Tampilkan postingan dengan label TELEVISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TELEVISI. Tampilkan semua postingan
Geo News Sebar Fitnah, Hizbut Tahrir Layangkan Surat Peringatan

Geo News Sebar Fitnah, Hizbut Tahrir Layangkan Surat Peringatan

Hizbut Tahrir Mengeluarkan Surat Peringatan Resmi Kepada Geo News Karena Menyiarkan Laporan Palsu
Fitnah Tidak Akan Menghentikan Seruan Kebangkitan Khilafah
Hizbut Tahrir  layangkan surat peringatan hukum kepada Geo News Channel untuk menanggapi laporan palsu dan keliru mengenai metodologi Hizbut Tahrir. Surat peringatan hukum ini telah dikirim sebagai tanggapan terhadap laporan palsu yang disiarkan pada malam 18 Desember 2013 dalam program “Aaj Kamran Khan ke Sath “.
Dalam program ini  Geo News memberitakan Hizbut Tahrir telah mengaku bertanggung jawab melakukan serangan bom atas para personal militer di Hangu yang membunuh lima tentara angkatan bersenjata Pakistan.
Setelah penayangan berita ini, Hizbut Tahrir Wilayah Pakistan pada tanggal 23 Desember 2013 mengeluarkan ‘surat klarifikasi’ , di mana Hizbut Tahrir menolak dan membantah pencemaran nama baik ini. Hizbut Tahrir menjelaskan bahwa  dalam melakukan perjuangan politik dan intelektualnya, HT  mengikuti sunnah Rasulullah SAW . HT juga mengadopsi aktivitas fisik (bersenjata) adalah  tidak dibolehkan dalam amal dakwah untuk  mendirikan Khilafah.
Oleh karena itu saluran Geo News diminta untuk menyiarkan pernyataan dari Hizbut Tahrir dengan cara yang sama seperti mereka menayangkan laporan palsu itu.  ‘Surat Klarifikasi’ ini diterbitkan pada website kami dan juga dikirim ke kantor pusat Geo News.
Meskipun ada jeda sebulan penuh, pemerintah mengesampingkan prinsip-prinsip dasar jurnalisme dan laporan yang bias, karena surat klarifikasi dari Hizbut Tahrir itu belum juga ditayangkan. Jadi, saat ini Hizbut Tahrir telah mengirimkan surat peringatan hukum bagi saluran Geo News dengan sengaja melakukan hal itu sehingga melanjutkan dengan surat peringatan hukum karena pencemaran nama baik. Dalam surat tuntutan itu dinyatakan bahwa, “Hizbut Tahrir bahkan tidak pernah berpikir untuk membunuh seorang Muslim pun karena hal ini diharamkan oleh Islam.
Selain itu, Hizbut Tahrir menyerukan kepada angkatan bersenjata untuk memberikan Nusrah (Dukungan) untuk mengamankan pendirian kembali Khilafah, sehingga tidak masuk akal untuk menyarankan untuk melakukan tindakan itu karena akan membahayakan angkatan bersenjata dengan cara apapun.” Dijelaskan lebih lanjut dalam surat tuntutan itu bahwa jika saluran Geo News tidak menayangkan ‘Surat Klarifikasi’ dari Hizbut Tahrir yang dikeluarkan pada tanggal 23 Desember 2013 dalam waktu sepuluh hari setelah menerima surat peringatan hukum ini, maka Hizbut Tahrir, melalui perwakilan hukumnya, akan mulai mengajukan tuntutan Perdata dan Pidana.
Kantor Berita Hizbut Tahrir Wilayah Pakistan
Sabtu, 24 Rabii ‘ al – Awwal 1435 H
25/01/2014
No: PN14003

Saluran Televisi Islam Pertama di Thailand


Voa-Khilafah.cu.cc - Pemerintah Thailand telah meluncurkan sebuah saluran Televisi yang ditujukan untuk umat Islam, dimana saluran ini merupakan yang pertama di negeri Tersebut.


Proyek manajer saluran berbahasa melayu, Tchamron Danodom, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk berkontribusi dalam memberikan pemahaman antara Muslim melayu dan Buddha Thailand. Ia mengatakan saluran baru tersebut akan 

Perlu dicatat bahwa mayoritas Muslim tinggal di bagian selatan Thailand, dimana disana juga terdapat gerakan sipil dan bersenjata menentang diskriminasi Ras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Mereka memperjuangkan kemerdekaan atau otonomi untuk wilayah mereka, karena  mayoritas Penduduk Thailand adalah beragama Buddha.
VIDEO: Rekaman Program Dialog Aktual TVRI Pasca Konferensi Perempuan Internasional

VIDEO: Rekaman Program Dialog Aktual TVRI Pasca Konferensi Perempuan Internasional


Mohon sebarkan...


Saksikan rekaman Program Dialog Aktual TVRI Pasca Konferensi Perempuan Internasional 22 Desember 2012 yang diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.




Bersama:

Ibu Iffah Ainur Rochmah (Jubir MHTI),
Dr.Nazreen Nawaz (CMO Hizbut Tahrir),
Ibu Fika M.Komara,M.Si (Anggota CMO Hizbut Tahrir Chapter Asia Tenggara)


Rekaman bisa disaksikan di

Masya Allah.. Video Porno Bisa Disaksikan di Program Google TV


Voa-Khilafah.co.cc, Los Angeles: Google akan membawa konten dewasa dalam produknya, Google TV, melalui kerja sama yang dilakukan dengan Vivid Entertainment. Ini menjadikan aplikasi televisi pertama yang dirancang untuk membuat konten seksual eksplisit ke publik. 

Apple, satu dari sederet saingan terbesar Google, telah lama memiliki kebijakan yang tidak mengizinkan konten dewasa pada produk seperti Apple TV, iTunes, atau App Store untuk iPhone, iPod Touch, dan iPad. Namun, Apple telah membuat pengecualian untuk Playboy.

Sampai saat ini, Google belum punya saluran dewasa di Google TV meskipun pengguna dapat menjelajahi sesuatu di web melalui Google TV built-in web browser, Selasa (22/11).

Google meluncurkan layanan web ke layar TV di Amerika Serikat pada tahun lalu. Kepala Eksekutif Google Eric Schmidt mengatakan, produk ini akan menjadi debut global pada 2011.

Steven Hirsch, pendiri Vivid Entertainment mengatakan bahwa, "Ini merupakan salah satu cara agar Vivid tersedia di berbagai medium sehingga dapat diakses lewat komputer, alat mobile, tablet, televisi, dan DVD player."

Konten Vivid akan disediakan dalam High Definition (HD) dengan menghadirkan film-film bertemakan dewasa dan tentunya tersedia untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan berlangganan ke website perusahaan. Saluran streaming Vivid akan menayangkan film dewasa, video porno selebritis, parodi XXX dari superhero yang populer, video pendidikan, dan konten lainnya.

"Kami telah merencanakan ini selama satu tahun untuk menghadirkan layanan konten televisi yang mudah bagi pelanggan dan dapat diaplikasikan ke dalam Google TV," ia menambahkan.

Juru bicara Google menjelaskan bahwa perusahaannya akan memprioritaskan pengawasan orangtua dari alat-alat ini. Kontrol terhadap keamanan untuk mencegah mereka yang di bawah umur untuk mengakses konten ini akan terus dikembangkan. (sydneymorningherald/MEL/voa-khilafah.co.cc) 

Para Dai di Televisi Harus Melahirkan Pengikut, Bukan Penggemar



oleh Muhammad Afwan

Voa-Khilafah.co.cc - Dai yang mengedepankan popularitas hanya akan melahirkan umat yang menjadikan dakwah sebagai tontonan, bukan tuntunan. Seorang dai harus ikhlas berjuang, meski sepi dari riuh rendah sanjung dan pujian. Cahaya dakwah tak boleh kalah oleh silau gemerlap keduniaan.

Suatu ketika, seorang mubaligh muda datang bersilaturrahim ke rumah Syaikh Ahmad Soorkati, pendiri organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyah. Sebagai seorang alim, Syaikh Soorkati diminta nasihatnya tentang perjuangan di jalan dakwah. Dengan bahasa yang sangat menyentuh, Soorkati mengatakan, “Jalan yang engkau pilih ya waladi (wahai anakku) adalah jalan kefakiran dan kepapaan…tapi agung, karena itu adalah jalan yang ditempuh para anbiya dan mursalin,”ujarnya lembut. 

Cerita tentang Syaikh Soorkati dan mubaligh muda di atas dikisahkan oleh KH Mohammad Isa Anshari, tokoh Masyumi yang dikenal piawai dalam berdakwah. Dalam buku “Mujahid Dakwah” yang ditulisnya, dai yang terkenal sebagai singa podium ini menulis, “Akidah Islamiyah yang kita jadikan pegangang hidup, kita serukan kepada manusia, kita bela dengan segala cara, kita perjuangkan dengan segala kepenuhan hati dan kesungguhan, tidak pernah menjanjikan kesenangan dunia…” tulis Isa Anshari.

Karena itu, Isa Anshari menegaskan, sebagai seorang Muslim, sebagai seorang dai, idealisme yang harus dikedepankan bukanlah materi dan kesenangan duniawi. Seorang mujahid dakwah, katanya, adalah seorang yang menyerahkan dirinya tanpa syarat kepada tegaknya kalimatullah. Isa Anshari mengatakan, seorang dai harus sadar bahwa tampilnya ia sebagai juru dakwah bukan karena sanjung dan pujian. Seorang dai harus mawas diri bahwa segala pujian adalah hak AllahSubhanahu wa Ta’ala.

Puja dan puji kepada seorang dai adalah “racun berbisa” yang bisa merusak gerak dakwah dan menciptakan kultus individu. Dengan bahasa yang menggugah, ulama asal Maninjau, Sumatera Barat, itu menuturkan, “Dakwah bukanlah jalan yang mengantarkan kita kepada kesenangan hidup dan kemewahan dunia, tapi justru kesengsaraan badan yang akan menjadi nasib, yang akan menjadi bahagian diri sebagai tunangan dari keyakinan dan perjuangan. Tenaga badan terasa lemah, tetapi tenaga iman bertambah kuat, tegap, dan segar,” tuturnya.

Dalam buku “Fiqhud Dakwah” pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Allahyarham Mohammad Natsir mengatakan, kekuatan seorang dai bukan pada pesona pribadinya, tapi pada kekuatan dakwahnya, kekuatan dalam menyampaikan hujjahyang bisa diterima oleh akal sehat, dan daya panggilnya yang bisa menjemput jiwa dan rasa. Natsir menegaskan, jiwa seorang dai harus merdeka dari sifat ananiyah (egois pribadi) yang bisa menjerumuskan sang dai pada sikap takabburriya’ dan ujub.

“Dakwah bukanlah jalan yang mengantarkan kita kepada kesenangan hidup dan kemewahan dunia, tapi justru kesengsaraan badan yang akan menjadi nasib, yang akan menjadi bahagian diri sebagai tunangan dari keyakinan dan perjuangan. Tenaga badan terasa lemah, tetapi tenaga iman bertambah kuat, tegap, dan segar.”

Jika sikap takabbur sudah bersemayam dalam niat tempat bertolak, kata Natsir, maka akan muncul sikap hendak memenuhi selera orang banyak, yang ujungnya kembali pada selera “aku” pribadinya. Diantara bentuk sikap ananiyah yang bisa hinggap pada seorang dai adalah hubbul maal (cinta harta), hubbul jaah (cinta pangkat dan jabatan), ingin dilihat dan dipuji banyak orang. Semua itu, menurut Natsir, bersumber pada keinginan memperoleh balas jasa dalam arti lahir maupun batin. 
    Natsir mengingatkan, “Di bawah kekuasaan hawa ananiyah ini seorang mubaligh mudah sekali melakukan bermacam-macam pantangan dakwah, seperti berteras keluar, menjual tampang, berpantang rujuk (kembali pada kebenaran), menghela surut, walaupun sudah nyata keliru fatwa. Kemudian tajammul, mencari muka dengan mendekatkan diri pada orang yang berkuasa. Kalau sudah begitu, seorang mubaligh akan kehilangan harga diri, yang menjadikan lidahnya kaku, jiwanya kecut,” kata Natsir.

    Penerus Natsir, Ustadz Syuhada Bahri yang kini menjabat sebagai Ketua Umum DDII mengatakan, dai yang bisa melahirkan pengikut adalah dai yang memiliki ilmu. “Yang ia berikan ilmu. Tapi kalau yang melahirkan penggemar, ia hanya punya kemampuan entertaint. Ilmunya hanya diputar-putar di situ saja. Kalau yang lahir penggemar, jika dainya berbuat sesuatu yang tidak disetujui penggemarnya, maka dakwahnya akan bubar. Tapi kalau dai yang melahirkan pengikut tidak. Sebab ukurannya nilai, bukan orangnya,” terang dai yang mengalami asam garam dakwah di pedalaman terpencil ini.

    Tokoh pergerakan internasional, Syaikh Fathi Yakan menyebutkan, diantara karakteristik dakwah dan dai yang harus diterapkan para kafilah dakwah adalah melakukan uzlah dalam pengertian maknawi, yaitu mengisolasi diri dari hawa nafsu duniawi dan sistem jahiliyah. Seorang dai, kata Fathi Yakan, adalah orang yang membawa prinsip-prinsip dakwah rabbaniyah, yaitu segala konsep, hukum, akhlak, tradisi, dan ide-ide yang bersumber dari dienullah dan risalah Rasul-Nya. Prinsip-prinsip ini tak boleh dikotori oleh kepentingan duniawi.
    Sunatullah dakwah adalah penuh onak dan duri, bukan sanjung dan puji. “Berharap senang dalam berjuang…bagai merindukan rembulan di tengah siang,” begitu senandung nasyid mengalun merdu. Sunatullah dakwah juga dijalani oleh para Nabi dan Rasul. Habib Muhammad Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam, mengatakan, “Jika perjuangan dakwah yang kita jalani selama ini lancar dan aman-aman saja, kita justru perlu bermuhasabah, jangan-jangan ada yang salah dalam dakwah kita.”

    Berdakwah menegakkan kalimatullah adalah panggilan tugas dan perjuangan seorang Muslim. Karena itu, seorang dai harus siap berjuang di tengah sunyi senyap sanjung dan pujian. AllahSubahanahu wa Ta’ala berfirman, ”Beramallah kalian, dan Allah pasti akan melihat amalan kamu, dan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada-Nya, yang Maha Tahu hal yang gaib dan yang nampak, dan Dia memberi tahu kamu apa yang telah kamu perbuat.” (At-Taubah:105).

    (Voa-Islam/Voa-Khilafah.co.cc)

    Taushiyah Tulus Seorang Ibu Untuk Ananda Ustadz Solmed



    Jakarta (voa-khilafah.co.cc) - Sebuah surat pembaca datang dari seorang ibu bernama Wulan Darmanto yang mengaku prihatin dengan da'i muda yang kerap tampil di televisi. Dari hatinya yang tulus, ia memberi nasihat secara tertulis, khususnya kepada Ustadz Soleh Mahmud atau yang ngetop disapa Solmed.

    Tentu saja, bukan didasari rasa benci atau pun bermaksud untuk ghibah, Ibu Wulan mengharapkan para da'i muda agar memberi teladan pada umat. Dan seharusnya pula, Ustadz Solmed menerima nasihat itu dengan lapang dada, dan tidak menjadikan kritikan itu sebagai ancaman.

    Adakalanya, ustad muda yang bergaya bak selebritis tidak menyadari, bahwa popularitas itu sesungguhnya adalah ujian. Boleh jadi, Ustadz Solmed merasa 'ditodong' oleh media entertainment untuk diwawancarai. Boleh saja, diwawancarai, namun satu hal, gunakan bahasa dakwah, bukan bahasa seleb. Ini adalah perangkap. Jangan sampai para da'i malah terperangkap dalam gelombang arus kapitalisme global termasuk dalam industri media televisi.   Dan hendaknya para da'i menyampaikan dakwah yang benar dimanapun berada. Katakanlah yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil. Jadilah pribadi-pribadi teladan bagi masyarakat karena keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah swt.


    Berikut surat terbuka seorang Ibu dua anak ini yang tinggal di Pamulang kepada Ustadz Solmed:

    Assalamu’alaikum, Pak Ustadz...

    Sebelumnya saya mohon maaf jika Bapak kurang berkenan dengan surat terbuka ini.
    Saya bukan Solmeder’s yang konon menggandrungi Pak Ustadz setengah mati. Saya juga bukan orang yang setia menyimak kajian Pak Ustadz  di televisi. Saya hanya ibu rumah tangga yang sedang terheran-heran, mengapa Pak Ustadz yang mestinya jauh dari dunia gemerlap kok malah sering muncul di infotainment.

    Beberapa hari lalu, saya membaca artikel di sebuah portal berita. Katanya Ustadz sedang dekat dengan penyanyi anu yang sedang naik daun itu. Dalam hati saya membatin, sekaligus berharap, janganlah berita itu menjadi kenyataan. Bukannya saya mengutuk sang biduan, Pak Ustadz. Tapi bapak harusnya lebih paham seperti apa ciri wanita shalihah dan bagaimana cara “mendekati” wanita tipikal seperti ini.

    Ada bantahan yang melegakan hati saya, bahwa Pak Ustadz dan penyanyi itu hanya berteman, tak lebih. Karena sebenarnya hati Pak Ustadz sudah diisi oleh wanita lain. Tapi bantahan ini pun memberikan tanda tanya baru di hati saya; Pak Ustadz, sang guru ngaji yang masih bujangan, mengakui terang-terangan bahwa hatinya sudah  terpikat oleh pesona seorang wanita?

    Esoknya, saya kembali melihat Pak Ustadz. Sayangnya bukan di tayangan pengajian, melainkan di infotainment; gudang beritanya para artis. Miris hati ini melihat bapak yang dikenal masyarakat sebagai sosok da’i mau diwawancara berdua dengan wanita yang bukan mahromnya. Bahkan di tayangan tersebut bapak nyaris akan disuapi oleh si wanita. Oh, dialah rupanya si penunggu hati yang kemarin sempat bapak singgung.

    Tak butuh waktu lama untuk kembali melihat wajah Pak Ustadz di acara gosip selebritis. Kali ini Pak Ustadz dengan wajah sumringah bercerita bahwa Bapak baru saja memberikan mobil sebagai hadiah bagi sang wanita. Wanita itu pun ada di situ, berdua dengan Pak Ustadz, ikut tertawa riang di depan kamera. Ah, Pak Ustadz, tahukah bapak ada banyak ibu-ibu seperti saya geleng kepala melihat tingkah bapak. Apalagi bolak balik bapak menegaskan bahwa hubungan kalian adalah ta’aruf. Saya belum habis pikir, kok bisa makna ta'aruf tidak ada bedanya dengan pacaran.

    Ustadz Solmed,
    Sebagai ustadz tentu bapak jauh lebih paham bagaimana cara berta’aruf yang benar dalam Islam. Bagaimana menjaga adab dalam bergaul agar tidak terjadi fitnah dan bagaimana pula menghijabi hati bagi lawan jenis yang bukan mahrom. Perih hati saya melihat tayangan infotainment menyebut Pak Ustadz dan wanita itu sebagai pasangan kekasih. Kalau sudah begini, apa bedanya Pak Ustadz dengan artis lain yang diwawancara berdua dengan pacar mereka? Pak ustadz ta’aruf, mereka pacaran. Tapi sama-sama tampil berdua, menyiratkan kemesraan, dan sama-sama mau diekspos media infotainment.

    Oh, mengapa ustadz yang seharusnya menjadi milik jamaah kini menjadi komoditi seperti ini. Ustadz adalah ustadz,  jangan nyambi menjadi seleb. Itu adalah dua dunia yang berbeda, jauh berbeda. Tapi kalau boleh jujur, Pak Ustadz memang pantas menjadi selebritis. Wajah ganteng, hidup mapan. Seharusnya Bapak meneladani Briptu Norman, dia berani memilih untuk menjadi polisi atau selebriti.

    Ustadz Solmed,
    Waktu kecil, saya punya ustadz idola yang saya suka karena kerendahan suaranya dan entah mengapa hati ini selalu tersentuh kala melihat beliau berceramah. Ustadz kesukaan saya ini jarang tampil di televisi, belum tentu sepekan sekali. Ustadz Ihsan Tanjung namanya.

    Rasa-rasanya bapak juga tahu suara hati sejumlah jamaah yang kini mulai gusar dengan mudahnya seseorang disebut ustadz. Bermodal wajah yang kameragenik, gaya yang terus up to date dan model berceramah yang atraktif, seorang penceramah kini bisa dengan mudah menjadi ustadz. Lalu setelah terkenal, acara ceramahnya punya rating tinggi, naiklah derajatnya menjadi bintang iklan, bahkan MC acara hiburan.

    Pak Ustadz,
    Melalui surat terbuka ini, saya bukannya ingin menasehati Bapak. Toh saya juga jauh dari kefamahan terhadap ilmu agama. Saya hanya ingin menyampaikan kegundahan hati seorang umat, bahwa sebagai da’i apa yang bapak lakukan menjadi contoh dan teladan bagi umat. Jika memang sedang dekat dengan seorang wanita, janganlah mengklaim itu sebagai ta’aruf. Kasihan muda mudi kita Pak, bila kini mereka lebih merasa aman berdua-duaan dengan lawan jenis lantaran menganggap itulah proses ta’aruf seperti yang Pak Ustadz contohkan.

    Konon bapak baru akan menikahi si gadis empat bulan lagi. Empat bulan adalah waktu yang tidak sebentar bagi insan yang tengah mencandu asmara. Saya pernah melewati fase seperti Pak Ustadz saat hendak menikah. Menunggu sebulan saja badan ini rasanya meriang tak karuan. Waktu menjadi terasa sangat lama. Dan bayangan di benak sudah terisi oleh hal yang tidak-tidak saja.

    Semoga Ustadz Solmed membaca surat terbuka saya ini.

    Sebaiknya segeralah nikahi gadis tersebut, karena masyarakat kini mulai enteng menyebut “Oh, itu to, pacarnya Ustadz Solmed..” yang membuat miris  siapa pun yang mendengar. Jika memang Pak ustadz masih harus menunggu empat bulan lagi, janganlah memamerkan kedekatan kalian di televisi. Lakukanlah ta’aruf sebagaimana seharusnya dilakukan. Jangan menghaluskan bahasa dari pacaran menjadi ta’aruf. Sekali lagi, kasihan jamaah yang banyak mengidolakan bapak dan berkiblat pada bapak.

    Cukup sekian surat dari saya, semoga besok dan seterusnya, saya tak lagi menjumpai Pak Ustadz di tayangan gosip. Karena ustadz adalah dai, bukan selebriti.

    Wassalammu’alaikum

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    Followers

    SEPUTAR RAMADHAN

    TSAQOFAH ISLAM

    FIKIH

    HADITS

    TAFSIR AL QUR'AN

    NAFSIYAH

    HIKMAH

    NASYID

    HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    AL-ISLAM

    DAKWAH

    ULAMA

    SEJARAH

    DOWNLOAD

    ARTIKEL