Tampilkan postingan dengan label PAUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAUS. Tampilkan semua postingan
Keuskupan LA Bayar Rp 96 Miliar buat Korban Pelecehan

Keuskupan LA Bayar Rp 96 Miliar buat Korban Pelecehan


Voa-Khilafah.tk - Keuskupan Agung Los Angeles, AS, setuju untuk membayar hampir 10 juta dollar AS (setara Rp 96 miliar) kepada empat pria yang diduga telah dicabuli seorang mantan imam pada tahun 1970-an, kata sejumlah pengacara para korban, Selasa (12/3/2013).
Penyelesaian dicapai bulan ini antara para pengacara korban, mantan imam yang terlibat, dan Kardinal LA Roger Mahony, yang kini ikut serta dalam konklaf untuk memilih paus baru di Roma walau ada protes dari para korban.
Ratusan file tentang klaim pelecehan itu dirilis bulan lalu, setelah lama ditunda, untuk membantu percepatan penyelesaian tersebut, kata seorang pengacara. Pembeberan file itu terjadi bersamaan dengan perlucutan Mahony dari tugas karena kesalahannya dalam penanganan skandal tersebut.
Imam yang terlibat, yaitu Pastor Michael Baker, mencabuli empat korban belia itu secara berulang pada tahun 1970-an, termasuk perjalanan semalam ke San Diego, menurut dokumen hukum yang ada.
Gugatan itu menyatakan bahwa Mahony, yang saat itu menjadi uskup agung, membolehkan Baker untuk terus mejalani tugasnya sebagai imam meskipun ia pada 1986 mengakui bahwa dirinya telah melecehkan anak-anak di bawah umur pada masa lalu. Baker dijatuhi hukuman penjara 10 tahun lebih pada Desember 2007 setelah mengaku bersalah atas 12 tuduhan kejahatan seks dengan anak di bawah umur, termasuk terhadap dua orang yang mengajukan gugatan hukum kali ini. Baker dibebaskan pada Oktober 2011.
Pengacara Vince Finaldi mengatakan, Baker dijadwalkan akan menjadi saksi, jika tuntutan hukum —yang diadukan setelah Keuskupan Agung LA mencapai kesepakatan kompensasi 660 juta dollar AS dengan para korban pelecehan pada 2007— telah diproses di pengadilan.
Keuskupan Agung LA, bulan lalu, merilis sejumlah dokumen dari 100 lebih imam yang dituduh melakukan pelecehan seksual, seperti yang disyaratkan dalam kesepakatan gugatan tahun 2007, termasuk beberapa dokumen yang menunjukkan bahwa Mahony mendiskusikan bagaimana menutup-nutupi kejahatan yang dituduhkan itu.
Finaldi mengatakan, pembeberan sejumlah file itu “sangat berperan” dalam keputusan Keuskupan Agung LA untuk menyelesaikan kasus itu. “Begitu kami mendapatkan file-file, itu mengonfirmasi segala sesuatu yang kami perdebatkan selama bertahun-tahun,” katanya kepada LA Times. “Sidik jari Kardinal Mahony ada di seluruh kasus itu,” tambahnya.
Keuskupan Agung LA tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar, atau konfirmasi.Para pengacara itu mengatakan, mereka berencana untuk memberikan rincian lebih lanjut atas kasus itu dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis besok.
Mahony kini berada di Roma. Ia berpartisipasi dalam konklaf untuk memilih pengganti Paus Benediktus XVI, meskipun ada seruan dari kelompok korban terhadapnya agar dia tinggal saja di rumah setelah ada penyingkapan terbaru tentang perannya dalam menutup-nutupi dugaan pelecehan itu.
Mahony, yang pensiun tahun 2011, dilucuti dari tugas-tugasnya yang tersisa di gereja pada Januari lalu oleh penggantinya, Uskup Agung Jose Gomez, karena kesalahannya dalam menangani klaim terhadap puluhan imam.(kompas.com, 13/3)

Paus : Natal Bukan 25 Desember

Paus : Natal Bukan 25 Desember


Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center
Kontroversi NATAL memang tidak pernah surut dibahas tiap tahun apalagi menjelang peringatannya 25 Desember. Berbagai tulisan mengupas tentang asal-asul peringatan ini berulang-ulang dimuat kembali untuk membentengi umat Islam agar tidak terseret dalam peringatan ini. Tapi bukannya peringatan ini menjadi surut, tapi tiap tahun peringatan ini justru makin meriah walau coreng dibalik peringatan ‘suci’ kelahiran tuhan ini terkuak.
Buku Paus mengupas kebohongan Natal
Kejadian yang cukup menghebohkan dunia Kristen baru saja terjadi adalah pengungkapan jujur dari tokoh besar Kristen yakni Paus Benedictus XVI. Ia menulis sebuah buku, ‘Jesus of Nazareth: The Infancy Narrative’ yang diluncurkan Rabu (21/11/2012). Ia membongkar beberapa fakta yang mengejutkan seputar kelahiran Yesus Kristus. Antara lain menurutnya,
-          Kalender Kristen salah. Perhitungan tentang kelahiran Yesus yang selama ini diyakini adalah keliru. Kemungkinan, Yesus dilahirkan antara tahun 6 SM dan 4 SM.
-          Materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, menurutnya sebenarnya tidak ada. Alias hanya mengada-ada.
-          Paus Benediktus XVI juga mempermasalahkan tempat kelahiran Yesus, menurutnya Yesus bukan lahir di Nazareth sebagaimana yang diyakini secara umum.
“Kami bahkan tidak tahu pada musim apa dia (Yesus) dilahirkan. Semua pemikiran tentang perayaan kelahirannya selama masa paling gelap dari sepanjang tahun, kemungkinan berkaitan dengan tradisi pagan dan titik balik matahari di musim dingin.” John Barton, profesor pakar tafsir naskah-naskah suci Kristen di Oriel College, Universitas Oxford.
Apa kata sumber Kristen tentang Natal?
a.      Catholic Encyclopedia edisi 1911 bab “Christmas” : Natal bukanlah upacara gereja yang pertama … melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus. Dalam bab “Natal Day”:
Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.

b.      Encyclopedia Britannica edisi 1946 : Natal bukanlah upacara gereja abad pertama. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bibel juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.
c.       Encyclopedia Americana edisi 1944 : Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut … Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus mulai diresmikan pada abad ke-4 Masehi. Pada abad ke-5 Masehi Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.
d.      New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, Christmas :
Adat kepercayaan pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat akrab di masyarakat Roma diambil Kristen … Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tatacaranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopotamia yang menuding Kristen Barat (Katholik Roma) telah mengadopsi model penyembahan kepada Dewa Matahari.

Bibel mengutuk pohon Natal
Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Padahal sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala (paganisme).
Nimrod atau Raja Namrudz adalah salah satu tokoh yang diyakini dalam paganisme yang tetap hidup abadi meski jasadnya telah tiada. Semiramis ibunya menjadikan pohon evergreen (cemara) yang bisa tumbuh dari kayu yang sudah mati sebagai simbol kehidupan baru Nimrod setelah mati. Dan Nimrod dianggap selalu ada di pohon tersebut tiap hari kelahirannya tiba, sehingga sering dihiasi dengan aksesoris yang gemerlap dan di bawahnya sering diletakkan aneka bingkisan.  Mari kita telaah terlebih dahulu Yeremia 10: 2-5,
Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab ia tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun ia tidak dapat.
Dalam kitab Yeremia (bagian dari Perjanjian Lama) tersebut begitu jelas bahwa Bibel menentang adanya pemberhalaan terhadap pohon kayu. Pertanyaannya, bagaimana dengan pohon Natal? Bibel mengutuk keras pembuatan pohon Natal tapi mengapa umat Kristen yang mengklaim Bibel sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?
Natal Menjadi Budaya
Natal sesungguhnya adalah perayaan penyembah berhala atau kaum paganis yang telah di “baptis” oleh Gereja. Namun apakah umat Kristen berhenti merayakan Natal 25 Desember? Mungkin mereka, golongan orang yang berpikir akan berhenti, tapi ada juga yang tidak. Natal sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat dunia.
Namun yang ironis, mengapa umat Islam kok malah ikut-ikutan memeriahkan Natal? Padahal hukum mengucap selamat Natal dalam Islam sudah sangat jelas, haram.
Dalam “Pesan Natal Bersama Tahun 2012” yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)”, dinyatakan sebagai berikut:
“Saudara-saudari terkasih, setiap merayakan Natal, pandangan kita selalu terarah kepada bayi yang lahir dalam kesederhanaan, namun menyimpan misteri kasih yang tak terhingga. Allah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Inilah perayaan penuh suka cita atas kedatangan Tuhan. Dialah Sang Juruselamat yang menjadi manusia….”
Jelaslah bahwa Natal bukan urusan duniawi, sosial dan seremonial semata, tapi perayaan doktrin ketuhanan Yesus yang sungguh sangat berlawanan dengan aqidah Islamiyah.(mediaumat.com)
Gara-gara Dosa Lalulintas, Paus Terancam Ditilang!!

Gara-gara Dosa Lalulintas, Paus Terancam Ditilang!!


BERLIN-JERMAN (voa-khilafah.co.cc) – Di gereja, Paus boleh menjadi orang yang dianggap suci. Tapi di jalan raya tak semua orang menghormatinya. Akibat dosa lalulintas yang dilakukan, Paus digugat.

Kepala gereja Katolik, Paus Benediktus XVI menghadapi tuntutan karena tidak memakai sabuk pengaman. Paus terancam denda karena melakukan dosa dengan tidak berkomitmen menggunakan sabuk pengaman selama perjalanan terakhir ke Jerman.

Menurut senjumlah laporan dari reporter Eropa, seorang anggota dari publik Jerman dilaporkan telah memutuskan untuk menggugat Paus Benediktus XVI setelah dia tidak memakai sabuk pengaman selama lebih dari 1 jam.

Dikutip The Age dan dilansir ABC News, Kamis (1/12/2011) pengacara penggugat, Johannes Sunderman mengatakan kepada surat kabar harian Jerman, Berliner Zeitung bahwa penggugat bukan sebagai fanatik anti-pendeta tetapi seseorang yang konsen terhadap keselamatan setiap pengguna jalan, termasuk keselamatan Paus waktu itu.
Karena Paus Benediktus XVI tidak menggunakan sabuk pengaman, ia harus menghadapi denda antara US$ 50 sampai US$ 4.000 atau sekitar Rp 457 ribu - Rp 36 juta jika bukti video membuktikan Paus melanggar aturan berlalu lintas.

ABC News juga melaporkan dua pejabat tinggi akan dijadikan saksi mata atas pelanggaran tersebut termasuk Uskup Agung Freiburg (otoritas tertinggi Katolik Jerman) dan presiden dari negara bagian Baden-Wuerttemberg.

Seorang pengacara Jerman yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan “Paus adalah kepala negara Vatikan, sehingga sangat mungkin dia akan diberikan kekebalan diplomatik.” [taz, dtk/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Paus Benediktus Tutup Biara 'Nightclub' yang Pernah Dikunjungi Madonna

Paus Benediktus Tutup Biara 'Nightclub' yang Pernah Dikunjungi Madonna

VATIKAN (voa-khilafah.co.cc) – Paus Benediktus menutup biara kuno Santa Croce di Gerusalemme yang mengadakan tarian-tarian, antara lain,  tarian seorang suster mantan penari nightclub (klub malam). Biara pernah dikunjungi oleh Madonna dan para selebriti lainnya.

Dua harian Italia La Stampa dan Il Foglio mengangkat berita ditutupnya biara tersebut, demikian tulis The Age dalam berita bertajuk “Pope's dismay at disco-dancing nuns.”

Setelah ditutup, komunitas para rahib Cistercian yang berpusat di biara yang sekaligus gereja selama lebih dari lima abad itu dipindahkan ke berbagai gereja lain di Italia.
…Gereja basilika itu pernah dikritik karena beberapa praktik yang tidak lazim, antara lain, adanya tarian di mana para suster berjingkrak di sekitar altar...
Gereja basilika itu menjadi tempat untuk “Friends of Santa Croce,” sekelompok golongan aristokrat, dan pernah dikritik karena beberapa praktik yang tidak lazim, antara lain, adanya tarian di mana para suster berjingkrak di sekitar altar.
Salah satu dari para suster tersebut yang berjingkrak di sekitar altar itu adalah mantan penari diskotek. Ini dapat dilihat di sebuah video Youtube yang mempertunjukkan sebuah tarian modern dengan sebuah salib.
…Suster mantan penari diskotek itu berjingkrak di sekitar altar, mempertunjukkan sebuah tarian modern dengan sebuah salib...
Penutupan itu diberlakukan oleh Kongregasi Lembaga Hidup Bakti pada bulan Maret setelah dilakukan penyelidikan, namun hasil penyelidikan itu belum dipublikasikan, demikian berita tersebut. [taz/catchnews, theage/voa-islam/voa-khilafah.co.cc, 30 May 2011]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL