Tampilkan postingan dengan label MENTERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MENTERI. Tampilkan semua postingan
Inilah Demokrasi: "Cerita Mantan Menteri, Mobil Butut Dilarang Masuk Istana SBY?"

Inilah Demokrasi: "Cerita Mantan Menteri, Mobil Butut Dilarang Masuk Istana SBY?"


JAKARTA, Voa-Khilafah.co.cc - Gaya hidup hidup mewah para pejabat negara yang kini menjadi perbincangan, tak bisa mutlak dipastikan sebagai kehendak personal si pejabat. Ada kemungkinan, situasi lingkungan "memaksa" mereka untuk mengkondisikan diri agar diterima dengan mudah di suatu lingkungan tertentu.
Hal itu setidaknya bisa dibuktikan dengan cerita dari Mahadi Sinambela, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Persatuan Nasional saat kepemimpinan Presiden Abdurahmmad Wahid. Suatu ketika, saat hendak masuk ke Istana Negara untuk memenuhi panggilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia dilarang masuk lewat pintu utama oleh pasukan pengamanan Istana.
Bukan karena tidak membawa undangan, atau melanggar aturan protokoler. Satu hal yang menjadi masalah kala itu adalah, ia mengendarai mobil niaga Toyota Kijang dan bukan mobil mewah "khas" pejabat.
"Saya harus muter dari Kantor Setneg. Karena mereka tahu saya dipanggil Pak SBY, saya dikejar, disuruh masuk (lewat pintu utama). Mungkin kalau mobil saya Lexus, nggak usah ditanya-tanya langsung masuk," kata Mahadi ketika diskusi Dewan Perwakilan Daerah (DPR) bertema "Betulkah Pejabat Negara Hedonis?" beberapa waktu lalu.
Mahadi menambahkan, terkadang perlakuan berbeda antara pengendara mobil mewah dengan mobil standar ditunjukkan oleh petugas keamanan di lembaga negara lain. "Kalau kita pakai mobil butut, satpam agak marah," kata dia.
Bahtiar Effendy Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah mengatakan, sikap hedonis para pejabat yang kerap ditunjukkan bukan hanya dengan memakai mobil, pakaian, atau asesoris mahal. Menurut dia, pengawalan untuk menembus kemacetan juga merupakan sikap hedonis. "Forijder itu mengganggu sekali," kata dia. [kompas/gm/voa-khilafah.co.cc]

Ah, Enggak Ada “Ngaruhnya” Menteri Baru


Voa-Khilafah.co.cc - Setelah melalui proses selama hampir empat pekan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II yang baru. Sebanyak delapan menteri tergusur dari jabatannya, sementara empat menteri lainnya bergeser posisi.
Akankah susunan yang baru ini membawa perubahan? Apa harapan masyarakat terhadap para menteri baru? “Supaya kita lebih sejahtera,” ujar Surono (52), seorang tukang ojek yang biasa mangkal di samping gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (19/10/2011).
Sebagai rakyat kebanyakan, Surono tidak begitu peduli siapa-siapa saja menteri yang diganti ataupun digeser kementeriannya. Dia hanya peduli jika menteri yang baru dapat menurunkan harga-harga kebutuhan barang pokok.
“Bisa nurunin harga, beban rakyat supaya enteng, rakyat bisa ngurus anak-anak, ekonominya biar bisa dibagi-bagi sama anak-anak. Jangan kayak sekarang, sulit!” katanya.
Selama lebih-kurang 10 tahun narik ojek, Surono mengaku tidak pernah merasakan kesejahteraan. Harga-harga kebutuhan pokok terus melonjak, sementara penghasilannya tetap sehingga membuat Surono harus lebih prihatin.
“Sekarang susah, nyatanya, ramai ribut mulu, demo mulu, ekonomi susah, orang kecil susah, tukang ojek susah, zaman dulu cari kerjaan gampang, sekarang susah,” ucapnya.
Meskipun mengaku tidak tahu siapa saja menteri yang diganti, Surono berharap agar menteri-menteri yang terlibat kasus korupsi turut dicopot. “Jangan rakyat dibohongi, maling-malingnya itu cepat diselesaikan, jangan maling teriak maling,” kata dia.
Harapan senada datang dari Riko (26), petugas keamanan yang bekerja di KPK. Namun, Riko pesimistis susunan kabinet yang baru dapat lebih baik daripada sebelumnya. “Menurut saya sama saja, orang-orangnya itu-itu saja. Indonesia buat menteri ini, menteri itu selalu tidak sesuai dengan kemampuannya,” ujarnya.
Riko yang biasa mengawal pemeriksaan-pemeriksaan di KPK itu merasa heran dengan keputusan Presiden yang tidak mencopot Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng.
“Kayak Muhaimin dan Menpora, kok malah enggak di-reshfulle?” tanya dia.
Seperti diketahui, Muhaimin dan Andi pernah menjalani pemeriksaan di KPK terkait kasus dugaan suap pejabat Kemnakertrans dan kasus wisma atlet.
Berbeda dengan Surono dan Riko, Deni (30), pengelola rumah makan Padang, enggan berharap. “Ah, enggak ada ngaruhnya menteri baru,” katanya.
Deni yang sering menonton berita di televisi itu mengkritisi proses perombakan kabinet kali ini. “Milih menteri kok kayak milih Indonesian Idol?” ucap dia. (kompas.com, 19/10/2011)
(hti/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL