Tampilkan postingan dengan label REVOLUSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVOLUSI. Tampilkan semua postingan
Insya Allah, Syam Akan Kembali Jadi Ibukota Khilafah

Insya Allah, Syam Akan Kembali Jadi Ibukota Khilafah


Voa-Khilafah.tk - Ketua lajnah tsaqofiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Hafidz Abdurrahman, mengatakan bahwa Syam pernah menjadi Ibukota Khilafah dan akan kembali menjadi Ibukota Khilafah.
“Pangkal dan tempat Darul Islam (khilafah) adalah Syam,” ujarnya mengutip hadits riwayat Thabrani, saat kegiatan Dirosah Syar’iyyah ke 23, Sabtu (16/3) di Kantor DPP HTI, Crown Palace, Jakarta.
Ia menuturkan Syam merupakan tanah pilhan Allah yang ditempati oleh makhluk pilihan. Di Syamlah khilafah mengalami era keemasannya lalu kemudian menyebar ke dua per tiga dunia.
Pergolakan revolusi di Suriah sejak 2 tahun terakhir diyakini akan menuai titik terang dengan terjadinya revolusi Islam dan kebangkitan Khilafah Islamiyah.
Hafidz mengutip pernyataan Fred Gredrich seorang analisis departemen pertahanan Amerika Serikat yang memetakan kubu-kubu bertikai di medan jihad Suriah.
“Ia yakin dengan prediksi bahwa revolusi Suriah akan berakhir dengan tegaknya Syariah Islam dan kemunculan tanda-tandanya semakin menguat,” kutipnya.
“Ingatlah Khilafah Islamiyah akan tegak dengan izin dan pertolongan Allah dengan kita atau tanpa kita, karena ini adalah janji Allah. Jika kita tidak berjuang Allah telah menyiapkan yang lain untuk mewujudkan janji itu,” pungkasnya. [mediaumat.com/voa-khilafah.tk]
Satu Juta Rakyat Suriah Mengungsi, Sementara Dunia Masih Menonton

Satu Juta Rakyat Suriah Mengungsi, Sementara Dunia Masih Menonton


Media Office
Issue No : 1434 AH /29
Saturday, 27 Rabi-ul Thani 1434 AH | 09-03-2013 CE
Press Release
Satu Juta Rakyat Suriah Mengungsi, Sementara Dunia Masih Menonton
      Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengumumkan bahwa jumlah pengungsi Suriah yang terdata di negara-negara sekitarnya telah mencapai satu  juta orang,  lebih banyak dari yang diperkirakan. Hal ini telah menambah beban negara-negara sekitar Suriah yang kesulitan mengurus para pengungsi.
      Gelombang  pengungsi Suriah yang terus masuk ke Yordania, Lebanon, dan Turki, termasuk Irak dan Mesir, dan negara-negara lain terdiri dari perempuan, anak-anak, dan orang tua, orang yang sehat dan sakit, wanita hamil dan  menyusui. Jumlah  ini telah meningkat pesat sejak awal tahun  hingga mencapai angka satu juta. Laporan-laporan tentang Suriah  menunjukkan bahwa setengah dari para pengungsi adalah anak-anak berusia kurang dari 18 tahun dan satu dari lima orang anak  tersebut berusia kurang dari 5 tahun. Belum lagi sebuah Ironi yang pahit bahwa pengungsi ke satu juta ialah seorang perempuan dan  ibu dari dua anak. Semua pengungsi menderita trauma psikologis dan tidak memiliki apapun, serta telah kehilangan anggota keluarga mereka. Mereka adalah orang-orang yang telah direlokasi ke kamp-kamp pengungsian dengan kondisi yang menyedihkan dan terhina di mana mereka harus bergantung pada kemurahan hati negara-negara yang menampung para pengungsi serta reaksi dari lembaga-lembaga kemanusiaan dan bantuan keuangan dari individu dan pemerintah.
      Wahai Kaum Muslimin! Revolusi Syam  bukan sekedar persoalan angka dan data statistik para syuhada dan orang-orang yang terluka juga para pengungsi. Revolusi ini juga bukan hanya masalah kemanusiaan terkait dengan  pengiriman bantuan dan  makanan kepada para pengungsi serta meminta bantuan dari pemerintah dan lembaga-lembaga internasional. Sebaliknya, revolusi ini adalah momen yang menentukan bagi orang-orang yang menyatakan bahwa revolusi mereka adalah karena Allah. Revolusi ini adalah pertempuran antara keimanan dan kekufuran seperti yang diteriakkan dalam yel-yel dan demonstrasi, “Pemimpin kami, selamanya, Nabi Muhammad,”. Mereka memilih hukum Allah, menuntut tegaknya Negara Islam, bukan negara sipil atau  negara yang demokratis. Ini adalah revolusi yang menakutkan bagi orang-orang kafir, sehingga mereka berupaya dengan segala cara untuk merampok dan  membajaknya agar keluar dari jalur perjuangan yang lurus serta bersekongkol untuk melawannya. Contohnya adalah pengumuman terbaru di Inggris yang menyatakan bahwa Inggris mempersiapkan bantuan dan tank untuk mendukung kaum oposisi Assad. Hal ini benar-benar tidak dapat diterima  karena revolusi ini adalah sebuah revolusi karena Allah, dan tidak boleh tercemari dengan pertolongan palsu dari orang-orang kafir. Nabi (saw) bersabda, “Janganlah kalian mencari cahaya dari api milik kaum  Musyrik.”
      Para perempuan dan anak-anak Syam  mengalami dua tragedi penderitaan di kamp-kamp pengungsian: tragedi kemiskinan, penghinaan, pelecehan, dan  diserang penyakit dan laporan-laporan  menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah kelahiran prematur akibat kekurangan gizi dan stres psikologis dan  rasa takut yang menghantui karena terpaksa keluar dan menyelamatkan diri dari negaranya sendiri. Dan rezim-rezim jahat di negeri-negeri Muslim, bukannya menggerakkan tentara mereka—bahkan sebagian saja dari jumlah tentara yang mereka miliki–  untuk melenyapkan penguasa yang bengis, mengakhiri pertumpahan darah dan pemerkosaan terhadap perempuan Syam, dan mengakhiri penderitaan kaum muslimin di sana, mereka malah berpartisipasi dalam konspirasi dan bahkan mengeluhkan dampak negatif dari keberadaan para pengungsi Suriah terhadap kondisi perekonomian negara mereka.
      Wahai para pemilik kekuasaan dan kekuatan! Berapa banyak lagi jumlah pengungsi yang anda ingin lihat di sana sebelum anda merasakan besarnya tragedi dan kengerian dari situasi ini? Saudara-saudara dan anak-anak anda menjerit dan memohon bantuan anda untuk menyelamatkan mereka dari neraka penguasa tiran itu! Allah swt berfirman((ูˆุฅู†ِ ุงุณْุชَู†ْุตَุฑูˆُูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ุฏّูŠู† ูَุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงู„ู†َّุตْู€ุฑ) Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” Jadi laksanakanlah tanggung jawab anda untuk melindungi dan membela mereka,  menghapus rezim jahat ini, dan  mendirikan Khilafah Kedua yang adil yang mengikuti metode kenabian yang akan membayar penderitaan mereka, mengembalikan keadilan, dan menjamin keamanan dan keselamatan umat.
Dr. Nazreen Nawaz
Anggota Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
Revolusi Syam Menyingkap Tabir Kebusukan Musuh Islam

Revolusi Syam Menyingkap Tabir Kebusukan Musuh Islam



Mantan Ketua Divisi Intelijen Militer “Israel” Mayor Jenderal Shalomo Gazit mengungkapkan bahwa lebih baik Suriah mengalihkan senjata canggih dan non-konvensional dari Suriah kepada Hizbullah daripada senjata-senjata itu jatuh ke tangan para pejuang revolusi, apalagi kepentingan Yahudi dan Bashar dalam hal ini sejalan.

Sungguh sangat jelas bahwa ketakutan yang ditimbulkan oleh revolusi Syam terhadap Yahudi begitu besar hingga tidak ada ruang lagi baginya untuk menyembunyikan perasaan takutnya itu. Oleh karena itu, Bashar dan Yahudi, serta para penguasa Libanon, juga mereka para penguasa Barat dan Timur adalah para musuh revolusi Syam, sehingga mereka bersatu untuk menggagalkannya. Namun mereka semua akan gigit jari apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan! (pal-tahrir.info, 4/2/2013).
Ulama Terkemuka Said Ramadhan Al-Buthi Dukung Rezim Bashar Al-Assad?

Ulama Terkemuka Said Ramadhan Al-Buthi Dukung Rezim Bashar Al-Assad?


Voa-Khilafah.tk, JAKARTA - Siapa yang tak mengenal Dr. Said Ramadhan Al-Buthi, ulama menyelesaikan gelar doktoralnya di Universitas Al-Azhar Kairo ini telah menulis puluhan kitab karya ilmiah. Diantaranya yang paling dikenal adalah Fiqhus Sirah yang diterjemahkan di Indonesia menjadi Sirah Nabawiyah.

Namun, amat disayangkan beberapa waktu lalu kita mendengar kabar bahwa Dr. Said Ramadhan Al-Buthi secara terang-terangan mendukung diktator tiran Bashar Al-Assad. Benarkah demikian?

Ternyata kabar tersebut benar adanya, hal itu disampaikan Syaikh Khatib As-Suri, saat menjadi salah satu pembicara dalam penggalangan dana yang digelar #ITJ Chapter Jakarta, di Masjid Al-Furqon, DDII Jakarta Pusat.

“Terkait dengan Syaikh Dr. Said Ramadhan Al-Buthi, beliau seorang yang alim dalam bidang ilmu fiqih, Ushul Fiqih dan Tafsir. Dr. Said Ramadhan Al-Buthi hingga kini pada kenyataannya jelas masih mendukung rezim Bashar Al-Assad,” kata Syaikh Khatib As-Suri di hadapan kaum muslimin yang hadir, pada Ahad (27/1/2013).
...Dr. Said Ramadhan Al-Buthi hingga kini pada kenyataannya jelas masih mendukung rezim Bashar Al-Assad
Namun demikian, Syaikh Khatib menerangkan bahwa teladan umat Islam adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi.

“Pertanyaannya, lalu kenapa jika Al-Buthi mendukung Bashar Al-Assad? Qudwah (teladan) kita adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan Al-Buthi, Syafi’i, Hanafi, Hambali. Allah berfirman:
ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃُุณْูˆَุฉٌ ุญَุณَู†َุฉٌ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu… (Q.S. Al-Ahzab: 33).

Seorang ‘alim, tidak dikatakan ‘alim kecuali ia berjalan sesuai yang dituliskan dalam As-Sunnah. Meskipun Dr. Said Ramadhan Al-Buthi seorang ‘alim, akan tetapi hanya Allah yang memberikan petunjuk dan kesesatan kepada siapa yang dikehendakiNya,” jelasnya.
...lalu kenapa jika Al-Buthi mendukung Bashar Al-Assad?Qudwah (teladan) kita adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan Al-Buthi
Meskipun seorang Dr. Said Ramadhan Al-Buthi mendukung Bashar Al-Assad, namun masih banyak ulama kelas dunia lainnya yang menentang Bashar Al-Assad.

“Mungkin hanya Buthi seorang, atau ada mufti Suriah yang mendukung Assad, tetapi ribuan ulama Syam, seperti Dr. Wahbah Zuhaili, Dr. Musthafa Dieb Al Bugha, para qari dan hafizhul Qur’an saat ini Sembilan puluh sembilan persen semuanya tak ada yang mendukung Bashar Al-Assad bahkan menentangnya,” paparnya.

Ia juga tidak menafikan, jika dukungan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi disebabkan oleh tekanan rezim Bashar Al-Assad.

“Barangkali, Dr. Al-Buthi takut, atau bisa saja rezim Bashar Al-Assad menyandera keluarganya, anaknya atau mengancamnya sehingga jika ia menentang maka akan dibunuh. Hal ini sebagaimana terjadi terhadap mufti suriah yang dibunuh anaknya. Oleh karena itu inilah hal yang sangat menyakitkan,” ungkapnya.
...Saat ini kakafiran Bashar Al-Assad amat jelas sejelas matahari di siang hari, ia telah membunuh ribuan kaum muslimin
Namun, sekali lagi ia menegaskan bahwa teladan kaum Muslimin adalah Rasulullah, bukan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi. Dan faktanya jelas, bahwa rezim Bashar Al-Assad tak pantas didukung karena kekafirannya dan telah membunuh ribuan kaum muslimin.

“Saat ini kakafiran Bashar Al-Assad amat jelas sejelas matahari di siang hari, ia telah membunuh ribuan kaum muslimin. Sebab darah seorang muslim lebih berharga di sisi Allah meskipun ka’bah itu hancur,” tandasnya. (voa-islam/voa-khilafah.tk)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL