu makhluk dan akal dapat membuktikan segala sesuatu. Nah sekarang tinggal tanya Hizbut Tahrir, sama kah? Jawab yang akan antum dapat pasti berlawanan, Hizbut Tahrir mengakui Al Qur’an sebagai kalamullah (kalimat Allah), bukan makhluk, karena jika Al Qur’an makhluk, maka ia bisa mengandung kesalahan, karena sifat makhluk adalah terbatas. Hizbut Tahrir tidak pernah mengeluarkan statement bahwa akal dapat membuktikan semua hal.. HT memandang akal hanya dapat digunakan untuk memikirkan manusia, kehidupan dan alam semesta, yang ketiganya masih dapat dijangkau oleh akal. Diluar itu, akal manusia tidak dapat menjangkaunya, termasuk mempermasalahkan sifat sifat Allah, wujud dzat Allah, lauh mahfudz, dst dst.. (jadi , lucu kalo ada yang nyama2in sama mu’tazilah, karena bedanya kaya langit-bumi). Tapi akan jadi menarik kalau antum juga belajar tentang mahdzab mahdzab seperti mu’tazilah, jabariyah, qodariyah, dll jaman dulu, insyaAllah memperkaya wawasan untuk menilai jamaah yang saat ini berkembang di masyarakat..

Ada yang bilang, kalo masuk Hizbut Tahrir bakal dimanfaatkan untuk agenda politik.. benerkah? Saya jawab, betuul sekali, hahaha, lha piye? Lha wong Hizbut Tahrir itu partai politik kok, Hizb (partai) at Tahrir (pembebasan), Partai Pembebasan. Bukan ormas seperti Muhammadiyah or NU. Jadi ya kerjaanya politik (hizbul siyasi), amar ma’ruf nahi mungkar, membetulkan penguasa dan menyebarkan ide penegakkan syariah dan Khilafah. Jadi kalo ada yang tiba tiba kaget ternyata masuk Hizbut Tahrir itu kerjaanya di bidang politik, hhe, antum nyasar mungkin..atau kurang info dari awal mengenai Hizbut Tahrir.. Hizbut Tahrir adalah partai politik internasional yang didirikan oleh syaikh Taqiyuddin an Nabhani di Al Quds, yg tujuan awalnya membebaskan Al Quds dari penjajahan dan mendirikan institusi Khilafah yang kembali menyatukan umat muslim seluruh dunia (sejak keruntuhan Kekhalifahan Utsmaniyah/Ottoman di Turki gara-gara At Taturk). Ya, jadi HT itu partai politik, bukan ormas.

Ada satu lagi, katanya Hizbut Tahrir menggunakan cara cara revolusioner dan kekerasan. Kapan Hizb pernah pake kekerasan? pernah bilang saja tidak, statement Hizb Tahrir "Hizbut Tahrir tidak akan pernah menggunakan kekerasan dalam meraih tujuannya karena Hizbut Tahrir merupakan partai politik". Tanggapan saya.. kalo Hizbut Tahrir pake kekerasan, saya yang pertama kali akan keluar. Insya Allah.

Sumber: https://www.facebook.com/notes/nardiaz-abdillah/menjawab-keraguan-seputar-hizbut-tahrir/10151504973858736
 
Sosok Almarhumah Ustadzah Roiyah Muslimah Pejuang Peretas Dakwah di Dolok Masihul

Sosok Almarhumah Ustadzah Roiyah Muslimah Pejuang Peretas Dakwah di Dolok Masihul

Muslimah Pejuang Peretas Dakwah di Dolok Masihul Kini telah tiada….

Innalillahi wa innailaihi Rojiun…

Telah berpulang ke Rahmatullah Ka Roiyyah seorang muslimah penanggung jawab (PJ) dakwah dolok Masihul. Istri dari Ustadz Junaidi pada Jumat siang 27 Februari 2015 pukul 14.00 di RS.Sari Mutiara – Kecelakaan saat Naik Angkot hendak mengisi Halqah (kajian) di Perbuangan.

Saya mengenal Ka Roiyyah sudah sekitar 9 tahun lalu saat beliau dan suaminya ustadz Junaidi di tempatkan tugas kerja sebagai seorang guru SD ke pelosok sumatera Utara tepatnya daerah Desa Batuhobot Serdang bedagai. Daerah yang notabenenya 90% penduduknya Kristen, Itu adalah kampong saya. Tak seorang pun dikenalnya di sana. Bermodalkan keyakinan juga dengan harapan dapat mengembangkan dakwah Alhamdulillah banyak hal dimudahkan dalam urusan dakwahnya. Termasuk tempat tinggal yang disediakan dll. Tapi tak sedikit juga cobaan dan tantangan yang beliau alami dalam membangun dakwah di sana.

Suaminya Ustadz Junaidi hanya bekerja sebagai penjual tahu bakar dahulu untuk memenuhi kehidupan mereka. Hampir sudah 15 tahun mereka berumah tangga belum juga di karuniakan anak. Pernah satu waktu (saya lupa tahun berapa) mereka diberikan kebahagiaan memiliki Anak, buah dari pernikahaan mereka. Tapi Allah lebih cinta kepada anak mereka cukup 1 hari saja mereka bisa melihat si buah hati lalu Allah kembali memanggil anak mereka.

Ustadz Junaidi dan Ka Roiyyah adalah tauladan kami para pengemban dakwah di medan sumatera utara. Banyak hal – hal yang patut di contoh dari semangatnya. Saya saja sampai saat ini terus meneteskan air mata mengingat perjuangan mereka untuk kembangkan dakwah di daerah kampong orang tua saya itu. Bisa dibayangkan, setiap minggu dengan sepeda motor butut milik suaminya (Honda astrea 700) mereka harus ke ibukota kabupaten hanya untuk halqoh dengan jalan berlubang jarak tempuh sekitar 60km perjalanan sekitar 3jam lebih. Dan itu berjalan selama 9 tahun dan nyaris beliau bukan termasuk orang yang suka lalai halqah. Dan waktu yang harus dia korbankan hanya untuk halqah adalah1 hari penyesuaian halqohnya dan suaminya kemudian dia juga harus mengisi halqoh di kota itu. Tak jarang mereka harus menginap di kota kabupaten sei rampah setiap minggu untuk halqah. Sekitar tahun lalu saat dakwah belum mekar untuk JM dan kajian mingguan mereka juga tak pernah tinggalkan. Mereka memberi teladan bagi kami bahwa dakwah itu adalah poros hidup. Dengan hanya tinggal di rumah kecil jatah sekolah tempatnya mengajar dalam bentuk sederhana– dia tetap teguh dalam mengembangkan dakwah di daerah itu bersama suami tercintanya.

Tak satu di kenal – tak satupun ada keluarga. Tapi kegigihannya dalam mengembangkan dakwah di sana menghadapi kondisi masyarakat yang keras dari pelosok negeri menjadikan dirinya layak di beri pertolongan demi pertolongan dalam dakwah. Padahal pernah satu waktu, suaminya itu mendapat cercaan dari tokoh masyarakat setempat karena latar belakang suaminya yang hanya dari tamat SMA menyampaikan Islam. Dia menceritakan pada saya seorang tokoh pernah mengusir dirinya keluar dari rumah karena telah bermimpi dan mengatakan bahwa dirinya anak kemaren sore dalam dakwah. Tapi suaminya tak pernah mengeluh akan hal itu. Terus dakwah masuk pada mereka di Daerah Dolok Masihul.

Kala hampir 6 tahun berjalan dakwah di sana tak seorangpun bertahaan dalam dakwah disana. Ada yang masuk dan dapat tekanan masyarakat akhirnya keluar lagi. Dan berbagai macam tantangan yang dihadapinya. Yang paling sering adalah boikotan dan pengucilan. Karena notabenenya mereka bukan warga asli penduduk setempat. Jadi selalu atas nama nenek moyang – adat dan premodialisme warga setempat mereka selalu mendapatkan cobaan dalam dakwah.

Dalam dakwahnya suami istri perindu syurga pejuang syariah dan khilafah ini, kerap membuat hati kita malu bertemu dengannya. Bagaimana tidak, jika ada rapat dakwah di kota medan dirinya tak pernah telat dan selalu hadir – sebagai informasi kota medan dari tempat tinggalnya sekitar 3- 4 jam walau malam larut malam dengan sepeda motor butut suaminya dia tak pernah mengeluh untuk hadir. Padahal dalam perjalanan malam dini hari selesai rapat dia harus melewati daerah minim penerangan, perkebunan sawit dan jalan yang berlubang berpuluh – puluh KM. tapi itu tak pernah gentarkan semangatnya. 9 tahun aku kenal dirinya dan suaminya tak pernah ku rasakan kalau mereka adalah orang pernah mengeluh untuk amanah Dakwah.

***

Tapi hari ini ka Roiyyah telah tiada. Allah sangat sayang padanya InsyaAllah dia termasuk orang yang syahid karena dalam perjalanannya menuju tempat untuk halqoh lalu mobil angkot yang ditumpanginya kecelakaan. Sekitar pukul 16.00 kala aku kabarkan kepada teman kerjanya bahwa ka roiyyah telah meninggal temannya tak menyangka. Karena sekitar pukul 11.30 siang dia masih mencuci WC sekolah tempat dirinya mengajar. Seorang guru mengatakan kepadanya, Kenapa di cuci WC nya bu? Tanya guru padanya. “ Ga apa-apa bu, anak lagi bermain istirahat, biar saya saja yang mencuci WCnya, kasihan mereka” itulah ucapannya terakhir di pagi hari, kenang dari teman akrabnya.

Saya mengenang cita – cita mereka 9 tahun lalu saat saya berkunjung kerumah mereka saat lebaran. Mimpi mereka adalah menjadikan Dolok masihul satu mahaliyah terbentuk. Dan Kabar terkini yang saya dapat Alhamdulillah ternyata di sana sudah ada satu mahaliyah dari upaya kerja keras mereka suami istri berdua. Dan Ka Roiyyah sebagai PJ akhwat dan Ustadz Junaidi sebagai Masul untuk ikhwan di sana. Subhanallah, Alhamdulillah ….

Ka roiyyah mimpimu sudah terwujud dengan membentuk satu mahaliyah di pelosok Sumatera Utara. Jerih payahmu sudah membuahkan hasil. Dan engkaulah inspirasi ku inspirasi dakwahku…

Semoga Allah Memberikanmu Syurga seperti yang pernah kau ucapkan dahulu pada ku dan Istri saat berkunjung kerumahmu….

Untk Ustadz Junaidi.. abang, sahabat, dan sekaligus sudah ku anggap jadi orang tuaku… engkau adalah suami yang layak pada Ka Roiyyah.. engkau telah memberikan kami banyak ilmu dalam kehidupan ini… bersabarlah bang Jun. InsyaAllah ini adalah jalan yang terbaik untuk dakwah Islam…. Semoga.

Adikmu : Bara Lubis (aktivis HTI Sumut)

www.voa-khilafah.com

Semua Ada Masanya, Jangan Tergesa

Semua Ada Masanya, Jangan Tergesa


Voa-Khilafah.co.cc, "Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh…” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra,).

Begitulah proses penciptaan manusia. Setiap insan telah melaluinya, langkah demi langkah. Setiap tahapan dalam proses pun telah diperhitungkan dengan cermat,tepat dan tanpa cacat sedikitpun. 

Mengapa diperlukan proses tersebut? Bukankah Allah mampu menciptakan semua manusia sekaligus bila Ia menghendaki?. Lagi pula hanya Diialah Allah Sang Maha Kuasa, Maha Mengetahui?

Didalam proses kandungan makna mendalam. Sungguh Allah sebenarnya telah mendidik hamba-hambaNya semenjak ia berada dalam perut ibundanya, tarbiyah istimewa dariNya yang bertemakan kesabaran. Ada proses yang harus dilalui dan itu membutuhkan kesabaran

Kesabaran terhadap segala sesuatu yang telah ia tetapkan, kesabaran dalam menjalani perintah-perintahNya, meski sungguh teramatlah mudah bagi Allah sang Maha Pencipta untuk menciptakan manusia  sekaligus. Namun Allah menghendaki manusia menjalani proses dan bagaimana menjalani tahapan demi tahapan dengan bersabar.

Bila bukan karena kesabaran dan ketabahan, tentulah Siti Hajar tidak akan mondar-mandir, pulang dan pergi antara dua gunung yang kecil, shafa dan marwah sebanyak tujuh kali demi mendapatkan setetes air untuk putranya, ismail. 

Contoh kesabaran juga bisa diambil dari kisah Nabi Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, terpisah dari ayah kandungnya, dan dipenjara sebagai tahanan, hingga pada akhirnya ia menjadi seorang penguasa Mesir. Nabi Yusuf melalui perjalanan yang amat panjang. 

Sebagaimana pula Rosulullah saw yang rela dicerca dan dilempari batu hingga cedera pada kedua kaki Rasulullah oleh kaum Bani Tsaqif ketika beliau hijrah ke Thaif. Begitulah proses langkah demi langkah yang akan senantiasa berlanjut hingga batas waktu yang telah ditentukan. 

Seorang anak kecil tak lantas tiba-tiba mampu berjalan. Ia harus merangkak. Itu pun tak bisa dilakukan ketika si bocah masih di bawah sembilan bulan.

Saat pertama berjalan pun tak lantas ia bisa langsung berlari. Kadang keseimbangan sering hilang dan terjatuh. Butuh beberapa waktu lagi bagi si bocah untuk bisa benar-benar berjalan seimbang. Itulah waktu yang telah ditentukan dan tak bisa dielakkan dalam tahapan proses.

Namun dalam menjalani proses, sering kali manusia ingin mempercepat waktu. Contoh paling mudah saat ingin sembuh dari sakit. Ada usaha yang harus dilalui untuk mendapatkan kesembuhannya dan ketika meminum obat dari dokter pun terdapat syarat seperti sekali sehari, 2 kali sehari atau 3 kali sehari. 

Tidak bisa kesembuhan diraih dengan serta merta meminum semua obat sekaligus. Justru ketika pasien melakukan hal tersebut akan mengakibatkan over dosis. Sifat ketergesaan inilah yang kerap menguasai seseorang dan membuat manusia sulit bersabar.

Senantiasa terdapat efek samping yang negatif dari tergesa-gesa. Manusia mudah melupakan segalanya dan senantiasa ingin mendapatkan apa yang diinginkannya dengan sesegera mungkin

Sebagaiman dalam beberapa firmannya “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera” (QS. al-Anbiya’: 37). 

Proses kehidupan perlu dilalui dengan sabar dan tenang, langkah demi langkah sebagaimana Allah mengajarkan proses terciptanya manusia.


Bersabarlah, karena semua ada masanya, seperti pelajaran ulat yang beralih rupa menjadi kupu-kupu elok. Bersabarlah, maka kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita harapkan. Justru sikap tergesa-gesa hanya membuat banyak energi terbuang sia-sia, membuat banyak ajaran dan petunjuk dari Allah terabaikan dan bahkan apa yang diupayakan bisa berakhir buruk, mirip dengan efek over dosis. Wallahua’lam.*RoL/Voa-Khilafah.co.cc


Penulis adalah guru IPS Terpadu di SMPIT Az Zahra Sragen

Istriku, Rumahku

Istriku, Rumahku

Voa-Khilafah.co.cc - Pernahkah kita melihat, seorang suami yang begitu gamang hatinya dalam melihat hidup, karena tidak jelas arah tujuan dia melangkah?. Pernahkah kita menjumpai seorang suami yang begitu linglung menatap masa depannya, karena merasa tiada teman baginya untuk bisa sekedar memberinya saran?. Pernahkah kita melihat seorang suami yang tidak tenang menjalani hari- harinya walaupun dia telah memiliki segala yang diimpikannya?

Maka lihatlah keadaan rumahnya. Rumah tempat dia melepas penat dan tempat kembali sebagai akhir dari hari- harinya. Mungkin dia tidak nyaman dengan rumahnya, atau barangkali dia tidak merasa ada tempat kembali dari lusuh jiwanya.

Sungguh, bagaimanapun para suami di luar seharian, yang diinginkan adalah kembali pada rumahnya sendiri. Senyaman apapun para suami bergaul dengan banyak orang, bahkan mungkin saudara dan kerabatnya sendiri, maka hati mereka tetap mengharapkan kenyamanan yang lebih, di rumah mereka sendiri. Maka benarlah jika memang rumah seharusnya adalah menjadi sebaik- baik tempat untuk hati beristirahat.

Maka....
Seorang istri seharusnya adalah ibarat rumah bagi suaminya, tempat dimana para suami merasa kembali ke rumah, karena mendapatkan kenyamanan dan kedamaian bagi hati mereka yang lelah. Seorang istri seharusnya adalah ibarat rumah bagi suaminya, tempat dimana dia bisa menjadi apa adanya, tanpa harus dituntut menjadi sempurna. Seorang istri seharusnya menjadi rumah bagi suaminya, menjadi naungan yang menghangatkan ketika tidak ada lagi orang lain yang perduli terhadap mereka. Seorang istri seharusnya menjadi rumah bagi suaminya, tempat dimana jasad dan hati mereka bisa merasa rileks sepenuhnya.

Tapi lihatlah, bahkan banyak dari para istri yang tidak menyadari. Bahkan mereka membuat para suami mereka menjadi "gelandangan" karena merasa tidak lagi memiliki rumah tempat melepas lelah. Mulut dan perangai mereka serasa menambah capek dan panas suasana, bahkan dalam sebuah rumah yang begitu sangat megah. Kontrol diri dan hilangnya kesabaran membuat para istri lupa diri dan alfa dari sebuah pengabdian yang memuliakan mereka.

Jika saja para istri yang seperti itu menyadari, betapa dalam kesabaran berproses dalam menjadikan diri sebagai "rumah" yang nyaman bagi suaminya, berarti adalah mereka telah belajar memuliakan diri mereka sendiri. Jika saja mereka menyadari, bahwa jika kebahagiaan suaminya meretas, maka hal itu berarti adalah juga kebahagiaan bagi diri mereka sendiri. 

Wahai para istri yang dirahmati Allah, hatimu yang mulia, akhlakmu yang mendamaikan, dan perangaimu yang teduh adalah sebaik- baik dan seindah- indah rumah  bagi para suamimu. Maka rawatlah, jagalah dan bahagiakan mereka di dalamnya. Semoga dengan itu, suamimu akan senantiasa kembali pulang, untuk kembali menyegarkan jiwa dan pikiran mereka yang lelah setelah seharian di luar. Semoga dengan itu, Allah Subhanahu Wata'ala akan menghadiahimu dengan secantik- cantiknya istana disurgaNya yang abadi. Insya Allah.
(Syahidah/Voa-Islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Apakah Kau Tahu Bahwa Allah Sangat Menyayangimu?

Apakah Kau Tahu Bahwa Allah Sangat Menyayangimu?


Voa-Khilafah.co.cc - Apakah kau bahagia sekarang? atau kau sedang berduka? Apapun keadaanmu sekarang, tahukah kau bahwa Allah masih dan sangat menyayangi dan mengasihimu. 

Apakah kau tahu bahwa allah sangat menyayangimu, bahkan ketika ketika kau tidak mengingat dan menyebut namanya saat kau mulai makan karena begitu lapar? Lihat bahwa allah tetap memberimu kenikmatan dalam rasa tanpa sedikitpun mencabut rahmatnya itu. Rasakanlah betapa malah badanmu bertambah segar dengan sangat, setelah makananmu mengisi lancar kelesuan dan keletihan ragamu.

Apakah kau tahu bahwa Allah sangat menyayangimu, bahkan saat Dia melihat jelas kelakuan mulutmu tiada henti mengatakan dusta, fitnah, mengadu domba dan mengelarkan rentetan kemaksiatan yang menghancurkan dirimu sendiri dan sesamamu? Mungkin jika manusia yang menyaksikan semua itu, wajahmu akan dipenuhi dengan tamparan dan tiada lagi kehormatan atasmu. Namun Allah juga masih mengampunimu saat kau meminta maaf dan hanya Allah lah yang selalu maha menghargai sebuah taubatmu.

Apakah kau tahu bahwa allah sangat menyayangimu, bahkan saat Dia jelas- jelas melihatmu bermaksiat? Bisa saja saat itu dia mengambil nyawamu dan atau mengadzabmu dengan seribu satu siksa. Namun lihatlah, bahwa dalam keadaan kau berdosa, Allah malah mengangkat derajatmu setelah kau melepas semua jubah kejahatanmu.

Apakah kau tahu bahwa Allah sangat mencintaimu, bahkan saat kau tetap memakinya denga sejuta keluhan yang kau rasa akibat kekurangan dan kesakitanmu di dunia?.Yakinlah saudaraku, bahwa Allah tidak sedang mendholimimu, betapa sayangnya Allah subhanahu wata'ala kepada para hambanya. Dalam jatuhmu yang benar- benar di titik nadir, itu semua adalah karena ulah dirimu sendiri. Dan bukannya Allah membiarkan kau tetap berada di titik itu tanpa sedikit menolongmu. Lihatlah, bahwa sebenarnya tidak kau punya kesempatan lain untuk lari selain dekat dengan Allah. Dan semua hanya tinggal bagaimana kau memilih saja, tetap keras kepala, dan atau meminta ampun dan kemudian Allah akan senantiasa menolongmu.

Apakah kau tahu bahwa Allah sangat menyayangimu?...

Mungkin banyak dari kita yang telah tahu namun tidak sadar dan atau malah tidak mau tahu.
Ketahuilah saudaraku, Allah senantiasa Menyayangimu, dalam keadaan apapapun dirimu, tanpa syarat apapun seperti yang diinginkan manusia dan tanpa pamrih apapun seperti yang diharapkan manusia. Maka apakah kau akan tetap membiarkan dirimu menjadi hamba yang tidak tahu trimakasih dengan tetap membiarkan dirimu sendiri dalam kejahatan yang sama dan berulang- ulang setiap hari?.

Lihatlah dirimu saudaraku,mungkin diantara tubuh dan jiwamu ada salah satu yang bertentangan dengan dirimu, sehingga sulit kau atur. Kaupun bernasib sama dengan begitu banyaknya orang yang ternyata susah bahkan tak bisa bersahabat dengan diri mereka sendiri. Maka, sadarilah bahwa yang paling menyayangimu dan paling mengerti dirimu bahkan lebih dari dirimu sendiri, dalam keadaan bagaimanapun dirimu, siapapun dirimu, dan apa adanya kamu, hanyalah Allah saja. Allah yang selalu siap kapanpun, dan dimanapun menjadi sahabat dan tempatmu berbagi, dan yang pasti akan sangat lebih baik dari pada cara dirimu sendiri menjadi sahabat bagi dirimu. Kasih sayangnya kepadamu adalah lebih sangat mempesona dari hubungan baik yang terbaik yang pernah diberikan oleh makhluk di dunia ini untukmu. Lalu alasan apa yang kemudian membuatmu masih keras hati dan masih menjauh dari Allah Subhanahu Wata'ala?

(Syahidah/voa-islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Saat Kau Merasa Sangat Begitu Lelah...

Saat Kau Merasa Sangat Begitu Lelah...


Voa-Khilafah.co.cc - Saat ragamu lelah, maka bersyukurlah bahwa sehari ini kau telah berbuat banyak untuk dirimu dan keluargamu. Kau membahagiakan mereka, kau  menenangkan mereka dengan hasil jerih payahmu yang melelahkan. Kau damaikan mereka karena tercukupinya kebutuhan mereka. Lihatlah betapa kehadiranmu memang memang pantas untuk di syukuri oleh sekitarmu, maka bersyukurlah atas karunia dari Allah itu, yang menjadikanmu pantas untuk menjadi yang di banggakan. 

Saat lidahmu lelah, maka diamlah. Mungkin dia terlalu capek atas huruf- huruf dusta yang terpaksa dilakoninya atas perintah kepentingan dan nafsumu. Atau mungkin dia terlalu bosan dengan kata- kata bijak penuh kebaikan yang kau keluarkan, namun ternyata tidak selaras dengan kenyataan yang kau wujudkan. Atau dia terlalu rindu dengan kalimat- kalimat mulia yang menjadikan lidahmu sendiri itu sebagai pembelamu, saat nanti kalian berada dipengadilan Allah. 

Saat matamu lelah, maka pejamkan dan istirahatkanlah dia. Rasakanlah betapa kekhasan dari sebuah nikmat itu memang tengah menaungimu lewat indahnya memiliki sebuah pandangan. Maka jangan jadikan dia lelah karena terus-menerus menjadi salah satu donatur dosa yang justru menggiringmu ke neraka. Dan jangan jadikan dia lelah karena terus-menerus kau paksa untuk tetap terjaga, mengikuti ambisimu dalam menggenggam dunia. Sadarilah kerinduannya akan sebuah keteduhan yang begitu di dambanya sebagai salah satu cabang dari cerminan hatimu. Penuhilah keinginannya untuk lebih ringan dalam memandang sebuah bentuk dari egomu.

Saat kakimu lelah, maka nyamankan dia. Nyamankan dengan berhenti untuk tetap berdiri dalam sebuah kemaksiatan. Bahkan kakipun juga adalah prajurit dari sebuah hatimu sendiri. Dia juga merupakan karunia nikmat dari Allah, tapi juga bisa menjadi korban dari nafsumu jika kau tak baik- baik  dalam menjaganya. Istirahatkan dia dari langkah yang terus-menerus demi memenuhi hasrat pikiran dan kamuan ambisimu.  

Saat hatimu lelah... mungkin kepentingan duniawimu sudah terlalu menyesakkan dada, sedang naluri ruhiyahmu sudah terlalu lapar dan meminta disegerakan atas pemenuhan haknya. Maka berhentilah sebentar, dan berilah jeda waktu untuknya. Biarkan manusiawi sebuah hatimu itu bertemu dengan yang menciptakannya. Biarkan rongga kosong itu terpenuhi oleh kebutuhan akan kedekatan dengan tuhannya. Biarkan dia belajar untuk menginsyafkan kembali prajurit indrawinya yang mungkin masih masih bandel untuk berada dalam kebaikan. Biarkan sebentar dia menjadi penyaring untuk membedakan yang benar dan salah. Dan biarkan lebih lama, dia menuntunmu untuk menyegarkan dan menyemangatimu kembali, sehingga keluhan dan kelelahanmu bisa diselesaikan olehnya. 


Saat kau telah begitu lelah... beristigfarlah atas apa yang telah membuatmu seperti itu dan kemudian istirahatkan kelelahanmu, selanjutnya serahkan urusanmu kepada yang Maha terjaga, Allah Subhanahu Wata'la.


(Syahidah/Voa-islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL