Tampilkan postingan dengan label KISAH ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH ISLAMI. Tampilkan semua postingan

MENJAWAB KERAGUAN SEPUTAR HIZBUT TAHRIR

Voa-Khilafah.com - Saya kepikir untuk bikin posting ini setelah beberapa waktu lalu sy jalan jalan ke youtube dan nemu beberapa video seputar Hizbut Tahrir yg katanya sesat. Betulkah? Seperti apa si Hizbut Tahrir? Nah, kalo antum bertanya tanya kaya gitu, antum ketemu org yg tepat, alhamdulillah sy syabaab (pemuda) Hizbut Tahrir. Saya bikin artikel ini ringan saja ya, tanpa cantumkan dalil, supaya bacanya juga lebih enak. Afwan sebelumnya jika ada yang kurang nyaman atau tidak sepakat, komentar terbuka lebar akhi :) 

Sebelum masuk Hizbut Tahrir, saya dibina di akar rumput jamaah dakwah Tarbiyah (yg sering di asosiasikan dengan PKS kalo di Indonesia) yang berasal dari Ikhwanul Muslimin mesir besutan Hasan Al Banna (semoga Allah merahmati beliau). Saya belajar di Tarbiyah selama kurang lebih hampir 4 tahun. Ketika kuliah, saya berada di lingkungan jamah ‘Salafiyah’ selama hampir 1 tahun. Keluarga saya sendiri keturunan dua golongan besar, kakek dari ayah saya adalah kiai besar NU (KH Miftahuddin) di bilangan Karangmalang, Purbanlingga. Sedangkan keluarga dari ibu saya Muhammadiyah tulen dari awal dan banyak dari keluarga besar saya bekerja di institusi Muhammadiyah. Saya sendiri di Hizbut Tahrir memasuki tahun ke 3 saatt menulis artikel ini. Nah, insya Allah dengan menjelaskan latar belakang ini sy bisa berusaha cukup objektif menilai, karena sy pernah dibina di lingkungan yang banyak mempertanyakan Hizbut Tahrir.

Menjawab pertanyaan pertama, banyak yang menyebut Hizbut Tahrir sesat, mu’tazilah modern, partai politik yang mengatas namakan dakwah sama seperti yang lain dan mengambil keuntungan darinya, dan lain lain. Yang paling sering saya dengar, katanya Hizbut Tahrir itu sesat dan suka nyesat-nyesatkan orang lain, dan mu’tazilah. Saya kira ini mudah di patahkan dengan beberapa statement.

Saya sendiri selama ngaji dan jadi daris jungkir balik di Hizbut Tahrir belum pernah mendengar statement Hizbut Tahrir menyesatkan ini dan itu kecuali penyataan resmi Hizbut Tahrir Pusat di Lebanon mengenai Ahmadiyah. Yang ada saya dan seluruh syabab diminta berhati hati dalam menyebut apakah ini dan itu sesat atau tidak selama belum ada bukti nyata penyalahan akidah. Kalaupun ada yang suka menyesat-nyesatkan, itu bukan Hizb nya, tapi orang di hizb yang belum faham (barangkali begitu), jangan lantas men-generalisasi-kan, kasian Hizb nya. Nah disini titik mulai kita. Sefaham saya, status sesat atau tidak dapat dinilai melalui akidah yang digunakan, mudahnya, jika akidahnya tidak sesuai, maka bisa jadi ia sesat, dan sebaliknya. Akidah pada dasarnya terkait masalah tauhid pada Allah dan mengimani rukun iman yang 5 di Al Qur’an plus 1 dari hadits mutawattir (intiny ya rukun iman itu lah). Mostly, jika kita tidak sepakat dengan hal yang satu ini, maka bisa kita curigai akidahnya menyimpang. Saya yakinkan, Hizbut Tahrir nggak ada yang beda kalo masalah ini..kalo masih ada yg ngotot Hizb ngawur, ya silahkan si, saya maklumi dan husnudzon beliau blm pernah bersentuhan langsung dgn Hizbut Tahrir, bru denger isu isu saja..hhe. oke sebenernya kalo bahasan ini mau diperluas akan ketemu banyak hal, tapi kita sederhanakan sampai sini saja.

Hizbut Tahrir dikira mu’tazilah, aduh, saya yakin banyak yang mengira begitu karena Hizb selalu mengandalkan dalil aqli, menggunakan akal dalam hal imani.. jawabanya, ya, Hizb Tahrir menekankan akal dalam memperoleh iman, bukan mengandalkan perasaan, penjelasan singkatnya, krn dalam Hizb Tahrir, akidah adalah hal mutlak yang harus dibereskan paling awal sebelum syabaab (pemuda) mulai semua pembinaan di dalam Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir tidak menafikkan penggunaan perasaan untuk memperoleh iman karena setiap orang mendapatkan hidayahnya sendiri dengan cara yang berbeda beda, namun dengan akal, iman akan terkunci, tidak ada alasan yang dapat menggoyang, bahkan ketika perasaan kita tidak suka, akal akan tetap mengatakan kebenaran. That’s how the mind works. Simpelnya gitu. Nah kalo ada yang selalu mengaitkan ‘iman yang pake akal = mu’tazilah’ hehe, saya jamin beliau itu cuma dapet cuplikan opini orang antah berantah tapi belum tau ‘sakjane’ alias sebenernya mu’tazilah itu apa. Saya sarankan googling dulu, insyaAllah lebih aman. Statement yang cukup simpel adalah, tanya saja ke HT, apa mereka termasuk golongan mu’tazilah? Kalo jawabannya ‘bukan’ ya menurut saya selesai masalah. Atau yg lebih spesifik, yg terkenal dari mu’tazilah kan mereka menganggap bahwa al’quran itu makhluk dan akal dapat membuktikan segala sesuatu. Nah sekarang tinggal tanya Hizbut Tahrir, sama kah? Jawab yang akan antum dapat pasti berlawanan, Hizbut Tahrir mengakui Al Qur’an sebagai kalamullah (kalimat Allah), bukan makhluk, karena jika Al Qur’an makhluk, maka ia bisa mengandung kesalahan, karena sifat makhluk adalah terbatas. Hizbut Tahrir tidak pernah mengeluarkan statement bahwa akal dapat membuktikan semua hal.. HT memandang akal hanya dapat digunakan untuk memikirkan manusia, kehidupan dan alam semesta, yang ketiganya masih dapat dijangkau oleh akal. Diluar itu, akal manusia tidak dapat menjangkaunya, termasuk mempermasalahkan sifat sifat Allah, wujud dzat Allah, lauh mahfudz, dst dst.. (jadi , lucu kalo ada yang nyama2in sama mu’tazilah, karena bedanya kaya langit-bumi). Tapi akan jadi menarik kalau antum juga belajar tentang mahdzab mahdzab seperti mu’tazilah, jabariyah, qodariyah, dll jaman dulu, insyaAllah memperkaya wawasan untuk menilai jamaah yang saat ini berkembang di masyarakat..

Ada yang bilang, kalo masuk Hizbut Tahrir bakal dimanfaatkan untuk agenda politik.. benerkah? Saya jawab, betuul sekali, hahaha, lha piye? Lha wong Hizbut Tahrir itu partai politik kok, Hizb (partai) at Tahrir (pembebasan), Partai Pembebasan. Bukan ormas seperti Muhammadiyah or NU. Jadi ya kerjaanya politik (hizbul siyasi), amar ma’ruf nahi mungkar, membetulkan penguasa dan menyebarkan ide penegakkan syariah dan Khilafah. Jadi kalo ada yang tiba tiba kaget ternyata masuk Hizbut Tahrir itu kerjaanya di bidang politik, hhe, antum nyasar mungkin..atau kurang info dari awal mengenai Hizbut Tahrir.. Hizbut Tahrir adalah partai politik internasional yang didirikan oleh syaikh Taqiyuddin an Nabhani di Al Quds, yg tujuan awalnya membebaskan Al Quds dari penjajahan dan mendirikan institusi Khilafah yang kembali menyatukan umat muslim seluruh dunia (sejak keruntuhan Kekhalifahan Utsmaniyah/Ottoman di Turki gara-gara At Taturk). Ya, jadi HT itu partai politik, bukan ormas.

Ada satu lagi, katanya Hizbut Tahrir menggunakan cara cara revolusioner dan kekerasan. Kapan Hizb pernah pake kekerasan? pernah bilang saja tidak, statement Hizb Tahrir "Hizbut Tahrir tidak akan pernah menggunakan kekerasan dalam meraih tujuannya karena Hizbut Tahrir merupakan partai politik". Tanggapan saya.. kalo Hizbut Tahrir pake kekerasan, saya yang pertama kali akan keluar. Insya Allah.

Sumber: https://www.facebook.com/notes/nardiaz-abdillah/menjawab-keraguan-seputar-hizbut-tahrir/10151504973858736
 

Surat Nabi Muhammad Itu Membuat Raja Kristen Masuk Islam

Voa-Khilafah.co.cc - Setelah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah Saw memiliki kesempatan untuk berdakwah yang lebih luas. Beliau mengirimkan banyak surat kepada pembesar di berbagai negeri untuk menyeru mereka kepada Islam.

Pada zaman Rasulullah Saw ada golongan yang beragama Nasrani. Menurut Imam Ibnul Qayyim Al Jauzi, dalam Hidayatu Al-Hayara fi Ajwibati Al-Yahud wa An-Nashara, umat Nasrani pada masa Rasulullah sudah tersebar di sebagian belahan dunia. Di Syam, (hampir) semua penduduknya adalah Nasrani. Adapun di Maghrib, Mesir, Habasyah, Naubah, Jazirah, Maushil, Najran, dan lain-lain, meski tidak semuanya, namun mayoritas penduduknya adalah Nasrani.
Terhadap mereka, Rasulullah SAW senantiasa melakukan Dakwah, seperti yang pernah beliau lakukan kepada Raja Najasyi, seorang Raja Nashrani yang tinggal di Ethiopia. Rasulullah SAW pun mengirimi surat kepada Najasyi untuk bertauhid kepada Allah SWT. Berikut adalah pesan surat tersebut:

"Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abissinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk."

Ketika Rasulullah Saw menulis surat kepada Raja Najasyi untuk menjadi seorang muslim, maka Raja Najasyi mengambil surat itu, beliau lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Raja Najasyi  lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah Saw dan menyebutkan tentang keislamannya. Beliaupun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Tholib ra.

Raja An-Najasyi akhirnya meninggal dunia pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah. Rasulullah Saw memberitakan hal itu pada hari wafatnya lalu melakukan shalat ghaib untuknya. Beliau juga mengabarkan bahwa Raja An-Najasyi kelak akan masuk surga.

Rasulullah SAW juga pernah melakukan perperangan terhadap kaum Nashrani. Hal ini bermula ketika salah satu surat beliau telah dibawa oleh Harits bin Umair ra. yang akan diberikan kepada Raja Bushra yang Nashrani. Ketika sampai di Mu’tah, maka Syarahbil Ghassani yang ketika itu menjadi salah seorang hakim kaisar telah membunuh utusan Rasulullah SAW. Membunuh utusan, menurut aturan siapa saja, adalah suatu kesalahan besar. Rasulullah SAW sangat marah atas kejadian itu.

Maka Rasulullah SAW menyiapkan pasukan sebanyak tiga ribu orang. Zaid bin Haritsah ra. telah dipilih menjadi pemimpin pasukan tersebut. Rasulullah SAW bersabda, "Jika ia mati syahid dalam peperangan, maka Ja'far bin Abi Thalib ra. menggantinya sebagai pemimpin pasukan. Jika ia juga mati syahid, maka penlimpin pasukan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah ra. Jika ia juga mati syahid, maka terserah kaum muslim untuk memilih siapa pemimpinnya". (Desastian/Pizaro/Voa-Islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Hak-Hak Anak Yatim

Hak-Hak Anak Yatim


Voa-Khilafah.co.cc - Ka'ab bin Malik RA berkata, "Masalah pertama yang menyebabkan Abu Lubabah tercela adalah karena dia dan anak yatim berselisih tentang dahan banyak tangkai (yang disenanginya)." Keduanya mengadu kepada Rasulullah SAW dan beliau memenangkan Abu Lubabah. Anak yatim tersebut menangis. Lalu Rasul bersabda, "Wahai Abu Lubabah, berikanlah dahan itu untuknya." Abu Lubabah keberatan. Rasulullah SAW mengulangi permintaan beliau, "Berikanlah dahan itu kepadanya dan kamu akan mendapatkan surga."

Tapi, Abu Lubabah tetap menolak. Tidak lama kemudian datanglah Abu Dahdah menghampiri Abu Lubabah seraya berkata, "Juallah dahan itu dengan dua kotak kebunku." Abu Lubabah menerimanya. 

Lalu, Abu Dahdah membawa dahan itu kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, "Wahai Rasul, jika aku berikan dahan ini kepada anak yatim itu, apakah aku akan mendapatkan semisal dahan ini di surga." Nabi SAW mengiyakannya. Maka, dahan itu diberikan kepada anak yatim itu, dan Rasul bersabda, "Betapa banyak dahan wangi yang dimiliki Abu Dahdah di surga kelak." ( HR Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Hibban).

Hadis ini menggambarkan betapa besarnya perhatian Rasulullah terhadap anak yatim. Kalau kita telusuri ajaran Islam, kita dapatkan aneka cara dalam memperlakukan hak anak yatim.
Pertama, berbuat baik kepada anak yatim merupakan akhlak Islam yang agung bahkan dijadikan sebagai amalan paling utama dan paling suci. (QS al-Baqarah [2]: 177). Sebelum Islam datang, anak yatim tak mendapatkan perhatian apalagi santunan yang layak. Lalu, Islam memuliakannya dan melarang untuk mengeksploitasinya. (QS al-An'am: 152-153, al-Isra: 34).

Memakan harta anak yatim merupakan salah satu dosa besar dan penyebab masuk neraka. Rasul SAW bersabda, "Jauhilah tujuh dosa besar, yakni menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh zina wanita mukmin yang lalai." (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, Alquran melarang penghinaan dan menyakiti anak yatim. (QS al-Fajr: 15-23, adh-Dhuha; 9, al-Ma'un: 1-3). Dan ketiga, Alquran memerintahkan supaya kita memuliakan anak yatim dan balasannya adalah surga. (QS al-Insan: 8-22). 

Keempat, Nabi telah menegaskan bahwa anak yatim dan wanita lemah adalah golongan yang harus diperhatikan dan dipelihara. Abu Syureih al-Khuza'i meriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ya Allah, aku merasa berat dengan hak dua kelompok lemah ini, yaitu hak anak yatim dan hak perempuan." ( HR an-Nasai). 

Kelima, Islam menegaskan bahwa penyantun dan penjamin anak yatim akan menjadi teman dekat Rasulullah di surga. "Aku dan penjamin anak yatim berada dalam surga seperti telunjuk dan jari tengah. Rasul mengisyaratkan dengan dua jari tengah dan menjarangkan jari-jari lainnya. ( HR Bukhari dan Ahmad).

Keenam, rumah terbaik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim, namun dihinakan. Dari sini, kita wajib menyantuni anak yatim dan memperhatikan hak-hak mereka bukan saja aspek material tapi juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial, dan spiritual.

Oleh: Prof Dr KH Achmad Satori Ismail
(RoL/Voa-Khilafah.co.cc)


Harun ar-Rasyid dan Anjing Romawi

Harun ar-Rasyid dan Anjing Romawi


screen-khalifah1.jpg (223ร—167)Voa-Khilafah.co.cc - Harun ar-Rasyid, Khalifah Abbasiyyah yang memerintah sejak tahun 170-193 H. Selain kecintaannya kepada ulama dan ilmu, beliau juga dikenal sebagai khalifah yang sangat tegas dan pemberani. Sebagaimana penuturan suhunya sejarah (Syaikh at-Tarikh), at-Thabari, Khalifah yang satu ini memang dikenal rajin berperang. Beliau membagi waktu satu tahun untuk berperang, dan tahun berikutnya untuk berhaji. Itulah Khalifah Harun ar-Rasyid. 

Pada tahun 186 H, beliau menyerang Shaifah dengan panglimanya, al-Qasim bin ar-Rasyid. Pada tahun yang sama, beliau pun mengutus Ibn Ja'far bin al-Asy'ats ke sana, dan berhasil mengepung benteng Sinan. Terjadilah perjanjian damai antara Khilafah Abbasiyah, dengan Romawi, yang kala itu masih dipimpin oleh Ratu Rini. Dia pun digulingkan, dan hanya memerintah selama 5 bulan. Setelah itu, Romawi jatuh ke tangan Nakfur. Bagi Nakfur, Ratu Rini adalah Ratu yang lemah, sehingga dia tunduk dan mau membayar Kharaj kepada Khilafah Abbasiyah, dalam hal ini Khalifah Harun ar-Rasyid.

Begitu dilantik menjadi Raja, Nakfur pun menulis surat kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, untuk meminta kembali harta yang pernah dibayarkan oleh Ratu Rini, setelah keduanya sepakat melakukan perjanjian damai. Maka, Khalifah agung itu pun membalas surat Nakfur, bukan dengan kertas atau kulit lain, tetapi dengan kertas atau kulit yang dipakai Nakfur, yaitu ditulis di belakangnya: “Dari Harun ar-Rasyid, Amirul Mukminin, kepada Nakfur, Anjing Romawi. Jawabannya seperti yang kamu lihat, bukan seperti yang kamu dengar.” Surat itu pun dikirim bersama dengan pasukan Khilafah. Pada saat itu, Harun ar-Rasyid sendiri memimpin pasukannya hingga sampai di Kota Heraklius, sehingga terjadilah peperang yang sangat terkenal dan menjadi momentum penaklukan yang sangat nyata.

Emperium Romawi itu pun tak kuasa membendung gempuran pasukan Khilafah, akhirnya Nakfur pun meminta diadakannya perundingan dan bersedia membayar Kharaj tiap tahun, sebagaimana yang pernah dibayar oleh Ratu Rini. Khalifah Harun ar-Rasyid pun bersedia mengabulkan keinginannya. Tetapi, Nakfur berkhianat dan mengingkari perjanjian tersebut.

Karena peristiwa ini, Khalifah Harun ar-Rasyid pun mengirim 135.000 tentaranya ke bumi Romawi, sehingga tahun 196 H Allah pun memberikan kemenangan kepada mereka. Beliau singgah di Kota Heraklius. Kota itu pun dikepung selama 30 hari, dan kota itu akhirnya jatuh ke tangan kaum Musilm. Penduduknya dijadikan sebagai sabaya (tawanan) dan harta kekayaan yang ada di sana dijadikan ghanimah bagi mereka. Dalam peperangan tersebut, menurut Ibn Khaldun, tentara Nakfur yang terbunuh sebanyak 40.000 orang.

Sementara pasukan kaum Muslim yang lain di bawah pimpinan Syarahbil bin Ma'an bin Zaidah berhasil menaklukkan benteng Shaqalibah dan Disah. Sementara pasukan Yazid bin Mukhlid berhasil menaklukkan benteng Shafshaf dan Quniah. Ini diikuti dengan pengiriman armada maritim di sepanjang pantai Syam, Mesir hingga Cyprus (Turki/Yunani). Pasukan Romawi di sepanjang wilayah itu pun kalah, sehingga 17.000 penduduk di sana berhasil dijadikan sebagai sabaya oleh pasukan kaum Muslim. Di dalamnya termasuk Uskup Cyprus, yang akhirnya dibebaskan dengan membayar tebusan sebesar 2.000 Dinar (Rp. 2,5 milyar).

Itulah pelajaran berharga yang harus dibayar Emperium Romawi ketika berani dengan Khilafah. Emperium Barat juga akan membayar harga yang mahal atas semua kebijakan mereka di dunia Islam selama ini, ketika Khilafah ini tegak kembali.[] har/gm/voa-khilafah.co.cc
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL