Tampilkan postingan dengan label JIHAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JIHAD. Tampilkan semua postingan
Pejuang Islam Selamatkan Reporter NBC di Suriah

Pejuang Islam Selamatkan Reporter NBC di Suriah



Ketika orang Amerika menghadapi berbagai kelompok jihad di medan perang, yang mereka lakukan adalah penangkapan atau bahkan eksekusi. Namun, di Suriah, para pejuang Suriah malah menyelamatkan seorang kepala koresponden asing NBC News.

Sebagaimana yang dilansir www.wired.com (19/12) Enam bulan lalu, Richard Engel dan tim produksinya ditangkap saat bepergian di Suriah dengan sebuah kelompok pejuang oleh pasukan yang loyal kepada diktator Bashar Assad. Salah satu pejuang tewas pada pandangan oleh 15 kelompok loyalis Assad, dan orang Amerika itu diancam dibunuh dan digambarkan olehnya sebagai “penyiksaan psikologis.” Para loyalis Assad berusaha melakukan pertukaran tahanan dengan para pejuang. Sampai akhirnya reporter itu bisa diselamatkan oleh kelompok jihad terkemuka di Suriah.
Saat Engel dan timnya ditutup matanya dan dinaikkan ke truk, pasukan Assad menghentikan truk itu di sebuah pos pemeriksaan yang dijaga oleh Ahrar al-Sham. Kemuadian pecah pertempuran dengan pasukan loyalis Assad. Ahrar al-Sham lalu membiarkan Engel dan produsen nya membiarkannya meninggalkan Suriah tanpa terluka, dan memposting videonya ke YouTube.
Associated Press menggambarkan Ahrar al-Sham sebagai “sebuah kelompok Islam yang merupakan tempat bagi para pejuang Islam asing.”

Ahrar al-Sham adalah salah satu organisasi jihad yang paling efektif dan dekat dengan media dari kebanyakan organisasi jihad lain  di Suriah. Senjata pilihan mereka adalah bom-bom yang dipasang di tepi jalan dan bom-bom mobil, taktik ini kata Fanning “jelas berasal dari Irak.”

Ahrar al-Sham juga salah satu kelompok jihad paling produktif di YouTube. Mereka membawa kamera video dalam serangan-serangan mereka – lalu mengupload ledakan raksasa . Sham mengupload mungkin tiga sampai lima video sementara Nusra mengupload satu hingga tiga video dalam seminggu, kata Fanning.
Komite Perlindungan wartawan mengatakan Suriah adalah “negara yang paling mematikan” bagi wartawan, dimana 28 wartawan “tewas dalam pertempuran atau menjadi sasaran pembunuhan” pada tahun 2012 oleh berbagai pihak yang bertikai. Engel dan timnya adalah sebagian wartawan yang beruntung dan mereka selamat karena lari ke satu organisasi jihad terkemuka Suriah. (hti/voa-khilafah)
Apakah Jihad Harus Menunggu Khilafah Tegak??

Apakah Jihad Harus Menunggu Khilafah Tegak??


Voa-Khilafah.tk - Semoga tulisan ini bisa sedikit menjawab artikel berjudul “Tiada Khilafah Tanpa Tauhid dan Jihad” (yang sangat memojokkan Hizbut Tahrir).

Bagi sebagian kalangan, pemahaman jihad kelihatan menakutkan. Apalagi dengan berbagai komentar yang terkesan menyudutkan, terutama seputar pengertian atau esensi jihad. Tulisan ini tidak memberikan komentar secara langsung tentang jihad, tapi lebih dititikberatkan kepada pemahaman tentang jihad itu sendiri. Tentu saja dalam perspektif Islam.

Pengertian dan Hakikat Jihad

Menurut arti bahasa, jihad adalah bersungguh-sungguh. Jahada fi al amri, artinya berusaha dengan sungguh-sungguh. Dengan mendasarkan pada pengertian bahasa tersebut, oleh sebagian tokoh agama dan intelektual, kata jihad diimplementasikan dalam banyak aspek. Maka, menurut mereka, semua kegiatan kebaikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah jihad. Menuntut ilmu, bekerja, atau berbagai kegiatan lain, bila dilakukan secara sungguh-sungguh dan bertujuan baik semua adalah jihad.

Tetapi, jihad tidak boleh dibatasi pengertiannya hanya menurut arti bahasa saja. Karena, di samping arti bahasa jihad juga memiliki makna istilah yang digali dari nash-nash syar’i yang menjelaskan tentang perintah jihad. Berdasarkan istilah syar’i itulah jihad memiliki makna yang spesifik yang berbeda dengan makna lughawinya (bahasa). Menurut Syekh Taqiyyudin an-Nabhany dalam kitabnya Syakhshiyyah Islamiyyah jilid II, jihad diartikan sebagai “qitaalu al-kuffari fii sabilillahi li i’lai kalimatillahi”, yaitu memerangi orang-orang kafir di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah (Islam). Jadi, jihad adalah mengangkat senjata untuk melawan atau memerangi orang-orang kafir, dalam rangka membela kehormatan Islam dan kaum muslimin. Juga, jihad haruslah dilakukan semata-mata dengan niat untuk menegakkan kedaulatan Islam. Bukan untuk hal yang lain. Misalnya, berniat semata untuk mendapatkan rampasan perang, kedudukan, pujian dan sebagainya.

Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, jihad harus dilakukan sesuai dengan tuntunan hukum syara’i tentang masalah tersebut. Tidak boleh serampangan, sekadar mengikuti kehendak pribadi atau kelompok.

Pengertian jihad secara syar’i inilah yang acapkali sering dikaburkan, sehingga hakikat jihad itu sendiri menjadi kabur. Oleh karena itu, jihad harus dikembalikan pada makna syar’inya yang benar, dan tidak boleh menempatkannya pada pengertian bahasa, kecuali pada konteks tertentu yang memang berkait dengan makna bahasa saja.

Ditinjau dari segi kewajiban melaksanakannya, jihad dibedakan atas Jihad ofensif dan defensif. Jihad ofensif adalah jihad yang diemban oleh Daulah Islamiyah dalam rangka menyebarkan risalah Islam ke suatu negara, dan dilakukan sebagai jalan terakhir setelah upaya persuasif (dakwah) mengalami hambatan atau halangan yang bersifat fisik. Artinya, ketika proses penyebaran risalah Islam melalui dakwah yang dilakukan oleh negara Khilafah kepada bangsa-bangsa lain, mendapat reaksi penolakan, tidak mau tunduk bahkan melawan dengan kekuatan (militer), maka saat itulah dilancarkan jihad ofensif. Tetapi, jika mereka membuka diri terhadap dakwah, tidak menentang ketika dijelaskan kepada mereka tentang kebenaran ajaran Islam serta kesalahan keyakinan yang mereka peluk dengan seperangkat argumentasi yang menggugah akal, menyentuh perasaan dan menentramkan jiwa, mereka tidak akan diperangi. Terlebih lagi bila mereka mengubah dan meninggalkan aqidah mereka dengan memeluk aqidah Islam, mereka akan menjadi bagian dari umat Islam.

Jihad tidak pula akan dikobarkan, meskipun mereka menolak masuk Islam, karena memang tidak ada paksakan dalam hal memeluk agama Islam, tetapi mereka bersedia tunduk terhadap kekuasaan Islam. Mereka tergolong sebagai ahlu zhimmah, yang harus tunduk kepada seluruh hukum-hukum islam, kecuali yang menyangkut perkara ibadah, pakaian dan makanan-minuman serta yang terkait dengan keyakinan mereka. Jadi, hanya bila mereka menolak dan menghalangi dakwah, serta tidak mau tunduk sebagai ahlu zhimmah, mereka akan diperangi. Dan, peperangan terhadap mereka atau dalam kasus yang seperti itu termasuk dalam jihad ofensif. Inilah jihad sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an.

“Perangilah oleh kamu sekalian orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya, dan tidak beragama dengan agama yang haq (Islam), yaitu dari orang-orang yang diberi Al-kitab kepada mereka, hingga mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” 
(QS. At-Taubah: 29)

Adapun jihad defensif adalah berperang untuk membela dan mempertahankan diri dari serangan atau ancaman musuh kafir. Dengan kata lain, jihad yang dikobarkan ketika kaum muslimin diserang oleh musuh-musuh islam, merampas harta dan mengusir mereka dari kampung halamannya. Dalam keadaan seperti ini, wajib atas setiap muslim yang diserang untuk mengangkat senjata demi membela kehormatan diri, mempertahankan harta, dan jiwa. Jihad seperti ini wajib dilaksanakan sebagaimana seruan Al-Qur’an.

“Perangilah oleh kamu sekalian di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Dan janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidaklah menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
(QS.Al-Baqarah: 190)

Dalam keadaan diserang, kaum muslimin wajib untuk melakukan tindakan pembalasan secara tegas, baik balas membunuh atau balas mengusir mereka, orang-orang yang menyerang itu.

“Dan bunuhlan mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kamu”
(QS. Al-Baqarah: 191)

Berdasarkan penjelasan di atas, tampak bahwa jihad defensif lebih menuntut individu per individu untuk mengamalkannya, atau merupakan jihad fardiy. Maksudnya, jihad yang wajib dilakukan oleh setiap muslim secara otomatis, tanpa memerlukan adanya fatwa atau perintah pemimpin lebih dulu. Ini terjadi bila kaum muslimin diserang. Pada saat itu, wajib atasnya untuk melakukan jihad. sekalipun tentu saja tetap diperlukan seorang yang bertindak sebagai pemegang komando atau pemimpin pertempuran.

Sedangkan jihad ofensif menuntut amal jama’iy, yaitu dilakukan dengan terlebih dulu ada dari kepala negara. Umat Islam tidak dibenarkan bertindak secara individual. Dalam keadaan seperti ini, Khalifah, atau Amirul Mukminin akan terlebih dulu mengambil keputusan, tentang kepada siapa jihad ofensif akan dilakukan. Juga, menyangkut seorang yang ditunjuk sebagai panglimanya yang bertanggung jawab untuk mengatur seluruh operasi pertempuran.

Jihad, Jalan Menuju Kemuliaan

Seluruh uraian di atas lebih menegaskan bahwa jihad adalah perintah agama. Siapa pun yang mengaku muslim tidak boleh sama sekali melecehkan perkara jihad. Jihadlah yang membawa risalah Islam di masa Rasul SAW tersebar hingga seluruh jazirah Arab hanya dalam tempo 10 tahun. Jihad pula yang mengantarkan umat Islam meraih kejayaannya selama lebih dari 1000 tahun lamanya. Melalui jihad, tegaklah peradaban Islam nan agung, memberikan keamanan dan kesejahteraan bagi segenap manusia. Dan dari peradaban yang agung itu terpancar kemuliaan Islam, sekaligus tegak wibawa kaum muslimin.

Kini, ketika payung dunia Islam, khilafah Islamiyyah, telah runtuh. Jihad tidak lagi tegak. Dengan mudah musuh-musuh Islam melecehkan kaum muslimin, menindas, mencabik-cabik harkat dan martabatnya, mengusir bahkan membantainya. Palestina, Bosnia, Kosovo, Moro, bahkan Ambon adalah sederet bukti betapa lemahnya umat Islam untuk sekadar membela diri sekalipun. Bagaimana mungkin, di tengah situasi seperti ini, masih ada sebagian umat islam yang justru melecehkan ajaran Jihad?

Secara individual, jihad merupakan jalan untuk meraih syahadah. Di sisi Allah, setinggi-tinggi derajat kematian, adalah syahid di medan jihad. Rasulullah SAW. bersabda:

“Setinggi-tinggi derajat kematian adalah kematian para syuhada. Orang yang mati syahid akan diampuni semua dosanya, dijamin masuk sorga tanpa hisab, Di akhirat akan didampingi 70 bidadari, dan ia sendiri mampu memberi syafaat kepada seluruh keluarganya.
(Al-Hadits)

Melihat ini, semestinya tak ada seorang muslim pun yang tidak ingin mati syahid. Hanya mereka yang hatinya telah tertambat pada gemerlapnya dunia dan mengabaikan pahala akhirat, merekalah yang membenci jihad.

Khatimah

Sebagai contoh dalam uraian jihad diatas adalah situasi saudara kita di maluku. Jihad di Maluku adalah jihad defensif, yang dilakukan secara otomatis begitu serangan musuh terjadi. Tidak lagi memerlukan fatwa untuk menetapkan jihad di sana. Dan faktanya, serangan itu memang ditujukan kepada orang Islam yang dilakukan oleh orang-orang Kristen. Siapa saja yang mengatakan bahwa yang terjadi di Maluku pada umumnya, dan di Ambon khususnya bukan konflik agama, tidaklah sesuai dengan kenyataan. Dan mereka yang menolak seruan jihad berarti tidak memahami tuntunan agama sekaligus realitas yang dihadapi oleh umat Islam di sana. Ia bisa saja mengatakan jihad tidak perlu, oleh karena ia tinggal di sini dalam keadaan aman. Apa yang akan dilakukannya bila seandainya tiba-tiba rumahnya dibakar, istri dan anak perempuannya diperkosa kemudian dibantai. Dia sendiri akhirnya terusir dari kampung halamannya sendiri?

Jihad memang tindakan kekerasan, karena yang dihadapi adalah langkah kekerasan. Kekerasan patutlah dihadapi dengan kekerasan. Itu pula yang dilakukan oleh Polisi, bukan?

Jadi, yang mengatakan bahwa jihad bukan untuk melakukan kekerasan, jelas tidak logis. Uang dan doa memang diperlukan tapi itu hanyalah sarana atau penguat dalam jihad. Uang tidak akan punya arti apa-apa ketika yang diperlukan adalah kekuatan dan keberanian menahan serangan musuh.

Jadi, jihad bukanlah kejahatan. Bukan pula tindak kriminal. Yang melakukan tindakan kriminal adalah yang membantai. Jihad adalah jalan menuju kemuliaan. Maka, seruan jihad harus terus dikumandangkan, walaupun orang-orang kafir, orang-orang munafik membencinya. Orang Islam tidak perlu khawatir, karena demikianlah cara untuk menegakkan kewibawaan dan kemuliaan Islam.

Wallahua’lam bi al-shawab.
[Buletin Al-Islam - Edisi 3]

Dicopy dari wewewedotislamgauldotkom
Posted in Politik, Tsaqofah by Hasna Hawwa on the May 8th, 2007
Judul aslinya : Jihad Bukan Kejahatan

(GM/Voa-Khilafah.tk)


Imam Ma'had Darul Hadits Yaman Serukan Jihad Lawan Pemberontak Syiah



SANA'A, YAMAN (voa-khilafah.co.cc) -  Kepala sekolah Muslim Sunni di provinsi Sa'ada, Yaman utara menyatakan Jihad kepada kelompok pemberontak Syiah Houti karena mereka terus mengepung sekolah tersebut selama lebih dari sebulan, Radad Al Hashimi, seorang mahasiswa di sekolah itu mengatakan kepada Gulf News .

"Imam Darul Hadits di distrik Dammaj, Sheikh Yahya Al Hajouri, telah menyatakan perang terhadap para pemberontak Syiah Houthi yang telah menyerang dan menolak untuk membuka blokade mereka di sekolah itu," kata mahasiswa tersebut.

Al Hashimi, yang telah belajar pendidikan agama di sekolah itu selama 10 tahun, mengatakan bahwa pemberontak Syiah menyerang sekolah dan tempat-tempat Muslim Sunni lainnya di Distrik Dammaj pada hari Sabtu dan Ahad dengan tembakan mortir dan penembak jitu sehingga menewaskan lebih dari 30 mahasiswa, termasuk mahasiswa asing.

Sumber-sumber mengatakan bahwa beberapa mahasiswa yang berasal negara Amerika, Perancis dan Indonesia termasuk di antara mereka yang terbunuh di distrik Dammaj.

Terletak di daerah yang dikuasai oleh pemberontak Houti, Darul Hadits didirikan pada tahun 1980 oleh almarhum Sheikh Muqbil Bin Hadi Al Wadie, seorang ulama Sunni dan saat ini menampung lebih dari 10.000 mahasiswa, 10 persen dari mereka berasal dari Arab, Uni Eropa, Kami dan negara lainnya.

Kehabisan makanan dan air

"Saya telah menerima banyak telepon dari saudara-saudara kami dari UEA, Arab Saudi, Kanada dan negara lain yang penuh semangat, siap untuk bergabung masuk. Kami belum perlu bantuan mereka saat ini karena banyak suku yang bergegas untuk mendukung. Tapi jika kita tidak bisa mengalahkan mereka, kami akan meminta bantuan kepada saudara-saudara kita dari luar," tambah Radad Al Hashimi.

..Sumber-sumber mengatakan bahwa beberapa mahasiswa yang berasal negara Amerika, Perancis dan Indonesia termasuk di antara mereka yang terbunuh di distrik Dammaj..

"Karena blokade itu, para keluarga terpaksa tinggal di subsisten Mereka kehabisan bahan bakar, makanan dan air minum.."

Pemberontak Syiah Houthi, yang memberontak kepada pemerintah Yaman setelah enam perang sporadis sejak 2004, membantah tuduhan pembunuhan siswa di distrik Dammaj dan menuduh media menerbitkan cerita-cerita palsu dan tidak berdasar. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada pers, kelompok pemberontak Syiah Houthi mengatakan bahwa kaum Salafi di sekolah tersebut mengangkat slogan yang melabeli mereka sebagai orang kafir yang menyesatkan.


Tidak ada obat-obatan

Setelah mendengar tentang penyerangan itu, sekelompok warga Yaman berjumlah 13 orang yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dan wartawan menuju ke daerah itu untuk meneliti situasi. Para pemberontak Syiah Houthi menghentikan mereka di luar sekolah dan hanya diizinkan tiga aktivis untuk mengunjungi sekolah.

"Orang-orang di sekolah yang dikepung hidup dalam situasi yang sangat tidak berperikemanusiaan. Tidak ada obat dan makanan dan orang-orang terluka yang mati kehabisan darah karena kurangnya dokter dan obat-obatan" Mohammad Al Ahmadi, anggota kelompok mengatakan kepada Gulf News.

"Lebih dari 26 orang tewas dalam dua hari penembakan. Keluarga yang kelaparan dan banyak anak yang bisa segera mati. para pemberontak Syiah memperlakukan para aktivis secara kasar dan menyita memori kamera saya. Mereka takut bahwa kami akan mempublikasikan foto-foto tentang kebiadaban mereka yang kitadapatkan dari sekolah tersebut." (by/gn,yob/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)


Inilah Tadzkiroh Ustadz Baasyir: Dari Tauhid, Jihad Hingga Thoghut


Jakarta - Jangan pernah memberikan stigmatisasi terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, sebelum Anda memahami betul nasihat dan pemikirannya yang bersumber dari Al Qur’an dan as-Sunnah. Dalam Buku “Seruan Tauhid Di Bawah Ancaman Mati” yang dibedah pada hari Ahad (17 April 2011) lalu di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta, terangkum taujih dan tadzkirah beliau.

Buku yang diterbitkan oleh Jamaah Anshorut Tauhid Media Center (JMC) itu merupakan materi eksepsi keberatan beliau atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan pada persidangan ketiga tanggal 24 Februari 2011 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan lalu. Buku itu, setidaknya menjadi kenangan-kenangan yang sangat berharga dari seorang ulama yang gigih memperjuangkan tegaknya syariat Islam.

Untuk lebih memudahkan dalam mencerna pemikiran beliau, inilah intisari  yang  terangkum dalam taujih dan tadzkirah Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, yang merupakan implementasi dari Al Qur’an dan Sunnah:
“Islam tidak tergantung kepada saya. Saya boleh kalian lenyapkan dengan izin Allah, tapi Islam tetap menang, kalian pasti hancur. Karena Islam adalah haq, sedangkan usaha-usaha kotor kalian adalah batil. Karena menentang Allah, kalian adalah makhluk hina. Oleh karena itu, kalian pasti hancur. Allah dan Rasul-Nya pasti menang.”
●”Ketahuilah, kewajiban Anda sekalian yang paling utama adalah memahami hakikat dinul Islam agar amalan Anda tidak batal. Selain itu, harus belajar memahami hakekat La Ilaaha Illallah.”
  
● “Hidup ini harus menyerahkan diri kepada Allah Swt sepenuhnya. Maksudnya kehidupan di dunia ini harus hanya diisi untuk mengabdi (ibadah) kepada Allah saja.”
● “Yang dimaksud ibadah hanya kepada Allah, pelaksanaannya bukan hanya menyembah. Tetapi, mengatur seluruh aspek kehidupan, dari urusan pribadi, keluarga, masyarakat dan Negara. Seluruh aspek kehidupan itu hanya diatur dengan hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya secara kaffah alias seratus persen.”
●“Wahai pejabat negara yang beragama Islam, bila Anda mengatur hidup pribadi dan keluarga Anda dengan hukum Allah, akan tetapi Anda menolak mengatur Negara atau pemerintahan yang Anda kuasai dengan hukum Allah secara kaffah (menyeluruh), maka Anda bukan Muslim. Meskipun Anda mengamalkan shalat, puasa, zakat, haji dan lain-lain. Sebab Allah memerintahkan semua pemimpin agar mengatur rakyatnya dengan hukum Allah.”
● “Hakekat Diinul Islam yang harus diamalkan adalah mengatur seluruh aspek kehidupan dengan hukum Allah 100 persen, tidak boleh sepotong-sepotong dan dicampuraduk dengan hukum-hukum jahiliyah.”
● “Termasuk kewajiban setiap muslim adalah memahami hakekat tauhid, yakni Laa Ilaaha illallah. Sedangkan lawan dari tauhid adalah syirik. Antara tauhid dan syirik adalah dua perkara yang kontradiksi, seperti siang dan malam, tidak bisa bersatu dan berdamai serta tidak saling bertoleransi.
● Antara Islam dan kafir tidak bisa dicampur. Bila ada tauhid, maka tidak boleh ada syirik. Bila ada syirik, tauhid harus pergi. Bila ada Islam, tidak boleh ada kekafiran. Bila ada kekafiran, Islam harus pergi tidak boleh bertoleransi. Tauhid adalah haq, syirik adalah batil. Islam adalah haq dan kafir adalah batil. Antara haq dan batil tidak boleh bercampur. Maka antara hukum tauhid dan hukum syirik, hukum Islam dan hukum kafir tidak boleh dicampur apapun alasannya. Kalau dicampur, maka tauhid dan Islamnya batal.”  
Tauhid Seorang Muslim Batal, Bila…

Berikut adalah pesan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengenai syarat sahnya tauhid. Menurutnya, syarat sahnya tauhid itu terbagi dealpan: 1) ilmu. 2) Ikrar. 3) yakin. 4) jujur. 5) mencintai. 6) tunduk dan menerima/mentaati semua hukum Allah. 7) ikhlas. 8) kafir kepada thogut dan iman kepada Allah.
● Syarat pertama diterimanya tauhid (keimanan kepada Laa Ilaaha Illallah) adalah ilmu untuk memahami hakekat maknanya. Bukan hanya tahu terjemahannya. 
Orang yang beriman kepada Laa Ilaaha Illallah, wajib menolak empat perkara: Pertama, ia wajib menolak Ilah-ilah ((Tuhan-tuhan) selain Allah. Ia hanya beriman bahwa di alam semesta ini hanya Allah Ilah, tiada yang lain. Hakikat Ilah adalah wajib yakin bahwa dzat yang Maha Kuasa member manfaat dan menolak madhorot, hanya Allah, tidak ada yang lain.
Kedua, Ia wajib menolak Robb (Tuhan pengatur) selain Allah. Robb adalah pengatur. Ini berarti menyangkut menciptakan peraturan dan Undang-undang. Karena Allah yang menciptakan alam semesta ini, maka hanya Allah yang kuasa dan berhak menciptakan hukum kauni (hukum alam) maupun hukum syar’i. 
Bila semua pejabat Negara ini mengaku beriman kepada Laa Ilaaha Illallah, mereka wajib menolak semua hukum ciptaan manusia yang bertentangan dengan hukum Allah. Dalam KUHP banyak ketentuan-ketentuan hukum yang bertentangan dengan hukum Allah. Maka mereka wajib menolak dan menggantinya dengan hukum Allah (syari’at Islam). 
● Orang yang beriman kepada Laa Ilaaha Illallah, wajib mendasari imannya dengan keyakinan, tidak boleh ragu sedikit pun. Ia wajib yahin bahwa Ilah itu hanya Allah, dan yakin bahwa hukum Allah adalah hukum yang paling benar, paling modern, palung sesuai, untuk mengatur kehidupan untuk setiap bangsa dan zaman, tidak memerlukan amandemen.
● Orang yang beriman kepada Laa Ilaaha Illallah, wajib paling mencintai Allah, Rasul-Nya, Syari’at-Nya, Sunnah Nabi-Nya, dan jihad untuk membela agama-Nya. Adapun ciri orang beriman kepada Laa Ilaaha Illallah antara lain: Ia mencintai jihad untuk membela Islam di atas semua urusan dunia, maka ia sanggup mengorbankan apa saja, termasuk nyawanya untuk memenuhi panggilan jihad. Ini merupakan bukti kebenaran imannya.
● Hati-hati, jangan sampai Anda ditipu orang kafir, sehingga Anda diajak memerangi mujahid dengan dalih memerangi teroris, sehingga masuk Neraka gara-gara amalan ini. Orang Kafir mengajak Anda mematikan jihad yang Allah perintahkan, supaya Anda menghancurkan Islam. Sadarilah, karena tipuan orang-orang kafir, sehingga Anda membunuh mujahid, memenjarakan mereka dan menghalangi jihad. Bertobatlah sebelum ajal menjemput.
● Orang yang beriman kepada Laa Ilaaha Illallah, wajib bersedia dengan lapang dada menerima dan patuh secara mutlak kepada hukum Allah. Tidak ada tawar menawar, menjadikan Al Qur’an dan Sunnah seratus persen sebagai satu-satunya sumber hukum. Maka sikap orang mukmin, jika Allah dan Rasulnya sudah menetapkan hukum Allah, maka harus diterapkan kapan dan dimana saja berada. Siapa saja yang menolak hukum Allah, maka tauhidnya batal. 
● Syarat sahnya iman lainnya adalah wajib meno;ak Andad, Andad jamak dari Niddun yang artinya tandingan, yaitru apa saja yang memalingkan dari Islam (tauhid). Andad bisa berbentuk harta, istri, anak dan lain-lain.
Soal Thogut
● Orang yang beriman kepada Laa Ilaaha Illallah, wajib menolak dan berlepas diri dari Toghut. Adapun Toghut diambil dari kata Tughyan yang artinya melampaui batas. Batas makhluk adalah hanya beribadah kepada Allah, hanya mengikuti aturan Allah. Ketika batas-batas ini dilampaui, maka itulah toghut. 
● Mengatur negara mestinya dengan hukum Allah, tapi malah diatur dengan hukum ciptaan manusia, maka dia disebut toghut. Hakim yang mengadili perkara, mestinya dengan hukum Allah, tapi justru diadili dengan hukum ciptaan manusia yang bertentangan dengan hukum Allah, maka hakim itu toghut. Jaksa yang menuntut dengan hukum ciptaan manusia, maka ia disebut toghut. Maka semua pejabat yang mengatur NKRI dengan menolak hukum Allah adalah toghut. 
● Iman kepada Laa Ilaaha Illallah  tidak sah kalau tidak kafir kepada toghut. Karena toghut adalah musuh Allah yang kerjanya merusak iman dan tauhid yang berusaha menegakkan kekafiran dan kemusyrikan.
● Thogut wajib diingkari dan ditolak, tidak boleh ada kompromi sedikitpun. Karena Toghut menjerumuskan rakyat kepada kegelapan, yakni kemusyrikan dan merusak keutuhan tauhid, maka semua toghut dan yang mengikutinya menjadi ahli neraka dan kekal di dalamnya.

 ● Wahai para pejabat Negara, tauhid Anda tidak ada gunanya, kalau Anda tidak tegas mengingkari toghut. Apalagi kalau Anda sendiri masih termasuk barisan toghut. Karena Anda masih mengurus Negara dengan hukum jahiliyah dan menolak hukum Allah. (Dirangkum oleh Desastian/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)

Dialog Terbuka Terorisme Salafiyun: Mengatasi Masalah dengan Masalah Baru


SOLO (voa-khilafah.co.cc) – Alih-alih mengurai polemik seputar permasalahan jihad dan terorisme, ikhwan salafiyun Solo menggelar acara dialog terbuka bertajuk “Mendudukkan Permasalahan Jihad dan Terorisme.” Prosedur yang tidak tepat dan kentalnya provokasi terhadap harakah lain, justru menambah permasalahan baru. MUI dan aktivis Islam melayangkan protes, tapi acara ikhwan Salafiyun ini dijaga Provost dan Brimob lengkap dengan anjing pelacaknya.

Dialog terbuka itu diselenggarakan oleh ikhwan Salafiyun yang terbagung dalam LSM RUMUS (Forum Mahasiswa Muslim Surakarta), di Gedung Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) Baron Laweyan Surakarta, Sabtu pagi (29/10/2011). Dua pemateri luar yang dihadirkan adalah para ustadz yang sudah tidak asing lagi, yaitu Ustadz Abu Muhammad Dzulqorna’in As-Sanusi (penulis buku “Antara Jihad VS Terorisme” & pimpinan Pondok Pesantren Ihyaus-Sunnah Makasar) dan Ustadz Abdul Baar Kasienda alias Abu ‘Utsman bin ‘Utsman dari Jakarta.

Sehari menjelang berlangsungnya acara, Jum’at (28/10/2011) RUMUS mengadakan konferensi pers (Konpers) di Rumah Makan Adem Ayem jalan Slamet Riyadi. Dalam rilisnya, RUMUS menyatakan akan mengundang seluruh elemen yang berkompeten dalam masalah tersebut agar tidak terjadi saling menyakiti antara pihak yang pro maupun kontra dalam dialog terbuka yang akan diadakan nanti. Kepada wartawan, RUMUS mengklaim telah mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT), Front Pembela Islam (FPI), Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Ponpes ‘Isy Kariman Karanganyar, dan lain-lain.

Anehnya, sampai acara berlangsung, tidak ada satu-pun pihak yang disebutkan di atas hadir. Hal ini membuat MUI Solo beserta elemen dan umat Islam Surakarta gerah.

Ketika dikonfrontir wartawan, mengapa elemen-elemen tersebut tidak hadir, apakah tidak diundang. Ketua panitia penyelenggara beralasan mereka tidak tahu alamat rumah pihak-pihak yang akan diundang. Aneh!

Suasana dialog terbuka yang digelar ikhwan Salafiyun memanas, ketika panitia dengan semena-mena mencopot spanduk umat Islam yang berisi pesan-pesan Islam. Spanduk bertuliskan “Deradikalisasi Islam = Anti Jihad = Munafik,” “Islam Cinta Jihad, Munafik Anti Jihad,” “Jihad Bukan Terorisme, Anti Jihad = Terorisme = Amerika = BNPT”, dan “Awas!! Deradikalisasi Proyek BNPT = Dana Amerika untuk Penyesatan Umat Islam” dicopot semua oleh panitia penyelenggara.

Ormas-ormas Islam pun protes kepada panitia penyelenggara, menentang pencopotan spanduk-spanduk itu, karena yang berhak mencabut spanduk itu adalah Dipenda atau pemerintah kota. Massa juga memprotes panitia penyelenggara yang dinilai mengkhianati kesepakatan dengan umat Islam agar tidak menyinggung ormas Islam lain, supaya tidak ada pihak manapun yang sakit hati. “Panitia penyelenggara acara telah membuat provokasi-provokasi dan ingin menjadikan Kota Solo tidak kondusif. Acara ini meresahkan masyarakat karena mengandung unsur provokasi,” ujar Muhammad Kurniawan, koordinator The Islamic Study and Action Centre (ISAC) Solo.

Kurniawan mengkritik panitia tidak fair dalam acara yang menyinggung faham tertentu yang menyinggung umat Islam. Menurutnya, seharusnya acara itu menghadirkan institusi yang berkompeten dan objektif semisal MUI yang menaungi semua ormas Islam. “Kalau ingin mengadakan acara yang menyangkut masalah faham, apalagi hal-hal yang sensitif, harusnya yang mengadakan adalah pihak yang independen, seperti Universitas atau MUI kemudian mengundang pihak yang pro dan kontra. Hal ini kan lebih bisa menjaga agar tidak ada pihak yang sakit hati,” tegasnya.

Saat acara berlangsung, terjadi sedikit kegaduhan ketika panitia melarang wartawan mengambil gambar melalui kamera foto maupun handycam. Akhirnya awak media hanya bisa mengambil gambar dari jarak yang jauh. Karena dilarang mengambil gambar, para wartawan pun angkat kaki memboikot peliputan kegiatan ikhwan Salafiyun itu. Bahkan seorang wartawan koran lokal sempat berbicara keras di tengah-tengah gedung memprotes acara itu. “Wah, acara ini sudah gak beres dan gak bener! Kalau acaranya seperti ini, untuk apa kemarin mengadakan konferensi pers? Ni jelas acara pesanan,” ujarnya geram.

Tak Siap Berdialog Ilmiah dengan Pihak Lain

Sementara itu, MUI Solo menyayangkan keengganan panitia dialog terbuka ikhwan Salafiyun yang tidak mengundang MUI untuk terlibat dalam dialog ilmiah dan interaktif. Alasan panitia tidak tahu alamat MUI Solo, dinilai sangat tidak logis.
...Sampai acara berlangsung, mereka tidak mengirimkan surat secara tertulis...
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi Bidang Ukhuwah MUI Solo, KH Dahlan menjelaskan bahwa pihaknya memang pernah dihubungi perihal acara yang dimaksud. Waktu itu MUI Solo mengajukan KH Mudzakkir sebagai wakil dari MUI dan sebagai penyanggah argumen-argumen dari ikhwan Salafiyun. Sayangnya, panitia enggan menerima tawaran dai MUI untuk berdialog ilmiah. “Sampai acara berlangsung, mereka tidak mengirimkan surat secara tertulis,” jelas KH Dahlan.

Joko Ekram, anggota Komisi Bidang Ukhuwah MUI Solo, membenarkan hal itu, sangat menyayangkan keengganan panitia untuk berdialog ilmiah secara resmi dengan pengurus MUI. Joko menilai alasan panitia tidak tahu alamat pengurus MUI adalah alasan yang dibuat-buat dan tidak masuk akal.
...Kalau alasan panitia tidak mengundang kami karena tidak tahu rumah dan alamat kami, maka alasan itu tidak logis...
“Setahu saya memang pernah ada yang datang untuk menyampaikan acara tersebut. Kemudian kami pada waktu itu mengajukan Ustadz Mudzakkir sebagai wakil dari MUI Solo. Tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan surat secara tertulis” ujar Joko. “Kalau alasan panitia tidak mengundang kami karena tidak tahu rumah dan alamat kami, maka alasan itu tidak logis,” kecamnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Ketua MUI Solo, Prof Dr Zaenal menghubungi dan meminta Kapolresta Solo untuk membubarkan acara tersebut. Ternyata, Wakapolres sudah sampai disitu dan tidak melakukan apa-apa. Maka MUI Solo berjanji akan mengambil langkah hukum untuk menindak acara tersebut.
...Provost, Brimog dan anjing pelacak itu menjaga para ustadz dan ikhwan Salafiyun yang tengah menggelar dialog terbuka...
Setelah Wakapolresta Solo AKBP M Luthfi tiba di gedung IPHI, sesaat kemudian disusul dengan satu unit mobil polisi dengan membawa tambahan personel dari Provost dan Brimob berikut anjing pelacak. Dengan sigapnya, Provost, Brimog dan anjing pelacak itu menjaga para ustadz dan ikhwan Salafiyun yang tengah menggelar dialog terbuka di dalam gedung. [taz/Bekti Sejati, KRU FAI, voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Di Belakang Pasukan Jihad Terbaik

Di Belakang Pasukan Jihad Terbaik


296055_10150312255490658_175817530657_8519818_886257613_n.jpg (400ร—300)
Voa-Khilafah.co.cc - Berapa tinggi dan berat badan Anda? Kalau Anda laki-laki dewasa dengan tinggi badan kurang dari 155 cm, dan berat badan kurang dari 50 kg, berarti Anda pantas masuk KPK ("Kelompok Pendek & Kurus"). Banyak orang Indonesia yang ingin menikah dengan Bule atau Arab demi "memperbaiki keturunan", maksudnya agar punya anak yang tinggi, tampang artis, tapi baik hati, tidak sombong dan gemar membantu ibu.


Tapi sesungguhnya soal postur tubuh lebih tergantung pada nutrisi, bukan pada genetik. Konsumsi protein yang tinggi di Eropa atau Dunia Arab adalah penyebab badan mereka rata-rata tumbuh lebih tinggi dari kita. Dan tahukah Anda, bahwa di abad pertengahan, postur tubuh rata-rata kaum Muslimin lebih tinggi dan kekar dari rata-rata orang-orang kafir?


Ketika tahun 711 pasukan Thariq bin Ziyad mendarat di Spanyol dan mengawali 781 tahun (711-1492) kekuasaan Islam di sana, mereka tidak hanya membawa visi hidup yang baru, tetapi juga banyak teknologi yang baru, antara lain di bidang pertanian. Pertanian itu menentukan makanan yang menjaga kesehatan kaum muslimin dan juga logistik untuk sarana jihadnya, yaitu kuda.


Posisi logistik dalam setiap ekspedisi jihad adalah vital. Kemenangan perang di manapun sering ditentukan bukan oleh senjata atau kehebatan tempur pasukan tetapi oleh logistik yang sudah direncanakan ditaruh di tempat yang tepat pada saat yang tepat. Dalam perang modern, sebuah pesawat tempur yang canggih tidak ada artinya tanpa bahan bakar. Demikian juga, sebuah kapal induk bertenaga nuklir, tak ada artinya bila awaknya kelaparan.


Pada masa Thariq bin Ziyad, logistik yang menentukan adalah makanan prajurit dan pakan kuda! Jadi pada setiap pergerakan pasukan harus ada rumput bergizi tinggi yang bisa ditanam atau disediakan dengan cepat.

Karena jihad menjangkau daerah yang luas dengan waktu yang lama - bisa puluhan tahun - maka logistik berupa rumput ini juga harus bisa dihasilkan didaerah-daerah yang strategis yang sudah dikuasai oleh pasukan Islam. Rumput yang ditanam pun bukan sembarang rumput, bila yang ditanam rumput yang biasa-biasa - maka akan dibutuhkan areal yang sangat luas atau waktu yang sangat lama untuk menanamnya dan kuda perang pun tidak bisa tumbuh perkasa.


Maka bagian logistik dari pasukan Islam saat itu sudah mengenal rerumputan bergizi tinggi yang sangat efektif untuk menumbuhkan kuda, tanaman bergizi tinggi inilah yang disebut alfalfa. Karena penguasaan Islam yang lama khususnya di Spanyol, teknologi menanam alfalfa ini lalu menular ke bangsa Spanyol.


Ketika 800 tahun kemudian panglima perang Spanyol Hernando Cortez menaklukkan bangsa Aztecs di Mexico, bukan hanya strategi membakar kapalnya yang ia jiplak dari Thariq bin Ziyad - tetapi juga membangun logistik pasukan berkudanya dengan tanaman yang sama dengan yang diperkenalkan peradaban Islam di Spanyol selama 781 tahun! Dari alfalfa yang dibawa ke benua Amerika inilah kini Amerika Serikat sangat dominan di bidang "nutritious plants" hingga kini. Dan mereka adalah pengekspor daging terbesar di dunia.


Dari mana kita membuktikan bahwa alfalfa yang merupakan produk pertanian terbesar ke-3 di Amerika setelah jagung dan kedelai ini berasal dari dunia Islam? Yang termudah adalah dari sisi bahasa! Karena peradaban Islam yang berkembang hampir 8 abad di Spanyol, maka banyak sekali kata atau nama-nama yang berasal dari Islam - termasuk di antaranya ya alfalfa ini. Keith Millier seorang warga Amerika yang pakar Timur Tengah menulis dalam karyanya "Arabic Words in English" (http://millerworlds.blogspot.com/2010/07 /arabic-words-in-english.html) bahwa alfalfa berasal dari alfisfisa, yang berarti "fresh fodder"atau pakan segar.


Dalam bahasa Spanyol maupun dalam bahasa Inggris hingga kini tidak ada kata lain yang searti alfalfa untuk nama tanaman bergizi tinggi (nutritious plants) yang dibawa dari dunia Islam 14 abad lalu itu. Maka dari nama ini tidak bisa disangkal lagi bahwa kekuatan produk pertanian terbesar ke-3 di Amerika tersebut bisa dirunut berasal dari peradaban Islam di masa lampau.


Ironinya di dunia Islam sendiri tanaman alfalfa ini kini nyaris tidak pernah terdengar lagi karena tidak menjadi perhatian untuk di produksi.


Prof. DR. Zagloul Al Najjar - Fellow of Islamic Academy of Science di Mesir - yang menulis lebih dari 150 mukjizat Alquran dan Implikasinya pada ilmu pengetahuan, menjelaskan dengan detil rantai makanan yang diungkapkan oleh Allah dalam serangkaian ayat di surat 'Abasa mulai dari ayat 24 tersebut diatas sampai ayat 32.


“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya, Kamilah yang mencurahkan air yang melimpah (dari langit), kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu di sana kami tumbuhkan biji-bijian, dan 'anggur dan sayer-sayuran,' dan zaitun dan pohon kurma, dan kebun-¬kebun yang rindang, dan buah-buahan serta rerumputan, (semua itu) untuk kesenanganmu dan ternakmu" (QS ‘Abasa: 24-32).


Ketika professor ini membahas ayat 28 "wa'inaban wa qadhban" misalnya - yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan "dan anggur dan sayur-sayuran" - dalam bahasa Inggris diterjemahkan "and grapes and nutritious plants"- ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan nutritious plants adalah tanaman alfalfa - yang memang sangat kaya dengan gizi.


Kalau kita melihat bahwa Alquran masih sama, masih pula dihafal oleh banyak orang tetapi dulu kaum Muslimin bisa menjadi umat dengan fisik yang kuat serta memiliki pasukan jihad yang kuat, karena di belakangnya ada teknologi pertanian yang kuat, maka apa yang hilang sehingga sekarang keunggulan kita di bidang ini tiada?


Salah satu jawabannya, karena kita sekarang tidak memiliki lagi negara yang mendorong kita menjadi umat yang unggul, tak ada lagi misi jihad untuk merahmati seluruh alam, tidak ada lagi yang membutuhkan teknologi logistik di belakangnya, sehingga juga tidak ada lagi anak-anak cerdas kaum Muslimin yang mencurahkan waktu dan pikiran untuk mempelajarinya. (gm/voa-khilafah.co.cc)

Oleh : Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL