Tampilkan postingan dengan label DAKWAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAKWAH. Tampilkan semua postingan
Idul Fitri, Menegaskan Kembali Komitmen Perjuangan

Idul Fitri, Menegaskan Kembali Komitmen Perjuangan

Voa-Khilafah.com - Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Gema takbir berkumandang di seluruh dunia saat kaum Muslimin berbahagia menyambut Idul Fitri . Hari kebahagiaan dan kemenangan setelah hampir sebulan lebih umat Islam melaksanakan shaum di bulan Ramadhan yang penuh barakah.

Namun ada hal yang masih sama, dari tahun-tahun sebelumnya, saat kita menyambut Idul Fitri, umat Islam masih dalam kondisi yang menyedihkan dan mengalami penderitaan di mana-mana. Penyebabnya adalah keberadaan penguasa-penguasa boneka di tengah umat dan tidak diterapkannya hukum-hukum Allah SWT secara totalitas. Semuanya akibat ketiadaan khilafah di tengah-tengah umat.

Kita masih melihat bagaimana negara-negara imperialis yang rakus menjadikan umat Islam santapan empuk mereka. Kekayaan negeri Islam mereka rampas. Umat Islam lapar dan miskin di tengah negeri mereka yang kaya raya. Kesatuan umat mereka cerai beraikan. Mereka membelah Sudan menjadi dua negera. Timor Timur mereka lepaskan dari Indonesia. Menyulut berbagai konflik di negeri Islam. Semua ini membuat umat Islam semakin lemah tak berdaya. Negara imperialis yang rakus tanpa naluri membantai umat Islam di Irak dan Afghanistan.

Mereka tumpahkan darah kaum Muslimin dengan mudah dan murah tanpa rasa kemanusiaan. Terkadang mereka lakukan bersama-sama, terkadang sendiri, seperti yang dilakukan Prancis di Afrika Tengah yang membiarkan pembantaian umat Islam, Rusia di Cremia, Kaukasus, Chechnya, dan Tataristan. China juga tak kalah kejamnya memperlakukan umat Islam di Turkmenistan yang mereka sebut dengan Xianjiang. Rezim Hindu di India dengan keji mengoyak-ngoyak tubuh kaum Muslimin di Khasmir. Bahkan, negara kecil seperti Birma pun dengan dukungan militer dan pendeta Budha radikal memperlakukan umat Islam Rohingya dengan keji.

Karena itu, di hari yang bahagia ini sudah seharusnya kita menegaskan kembali komitmen kita untuk menegakkan Khilafah ala minhajin Nubuwah. Negara yang yang akan menyatukan umat Islam, menerapkan seluruh syariah Islam, melindungi kehormatan, kekayaan, dan jiwa umat Rasulullah SAW yang mulia ini.

Bukankah yang diinginkan Allah SWT dari shaum kita selama sebulan adalah la’allakum tattaqun, agar kita menjadi orang yang bertakwa. Bukankah takwa artinya kita wajib menjalankan seluruh perintah Allah SWT dan meninggalkan seluruh larangan Allah SWT tanpa kecuali? Bukankah takwa artinya kita harus bersatu dan berpegang teguh pada ajaran Islam yang mulia? Bukankah takwa juga berarti kita tidak boleh membiarkan syariah Islam tidak diterapkan? Bukankah orang yang bertakwa tidak akan membiarkan umat Islam dizalimi, kekayaannya dirampas dengan rakus? Dan bukankah semua itu mustahil kita wujudkan tanpa adanya Khilafah Islam?

Kewajiban untuk menegakkan kembali khilafah dan mendukung perjuangan khilafah inilah yang juga ditegaskan dalam seruan Hizbut Tahrir pada bulan Ramadhan di seluruh dunia kepada umat Islam dan ahlul Quwwah. Hizbut Tahrir dalam seruannya menegaskan : “Urusan ini tak akan menjadi baik kembali, kecuali dengan apa yang dahulu menjadikannya baik. Memerintah dengan Islam dalam sebuah Negara Khilafah Rasyidah, yang dinaungi oleh Rayah ‘Uqab, bendera Rasulullah SAW. Hanya dengan ini saja, umat ini akan bangkit dari keterpurukannya, terbangun dari kejatuhannya, dan perjalanannya di masa lalu akan kembali, yaitu Khilafah Rasyidah, yang menerapkan Islam di dalam negeri, dan mengembannya ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad”

Dalam seruan tersebut Hizbut Tahrir juga mengingatkan pentingnya khilafah bukan sekadar bahwa khilafah secara fakta akan memberikan kebaikan pada umat Islam dan menjadi jalan kebangkitan. Namun lebih penting dari itu penegakan khilafah ini adalah kewajiban syariah Islam, kewajiban yang bukan sekadar kewajiban. Khilafah merupakan kewajiban agung, bahkan induk dan mahkota segala kewajiban. Dengannya, semua hukum syariah bisa ditegakkan, dan sanksi hukum bisa dilaksanakan. Tanpanya, baik hukum maupun sanksi tidak akan bisa diterapkan di tengah-tengah umat manusia. Padahal, “Suatu kewajiban tidak akan sempurna, kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu itu hukumnya wajib.”

Mendirikan khilafah dan mengangkat seorang khalifah hukumnya fardhu. Bukan sembarang fardhu, tetapi kefardhuan yang membuat siapapun yang tidak berjuang untuk mewujudkannya, sementara dia mampu, maka dosanya sangat besar. Seolah dia mati dalam keadaan jahiliyah, untuk menunjukkan begitu besar dosanya:“Siapa saja yang mati, dan di atas pundaknya tidak ada baiat [kepada khalifah], maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” [HR Muslim]

Karena itu di hari yang penuh bahagia ini, dengan dorongan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT marilah kita memenuhi seruan Hizbut Tahrir untuk berjuang bersama menegakkan khilafah. Bagi para ahlul quwwah dan ahlul man’ah segeralah memberikan nushrah (pertolongan) bagi tegaknya agama Allah SWT. Mari kita penuhi seruan penting Hizbut Tahrir ini : Seruan sebelum yang terakhir ini kami tujukan kepada Anda: Kami menyerukan Anda untuk memberikan dukungan, maka bergabunglah bersama orang-orang yang sebelumnya terlebih dahulu telah memberikan dukungan kepada kami. Kami ulurkan tangan kami kepada Anda, maka raihlah, dan bergabunglah bersama Ahli Man’ah kami. Sebab, bahtera ini hampir saja akan berjalan, maka bersegeralah ikut perjalanan dengan kami: “Mereka mengatakan, “Kapankah itu? Katakanlah [Muhammad], boleh jadi itu sudah dekat.” [TQS. al-Isra’: 51]. Allahu Akbar ! [] Farid Wadjdi

(hti/voa-khilafah.com)

Raja Jay Shima dari Kalingga, Pangeran Rakeyan Sancang dari Tarumanegara, Raja Sri Indravarman dari Sriwijaya Jambi, Muallaf dari Nusantara berkat Dakwah Peradaban Khilafah Islam

Raja Jay Shima dari Kalingga, Pangeran Rakeyan Sancang dari Tarumanegara, Raja Sri Indravarman dari Sriwijaya Jambi, Muallaf dari Nusantara berkat Dakwah Peradaban Khilafah Islam

Voa-Khilafah.com - Ada beberapa hal penting yang bertautan positif antara Kerajaan Kalingga yang bercorakkan Hindu Siwais dengan dunia Peradaban Islam, yaitu dalam sejarah Islam pada tahun 30 Hijriyah atau 651 M. Khalifah Utsman bin Affan pernah mengirimkan utusannya ke Daratan Cina dengan misi mengenalkan Islam. Saat itu hanya berselang 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW dan utusan tersebut sebelum sampai tujuan bersinggah dulu di Nusantara.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan (644-657 M) juga pernah mengutus delegasinya bernama Muawiyah bin Abu Sufyan pernah mengirimkan utusannya ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Shima, putra Ratu Shima dari Kalingga masuk Islam.

Kemudian kalangan bangsawan Jawa yang memeluk Islam adalah Rakeyan Sancang, seorang Pangeran dari Tarumanegara. Rakeyan Sancang hidup pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (656-661 M). Rakeyan Sancang diceritakan pernah turut serta membantu Imam Ali dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M).

Kemudian yang tercatat dalam sejarah raja Sriwijaya yang masuk Islam adalah Sri Indravarman. Setelah kerusuhan Kanton meletus, dimana banyak imigran muslim Cina masuk ke wilayah Sriwijaya yang terjadi pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah). [Voa-Khilafah.com]

Sumber: Wikipedia

Hizbut Tahrir Mengguncang Sejumlah Benua di Dunia, Mengabarkan Kembalinya Khilafah

Voa-Khilafah.Com - Situs Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir mempublikasikan berita berbagai kegiatan Hizbut Tahrir di penjuru dunia, dalam rangka mengenang 94 tahun runtuhnya Khilafah, seperti pawai dan rapat akbar yang menyerukan penegakkan Khilafah, dan berbagai aksi massa lainnya. Di Indonesia, Hizbut Tahrir mengadakan kegiatan di 36 kota di Indonesia, pada hari Sabtu dan Ahad lalu, seperti pawai yang diikuti oleh puluhan ribu peserta dari daerah yang berbeda. Di Yordania, Hizbut Tahrir menggelar aksi massa di ibukota, Amman dan Al-Zarqa’. Di Al-Quds, Hizbut Tahrir menyelenggarakan serangkaian aksi massa di beberapa kota di negeri itu. Sementara di Sudan, Hizbut Tahrir mengadakan kegiatan “Pekan Politik”, yang diwarnai dengan sejumlah acara, seperti diskusi publik dan panggung dialog yang mampu membius ribuan generasi umat Islam untuk terlibat. Dengan demikian, mulai dari Australia hingga Amerika, dan mulai dari Turki hingga Sudan, Hizbut Tahrir mengadakan kegiatan politik langka dan tiada duanya. Hizbut Tahrir juga bertekad untuk menggelar tiga konferensi di Amerika Serikat, satu di Tunisia, dan berbagai kegiatan lainnya di berbagai negara di dunia.
*** *** ***
Setiap tahun, Hizbut Tahrir menggelar acara mengenang runtuhnya Khilafah, dalam rangka mengingatkan umat Islam terhadap kewajibannya untuk berjuang mengembalikan pemerintahan Islam dan melanjutkan kehidupan Islam. Dan yang mencolok dari semua kegiatan itu adalah bahwa Hizbut Tahrir terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, dengan beragam bahasa di bumi.  Sehingga di seluruh penjuru dunia manapun tampak dakwah Hizbut Tahrir yang menyerukan untuk menegakkan Khilafah Rasyidah ‘ala minhฤjin nubuwah.
Dengan demikian, adanya kegiatan politik secara masif yang digelar oleh Hizbut Tahrir di seluruh penjuru dunia ini memiliki konotasi dan arti besar yang mengharuskan kita untuk bersikap dan mengatakan—bukan untuk membatasi—beberapa hal berikut:
Pertama, Hizbut Tahrir, yang didirikan tahun 1953 oleh al-Qadli Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullฤh, dan sejumlah ulama terkemuka, dengan capat mendapatkan tempat di hati generasi kaum Muslim dan pikiran mereka. Sehingga dengan mudah Hizbut Tahrir menyebar ke banyak negara, bahkan keberadaannya berpengaruh di seluruh negara di dunia. Semua ini menunjukkan bahwa Hizbut Tahrir tengah menawarkan Islam kepada dunia, dengan kepemimpinan pemikiran (qiyฤdah fikriyah) yang mampu memuaskan akal dan menentramkan hati. Karena itu umat tidak berat untuk menerimanya, yang pada akhirnya membentuk opini umum terkait ide dan metode Hizbut Tahrir dalam mewujudkan perubahan.
Kedua, di antara nikmat yang Allah SWT berikan kepada umat Islam adalah adanya gerakan seperti Hizbut Tahrir ini yang terus mencerdaskan umat dan mengembalikan kepercayaan umat terhadap ide-ide Islam, serta berjuang untuk menegakkan kembali Khilafah Rasyidah ‘ala minhฤjin nubuwah. Hizbut Tahrir telah membebaskan pemikiran setelah kejumudannya yang menakutkan; membangkitkan fikih setelah kemundurannya yang mematikan; dan membangun kembali harapan setelah umat mati suri tidak berdaya melawan kenyataan. Namun sekarang, alhamdulillah umat telah memiliki orang-orang yang berkualitas yang tersebar di sejumlah benua. Mereka mengabarkan kembalinya Khilafah dan pemikiran Islam yang mengkristal, bersih dan murni.
Ketiga, Hizbut Tahrir mampu menawarkan alternatif orisinal yang mencerminkan harapan dan aspirasi generasi kaum Muslim di berbagai belahan bumi. Inilah di antara fakta yang membuat kaum Muslim melihat Hizbut Tahrir sebagai penyelamat dari kezaliman sistem kapitalisme, dan menuntut tegaknya kembali Khilafah Islam.
Keempat, Hizbut Tahrir telah mengadopsi isu utama yang diabaikan oleh sebagian besar organisasi politik di negeri-negeri kaum Muslim—karena lupa, terpaksa atau bodoh terhadap Islam yang agung. Kemudian Hizbut Tahrir membangun tema-tema yang tepat, dan sesuai dengan kepentingan umat yang tertinggi, khususnya isu kembalinya kekuasaan Islam. Sehingga Hizbut Tahrir menjadi pelopor yang tidak akan membohongi pengikutnya.
Kelima, aktivitas Hizbut Tahrir yang beraktifitas berdasarkan perjuangan politik, pergolakan pemikiran dan pertempuran ideologi, telah membuka jalan bagi kembalinya pemerintahan Islam, dan solusi kebuntuan yang menghalangi umat. Hizbut Tahrir membongkar semua konspirasi imperialis di negeri-negeri kaum Muslim, dan mengorganisir barisan orang-orang mukhlis untuk menuntut Islam. Dengan demkian, Hizbut Tahrir merupakan ancaman nyata bagi Barat dan semua kepentingannya di dunia. Oleh karena itu, Zeyno Baran Direktur Keamanan Internasional dan Program Energi di Nixon Center mengatakan: “Hizbut Tahrir adalah satu-satunya pembunuh dalam perang pemikiran.”
Keenam, munculnya berbagai aktivitas yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir di tingkat dunia ini mengungkapkan tentang potensi besar yang dimiliki oleh generasi umat, dan kekuatan luar biasa yang ada dalam hati dan pikiran kaum Muslim, dimana Hizbut Tahrir mampu mendayagunakannya untuk kepentingan proyek raksasa umat Islam.
Ketujuh, Hizbut Tahrir mampu membangun opini umum di negeri-negeri kaum Muslim untuk ide Khilafah‘ala minhฤjin nubuwah. Sehingga hal itu membuat kaum kafir melakukan berbagai cara untuk memerangi dan mendistorsi ide Khilafah, agar umat tidak lagi menginginkan tegaknya kembali, dengan mengeksploitasi berita palsu tentang Khilafah yang ditegakkan melalui pembantaian dan intimidasi. Namun umat Islam sudah terlanjur cerdas, sehingga berbagai konspirasi itu tidak mampu lagi untuk menipu umat.
Kedelapan, Hizbut Tahrir mampu membuat kaum kafir dan para anteknya di dunia marah, sehingga mendorong mereka untuk menangkap para syabฤb (aktivis)-nya, dan menyiksannya dengan kejam. Seperti yang terjadi di Uzbekistan, di mana kaum Muslim mendapatkan berbagai jenis penyiksaan paling keji dari rezim Karimov, musuh umat dan musuh kemanusiaan. Juga di Pakistan, di mana pihak berwenang menangkap juru bicara resmi Hizbut Tahrir Wilayah Pakistan, Naveed Butt selama lebih dari tiga tahun, dan tidak diketahui bahkan oleh keluarganya, apakah beliau masih hidup atau sudah bertemu dengan Rasulullah Muhammad saw dan para sahabatnya. Kekejaman dan kekejian juga terjadi di Rusia, Bangladesh dan lainnya, namun hal itu justru semakin meneguhkan dan meyakinkan para syabฤb (aktivis) Hizbut Tahrir akan pertolongan Allah SWT dan kebenaran janji-Nya: “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (TQS. Ali Imran [3] : 173).
Kesembilan, abainya sejumlah media dari memberitakan kegiatan Hizbut Tahrir di penjuru dunia, adalah lagu lama yang dikemas baru, yang telah digunakan di masa lalu terhadap para nabi dan rasul. Namunalhamdulillฤh, Hizbut Tahrir telah membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan media yang luar biasa, yang dapat menembus dinding blokade dan pembungkaman untuk menyampaikan beritanya kepada semua orang. Sehingga apresiasi setinggi-tingginya pantas diberikan kepada tim media yang bekerja di belakang dan di depan semua kegiatan Hizbut Tahrir.
Kesepuluh, masalah tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala minhฤjin nubuwah telah menjadi sebuah keniscayaan. Seorang analisis (Glenn Beck) ketika menyoroti para pejuang revolusi Arab Spring mengatakan: “Mereka para pengusung revolusi sedang bekerja untuk mendirikan Khilafah Islam yang akan menyatukan kaum Muslim, dan mengusir Barat dari Timur Tengah.” Dalam hal ini, ia benar meski sering berdusta. Dan kami yakin bahwa itu akan terwujudkan dalam waktu dekat.
Sejarah hari ini tengah bergerak menuju ke arah Khilafah Rasyidah ‘ala minhฤjin nubuwah, yang segera tegak kembali, insya Allah.
Itulah sepuluh hal yang kami soroti terkait kegiatan Hizbut Tahrir yang begitu besar dan luar biasa, ide-idenya yang jernih dan langkah-langkahnya yang tepat. Untuk itu, wahai kaum Muslim, bangkitlah dan berjuanglah bersama Hizbut Tahrir, semga Allah SWT merahmati kalian. [Ishamuddin Ahmad]
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 19/5/2015.

Urgensitas Kontak Dakwah

Voa-Khilafah.com - Dakwah merupakan proses transformasi pemikiran, perasaan, aturan dan sistem  yang terjadi dimasyarakat dari kondisi semula jahiliah menjadi islam. Dakwah adalah sebuah aktivitas gerakan. Sebagaimana roda gigi yang terus berputar. Perputarannya menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan. Dakwahpun juga demikian, didalamnya terdapat transfer ideologi ke dalam masyarakat. Oleh karena itu dalam merubah masyarakat wajib dipahami kondisi detail tentang masyarakat. Masyarakat merupakan entitas manusia yang dinamis. Masyarakat bukan hanya kumpulan manusia. Di dalam masyarakat terwujud dari akumulasi interaksi yang terus menerus antara pemikiran , perasaan dan aturan yang ada dimsyarakat. Baik tidaknya masyarakat dapat dilihat dari bentuk interaksi yang terjadi yang terpancar dari pemikiran, perasaan dan aturan yang berlaku. Pemikiran yang yang dijadikan pembentuk perasaan dan aturan/sistem dilahirkan dari aqidah (pandangan hidup) masyarakat. Sehingga corak masyarakat sangat terlihat dari aqidah yang dijadikan landasan berfikir masyarakat.

Ketika masyarakat telah menjadikan aqidah tertentu sebagai qoidah fikriyyah (landasan berfikir) maka sejalan dengan perjalanan waktu akan terbentuk qiyadah fikriyyah (kepemimpinan berfikir). Kepemimpinan berfikir ini akan menjadi corak yang lebih luas membentuk polarisasi yang semakin dimasyarakat. Ketika ini terus berjalan, akan terbentuk ikatan kuat di dalam kehidupan. Saat ini ideologi kapitalisme menjalar ke seluruh pemikiran umat islam menembus batas-batas negara. Hingga seluruh negeri islam sekarang ini kepemimpinan berfikirnya adalah ideologi kapitalisme. Negeri islam menjelma menjadi negeri yang menerapkan ideologi kapitalisme yang tunduk dibawah kekuasaan negara kapitalisme dunia.

Kondisi ini terjadi ketika umat islam sudah tidak memiliki institusi yang menyatukan mereka ke dalam satu kepemimpinan berfikir islam yaitu negara khilafah. Khilafah adalah institusi yang menerapkan ideologi islam yang akan mengatur, pemikiran dan perasaan sekaligus menyatukan teritorial kaum muslimin didunia. Sehingga umat islam menjadi satu bangunan yang utuh.

Memahami fakta masyarakat dan unsur pembentuknya akan menjadi panduan dalam proses perubahan masyarakat. Di dalam masyarakat juga terdapat tokoh-tokoh kunci pemegang simpul-simpul umat. Baik itu meliputi tokoh masyarakat, pejabat publik, pejabat organisasi terkemuka, ulama, kiai, dan pimpinan parpol. Tokoh inilah yang banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam menjaga pemikiran, perasaan dan sistem   sekaligus memegang kepemimpinan riil dimasyarakat.

Untuk melakukan proses transformasi pemikiran, perasaan dan aturan kepada  islam , maka sebuah keniscayaan para pengemban dakwah harus melakukan interaksi langsung  (ittiholat) kepada tokoh-tokoh tersebut. Aktivitas ini adalah aktivitas urgen yang tidak boleh ditinggalkan. Apabila tokoh-tokoh kunci ini memberikan dukungan terhadap dakwah dan pengembannya maka akan akan terbuka ruang gerak bagi pengemban dakwah dalam  melakukan penetrasi ideologi islam dimasyarakat. Sangat positif apabila para tokoh tersebut ikut terlibat dalam aktivitas dakwah tersebut, sehingga  akan dapat mengikat masyarakat lebih kuat dengan islam. Karena para tokoh akan menjadi magnet yang kuat menarik masyarakat untuk terikat pemikiran, perasaannya dengan islam. Sehingga dengan teradobsinya pemikran islam sedikit-demi sedikit maka masyarakat akan melepaskan ikatan pemikiran kufur yang selama ini mengikat mereka.

Membangun komunikasi dengan para tokoh ini dengan cara memahamkan mereka dengan ideologi islam sambil membersihkan berbagai pemikiran ideologi kufur yang masih melekat. Pola komunikasi dakwah yang harus dibangun dengan cara bil hikmah (dengan argumentasi yang kuat), mauidloh hasanah (menyentuh pemikiran dan perasaan) dan kalau memang terpaksa harus debat maka dilakukan dengan jadilhum billati hiya ahsan ( menghancurkan pemikiran kufur dan disertai dengan membangun pemikran baru yang shohih dengan cara komunikasi yang baik dan efektif). Pengemban dakwah harus mampu menyuguhkan pemikiran islam dengan lebih jernih dan fresh. Mengungkap semua fakta keboborokan ideologi kufur yang selama ini mereka emban beserta mengungkap kedzaliman penguasa mereka yang telah terbukti menyesatkannya. Sampai pada satu titik kulminasi, masyarakat kehilangan kepercayaannya (trust) terhadap penguasa dan sistem kapitalisme berdasarkan landasan aqidah islam.  Sehingga sistem islam menjadi satu-satunya model masyarakat yang diinginkan masyarakat saat ini. Sekali lagi keinginan tersebut harus dibangun atas kesadaran ideologi islam. Bila hal itu terjadi pengemban dakwah telah berhasil membangkitkan masyarakat melalui para tokoh masyarakat dengan cara meningkatkan taraf berfikirnya. Tingginya taraf berfikir masyarakat menjadi indikasi kesadaran politik (wa’yu siyasi) sudah tinggi. Dengan demikian perubahan masyarakat tinggal menunggu waktu.

Teknologi informasi telah menembus zona zaman yang sanggat canggih. Bangunan komunikasi berlangsung sangat cepat melibas batas geografis dan tidak harus dilakukan secara face to face. Jejaring sosial didunia maya menjadi populer dalam membangun pola interaksi dan opini umum. Namun demikian, hal ini tidak boleh memalingkan dari aktivitas kontak dakwah yang mengharuskan adanya pertemuan secara langsung. Kontak dakwah harus dilakukan langsung kepada tokoh . Kontak yang demikian tidak bisa diwakili dengan aktivitas lainnya. Dengan adanya kontak pertautan pemikiran dan perasaan serta  resonansi emosi bisa langsung terjadi dikedua belah pihak. Transformasi ide terjadi secara efektif yang tidak bisa digantikan dengan teknologi apapun. Pemikiran dan perasaan akan mudah tersentuh dengan adanya kontak secara langsung dan terus menerus. Kontak inilah qolbunya (jantungnya) dakwah. Oleh sebab itu Rasulullah Saw senantiasa menjaga aktivitas kontak ini terus menerus. Beliau melakukannya kepada para pemimpin qobilah. Satu persatu beliau datangi. Beliau sangat menguasai peta kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh tokoh di suatu daerah. Hingga pada waktunya beliau mengutus sahabat  Mush’ab bin Umair menjadi pilihan untuk ditugaskan berdakwah (kontak) ke Yastrib. Dan benar, beliau Mush’ab mendatangi langsung pimpinan suku ‘Aush dan Khozroj. Akhirnya melalui usaha beliau  mengkontak selama satu tahun telah berhasil merubah suasana pemikiran dan perasaan masyarakat Yastrib melalui kedua tokoh pembesar disana. Melalui dakwah beliau akhirnya didapatkan ahlu nushroh yang siap membela islam dan  membai’at Rasulullah SAW menjadi pemimpim kaum muslimin.

Inilah sekali lagi urgensitas kita melakukan dakwah dengan melakukan kontak yang ditujukan kepada para tokoh (ashabul fa’aliyyah). Di bulan ramadlan yang mulia inilah waktu yang sangat tepat untuk melipat gandakan semangat dan aktivitas dakwah ditengah-tengah masyarakat. Kita berharap semoga Allah swt membukakan pintu-pintu hidayahnya kepada para tokoh masyarakat melalui para pengemban dakwah. Sampai mereka terdorong penuh keikhlasan memberikan kunci kekuasaanya dan menyerahkannya kepada pengemban dakwah untuk bisa menegakkan kekuasaan islam. (Indra Fakhruddin)

[mushababdurrahman.blogspot.com/www.voa-khilafah.com]

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir

Soal :

Ada sebagian pihak yang membuat opini negatif untuk membuat keraguan tentang ide-ide Hizbut Tahrir.  Misalnya : Khilafah tidak wajib, khilafah hanya 30 tahun, khilafah bukan perkara penting, HT membolehkan melihat film/gambar porno, HT membolehkan berciuman dengan wanita lain, HT membolehkan bekerja menjadi agen negara kafir, dan masih banyak lagi. Bagaimana menjawab masalah ini?



Jawab :

File powerpoint sebesar 27MB dan terdiri dari 71 slide ini mencoba menjawab tuduhan-tuduhan tersebut.

Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>direct download, resumeable
Menjawab Syubhat terhadap Ide-ide Hizbut Tahrir ==>alternatif

[syariahpublications/www.voa-khilafah.com]
Anti VIDI, Bukan Basa Basi

Anti VIDI, Bukan Basa Basi


Voa-Khilafah.tk - “Saya remaja Islam, Saya Anti VIDI, Allahu Akbar” pekik ratusan pelajar peserta Training Super Muslim “Say NO to Valentine” yang memadati Aula Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai Ahad (10/2).  Trainer yang juga Humas HTI Kobar Andri Saputra menjelaskan setidaknya ada tiga bahaya dibalik perayaan valentine’s day (VIDI). Alasan pertama, vidi merupakan budaya kufur (tidak Islami). Kedua, menjadi ajang perzinahan (seks bebas) dan alasan ketiga untuk promosi budaya konsumtif. Terkait dengan alasan pertama, kelahiran vidi bermula dari perayaan lupercus, dewa kesuburan pada zaman romawi kuno yang jatuh setiap  tanggal 15 februari. Pada 496 M, Paus Gelasius I menjadikan upacara romawi kuno ini sebagai perayaan gereja dengan nama saint valentine’s day untuk menghormati pendeta saint valentine yang wafat pada tanggal 14 Februari. Inilah yang menjadi awal mula tradisi vidi diperingati setiap tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang sedunia. Menjadi jelas bahwa vidi tidak ada kaitan dengan Islam bahkan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Alasan kedua, perayaan vidi baik di luar negeri maupun dalam negeri kerap berujung dengan aktivitas seks bebas. Pada 2004, sebuah survey terhadap remaja Cimahi, Batujajar, Padalarang, dan Lembang menyebutkan 413 responden yang menjawab angket secara sah, 26,4 % mengaku lebih suka merayakan vidi bersama gebetan (kekasih) dengan jalan jalan, makan makan hingga seks bebas. Alasan ketiga, vidi menyuburkan budaya konsumtif atau membelanjakan sesuatu yang tidak penting seperti membeli kado buat sang kekasih berupa bunga, coklat, boneka dan makan malam bersama. Terlepas dari itu semua, Islam memandang vidi sebagai tradisi jahiliyah dan haram untuk dirayakan oleh umat Islam khususnya dari kalangan generasi muda. “Bagi yang ngerayain vidi, akan mendapat dosa dan kemurkaan Allah SWT. Adapun bagi yang tidak merayakan, hendaknya diniatkan semata mata karena taat kepada larangan Allah SWT, bukan karena pertimbangan materi seperti tidak punya uang untuk beli kado, tidak punya pacar atau alasan sejenis,” tukas andri dalam rilisnya.
Pada hari yang sama, LDS DPD HTI Kobar juga menyelenggarakan training serupa di Masjid Al Kautsar, Jalan Prakusumayudha, Kelurahan Mendawai. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar se Kota Pangkalan Bun dan menghadirkan pemateri Aktivis LDS Kobar Gatot Suwanto. Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye anti valentine’ day yang diselenggarakan Lajnah Dakwah Sekolah (LDS) DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kotawaringin Barat pada sejumlah tempat meliputi Kecamatan Pangkalan Banteng, Kota Pangkalan Bun, Kecamatan Kumai dan Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan. Harapannya, remaja muslim di Kobar dalam terhindar dari pengaruh negatif peringatan vidi yang terbukti mengancam akidah dan merusak moralitas. Namun, solusi tuntas untuk menghapus budaya/tradisi jahiliyah seperti pacaran dan merayakan vidi dikalangan remaja hanya dengan menegakkan Syariah Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Bukan dengan sistem demokrasi yang justru melindungi dan melestarikan berbagai kemaksiatan termasuk perayaan vidi.[htipress/voa-khilafah.tk]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL