Tampilkan postingan dengan label KONTRASEPSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KONTRASEPSI. Tampilkan semua postingan
Pil KB laris dibeli muda-mudia di tahun baru

Pil KB laris dibeli muda-mudia di tahun baru


JOMBANG (Voa-Khilafah) - Jika tahun sebelumnya, alat kontrasepsi jenis kondom laris manis pada malam tahun baru, kali ini giliran alat kontrasepsi berupa pil KB yang diserbu pembeli. Hal itu terjadi di sejumlah apotek di Jombang, Senin (31/12/2012) petang.
"Permintaan kondom cenderung stagnan jelang tahun baru kali ini. Yang mengalami lonjakan justru penjualan pil KB. Jika pada hari biasa hanya ada tiga pembeli pil KB. Namun mulai Sabtu kemarin setidaknya ada 20 pemuda pemudi yang membeli pil KB," kata salah satu penjaga apotek di kawasan Peterongan Jombang seperti dilansir beritajatim.
Menurutnya, jenis pil KB yang banyak diminati adalah andalan dan planotap. Tingginya penjualan pil KB itu juga dirasakan sejumlah apotek dalam kota. "Rata-rata perhari ada lima pembeli pil KB," kata Wahyono, salah satu penjaga apotek yang ada di dalam kota Jombang.
Wahyono menjelaskan, permintaan pil KB itu lebih tinggi dibanding dengan permintaan kondom. Sebab rata-rata per hari, hanya ada dua sampai tiga orang yang beli kondom. Kondisi itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Ia mencontohkan, tahun lalu menjelang tahun baru dia bisa menjual belasan kondom dalam sehari. Pembeli kondom tidak hanya datang dari kalangan dewasa. Melainkan juga para remaja bahkan pelajar. Namun sekarang ini, pihaknya lebih selektif dalam menjual kondom. "Kalau kita lihat masih belum cukup umur, pembelian kondom tidak kita layani," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang, KH Junaidi Hidayat mengaku khawatir tren peningkatan penjualan pil KB maupun kondom itu digunakan untuk hal-hal yang cenderung negatif dalam merayakan pergantian tahun. Untuk itu ia menghimbau kepada para orang tua agar senantiasa mengawasi anaknya dalam perayaan tahun baru.
"Padahal, cara yang paling bagus untuk menyambut pergantian tahun adalah melakukan introspeksi. Bukan sebaliknya, mengisinya dengan perbuatan negatif," kata pengasuh Ponpes Al Aqobah, Diwek, Jombang ini. (bilal/arrahmah/voa-khilafah)
Parsel Coklat Disisipi Alat Kontrasepsi, Bukti Negara Gagal

Parsel Coklat Disisipi Alat Kontrasepsi, Bukti Negara Gagal



Voa-Khilafah.co.cc - Coklat dan makanan olahan dari coklat sering menjadi pernak-pernik dalam perayaan Valentine oleh anak-anak muda. Namun, ada yang memprihatinkan dalam perayaan Valentine, yaitu bukan hanya sekedar coklatnya, melainkan nuansa seks bebas di balik perayaan hari kasih sayang tersebut. Salah satu buktinya adalah adanya parsel coklat yang disisipi alat kontrasepsi.
Anggota Komisi X DPR, Rohmani, menyoroti masalah parsel tersebut yang ditujukan pada generasi muda yang belum menikah. Dalam pernyataannya, Rabu (15/2), ia menilai kenyataan tersebut sebagai bukti kegagalan negara menjaga identitas bangsa.
“Perilaku hubungan seks diluar nikah merupakan budaya impor. Hal ini sangat jauh dari identitas bangsa. Semua agama di negeri ini tidak membenarkan hubungan seks diluar nikah,” katanya. Di samping itu, dia mengatakan pendidikan karakter bangsa yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah belum berhasil.
Pendidikan karakter yang dikampanyekan pemerintah, lanjutnya, seharusnya mendekatkan remaja pada budaya dan identitas bangsa. “Negara menghabiskan miliaran rupiah untuk pendidikan karakter. Namun kita tidak melihat hasilnya. Seharusnya, pendidikan karakter itu bisa menangkal budaya permisif yang datang dari barat,” kata anggota Komisi X yang membidangi masalah pendidikan, olahraga, pariwisata dan kebudayaan itu. (republika.co.id, 15/2/2012)
Hidup Jomblo, Biarawati Minum Pil Kontrasepsi untuk Kurangi Resiko Kanker Rahim

Hidup Jomblo, Biarawati Minum Pil Kontrasepsi untuk Kurangi Resiko Kanker Rahim


VOA-KHILAFAH.CO.CC – Pengamalan doktrin selibat (hidup membujang pantang kawin) bagi biarawati beresiko kanker payudara, kanker rahim dan kanker ovarium yang berpotensi kematian. Untuk mengurangi resiko kanker, para biarawati dianjurkan minum pil kontrasepsi, padahal Gereja Katolik mengutuk segala bentuk kontrasepsi, sebagaimana digariskan oleh Paus Paulus VI dalam Humanae Vitae pada tahun 1968.

Perempuan yang memiliki anak memiliki risiko payudara, kanker ovarium dan kanker rahim lebih rendah dibandingkan perempuan yang tidak punya anak. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuwan menyarankan agar para biarawati sebaiknya diberi pil kontrasepsi untuk mengatur siklus menstruasi dan meningkatkan kesehatannya.

Dua peneliti medis dari Australia, Kara dr Britt dari Monash University Melbourne dan Profesor Roger Short dari Universitas Melbourne, menyatakan bahwa pil kontrasepsi mengurangi angka kematian secara keseluruhan serta kematian akibat kanker rahim, payudara dan ovarium. Karenanya, hasil penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet itu mewajibkan agar para biarawati Katolik diberikan pil demi kesehatannya, bukan untuk alasan kontrasepsi.

Peneliti medis berargumen, biarawati harus mengonsumsi pil kontrasepsi untuk mengurangi tingkat kematian yang tinggi, karena para biarawati rentan terserang penyakit kanker rahim, kanker payudara dan kanker ovarium karena mereka tidak memiliki anak dan menyusui. Para biarawati sangat berpotensi mengidap berbagai penyakit kanker ini, karena mereka menjalani hidup selibat (pantang menikah) sehingga tidak mungkin melahirkan dan menyusui bayi.

Padahal, kata para ilmuwan tersebut, kehamilan dan menyusui bayi sangat bermanfaat untuk mengurangi jumlah siklus ovulasi seorang wanita dalam hidupnya. Sebaliknya, peningkatan siklus ovulasi akan meningkatkan resiko kanker bagi wanita.

Jadi wanita yang tidak pernah mengandung, seperti biarawati yang pantang menikah, memiliki siklus menstruasi lebih banyak dibanding perempuan yang memiliki anak karena tidak mengalami kehamilan dan menyusui.

Sebelumnya, pada paruh pertama abad ke-20, para ilmuwan yang melakukan pengkajian terhadap sekitar 32.000 biarawati Katolik di Amerika Serikat menyatakan bahwa tingkat kematian mereka akibat kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim lebih tinggi dibandingkan perempuan lain seusia mereka.

Tahun 1970, para ilmuwan mengakui bahwa para biarawati yang tidak melahirkan anak mengalami resiko kanker payudara mereka.

Pil kontrasepsi oral telah terbukti sangat efektif melindungi wanita dari kanker tersebut. Pil ini telah mengurangi tingkat kematian wanita yang pernah menggunakannya dengan 12% dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakannya.

Sementara itu, resiko kanker ovarium dan kanker endometrium menurun  50-60% bagi pengguna pil kontrasepsi dibandingkan dengan tidak pernah menggunakannya, namun bisa meningkatkan resiko penggumpalan darah (vena tromboemboli). [silum/uca, dtk/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Ilmuwan Mengakui Bahwa Para Biarawati yang Tidak Melahirkan Anak Mengalami Resiko Kanker

Voa-Khilafah.co.cc - Para biarawati harus diberikan pil kontrasepsi untuk mengurangi tingkat kematian yang tinggi akibat kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim karena mereka tidak memiliki anak dan menyusui, demikian kata para ilmuwan dikutip cathnews.

Tidak memiliki anak merupakan faktor menimbulkan kanker karena wanita hamil, serta menyusui bayi, mengurangi jumlah siklus ovulasi seorang wanita dalam hidupnya. Siklus ovulasi meningkatkan akan beresiko kanker.

Pada paruh pertama abad ke-20, para ilmuwan yang melakukan pengkajian terhadap sekitar 32.000 biarawati Katolik di Amerika Serikat menyatakan bahwa tingkat kematian mereka akibat kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim lebih tinggi dibandingkan perempuan lain seusia mereka.

Tahun 1970, para ilmuwan mengakui bahwa para biarawati yang tidak melahirkan anak mengalami resiko kanker payudara mereka.

Pil kontrasepsi oral telah terbukti sangat efektif melindungi wanita dari kanker tersebut. Pil ini telah mengurangi tingkat kematian wanita yang pernah menggunakannya dengan 12% dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya.

Resiko menimbulkan kanker ovarium dan kanker endometrium menurun 50% -60% bagi pengguna pil dibandingkan dengan tidak pernah menggunakannya.

Tidak menikah

Seperti dikutip Wikipedia, Biarawati adalah seorang perempuan yang secara sukarela meninggalkan kehidupan duniawi dan memfokuskan hidupnya untuk kehidupan agama di suatu biara atau tempat ibadah. Istilah ini dapat berbagai agama seperti Katolik Roma, Kristen Timur (Kristen Ortodoks, Ortodoks Oriental, dll), Anglikan, Jain, Lutheran, dan Buddhisme.

Biarawati dalam agama Katolik adalah perempuan yang tergabung dalam suatu tarekat atau ordo religius. Di Indonesia para biarawati biasanya dipanggil suster (Belanda: Zuster, saudara perempuan). Para suster biasanya bekerja di bidang pendidikan (formal dan nonformal), kesehatan dan pelayanan sosial di lingkungan gereja atau masyarakat umum seperti suster-suster CB, SSPS, JMJ, SMSJ, SND, PRR, dsb).

Ada juga beberapa tarekat religus biarawati yang mengkhususkan kepada pelayanan religius melalui doa (dalam gereja Katolik dikenal dengan biara suster kontemplatif) seperti suster-suster Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD) dan Suster SSPS Adorasi Abadi.

Seperti halnya dengan pastor, bahwa biarawati hidupnya tidak menikah karena biarawati telah mengucapkan atau mendeklarasikan 3 kaul yakni kaul kemurnian, kaul ketaatan dan kaul kemiskinan dalam suatu komunitas religius.*gm/voa-khilafah.co.cc
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL