Tampilkan postingan dengan label JIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JIL. Tampilkan semua postingan
Kabar Utama - TV-One : "Perda Syariah, Siapa Resah ?" [Penonton Kecewa]

Kabar Utama - TV-One : "Perda Syariah, Siapa Resah ?" [Penonton Kecewa]


Mengenai Surat Edaran

Voa-Khilafah.cu.cc - Larangan mengangkang saat berboncengan di motor bagi perempuan

Lhokseumawe - Pemerintah Kota Lhokseumawe dipastikan meresmikan larangan mengangkang saat berboncengan di motor bagi perempuan dengan membuat surat edaran. Surat itu akan diedarkan ke seluruh desa di Lhokseumawe.

“Sejauh ini surat edaran itu sudah ditandatangani oleh Wali Kota Lhokseumawe dan Ketua DPRK Lhokseumawe. Tinggal tanda tangan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA). Insya Allah Senin (7/1) kita edarkan secara resmi di Lhokseumawe,” kata Sekretaris Daerah Lhokseumawe, Dasni Yuzar, saat di hubunggi detikcom, Minggu (6/1/2013) malam.

Dasni menerangkan surat edaran yang akan disebarkan ke seluruh kantor kepala desa yang ada di Lhoseumawe itu merupakan langkah awal sosialisasi. Selanjutnya, Pemkot Lhokseumawe akan melakukan sosialisasi melalui baliho dan spanduk.

“Untuk tahap sosialisasi ini akan berlangsung tiga bulan ke depan. Kemudian kita baru akan menindak atau memberikan sanksi terhadap warga yang melanggar. Tentunya akan ditindak oleh petugas WH dan Satpol PP Kota Lhokseumawe” sebut Dasni.

Wali Kota Lhokseumawe, lanjut Dasni, mengimbau kepada seluruh warga Lhokseumawe, khususnya kaum perempuan untuk menaati larangan itu. Sehingga implementasi Qanun Aceh No 5 Tentang penerapan Syariat Islam secara Kaffah tetap berjalan khususnya di Lhokseumawe.

Ia menambahkan, larangan itu tidak bertujuan untuk mendiskriminatifkan kaum perempuan. Larangan itu untuk mengembalikan marwah adat istiadat dan budaya Aceh yang kental dengan budaya agama dalam hal kesopanan. 

“Yang jelas MPU, MAA dan DPRK Lhokseumawe mendukung penuh terhadap dikeluarkannya surat edaran tersebut. Kita harap bagi yang protes harus dipahami dulu, ini bukan perda maupun qanun, ini hanya seruan bersama sesuai tuntutan Syariat Islam di Aceh “ tandas Dasni. (trq/trq) [news.detik.com]

Berikut isi surat edaran tersebut.


Surat Edaran

UNTUK MENEGAKKAN SYARI'AT ISLAM SECARA KAFFAH, MENJAGA NILAI-NILAI BUDAYA DAN ADAT ISTIADAT MASYARAKAT ACEH DALAM PERGAULAN SEHARI-HARI, SERTA SEBAGAI WUJUD UPAYA PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE MENCEGAH MAKSIAT SECARA TERBUKA, MAKA DENGAN INI PEMERINTAH MENGHIMBAU KEPADA SEMUA IVI{SYAIL{KAT DI WILAYAH KOTA LHOKSEUMAWE, AGAR:

1. PEREMPUAN DEWASA YANG DIBONCENG DENGAN SEPEDA MOTOR OLEH LAKI-LAKI MUHRIM, BUKAN MUHRIM, SUAMI, MAUPUN SESAMA PEREMPUAN, AGAR TIDAK DUDUK SECARA MENGANGKANG (DUEK PHANG), KECUALI DALAM KONDISI TERPAKSA ATAU DARURAT;

2. DI ATAS KENDARAAN BAIK SEPEDA MOTOR, MOBIL DAN/ATAU KENDARAAN LAINNYA, DILARANG BERSIKAP TIDAK SOPAN SEPERTI BERPELUKAN, BERPEGANG-PEGANGAN DAN/ATAU CARA-CARA LAIN YANG MELANGGAR SYARI'AT ISLAM, BUDAYA DAN ADAT ISTIADAT MASYARAKAT ACEH;

3. BAGI LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN AGAR TIDAK MELINTASI TEMPAT-TEMPAT UMUM DENGAN MEMAKAI BUSANA YANG TIDAK MENUTUP AURAT, BUSANA KETAT DAN HAL-HAL LAIN YANG MELANGGAR SYARIAT ISLAM DAN TATA KESOPANAN DALAM BERPAKAIAN;

4. KEPADA SELURUH KEUCHIK, IMUM MUKIM, CAMAT, PIMPINAN INSTANSI PEMERINTAH ATAU LEMBAGA SWASTA, AGAR DAPAT MENYAMPAIKAN SERUAN INI KEPADA SELURUH BAWAHANNYA SERTA KEPADA SEMUA LAPISAN MASYARAKAT.

DEMIKIAN HIMBAUAN INI KAMI SAMPAIKAN UNTUK DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN PENUH KESADARAN DALAM UPAYA MENEGAKKAN SYARI'AT ISLAM.

Surat bernomor 002/2013 dan tertanggal 2 Januari 2013 ini ditandatangani Wali Kota Suaidi Yahya, Ketua DPRK Saifuddin Yunus, Ketua MPU Tengku Asnawi Abdullah, dan Ketua MAA Tengku Usman Budiman. Dalam tiga bulan ke depan, pemberlakuan edaran itu dievaluasi, kemudian direncanakan menjadi peraturan. (mok/jor) [news.detik.com] 

===========================================================


Media Sekuler yang Memojokkan Islam

Kabar Utama - TV-One : "Perda Syariah, Siapa Resah ?"
di TV-One. Senin, 07 Januari 2012 pukul 19.30 - 20.30 WIB

Kabar Utama - TV-One : "Perda Syariah, Siapa Resah ?"

Pembicara yang hadir : 
1. Reydonnyzar Moenek (Kapuspen Kemendagri)
2. Neng Dara Afifah (Komisioner Komnas Perempuan)
3. Jazuli Juwaini (Politisi PKS)
4. Yenny Wahid (Direktur Wahid Institute)
5. Ismail Yusanto (Jubir HTI)
6. Musdah Mulia (Peneliti Perda Syariah)
7. Ulil Abshar Abdalla (Politisi Partai Demokrat)
8. Mahendradatta (Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim)

Salah satu argumen Ust. M. Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia : 

Ust. M. Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia

Pemda Lhokseumawe mungkin bertujuan baik dengan melindungi perempuan dengan larangan duduk 'mengangkang'; hanya saja, mungkin perlu sedikit lebih banyak lagi untuk faqih faktanya. 

"...Secara fiqih hal tsb tidak dilarang, karena dulu Aisyah (r.a) juga saat perang 'mengangkang' mengendarai unta atau kuda; hanya tetap harus menutup aurat, kecuali jika secara fiqih tidak memperbolehkan 'mengangkang', maka baru itu akan jadi Kontraproduktif.

Apresiasi terhadap perda Syariah secara spirit oke, hanya saja ditataran implementasi kadang tidak pas. Seharusnya Pemerintah lebih memperhatikan urusan yang lain untuk senantiasa terikat dengan syariat Islam, tidak hanya sebatas perkara perempuan, tapi jauh lebih luas lagi. Karena syariah itu menyangkut semua tatanan kehidupan sehingga rahmatan lil alaminnya terasa..." 

Yeni Wahid dari kubu liberal berargumen bahwa semua tindak kriminal terhadap perempuan bukan karena para perempuan yang membuka aurat tetapi karena pikiran para lelaki yang harus dijaga agar tidak kotor. 

Komentar Penulis : 
Persoalannya adalah bukan pada pikiran para lelaki yang harus dijaga agar tidak kotor. Persoalannya adalah aurat wanita itu wajib untuk ditutupi sebagaimana firman Allah berikut : 

ูˆَู‚ُู„ْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ ูŠَุบْุถُุถْู†َ ู…ِู†ْ ุฃَุจْุตَุงุฑِู‡ِู†َّ ูˆَูŠَุญْูَุธْู†َ ูُุฑُูˆุฌَู‡ُู†َّ ูˆَู„ุง ูŠُุจْุฏِูŠู†َ ุฒِูŠู†َุชَู‡ُู†َّ ุฅِู„ุง ู…َุง ุธَู‡َุฑَ ู…ِู†ْู‡َุง ูˆَู„ْูŠَุถْุฑِุจْู†َ ุจِุฎُู…ُุฑِู‡ِู†َّ ุนَู„َู‰ ุฌُูŠُูˆุจِู‡ِู†َّ ูˆَู„ุง ูŠُุจْุฏِูŠู†َ ุฒِูŠู†َุชَู‡ُู†َّ ุฅِู„ุง ู„ِุจُุนُูˆู„َุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุขุจَุงุฆِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุขุจَุงุกِ ุจُุนُูˆู„َุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุฃَุจْู†َุงุฆِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุฃَุจْู†َุงุกِ ุจُุนُูˆู„َุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุฅِุฎْูˆَุงู†ِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุจَู†ِูŠ ุฅِุฎْูˆَุงู†ِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุจَู†ِูŠ ุฃَุฎَูˆَุงุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ู†ِุณَุงุฆِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ู…َุง ู…َู„َูƒَุชْ ุฃَูŠْู…َุงู†ُู‡ُู†َّ ุฃَูˆِ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ุบَูŠْุฑِ ุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ุฅุฑْุจَุฉِ ู…ِู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ِ ุฃَูˆِ ุงู„ุทِّูْู„ِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„َู…ْ ูŠَุธْู‡َุฑُูˆุง ุนَู„َู‰ ุนَูˆْุฑَุงุชِ ุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ูˆَู„ุง ูŠَุถْุฑِุจْู†َ ุจِุฃَุฑْุฌُู„ِู‡ِู†َّ ู„ِูŠُุนْู„َู…َ ู…َุง ูŠُุฎْูِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุฒِูŠู†َุชِู‡ِู†َّ ูˆَุชُูˆุจُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Qs. An-Nuur [24] : 31)

dan firman Allah berikut : 

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ู‚ُู„ْ ู„ุฃุฒْูˆَุงุฌِูƒَ ูˆَุจَู†َุงุชِูƒَ ูˆَู†ِุณَุงุกِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠُุฏْู†ِูŠู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ุฌَู„ุงุจِูŠุจِู‡ِู†َّ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَุฏْู†َู‰ ุฃَู†ْ ูŠُุนْุฑَูْู†َ ูَู„ุง ูŠُุคْุฐَูŠْู†َ ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑًุง ุฑَุญِูŠู…ًุง

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (Qs. Al-Ahzab [33] : 59)

Lagipula sebagai manusia biasa yang memiliki hawa nafsu dan gharizatun nau', tidak mungkin seorang lelaki tidak berfikiran kotor jika lawan jenis menyingkap auratnya, itu adalah hal yang manusiawi, maka sejatinya seorang wanita harus menutup auratnya sesuai tuntunan firman Allah diatas, dan lelaki menjaga pandangannya (ghadul bashar). 

Ulil Abshar Abdalla (juga dari kubu liberal) berargumen bahwa perda syariah (hukum Islam) itu harus melewati public viewing, jika masyarakat setuju baru bisa diterapkan tapi kalau masyarakat tidak setuju itu akan menjadi masalah. 

Komentar Penulis : 
Padahal Allah ta'ala berfirman : 

ูˆَุฅِู†ْ ุชُุทِุนْ ุฃَูƒْุซَุฑَ ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ุฃุฑْุถِ ูŠُุถِู„ُّูˆูƒَ ุนَู†ْ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†ْ ูŠَุชَّุจِุนُูˆู†َ ุฅِู„ุง ุงู„ุธَّู†َّ ูˆَุฅِู†ْ ู‡ُู…ْ ุฅِู„ุง ูŠَุฎْุฑُุตُูˆู†َ 

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (Qs. Al-An'aam [6] : 116) 


Acara ini terkesan memojokkan Islam dan Syari'ahnya dengan indikasi minimnya kesempatan yang diberikan kepada para pembicara yang pro Syari'ah dan juga indikasi lain sebagai berikut : 

Coba perhatikan gambar berikut ini. bagaimana TV One Menyesatkan OPINI Masyarakat. 


Tema acara yang berubah secara tiba-tiba dari "Perda Syariah" menjadi "Perda Bermasalah".


Kebohongan Yeni Wahid - Membodohi Umat

Anak dan Ayah sama-sama gemar membodohi umat

Diakhir pernyataannya, Yeni Wahid berkata, "Lihat kasus pemerkosaan di negara Arab dimana wanitanya berpakaian tertutup (jilbab), ternyata lebih tinggi daripada di negara-negara Eropa padahal wanitanya sangat minim dalam berpakaian, bahkan bebas berbikini di pantai....." 

PADAHAL menurut data statistik tentang Angka Pemerkosaan di 116 negara, 7 dari 10 negara dengan tingkat pemerkosaan tertinggi adalah negara-negara Eropa.... (berdasarkan sumber Rapes statistics - countries compared - Nationmaster www.nationmaster.com)

http://www.nationmaster.com/graph/cri_rap-crime-rapes


Peringkat | Negara | Kasus | Tahun
# 1 France: 10,277 2009
# 2 Germany: 7,292 2009
# 3 Russia: 6,208 2009
# 4 Sweden: 4,901 2009
# 5 Argentina: 3,276 2008
# 6 Belgium: 2,786 2009
# 7 Philippines:2,585 2009
# 8 Spain: 2,437 2009
# 9 Chile: 2,233 2009
# 10 Lesotho: 1,878 2009
# 11 Poland: 1,611 2009
# 12 Japan: 1,582 2009
# 13 New Zealand:1,308 2009
# 14 Kazakhstan:1,298 2009
# 15 Israel: 1,243 2009
# 16 Sudan: 1,189 2009
# 17 Morocco: 1,130 2009
# 18 Romania: 1,016 2009
# 19 Norway: 944 2009
# 20 Finland: 915 2009
# 21 Kenya: 735 2009
# 22 Czech Republic: 529 2009
# 23 Canada: 491 2009
# 24 Hungary: 489 2009
# 25 Cameroon:447 2008
# 26 Ireland: 396 2009
# 26 Denmark: 396 2009
# 28 Mongolia: 354 2009
# 29 Portugal: 317 2009
# 30 Kyrgyzstan:303 2009
# 31 Moldova: 262 2009
# 31 Bulgaria: 262 2009
# 33 Belarus: 240 2009
# 34 Greece: 218 2008
# 35 Croatia: 188 2009
# 36 Oman: 183 2009
# 37 Lithuania: 164 2009
# 38 Estonia: 160 2009
# 39 Slovakia: 152 2009
# 40 South Africa:113.5 2002
# 41 Latvia: 100 2009
# 42 Guinea: 92 2008
# 43 Australia: 91.6 2003
# 44 Egypt: 87 2009
# 45 Sierra Leone: 79 2009
# 46 Swaziland:76.1 2004
# 47 Mauritius: 69 2009
# 48 Iceland: 68 2009
# 49 Luxembourg: 57 2009
# 49 Slovenia: 57 2009
# 51 Solomon Islands: 56 2009
# 52 Jamaica: 50.8 2000
# 53 Suriname: 45.2 2004
# 54 Zimbabwe: 40 2006
# 55 Bahrain: 36 2009
# 56 Cyprus: 34 2009
# 57 United States: 30.2 2006
# 58 Nicaragua: 27.6 2006
# 59 Barbados: 27 2000
# 60 Azerbaijan: 25 2009
# 61 Panama: 24.1 2006
# 62 Papua New Guinea: 24 2000
# 63 Peru: 20.8 2006
# 64 Armenia: 19 2009
# 64 Malta: 19 2009
# 66 El Salvador: 18.7 2006
# 67 Belize: 15.3 2006
# 68 Namibia: 15.1 2002
# 69 Korea, South: 13.3 2006
# 70 Mexico: 12.8 2006
# 71 Ecuador: 11.2 2006
# 72 Costa Rica: 11 2006
# 73 Uruguay: 9.8 2000
# 74 Maldives: 9 2009
# 75 Netherlands: 8.7 2006
# 76 Austria: 8.5 2006
# 76 Switzerland: 8.5 2006
# 78 Thailand: 8 2006
# 79 Bolivia: 7.8 2006
# 80 Italy: 7.7 2006
# 81 Bangladesh: 7.5 2006
# 82 Brunei: 7.4 2006
# 82 Sri Lanka: 7.4 2006
# 84 Paraguay: 6 2006
# 85 Malaysia: 5.2 2000
# 86 Macedonia, Republic of: 5.1 2006
# 87 Colombia: 4.7 2000
# 88 Georgia: 3.8 2006
# 89 Guatemala: 3.3 2000
# 90 Tunisia: 3.2 2002
# 91 Liechtenstein: 3 2009
# 92 Zambia: 2.9 2000
# 93 China: 2.8 2000
# 94 Singapore: 2.7 2006
# 95 Turkey: 2.5 2006
# 96 Ukraine: 2.1 2006
# 97 Uganda: 2 2004
# 98 Jordan: 1.9 2006
# 98 Cรดte d'Ivoire: 1.9 2000
# 100 India: 1.7 2006
# 100 United Arab Emirates: 1.7 2006
# 102 Qatar: 1.6 2004
# 103 Albania: 1.5 2006
# 103 Algeria: 1.5 2006
# 105 Serbia and Montenegro: 1.1 2006
# 105 Tajikistan: 1.1 2006
# 105 Bosnia and Herzegovina: 1.1 2006
# 108 Nepal: 0.8 2006
# 109 Indonesia: 0.7 2000
# 110 Syria: 0.6 2006
# 111 Burma: 0.5 2002
# 111 Lebanon: 0.5 2006
# 111 Turkmenistan: 0.5 2006
# 114 Yemen: 0.4 2000


Hanya saja data diatas sempat diamati secara mendalam dan dikritisi oleh Prof.Dr.Ing.Fahmi Amhar dengan argumen, "Situs itu menarik karena membandingkan data antar negara, misalnya tentang perkosaan. Di situ tertulis: (1) France 10277, (9) Lesotho 1878, (51) Liechtenstein 3.Menurut definisi di bawahnya 'Number of sexual assaults recorded by police in that country per 100000 population'. Amerika Serikat, Indonesia atau Saudi Arabia tidak dimasukkan, mungkin bukan karena angkanya lebih rendah, tetapi mungkin karena tidak ada data dari negeri itu yang dapat dipercaya oleh pembuat statistik ini..." 

"...Tapi lebih dari itu, saya ragu angka tadi benar per 100000 penduduk -- artinya untuk Liechtenstein (negara kecil di sebelah Swiss) yang penduduknya hanya 36281, itu berarti kurang dari 1 perkosaan per tahun. Pada situs yang sama, ada menu Data View - Percapita - Most Recent. Di situ tiba-tiba rankingnya berubah total. Ranking (1) jadi Lesotho (sebuah negara Afrika). Lesotho penduduknya 2067000. Jadi kalau ada 1878 kasus, maka menjadi 0,9 per 1000 penduduk. Sebaliknya, France (Perancis) dengan penduduk 65,350,000, ada 10277 kasus, artinya hanya 0,15 per 1000 penduduk, jauh di bawah Lesotho..." 

"...Saya lebih cenderung untuk membandingkan angka perkosaan itu pada percapita, meskipun dalam prakteknya, penanganan tetap pada seluruh kasus."


Dan seseorang berargumen bahwa di India terjadi pemerkosaan setiap 20 menit (hanya saja data tentang di india ini perlu dicek kembali kevalidannya). 


Namun diantara banyaknya sumber data, masih terdapat beberapa yang dapat dijadikan rujukan, termasuk salah satunya dari statisticbrain.com yang penjabarannya adalah sebagai berikut : 

Countries With Highest Rape Rates Rate / 100,000
Lesotho 91.6
Trinidad and Tobago 58.4
Sweden 53.2
Korea 33.7
New Zealand 30.9
United States 28.6
Belgium 26.3
Zimbabwe 25.6
United Kingdom 23.2

Countries With Lowest Rape Rates Rate / 100,000
Egypt 0.1
Azerbaijan 0.3
Armenia 0.6
Syrian Arab Republic 0.7
Turkey 1.4
Sierra Leone 1.4
Canada 1.5
Ukraine 1.9
Kenya 1.9
Belarus 2.5


Dan juga penyajian data dari wikipedia di link berikut : http://en.wikipedia.org/wiki/Rape_statistics

Semua data statistik yang ada malah menunjukkan bahwa angka perkosaan di negeri-negeri barat masih lebih tinggi daripada di negeri-negeri yang penduduknya mayoritas muslim seperti Arab Saudi, Suriah, Mesir, dll. 

Kalaupun benar dikatakan bahwa di eropa lebih kecil angka perkosaannya, itupun wajar karena di eropa sebagian besar wanitanya gemar melakukan perzinahan tanpa perlu dipaksa dalam aksi perkosaan.

Itulah golongan pendukung Gus Dur dan orang-orang liberal yang minim intelektualitas, yang biasa mendapatkan kesimpulan berdasarkan data dari mimpi, wangsit, dan lain sebagainya. Dari argumen Yeni Wahid yang tidak berbobot dan asal bunyi itu dapat dinilai bahwa kaum liberal selalu menjadikan fakta sebagai landasan hukum, dan fakta yang dimaksud mereka itupun selalu mengada-ada. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu dan persangkaan belaka. 

Itulah rusaknya peradaban barat dan para pengemban ideologinya. 

Didengarnya Para Pendusta 

ุญَุฏَّุซَู†َุง ูŠُูˆู†ُุณُ ูˆَุณُุฑَูŠْุฌٌ ู‚َุงู„َุง ุญَุฏَّุซَู†َุง ูُู„َูŠْุญٌ ุนَู†ْ ุณَุนِูŠุฏِ ุจْู†ِ ุนُุจَูŠْุฏِ ุจْู†ِ ุงู„ุณَّุจَّุงู‚ِ ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ
ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุจْู„َ ุงู„ุณَّุงุนَุฉِ ุณِู†ُูˆู†َ ุฎَุฏَّุงุนَุฉٌ ูŠُูƒَุฐَّุจُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ุตَّุงุฏِู‚ُ ูˆَูŠُุตَุฏَّู‚ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ْูƒَุงุฐِุจُ ูˆَูŠُุฎَูˆَّู†ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†ُ ูˆَูŠُุคْุชَู…َู†ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ْุฎَุงุฆِู†ُ ูˆَูŠَู†ْุทِู‚ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ุฑُّูˆَูŠْุจِุถَุฉُ ู‚َุงู„َ ุณُุฑَูŠْุฌٌ ูˆَูŠَู†ْุธُุฑُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ุฑُّูˆَูŠْุจِุถَุฉُ

Telah menceritakan kepada kami Yunus dan Suraij mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Fulaih dari Sa'id bin 'Ubaid As Sabaq dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Sebelum hari kiamat akan datang tahun-tahun yang penuh tipu muslihat, ORANG YANG JUJUR DIDUSTAKAN sedang PENDUSTA DIPERCAYA, orang yang amanah dikhianati sedang pengkhianat diberi amanah, dan Ruwaibidhah akan berbicara." Suraij berkata: "Pada tahun tersebut orang-orang ruwaibidhah akan melihat." (Al Musnad – Imam Ahmad bin Hanbal ; Kitab : Sisa Musnad sahabat yang banyak meriwayatkan hadits ; Bab : Musnad Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu ; No. Hadist : 8105 - Lidwa Pustaka)

Diperkuat dengan riwayat lain : 

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฃَุจُูˆ ุฌَุนْูَุฑٍ ุงู„ْู…َุฏَุงุฆِู†ِูŠُّ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุญَู…َّุฏُ ุจْู†ُ ุฌَุนْูَุฑٍ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนَุจَّุงุฏُ ุจْู†ُ ุงู„ْุนَูˆَّุงู…ِ ุญَุฏَّุซَู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏُ ุจْู†ُ ุฅِุณْุญَุงู‚َ ุนَู†ْ ู…ُุญَู…َّุฏِ ุจْู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฏِุฑِ ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ู‚َุงู„َ
ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู†َّ ุฃَู…َุงู…َ ุงู„ุฏَّุฌَّุงู„ِ ุณِู†ِูŠู†َ ุฎَุฏَّุงุนَุฉً ูŠُูƒَุฐَّุจُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ุตَّุงุฏِู‚ُ ูˆَูŠُุตَุฏَّู‚ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ْูƒَุงุฐِุจُ ูˆَูŠُุฎَูˆَّู†ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ْุฃَู…ِูŠู†ُ ูˆَูŠُุคْุชَู…َู†ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ْุฎَุงุฆِู†ُ ูˆَูŠَุชَูƒَู„َّู…ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ุฑُّูˆَูŠْุจِุถَุฉُ ู‚ِูŠู„َ ูˆَู…َุง ุงู„ุฑُّูˆَูŠْุจِุถَุฉُ ู‚َุงู„َ ุงู„ْูُูˆَูŠْุณِู‚ُ ูŠَุชَูƒَู„َّู…ُ ูِูŠ ุฃَู…ْุฑِ ุงู„ْุนَุงู…َّุฉِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Al-Mada'ini, dia tak lain adalah Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami 'Abbad Bin Al-'Awwam, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin al-Mukandir dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Sebelum munculnya dajjal akan ada beberapa tahun munculnya para penipu, sehingga ORANG JUJUR DIDUSTAKAN sedangkan PENDUSTA DIBENARKAN. Orang yang amanat dikhianati sedangkan orang yang suka berkhianat dipercaya, dan para ruwaibidhoh angkat bicara", ada yang bertanya, apa itu ruwaibidhoh?, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Orang fasik yang ia berbicara tentang persoalan publik". (Al Musnad – Imam Ahmad bin Hanbal ; Kitab : Sisa Musnad sahabat yang banyak meriwayatkan hadits ; Bab : Musnad Anas bin Malik Radliyallahu 'anhu ; No. Hadist : 12820)


===========================================================

Video dapat disaksikan secara Online. KLIK DISINI

===========================================================


Perlu diketahui bahwa penulis hanya berusaha menyajikan berita dengan menggabungkan dari berbagai sumber dan akun. 

YENI WAHID TELAH BOHONG BESAR...!!!

SELANJUTNYA KLIK DISINI

Voa-Khilafah.cu.cc - Yeni Wahid mengatakan dalam Debat TV One dengan tema "Perda Bermasalah, Siapa Resah":

"Lihat kasus pemerkosaan di negara Arab dimana wanitanya berpakaian tertutup (jilbab), ternyata lebih tinggi daripada di negara2 Eropa padahal wanitanya sangat minim dalam berpakaian, bahkan bebas berbikini di pantai....."



PADAHAL menurut data statistik tentang Angka Pemerkosaan di 116 negara, 7 dari 10 negara dengan tingkat pemerkosaan tertinggi adalah negara2 Eropa....



==================================
Peringkat | Negara | Kasus | Tahun
# 1 France: 10,277 2009 
# 2 Germany: 7,292 2009 
# 3 Russia: 6,208 2009 
# 4 Sweden: 4,901 2009 
# 5 Argentina: 3,276 2008 
# 6 Belgium: 2,786 2009 
# 7 Philippines:2,585 2009 
# 8 Spain: 2,437 2009 
# 9 Chile: 2,233 2009 
# 10 Lesotho: 1,878 2009 
# 11 Poland: 1,611 2009 
# 12 Japan: 1,582 2009 
# 13 New Zealand:1,308 2009 
# 14 Kazakhstan:1,298 2009 
# 15 Israel: 1,243 2009 
# 16 Sudan: 1,189 2009 
# 17 Morocco: 1,130 2009 
# 18 Romania: 1,016 2009 
# 19 Norway: 944 2009 
# 20 Finland: 915 2009 
# 21 Kenya: 735 2009 
# 22 Czech Republic: 529 2009 
# 23 Canada: 491 2009 
# 24 Hungary: 489 2009 
# 25 Cameroon:447 2008 
# 26 Ireland: 396 2009 
# 26 Denmark: 396 2009 
# 28 Mongolia: 354 2009 
# 29 Portugal: 317 2009 
# 30 Kyrgyzstan:303 2009 
# 31 Moldova: 262 2009 
# 31 Bulgaria: 262 2009 
# 33 Belarus: 240 2009 
# 34 Greece: 218 2008 
# 35 Croatia: 188 2009 
# 36 Oman: 183 2009 
# 37 Lithuania: 164 2009 
# 38 Estonia: 160 2009 
# 39 Slovakia: 152 2009 
# 40 South Africa:113.5 2002 
# 41 Latvia: 100 2009 
# 42 Guinea: 92 2008 
# 43 Australia: 91.6 2003 
# 44 Egypt: 87 2009 
# 45 Sierra Leone: 79 2009 
# 46 Swaziland:76.1 2004 
# 47 Mauritius: 69 2009 
# 48 Iceland: 68 2009 
# 49 Luxembourg: 57 2009 
# 49 Slovenia: 57 2009 
# 51 Solomon Islands: 56 2009 
# 52 Jamaica: 50.8 2000 
# 53 Suriname: 45.2 2004 
# 54 Zimbabwe: 40 2006 
# 55 Bahrain: 36 2009 
# 56 Cyprus: 34 2009 
# 57 United States: 30.2 2006 
# 58 Nicaragua: 27.6 2006 
# 59 Barbados: 27 2000 
# 60 Azerbaijan: 25 2009 
# 61 Panama: 24.1 2006 
# 62 Papua New Guinea: 24 2000 
# 63 Peru: 20.8 2006 
# 64 Armenia: 19 2009 
# 64 Malta: 19 2009 
# 66 El Salvador: 18.7 2006 
# 67 Belize: 15.3 2006 
# 68 Namibia: 15.1 2002 
# 69 Korea, South: 13.3 2006 
# 70 Mexico: 12.8 2006 
# 71 Ecuador: 11.2 2006 
# 72 Costa Rica: 11 2006 
# 73 Uruguay: 9.8 2000 
# 74 Maldives: 9 2009 
# 75 Netherlands: 8.7 2006 
# 76 Austria: 8.5 2006 
# 76 Switzerland: 8.5 2006 
# 78 Thailand: 8 2006 
# 79 Bolivia: 7.8 2006 
# 80 Italy: 7.7 2006 
# 81 Bangladesh: 7.5 2006 
# 82 Brunei: 7.4 2006 
# 82 Sri Lanka: 7.4 2006 
# 84 Paraguay: 6 2006 
# 85 Malaysia: 5.2 2000 
# 86 Macedonia, Republic of: 5.1 2006 
# 87 Colombia: 4.7 2000 
# 88 Georgia: 3.8 2006 
# 89 Guatemala: 3.3 2000 
# 90 Tunisia: 3.2 2002 
# 91 Liechtenstein: 3 2009 
# 92 Zambia: 2.9 2000 
# 93 China: 2.8 2000 
# 94 Singapore: 2.7 2006 
# 95 Turkey: 2.5 2006 
# 96 Ukraine: 2.1 2006 
# 97 Uganda: 2 2004 
# 98 Jordan: 1.9 2006 
# 98 Cรดte d'Ivoire: 1.9 2000 
# 100 India: 1.7 2006 
# 100 United Arab Emirates: 1.7 2006 
# 102 Qatar: 1.6 2004 
# 103 Albania: 1.5 2006 
# 103 Algeria: 1.5 2006 
# 105 Serbia and Montenegro: 1.1 2006 
# 105 Tajikistan: 1.1 2006 
# 105 Bosnia and Herzegovina: 1.1 2006 
# 108 Nepal: 0.8 2006 
# 109 Indonesia: 0.7 2000 
# 110 Syria: 0.6 2006 
Crime in Syria

# 111 Burma: 0.5 2002 
# 111 Lebanon: 0.5 2006 
# 111 Turkmenistan: 0.5 2006 
# 114 Yemen: 0.4 2000 

Sumber:

Demikianlah sepak terjang JIL yang menyesatkan umat, dan merupakan tantangan bagi para hamilud dakwah untuk lebih intensif berinteraksi dengan umat untuk mensosialisasikan betapa pentingnya tegaknya syari’at Islam. Allaahu Akbar


Sekali lagi, Indonesia dan Dunia butuh Khilafah. Allahu Akbar!!!
Indonesia negara bukan agama, Belum Final!

Para santri dan ulama di negeri ini,
Berjuang atas kalimat tauhid,
dan tentu Nusantara ini harus menjadi negeri tauhid
agar muslim dan non-muslim merasakan
Indahnya hidup dalam Negara berasaskan Islam.
Ummat manusia kan merasakan kerahmatan penegakkan syari'ah secara kaaffah
di bawah naungan Khilafah.

===========================================
Mohon bantuannya untuk share, like, dan follow :
Official Website HTI >> http://www.hizbut-tahrir.or.id/
fans page HTI >> http://www.facebook.com/mediacenterhti
Follow Twitter HTI >> https://twitter.com/HizbutTahrirID
fans page Muslimah HTI >> http://www.facebook.com/muslimah4khilafah
follow Twitter Muslimah HTI >> https://twitter.com/Women4Khilafah
fans page Khilafah >>http://www.facebook.com/pages/KHILAFAH/123885537649114
twitter VOA-Khilafah >> https://twitter.com/khilafah4all
===========================================


Mahasiswa Minang minta Film 'Cinta Tapi Beda' ditarik dari peredaran

Mahasiswa Minang minta Film 'Cinta Tapi Beda' ditarik dari peredaran


JAKARTA (Voa-Khilafah.cu.cc) - Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Minang Jaya (KMM Jaya) meminta Film besutan Hanung Bramantyo, 'Cinta Tapi Beda', yang menceritakan hubungan percintaan beda agama itu untuk ditarik dari peredaran karena dinilai telah mencederai budaya Minang yang kuat dengan ajaran Islamnya.
"Film ini telah memutarbalikkan fakta dan memojokkan masyarakat Minang yang kental dengan tradisi Islam,Kata Muhammad Rozi melalui rilisnya kepada arrahmah.com, Kamis (3/1/2013).
KMM Jaya menegaskan bahwa film 'Cinta Tapi Beda'  menyimpang dari falsafah 'Adat Basyandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK). Sehingga, menurutnya KMM Jaya sangat terusik dan terhina dengan film Cinta Tapi Beda. Film itu berpotensi merusak sendi-sendi adat dan budaya masyarakat Minang dalam kehidupan sehari-hari, yang sangat menjaga hubungan antar sesama.
"Untuk itu kami meminta Hanung Bramantyo yang menyutradarai film ini meminta maaf kepada mahasiswa dan masyarakat Minang dan menghentikan penayangan film ini di bioskop, karena selain  menghina Islam juga merusak sendi-sendi adat dan budaya masyarakat Minang," tegas Muhammad Rozi.
Lebih dari itu, Rozi mensinyalir, film Cinta Tapi Beda menjadi bagian dari agenda terselubung dari pihak-pihak yang mendukung film itu,  untuk menghancurkan adat dan  budaya masyarakat  di Indonesia.
Di dalam film  itu, diceritakan kisah percintaan Diana, seorang gadis Minang Katolik yang taat, dengan Cahyo, laki-laki Jawa Muslim yang  juga taat beribadah. Percintaan itu tidak disetujui kerabat dan orang tua masing-masing, hingga akhirnya Diana dijodohkan dengan laki-laki Minang, Dokter Oka yang beragama Katolik. (bilal/arrahmah/voa-khilafah.cu.cc)

JIL tolak dialog terbuka dengan Akmal Sjafril, Bahkan Pimred Rolling Stonepun Kecewa

Voa-Khilafah.co.cc - Malam ini, senin (15/05/2012) Radio Hardrock FM mengundang Akmal Sjafril ke salah satu program acaranya yaitu Provocateur ProACTive untuk sebuah dialog terbuka antara komunitas #IndonesiaTanpaJIL (#ITJ) dan pihak Jaringan Islam Liberal (JIL). Pihak JIL sendiri diwakilkan oleh Abdul Moqsith Ghazali. Sayangnya, Abdul Moqsith mendadak membatalkan pada hari H dengan alasan istri yang sakit.


Host acara Pandji Pragiwaksono mengatakan bahwa pihak HardrockFM sendiri sudah meminta JIL menyediakan pengganti. Mulai dari mengontak Ulil Absar Abdallah, Guntur Romli, Saidiman hingga Luthfie As Syaukanie untuk menggantikan Abdul Moqsith. Nyatanya semua saling melempar satu dengan yang lainnya dengan dengan banyak alasan. Sikap JIL ini jelas mengundang banyak kekecewaan para pendengar HardrockFM termasuk mereka yang sudah antusias menunggu. 


Pimpinan Redaksi Majalah musik ternama Rolling Stone Indonesia Wendi Putranto juga menyampaikan sikap melalui akun twitternya @wenzrawk, beliau mengkritik sikap JIL yang membatalkan dialog terbuka dengan #IndonesiaTanpaJIL secara mendadak tanpa mempersiapkan perwakilan pengganti. 


“JIL walk-out dari debat dengan Anti-JIL di @hardrockfm tepat 30 menit sebelum acara dimulai, segitu aje, katro! :) )” tulis laki – laki yang dekat dengan band Seringai, DeadSquad hingga The Upstair ini. 


Sementara acara tersebutpun tetap berlangsung dengan narasumber Akmal Sjafril dan Anggy Umbara perwakilan #ITJ, meskipun selama acara berlangsung pertanyaan – pertanyaan ditujukan hanya ke Akmal. Protes dan kekecewaan terhadap sikap JIL yang mundur dari dialog terbuka ini begitu ramai dibicarakan di Twitter. 


Dalam dialog tersebut salah satu hal penting yang disampaikan Akmal adalah kelahiran #IndonesiaTanpaJIL bukanlah hasil reaksioner terhadap provokasi JIL melawan Front Pembela Islam (FPI), tapi lebih kepada umat yang sadar bahwa orang yang menolak JIL itu jauh lebih banyak dari mereka yang menolak FPI. [undergroundtauhid/voa-khilafah.co.cc]
Irshad Manji: Kebebasan Akademik dan โ€œSalam Pantatโ€

Irshad Manji: Kebebasan Akademik dan “Salam Pantat”


Oleh: Dr. Adian Husaini

Voa-Khilafah.co.cc - ACARA diskusi Irshad Manji, yang bertema “Agama, Kebebasan, dan Keberanian Moral”, di Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), 9 Mei 2012 dibatalkan pimpinan Universitas.  Situs www.merdeka.com (9/5/2012) memberitakan bahwa dalam akun twiternya, Irshad Manji menyebut, Rektor UGM-lah yang membatalkan diskusi yang diselenggarakan diCenter  for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) –pasca sarjana UGM tersebut. [baca juga: Acara Irshad Manji di Yogyakarta Berantakan]
Berbagai pihak kemudian menyesalkan dan memberikan kecaman terhadap keputusan pembatalan diskusi Irshad Manji tersebut. Direktur  CRCS, Dr. Zainal Abidin Bagir, seperti dikutip situs yang sama menyatakan, “Terlalu cepat tunduk pada ancaman berarti hidup dalam dan menghidupi atmosfer  kekerasan itu. Apakah kita (UGM) sudah hidup dan bernafas dari menghirup udara di atmosfer itu?”
Situs http://indonesiabuku.com, (10/5/2012) menulis judul berita “Rektor UGM Tolak Pemikiran Irshad Manji”.  Dikabarkan, ada pihak sangat kecewa karena Rektor UGM, Prof. Ir. Soedjarwadi, M.Eng., Ph.D. telah membunuh demokrasi.  Beberapa media melaporkan pernyataan M. Syafii Maarif yang meminta diskusi bersama Irshad Manji harus tetap diadakan.  “Saya rasa kampus harus tetap bebas dan punya nyali. Kenapa kampus harus takut dengan ancaman?” kata Syafii, Rabu (9/5/2012), seperti dikutip metrotvnews.com.
Situs mediaindonesia.com (9/5/2012) bahkan menulis berita dengan judul “Pelarangan Irshad Manji Buktikan Tipisnya Toleransi Perbedaan”.  Dikutip pernyataan Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos yang menyatakan,  bahwa pelarangan terhadap Irshad Manji menunjukkan semakin menipisnya toleransi di tengah masyarakat. “Amat disayangkan, kalau perguruan tinggi membatalkan kegiatan akademik, semacam diskusi,” kata Bonar.
*****
Sebenarnya,  bicara soal kebebasan – dalam bidang apa pun – kita tentu sepakat, bahwa  di setiap kampus, dan di komunitas atau lembaga mana pun, pasti diterapkan “ kebebasan” secara terbatas.  Kebebasan selalu dibatasi dengan hukum  formal atau norma-norma tertentu yang hidup di tengah masyarakat, yang biasanya tidak tertulis.  Meskipun tidak tertulis, seorang mahasiswa biasanya tidak berani memanggil dosennya dengan nama si dosen saja. Padahal, tidak ada larangan untuk itu.
Seorang anak bebas bicara pada orangtuanya. Tapi, pada umumnya,  seorang anak tidak akan bertanya kepada ayahnya, “Maaf,  Ayah, bisakah saya mendapatkan bukti ilmiah, yang empiris dan rasional, bahwa saya anak Ayah?”
Soal “kebebasan akademik”  di dalam kampus, sudah diatur dalam pasal 22,  UU Sisdiknas, UU No. 20/2003: “Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan  ilmu pengetahuan pada perguruan tinggi berlaku kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik secara otonomi keilmuan.”
Jadi, kebebasan akademik dan kebebasan mimbar, seharusnya berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks inilah kita bisa menilai, apakah tepat  mengundang seorang Irshad Manji ke lembaga keislaman dan Perguruan Tinggi.  Tentu akan  muncul berbagai pendapat, yang bisa jadi saling berlawanan, tergantung ‘pandangan alam’ (worldview) si pengamat masalah.
Seorang sekular-liberal  yang telah melepaskan diri dari nilai-nilai Ketuhanan dan keakhiratan, tentu sangat berkepentingan dengan  promosi Irshad Manji. Apalagi, dia orang berkewarganegaraan Barat (Kanada), menulis dalam bahasa Inggris, yang biasanya bagi sebagian orang  “bermental jajahan”  dianggap simbol kehebatan sebuah peradaban. Apalagi, Irshad Manji mempromosikan pola pikir liberal terhadap al-Quran dan ajaran-ajaran Islam lainnya.
Terlebih lagi, dia sangat berani menyatakan diri sebagai MUSLIMAH LESBIAN. Bagi kaum liberal, ini komoditas yang menarik! Belum lagi, dukungan media Barat dan lembaga-lembaga keuangan tertentu di Barat terhadap aktivitas dan gagasan si Manji. Maka, lengkaplah sudah unsur-unsur  yang membuat Irshad Manji patut dibanggakan sebagai “seorang liberal yang sempurna”.
Bagi kaum liberal, yang terpenting adalah kebebasan.  Tentu, selama kebebasan itu tidak menyinggung kepentingan dan kelemahan mereka. Sebab, biasanya, kaum liberal juga tidak akan suka jika unsur-unsur kelemahan dirinya dicerca.  Dan itu manusiawi, sehingga dalam KUHP pun diatur soal pasal pencemaran nama baik.
Seorang liberal yang mulutnya terlalu lebar, mungkin tak akan suka jika dipanggil dengan kekurangan fisik pada mulutnya.  Di sini, manusia menjadi tidak bebas!
Konon, ada sebuah klub nudis (telanjang), yang dibentuk dengan alasan ingin bebas dari segala peraturan, terutama dalam soal pakaian. Mereka benar-benar ingin bebas dari segala macam peraturan. Uniknya, dalam klub mereka, dibuatlah peraturan: siapa pun yang bergabung dengan mereka, maka harus telanjang!
harus ditendang “ke neraka”—yang menurut penjelasanmu,  adalah tujuan yang “palsu”? Mau coba lagi?”
“Halo Nona Irshad sang Lesbian Feminis Liberal. Aku seorang Muslim moderat yang berpendidikan, dan kurasa kamu ini berkhayal demi ketenaran dan ketamakan. Nah, ini judul yang bagus dan bisa kau pertimbangkan untuk buku-bukumu selanjutnya: “Bagaimana aku bisa membodohi Barat agar berpikir homoseksualitas diterima dalam Islam.” Satu lagi, “Bagaimana menjual dirimu  pada setan.”


*****
Bagi seorang Muslim yang memegang teguh aqidah dan worldview Islam, sejak awal sudah memegang teguh pemahaman, bahwa kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan melakukan tindakan apa saja – termasuk bicara apa saja.  Bahkan, di dalam kitab-kitab Tauhid untuk sekolah dasar, sudah diajarkan “hukum  riddah”,  yang salah satu bentuknya: seorang bisa rusak keislamannya, karena ia mengucapkan kata-kata buruk  yang merusak keimanannya.  Bertindak pun tidak bebas. Bahkan, berprasangka saja ada aturannya; alias tidak bebas! Kita dilarang untuk berprasangka buruk dalam hal-hal tertentu.
Karena itu, Muslim punya kebebasan hanya untuk memilih yang baik (khayr).  Muslim tidak bebas memilih yang jahat.  Muslim tidak bebas untuk berzina, korupsi, menyuap, apalagi berpraktik homo dan lesbi.  Bahkan, Muslim dilarang menyakiti dan membunuh dirinya sendiri, dengan alasan tubuhnya adalah miliknya secara mutlak. Muslim pun tidak bebas mengatur hartanya, tanpa berpedoman pada aturan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Karena itulah, seorang Muslim yang memahami dan memegang teguh worldview Islam, tidak mungkin berpikiran bebas, tanpa batas-batas yang sudah ditentukan oleh Sang Pencipta. Itulah makna dari syahadat yang diucapkannya: “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”  Sangat aneh, jika orang mengaku Muslim, membaca dua kalimah syahadat,  tetapi menolak untuk tundak pada ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
Irshad Manji: Salam Pantat!
Dalam kerangka worldview Islam,  sangat mudah bagi seorang Muslim untuk memahami dan mendudukkan  kasus Irshad Manji.   Irshad Manji adalah lesbi, dan dia begitu bangga dalam mempromosikan kelesbiannya. Manji juga sangat bersahabat bahkan menyokong pandangan dan sikap Salman Rushdie, seorang yang sangat biadab dalam melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Dengan logika sederhana sekali, kita bisa mengatakan, bahwa mengundang seorang lesbi seperti Irshad Manji untuk berbicara di Kampus adalah sangat tidak patut dan tidak cerdas. Kecuali, jika Manji berceramah di komunitas lesbian dan komplek lokalisasi pelacuran. Mengapa? Di dalam Islam, orang yang melakukan dosa, tapi mengakui perbuatannya dosa, masih jauh lebih baik baik daripada seorang yang menghalalkan – apalagi bangga dengan – perbuatan dosa.
Seorang pelacur atau koruptor masih terbuka pintu taubat baginya, jika dia sadar, bahwa yang dia kejakan adalah salah, dan dia mau bertobat secara sungguh-sungguh. Tapi, ini akan berbeda sama-sekali dengan pelacur atau koruptor yang malah berbangga dengan tindakannya; sebab ia telah menyenangkan atau membantu orang lain. Misalnya, kasus seorang pelacur mantan aktivis mahasiswi di Yogya yang kemudian menulis memoar berjudul: “TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR.”
Dengan kebanggaan sebagai Lesbi, Irshad Manji sebenarnya sama posisinya dengan pezina. Bahkan, lebih dari itu, dia bangga berbuat zina. Dalam buku terbaru yang dipromosikan di Indonesia kali ini, “Allah, Liberty and Love, Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan”, dia banyak mengungkap  kebanggaannya sebagai seorang lesbi. Ia pun tak malu-malu mengatakan siapa pasangan hidupnya (entah sebagai suami atau istri). Bahkan, kata-kata yang digunakan Manji  dalam berbagai bagian buku ini sangat vulgar, jauh dari nuansa akademis.
Di buku ini, misalnya, Irshad Manji  menulis, bahwa ia mendapatkan sebuah pertanyaan dari seorang yang tak menyebutkan namanya (anonim): “Mantan-saudari se-Islam, Irshad: Apa agama pasangan lesbi Anda? Yahudi?”
Irshad Manji menjawab: “Aku bertemu pasanganku di gereja Anglikan, ketika menghadiri kebaktian sebagai bagian dari penelitianku untuk program TV baru. Terkait pertanyaanmu, aku meminta dia berterus terang mengenai agamanya. Aku menuntut kebenaran. Jawaban dia, “Panggil saja aku Shlomo.” Aku masih menyesuaikan diri.”
Ada lagi pertanyaan  seorang yang ditulis identitasnya oleh Manji sebagai “Mo”.  Orang ini bertanya: “Kami mestinya menendang pantatmu ke neraka, biar bisa merasakan  api neraka membakarmu hidup-hidup. Kau memang sepalsu neraka,  jangan muncul dengan buku-buku bodohmu tentang Islam. (Mo).
Jawab Irshad Manji:  “Biar aku luruskan, Mo. Aku ini sepalsu “neraka,” tapi pantatku
Irshad Manji tampaknya sangat menikmati pertanyaan-pertanyaan dan hujatan-hujatan kasar, sehingga memberi kesempatan padanya untuk mempertontonkan kemampuannya untuk berkata dan bersikap lebih kasar!  Berikut ini contoh lain, soal-jawab yang dimuat dalam buku yang telah didiskusikan di UIN Jakarta, Maarif Institute, AJI, dan beberapa tempat lain di Indonesia. Seorang bernama Falaha ditulis mengirimkan pertanyaan kepada Manji:
“Izinkan aku mengawali dengan mengatakan, betapa bermanfaat buku Anda sesungguhnya. Menurutku, ternyata, buku itu jauh lebih murah digunakan sebagai tisu toilet ketimbang paket tisu  toilet biasa. Tapi, aku ada keluhan: lembaran-lembarannya sedikit kasar di bagian tertentu, sementara kulitku sensitif. Lalu, terlintas ide bagus. Buku kamu akan bertambah laku kalau disertai pelembab… Tolong beritahu, kalau kau setidaknya memikirkan ide ini. Aku jamin, ini ada gunanya bagi penjualan bukumu, walau aku lebih suka metode kebersihan yang tradisional. Tentang citra kamu, tak banyak yang bisa aku katakan atau sarankan untuk perbaikan. Menyewa seorang humas mungkin ada gunanya (atau memecat yang sekarang). Sukses dan terus menulis. (Falaha).”
Terhadap pertanyaan yang dimuat sendiri dalam bukunya, Irshad Manji menjawab sebagai berikut:
“Salam pantat kasar! Mengenai masalah pencitraanku, aku bukan orang yang mengumbar kebiasaanku di kamar mandi pada dunia. Tapi aku lega (begitulah kira-kira), kalau jadwal buang air besarmu kelihatannya teratur. Dan artinya, kau mengambil bukuku secara teratur juga. “Intinya”, aku tak pernah butuh humas, selama aku memilikimu.”
Melalui berbagai bagian dalam buku ini, Irshad Manji sangat jelas mempromosikan gagasan lesbiannya. Misalnya, pandangannya tentang pemahaman terhadap kisah kaum Luth dalam al-Quran, ia menulis:  “Nah sekali lagi, patahkan keyakinan dengan ayat-ayat Al-Quran sederhana yang mendorongmu untuk tidak terlalu berlebihan dengan ayat-ayat yang tersirat. Cerita Sodom dan Gomorah—kisah Nabi Luth dalam Islam—tergolong tersirat (ambigu). Kau merasa yakin kalau surat ini mengenai homoseksual, tapi sebetulnya bisa saja mengangkat perkosaan pria “lurus” oleh pria “lurus” lainnya sebagai penggambaran atas kekuasaan dan kontrol. Tuhan menghukum kaum Nabi Luth karena memotong jalur perdagangan, menumpuk kekayaan, dan berlaku tidak hormat terhadap orang luar. Perkosaan antara pria bisa jadi merupakan dosa disengaja (the sin of choice) untuk menimbulkan ketakutan di kalangan pengembara. Aku tidak tahu apakah aku benar. Namun demikian, menurut Al-Quran, kaupun tidak bisa yakin apakah kau benar. Nah, kalau kau masih terobsesi untuk mengutuk homoseksual, bukankah kau justru yang mempunyai agenda gay? Dan sementara kau begitu, kau tidak menjawab pertanyaan awalku: “Ada apa dengan hatimu yang sesat?”
Sulit dipungkiri, membaca buku Irshad Manji yang terbaru ini, juga buku sebelumnya, memang jauh dari kesan dan bahasa akademis. Apakah ini ada kaitan dengan kondisi kejiwaan seorang lesbian yang banyak mengalami penderitaan di masa kecilnya? Wallahu A’lam. Yang jelas, seorang berinisial “SR”  menulis surat kepada Irshad Manji – yang juga dimuat di dalam buku Manji sendiri:
Membaca buku Irshad Manji, juga sikap dan akhlaknya, tampaknya diperlukan pendekatan – bukan hanya analisis kritis atas isi bukunya – pendekatan kejiwaan!  Adalah luar biasa, bahwa Rektor UGM Prof. Ir. Soedjarwadi, M.Eng., Ph.D. berani mengambil kebijakan menghentikan diskusi Irshad Manji di CRCS-UGM.  Sang Rektor telah bertindak berani – meskipun tidak  populer di mata sebagian orang – untuk menjaga kehormatan kampusnya, dan juga menjaga kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita berharap, dari UGM dan kampus-kampus lain akan lahir manusia-manusia yang beradab.*/Jakarta, 11 Mei 2012
Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor). CAP hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL