Assalamu'alaykum,  Ahlan wa Sahlan

Kehormatan dan Nyawa Makin Tak Terlindungi

Written By Indra Sb on Rabu, 12 Februari 2014 | 17.51

Al-Islam edisi 692, 7 Rabiuts Tsani 1435 H – 7 Februari 2014 M
Di DKI Jakarta dan sekitarnya, selama Januari – awal Februari terjadi sejumlah pembunuhan: Feby Lorita, ditemukan tewas di bagasi mobil Nisan March, Sabtu (25/1); Ny. Adika Adi Putri dibunuh di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakpus, Senin (3/2); Septiawan dibunuh di Gang Bedeng, Jl. Sahardjo, Tebet, Jaksel, Jumat (31/1); penemuan mayat L Edward dalam karung di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakpus, Selasa (4/2); penemuan mayat laki-laki di Kali Pesanggrahan, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel, Senin (27/1); penemuan mayat perempuan di Km 7+800 Tol Jatibening, Bekasi, Jumat (17/1); Epi Suhendar membunuh anaknya sendiri Ihsan Fazle Mawla, Senin (27/1); Desi Hayatun Nupus dibunuh oleh suaminya, Erik (30), di Rawabebek Kotabaru, Bekasi Barat, Minggu (25/1). Dua sosok jasad ditemukan di Jl. Ir H Juanda, Bekasi Timur, Sabtu (25/1). Sebelumnya, Deni Sulaiman ditemukan tewas di Gang Anggrek, Cimanggis, Depok, Kamis (23/1).
Di Medan, ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Frengky Simatupang dibunuh oleh lima orang (Poskotanews.com, 29/1). Di Lampung, Rido Hasan, Sabtu (1/2) tewas ditusuk tersangka F di Desa Candimas, Natar, Lampung Selatan. Di Lumajang Jatim, Siman warga Merakan Kec. Padang Lumajang, pada Sabtu (1/2) membunuh Usnan yang tengah berhubungan intim dengan isteri Siman (Poskotanews.com, 2/2).
Pemerkosaan juga banyak terjadi selama awal 2014. Di Lampung kasus pemerkosaan atas seorang gadis oleh belasan laki-laki belum juga kelar. Di Jakarta seorang wanita dinodai oleh empat orang petugas Trans Jakarta di halte Harmoni. Percobaan perkosaan juga terjadi atas seorang mahasiswi di Jakut. Sementara di Bandung, seorang mahasiswi mengalami perkosaan pada 27/1.
Kriminal Marak, Sistem Gagal Lindungi Warga
Maraknya kejahatan itu membuat rasa aman makin hilang. Orang telah begitu mudah membunuh, memperkosa, dan berbuat kejahatan. Kehormatan dan nyawa begitu mudah dihilangkan, bahkan kadang karena dipicu oleh hal-hal sepele.
Angka kejahatan di negeri ini terbilang besar. Tahun 2013, Polda Metro Jaya mencatat ada 51.444 kasus kriminal di Jakarta dan sekitarnya, atau satu kejahatan tiap 10 menit 13 detik. Pembunuhan 74 kasus, naik 2 kasus (3%) dari tahun 2012. Artinya satu pembunuhan tiap lima hari. Pencurian dengan kekerasan 1.004 kasus dan pencurian dengan pemberatan 5.011 kasus. Sementara, dari 57 kasus pemerkosaan selama tahun 2013, baru 36 kasus berhasil diselesaikan. Di tahun 2014, Polda Metro Jaya memprediksi praktik kejahatan akan meningkat. (detikNews, 29/12/2013)
Di Bekasi, tahun 2013 ada 1771 kasus pidana, naik 12 % atau naik 201 kasus dari tahun 2012. (Beritabekasi.co, 2/1/2014). Di Bangkalan, di tahun 2013 angka kejahatan 523 kasus atau naik 5,02 % dari tahun 2012 (mediamadura.com, 2/1/2014).
Sepanjang 1998-2010, tercatat 4.845 kasus perkosaan di Indonesia, atau 1 perkosaan setiap hari. Kebanyakan korban adalah anak-anak. Sementara di Jogjakarta, menurut Thontowi dari Rifka Annisa data kasus yang terlapor di Rifka Annisa, sepanjang 2009 – 2012, terjadi 131 kasus perkosaan dan 71 kasus pelecehan seksual. Pada Januari-September 2013, terjadi 32 kasus perkosaan dan 10 kasus pelecehan seksual. (itoday.com).
Akibat Sistem Sekuler Kapitalistik
Kriminolog Universitas Asyafi’iyah, Masriadi Pasaribu, mengatakan banyaknya kasus pembunuhan merupakan suatu fenomena. Masyarakat sangat mudah tersinggung. Ketika ketersinggungan terus dipelihara, lama-kelamaan menjadi dendam. Tinggal menunggu amarah yang memuncak. Menurutnya, “Masyarakat Ibu Kota dan daerah penyangga sudah dalam tahap stres yang tinggi sehingga melakukan pembunuhan dijadikan cara yang dianggap efektif untuk menghilangkan kepenatan dan menuntaskan amarah.”
Faktor ketidakharmonisan rumah tangga dan faktor kecemburuan juga berperan, seperti kasus pembunuhan Desy Hayatun Nupus yang tengah hamil. Menurut Humas Polres Bekasi Kota AKP Siswo Motif, sementara diduga karena cemburu. (detikNews, com, 29/1). Septiawan tewas di jl. Saharjo Jaksel jadi korban salah sasaran karena mirip dengan selingkuhan isteri pelaku (poskotanews.com, 1/2).
Kadang pembunuhan dipicu oleh faktor ekonomi. Epi Suhendar membunuh anaknya sendiri diduga karena faktor beban pekerjaan serta himpitan ekonomi (detikNews, 29/1) atau karena ia takut dipecat dari tempat kerjanya karena kurang memenuhi target. Sementara pembunuhan Frengky Simatupang di Medan diduga terkait permasalahan lahan tanah garapan (poskotanews.com, 29/1). Di Bangkalan, menurut Kapolres Bangkalan AKBP Sulistiyono, “banyaknya kasus kriminalitas di kabupaten Bangkalan karena masih sedikitnya lapangan pekerjaan, sebab para pelaku kriminal rata-rata pengangguran.” (mediamadura.com, 2/1/2014)
Bila diperhatikan, berbagai kasus kejahatan (pembunuhan) itu disebabkan oleh banyak faktor saling berkaitan yang semuanya bermuara pada penerapan sistem sekuler kapitalistik. Sistem sekuler tidak memperhatikan masalah iman dan takwa. Bahkan, sekulerisme yang diterapkan justru makin menipiskan iman dan takwa.
Sistem kapitalistik membuat beban hidup (beban ekonomi) rakyat makin besar. Tingkat stress di masyarakat pun makin tinggi yang makin mudah membuat orang gelap mata dan berbuat kejahatan.
Sementara paham liberal membuat pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan termasuk yang sudah bersuami/isteri. Perselingkuhan akhirnya banyak terjadi.
Semua itu diperparah, dengan bobroknya sistem hukum pidana dan sanksi yang tidak bisa mencegah orang berbuat jahat. Dalam sistem hukum buatan manusia yang sedang diterapkan, orang tidak bisa mendapatkan keadilan melalui hukum, muncullah tindakan balas dendam atau main hakim sendiri (street justice).
Walhasil, maraknya kejahatan baik pembunuhan, perkosaan, pencurian dan lainnya itu adalah akibat sistem sekuler kapitalistik yang diterapkan saat ini. Selama sistem sekuler kapitalistik dengan hukum buatan manusia itu masih diterapkan, maka angka kejahatan akan tetap tinggi dan makin meningkat. Rasa aman bagi masyarakat pun makin tipis dan hilang. Kehormatan dan nyawa seolah makin murah, makin tidak berharga dan makin mudah dilanggar dan dihilangkan.
Hanya Dengan Sistem Islam Bisa Tuntas
Mencegah dan mengatasi berbagai tindak kejahatan tidak bisa terwujud dalam sistem sekuler kapitalistik sekarang ini. Sebab sistem sekuler kapitalistik itu sendiri justru menjadi faktor mendasarnya.
Mencegah dan mengatasi kejahatan hanya bisa dilakukan tuntas dengan sistem Islam yang menerapkan syariah Islam secara total. Dalam Islam, kehidupan masyarakat dibangun berlandaskan akidah Islam, iman dan takwa. Negara wajib membina iman dan takwa warganya.
Penerapan sistem ekonomi Islam membuat distribusi harta terjadi secara merata dan berkeadilan. Dalam Islam, negara diwajibkan menjamin lapangan kerja untuk rakyat secara riil. Negara wajib menjamin pemenuhan kebutuhan pokok baik pangan, papan dan sandang tiap individu rakyat. Hal itu bisa direalisasi dengan mekanisme ekonomi dan non ekonomi yang telah diatur dalam syariah Islam. Negara juga wajib menjamin pemenuhan kebutuhan akan pendidikan, pelayanan kesehatan dan keamanan untuk rakyat secara langsung dan bebas biaya. Semua itu mungkin diantaranya dengan dijadikannya kekayaan alam dan berbagai kepemilikan umum sebagai milik seluruh rakyat, harus dikelola negara, tidak boleh diserahkan kepada swasta, dan semua hasilnya digunakan demi kemaslahatan rakyat.
Sementara dengan penerapan sistem ‘uqubat Islam, rasa keadilan bisa diraih. Orang yang terbukti berzina, jika belum pernah menikah dihukum jilid seratus kali, dan jika pernah menikah maka dirajam hingga mati. Pemerkosa harus dijatuhi dengan sanksi ini dan bisa ditambah sanksinya sebab selain berzina, juga disertai kekerasan. Pelaksanaan hukuman itu harus disaksikan oleh khalayak.
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (TQS an-Nur [24]: 2)

Orang yang membunuh dengan disengaja, dihukum qishash (dihukum bunuh) kecuali dimaafkan oleh ahli waris korban, dan dia harus membayar diyat 100 ekor onta, 40 diantaranya sedang bunting. Sementara untuk selain pembunuhan disengaja, pelaku harus membayar diyat 100 ekor onta atau 1.000 dinar atau sekitar Rp 2 miliar (1 dinar= Rp 1.946.883,- geraidinar.com, 4/2)-. Pelaksanaan qishash, rajam dan hukuman jilid harus disaksikan oleh khalayak.
Sanksi itu memberikan efek jera mencegah orang berbuat kejahatan. Efek jera itu bukan semata karena beratnya hukuman, tetapi juga karena pelaksanaan hukuman itu bisa disaksikan dan diketahui oleh masyarakat. Allah menegaskan, di dalam qishash ada kehidupan.
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (TQS al-Baqarah [2]: 179)

Wahai Kaum Muslimin
Dengan penerapan sistem Islam secara total itu, masalah maraknya kejahatan tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi, akan dengan mudah dan segera bisa diselesaikan dengan tuntas. Dengan itu rasa aman akan dirasakan oleh seluruh rakyat. Kehormatan, darah, harta dan nyawa akan benar-benar terlindungi. Kuncinya adalah segera diterapkan syariah Islam secara menyeluruh dan itu tidak akan terwujud kecuali di bawah naungan Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Komentar:
Komisi Pemberantasan Korupsi menilai dana saksi partai politik dalam pemilu berpotensi dikorupsi karena tak jelas perencanaan dan pengawasannya. Daripada terjadi penyelewengan, KPK merekomendasikan agar pemerintah tidak mengalokasikan anggaran itu dalam APBN (Kompas, 4/2).
  1. Sudah biasa, setiap menjelang pemilu, penyelewengan dana meningkat. Ingat, penyelewengan dana lainnya sangat mungkin banyak terjadi.
  2. Itu adalah akibat logis dari sistem politik yang mahal. Itulah kebobrokan sistem politik demokrasi.
17.51 | 0 komentar

Anggota “Tea Party” Campakkan Al-Qur’an dan Berujar : Inikah yang Menyerukan Arab Spring, Islam dan Khilafah ?

Pada tanggal 29/01/2014, situs surat kabar Turki “Miliyat” mempublikasikan video yang dibuat pada tanggal 19/1/2014. Video tersebut tentang Ben Smith, mantan anggota Navy Seal AS yang tengah berorasi di hadapan para anggota “Tea Party” Amerika.
Kemudian ia mengambil al-Qur’an dengan tangannya, lalu melemparkannya ke tanah sebagai bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap firman Allah. Dan dengan sinis pula para hadirin pun bertepuk tangan, yaitu setelah Smith mengatakan: “Inikah buku (al-Qur’an) yang menyerukan pada Arab Spring, Islam dan Khilafah?”
Dengan ini tampak kebencian yang mendarah daging dalam diri rakyat Amerika terhadap Islam, dan ketakutan mereka terhadap revolusi Islam, bahwa revolusi akan melahirkan Khilafah Islam, yang berarti kebangkitan umat Islam untuk meraih kembali posisi sebagai negara nomor satu di dunia, untuk menghapus era keangkuhan serta arogansi Amerika.
Tea Party” Amerika adalah partai nasionalis rasis yang memusuhi Islam secara terbuka, dan menunjukkan rasa takutnya akan kembalinya lagi kekuasaan di bawah naungan negara Khilafah, sebagaimana sikap yang diperlihatkan mantan tentara Amerika itu saat berorasi di depan para anggota partainya.
Sungguh di Amerika telah terjadi banyak insiden berupa film yang melecehkan Rasulullah Muhammad saw, membakar al-Qur’an, merobeknya, hingga menyerang kaum Muslim, sejumlah masjid dan pusat-pusat kajian Islam.
Semua ini menunjukkan kebencian orang Amerika terhadap Islam dan kaum Muslim, serta ketakutan akan kembalinya Islam dalam bentuk negara adidaya yang akan menjadi pesaing negara mereka, dan yang akan melenyapkannya. Negara Amerika telah melancarkan perang terhadap Islam dan kaum Muslim. Negara Amerika telah membunuh puluhan ribu dari mereka, menangkap, menyiksa, melecehkan dan menghancurkan negeri-negeri kaum Muslim dengan dalih memerangi terorisme (kantor berita HT, 2/2/2014).
17.49 | 0 komentar

Alhamdulillah, Natalya Voytenkova yang Membela Suaminya yang Dipenjara Rezim Kazak, Dibebaskan

Saudara kita tercinta Natalya Voytenkova ibu dari 3 orang anak Alhamdulillah telah dibebaskan dari penjara Kazakh pada tanggal 13 Januari. Pada awalnya, dia dihukum 5 tahun penjara oleh rezim Kazakstan hanya karena berbicara menentang penjara yang tidak adil dan kebrutalan yang sukar digambarkan yang dilakukan oleh otoritas Kazak terhadap suaminya Rafis Galiulin. Suaminya dipenjara rezim karena menjadi anggota Hizbut Tahrir.

Setelah dibebaskan, Natalya menerbitkan surat terima kasih berikut ini kepada semua orang yang berbicara untuk mendukungnya dan menentang tindakan kotor ketidakadilan terhadap dirinya dan keluarganya:

” Assalamu alikum wa rahmatullahi wa barakyatuh,
Saudara-saudaraku sekalian!
Saya Voytenkova Natalya dan saya ingin menyampaikan kepada saudara-saudara yang tidak bisa disebutkan namanya, para pembela hak asasi manusia, para tokoh masyarakat dan para wartawan muslim independen, seperti Fauziya Bayramova, Bahrom Khamroev, Tagir Minibaev, Rafis Kashapov, Umar Batirsha, Lutfie Zudieva, Perizat Kirgizbaeva, Ali Charinskiy, Hamza Thalib, Miras Nurmuhanbetov, Makpal Kozhakanov, Valeriy Karpusevich, Mutabar Tadzhibaeba dan lain-lain.
Saya ingin berterima kasih anda semua atas keinginan Anda untuk membela saya. Dengan tidak bersikap masa bodoh, dengan tangisan anda, kekhawatiran anda tentang saya dan anak-anak saya menjadi yatim piatu. Saya memohon kepada Allah (SWT) untuk memberikan balasan kepada Anda, untuk memperkuat kaki-kaki anda di jalan-Nya, untuk menyatukan semua umat Islam.
Saudara-saudaraku , saya memahami bahwa melalui andalah, Allah (SWT) membebaskan saya, sehingga anda meninggalkan rumah-rumah yang nyaman, perdagangan, anak-anak anda tanpa takut atas setiap penindasan oleh pihak berwenang karena satu umat datang untuk membela hanya seorang wanita Muslim.
 Dengan tindakan anda, anda telah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kita umat Islam tidak memicu kebencian etnis apapun sehingga kita tidak memecah orang-orang berdasarkan tingkat sosial dan ras, karena orang-orang dari latar belakang yang berbeda mendukung dan membela saya.
Dengan tindakan anda, Insya Allah, hamba-hamba Allah (SW) yang tercinta, telah menunjukkan ke seluruh dunia bahwa Islam adalah agama besar yang memerintahkan orang-orang beriman untuk hidup bersama, memberikan dukungan dan saling membantu dan berjalan bersama-sama di jalan Allah (SWT).
Maha Kuasa Allah (SWT) yang berfirman tentang hal ini sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah menyukai orang yg berperang dijalan-Nya dalam barisan yg teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yg tersusun kokoh. [QS 61:4].
Di saat kesedihan saya menyatukan kalian semua dan simpati, kasih sayang dan solidaritas anda membangkitkan kebingungan dan bahkan rasa atas iri sebagian orang, dan juga dari para pekerja pelayanan khusus yang mengatakan : “Ya, mereka tidak akan membela kami”.
Wahai Kaum Muslim ! Sekarang ada banyak kaum Muslim di penjara dan biarkanlah contoh dari saya, pembebasan saya meskipun tidak besar, merupakan awal dari kemenangan kita. Mari kita memperkuat doa kita atas orang-orang yang masih dalam hukuman dan atas umat Islam yang tertindas.
Bagaimanapun, nabi kita yang tercinta Muhammad (SAW) bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya pada ketidakhadirannya mudah diterima oleh Allah (SWT). Tidak ada orang yang beriman yang berdoa bagi saudaranya di ketidakhadirannya di mana para malaikat tidak mengatakan, “hal yang sama bagimu” [Muslim].
Dan sebagai kesimpulan, saya ingin menyerukan kepada anda semua umat Islam di dunia. Wahai, hamba Allah (SWT) ! Marilah kita berhenti mencari kelemahan satu sama lain, mari kita berhenti mengatakan satu sama lain “saudaraku, engkau menebar fitnah”, “anda pergi ke jalan yang salah”.
Mari kita memuji ALLAH (SWT) dan meminta bantuan dan pertolongan-Nya atas kita semua. Bagaimanapun, hari ini tidak ada yang bertanya partai apa anda dan apa mazhab anda, hari ini adalah waktu dimana kita cukup untuk mengatakan bahwa anda adalah seorang Muslim, cara hidup anda adalah Quran dan Sunnah dan cukup mengatakan : vonis anda adalah bersalah.
Itu sebabnya saya ingin menyimpulkan dengan mengatakan sabda Nabi Muhammad SAW : “Saya ingin agar engkau selalu bersama-sama dan tidak terpecah belah, berhati-hatilah, karena setan selalu bersama orang-orang yang terpisah, bahkan jika dua orang hidup terpisah dari yang lain, maka mereka tidak bersama dengan yang lain dan orang yang ingin tinggal di tengah-tengah surga, semoga dia tinggal bersama-sama dengan orang lain”.
Assalamu alaikum, saudara-saudaraku sekalian. Dan semoga Allah (SWT) membalas dukungan dan upaya yang telah anda buat untuk membela saya.

Saudaramu Natalya

(rz/ sumber https://www.facebook.com/nazreen.nawaz)

17.47 | 0 komentar

Wahai Kaum Muslimin di Suriah: Hentikan Konspirasi (Jenewa 2) Amerika Terhadap Kalian

بسم الله الرحمن الرحيم
Wahai Kaum Muslimin di Suriah: Hentikan Konspirasi (Jenewa 2) Amerika Terhadap Kalian, Berlepas Dirilah dari Antek-antek Amerika Koalisi Nasional seperti Kalian Berlepas Diri dari Antek AS, Bashar. Deklarasikan bahwa Proyek Kalian Terepresentasi dengan Tegaknya al-Khilafah ar-Rasyidah

Kemarin pada 31/1/2014 telah berakhir putaran pertama Konferensi Jenewa 2 khusus tentang Suriah, yang berlangsung selama satu pekan, dengan keputusan akan diselenggarakan pembicaraan putaran kedua mendatang (doktrinal) pada 2/10. Brahimi menilai bahwa putaran ini merupakan “awal yang sangat sederhana… akan tetapi kita bisa membangun di atasnya” dalam orientasi mewujudkan solusi krisis Suria yang telah berlangsung sejak tiga tahun lalu. Brahimi menambahkan, “Kesenjangan di antara kedua pihak masih besar … akan tetapi saya perhatikan ada landasan kecil bersama yang bisa jadi lebih besar dari apa yang dipahami kedua pihak” yang tegak di atas sepuluh point. Yang paling menonjol adalah: “Kedua pihak mengetahui bahwa keduanya harus membangun bentuk pemerintahan transisi dengan memiliki kewenangan implementatif.” Disamping “dialog nasional dan peninjauan ulang konstitusi dan pemilu.” Dan “menolak kekerasan, ekstremisme, dan terorisme”. Dikatakan oleh Brahimi bahwa kedua pihak menolak kekerasan, ekstremisme dan terorisme dengan kalimat mereka sendiri. Adapun delegasi oposisi, yang anggota delegasinya merupakan juru bicaranya Lu’ay Shafi, memandang bahwa “satu-satunya kemajuan yang terjadi adalah komitmen rezim untuk bernegosiasi dalam kerangka Jenewa.” Ia menuduh rezim “tidak menginginkan solusi politik, tidak menginginkan kemajuan meski satu titik saja di atas jalan mengakhiri krisis.” Sementara al-Mu’alim menggambarkan oposisi “tidak dewasa” dan berputar-putar pada satu topik saja sebagaimana seandainya kita datang pada satu jam, kita serahkan kepada mereka semua hal dan kita pergi.”
Sedangkan apa yang disebutkan di media massa tentang gagalnya konferensi dan bahwa sikap-sikap yang ada beku dan saling menjauh … adalah sangat prematur untuk memutuskan hal itu. Itu adalah peran yang dimainkan oleh media massa mencurigakan dan media massa upahan untuk membuat masyarakat tenggelam dalam detil dan tidak memahami hakikat konspirasi.
Sungguh siapa saja yang memperhatikan tujuan-tujuan konferensi, niscaya ia melihat bahwa semuanya adalah tujuan Amerika. Karena itu, semata menerima diselenggarakan konferensi berarti meletakkan solusi di atas rel Amerika. Semata diselenggarakan konferensi berarti bahwa kereta solusi Amerika telah berangkat dan perjalanannya akan terus berlanjut sampai Amerika menghentikannya dengan menyusun semua solusinya di atas muka bumi. Bersamanya juga akan terus berlanjut kesusahan dan bencananya sesuai tekanan Amerika terhadap oposisi untuk memaksakan solusinya melalui anteknya Bashar dengan menggunakan pemboman, pengepungan, membuat kelaparan, aksi pembantaian mengerikan dan pemanfaatan kondisi-kondisi kemanusiaan… sehingga oposisi tidak menemukan di depannya kecuali menerima sebagian rincian mendasar untuk solusi ini. Dalam konteks ini disebutkan bahwa dalam beberapa minggu sebelum negosiasi pertama ini saja sekitar 1900 personel telah tewas. Perselisihan yang tampak di antara rezim dan oposisi bukan pada tujuan-tujuan melainkan mana yang mendahului. Dan antara tarik menarik siapa di antara keduanya yang lebih dahulu “memerangi terorisme” seperti yang dituntut oleh rezim, atau “pendirian struktur pemerintahan transisi” seperti yang dituntut oleh oposisi. Keduanya adalah tuntutan Amerika. Amerika akan bekerja menyiapkan lapangan sebagai implementasi untuk agenda solusinya secara sempurna. Hal itu dengan mendirikan pemerintahan transisi (dalam bentuk pemerintahan transisi sektarian seperti model di Irak). Dan berikutnya dibentuk kekuatan internasional yang efektif (mengikuti bentuk ISAF di Afganistan) yang menjadi sandaran pasukan nasional yang oleh Amerika akan direformasi dan diserahkan kepada orang yang lebih loyal kepada Amerika yang di situ juga akan diperhatikan aspek-aspek sektarian. Dengan pembentukan pemerintahan transisi, militer nasional dan kekuatan internasional, maka Amerika akan memegang kendali konferensi dan mengarahkannya untuk bisa mengimplementasikan agendanya menghancurkan pengusung proyek islami yang menyerukan dan berjuang untuk tegaknya al-Khilafah ar-Rasyidah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Penghancuran pengusung proyek islami merupakan perkara yang disepakati oleh rezim dan oposisi, yang keduanya bisa dinilai sebagai dua wajah antek Amerika.
Sudah diketahui bahwa Amerika adalah peserta paling kuat yang hadir dalam konferensi tersebut. Kekuatan Amerika terepresentasi dalam kehadiran menteri luar negerinya John Kerry bersama delegasinya yang diketuai oleh deputi politik sekjen PBB Jeffrey Feltman yang termasuk pilar politik luar negeri Amerika yang dahulu menjadi deputi menteri luar negeri Clinton. Amerika menggunakan sekjen PBB sebagai salah satu alatnya dalam merealisasi kepentingan-kepentingannya, sikap-sikap Rusia yang sesuai dengan kepentingan AS, rezim Suriah yang merupakan boneka AS, dan oposisi Suriah yang jatuh untuk menyenangkan AS. Karena itu, di belakang konferensi ini ada konspirasi besar terhadap kaum Muslimin dan ada pengkhianatan kepada Allah dan agama-Nya. Khususnya, bahwa tujuan-tujuan konferensi ini yang diumumkan dan yang disetujui dan dibanggakan oleh oposisi adalah menghancurkan Islam politik demi kepentingan penegakan negara sipil sekuler kafir, di samping akan menjadi antek Amerika, sama persis dengan negaranya sang penjagal, Bashar, dan bapaknya sebelumnya.
Wahai kaum Muslimin yang jujur, bersabar dan berusaha sabar di Suriah Syam pusat Dar al-Islam. Konferensi Jenewa ini telah dikalkulasi oleh Amerika selama tiga tahun. Selama itu, Amerika menyuruh anteknya Bashar untuk melakukan kejahatan brutal tak berperikemanusiaan terhadap Anda. Sebab Anda telah mendeklarasikan mengadopsi proyek islami. Dan sekarang, setelah mempersiapkan konspirasi terhadap Anda, Amerika menggerakkan pentas internasional untuk meloloskan konspirasi itu melalui Konferensi Jenewa. Amerika akan menyuruh anteknya dan musuh Anda, Bashar, untuk makin meningkatkan kejahatannya terhadap Anda sampai Anda tunduk dan menerima rencana solusi Amerika, yaitu penegakan pemerintahan sipil sekuler kafir yang menjadi antek Amerika. Amerika memperalat oposisi koalisi sekuler yang dipaksakan kepada Anda, yang tidak merepresentasikan Anda sama sekali, agar berjalan bersama Amerika dalam menghancurkan proyek islami. Lalu apakah Anda menerima hal itu?! Jika antek Amerika Bashar telah diperintahkan untuk menyerang Anda, maka Amerika akan menyuruh antek barunya Ahmad Aljarba untuk menghancurkan proyek Islami Anda. Sungguh realita ini mengingatkan kita kepada hadits Rasulullah saw yang beliau deskripsikan dan seolah-olah beliau hidup di tengah-tengah kita. Beliau bersabda:
«حَتَّى يَصِيْرَ النَّاسُ إِلَى فُسْطَاطَيْنِ: فُسْطَاطُ إِيْمَانٍ لاَ نِفَاقَ فِيْهِ، وَفُسْطَاطُ نِفَاقٍ لاَ إِيْمَانَ فِيْهِ»
“Sampai manusia terbelah dalam dua kemah: kemah keimanan yang di dalamnya tidak ada nifak, dan kemah nifak yang di dalamnya tidak ada iman.”
Syara’ mewajibkan kita untuk menentang rencana Amerika kafir dengan menjatuhkan Konferensi Jenewa secara total. Dan kita harus berada bersama proyek islami saja. Dan sesungguhnya Hizbut Tahrir, pionir dalam dakwah untuk menegakkan al-khilafah ar-rasyidah, dan pemimpin itu tidak akan membohongi warganya, sebagai peneladanan kepada Rasulullah saw dalam dakwah untuk menegakkan syariah Allah. Hizbt Tahrir menyeru ahlul quwah yang muhkhlis diantara kaum mukminin, dimana saja mereka berada, untuk mendeklarasikan secara gamblang dengan segala kekuatannya; agar mereka menentang Jenewa dan hasil-hasilnya; menyatukan perjuangan mereka di atas satu tujuan yaitu menolong agama mereka untuk menegakkan daulah al-Khilafah ar-Rasyidah. Inilah balasan sahih yang membuat Allah SWT ridha, mengubah kondisi kaum Muslimin secara mendasar yang membuat kafir tidak lagi memiliki pengaruh di negeri kaum Muslimin. Allah SWT berfirman mencakup pemangku pemerintahan, orang-orang muhajirin dari penduduk Mekah dan ahul quwah dan nushrah dari warga Madinah:
﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ * يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ * خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ﴾
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (TQS at-Tawbah ;9]: 20-22)

Dan Allah SWT berfirman:
﴿وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ﴾
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (TQS at-Tawbah [9]: 100)

01 Rabiuts Tsani 1435 H
01 Februari 2014 M

Hizbut Tahrir
Wilayah Suriah

17.43 | 0 komentar

HT Rusia: Rusia dan Seluruh Dunia Mencoba Mencegah Pendirian Khilafah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov setelah Konferensi Jenewa 2 dalam sebuah wawancara dengan saluran TV “NTV” mengatakan, “Adalah penting bahwa proses politik disertai dengan menggabungkan kekuatan yang sehat, yang berpikir tentang tanah air mereka, dan bukan tentang pendirian Khilafah di Timur Tengah dan Afrika Utara. Untuk menyatukan mereka dan membantu mereka dengan berbagai cara untuk memerangi ancaman teroris. Ini adalah tujuan bagi seluruh wilayah dan bagi dunia”.
Pada tanggal 22 Januari 2014 , Lavrov mengatakan sebagai berikut, “Jika pada tahap pertama dari proses negosiasi, pihak-pihak yang terlibat dapat bekerja sama untuk berbicara dalam mendukung pembentukan negara Suriah, yang mendukung pelestarian multi- etnis, multi – pengakuan tersebut, mempertahankan sifat sekulernya, saya kira dengan sendirinya hal itu akan menjadi sinyal penting” .
Pada tanggal 14 Desember 2013  dalam sebuah wawancara dengan Vesti 24, Sergey Lavrov mengatakan bahwa “ada kondisi-kondisi dimana semua pembela tanah air Suriah harus memahami apa yang lebih penting : untuk memerangi mereka yang ingin Suriah menjadi Negara Khilafah atau untuk bersatu dan mengembalikan gambaran tanah air mereka yang terkenal itu selama berabad-abad –  yakni, negara multi –  pengakuan, multi – etnis, dan negara sekuler di mana semua orang hidup dengan nyaman”. Pada akhirnya menteri mencatat bahwa “masalah ini pasti akan menjadi salah satu isu pokok pada Konferensi Jenewa “.
Semua laporan dari Kementerian Luar Negeri Rusia mengindikasikan hal berikut :
1. Rusia dan negara-negara Barat lainnya menyadari bahwa telah datang waktunya bagi perubahan geopolitik global di Timur Tengah dan tidak menyembunyikan fakta bahwa ada kemungkinan akan berdirinya Khilafah di Suriah! Barat dan sekutunya melakukan yang terbaik untuk menunda hari ketika keadilan Islam akan kembali ke negeri Islam dan bagi umat Islam era kebohongan, pengkhianatan dan tirani penguasa boneka akan berakhir. Musuh-musuh Islam dan kaum Muslim memahami bahwa dengan berdirinya Khilafah, umat Islam akan memiliki seorang amir yang mempersatukan umat Islam dan mengembalikannya kejayaannya. Karena itu, Rusia dan Amerika Serikat berpegang pada kemungkinan di Jenewa 2, dengan mencegah pendirian Khilafah, untuk memenangkan apa yang disebut sebagai oposisi sekuler dan yang kontras dengan para pejuang mujahidin, dan kemudian menemukan alternatif untuk pembunuh Bashar, sambil mencoba untuk melestarikan rezim sekuler di Suriah.
2. Pernyataan Lavrov itu menunjukkan bahwa Rusia memiliki keprihatinan besar atas perubahan geopolitik dengan berdirinya Khilafah, karena terkait dengan risiko perdagangan minyak dan gas. Selain itu, Rusia merasa kelemahan ideologis sebelum munculnya negara Islam yang akan datang, sehingga memimpin propaganda anti Islam seperti melalui media dan Departemen Luar Negeri. Sejarah menunjukkan bahwa akibat dari penerapan penuh Islam, Khilafah berhasil menyebarkan ideologi dan menyatukan masyarakat dan budaya secara keseluruhan, sehingga membuat mereka menjadi Ummat Islam yang satu. Mengingat fakta bahwa di Rusia saja ada lebih dari 20 juta muslim, pemerintah takut penyebaran Islam yang cepat tidak hanya terjadi di Timur Tengah tetapi juga di antara negara-negara bekas Soviet.
3. Menteri Luar Negeri Rusia tidak menyembunyikan tujuan itu dan tidak mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia ingin menghentikan pembunuhan warga sipil di Suriah, dan secara terbuka menyatakan bahwa tujuan utama dari Konperensi Jenewa 2 adalah untuk menyatukan kelompok oposisi sekuler dan rezim Bashar untuk menghadapi kelompok yang berjuang untuk penegakkan Islam. Dengan demikian, Lavrov terus mendukung sang Penjagal Bashar yang membantai orang tua dan anak-anak dan secara terbuka menyatakan bahwa masalah ini lebih mengkhawatirkan Rusia dari apa pun di Suriah.
4. Menteri Luar Negeri Rusia mendapat informasi tentang awal dari sebuah konfrontasi bersenjata di Suriah, bahwa adalah Bashar yang terus membunuh orang tua, anak-anak dan kaum perempuan yang memprotes pemerintahan tiraninya. Lavrov tahu bahwa pembunuhan warga sipil yang sedang berlangsung menyebabkan perlawanan bersenjata dan perjuangan melawan rezim Bashar dari rakyat Suriah sendiri dan para pejuang Mujahidin pendukungnya dari berbagai negara di dunia. Lavrov juga memahami bahwa rakyat Suriah ingin mengubah rezim sekuler menjadi Khilafah setelah terjadinya kekejaman Bashar dan kemunafikan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Rusia, yang berbicara tentang penyelamatan nyawa hanya berkontribusi terhadap pembunuhan warga sipil. Namun, meskipun semua ini terjadi, Lavrov mencap teroris mereka yang ingin melindungi Suriah dan berjuang untuk pendirian Khilafah, sedangkan; padahal Bashar lah yang dengan menggunakan senjata Rusia yang merupakan teroris utama di Suriah yang membunuh orang tua, anak-anak dan kaum perempuan.
Semua ini menunjukkan bagaimana negara-negara kafir khawatir atas kepentingan mereka, dengan mengklaim sebagai munafik tentang kepentingan rakyat Suriah dan bagaimana mereka bersatu untuk melawan pendirian Khilafah di masa datang.
Lavrov seharusnya tahu bahwa Suriah memiliki sejarah panjang yang selama seabad dalam menerapkan sekularisme tetapi memiliki sejarah panjang dalam menerapkan Islam! Adalah kaum Muslim dari Ash – Sham yang memuliakan negeri ini, tapi bukan keluarga Assad yang terkutuk dan segera insya Allah meskipun semua ada rencana jahat dari musuh-musuh, Ash – Sham akan menjadi tempat lahirnya Khilafah Rashidah yang kedua.
Kaum Muslim Suriah mengubah pandangan mereka terhadap agama mereka dan melihat keselamatan mereka tidak dalam penggulingan Bashar, namun dalam pelaksanaan agama mereka. Dengan mengingat kata-kata Umar (ra) “dalam Islam terdapat kemuliaan dan kebahagiaan”, kaum Muslim bekerja untuk mengenyahkan sistem kapitalis dan membangun Islam dalam bentuknya yang penuh. Muslim Ash – Sham tidak akan menerima bahwa gaya hidup dan budaya Barat mereka yang fasik dan rendah dengan sistem sekuler lah yang mencoba untuk memaksakan kepada mereka. Itulah sebabnya mengapa Lavrov maupun Kerry tidak dapat mengalihkan umat Islam Al – Sham dari jalan untuk menegakkan kebenaran!
Allah سبحانه وتعالى berfirman :
يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya agama Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS At – Taubah 9:32)
Hari ini kita menyaksikan bagaimana Rusia bersama dengan negara-negara barat lainnya ingin menolak fakta bahwa janji-janji Allah سبحانه وتعالى :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS An- Nur, 24:55)

Insya Allah سبحانه وتعالى , Jenewa 2 adalah upaya terakhir dari era tirani, yang jatuh sesuai dengan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
Akan ada masa kenabian di tengah kalian selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya (menghilangkannya) bila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada masa khilafah atas manhaj Nubuwwah selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada zaman kerajaan yang menggigit (ada kezaliman) selama yang Allah kehendaki, kemudian Dia akan mengangkatnya bila Dia berkehendak. Kemudian akan ada kerajaan (tirani) sepanjang dikehendaki Allah kemudian Allah mengangkatnya bila Dia berkehendak. Kemudian akan ada masa Khilafah di atas manhaj Nubuwwah” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Al-Tayaalisi].
Khilafah akan memerintah rakyat sesuai dengan Sunnah Nabi dan menyebarkan Islam di negara-negara tetangga. Penduduk Surga dan Bumi akan senang dengan hal ini, Surga akan mencurahkan banyak air, dan bumi akan mengeluarkan semua manfaatnya.
Ya, Allah! Kami memohon kepada Engkau, Ya Yang Maha Esa, Hukumlah! Sesungguhnya Penjagal Bashar dan orang-orang yang membantunya untuk membunuh kaum Muslim Al – Sham layak mendapatkan hukuman Engkau. Turunkanlah kepadanya dan teman-temannya bencana di dunia ini. Kami memohoan kepada Engkau, bantulah orang-orang yang tertindas, Ya Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana hancurkanlah rencana-rencana Barat dalam plot-plot jahat mereka terhadap revolusi Al – Sham yang Engkau berkahi. Ya Allah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat! Kami memohon kepada Engkau untuk mempercepat jatuhnya tiraninya dan mengembalikan Khilafah Rashidah yang kedua yang mengembalikan kejayaan umat! Amin .
Kantor Media Hizbut Tahrir Rusia
Selasa, 27 Rabii ‘ al – Awwal 1435 H
28/01/2014
REF : 1435 H/03

17.42 | 0 komentar

Tahanan Wanita Disiksa dan Dilecehkan Secara Seksual di Penjara Mesir

Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa mereka telah menerima keluhan dari 12 keluarga siswi yang dipenjara di Mesir.
Perempuan Mesir Melawan Gerakan Kudeta mengungkapkan bahwa pihak berwenang menangkap 200 wanita pada bulan Desember dan Januari dan menuduh kementerian dalam negeri melakukan penyiksaan dan pelecehan secara seksual. “Kami mencatat terjadi 200 penangkapan terhadap wanita sejak ratifikasi UU Demonstrasi, dimana diperlukan ijin khusus dari kementerian dalam negeri untuk melakukan demonstrasi apapun dan memberlakukan hukuman yang berat terhadap para pembangkang, ” kata laporan kelompok itu.
Menurut kantor berita Turki Anadolu, gerakan perempuan itu menunjukkan bahwa para siswi perempuan dari Universitas Al – Azhar ada dalam daftar teratas para tahanan, termasuk anak-anak perempuan berusia di bawah 15 tahun dan orang tua berusia 60 tahun lebih.
Laporan gerakan itu mencatat bahwa sebagian besar penangkapan terjadi pada hari hari Jumat terakhir bulan Desember ketika 40 perempuan dibawa ke dalam tahanan. “Hukuman pidana yang dijatuhkan in absentia mulai muncul pada bulan Januari, ” kata laporan itu. “Enam siswa perempuan dari Al – Azhar dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan enam orang dari Kota Nasser dijatuhi hukuman lima tahun.”
Gerakan Perempuan Melawan Kudeta mengatakan bahwa pelanggaran terhadap tahanan perempuan “mulai dari menit mereka ditangkap”, laporan tersebut juga menggunakan istilah “diculik “. “Mereka dipukuli dengan tongkat, syal mereka dirampas dan rambut mereka dijambak, pakaian mereka dirobek-robek dan mereka dianiaya secara seksual oleh para petugas yang menyentuh bagian-bagian tubuh pribadi mereka, ” kata laporan itu.
Ketika para tahanan tiba di kantor polisi mereka diwajibkan untuk menanggalkan pakaian mereka dan, sekali lagi, polisi menyentuh bagian tubuh pribadi mereka dan memukuli mereka sebelum ditempatkan dalam sel yang “tidak pantas”. “Setelah mereka dibawa ke Penjara Al – Qanater, ” klaim laporan itu, “kaum perempuan harus melakukan tes keperawanan dan mereka dicampur dengan para penjahat biasa, yang juga menyerang mereka.”
Organisasi HAM Arab yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa mereka telah menerima keluhan dari 12 keluarga siswi yang dipenjara di Mesir. “Keluhan-keluhan itu menunjukkan bahwa kaum wanita dipukuli, dihina dan dilecehkan secara seksual oleh tentara atau polisi ketika mereka ditangkap. ”
Deputi Menteri Dalam Negeri Mesir untuk Kairo Barat, Brigadir Ali Damardash, membantah tuduhan itu. Ketika berbicara kepada Anadolu, dia mengatakan: “Saya tidak mengerti pelanggaran yang dibicarakan oleh organisasi. Itu sama sekali tidak benar … penjara Mesir mengikuti sistem yang menghormati hak asasi manusia internasional … Tidak ada dasar bagi semua rumor tentang penyiksaan atau pelanggaran di penjara-penjara Mesir. ”
Perlu dicatat bahwa banyak organisasi HAM dalam negeri dan internasional, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, yang telah mengeluarkan puluhan laporan yang menjelaskan pelanggaran serius yang terjadi di dalam penjara Mesir. Para aktivis HAM ditolak izinnya untuk mengunjungi penjara atau bertemu dengan para tahanan. (rz/www.middleastmonitor.com, 8/2)

17.40 | 0 komentar

Ichsanuddin Noorsy: Seorang Capres Butuh Dana Kampanye Setidaknya 5-6 Trilyun

Pengamat Kebijakan Publik Ichsanuddin Noorsy memprediksikan satu calon presiden membutuhkan biaya kampanye setidaknya 5-6 trilyun rupiah. “Jadi kalau cuma 3 trilyun itu terlampau sedikit. Saya duga dua kali lipat atau paling tidak 5 trilyun,” ungkapnya seperti diberitakan Tabloid Media Umat Edisi 121, Jum’at (7-20 Februari).
Noorsy berpatokan pada jumlah kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. Kalau dihitung 524 kabupaten dan kota yang 60 persennya berbiaya tinggi karena ada di Pulau Jawa.
“Dari 524 itu sekitar 300-nya adalah kota dan kabupaten besar dan setiap kabupaten kotanya paling tidak butuh biaya seratus sampai dua ratus milyar saja itu sudah berapa?” ungkapnya.
Menurutnya, tentu saja sebagian besar dari uang yang dibutuhkan itu didapat dari sumbangan BUMN-BUMN –terutama BUMN  keuangan— juga perusahaan-perusahaan besar baik swasta maupun asing yang asetnya minimal Rp 15 milyar.
“Itu diakui kok, diterima kok dalam audit. Cuma auditnya dibuka ke publik atau tidak, itu saja,” ungkapnya.
Ia menegaskan hal itu biasa ditemukan oleh auditor akuntan publik. “Kalau auditor BPK saya tidak tahu, tapi kalau auditor akuntan publik itu ya sering menemukan di manajemen laba (earnings management),” ungkapnya.
Manajemen laba itu ada tiga komponen yakni manajemen kontrak, bonus dan politcal cost. “Nah, sumbangan ke capres itu masuknya ke political cost manajemen laba tadi atau di biaya transaksi,” bebernya.
Karena masuknya ke pos keuntungan, tentu saja sumbangan ke capres — yang akhirnya terpilih jadi presiden— sangat menguntungkan. Di antaranya adalah konsesi, lisensi, hak istimewa memperoleh proyek,  dan macam-macam.
“Kalau pakai APBN bisa di-input dan di-output. Kalau non APBN bisa dilisensi, bisa dikonsesi. Macam-macam manfaatnya bagi perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta,” lontarnya.
Dampak dari itu semua, masyarakat yang dirugikan. “Jadi  kerugiannya banyak, berkali-kali lipat. Dalam hitungan saya tiga kali lipat!” tegas Noorsy.
Pertama, kerugian harga-harga naik. Kedua, arah kebijakan pemerintah dikendalikan oleh perusahaan. Ketiga, organisasi politik dan birokrasi tidak lagi efektif mengelola aspirasi masyarakat tetapi mengelola aspirasinya korporasi.(mediaumat.com, 12/2)

17.39 | 0 komentar

Pembebasan Bersyarat Corby, Antara Motiv Politik dan Lemahnya Komitmen Berantas Narkoba

Al-Islam edisi 693, 14 Rabiuts Tsani 1435 H – 14 Februari 2014 M
Schapelle Leigh Corby, yang sering disebut Ratu Mariyuana, mendapat pembebasan bersyarat. Corby pun bisa keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, tempat ia menjalani hukuman selama ini. Corby meninggalkan LP Kerobokan Senin 10 Februari sekitar pukul 08.00 WITA dengan kawalan ketat petugas LP dan polisi.
Sejak Awal Kental Aroma Politik
Corby tertangkap tangan 8 Oktober 2004 di Bandara Ngurah Rai, membawa 4,2 kg ganja kering di dalam tas yang dibawa dari Sidney. Tekanan dari berbagai pihak di Australia agar Corby tidak dihukum datang bertubi-tubi. Politisi Australia mengecam Indonesia. Staf Konjen RI di Perth menerima ancaman. Juru Bicara Partai Buruh Australia untuk Urusan Luar Negeri, Kevin Rudd, mengecam melalui surat bernada ancaman. Staf KBRI di Canberra dan Konjen di seluruh Australia mendapatkan email ancaman pembunuhan.
Menlu Australia Alexander Downer di harian The Age mengatakan, pemerintahnya menyiapkan draf untuk pertukaran tahanan antara Indonesia dan Australia. Draft yang disiapkan Australia itu berlalu.
Pada 27 Mei 2005, majelis hakim PN Denpasar memvonis Corby dengan hukuman penjara 20 tahun. Buntutnya, pada 30 Mei, Konjen Indonesia di Sydney dilempari proyektil peluru dan diplomat RI di Perth dikirimi dua butir peluru. Esoknya, KBRI di Canberra mendapatkan kiriman yang berisi serbuk. PM Australia John Howard menyebutkannya sebagai bakteri sejenis antraks.
Pada 12 Oktober 2005, pengadilan banding di PT Denpasar mengurangi hukuman Corby menjadi 15 tahun. Lalu Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung pada 12 Januari 2006 memutuskan hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 100 juta kepada Corby. MA pada Maret 2008 kembali menolak permohonan peninjauan kembali yang diajukan Corby.
Di ranah pemberantasan korupsi, Adrian Kiki Ariawan, terpidana kasus BLBI melarikan diri dan diketahui berada di Australia. Pada awal 2006, Pemerintah RI mengajukan permohonan ekstradisi, namun tidak ditanggapi positif oleh Australia. Mungkin itu semacam balasan karena draft pertukaran tahanan yang pernah dibuat pemerintah Australia tidak ditanggapi pemerintah RI.
Perkembangan mengejutkan terjadi. Presiden SBY melalui Kepres RI No. 22/G Th. 2012 tanggal 15 Mei 2012 memberi grasi 5 tahun kepada Corby. Hukuman Corby berkurang menjadi 15 tahun (180 bulan) penjara.
Selama 2006-2011 Corby mendapat sejumlah remisi totalnya 25 bulan. Dengan grasi dan remisi itu masa hukuman Corby menyusut dari vonis awal 20 tahun (240 bulan) menjadi 155 bulan (12 tahun 11 bulan).
Sesuai aturan yang berlaku, narapidana bisa mengajukan dan mendapatkan pembebasan bersyarat (PB) setelah menjalani 2/3 masa hukuman. Maka pada Oktober 2013 Corby mengajukan permohonan pembebasan bersyarat.
Pada 22 Januari 2014, buronan terpidana BLBI, Adrian Kiki Ariawan diekstradisi dari Perth, Australia. Menurut Wamenhuk dan HAM Denny Indrayana (Kompas.com, 8/2), ekstradisi Adrian adalah proses hukum. Setelah melalui proses selama 8 tahun, High Court Australia atau pengadilan tertinggi di Australia memutuskan untuk mengabulkan permohonan ekstradisi yang diajukan Pemerintah RI.
Kembali ke kasus Corby, menurut Menhuk dan HAM, Amir Syamsudin (Kompas.com, 7/2), pada 30 Januari 2014, tim Pengamat Pemasyarakatan Ditjen Pemasyarakatan telah menyidangkan 1.798 narapidana yang mengajukan pembebasan bersyarat. Sebanyak 1.291 diantaranya diberi pembebasan bersyarat. Corby menjadi salah satunya karena dinilai telah memenuhi persyaratan substantif dan administratif.
Memang semua itu adalah proses hukum. Namun dari rangkaian waktu proses sulit untuk dinafikan adanya motiv politik. Pemberian grasi bisa dirasakan sebagai sinyal untuk mendorong proses ekstradisi Adrian yang ditangkap oleh pihak Australia. Grasi Corby terasa menjadi semacam kunci terjadinya ekstradisi Adrian oleh pemerintah Australia pada 22/1/2014 lalu. Setelah itu, permohonan pembebasan bersyarat Corby dikabulkan meski sejak awal sudah disadari hal itu akan menuai pro dan kontra.
Permohonan pembebasan bersyarat sebenarnya bisa saja ditolak. Kejahatan narkoba dianggap sebagai kejahatan luar biasa yang layak diperlakukan secara luar biasa. Pemberian grasi sebelumnya pun telah mendapat reaksi keras dari publik Indonesia. Sewajarnya, semua itu mendorong tidak diberikan pembebasan bersyarat kepada Corby. Karena itu, pembebasan bersyarat Corby sulit dilepaskan dari motiv dan tekanan politik yang memang sudah terasa sejak awal kasus. Namun, untuk menyamarkan, semua itu dikemas dalam proses hukum baik di Indonesia maupun Australia.
Komitmen Berantas Narkoba???
Pemberantasan kejahatan narkoba mestinya digencarkan. Indonesia terus jadi incaran sindikat narkoba sehingga jumlah kasus narkoba terus meningkat. Menurut Kapolri jenderal Sutarman (GATRAnews, 27/12/2013), kasus kejahatan narkoba meningkat 22,25% atau sebanyak 5.909 kasus dari total 26.561 kasus di tahun 2012, menjadi 32.470 kasus di tahun 2013. Jumlah tersangka kasus narkoba naik 7.165 orang atau 21,78%, dari 32.892 orang tahun 2012, menjadi 40.057 orang tahun 2013. Barang bukti yang disita dari semua jenis juga terus meningkat. Untuk jenis ganja (sejenis dengan yang dibawa Corby) sebanyak 16.157,127 kg atau 16 ton lebih.
Corby diberi grasi 5 tahun, remisi 25 bulan antara 2006-2011 (bahkan konon hingga akhir 2013 total remisinya 39 bulan) dan diberi pembebasan bersyarat. Semua itu, wajar saja komitmen berantas narkoba dari pemerintah dipertanyakan. Juga wajar, kedaulatan pemerintah atas tekanan luar khususnya Australia dinilai lemah. Apalagi jika juga dikaitkan dengan tindakan Australia terkait pengungsi dan kasus penyadapan yang terbongkar tahun lalu. Juga wajar ada anggapan, pemerintah bersikap keras kepada warganya sendiri, tetapi lunak terhadap warga asing yang melakukan kejahatan luar biasa (kejahatan narkoba).
Ini sekali lagi adalah bukti lemahnya sistem hukum buatan manusia dalam memberantas kejahatan, khususnya kejahatan narkoba yang dianggap kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Faktanya hukuman bagi pengedar narkoba masih dinilai ringan. Yang dihukum pun masih bisa mendapat remisi hingga beberapa kali. Bahkan yang divonis hukuman mati sekalipun bisa mendapat keringanan hukuman. Dari 57 terpidana mati kasus narkoba, Mabes Polri mendapati 7 (tujuh) diantaranya mendapatkan keringanan. Semua itu masih ditambah lagi dengan ketentuan pembebasan bersyarat jika telah menjalani 2/3 masa hukuman. Akhirnya, narapidana cukup menjalani setengah dari masa hukuman vonis pengadilan. Dalam kasus Corby, ia hanya menjalani kurang dari setengah masa hukumannya, yakni 9 tahun dari vonis 20 tahun. Luar biasa!!!
Hukuman atas kejahatan narkoba yang tidak memberikan efek jera itu justru makin memperparah masalah. Jangankan membuat jera orang lain, orang yang sudah dihukum pun tidak jera. Kejahatan narkoba yang dianggap kejahatan luar biasa, nyatanya dalam kasus Corby ini diperlakukan secara lunak. Boleh jadi, itu akan bisa memicu makin maraknya kejahatan narkoba. Dan boleh jadi pula, ke depan, jalur peredaran narkoba akan bertambah melalui Australia dengan melibatkan warga negara Australia karena beranggapan kalaupun toh tertangkap bisa jadi akan bisa mendapat perlakuan lunak seperti Corby.
Menyalahi Islam
Kejahatan narkoba merupakan dosa dan perbuatan kriminal yang termasuk jenis ta’zir. Bentuk, jenis dan kadar sanksinya diserahkan kepada ijtihad Khalifah atau Qadhi. Bisa berupa sanksi diekspos, penjara, denda, jilid bahkan sampai hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat.
Dalam konteks ta’zir, saat kasus diproses, Khalifah boleh meringankan hukuman bagi pelakunya bahkan memaafkannya. Rasul saw bersabda:
«أَقِيلُوا ذَوِي الْهَيْئَاتِ عَثَرَاتِهِمْ إلَّا الْحُدُودَ»
Ringankan hukuman orang yang tergelincir melakukan kesalahan kecuali hudud (HR Ahmad, Abu Dawud, al-Baihaqi, al-Bukhari di Adab al-Mufrad)

Dalam konteks narkoba, sanksi yang ringan itu bisa dijatuhkan pada orang yang tergelincir mengkonsumsi narkoba untuk pertama kalinya, selain bahwa ia harus diobati dan ikut program rehabilitasi. Bagi pecandu yang berulang-ulang mengkonsumsi narkoba, sanksinya bisa lebih berat lagi, tentu selain harus menjalani pengobatan dan ikut program rehabilitasi. Sedangkan bagi pengedar narkoba, tentu mereka tidak layak mendapat keringanan hukuman, sebab selain melakukan kejahatan narkoba ini, mereka juga melakukan kejahatan membahayakan masyarakat. Bahkan demi keselamatan umat, para pengedar narkoba harus dijatuhi hukuman yang berat, bisa sampai hukuman mati sehingga menimbulkan efek jera.
Adapun jika vonis telah dijatuhkan, syaikh Abdurrahman al-Maliki di dalam Nizhâm al-‘Uqûbât (hal. 110, Darul Ummah, cet. Ii. 1990) menyatakan, pemaafan atau pengurangan hukuman oleh Imam itu tidak boleh. Beliau menyatakan, “Sedangkan untuk ta’zir dan mukhalafat, keputusan Qadhi jika telah ditetapkan maka telah mengikat seluruh kaum muslim, karenanya tidak boleh dibatalkan, dihapus, dirubah, diringankan atau yang lain, selama vonis itu masih berada dalam koridor syariah. Sebab hukum ketika sudah diucapkan oleh Qadhi, maka tidak bisa diangkat sama sekali, sementara pemaafan itu adalah pembatalan vonis (sebagian atau total), karena itu tidak boleh.”
Wahai Kaum Muslim
Nyatalah, sistem hukum buatan manusia yang sedang diterapkan begitu rusak dan menghasilkan kerusakan. Lebih parah lagi, komitmen terhadapnya lemah dan bisa dipermainkan. Akibatnya umat akan terus terancam oleh tindak kejahatan termasuk narkoba. Semua itu, makin menegaskan pentingnya meninggalkan sistem rusak buatan manusia dan segera kembali mengadopsi sistem yang berasal dari Allah yang Mahabijaksana, yaitu syariah Islam yang diterapkan dalam sistem khilafah rasyidah. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.[]

Komentar Al Islam:

Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) mengungkap indikasi penyelewengan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang dikorupsi oknum di Kemenag. Irjen Kemenag, M Yasin, mengatakan ada beberapa nama yang diindikasikan terkait penyalahgunaan dana BPIH (Republika, 11/2)
  1. Astaghfirullah… biaya ibadah pun sampai dikorupsi, sungguh-sungguh terlalu.
  2. Bukti betapa rusak sistem yang ada. Di institusi yang mengurusi masalah agama, yang identik dengan ketakwaan dan moral, korupsi masih terus bisa berjalan.
  3. Bersihkan negeri ini dengan aparat yang bersih dan bertakwa dengan sistem yang baik yaitu syariah Islam di bawah Khilafah.
17.37 | 0 komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Recommendations

Activity Feed

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Yuuk Disini

Memuat...

Kutipan

"‎... Jika penaklukan Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti..." (sebagian khutbah Muhammad Al Fatih)

Subhanallah.. ^__^ lalu Masih adakah yg meragukan.. Bisyarah Beliau ttg tegaknya kembali KHILAFAH..??

Visitors

Arsip