Tampilkan postingan dengan label YUNANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YUNANI. Tampilkan semua postingan
Ribuan orang turun ke jalan di Athena, Kecam pembunuhan rasis imigran Muslim!

Ribuan orang turun ke jalan di Athena, Kecam pembunuhan rasis imigran Muslim!



Voa-Khilafah.tk—Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota Athena, Yunani, pada hari Sabtu (19/1/2013) guna mengecam pembunuhan rasis atas seorang imigran Muslim asal Pakistan.

Sekitar 4.000 orang Yunani dan orang asing yang tinggal di negara itu meneriakkan slogan menentang kekerasan fasis, sementara komunitas Pakistan menggelar shalat jenazah di depan Balai Kota dengan membawa keranda mayat Shehzad Luqman yang ditusuk hingga tewas oleh dua orang Yunani berusia 29 dan 25 tahun pada hari Kamis lalu di Athena.

Dilansir Xinhua, media-media lokal melaporkan, kedua pemuda Yunani itu mengatakan kepada jaksa penuntut bahwa mereka terlibat pertengakaran dengan pemuda Pakistan berusia 27 tahun tersebut karena sepedanya menghalangi motor mereka.

Namun temuan berupa selebaran kampanye partai kanan-jauh anti imigran, Partai Fajar Keemasan, yang ada di rumah salah satu tersangka mengindikasikan bahwa serangan itu bermotif rasial.

Sebagaimana diketahui, Partai Fajar Keemasan sangat anti kepada imigran dan Muslim. Partai rasis itu mendapatkan suara 7% dalam pemilihan umum tahun lalu.

Sejumlah anggota dan simpatisan partai yang memiliki perwakilan di parlemen Yunani itu menjadi tersangka sejumlah serangan rasis, yang semakin marak pada saat Yunani diterpa krisis ekonomi beberapa tahun belakangan ini.*hidayatullah/voa-khilafah.tk

Para uskup Yunani lawan RUU Pembangunan Masjid

Para uskup Yunani lawan RUU Pembangunan Masjid


ATHENA (Voa-Khilafah.co.cc) – Menurut pers Yunani, para uskup Yunani Ortodoks Metropolitan Seraphim dari Piraeus mengajukan banding pada Dewan Negara untuk menarik RUU Yunani yang akan memungkinkan pembangunan sebuah masjid di ibukota, Athena.
Seraphim, yang dikenal sebagai kelompok ekstrim kanan, mengklaim RUU ini sebagai langkah anti-Kristen dan tidak menghormat para martir Kristiani, meskipun di sisi lain, banyak pihak yang menyatakan bahwa RUU ini adalah langkah pemerintah yang cukup demokratis.
Beberapa tahun sebelumnya, Athena sempat disibukkan dengan topik pembangunan sebuah masjid di Athena. Namun, tidak ada langkah yang diambil oleh pemerintah sebelumnya, terutama kalangan ekstrim kanan. Sementara tahun ini, RUU yang akan melegalkan sebuah bangunan tua di wilayah Votanikos Athena untuk diubah menjadi tempat ibadah bagi kaum Muslim tengah melewati parlemen Yunani.
Baru-baru ini, masjid bersejarah Recep Pasa, yang dibangun di pulau Rhodes Yunani selama era Utsmaniyah ambruk minggu lalu. Setelah runtuhnya dua dari empat pilar utama, seluruh struktur bangunan runtuh, kantor berita Anatolia melaporkan.
Kyriakos Magos, seorang arsitek yang bekerja untuk pemerintah kota Rhodes yang mengawasi proyek renovasi bangunan bersejarah di pulau itu, mengatakan bahwa masjid tidak ditopang oleh struktur dan fondasi yang kuat, sehingga memudahkan bangunan tersebut untuk mengalami keruntuhan. (althaf/arrahmah/voa-khilafah.co.cc)
Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja

Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja


Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja   ATHENA (Voa-Khilafah.co.cc) - Sebelum pergi ke Inggris, Xenia hanya mengenal satu agama, Kristen Ortodoks. Dia lahir, dibesarkan, dan tinggal di Athena, Yunani, Sebelum akhirnya terbang ke Inggris tahun 1970-an untuk melanjutkan pendidikannya. 


Di negeri inilah, cakrawalanya terbuka. Ia mengenal ada banyak agama di dunia ini. Islam salah satunya. Namun, ia tak berniat mempelajarinya, karena nyaman dengan agama yang dianutnya sejak kecil. "Saya dibesarkan dalam keluarga yang hangat walau tak begitu taat beribadah," ujarnya. 

Usai kuliah, ia tak kembali ke negerinya. Seorang pemuda setempat memikat hatinya, dan mereka menikah. Belakangan, ia baru tahu suaminya sangat berminat pada Islam. "Agama tak begitu berperan dalam kehidupan keluarga saya...maka saya pun tak ambil pusing dengan orientasi keyakinan suami saya," ujarnya. 

Di rumah, mereka tak pernah mendiskusikan agama.  "Dia menghargai keyakinan saya, demikian pula sebaliknya," katanya. Belakangan ia tahu, suaminya telah menjadi Muslim.

Bersuami seorang Muslim, cakrawalanya tentang Islam terbuka. Di sekolah, ia hanya tahu hal negatif tentang agama ini. Begitu juga di media yang dia baca. Namun di rumah, ia menemukan oase yang berbeda, melalui suaminya. Namun, ia masih belum tergerak hatinya belajar Islam. 

Ia hanya mempelajari Islam sedikit, demi menjawab pertanyaan anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, sang anak lebih condong memilih Islam, mengikuti agama sang ayah. "Saya mengantar mereka ke masjid, tapi saya tak ikut turun. Saya menunggu di mobil saja," ujarnya. 

Saat dua anaknya menginjak remaja, suaminya meninggal dunia. Xenia sungguh terpukul. Ia memutuskan untuk pulang ke negeri asalnya, Yunani. Anak-anaknya, memilih tetap tinggal di Inggris. 

Di bandara, ia menerima SMS anak lelakinya yang termuda, "Mum, kami mencintaimu dan kami tak ingin engkau berbeda dari kami ketika kelak kau berpulang seperti papa. Please, jadilah Muslimah."

Ia merenungi SMS sang anak. "Untuk pertama kalinya setelah 30 menikahi pria Muslim, saya membaca isi Alquran," katanya, yang mengaku awalnya ogah-ogahan membacanya.

Dia mengaku takjub dengan kitab suci almarhum suaminya itu, kendati hanya membaca terjemahannya saja. Untaian kata-katanya sungguh indah, katanya, begitu untaian ceritanya. "Itu bukan bahasa manusia. Itu bahasa Tuhan semesta alam," katanya. 

Dari membaca Quran pula ia tahu, Islam bukan agama baru. Islam telah dianut oleh nabi-nabi terdahulu. "Ini lebih mudah dimengerti, bahwa hanya ada satu Tuhan, tanpa partner, dan para nabi adalah utusan-Nya," katanya. 

Tiba-tiba, ia merasa tak berperantara antara dirinya dan Tuhan. "Hanya saya dan Pencipta saya," kata Xenia yang kini berusia 60 tahun lebih.

Dia mengaku mulai rajin "curhat" pada Tuhan. "Aku berbicara pada Alllah dimana saja. Dia mendengar saya, dan memantapkan hati saya," ujarnya. Sampai di satu titik, ia bulat tekad untuk bersyahadat. 

Bagi Xenia, Islam adalah sistem yang sempurna. Allah tak hanya menurunkan Alquran, tapi juga mengutus Muhammad SAW untuk menjadi "contoh nyata" bagaimana Alquran diaplikasikan. "Jalan menuju surga itu berliku. Allah mengirim panduan menuju ke sana, melalui Alquran dan Muhammad," katanya. 

Xenia juga menyatakan, beda dengan adama lain yang penuh doktrin, Islam mengajak umatnya untuk berpikir. "Islam tak bilang, 'Inilah dia, kau harus mengikutinya sekarang!' Tapi Allah bilang, 'Lihat, lihatlah sekelilingmu. Lakukan perjalanan, lihatlah tubuhmu, langit, alam, mengapa kau tak melihatnya (sebagai tanda-tanda kebesaran Allah?)," katanya, yang mengaku bersyukur telah menemukan islam, kendati memulianya di usia senja. (RoL/Voa-Khilafah.co.cc)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL