Tampilkan postingan dengan label YAMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YAMAN. Tampilkan semua postingan
Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Keterangan Pers
Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Voa-Khilafah.com - Milisi Houthi di kota Raidah di propinsi Imran menangkap saudara kami al-ustadz Muthahhar Ahmad ar-Rasyidi yang berusia 43 tahun yang bekerja sebagai direktur salah satu sekolah di kota tersebut. Ia ditangkap dari rumahnya pada Senin 30 Maret 2015 dan dipindahkan ke propinsi. Penangkapan itu karena ia menyebarkan leaflet Hizb dengan judul “Dan Akhirnya Pesawat Para Penguasa Agen Bergerak… Akan Tetapi Kemana? Bergerak Untuk Membunuh Kaum Muslimin Bukan Untuk Memerangi Musuh-Musuh!” Di dalam leaflet itu dinyatakan: “Pesawat-pesawat dan kapal-kapal perang para penguasa agen itu bergerak untuk menyerang Yaman, bukan menyerang Yahudi. Padahal Yahudi itu lebih dekat dari mereka dibandingkan dengan Saba’ (Yaman)! Hal sangat buruk mereka katakan untuk menjustifikasi tindakan mereka, bahwa serangan itu untuk melindungi kiblat kaum Muslim (Makkah). Padahal Makkah tidak sedang diduduki. Sebaliknya, kiblat pertama kaum Muslim (Al-Quds) mereka biarkan. Padahal al-Quds sedang diduduki Yahudi dan terus berteriak meminta pertolongan! Pesawat-pesawat mereka itu bergerak ke Yaman untuk kepentingan kaum kafir penjajah. Pesawat-pesawat mereka tidak bergerak untuk membebaskan bumi penuh berkah (Palestina) yang diduduki oleh manusia yang paling keras permusuhannya (Yahudi) kepada kaum Muslim!”

Houthi dan beberapa kekuatan politik kesal terhadap leaflet yang dikeluarkan oleh Hizb itu padahal leaflet tersebut mengungkapkan kebenaran, tidak menjilat bermanis muka kepada penguasa, partai atau kelompok manapun. Hizb sepanjang perjalanannya hanya menasehati, memperingatkan dan membongkar rencana-rencana barat dan alat-alat barat diantara para penguasa agen dan siapa saja yang berjalan bersama mereka dan berada dalam pelukan asuhan mereka, baik mereka sadar atau tidak. Hizb tidak memandang kecuali dari sudut pandang syara’. Hizb dalam sikap dan perjalanannya hanya berpegang teguh kepada syara’. Hizb tidak memandang kubu-kubu yang bertarung dengan pandangan sektarian menjijikkan yang ditempuh oleh Barat untuk memicu sektarian diantara kaum Muslimin. Akan tetapi, analisis dan pandangan Hizb terhadap berbagai peristiwa adalah pandangan mendalam dan cemerlang yang mendeskripsikan realita sebagaimana adanya, meski pihak-pihak yang bertarung di Yaman tidak tahan dengan kenyataan pahit dan nasihat yang benar tersebut.

Hizb di dalam leafletnya menjelaskan hakikat pergolakan yang terjadi di Yaman dan kubu-kubunya yang menjadi agen. Sekaligus Hizb menjelaskan bahwa itu merupakan pergolakan internasional Anglo Amerika. Di dalam leaflet itu dinyatakan:

Amerika telah mendukung Houthi melalui Iran dengan berbagai macam senjata dan peralatan militer agar mereka mampu mengontrol Yaman menggunakan kekuatan. Sebabnya, Amerika paham bahwa lingkungan politik (di Yaman) pada galibnya adalah buatan Inggris… Begitulah, Houthi beranggapan, mereka memiliki kekuatan yang bisa mengontrol Yaman. Karena itu mereka mengepung Presiden Hadi agar bisa mendapatkan dari Presiden apa yang mereka inginkan melalui undang-undang yang dikeluarkan oleh Presiden. Presiden Hadi sebelumnya setuju, tetapi kemudian menunda-nunda pelaksanaannya. Karena itu Houthi lalu memberlakukan tahanan rumah terhadap Hadi. Namun kemudian, Presiden Hadi bisa lolos dan pergi ke Aden. Houthi bisa menyusul Hadi, tetapi Hadi kembali bisa lolos untuk kedua kalinya… Begitulah harapan dan tempat yang dituju terasa makin jauh bagi mereka. Mereka menyebar di wilayah tanpa pengasuh yang menerima mereka, kecuali para pengikut Saleh yang berjalan bersama mereka agar bisa berbagi kekuasaan dengan mereka jika mereka berhasil mengalahkan Hadi, atau sebaliknya melecehkan mereka jika mereka gagal bahkan hingga jika mereka ditimpa oleh sesuatu kegagalan! Tanda-tanda hal itu sangat menonjol. “ Kemudian Hizb melanjutkan di dalam leaflet itu memberikan analisis terhadap realita serangan terhadap Houthi, yang disebut Paket Badai. Hizb mengatakan:Amerika paham bahwa Houthi, pengikut AS, telah berada dalam situasi kacau. Mereka telah menyebar di negeri (Yaman), tetapi tidak bisa mendominasi dan juga tidak bisa kembali ke basis kekuatan mereka di utara. Karena itu Amerika berpandangan untuk menyelamatkan mereka dengan aksi militer terbatas dengan cara “menembak dua burung dengan satu tembakan”: Pertama, untuk menonjolkan mereka (Houthi) sebagai korban yang sebelumnya masyarakat melihat agresi mereka. Kedua, menciptakan suasana negosiasi darurat untuk sampai pada solusi jalan tengah—seperti kebiasaan Amerika—ketika tidak mampu mengambil semuanya sendirian… Hal itu telah menjadi jelas dengan memantau apa yang telah dan sedang terjadi. Saudi berkonsultasi dengan Amerika sebelum aksi militernya di Yaman. Pihak-pihak yang melakukan peran militer secara aktif adalah agen-agen Amerika, khususnya Salman, Raja Saudi, dan al-Sisi, Presiden Mesir. Adapun negara-negara Teluk lainnya, Yordania dan Maroko lebih memainkan peran politis menurut kebiasaan Inggris dalam mendampingi Amerika. Tujuannya adalah agar Inggris berada dalam potret dan mendapat bagian dalam negosiasi-negosiasi mendatang agar bisa memperoleh pembagian pengaruh… Aksi-aksi militer kadang kala berhasil membuka pintu negosiasi, namun kadang kala gagal. Akibatnya, masalahnya menjadi kacau kembali, menyengsarakan Yaman yang dulu bahagia pada hari yang tidak jauh, yaitu pada hari saat Bumi Yaman yang bersih tidak dimasuki oleh para agen dan orang-orang kafir penjajah.”

Kami mengetahui bahwa diantara para pengikut di dalam gerakan-gerakan yang disebut gerakan islami diantaranya Houthi itu banyak yang mukhlis. Akan tetapi, ikhlas saja tidak cukup tanpa kesadaran terhadap apa yang terjadi di dalam konstelasi internasional dan kondisi para penguasa dan agen yang menjadi pengikut dalam konstelasi internasional itu. Jika Houthi dan kubu-kubu yang bertarung di Yaman dan di kawasan merasa marah karena penyifatan mereka sebagai agen, maka hendaklah mereka membahas makna istilah agen itu supaya mereka paham bahwa agen adalah orang yang merealisasi rencana-rencana musuh baik dia tahu atau tidak. Juga agar mereka semua memahami bahwa syabab Hizbut Tahrir terus berjalan kepada apa yang dijanjikan oleh Allah seraya bertawakal kepada-Nya sampai Allah memenangkan agama-Nya sehingga al-Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian tegak atau syabab Hizb binasa karenanya. Juga supaya mereka mengetahui bahwa syabab Hizbut Tahrir merupakan katup pengaman di tengah umat ini. Mereka, dengan izin Allah, merupakan pemimpin umat yang menuntun umat kepada terhimpunnya kalimat, penyatuan barisan, mencampakkan perpecahan, menelanjangi musuh-musuh, menegakkan kekuasaan Islam dan menyuarakan kalimat kebenaran secara lantang dan memberikan nasihat kepada semua muslim. Dan Allah Mahakuasa atas hal itu. Maka hendaklah al-ustadz Muthahhar ar-Rasyid segera dilepaskan dan begitu pula semua orang yang yang ditangkap.

﴿ูˆَุงู„ู„ّู‡ُ ู„ุงَ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ﴾

“Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (TQS Ali Imran [3]: 140)

Maktab I’lami Hizbut Tahrir di Wilayah Yaman
Telepon: 735417068
Email: aan1924@gmail.com


sumber:
http://www.hizb-ut-tahrir.info
http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_45682
http://hizbut-tahrir.or.id/2015/04/05/houthi-menangkap-syabab-hizbut-tahrir-karena-mendistribusikan-leaflet-yang-membongkar-dan-mengutuk-paket-badai/

[www.voa-khilafah.com]

Seruan Hizbut Tahrir kepada sejumlah ulama yang memberikan dukungan atas tindakan Pelayan Dua Tanah Suci terkait aksi militer “Badai Penghancur” terhadap kelompok pemberontak Houti di Yaman


Berita dan Komentar: Wahai Para Ulama Takutlah kepada Allah, dan Janganlah Kalian Menjadi Penolong bagi Para Penguasa Antek dan Tuan-tuan Mereka!

Berita:
Voa-Khilafah.com - Sejumlah ulama dan dai di Maroko memberikan pujian kepada Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz.yang telah melancarkan operasi “Badai Penghancur” dalam rangka menunaikan suatu perkara yang diwajibkan atas umat. Media-media masa setempat mengutip berbagai sanjungan yang tinggi dan doa restu yang disampaikan oleh sejumlah ulama dan dai  terhadap tindakan Pelayan Dua Tanah Suci  terkait aksi militer “Badai Penghancur” terhadap kelompok pemberontak Houti di Yaman. Mereka menegaskan bahwa “Sesungguhnya langkah militer ini adalah kewajiban yang syari dan sejarah yang agung” (Koran al-Riyadh http://www.alriyadh.com/1035495)

Komentar:
Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dalam hal menyebarluaskan agama dan melakukan amar makruf dan nahyi anil munkar. Tetapi, para ulama umat saat ini – kecuali mereka para ulama yang dirahmati oleh Allah swt – alih-alih memikul tanggungjawab yang agung dan menunaikan amanah yang mulia atas pundak mereka dengan berkhidmat kepada agama dan umat. Mereka malah berjalan dalam orbit para penguasa yang zhalim. Mereka mengeluarkan fatwa demi merealisasi kepentingan para penguasa dan tuan-tuan mereka. Lebih dari itu, mereka menyesatkan manusia dengan menyatakan bahwa para penguasa saat ini adalah waliyul amri yang wajib ditaati dan tidak boleh keluar dari ketaatan terhadap mereka. Maka para syaikh semacam ini – melalui fatwa-fatwanya - menutup-nutupi tindakan kejahatan para penguasa tersebut terhadap rakyatnya, begitu pula sikap muwalahnya (berkasih sayangnya) kepada musuh-musuh Islam dan umat Muslim.

Segera setelah Dubes Arab Saudi di Washington mengumumkan niat negaranya untuk melancarkan operasi militer bertajuk “Badai Penghancur” untuk menyerang kelompok Houti di Yaman, banyak syaikh dan dai yang menyatakan dukungan dan sokongan mereka atas aksi ini. Diantara mereka bahkan ada yang menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Arab Saudi merupakan kewajiban syar’i dan dianggap sebagai jihad fi sabilillah! Lembaga Ulama Senior di Saudi pun segera mengumumkan dukungan terhadap operasi “Badai Penghancur” ini, seraya menegaskan bahwa tindakan tersebut dalam rangka mewujudkan kemaslahatan tertinggi bagi umat Islam. Sebagaimana Mufti Saudi menyebutnya sebagai “langkah yang diberkahi dan amal yang salih”. Ia juga menyatakan bahwa “tentara kita yang mati dalam front adalah syahid”. Senada dengan itu, Perhimpunan Ulama Sedunia juga mengumumkan dukungan bagi aksi militer tersebut. Sebuah penjelasan yang dirilis oleh Rabithah Alam Islami juga menyebutkan dukungan terhadap aksi militer melawan kelompok Houti di Yaman. Selain itu, sejumlah syaikh, ulama, dan dai menegaskan dukungannya melalui media social seperti twitter. Diantara mereka, adalah Syaikh Muhammad al-Arifi yang memuji keputusan Raja Salman yang melakukan kampanye militer di Yaman. Dalam kicauannya, ia menyatakan, “Sebuah keputusan yang bijak dari seorang penguasa yang bijak. Sikap tegas dari seorang yang teguh” Sedangkan Dr. Salman Audah mengungkapkannya sebagai, “keputusan berperang ini merefleksikan posisi yang berani dan dinanti-nanti dari pemimpin Saudi”.

Lalu mengapa wahai para ulama dan para syaikh, kalian tidak meninggikan suara kalian dan menuntut para penguasa untuk mengambil sikap yang tegas, lalu menggerakkan pesawat-pesawat tempur serta tank-tank untuk menghadapi musuh yaitu institusi Yahudi yang telah menyerang Gaza pada bulan Ramadhan yang penuh berkah? Tidakkah menjadi hak pula bagi (Al-Aqsa) - kiblat pertama umat Muslim sekaligus tempat Isra Nabi saw yang dilumuri najis pagi dan petang oleh tangan-tangan Yahudi sang penjahat  -untuk diperlakukan sikap yang tegas dengan cara membebaskannya? Wahai para ulama Maroko, bukankah Raja Maroko adalah ketua Lembaga al-Quds? Apakah kalian menganggap, sekedar kalimat-kalimat kutukan dan pengingkaran yang dilakukan secara malu-malu dan diarahkan terhadap serangan institusi Yahudi dan kawanan pemukim Yahudi atas Masjid Al-Aqsa, merupakan sikap yang tegas? Dan bagaimana halnya dengan menolong orang-orang tertindas dan jeritan permintaan tolong kaum perempuan Suriah, Burma, Turkistan Timur dan negeri-negeri Muslim yang lain? Ataukah hal ini bukan termasuk kewajiban syari dan tidak mewujudkan kemaslahatan utama umat Islam? Bagaimanakah kalian ini wahai para ulama, yang begitu sigap mendukung para penguasa kalian dalam kampanye militer mereka untuk meraih keridhaan Amerika dan melayani kepentingan-kepentingannya dalam persaingan para penjajah di kawasan, sementara kalian berdiam diri dari kewajiban kalian terhadap agama kalian dan umat kalian dan persoalan utama mereka?      

Firman Allah swt, “Bagaimanakah kalian mengambil keputusan?” (TQS.Yunus: 35)

Wahai para ulama di Maroko dan seluruh negeri Muslim yang lain, sesungguhnya kami menyeru kalian agar meniru ulama umat yang diberkati semisal al-Izz bin Abdus Salam dan Ahmad bin Hanbal serta yang lainnya. Mereka tidak takut karena Allah terhadap celaan orang-orang yang mencela. Sebaliknya, janganlah kalian menjadi penolong para penguasa penjahat dalam melaksanakan rencana-rencana jahat Barat terhadap negeri-negeri kaum Muslim, dan tariklah tangan putra-putra umat yang ada dalam militer, agar mereka mengarahkan moncong senjata-senjata mereka kepada musuh-musuh umat dan bukannya kepada sesama umat Islam. Demikianlah yang akan menjadi jihad fi sabilillah. Maka beramallah kalian bersama-sama dengan umat untuk menjatuhkan kekuasaan system yang jahat di negeri-negeri kaum Muslim, lalu di atas puing-puingnya itu, kalian menegakkan Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian.

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.” (TQS.Al-Anfal: 24)

Bara`ah Munashirah
16 Jumadi Tsaniyah 1436 / 5 April 2015
(hizb-ut-tahrir.info/voa-khilafah.com)

Diterjemahkan oleh Ust Farhan Suchail, Aktivis HTI Depok.
Barat Membuat Rencana Untuk Menunda Kembalinya Khilafah

Barat Membuat Rencana Untuk Menunda Kembalinya Khilafah

Kantor Media Hizbut Tahrir
Wilayah Yaman

No          : H.T.Y 103
Tanggal : 21 Desember 2011/26 Muharram 1433 H

Keterangan Pers

Barat Kapitalis Tidak Kuasa Menghadapi Islam dan Membuat Rencana-Rencana Untuk Menunda Kembalinya Khilafah

Surat kabar Akhbar al-Yawm yang terbit di Yaman pada hari Selasa (13/12) lalu mengutip dari kantor berita AFP Prancis sebuah laporan tentang bangkitnya aktivis Islam ke tampuk pemerintahan. Di dalamnya dinyatakan ucapan Muhammad Qahthan anggota Panel Tinggi Perkumpulan Yaman untuk Reformasi yang memiliki orientasi islami. Ia mengatakan: “bahwa partainya yang dibentuk pasca penyatuan Yaman pada tahun 1990 tidak mengusung slogan “Islam adalah solusi” seperti halnya Ikhwan di Mesir. Partainya juga tidak memiliki agenda politik Islami. Sebab Yaman adalah negeri muslim dan harmonis”. Sebagaimana ia juga berniat untuk terus dalam koalisinya dengan orang-orang kiri dan nasionalis. Qahthan juga mengatakan, “kubu manapun di Yaman tidak bisa mencirikan diri dengan Islam ataupun kearaban. Kami adalah masyarakat yang seluruhnya muslim dan kami meyakini bahwa kami keturunan Arab dan kubu manapun tidak bisa menarik masyarakat melalui slogan-slogan “Islam adalah solusi”. Masalah Islam di negara tidak jadi masalah di Yaman”.

Perhatian yang ditunjukkan oleh barat baik Amerika dan Eropa, seputar siapa yang akan menjadi penguasa baru di negeri Islam ini, menunjukkan dengan jelas akan kekhawatiran barat terhadap munculnya entitas politis kaum Muslim “al-Khilafah” setelah dahulu barat berhasil menghancurkannya dengan bantuan para pengkhianat dari kaum Muslim. Kekhawatiran itu muncul khususnya setelah berlalu sepuluh tahun sejak diluncurkannya perang salib terhadap kaum Muslim pada tahun 2001 dan ketidakmampuan Barat meraih kemenangan dalam perang tersebut. Problem-problem intelektual barat makin kusut di hadapan ide-ide Islam dengan makin meningkatnya keyakinan para pengikut barat atas ketidakbenaran ideologi kapitalisme. Juga masalah ekonomi dengan krisis-krisisnya yang berturut-turut dan akut, krisis “Dolar dan Euro”, disamping problem-problem lainnya yang mengancam kapitalisme akan lenyap.

Barat mulai melakukan tindakan paling keji dan mengeluarkan permainan politik paling akhirnya dengan menerima sampainya “Islam moderat” yakni sampainya aktivis Islam ke pemerintahan tanpa sampainya Islam ke pemerintahan. Itu adalah upaya untuk melanggengkan hegemoninya atas dunia Islam. Hillary Clinton menteri luar negeri AS dalam pernyataannya pada tanggal 8 November silam mengatakan ucapan untuk persiapan hal itu “mempromosikan tidak adanya penerimaan terhadap demokrasi pada diri aktivis Islam yang taat sebagai perkara yang salah”. Juga ucapan Jonathan Wilks duta besar Inggris untuk Yaman pada tanggal 7 Oktober silam mengatakan, “Inggris dari sisi doktrin tidak menentang adanya kelompok Islami dari “Ikhwan” atau kelompok lain yang menerima demokrasi, partisipasi dan menghormati pandangan pihak lain”.

Sampainya Islam ke pemerintahan itu berarti akan menyapu semua sistem hidup kapitalisme yang sedang eksis di negeri-negeri Islam baik pemerintahan, ekonomi, hubungan-hubungan internasional, politik pendidikan, tata pergaulan dan lainnya, serta diganti dengan sistem-sistem Islam yang dibangun diatas hukum-hukum syara’ yang digali dari al-Kitab, as-Sunnah, Ijmak Sahabat dan Qiyas.

Daulah al-Khilafah adalah sistem pemerintahan satu-satunya yang akan menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan secara revolusioner dan menyeluruh. Daulah al-Khilafah itu sangat jelas bagi orang-orang yang berjuang menegakkannya. Sebaliknya, barat sangat mengkhawatirkannya. Barat tidak lain terus menerus menghalangi kemunculannya dengan berbagai rencana dan strategi yang terbuka. Akan tetapi barat tidak akan kuasa menghalangi kemunculannya. Dan pada akhirnya barat akan berinteraksi dengan daulah al-Khilafah di pentas internasional secara terpaksa, setelah ideologi manusia baik sosialisme maupun kapitalisme menjerumuskan ke kebinasaan. Al-Khilafah akan meliputi seluruh permukaan bumi. Maka barat yang kalah jangan sampai bisa mempedaya Anda. Jangan menyerah kepada rencana-rencana barat dan mengekor di belakangnya. Percayalah bahwa Allah pasti menolong Anda jika Anda menaati perintah-perintahNya dan Anda memenuhi seruanNya dengan mengembalikan hukumnya ke atas muka bumi. Berjuanglah bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan daulah al-Khilafah. Rasulullah saw bersabda:
« ู„َูŠَุจْู„ُุบَู†َّ ู‡َุฐَุง ุงู„ุฃَู…ْุฑُ ู…َุง ุจَู„َุบَ ุงู„ู„َّูŠْู„ُ ูˆَู„ุงَ ูŠَุชْุฑُูƒُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจَูŠْุชَ ู…َุฏَุฑٍ ูˆَู„ุงَ ูˆَุจَุฑٍ ุฅِู„ุงَّ ุฃَุฏْุฎَู„َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู‡َุฐَุง ุงู„ุฏِّูŠู†َ ุจِุนِุฒٍّ ุนَุฒِูŠุฒٍ ูŠُุนِุฒُّ ุจِู‡ِ ุงู„ุฅِุณْู„ุงَู…َ ุฃَูˆْ ุฐُู„ٍّ ุฐَู„ِูŠู„ٍ ูŠُุฐِู„ُّ ุจِู‡ِ ุงู„ْูƒُูْุฑَ»
Urusan (agama) ini pasti akan mencapai apa yang dicapai oleh malam. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun baik di kota maupun di kampung kecuali Allah memasukkan agama ini ke dalamnya dengan kemuliaan Zat yang Maha Mulia yang dengannya Dia muliakan Islam atau dengan kehinaan orang yang hina yang dengannya Dia hinakan kekufuran

Imam Ma'had Darul Hadits Yaman Serukan Jihad Lawan Pemberontak Syiah



SANA'A, YAMAN (voa-khilafah.co.cc) -  Kepala sekolah Muslim Sunni di provinsi Sa'ada, Yaman utara menyatakan Jihad kepada kelompok pemberontak Syiah Houti karena mereka terus mengepung sekolah tersebut selama lebih dari sebulan, Radad Al Hashimi, seorang mahasiswa di sekolah itu mengatakan kepada Gulf News .

"Imam Darul Hadits di distrik Dammaj, Sheikh Yahya Al Hajouri, telah menyatakan perang terhadap para pemberontak Syiah Houthi yang telah menyerang dan menolak untuk membuka blokade mereka di sekolah itu," kata mahasiswa tersebut.

Al Hashimi, yang telah belajar pendidikan agama di sekolah itu selama 10 tahun, mengatakan bahwa pemberontak Syiah menyerang sekolah dan tempat-tempat Muslim Sunni lainnya di Distrik Dammaj pada hari Sabtu dan Ahad dengan tembakan mortir dan penembak jitu sehingga menewaskan lebih dari 30 mahasiswa, termasuk mahasiswa asing.

Sumber-sumber mengatakan bahwa beberapa mahasiswa yang berasal negara Amerika, Perancis dan Indonesia termasuk di antara mereka yang terbunuh di distrik Dammaj.

Terletak di daerah yang dikuasai oleh pemberontak Houti, Darul Hadits didirikan pada tahun 1980 oleh almarhum Sheikh Muqbil Bin Hadi Al Wadie, seorang ulama Sunni dan saat ini menampung lebih dari 10.000 mahasiswa, 10 persen dari mereka berasal dari Arab, Uni Eropa, Kami dan negara lainnya.

Kehabisan makanan dan air

"Saya telah menerima banyak telepon dari saudara-saudara kami dari UEA, Arab Saudi, Kanada dan negara lain yang penuh semangat, siap untuk bergabung masuk. Kami belum perlu bantuan mereka saat ini karena banyak suku yang bergegas untuk mendukung. Tapi jika kita tidak bisa mengalahkan mereka, kami akan meminta bantuan kepada saudara-saudara kita dari luar," tambah Radad Al Hashimi.

..Sumber-sumber mengatakan bahwa beberapa mahasiswa yang berasal negara Amerika, Perancis dan Indonesia termasuk di antara mereka yang terbunuh di distrik Dammaj..

"Karena blokade itu, para keluarga terpaksa tinggal di subsisten Mereka kehabisan bahan bakar, makanan dan air minum.."

Pemberontak Syiah Houthi, yang memberontak kepada pemerintah Yaman setelah enam perang sporadis sejak 2004, membantah tuduhan pembunuhan siswa di distrik Dammaj dan menuduh media menerbitkan cerita-cerita palsu dan tidak berdasar. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada pers, kelompok pemberontak Syiah Houthi mengatakan bahwa kaum Salafi di sekolah tersebut mengangkat slogan yang melabeli mereka sebagai orang kafir yang menyesatkan.


Tidak ada obat-obatan

Setelah mendengar tentang penyerangan itu, sekelompok warga Yaman berjumlah 13 orang yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dan wartawan menuju ke daerah itu untuk meneliti situasi. Para pemberontak Syiah Houthi menghentikan mereka di luar sekolah dan hanya diizinkan tiga aktivis untuk mengunjungi sekolah.

"Orang-orang di sekolah yang dikepung hidup dalam situasi yang sangat tidak berperikemanusiaan. Tidak ada obat dan makanan dan orang-orang terluka yang mati kehabisan darah karena kurangnya dokter dan obat-obatan" Mohammad Al Ahmadi, anggota kelompok mengatakan kepada Gulf News.

"Lebih dari 26 orang tewas dalam dua hari penembakan. Keluarga yang kelaparan dan banyak anak yang bisa segera mati. para pemberontak Syiah memperlakukan para aktivis secara kasar dan menyita memori kamera saya. Mereka takut bahwa kami akan mempublikasikan foto-foto tentang kebiadaban mereka yang kitadapatkan dari sekolah tersebut." (by/gn,yob/voa-islam/voa-khilafah.co.cc)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL