Tampilkan postingan dengan label MAKSIAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKSIAT. Tampilkan semua postingan
Jangan Terperangkap Bujukan Syetan

Jangan Terperangkap Bujukan Syetan


oleh Mashadi
Voa-Khilafah.co.cc - Orang berlaku maksiat adalah orang yang ditawan, dipenjara, dibelenggu, dan dikalahkan syetan. Sesungguhnya tidak ada tawanan yang lebih buruk keadaannya, selain orang yang menjadi tawanan musuhnya. Tidak ada penjara yang lebih sempit daripada penjara syahwat. Tidak ada belenggu yang lebih susah dilepaskan daripada belenggu nafsu.
Bagaimana seseorang bisa leluasa hidupnya, dan berjalan menuju Allah Rabbul Alamin dan negeri Akhirat dengan hati yang tertawan, terpenjara, dan terbelenggu? Melangkah setapak pun manusia tidak akan sanggup. Manusia tidak bakal sanggup lagi berjalan meniti jalan hidupnya menuju kampung Akhirat, bila sudah terkena bujukan syetan, dan dipenjara oleh syahwatnya.
Kalau hati, pendengaran, dan mata sudah jauh dari Allah, penyakit-penyakit akan lekas datang menyerangnya. Penyakit kesesatan yang akan menenggelamkan hidupnya ke dalam kehinaan, dan bukan hanya di dunia belaka, tetapi kelak diAkhirat. Kekal selama-lamanya.
Sebaliknya kalau hati tetap dekat dengan Allah Rabbul Alamin, penyakit-penyakit kehidupan akan menjauhinya. Jauh dari Allah memiliki tingkatan-tingkatan yang tidak sama. lalai (ghaflah) memang bisa menjauhkan dari Allah Rabbul Alamin. Tetapi, laku maksiat lebih menjauhkan dari Allah daripada lalai. Bid'ah lebih menjauhkan dari Allah Rabbul Alamin daripada maksiat. Sedangkan sifat munafik serta syirik lebih menjauhkan dari Allah Rabbul Alamin daripada semua bentuk perbuatan maksiat.
Maksiat Menjatuhkan Kedudukan
Makhluk yang paling mulia di sisi Allah, mereka yang paling bertakwa diantara mereka, dan makhluk yang paling dekat derajatnya dengan Allah, ialah yang paling taat kepada Allah Rabbul Alamin.
Kadar ketaatan seoranglah yang menentukan kedudukannya disisi Allah Rabbu Alamin. Apabila ia berbuat durhaka kepada Allah Rabbul Alamin, dan melanggar perintah-Nya, jatuhlah martabat dan izzahnya di sisi Allah, dan menjadi sangat hina disisi manusia. Manusia yang durhaka kepada Allah Rabbul Alamin, bukan hanya hina disisi Allah Rabbul Alamin, tetapi juga menjadi sangat hina disisi manusia. Semua sudah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia sepanjang sejarah.
Hati mereka akan kehilangan simpati. Jika reputasinya di mata manusia sudah runtuh, sehingga mereka menganggapnya sebagai manusia yang hina dina, niscaya ia akan hidup di tengah-tengah mereka sebagai sosok yang buruk, yang meninggalkan kesan tidak terpuji, yang sudah tidak memiliki kehormatan dan tidak pantas memiliki kegembiraan. Sekalipun, ia memiliki kekuasaan, jabatan, dan harta yang banyak. Semua itu tidak dapat meninggikan dirinya, yang sudah runtuh dan hina itu.
Maksiat Merusak Nama Baik
Orang yang berbuat maksiat ia akan menyandang serenceng nama yang tercela dan predikat-predikat yang nista.
Bahkan ia pun akan kehilangan nama sebagai seorang yang beriman, yang berbakti, yang budiman, yan bertakwa, yang taat, yang insaf, yang sadar, yang penyayang,yang wara', yang shaleh, yang suka beribadah, yang takut kepada Allah Rabbul Alamin, yang senang bertaubat, yang baik dan sebagainya.
Sebaliknya, ia akan menyandang nama si jahat, si durhaka, si pelanggar, si pembuat kerusakan, si buruk, si tukang zina, si pencuri, si pembunuh, si pengkhianat, si tukang homoseks, si koruptor, si pembohong, si pendusta, si kotor, si pemutus hubungan kekeluargaan dan sebagainya. Semua itu adalah nama-nama yang buruk.
Allah Ta'ala berfirman:
ุจِุฆْุณَ ุงู„ุงِุณْู…ُ ุงู„ْูُุณُูˆู‚ُ ุจَุนْุฏَ ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ
"Seburuk-buruknya panggilan ialah (penggilan) yang seburuk sesudah iman." (QS. Al-Hujarat [49] : 11)
Itulah sebutan-sebutan yang mengandung murka Allah Rabbul Alamin, sehingga orang-orang yang bersangkutan akan masuk ke neraka dan mengalami kehidupan yang nista, seperti yang tertera dalam surah al-Waqi'ah, yang mengkisahkan tentang; "Asy-habul Syimal", yang sangat hina kelak diAkhirat.
Maksiat Mempengaruhi Kemampuan Akal
Kisah dua manusia yang sama-sama memiliki akal. Namun yang satu taat kepada Rabbul Alamin, dan yang satunya ahlul maksiat dan durhaka kepada Allah Rabbul Alamin. Maka, kita akan menemukan akal orang yang taat lebih sempurna daripada akal orang yang durhaka dan ahlul maksiat. Pikirannya lebih jernih, pendapatnya lebih akurat, dan idenya lebih cemerlang orang yang taat.
Orang yang berani durhaka kepada Rabbul Alamin yang telah menciptakannya, tidak layak disebut sebagai orang yang berakal. Mengapa? Dia sebenarnya tahu bahwa Allah Rabbul Alamin, selalu melihat dan mengawasi segala amal dan perbuatannya, tetapi manusia berani berbuat maksiat dan durhaka kepada-Nya. Dia terang-terangan durhaka dan kepada Allah Rabbul Alamin.
Dia memohon pertolongan kepada Allah dengan cara yang justru mengundang murka-Nya. Setiap waktu ia selalu membuat Allah Rabbul melaknatinya, menjauhkan dari sisi-Nya,dan mengusirnya dari pintu-Nya. Akan semacam ini dipunyai oleh orang yang hanya mementingkan kenikmatan sementara, kemudian akan lenyap begitu saja, semua kenikmatan itu bagaikan mimpi kosong.
Maksiat Memutuskan Hubungan Hamba Dengan Rabbul Alamin
Apabila sudah putus hubungan dengan Allah Rabbul Alamin, praktis pula semua sebab kebaikan darinya, dan diganti dengan jalinan sebab-sebab keburukan. Keberuntungan apa lagi yang dapat diharapkan manusia? Kehidupan apalagi yang bisa ditunggu oleh orang yang sudah tidak mempunyai hubungan dengan segala kebaikan? Padahal, Allah yang menyayanginya, melindunginya, dan selalu memberikan apa saja yang dibutuhkan manusia setiap saat. Jika sudah itu yang terjadi tidak ada lagi ganti dari-Nya.
Jika sudah demikian, ia tidak akan mendapatkan kebaikan. Sebaliknya ia akan mendapatkan keburukan dan penderitaan serta siksan yang sangat dahsyat dari Rabbul
Alamin.

Maksiat Bisa Menghapus Berkah Usia, Berkah Rizki, Berkah Ilmu, Berkah Amal, dan Berkah Ketaatan
Secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa perbuatan maksiat itu menghapus berkah agama dan dunia. Sehingga orang yang berani durhaka kepada Allah Rabbul Alamin akan kita dapati sebagai orang yang paling sedikit berkah umur, agama dan dunianya. Hanya perbuatan maksiat manusia yang dapat menghapus berkah bumi.
Kisah umat-umat yang terdahulu yang berbuat maksiat, bukan hanya dihinakan oleh Allah Azza Wa Jalla, tetapi mereka juga dihancurkan sehancur-hancurnya oleh Allah Rabbul Alamin. Seperti kaumnya Nabi Luth, kaum Ad, kaum Tsamud, dan kaumnya Nabi Nuh, semuanya dihancurkan oleh Allah Rabbul Alamin.
Maksiat Dapat Membuat Orang Menjadi Golongan Rendah
Manusia diciptakan oleh Allah Rabbul Alamin sebagai makhluk yang mulia. Tetapi kemudian derajatnya, jatuh serendah-rendahnya, karena perbuatan maksiat mereka. Begitulah keadaan jiwanya, jiak seorang hamba berani berbuat maksiat, ia akan turun ke derajat yang sangat rendah, dan akan terus turun sampai ke titik yang paling rendah.
Segala kemuliaan, kebaikan, derajat, serta izzah, menjadi sirna bersamaan dengan datangnya maksiat pada dirinya. Dirinya tenggelam dalam kenikmatan maksiat dan syahwat, yang dibisikkan syetan. Mereka yang sudah tenggelam dalam maksiat itu, seperti merasa dalam kenikmatan, yang sebenarnya kesesatan yang menghancurkan kehidupannya.
Maksiat Membuat Syetan Menjadi Berani Kepada Seorang Hamba
Karena seorang manusia sudah terbiasa dengan maksiat, syetan menjadi berani mengangggunya, membujuk, menggoda, menyesatkan, menakut-nakuti, membuatnya sedih, cemas, gelisah, murung, lupa ingatan, dan selalu berbuat yang mudharat. Merusak kehidpan manusia lainnya.
Akibatnya, dengan leluasa syetan, semakin berani mendorong-dorongnya untuk berbuat maksiat kepada Allah. Syetan-syetan menjelma sebagai manusia, mereka akan mengganggu manusia-manusia yang lemah imannya, dan sudah terbelenggu dengan maksiat dan bujukan syetan, serta kenikmatan dunia.
Sejatinya berbuat durhaka dan maksiat kepada Allah, tetapi mereka merasa berada di jalan Allah Rabbul Alamlin. Itulah manusia-manusia yang sudah jatuh dalam bujukan syetan. Wallahu'alam.
Nasihat Bagi yang Menggunakan Internet Untuk Maksiat

Nasihat Bagi yang Menggunakan Internet Untuk Maksiat



Voa-Khilafah.co.cc - Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang kepada-Nya semata kita beribadah dan beristi'anah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Dalam forum diskusi di facebook voa-islam tentang "Menjawab Syubhat KH Said Agil Siradj: Situs Porno Hanya Makruh?", salah seorang peserta, Laura Willo, meminta agar ditulis satu artikel tentang hukum aktifitas di dunia maya yang bersinggungan dengan kemaksiatan sehingga terjadi perselingkuhan.
"...tolong beberkan artikel hukum dalam Agama Islam tentang perselingkuhan yang banyak terjadi di situs pertemanan seperti Facebook." Tulisnya di forum diskusi facebook voa-islam.com.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, kami terjemahkan satu tulisan dari dari Markaz al-Fatwa, no. 59157, dengan title:iIstikhdaam al-Internet fii al-Ma'aashii (Menggunakan Internet Untuk Maksiat).
Soal:
ุฃู†ุง ุดุงุจ ู…ุชุฒูˆุฌ ูˆุนู…ุฑูŠ 30 ุณู†ุฉ ูˆุฃุญูŠุงู†ุง ุฃุฏุฎู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุช ูˆุฎุตูˆุตุง ุจุฑุงู…ุฌ ุงู„ุดุงุช ูˆุฃุฏุฎู„ ุจุงุณู… ุจู†ุช ู„ูƒูŠ ุฃุชุนุฑู ุนู„ู‰ ุดุจุงุจ ูˆุฃู…ุงุฑุณ ู…ุนู‡ู… ุนู„ู‰ ุงู„ุดุงุช ูˆุงู„ูƒุงู…ูŠุฑุง ูู…ุงุฐุง ุฃูุนู„ ู„ู„ุชุฎู„ุต ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุนุงุฏุฉ ุงู„ุณูŠุฆุฉ
"Saya pemuda beristeri, umurku 30 tahun, dan kadang-kadang aku masuk internet terutama program chatting dan masukkan nama pemudi dalam rangka untuk mengenal dan komunikasi dengan mereka di chat dan kamera. Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangi kebiasaan buruk ini?"
Fatwa:

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡، ุฃู…ุง ุจุนู€ุฏ

ูุฅู† ุงู„ุงู†ุชุฑู†ุช ู…ู† ู†ุนู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูŠ ุฃุนุทุงู‡ุง ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุนุตุฑ ูุงู„ูˆุงุฌุจ ุดูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ุง ุจุงุณุชุฎุฏุงู…ู‡ุง ููŠ ุทุงุนุชู‡ ุฃูˆ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃู‚ู„ ููŠู…ุง ู‡ูˆ ู…ุจุงุญ. ูˆุงู„ุฃุญุณู† ุงุณุชุฎุฏุงู…ู‡ุง ููŠ ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุดุฑุนูŠ ูˆุณู…ุงุน ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆุงู„ู…ุญุงุถุฑุงุช ุงู„ุนู„ู…ูŠุฉ ุฃูˆ ุงุณุชุฎุฏุงู…ู‡ุง ููŠู…ุง ูŠุนูˆุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุจุฏ ุจู…ุตู„ุญุฉ ู†ุงูุนุฉ، ูˆูŠุชุนูŠู† ุงู„ุจุนุฏ ุนู† ุงุณุชุฎุฏุงู…ู‡ุง ููŠ ุงู„ู„ุบูˆ ูุฃุญุฑู‰ ุนู† ุงุณุชุฎุฏุงู…ู‡ุง ููŠ ุงู„ู…ุนุงุตูŠ ูˆู…ุดุงุฑูƒุฉ ุฃุตุญุงุจ ุงู„ุณูˆุก ููŠ ุจุงุทู„ู‡ู… ููŠู‚ุน ุงู„ุงู†ุณุงู† ูุฑูŠุณุฉ ู„ู„ุดูŠุทุงู† ูˆุฃุชุจุงุนู‡ ู…ู† ู…ุชุจุนู‰ ุงู„ุดู‡ูˆุงุช ุงู„ุฐูŠู† ูŠุฑูŠุฏูˆู† ุฅูุณุงุฏ ุดุจุงุจ ุงู„ุฃู…ุฉ ูˆุฃู† ูŠู…ูŠู„ูˆุง ู…ูŠู„ุง ุนุธูŠู…ุง ุนู† ุงู„ู‡ุฏู‰ ุฅู„ู‰ ุงู„ุจุงุทู„ ูˆุชุถูŠุน ุฃูˆู‚ุงุชู‡ู… ูˆุทุงู‚ุชู‡ู… ู‡ุฏุฑุง ููŠ ุบูŠุฑ ู…ุตู„ุญุฉ ุฏูŠู†ูŠุฉ ูˆู„ุง ุฏู†ูŠูˆูŠุฉ ุญุชู‰ ุชุชู… ุงู„ุณูŠุทุฑุฉ ุนู„ูŠู‡ู…

ูˆุฃู…ุง ุนู† ูƒูŠููŠุฉ ุงู„ุชุฎู„ุต ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุนุงุฏุฉ ุงู„ุณูŠุฆุฉ ูุนู„ูŠูƒ ุฃู† ุชุชุฐูƒุฑ ุฑู‚ุงุจุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠูƒ ุงู„ุฐูŠ ูŠุนู„ู… ุณุฑูƒ ูˆู†ุฌูˆุงูƒ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ุฃَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุนْู„َู…ُ ุณِุฑَّู‡ُู…ْ ูˆَู†َุฌْูˆَุงู‡ُู…ْ ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَู„َّุงู…ُ ุงู„ْุบُูŠُูˆุจِ - ุงู„ุชูˆุจุฉ: 78

ุซู… ุชุฐูƒุฑ ุฃุฎูŠ ุฃู†ู‡ ุฑุจู…ุง ูŠุฏุฎู„ ุนู„ูŠูƒ ูˆู„ุฏูƒ ุงู„ุตุบูŠุฑ ููŠุฑุงูƒ ุฃูˆ ุชูƒุชุดู ุฒูˆุฌุชูƒ ุฃูˆ ุฃุญุฏ ุฃู‚ุฑุจุงุฆูƒ ุญุงู„ูƒ ููƒูŠู ูŠูƒูˆู† ุฎุฌู„ูƒ ูˆุญูŠุงุคูƒ ู…ู†ู‡ู…، ูˆูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุฎุฌู„ูƒ ูˆุญูŠุงุคูƒ ู…ู† ุฎุงู„ู‚ูƒ ูˆู…ุฑุจูŠูƒ ูˆู…ุฏุจุฑ ุฃู…ูˆุฑูƒ ุฃุดุฏ ูˆุฃุนุธู…، ูˆู„ุงุชู†ุณู‰ ุฃุฎูŠ ุฃู† ู…ู† ุฃุฎุทุฑ ูˆุณุงุฆู„ ุญุจูˆุท ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุนุจุฏ ุธุงู‡ุฑ ุงู„ุชู‚ูˆู‰ ุฃู…ุงู… ุงู„ู†ุงุณ ูุฅุฐุง ุฎู„ุง ูˆุญุฏู‡ ุงุดุชุบู„ ุจุงู„ู…ุนุงุตูŠ، ูููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: ู„ุฃุนู„ู…ู† ุฃู‚ูˆุงู…ุง ู…ู† ุฃู…ุชูŠ ูŠุฃุชูˆู† ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุจุฃุนู…ุงู„ ุฃู…ุซุงู„ ุฌุจุงู„ ุชู‡ุงู…ุฉ ุจูŠุถุงุก ููŠุฌุนู„ู‡ุง ุงู„ู„ู‡ ู‡ุจุงุก ู…ู†ุซูˆุฑุง. ู‚ุงู„: ุซูˆุจุงู†، ูŠุงุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตูู‡ู… ู„ู†ุง ุฌู„ู‡ู… ู„ู†ุง ุฃู† ู„ุง ู†ูƒูˆู† ู…ู†ู‡ู… ูˆู†ุญู† ู„ุง ู†ุนู„ู… ู‚ุงู„: ุฃู…ุง ุฅู†ู‡ู… ุฅุฎูˆุงู†ูƒู… ูˆู…ู† ุฌู„ุฏุชูƒู… ูˆูŠุฃุฎุฐูˆู† ู…ู† ุงู„ู„ูŠู„ ูƒู…ุง ุชุฃุฎุฐูˆู† ูˆู„ูƒู†ู‡ู… ุฃู‚ูˆุงู… ุฅุฐุง ุฎู„ูˆุง ุจู…ุญุงุฑู… ุงู„ู„ู‡ ุงู†ุชู‡ูƒูˆู‡ุง. ุฑูˆุงู‡ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡، ูˆู‚ุงู„ ุงู„ู…ู†ุฐุฑูŠ: ุฑุฌุงู„ู‡ ุซู‚ุงุช ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ

ูุนู„ูŠูƒ ุฃู† ุชุณุชุนู ุจุฒูˆุฌุชูƒ ูุฅู† ุงู„ุฒูˆุงุฌ ู‡ูˆ ุฃุญุตู† ุงู„ูˆุณุงุฆู„، ู„ู…ุง ููŠ ุญุฏูŠุซ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู†: ู…ู† ุงุณุชุทุงุน ู…ู†ูƒู… ุงู„ุจุงุกุฉ ูู„ูŠุชุฒูˆุฌ ูุฅู†ู‡ ุฃุบุถ  ู„ู„ุจุตุฑ ูˆุฃุญุตู† ู„ู„ูุฑุฌ. ูˆููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ: ู…ู† ุชุฒูˆุฌ ูู‚ุฏ ุงุณุชูƒู…ู„ ู†ุตู ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูู„ูŠุชู‚ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ู†ุตู ุงู„ุจุงู‚ูŠ. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุทุจุฑุงู†ูŠ ูˆุญุณู†ู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ
ูˆุนู„ูŠูƒ ุฃู† ุชุจุฑู…ุฌ ู„ู†ูุณูƒ ุจุฑู†ุงู…ุฌุง ุซู‚ุงููŠุง ูˆุฑูŠุงุถูŠุง ูˆุชุฑููŠู‡ูŠุง ู…ุจุงุญุง ุญุชู‰ ุชุดุบู„ ู†ูุณูƒ ุจู‡ ุนู† ุงู„ุงุชุดุบุงู„ ุจู…ุง ู„ุง ูŠุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰. ูุฅู† ุงู„ุนุจุฏ ุณูŠุญุงุณุจ ูˆูŠุณุฃู„ ุนู† ุนู…ุฑู‡ ููŠู…ุง ุฃูู†ุงู‡ ูˆุนู† ุดุจุงุจู‡ ููŠู… ุฃุจู„ุงู‡ ูˆุนู† ู…ุงู„ู‡ ูˆุนู„ู…ู‡. ูƒู…ุง ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ: ู„ุง ุชุฒูˆู„ ู‚ุฏู…ุง ุนุจุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุญุชู‰ ูŠุณุฃู„ ุนู† ุนู…ุฑู‡ ููŠู…ุง ุฃูู†ุงู‡ ูˆุนู† ุนู„ู…ู‡ ููŠู… ูุนู„ ูˆุนู† ู…ุงู„ู‡ ู…ู† ุฃูŠู† ุงูƒุชุณุจู‡ ูˆููŠู… ุฃู†ูู‚ู‡ ูˆุนู† ุฌุณู…ู‡ ููŠู… ุฃุจู„ุงู‡. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ 

ูุฃู†ูู‚ ูŠุง ุฃุฎูŠ ู…ู† ูˆู‚ุชูƒ ูˆู…ุงู„ูƒ ููŠ ุชุนู„ู… ุงู„ุนู„ู… ุงู„ู†ุงูุน ูˆููŠ ู…ุตุงู„ุญ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุฎุฏู…ุชู‡ู…، ูˆุงุฌุนู„ ุงู„ุฅุนุฑุงุถ ุนู† ุงู„ู„ุบูˆ ุดุนุงุฑูƒ ููŠ ูƒู„ ุญุงู„ูƒ.  ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…
"Alhamdulillah, shalawat dan salam atas Rasulillah, dan atas keluarganya dan sahabatnya. Adapun setelah itu: maka sesungguhnya internet itu termasuk nikmat Allah yang diberikan di masa ini. Maka wajib bersyukur kepada Allah atasnya dengan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya atau paling kurang dalam hal yang mubah (dibolehkan).
Dan yang lebih baik menggunakannya untuk menuntut ilmu syari’i, mendengarkan Al-Qur’an dan ceramah-ceramah ilmiyah. Atau menggunakannya untuk sesuatu yang mendatangkan mashlahat dan manfaat bagi hamba. Dan harus dijauhi dari penggunaannya dalam lagho (hal yang batil atau sia-sia) dan lebih lagi dari penggunaan dalam kemaksiatan-kemaksiatan dan ikut serta pelaku-pelaku keburukan dalam kebatilan mereka, sehingga bisa menjerumuskan seseorang menjadi mangsa syaitan dan para pengikutnya, yaitu para budak syahwat yang menginginkan rusaknya pemuda ummat, dan agar mereka menyeleweng dengan penyelewengan yang besar dari hidayah kepada kebatilan, dan menyia-nyiakan waktu mereka dan potensi mereka dengan sia-sia dalam hal yang tidak ada gunanya dalam agama maupun dunia, sehingga sempurnalah penjajahan atas mereka.
Adapaun cara berhenti dari kebiasaan buruk ini, engkau selalu ingat pengawasan Allah atasmu yang Dia itu mengtahui rahasiamu dan bisikanmu. Allah Ta’ala berfirman:
ุฃَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุนْู„َู…ُ ุณِุฑَّู‡ُู…ْ ูˆَู†َุฌْูˆَุงู‡ُู…ْ ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَู„َّุงู…ُ ุงู„ْุบُูŠُูˆุจِ 
Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib. (QS At-Taubah: 78)
Kemudian ingatlah wahai saudaraku, bisa jadi anakmu yang kecil mendatangimu lalu melihatmu atau isterimu memergokimu atau salah satu kerabatmu mengetahui keadaanmu. Maka betapa rasa malumu terhadap mereka? Dan sepantasnya rasa malumu terhadap Penciptamu, Tuhanmu, Pengatur urusan-urusanmu itu lebih kuat dan lebih besar.
Dan jangan lupa saudaraku, di antara sarana paling berbahaya untuk  rusaknya amal-amal adalah apabila hamba menampakkan ketakwaan di hadapan manusia, tetapi ketika ia sendirian maka ia sibuk dengan maksiat-maksiat. Terdapat dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda:
ู„َุฃَุนْู„َู…َู†َّ ุฃَู‚ْูˆَุงู…ًุง ู…ِู†ْ ุฃُู…َّุชِูŠ ูŠَุฃْุชُูˆู†َ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุจِุญَุณَู†َุงุชٍ ุฃَู…ْุซَุงู„ِ ุฌِุจَุงู„ِ ุชِู‡َุงู…َุฉَ ุจِูŠุถًุง ูَูŠَุฌْุนَู„ُู‡َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ู‡َุจَุงุกً ู…َู†ْุซُูˆุฑًุง ู‚َุงู„َ ุซَูˆْุจَุงู†ُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตِูْู‡ُู…ْ ู„َู†َุง ุฌَู„ِّู‡ِู…ْ ู„َู†َุง ุฃَู†ْ ู„َุง ู†َูƒُูˆู†َ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَู†َุญْู†ُ ู„َุง ู†َุนْู„َู…ُ ู‚َุงู„َ ุฃَู…َุง ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ุฅِุฎْูˆَุงู†ُูƒُู…ْ ูˆَู…ِู†ْ ุฌِู„ْุฏَุชِูƒُู…ْ ูˆَูŠَุฃْุฎُุฐُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูƒَู…َุง ุชَุฃْุฎُุฐُูˆู†َ ูˆَู„َูƒِู†َّู‡ُู…ْ ุฃَู‚ْูˆَุงู…ٌ ุฅِุฐَุง ุฎَู„َูˆْุง ุจِู…َุญَุงุฑِู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู†ْุชَู‡َูƒُูˆู‡َุง
Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika sendirian (tidak ada orang lain yang melihatnya) mereka mengerjakan apa-apa yang di haramkan Allah.” (HR Ibnu Majah – 4235, berkata Al-Mundziri: para periwayatnya tsiqat/ kuat-terpercaya, dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Maka wajib atasmu untuk menjaga kesucian dirimu melalui isterimu, karena pernikahan itu adalah sarana terkuat untuk menjadi tameng berdasarkan hadits Shahihain:
ูŠَุง ู…َุนْุดَุฑَ ุงู„ุดَّุจَุงุจِ ู…َู†ْ ุงุณْุชَุทَุงุนَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุงู„ْุจَุงุกَุฉَ ูَู„ْูŠَุชَุฒَูˆَّุฌْ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุฃَุบَุถُّ ู„ِู„ْุจَุตَุฑِ ูˆَุฃَุญْุตَู†ُ ู„ِู„ْูَุฑْุฌِ
“Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah memperoleh kemampuan (menghidupi rumah tangga), kawinlah. Karena sesungguhnya, perhikahan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan menjaga kemaluan. (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dan dalam hadits;
ู…ู† ุชุฒูˆุฌ ูู‚ุฏ ุงุณุชูƒู…ู„ ู†ุตู ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูู„ูŠุชู‚ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ู†ุตู ุงู„ุจุงู‚ูŠ . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุทุจุฑุงู†ูŠ ูˆุญุณู†ู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ
"Siapa yang menikah maka sungguh dia telah menyempurnakan setengan iman, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa. (HR. Al-Thabrani dan dihasankan Al-Albani)
Engkau harus membuat program pribadi berbentuk ilmiah, olah raga, dan hiburan mubah (halal) sehingga dirimu sibuk dengannya dan terhindar dari aktifitas yang membuat Allah Ta'ala tidak ridhai. Karena seorang hamba itu akan dihisab dan ditanya tentang umurnya dalam hal apa ia habiskan, tentang masa mudanya dalam hal apa ia gunakan, dan mengenai hartanya dan ilmunya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits:
ู„َุง ุชَุฒُูˆู„ُ ู‚َุฏَู…َุง ุนَุจْุฏٍ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุญَุชَّู‰ ูŠُุณْุฃَู„َ ุนَู†ْ ุนُู…ُุฑِู‡ِ ูِูŠู…َุง ุฃَูْู†َุงู‡ُ ูˆَุนَู†ْ ุนِู„ْู…ِู‡ِ ูِูŠู…َ ูَุนَู„َ ูˆَุนَู†ْ ู…َุงู„ِู‡ِ ู…ِู†ْ ุฃَูŠْู†َ ุงูƒْุชَุณَุจَู‡ُ ูˆَูِูŠู…َ ุฃَู†ْูَู‚َู‡ُ ูˆَุนَู†ْ ุฌِุณْู…ِู‡ِ ูِูŠู…َ ุฃَุจْู„َุงู‡ُ ู‚َุงู„َ ู‡َุฐَุง ุญَุฏِูŠุซٌ ุญَุณَู†ٌ ุตَุญِูŠุญٌ
"Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HR. Al-Tirmidzi, no. 2341, dia berkata: Hadits ini hasan shahih, dishahihkan Al-Albani).
Maka wahai saudaraku, gunakan waktumu dan hartamu dalam mempelajari ilmu yang manfaat dan dalam kemaslahatan serta pelayanan terhadap kaum Muslimin. Jadikanlah menghindari perbuatan lagho sebagai sloganmu di setiap keadaanmu." Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam/islamweb.net/voa-khilafah.co.cc]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL