Tampilkan postingan dengan label KAUM MUSLIMIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAUM MUSLIMIN. Tampilkan semua postingan

Luruskan Sejarah: Vasco Da Gama Kaum Kafir Pembantai Umat Islam




Voice of Al-Khilafah - Bagi dunia Barat, Vasco da Gama adalah pahlawan. Namun, ada satu peristiwa mengerikan yang melibatkan bangsawan Portugis penjelajah India dan Afrika itu.

Buku berjudul 'The Last Crusade: The Epic of Voyages Vasco da Gama' karya penulis Nigel Cliff memaparkan aib da Gama. Dalam bukunya, Cliff menuliskan keberhasilan da Gama saat memimpin ekspedisi dari Eropa ke India pada 1498. Ia juga menyebutkan penjelajah dunia asal Portugal ini adalah salah satu tentara salib.

"Pada ekspedisi berikutnya, dengan jumlah 15 armada kapal bersenjata mencapai India pada Oktober 1502. Dalam ekspedisi keduanya, da Gama berencana mencegat kapal Arab," tulis mantan editor Harper’s magazine, seperti dikutip bloomberg.com.

The Miri, demikian nama kapal itu, berangkat dari Makkah membawa pedagang kaya asal Calicut, India. Mereka menegosiasikan kebebasan mereka dengan emas dan rempah-rempah. Namun, tawaran itu tidak membuahkan hasil. Da Gama menolak lobi mereka.

Cliff menulis para muslimah sembari mengangkat bayi mereka memohon belas kasihan kepada da Gama. Tapi permintaan para muslimah tak dituruti. Semua penghuni kapal dibantai pasukan da Gama dengan cara dibakar hidup-hidup bersama kapal tersebut. Setelah menjarah kapal, armada da Gama hanya menyisakan 17 anak yang selanjutnya dibaptis.

"Menurut saksi mata, jeritan penumpang terdengar hebat. Miri kemudian dibakar dengan sisa 300 penumpang di dalamnya. Sangat kejam dan tanpa belas kasihan sedikit pun," tulis Cliff. [republika.co.id/bloomberg.com]
Sri Lanka Mengikuti Langkah Burma!

Sri Lanka Mengikuti Langkah Burma!


Voa-Khilafah.tk - Sejak sekitar dua bulan lalu, terjadi peningkatan tekanan dan pelecehan terhadap kaum Muslim di Sri Lanka, yang mayoritas penduduknya beragama Buddha, terutama setelah adanya provokasi anti-Muslim oleh para biksu Buddha, dan seruan untuk memboikot semua bisnis yang dimiliki oleh kaum Muslim, termasuk yang menjadi sasarannya adalah semua yang berbau Islam; seperti perempuan Muslim yang mengenakan hijab.
Bulan lalu, telah dilancarkan beberapa serangan di kota Kolombo, kota industri terbesar, serta ibukota perdagangan dan budaya di negeri ini. Hal itu menyebabkan eskalasi serangan terhadap kaum Muslim hingga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya gelombang kekerasan etnis di negara yang belum pulih dari perang saudara antara pemerintah dan Front Pembebasan Macan Tamil.
Di jalan di Kolombo, ada empat perempuan Muslim yang sedang berjalan, lalu mereka dihadang oleh beberapa orang laki-laki, dan meminta mereka agar melepaskan pakaiannya dengan menggunakan kata-kata kasar dan sarat penghinaan, sebagaimana mereka diminta untuk meninggalkan negara itu. Juga dalam sebuah kejadian yang lain, seorang sopir bus menolak memberikan tiket pada seorang wanita Muslim yang mengenakan jilbab kecuali melepas jilbabnya, setelah salah seorang penumpang yang beragama Buddha mengatakan pada sopir itu bahwa ia tidak akan pernah sudi berada dalam satu bus dengan seorang wanita Muslim. Ketika ia menolak untuk melepas jilbabnya, maka ia dipaksa untuk turun, dan disuruh menunggu bus yang lain.
Setelah serangkaian insiden serius tersebut, termasuk tindakan provokatif para ekstrimis Buddha terhadap kaum Muslim, maka kehidupan kaum Muslim di Sri Lanka berada dalam bahaya, di mana seorang wanita Muslim yang bekerja sebagai guru mengatakan: “Sasarannya adalah wanita yang memakai jilbab (jubah) atau cadar. Sehingga membuat kami khawatir dan takut untuk berjalan sendirian di jalanan.” Ia juga sependapat dengan kebanyakan wanita Muslim yang merasa prihatin dengan aksi kekerasan untuk melarang pemakaian jilbab (jubah) dan dan himar (kerudung).
Dalam hal ini, seorang wanita pekerja pos, bernama Rabiah Shadiqi mengatakan: “Sementara kami tidak tahu sejauh mana efektivitas upaya ini secara komprehensif, sehingga tindakan-tindakan tersebut mengakibatkan rasa tidak enak terhadap kami.” Namun seorang pemudi berusia 29 tahun mengatakan bahwa “Perasaan anti-Muslim terbatas pada jumlah tertentu saja, artinya bahwa tidak semuanya mengadopsi cara-cara permusuhan ini.”
Sementara itu, Ridwan Muhammad, pemilik toko kelontong di pusat ibukota, Kolombo mengatakan bahwa “Penjualan menurun secara signifikan sejak Januari lalu. Sebab lembaga Buddha “Bodo Bala Sina” menyebarkan poster di seluruh negeri yang isinya menyerukan masyarakat untuk memboikot took-toko yang dimiliki oleh kaum Muslim, dan mengancam akan melakukan tindakan kekerasan terhadap orang-orang yang melakukannya.”
Bahkan dengan diliput oleh media resmi dan televisi Sri Lanka, para biksu Buddha menyerang toko pakaian yang dimiliki oleh kaum Muslim. Mereka melempari toko yang memiliki pakaian di “Fashion Bug”, yang populer di kalangan rakyat Sri Lanka. Mereka juga melakukan penghinaan kepada kaum Muslim, pemilik toko, serta menyerang wartawan yang ingin meliput insiden itu.
Dalam konteks yang sama, Azad Sally, pemimpin masyarakat Muslim berkata: “Serangan terhadap Tamil telah berakhir tanpa menyelesaikan krisis dan masalah apapun. Dan sekarang mereka sedang dalam proses pemburuaan terhadap kaum Muslim, dimana hampir semua kaum minoritas di negara ini terancam.” Dalam hal ini, para biksu Buddha telah membantu penyebaran seruan permusuhan terhadap kaum Muslim di kalangan anak-anak muda melalui seruan provokasi, dan teori konspirasi yang beredar di media jejaring sosial.
Sebuah kelompok Islamis yang tidak mau menyebutkan namanya karena takut pembalasan terhadap mereka, telah mendokumentasikan sekitar 33 serangan terhadap kaum Muslim sejak September 2011, yang meliputi lima serangan baru-baru ini terhadap tempat-tempat ibadah kaum Muslim, serta serangan terhadap perusahaan dan toko-toko milik kaum Muslim, selain menyerang merek “Halal”, dimana umat Buddha menuntut agar menghentikan produksinya karena diduga memaksa warga untuk memakannya, serta berusaha untuk mengeluarkan undang-undang yang melarang wanita Muslim mengenakan hijab.
Tidak ada keraguan bahwa serangan ini telah meningkatkan kekhawatiran di hati kaum Muslim, apalagi diduga bahwa pemerintahan tidak hanya menolak untuk melindungi mereka, tetapi juga terlibat serius dalam ketegangan ini. Semua tuduhan ini dibantah oleh pemerintah Sri Lanka. Namun, tuduhan ini semakin terang setelah polisi berdiri dan diam saja saat serangan terhadap “Fashion Bug”.
Setelah pernyataan yang dibuat oleh Menteri Pertahanan Sri Lanka Gotabhaya Rajapaksa yang membela para biksu Buddha, dengan mengakatan bahwa ia selalu memberikan perlindungan bagi negara, agama dan budaya, juga selalu berjalan di jalur yang benar, “di mana Muhammad Salim, seorang pekerja Muslim, menilai pembelaan menteri pertahanan terhadap aksi para biksu Buddha telah melahirkan kekhawatiran dan kecurigaan”.
Dan meskipun sudah mendapat kecaman luas dari berbagai organisasi dan lembaga-lembaga internasional, baik Islam dan non-Islam, namun semua itu tidak akan cukup untuk menghentikan gelombang kekerasan jika telah pecah. Sehingga harus bergerak cepat sebelum Sri Lanka mengikuti jejak tetangganya, Burma. Sebab, apa yang terjadi pada kaum Muslim di sana, sudah bukan rahasia lagi bagi siapapun (islamtoday.net, 14/4/2013)

www.voa-khilafah.tk
April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai

April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai

Voa-Khilafah.tk - Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?

Sejarah April Mop

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/voa-khilafah.tk/berbagaisumber)
Mayoritas Rakyat Perancis: Islam Sesuai Dengan Masyarakat Kami

Mayoritas Rakyat Perancis: Islam Sesuai Dengan Masyarakat Kami


Voa-Khilafah.tk - Melalui sebuah jajak pendapat yang dipublikasikan pada hari Kamis (9/12) terungkap bahwa lebih dari setengah rakyat perancis percaya bahwa Islam adalah sesuai dengan masyarakat.
Jajak pendapat yang dipublikasikan oleh surat kabar Le Parisien memperlihatkan bahwa 54% dari rakyat Perancis percaya bahwa Islam tidak menimbulkan ancaman apapun terhadap nilai-nilai mereka. Namun, terdapat perbedaan di antara generasi, sebab sejumlah besar di antara generasi muda Perancis lebih terbuka terhadap Islam daripada generasi mereka yang lebih tua.
Di mama, 68% di antara mereka yang berusia di bawah 30 tahun, mengatakan bahwa Islam sesuai dengan masyarakat Perancis. Dan hanya 36% saja yang mengangap Islam tidak sesuia dengan kemajuan zaman, itu pun hanya dikemukakan oleh mereka yang usianya di atas 75 tahun.
Jajak pendapat ini dilakukan terhadap 1.001 responden pada tanggal 2-3 bulan ini, setelah dimulainya pencarian identitas diri yang digalakkan oleh pemerintah bagi setiap orang Prancis.
Menghapus Seribu Tahun
Sedang berlangsung perdebatan di salah satu situs di internet bahwa “meskipun Prancis negara sekuler, maka kita tidak bisa menghapus seribu tahun dari pengaruh agama Kristen …. Saya pikir bahwa kita harus mengetatkan kebijakan kita mengenai perundang-undangan imigrasi dan integrasi.”
Hasil jajak pendapat itu menunjukkan bahwa 82% dan 72% responden menjawab secara berurutan bahwa Katolik dan Yahudi keduanya sesuai dengan masyarakat Perancis. Perdebatan juga difokuskan pada beberapa praktek ajaran Islam seperti memakai jilbab.
Bahkan Menteri Kehakiman Perancis, Michele Alliot-Marie mengatakan hari Kamis (9/12) bahwa Perancis harus menolak untuk memberikan kewarganegaraan Perancis bagi setiap laki-laki yang istrinya mengenakan jilbab.
Diperkiraan bahwa jumlah kaum Muslim di Perancis sekitar lima juta orang, yang mewakili sekitar 8% dari populasi. (aljazeera.net, 10/12/2009)

Innalillahi, Jumlah Muslim Suriah Yang Syahid Telah Mencapai 14.748 Orang, Sampai Kapan?

Innalillahi, Jumlah Muslim Suriah Yang Syahid Telah Mencapai 14.748 Orang, Sampai Kapan?

Voa-Khilafah.co.cc - Bumi Syam telah menjadi bumi yang tumbuh subur darah para syuhada. Jumlah warga yang syahid (insya Allah) sudah mencapai 14.748 sampai hari Selasa, 15/05/2012, dan 1280 syahid setelah penandatanganan inisiatif Annan.

Revolusi Pemuda Pembebasan Suriah menyebutkan bahwa sampai 15/05/2012 jumlah para syahid yang tercatat mencapai 14.748 orang. Para korban yang dibantai oleh rezim Bashar Al-Assad tersebut tersebar di berbagai kota dan daerah di Suriah.

Kota Homs menempati urutan teratas di mana tercatat 5993 orang telah syahid. Disusul oleh kota Idlib, sekitar 2679 orang. Urutan ketiga ditempati oleh Hama dengan 1624 syuhada.

Kemudian kota Dara'a 1472, Damaskus 1244, Dir Zuwar 521, Allepo (Halab) 460, Damaskus 308, Lattakia 249, Ar-Roqoh 58, Tartous 64, Al-Haskah 53, Qanithrah 18 dan Sawyada 5 orang.

Sementara itu, jumlah yang syahid sejak pendandatanganan inisiatif Annan pada 12/04/2012 sebesar 1280 syahid, termasuk 77 anak dan 109 syahidah.

Demikianlah, darah syuhada kaum Muslim terus menerus membanjiri bumi Syam, sebuah negeri yang dikabarkan Rasulullah Saw sebagai pusat dari Negeri Kaum Muslim.

Warga Syam telah berulang kali memanggil saudara-saudara mereka di negeri-negeri Muslim beserta para tentaranya untuk membebaskan Syam dari cengkraman sang jagal Assad.

Namun, hingga hari ini negeri-negeri kaum Muslim membiarkan pembantaian terus berlanjut, bahkan para tentara di beberapa negeri malah bekerjasama dengan negara-negara penjajah yang di tangan-tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslim Irak dan Afghanistan.

Lalu sampai kapan kaum Muslim sadar atas derita yang menimpa saudaranya tersebut? Di manakah para tentara keturunan Khalid bin Walid tersebut? Di manakah umat Muhammad di muka bumi ini?

Sekalipun diancam dengan pembantaian, kaum Muslim Syam semakin berani dan tidak takut lagi untuk terus berbicara di hadapan penguasa dzalim budak Amerka tersebut. Bahkan mereka telah berikrar untuk memilih dua pilihan, kemenangan atau syahid.

Sungguh berbahagia mereka yang telah mencapai akhir hidupnya dalam keadaan Syahid setelah mereka berani berbicara di hadapan penguasa dzalim, lalu sang penguasa itu memerintahkan untuk membunuhnya. Semua ini mengingatkan kita kepada Rasulullah Saw. tercinta yang telah bersabda:

“Penghulu syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan lelaki yang berkata di hadapan seorang penguasa yang zalim, lalu dia memerintahkannya (pada kemakrufan) dan melarangnya (terhadap kemungkaran), kemudian penguasa itu membunuhnya"(HR al-Hakim).

Ketika jeritan tangis kaum Muslim di Bumi Syam memanggil saudara-saudara mereka di belahan bumi lainnya untuk segera membebaskan Syam dari perbudakan penguasa despotik Bashar al-Assad. Di manakah saudara-saudara mereka yang menjawab panggilan saudaranya? Di manakah para tentara Muslim yang tersebar di berbagai negeri itu?

Bukankah Allah Swt. telah berfirman, “Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam  agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (TQS. Al-Anfal [8]: 72). Lalu, di manakah amirul mukminin, pemersatu umat dan perisai bagi umat ini?

Umat benar-benar membutuhkan satu kesatuan politik di bawah nauangan Khilafah Rasyidah yang akan mengerahkan segala potensi umat untuk membebaskan kaum Muslim dari cengkraman penjajah dan antek-anteknya. Insya Allah, kedatangannya semakin dekat saja.

Ya Allah, persatukanlah kaum Muslim sedunia di bawah naungan Khilafah. Berikanlah kesabaran dan kuatkanlah iman saudara-saudara kami di bumi Syam. Segerakanlah pertolongan-Mu datang untuk saudara-saudara kami di bumi Syam, bumi yang diberkahi. Amin. [m/f/tahrir.syria2011/syabab/voa-khilafah.co.cc]

Rasulullah Saw. telah bersabda:

"Saat ini akan tiba masa berperang, akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan (kebenaran) di hadapan manusia, Allah mengangkat hati-hati suatu kaum, mereka akan memeranginya dan Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepada mereka (kemenangan), dan mereka tetap dalam keadaan demikian, ketahuilah bahwa pusat negeri kaum mukminin itu berada di Syam, dan ikatan tali itu tertambat di punuk kebaikan hingga datangnya hari kiamat." (HR Ahmad : IV/104; an-Nasa`i : VI/214-215; Ibnu Hibban : 1617-Mawarid; al-Bazzar dalam Kasyful Astaar : 1419; dari jalan al-Walid bin Abdurrahman al-Jarsyi dari Jabir bin Nufair.)
Baca Juga:
Warga Wailikut Pertanyakan Kinerja Polisi Ungkap kasus-kasus Penganiayaan Terhadap Muslim

Warga Wailikut Pertanyakan Kinerja Polisi Ungkap kasus-kasus Penganiayaan Terhadap Muslim

WAILIKUT, BURU SELATAN (voa-khilafah.co.cc) - Banyaknya peristiwa penganiayaan dan penyerangan terhadap warga Muslim oleh orang gunung yang tidak mampu diungkap oleh Polisi menimbulkan tanda tanya bagi warga Muslim Wailikut.

Berbagai peristiwa kekerasan berupa pembacokan, penusukan dan percobaan pembunuhan terhadap warga Muslim Wailikut dan sekitarnya oleh orang gunung (sebutan untuk orang Kristen pedalaman di pulau Buru) yang seperti sudah menjadi tradisi setiap tahun, dan sampai sekarang banyak yang tidak mampu diungkap secara tuntas oleh polisi, menimbulkan pertanyaan dikalangan warga apakah memang polisi sengaja melakukan pembiaran ataukah memang tidak mampu untuk mengungkap kasus tersebut.

"Apakah orang gunung yang terbelakang secara pendidikan itu lebih pintar dari para "teroris" sehingga polisi kesulitan untuk mengungkap jejaknya?. tanya Abdullah, 27 tahun, warga desa Wailikut kepada voa-islam.com.

"Polisi bisanya sigap mengungkap kasus " terorisme" tapi mengapa menjadi impoten dalam menghadapi teror yang dilakukan oleh orang gunung terhadap warga Muslim Wilikut," tambahnya lagi.

Menurut Abdullah, sebelum peristiwa penikaman Kardi Saputra dan pembacokan terhadap Gani Pantororeng yang mengakibatkan keduanya terluka parah, telah terjadi beberapa tindak kekerasan yang menimpa warga Muslim Wailikut yang dilakukan oleh orang gunung pada tahun 2010. Peristiwa kekerasan tersebut berupa pembunuhan terhadap empat warga Muslim di desa Pohon Batu serta percobaan pembunuhan terhadap seorang anak kecil warga desa Waimasin yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok pada bagian tangan dan nyaris putus.

"Masyarakat Muslim desa Wailikut dan sekitarnya merasa resah dengan ulah orang gunung yang selalu membuat onar, tapi kenapa peristiwa ini selalu terjadi dan seperti sudah menjadi tradisi?"



'Sampai kapan teror akan terus ditebar oleh orang gunung terhadap warga Muslim Wailikut seperti ini dan mengapa kasus-kasus tersebut tidak pernah terungkap secara tuntas oleh pihak kepolisian?' tanyanya lagi.

"Ataukah ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mendesain peristiwa-peristiwa tersebut dengan menjadikan orang gunung yang terbelakang sebagai alat dan menjadikan orang Muslim sebagai targetnya? . (AF/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL