Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan
Cinta sama si dia? Khitbah & Nikah aja... Ok! Say No To Pacaran!!! ^_^

Cinta sama si dia? Khitbah & Nikah aja... Ok! Say No To Pacaran!!! ^_^

Bismillahirrahmanirrahim..

“ Lihat wanita itu bang ?? “ sahabatku menunjuk seorang wanita berjilbab,sekilas ku lihat memang wanita anggun.
“ Aku mencintainya bang,tapi setiap kali aku mendekatinya,dia menjauhiku. Entah apa maksudnya. Dia tidak pernah membalas SMS ku bahkan aku pernah nekat mengiriminya surat,namun nasibnya sama. Tak berbalas “ sahabatku yang bernama Tio pun tertunduk.
“ Kau sudah pernah melamarnya ?? “ aku bertanya.
“ Boro-boro bang,aku ini masih kuliah. Abang juga kan masih kuliah,dia juga kuliah. Mau di kasih makan apa,batu?? “ aku melihatnya tertawa. Aku tersenyum melihatnya.
“ Kalo aku jadi kamu,udah aku lamar enggak pake lama deh “ aku menatapnya.
“ Kalo abang udah mikir mau ngasih makan batu,silahkan aja “ dia pun melanjutkan tawanya. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Tak lama setelah perbincangan itu aku mengetahui namanya. Lathifah. Nama yang bagus,itu pun aku ketahui dari Tio yang keceplosan menyebut namanya. Aku hanya sekilas melihatnya lagi. Setelah itu hanya mengetahui Lathifah dari  Tio.
Lama aku mengenal Lathifah dari Tio,begitu seringnya Tio menceritakan Lathifah padaku.  Aku hanya sebagai pendengar setia setiap curhatan nya.
“ Gimana Yo,lama aku tak mendengarmu menyebut namanya,katanya cinta “ kataku memulai pembicaraan yang telah lama tidak ku ketahui kabarnya.
“ Enggak tahu deh bang,capek aku mikirin dia. Enggak ada kepastian “ timpalnya.
“ Dia itu seorang muslimah Yo,aku yakin dia enggak pernah kepikiran pacaran apalagi mau pacaran. Kepastian dia Cuma lamaran Yo,kalo kamu berani melamarnya. Aku yakin kamu akan mendapatkan kepastian. Kalo kamu masih enggak mau juga,buat aku saja yaa “ aku terkekeh melihat raut wajahnya yang langsung berubah jadi cemberut.
“ Aahh..sudahlah bang,kalo jodoh juga dia enggak akan lari “
“ Kata siapa enggak bakalan lari ?? Yang namanya jodoh itu harus di kukuhkan dengan pernikahan,kalo enggak  yaa sampai kapanpun jodoh akan lari. Dari mana kamu tahu kalo dia jodohmu kalo kamu enggak mau nyoba buat mengukuhkannya dengan pernikahan”
“ Cerewet amat si bang,si amat aja enggak cerewet kayak abang “ aku tertawa mendengar ejekannya.
Ada suara ketukan di pintu kamar ku. Aku bergegas berdiri dari depan meja tempatku berjuang menyelesaikan tugas-tugasku.
“ Kenapa kamu Yo ?? “ aku mengerenyitkan dahi,melihat muka Bima lesu. Seperti habis memikul sesuatu yang berat.
“ Lathifah akan menikah bulan depan bang,aku di beri tahu sahabatnya “ Tio melangkahkan kakinya menuju tempat tidurku,lalu telentang dan menutup kepalanya dengan bantal.
Aku membuka bantalnya,melihat Tio menangis. Tak ada salahnya seorang laki-laki menangis,toh dia juga manusia biasa yang mempunya fitrah dengan sebuah perasaan yang membebaninya.
“ Terus kenapa kamu menangis “
“ Aku kecewa bang,lama sudah aku ngejar-ngejar dia. Masa ada cowok baru dateng minggu kemaren ke rumahnya,udah dia terima aja jadi calon suaminya “ Dia kembali menangis.
“ Emang calon suaminya salah ya kalo mau ngelamar Lathif ??”
“ Ya enggak Bang,Cuma aku duluan yang suka sam Lathif,dia kan datangnya belakangan “ aku tersenyum mendengarkan pembelaannya.
“ Hey sob,Siapa yang suka duluan atau yang suka belakangan itu enggak di perhitungkan sob. Kalo siapa yang duluan ngelamar,itu baru perlu di pertimbangkan. Ini dari dulu di suruh ngelamar,enggak berani,sekarang udah di lamar orang lain,kamu malah nangis-nangis. Emangnya dia di suruh nugguin ketidak pastianmu apa “ Kataku panjang lebar.
“ Bukan Cuma itu bang,dia ternyata juga suka sama aku. Itu kata sahabatnya si Lathif,Cuma aku nya ngajak pacaran mulu,makanya dia enggak mau nerima aku. Aku baru tahu kalo dia sedang nunggu aku,Cuma karna dia seorang muslimah dia benar-benar menjaga kehormatannya…aaahhhh…aku nyesel bang “ dia kembali  menutupkan wajahnya pada bantal.
“ Nyesel selalu datang terlambat ya,kalo datangnya duluan namanya bukan penyesalan atuh,tapi perencanaan buat nyesel nantinya “ Aku mencoba mencairkan suasana. Tapi tetap saja tangisnya belum mereda.
“ Makanya,kalo cinta jangan Cuma di katakan,tapi di khitbah biar bisa jadi istri. Kalo udah di ambil orang,baru kerasa efeknya “
Lemparan bantal ke arahku menandakan dia sedang kecewa berat. Namun pelajaran berarti saat ini untuk menuju sebuah kedewasaannya dalam berfikir.[khoirunnisa-syahidah/Voa-Khilafah.co.cc]

•♥• Facebook in Love •♥•

Voa-Khilafah.co.cc - Keseharianku yang terkesan pendiam seakan luber begitu saja ketika ku mengenal sebuah jejaring sosial yang sudah mendunia. Trend yag menghebohkan dunia, tak ketinggalan aku pun ikut nimbrung didalamnya.

” Hari yang melelahkan ”
Ku tulis distatus Facebook ku, entah apa tujuanku menuliskannya. Yang penting aku ingin menulis itu, tak peduli orang peduli pada status ku atau tidak.
” Assalamu’alaikum ukhti ” Ting, suara chat Facebook ku berbunyi. Ku lihat pengirimnya. Aku tersenyum seketika.
” Wa’alaikumsalam akhi ” Ku beri emoticon smile untuk menyambut sapaannya.
” Apa kabar ukht ? ”
” Alhamdulillah baik, akhi gimana ? “
” Alhamdulillah juga baik. Ukhti kecapekan yaa ? ”
” Iya akhi, kebetulan lagi banyak kegiatan “
” Ukhti udah makan, jangan lupa makan yaa ? Biar dakwahnya lancar ”
” Iya akhi. Akhi juga jangan lupa yaa. Nanti sakit lho ”
Obrolan basa basi itu berlangsung cukup lama. Dialah yang selama ini memperhatikanku, entah kenapa keinginanku bermain facebook sekarang beralih. Yang tadinya ingin mendapatkan ilmu, teman dan lain-lain, sekarang aku terbatas ingin menemuinya. Hanya dia yang aku tunggu. Entahlah, apakah ini cinta ??

=====================================

Sahabat, entah sudah berapa pasang manusia yang terjebak cinta di Facebook, entah berapa pasang manusia yang patah hati, dan entah berapa pasang manusia yang menikah bertemu di dunia maya. Ini lah dunia maya, apapun bisa terjadi disini. Bagaimana dengamu ??
Chat facebook adalah sarana ter’aman’ tanpa siapa pun tahu apa yang sedang kamu lakukan dan dengan siapa kamu berchating ria. Bukan kah begitu ??

Sapaan dari lawan jenis sungguh menggoda apalagi kalo dari gebetan, sungguh tak ada duanya. Kata-kata berbau islami pun terus digencarkan meskipun cuma tahu kata ” Akhi ” dan ” Ukhti “, tak masalah yang penting kan keren, membuat siapapun terpesona. Siapa tahu nanti si dia mau diajak ta’aruf.

Kalo udah ta’arufan semua pun akan menjadi halal. Perhatian yang lebay,manja-manjaan, cemburu-cemburuan pokoknya gak ada yang boleh chating sama si dia atau malah pasword facebook pun diminta. Weits..pengekangan pun dimulai. Kok gini ya, padahal bukan suami istri.
Aduh akhi..aduh ukhti..

Sungguh terrrrrrrlalu…cinta itu gak salah lho, yang salah itu yang sok perhatian atas nama cinta. Apalagi mengatas namakan ta’aruf agar serasa semuanya jadi halal.
Ta’aruf model gini hanya merubah nama pacaran saja ke gaya islami. Biar kelihatanya tetap dalam koridor islam, padahal isinya sama saja. Dengan gaya-gaya islami semua ditutupi. Tetep aja yang namanya pacaran mau diganti gaya apapun tetap akan kelihatan.
Jangan terkecoh dengan namanya ta’aruf lantas semua jadi serba dibolehkan, apalagi yang merasa ta’aruf di dunia maya. Karna merasa gak pernah ketemuan atau gak pernah khalwat karna berhijabkan dunia maya.

” Ukhti, saya kagum denganmu karna status-status ukhti selalu membuat saya terpesona. Maukah anti ta’aruf dengan saya ? bila cocok, insyaallah saya akan melamar anti “

Eits..kata-kata itu pernah dikeluhkan seorang wanita kepada saya. ” Bila cocok “ kata ini kok begitu rancu yaa. Artinya ta’aruf di facebook ini seperti gak ada gunanya. Emang gak ada gunanya ta’aruf model gini di facebook. Kalo ternyata dalam perjalanan perFacebookan, dia gak cocok dengan kamu. Dia akan meninggalkanmu. Udah buang waktu, buang pulsa pula buat hal yang gak pasti. Ehh..tapi gak tahu juga kalo ternyata kamu menikmati kesenangan yang gak pasti itu juga.
Memang fitrahnya wanita lemah sekali dengan rayuan, apalagi kalo ada embel-embel ta’aruf dan khitbah. Langsung kena tembak. Jadi sepertinya kata-kata ” Yuk Ta’aruf ” bisa disandingkan dengan ” Yuk Pacaran”. Iya apa iya ??

Ingatlah sahabat, ta’aruf lah secara syar’i. Jangan lah kata-kata islami dijadikan peng ‘halal’ an pacaran. Gak ada tuh di ta’aruf atau yang udah dilamar pake acara manja-manjaan atau cinta-cintaan sebelum menikah. Yang kayak gini hanyalah penimbul fitnah dan tetep tergolong dengan makna pacaran.

Sudah hampir satu bulan aku ta’aruf denganya, bahkan kata-kata mesra pun sering kali tersisipi dalam chating kami atau ketika dia menelponku. Baru dua kali dia menelponku, namun hati ini sangat ingin untuk terus menelponnya. Maka SMS adalah pilihan terakhirku bila dia gak terlihat di Facebook. Belum lagi kalo dia sudah memberikan kata-kata cinta yang terbentuk dalam sebuah syair untukku, serasa dunia ini hanyalah untukku dan dirinya.

“ Akhi, kapan kamu mau datang kerumah ? “
“ Insyaallah ukhti secepatnya. Kalo pun aku ke rumah, aku belum bisa melamarmu “
“ Kenapa akhi ? “ Mataku terbelalak melihat ketikannya yang menusuk hatiku.
“ Aku masih belum kerja mapan, keadaanku masih seperti yang ukhti tau “
“ Aku bisa terima keadaanmu akhi “
“ Afwan ukhti, mengertilah “
“ Aku gak menuntut akhi untuk segera menikahiku. Aku hanya ingin akhi membuktikan keseriusan. Itu saja “
“ Ukhti gak percaya denganku ? “
Percakapan ini selalu berakhir dengan pertengkaran. Tak ada kejelasan hubungan ini mau diarahkan kemana. Tapi aku pun tak mampu untuk kehilangannya. Aku masih berharap banyak padanya.

======================================
Ada yang pernah ngalamin ?? Hubungan yang seakan tak ada arah tujuan. Ta’aruf yang hanya sebatas nama, namun didalamnya terdapat hubungan yang tak jauh beda dengan pacaran. Pacaran berselimut ta’aruf. Makanya banyak yang akhirnya menyalahartikan ta’aruf sama dengan pacaran.

Terus bagaimana bisa mengenalnya ??
Sekali lagi, ta’aruf beda dengan pacaran. Ta’aruf bukan pacaran. Jadi ta’aruf gak perlu tuh dengan SMS cinta, Chatingan atau status mesra-mesraan. Gak banget deh.
Toh berkenalan juga gak harus dengan pacaran kan ?? terus ngapain pacaran, rugi materi, rugi waktu juga rugi hati. Bayangin aja, belum jadi suami istri udah cemburu-cemburuan, udah saling tuduh, lalu patah hati, jadi capek hati dan rugi juga pacaran Cuma buat sakit-sakitan.

Ta’aruf gak gitu deh !!!
Ta’aruf di facebook yang merasa semua sudah serba halal tentu berbeda dengan ta’aruf syari yang seharusnya. Kalo Cuma di facebook doank, mana tahu kalo si dia serius. Emang yakin kalo si dia gak ta’arufan sama yang lain juga ??
Atau kamu punya solusi sendiri dengan mencantumkan identitas pasanganmu sebagai ‘tunangan’ di facebookmu. Jadi seolah-olah kalo sudah tunangan menjadi hal biasa untuk mesra-mesraan. Memang kalo udah tunangan boleh gitu mesra-mesraan, tunangan itu bukan akad lho, bukan terpatri disebuah pernikahan. Masih belum halal juga kan ?? Kenapa jadi ngerasa kalo udah ta’aruf atau ‘tunangan’ jadi bisa serba halal ??
Sebuah ta’aruf syari, tak akan ada kata cinta sebelum pernikahan. Ta’aruf tentunya gak bisa dilakukan di facebook, karna ta’aruf butuh pihak ketiga yakni wali atau mahrom dari masing-masing pihak. Ta’aruf ini pun gak serta merta semua jadi halal, gak ada sms cinta atau chatingan mesra. Gak ada komunikasi yang berlebihan, hanya menghubungi jika benar-benar penting saja. Mentang-mentang lagi masa ta’aruf , jadi sering SMS an atau telponan nanyain hal yang gak penting. Gak ada yang seperti ini.

Kalo mau tahu calon tanpa berhubungan dengannya gimana donk ??
Kamu dan dia kan punya kerabat dan sahabat kan ?? Kamu bisa tanya kepada mereka, atau kalo perlu langsung tanya pada walinya. Kamu bisa tanya tentang kehidupannya, karakternya, bagaimana dia terhadap lingkungan atau hal lain yang kamu butuhkan untuk kemaslahatan pernikahanmu nanti. Dan tentunya mereka yang kamu tanya harus memberikan informasi yang kamu butuhkan.

Tentu hal ini akan menjaga hatimu dan hatinya, izzahmu dan izzahnya, iffahmu dan iffahnya. Tak perlu pacaran berselimut ta’aruf kan untuk mengenalnya. Masih ada ta’aruf yang benar-benar ta’aruf.

Udah deh, jangan takut kehilangan si dia. Kalo kamu yakin meninggalkan perkara bathil untuk melangkah pada kebenaran, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Yakinilah itu.[khoirunnisa/voa-khilafah.co.cc]

Beranjak ku pada cinta yang suci, enggan ku berdiri pada hitamnya hati..
Jawaban kehidupan memberiku makna, bahwa cinta tak hanya diucapkan..
Dia dibuktikan dengan izzah dan iffah yang putih..
Dia dibuktikan dengan keindahan dari cintaNya dan untukNya..
Ikhwan Akhwat GOMBALERS

Ikhwan Akhwat GOMBALERS

Kegombalan di Kalangan Aktivis Dakwah




Nih dia yang ditunggu-tunggu. Hehehe…




Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.




Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. =====Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.




Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.




Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”




“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”


Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”


Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
(Halah… gombal semua tuh!!!)




Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”


“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”


“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”




Oh .. NOOOOOOOOOOOO!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…




Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:


”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”




Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
Nah lo!!


Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.




Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?




So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….


Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )


Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.


Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu


Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah


Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.


Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….


Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.




So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^




Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antum tidak suka terombang-ambing kan? Antum lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antum dengan datang ke orang tua Antum. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …


SO SEMUANYA …. WASPADAI ARUS GOMBALISASI!!!





(khoirunnisa/voa-khilafah.co.cc)
 
Galau Stadium Akut

Galau Stadium Akut


Voa-Khilafah.co.cc - Galau, alias kacau balau, alias ribet plus riweh, adalah virus pikiran yang menjangkiti banyak remaja saat ini. Si sinyal galau itu, juga bisa datang tanpa diundang, en pergi nggak dianter, biasanya nggak jauh- jauh dari persoalan asmara. Sebab lain may be bisa juga karena tugas yang nggak selesai- selesai, atau masalah keluarga yang bikin pusing kepala, en sederet persoalan lainnya. 

Next, Perasaan galau ini biasanya mudah berkembang biak menjadi sebuah perilaku yang aneh dan malah bisa saja heboh. Dari mulai jadi bahan baku curhatan lewat status FB, sampe- sampe ada julukan khusus bagi para tersangkanya, yaitu ratu dan raja galau. Belum selesai ampe situ ajah, galau juga menjadi bahan bakar utama buat ngerasa bete tiap hari, ato marah- marah nggak jelas.

So, kalau kamu sekarang lagi galau, apa ya yang harusnya kudu kamu lakuin?

Cinta itu anugrah pren, maka dari itu jangan di tolak. Yang kya gitu manusiawi banget kok. Itu juga berarti nunjukin kalo kamu normal tau'. Jadi kudu banyak- banyak di syukurin malah.

Tapi anugrah itu seharusnya membahagiakan pren. Dan, kalau ternyata yang kamu alami sekarang, justru bukan sebuah kebahagiaan yang mendamaikan melainkan hanya luapan emosi atau malah jadi tambah ribetnya hidup kamu, maka kamu kudu curiga tentang definisi kamu tentang cinta atau rasa yang lagih kamu alamin itu. Kemungkinannya sih, biasanya hanya 2, kalo nggak cobaan, ya brarti nafsu. En inget loh, jangan aggap enteng keduanya, karena keduanya punya efek besar buat ngehancurin idup en masa depan kamu, kalo kamu nggak bisa ngehandlenya dengan baik.  

Kali emang bener ya kata orang- orang tua, kalo idup emang nggak melulu kudu mikir tentang cinta aja, ya walo idup nggak bakalan kerasa idup kalo nggak ada cinta. Tapi lihat deh, u r still young pren, masih banyak yang bisa kamu pikirin dan kamu lakuin ketimbang ngurusin soal hati plus kegalauan kamu yang tiada berujung, tapi udah pasti nambahin beban buat kamu. Asli deh, idup sekali aja jangan di buat ribet pren, nikmatin aja idup dengan ngelakuin hal- hal yang membesarkan dan mendamaikan kamu. So, kalo udah gitu bakal selesei tuh benang runyam ke galauan kamu, lengkap dengan segala pernak perniknya.

Cukuplah kesadaran atas 24 jam pengawasan yang dilakukan Allah atas kita itu, menjadi rem kita buat nerusin kegalauan karena yang dikepala cuman hanya urusan tuh manusia aja. Inget loh, Allah maha pencemburu, yang nggak mau kalo kita inget tentang siapapun itu makhluk yang melebihi kecintaan kita terhadap Allah.

Dikit- dikit berproseslah berhenti ngebuat slogan diri kalo "nggak galau, nggak gaul". Oke deh, emang galau nggak selalu berarti kacau, tapi minimal kalo orang udah galau, pasti walopun dikit bakal mampet tuh pikiran buat berpikir positif. Nah kalo udah gitu, gimana cerita kamu bisa bakal gaul en dame, ya nggak?.

Nggak usah pake nangis apalagi galau level akut tentang sesuatu yang udah terlanjur ancur, sante aja pren, idup InsyAllah bakal terus lanjut, dan itu berarti akan ada sesuatu lagi yang baru yang bakal datang ke idup kamu en menyenangkan kamu.

En buat kamu yang mengartikan galau sebagai kata lain dari nggak pernah selesainya masalah kamu, coba deh kita share sebentar. Pren, namanya orang idup pasti akan ada masalah. Di dunia ini cuman orang yang udah mati yang nggak punya masalah di kehidupan mereka. Lah namanya ajah udah mati. En masalah itu datang bukan semata- mata ngejebak kamu dalam luka yang tak berujung (Lebay!!) ataupun malah ngejatuhin kamu lebih dalam, tapi justru mendidik kamu buat belajar lebih dewasa dan bijak ngejalanin idup. Satu lagi, Allah nggak akan pernah ngasih cobaan buat hambanya yang diluar kemampuannya.

So, ubah pola pemikiran kamu tentang gimana cara memandang sebuah masalah, kalo kamu orang yang selalu berpikir positif, masalah kya apapun akan menyenangkan dan menawarkan tantangan buat kamu, walaupun ngelewatinnya kudu pke bdarah- darah. Emang dunia ini adalah indah bagi kamu selalu berpikir positif, karena terbukti bakalan jauh dari galau en hidup dalam aman sentosa. InsyaAllah. (NayMa/Voa-islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Sebagian Penyelewengan Yang Terjadi Dalam Pernikahan Yang Wajib Dihindarkan/Dihilangkan


1. PacaranKebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan biasanya "Berpacaran" terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.

Adanya anggapan seperti ini, kemudian melahirkan konsesus bersama antar berbagai pihak untuk menganggap masa berpacaran sebagai sesuatu yang lumrah dan wajar-wajar saja. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berintim-intim dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari'at Islam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim). 

Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran dan berpacaran hukumnya haram. 

2. Tukar CincinDalam peminangan biasanya ada tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan dari ajaran Islam. (Lihat Adabuz-Zafat, Nashiruddin Al-Bani)

3. Menuntut Mahar Yang TinggiMenurut Islam sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal. Memang mahar itu hak wanita, tetapi Islam menyarankan agar mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.

Adapun cerita teguran seorang wanita terhadap Umar bin Khattab yang membatasi mahar wanita, adalah cerita yang salah karena riwayat itu sangat lemah. (Lihat Irwa'ul Ghalil 6, hal. 347-348).

4. Mengikuti Upacara AdatAjaran dan peraturan Islam harus lebih tinggi dari segalanya. Setiap acara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk dihilangkan. Umumnya umat Islam dalam cara perkawinan selalu meninggikan dan menyanjung adat istiadat setempat, sehingga sunnah-sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang benar dan shahih telah mereka matikan dan padamkan.

Sungguh sangat ironis...!. Kepada mereka yang masih menuhankan adat istiadat jahiliyah dan melecehkan konsep Islam, berarti mereka belum yakin kepada Islam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

"Artinya : Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?". (Al-Maaidah : 50). 

Orang-orang yang mencari konsep, peraturan, dan tata cara selain Islam, maka semuanya tidak akan diterima oleh Allah dan kelak di Akhirat mereka akan menjadi orang-orang yang merugi, sebagaimana firman Allah Ta'ala : 

"Artinya : Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (Ali-Imran : 85). 

5. Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum JahiliyahKaum jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa' Wal Banin, ketika mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa' Wal Banin (=semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam. 

Dari Al-Hasan, bahwa 'Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : Birafa' Wal Banin. 'Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : "Janganlah kalian ucapkan demikian !. Karena Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam melarang ucapan demikian". Para tamu bertanya :"Lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid ?".

'Aqil menjelaskan :

"Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka 'Alaiykum" (= Mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikianlah ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam". (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad 3:451, dan lain-lain).

Do'a yang biasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ucapkan kepada seorang mempelai ialah : 

"Baarakallahu laka wa baarakaa 'alaiyka wa jama'a baiynakumaa fii khoir" 

Do'a ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
'Artinya : Dari Abu hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan do'a : (Baarakallahu laka wabaraka 'alaiyka wa jama'a baiynakuma fii khoir) = Mudah-mudahan Allah memberimu keberkahan, Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183, Ibnu Majah dan Baihaqi 7:148). 

6. Adanya IkhtilathIkhtilath adalah bercampurnya laki-laki dan wanita hingga terjadi pandang memandang, sentuh menyentuh, jabat tangan antara laki-laki dan wanita. Menurut Islam antara mempelai laki-laki dan wanita harus dipisah, sehingga apa yang kita sebutkan di atas dapat dihindari semuanya.

7. Pelanggaran LainPelanggaran-pelanggaran lain yang sering dilakukan di antaranya adalah musik yang hingar bingar.

KHATIMAH 
Rumah tangga yang ideal menurut ajaran Islam adalah rumah tangga yang diliputi Sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang), Allah berfirman :

"Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan Dia (juga) telah menjadikan diantaramu (suami, istri) rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (Ar-Ruum : 21). 

Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami dan istri harus saling memahami kekurangan dan 
kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajibannya serta memahami tugas dan fungsinya masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. 

Sehingga upaya untuk mewujudkan perkawinan dan rumah tangga yang mendapat keridla'an Allah dapat terealisir, akan tetapi mengingat kondisi manusia yang tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan, sementara ujian dan cobaan selalu mengiringi kehidupan manusia, maka tidak jarang pasangan yang sedianya hidup tenang, tentram dan bahagia mendadak dilanda "kemelut" perselisihan dan percekcokan.

Bila sudah diupayakan untuk damai sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an surat An-Nisaa : 34-35, tetapi masih juga gagal, maka Islam memberikan jalan terakhir, yaitu "perceraian".

Marilah kita berupaya untuk melakasanakan perkawinan secara Islam dan membina rumah tangga yang Islami, serta kita wajib meninggalkan aturan, tata cara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam.

Ajaran Islam-lah satu-satunya ajaran yang benar dan diridlai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala (Ali-Imran : 19).

"Artinya : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa". (Al-Furqaan : 74) 

Amiin. 

Wallahu a'lam bish shawab. (forum.dudung.net/voa-khilafah.co.cc)
Jomblo, Jadi Urusan Negara Juga

Jomblo, Jadi Urusan Negara Juga


Sob, masalah jomblo juga ada kaitannya dengan orang lain. Artinya ini merupakan masalah interaksi dengan orang lain, bisa dengan si cowok atau cewek yang jadi incaran alias yang mau di khitbah, bisa juga berususan dengan orang tua atau keluarga kedua belah pihak. Maka bicara jomblo, juga kudu bicara masalah keluarga, masyarakat bahkan negara sekalipun.

Terus terang, kita bukan mau mencari-cari kesalahan orang lain ketika status jomblo kita nggak segera bisa kita akhiri. Kita cuman mau menunjukkan fakta yang sesungguhnya aja, bahwa urusan jomblo juga jadi urusan negara.

Yang pertama dulu kita bahas yang ada sangkut pautnya dengan keluarga dan masyarakat di sekitar kita. Barangkali ada yang udah menemukan pasangan, tapi ternyata banyak hambatan untuk sampai ke pernikahan. Nggak sedikit hambatan yang menghalangi seseorang untuk mengakhiri masa jomblo, salah satunya dari pihak ortu atau keluarga calon kita. Berikut ini, akan sedikit kita paparkan beberapa kesulitan kaum jomblo mengakhiri masa kejomblo-annya

1.        Tarif tinggi untuk mahar.
Nggak sedikit para orang tua di jaman materialistik ini, memasang tarif yang tinggi untuk mahar. Sehingga nggak terjangkau oleh si calon mantu. Padahal mungkin kalo melihat dari segi “kecocokan”, antara anak-anak mereka sudah saling cocok, tinggal selangkah aja ke jenjang yang serius, tiba-tiba harus mundur karena nggak mampu membayar mahar. Langkah yang bisa kita tempuh, baik dari pihak si cowok maupun si cewek jika memang mereka udah ngerasa saling cocok dan pengin menggapai ridhlo Allah melalui pernikahan, adalah melakukan upaya persuasif. PDKT ke ortu, agar mereka memikirkan “faktor lain” jikalau lamaran itu ditolak hanya karena gara-gara mahar. Emang sih, mahar itu jadi salah satu syarat syah pernikahan, disamping ijab Kabul dan Wali. Tapi khan nggak ada ketentuan mahar harus mahal dan nggak terjangkau.

Bahkan dalam riwayat mahsyur Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab sahih mereka berdua, bahwa ada seseorang laki-laki yang meminta kepada Rasulullah Saw untuk menikahkannya dengan seorang wanita, Nabi Saw bertanya “Apakah kamu memiliki sesuatu (untuk mahar)?” Laki-laki tersebut menjawab “Demi Allah, aku tidak memiliki sesuatupun, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda “Pergilah ke keluargamu, barangkali mereka memiliki sesuatu untuk diberikan” Laki-laki itu pun pergi, dan selang beberapa waktu dia kembali lagi, “Demi Allah, aku tidak menemukan sesuatupun” Rasulullah Saw bersabda “Carilah meski hanya sekedar cincin dari besi”. Lalu lelaki itu pergi dan tak beberapa lama dia kembali, dan berkata “Wahai Rasulullah, Demi Allah aku tidak menemukan sesuatu meski hanya cincin dari besi. Tapi aku hanya memiliki sepotong kain ini, barangkali separohnya bisa diberikan kepada wanita itu”. Nabi Saw bersabda “Apa yang hendak kamu perbuat dengan sepotong kainmu itu? Bila kamu memakainya, maka dia (pinanganmu) tidak akan memakai sesuatu pun, dan ketika dia memakainya, kamu tidak memakai sesuatu pun”. Lalu laki-laki itu duduk lama, lalu dia berdiri dan hendak beranjak pergi. Saat itu Rasulullah Saw memanggil laki-laki tersebut, Rasulullah bersabda “Berapa surah yang ada pada dirimu?” Laki-laki itu menjawab: “Dalam diriku terdapat surah ini dan surah itu” seraya menyebutkan satu per satu surah itu. Rasulullah bertanya “Mampukah kamu membaca surah-surah itu dengan hafalan?”.Laki-laki itu menjawab “Ya”. Nabi bersabda “Pulanglah, sesungguhnya aku telah menikahkanmu dengan wanita itu dengan maskawin surah-surah Al Quran yang ada pada dirimu itu”.

Ibnu Hibban telah meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata, Rasulullah Saw bersabda :
“Sesungguhnya di antara wanita yang terbaik adalah wanita yang paling mudah (ringan) maskawinnya”

Imam Ahmad dan Baihaqi telah meriwayatkan hadits:
“Wanita yang memiliki keberkahan paling besar adalah wanita yang paling mudah (ringan) maskawinnya”

Dalam kitab tafsirnya, Al-Alusi telah menyebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah, dari Rasulullah Saw, bahwa beliau Saw bersabda:
“Keberuntungan seorang wanita terletak pada upaya untuk memperingan maharnya”

Jika para orang tua masih juga menghalangi si anak untuk menikah dengan alasan mahar yang nggak bisa ditawar-tawar, maka coba para orang tua renungkan sabda Rasulullah Saw berikut ini:
“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia (dengan putrimu). Jika kamu tidak melakukan demikian, maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar” (HR. Tirmidzi)

Tapi ingat Sob, di hadits tersebut disebutkan laki-laki “yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya”. Nah, kamu masuk kriteria itu nggak?

2.        Dana resepsi yang nggak terjangkau.
Biasanya kalo di adat Jawa, penyelenggara pernikahan adalah pihak cewek, tapi nggak menutup kemungkinan pihak cowok juga mengajukan seabreg dana agar resepsi nikah kelihatan “wah”. Barangkali mereka pikir keluarga mereka berasal dari kalangan terpandang, kalo ngerayain pernikahan cuman sederhana aja, kesannya gimana gitu. Untuk itu salah satunya mensyaratkan musti menghadirkan sebuah resepsi yang cukup meriah, mulai dari pakaian pengantin dan keluarga, makanan yang dihidangkan, tempat resepsi yang nyaman, sampe masalah tamu yang diundang pun juga harus dari golongan menengah ke atas.

Hemm…kalo udah seperti itu, kayaknya kamu yang dari golongan Elit alias ekonomi sulit, kudu mundur teratur, meskipun kamu sangat mengidam-idamkan gadis pujaanmu itu. Ironi memang, tapi mau gimana lagi kondisi sekitar “memaksa” para orang tua berlaku seperti itu. Apalagi ada conto para selebriti kita yang sering ditayangkan di teve, menggelar pesta pernikahan yang mewah. Kian parah aja ya?

Yang lebih mengenaskan lagi, kalo sampe ada syarat seperti itu, baik dari pihak yang dituntut maupun pihak penyelenggara sendiri untuk bisa menyelenggarakan model pernikahan mewah, mereka harus berhutang alias diluar kemampuan finansial mereka.

So, gimana cara pandang Islam tentang resepsi pernikahan? Secara hukum walimah itu sunnah,dasar hukum dari walimah, diantaranya beberapa hadits Rasulullah Saw, berikut ini:
“Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi Saw, melihat pada ‘Abdurahman bin ‘Auf bekas minyak wanginya, lalu beliau bertanya: “Apa gerangan ini? Kenapa kamu melakukan ini?” Ia menjawab: “Wahai Rasulullah, saya telah kawin dengan seorang perempuan dengan mas kawin sekeping emas” Rasulullah Saw lalu menyahut: “Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan adakan walimah walau dengan (menyembelih) seekor kambing kibasy” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Anas bin Malik, ujarnya: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw, melakukan walimah untuk istri-istrinya seperti yang beliau lakukan dalam walimah perkawinannya dengan Zainab, yaitu beliau menyembelih seekor kambing kibasy” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Anas bin Malik, sesungguhnya ketika kawin dengan Shafiyah, Nabi Saw mengadakan walimah dengan makan gandum dan kurma” (HR. Ibnu Majah)

Sob, dengan menyimak hadits-hadits diatas kita bisa tahu bahwa ternyata nggak ada tuntutan untuk memewahkan resepsi pernikahan, disebutkan disitu “meski hanya (menyembelih) seekor kambing”, itu artinya bisa sesederhana mungkin. Apalagi dari segi hukum, resepsi nikah hanya Sunnah, yang wajib malah Akad Nikah. Catet itu!

Gimana para jombloman? Masih minder ngelamar si dia hanya gara-gara kamu disodori proposal dana resepsi pernikahan yang serba wah? Ayo dong, maju terus pantang mundur, kamu hanya perlu meloby calon mertua kamu, selebihnya pasrah aja deh sama Allah, kalo dia yang terbaik untuk kamu pasti akan dikasih oleh Allah. Ya nggak?

3.        Musti lulus kuliah dulu.
Sebagian orang berpikir pendidikan cukup ngaruh bagi masa depan keluarga, sehingga ketika ditawari menikah ada yang masih berpikir panjang untuk menyelesaikan kuliah dulu. Ya boleh-boleh aja sih beralasan demikian, tapi alasan itu kalo bisa nggak permanen. Artinya suatu saat bisa berlaku, bisa nggak. Soalnya kalo musti nunggu kelar kuliah, ada beberapa kemungkinan. Satu sisi mungkin ada pihak yang nggak sabar menunggu, sehingga bisa pindah ke lain hati, atau kalo nggak kuat-kuat amat, entar malah MBA lagi. Sementara di sisi yang lain, kesibukan kuliah bisa jadi menyebabkan seseorang nggak bisa memprediksi kapan berakhirnya masa kuliahnya, apalagi kalo sampe bergelar MA alias mahasiswa abadi, khan berabe?

Nah, ada baiknya kalo didiskusikan dulu, ada nggak kemungkinan menikah sambil kuliah. Tentunya dengan pertimbangan finansial yang cukup, karena paling nggak harus memikirkan biaya kuliah dan biaya hidup sehari-hari, belum lagi kalo di tengah perjalanan dikaruniai momongan, tambah lagi khan bebannya? Itu artinya musti ada penghasilan, dan penghasilan didapatkan kalo kamu bekerja. Kalo pinjam istilah teman, yang seperti ini disebut KKN alias Kuliah, Kerja, Nikah. Nggak gampang memang, tapi bukan berarti mustahil. Sebagian orang sudah mempraktekan seperti itu dan berhasil.

Juga yang perlu jadi catatan, bahwa rizki dari Allah nggak ada sangkutpautnya secara langsung dengan tinggi-rendahnya pendidikan seseorang. Adakalanya yang sarjana, eh malah masih nganggur nggak punya penghasilan. Atau yang sarjana, penghasilannya berlebih juga ada, tapi bukan karena gelar sarjananya, karena mungkin dia seorang penjual sate yang sukses. Begitu seterusnya, sampe mungkin ada juga yang lulusan SD, ternyata jadi pengusaha yang sukses. Itulah rahasia rizki, sama dengan rahasia jodoh dan mati.

Jadi yang dibutuhkan dari kita cuman kemauan kita untuk berusaha mendapatkan penghasilan, nggak peduli masih kuliah atau udah kelar kuliah, kalo ternyata punya dana cukup untuk menghidupi keluarganya kelak, why not? Untuk segera menikah. Betul nggak, Sob?

Yang kedua, masalah status jomblo yang ada kaitannya dengan urusan negara. Tolong untuk bagian ini kita perlu simak secara mendalam, sebab sekali lagi bukan ego kami yang berbicara, tapi nalar dan logika yang menunjukkan dengan gambling bahwa jomblo juga bisa jadi urusan negara. Simak neh:

1.        Masalah rendahnya penghasilan.
Barangkali diantara kaum jomblo ada yang keinginan menikahnya baru sebatas mimpi, sebab sampe detik ini kalo dihitung-hitung penghasilannya nggak cukup untuk menghidupi keluarganya kelak. Dia sudah memutar otak, memeras keringat, membanting tulang, toh hasilnya segitu-gitu aja. Trus apa salah hamba. hikk.hiiik? Waduh.. nggak segitunya kale…

Ya, ada beberapa alternatif permasalahan dan pemecahannya. Coba kita amati, bisa jadi kita punya penghasilan rendah, karena mungkin kita nggak punya pekerjaan tetap-lah, skill kita terbatas-lah, hanya lulusan SD-lah, nggak punya modal usaha-lah, dan seterusnya. Kalo ini masalahnya, bisa disiasati dengan kecerdasan akal, kekerasan kita berusaha, dan keikhlasan kita menerimanya.

Tapi bisa jadi kita punya penghasilan rendah karena mungkin kita termasuk salah satu korban dari kemiskinan struktural. Gimana kita bisa buka usaha, sementara kita berasal dari ekonomi lemah? Gimana bisa, kita punya skill yang mumpuni atau bisa sekolah tinggi, kalo nenek moyang tujuh turunan kita dari keluarga fakir wal miskin? Nah, bukannya mau nyari-nyari kesalahan diluar diri kita, atau berusaha ngeles dari kelemahan kita. Tapi ini fakta, riil terjadi di tengah masyarakat kita ada sebagian orang dengan kekayaannya, mereka bisa membeli apa aja yang mereka inginkan, tapi ternyata di sisi lain nggak sedikit masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok aja sudah harus menguras tenaga dan pikirannya. Itulah yang disebut kemiskinan struktural, alias orang memang dibikin miskin oleh sistem. Apalagi sistem yang diterapkan di negeri kita adalah sistem kapitalistik-sekularistik, yang berpeluang tidak memanusiawikan manusia. Saat ada sebagian selebriti atau politisi kita sibuk belanja mewah di Singapura, tapi coba perhatikan ada juga saudara kita yang masih tidur di rumah kardus, makannya dari mengais sisa makanan di tong sampah, bajunya pun kotor dan kumel. Sungguh sebuah fenomena keterbalikan bukan?

Kaum jomblo, kita bukan mau manas-manasin kamu, tapi keinginan nikah kamu bisa terhalang karena kamu nggak punya penghasilan yang layak dan itu terjadi karena sistem. Makanya, udah saatnya kita tidak berdiam diri, kita harus ikut memperjuangkan hak kaum jomblo untuk menikah. Sementara kaum jomblo bisa nikah, salah satunya kalo punya pekerjaan yang layak, dan pekerjaan yang layak itu salah satunya harus disediakan oleh Negara, sebagai pelayan rakyat. Betul tidak?

2.        Sistem “menjebak” kita cinta dunia.
Ada mungkin sebagian dari para kaum muda yang mabuk dengan urusan dunia, sehingga mengumbar hawa nafsu seenak perutnya, terutama nafsu terhadap lawan jenis. Karena mereka ngerasa enjoy di dunia nafsu binatang itu, mereka akhirnya emoh untuk meninggalkannya. Di sisi lain, ada yang berpikiran kalo nikah justru akan mengekang kebebasan mereka, “ya gini aja, lebih bebas nggak ada yang mengikat” itu mungkin kilah mereka. Bahkan ada sebagian mungkin terjerumus lebih dalam dengan hidup sesama jenis alias homo…hiih.. naudzubillah min dzalik.

Tapi anehnya Non, yang seperti itu dibiarkan bahkan diamini oleh Negara dengan alasan HAM. Tentu yang kayak gini nggak bisa dibiarkan aja, kita harus cepat bertindak, sebelum teman-teman kita atau anak cucu kita nanti ketularan. Eits.. tapi tunggu dulu, kita nggak boleh gegabah, main hakim sendiri karena kita bukan hakim, main pukul aja karena kita bukan tukang pukul atau pak polisi. Kita nggak bisa main bakar atau bom, karena emang seperti itu nggak boleh dan nggak dicontohkan oleh Islam. Trus apa yang bisa kita lakukan? Nah, bagus dech kalo ada yang tanya gitu.

Gini Sob, kita perlu cari akar masalahnya dulu, biar kita bisa kasih solusi. Secara sederhana mungkin bisa kita awali pembahasan pada masalah pribadi dan sosial. Misalnya begini, Sholat adalah masalah pribadi seseorang dengan Allah, sementara masalah seperti perzinaan, perkosaan, homo, lesbi, dan sejenisnya adalah masalah sosial. Kalo orang nggak sholat, siapa yang rusak? Orang itu sendiri khan? Tapi coba kalo orang berzina atau perkosaan, siapa yang “dirugikan”? Pasti ada orang lain yang ikut merugi khan? Nah, bayangin kalo “proses” merugikan (kalo nggak bisa dikatakan, merusak) orang lain, itu berlangsung terus menerus dan terjadi pembiaran, mungkin awalnya yang rusak 1 keluarga, akhirnya 1 kampung, lama-lama se-kota bahkan satu negara bisa hancur gara-gara dibiarkan tadi.

Okelah, kalo nggak boleh dibilang “dibiarkan”, coba sekarang aturan atau regulasi yang ada misalnya yang mengatur perzinaan, tegas nggak? adil nggak? menyelesaikan nggak? Gimana bisa dikatakan tegas bin adil kalo yang selalu kena razia hanya para WTS di pinggir jalan, sementara yang kelas kakap yang dapat ijin di kompleks lokalisasi, malah dilestarikan? Gimana bisa dikatakan menyelesaikan masalah perzinaan, kalo kondom di jual bebas, bahkan remaja-remaja disediakan ATM kondom?

Bagi orang yang berpikiran waras, pasti bisa berpikir jernih kalo masalah sosial yang bisa ngasih regulasinya adalah negara melalui seperangkat undang-undang. Ya udah, berarti negara melalui para penyelenggaranya kita musti ingatkan, kalo aturan yang selama ini mereka bikin dan diterapkan untuk kita, nggak pernah bisa menyelesaikan masalah, malahan muncul masalah-masalah baru. Kalo mereka mau contoh undang-undang sekaligus pemerintahan yang bisa menyelesaikan problematika umat, maka contolah apa yang pernah Rasulullah Saw dan para khalifah-nya terapkan.

“Siapa yang bekerja untukku dalam keadaan tidak beristri, hendaklah menikah; atau tidak memiliki pelayan, hendaklah mengambil pelayan; atau tidak mempunyai rumah, hendaklah mengambil rumah; atau tidak mempunyai tunggangan (kendaraan), hendaknya mengambil kendaraan.” (HR Abu Dawud).

Hem…terlalu panjang, kalo musti dijelaskan satu per satu tentang masalah itu di buku ini, tapi sebagai peringatan hendaknya kita renungkan firman Allah :
“Dan hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah, bagi orang-orang yang yakin?” (TQS. al Maidah 50).

Ok guys, kamu jadi ngeh khan kalo masalah jomblo ternyata jadi urusan negara juga? Makanya, nggak usah nekad berzina, atau kepikiran berzina meskipun statusmu jomblo. Kalo emang harus jaga status, tapi tetep juga jaga iman dan Islam kita. Biar kita bisa jadi jomblo yang selamat. 
(dikutip dari buku Kecil2 Nikah, karya Luky B Rouf)

(lukyrouf.blogspot.com/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL