Tampilkan postingan dengan label DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA. Tampilkan semua postingan

Dari Jantung Revolusi Dunia 2011, Gaung Seruan Khilafah Bergelora di Bumi Tunisia




Voa-Khilafah.Blogspot.Com - Dari jantung revolusi Arab dan Afrika Utara, gelora Khilafah bergema di bumi revolusi, Tunisia, negeri inspirator utama gerakan penumbangan para penguasa rezim. Sebuah Konferensi Khilafah telah digelar oleh Hizbut Tahrir Tunisia baru-baru ini mengikuti konferensi Khilafah yang digelar secara global di seluruh penjuru dunia.

Hizbut Tahrir Tunisia, pada hari Ahad, 19 Juni 2011 mengadakan Konferensi Khilafah yang di kota Tunis. Ribuan kaum Muslim berbondong-bondong menghadiri aula tempat digelarnya konferensi. Bahkan beberapa mobil rombongan para peserta dari berbagai daerah melakukan konvoi menuju tempat konferensi. Mereka mengibarkan panji-panji Rasulullah Saw yang berwarna hitam bertuliskan kalimah syahadah, sambil berteriak "Khilafah! Khilafah! Khilafah!" serta "La ilaaha illallah Al-Khilafah wa'dullah". 

Hampir tidak ada satu kursi pun yang kosong, bahkan tampak para peserta berdiri karena melubernya acara tersebut. Para pembicara menegaskan seruan mereka atas kaum Muslim untuk bersegera menegakkan Khilafah. 

Digelarnya konferensi Khilafah ini menunjukkan denyut Khilafah berdetak kencang di bumi inspirator revolusi yang merambat ke dunia Arab tersebut. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye global dan penyadaran yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir di seluruh penjuru dunia. Konferensi serupa digelar baik di Asia, Afrika, hingga Eropa, Australia dan Amerika. 

Semakin jelas, kedatangan Khilafah tidak bisa dibendung-bendung lagi. Institusi inilah yang akan membawa kembali dunia Islam kepada puncak kejayaannya untuk kedua kalinya. Di saat itulah, Islam sebagai rahmat bagi semesta alam benar-benar menaungi umat manusia, dari ujung timur hingga ujung barat dunia. Insya Allah, tinggal beberapa saat lagi! [m/ht-tunisia/syabab.com]

Sekalipun Ada Upaya Penggagalan Pihak Rezim, Seruan Khilafah Malah Semakin Bergema di Bumi Melayu



Voa-Khilafah.Blogspot.Com - Gema Khilafah kini menggoncang bumi Melayu, hingga nyaris, keinginan umat melebihi cita-cita penyatuan bumi nusantara oleh Gadjah Mada. Kini umat malah menginginkan umat Islam sedunia bersatu di bawah naungan Khilafah, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Di Malaysia, Konferensi Kebangkitan Khilafah 2011 yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Malaysia dan Khilafah Centre telah sukses menarik lebih dari 800 orang peserta yang memadati Auditorium Abu Zarim, Integrated Learning Solution (ILSAS), Universitas Tenaga Nasional (UNITEN), Ahad, 26/06/2011.

Auditorium yang semula menampung hanya 600 tempat duduk ini akhirnya penuh sesak dengan masyarakat yang ingin mengikuti acara tersebut, sehingga sebagia peserta berdiri dan duduk di tangga-tangga.

Selain itu, panitia menyediakan tampilan audio-visual di luar ruangan. Sekitar 100 orang ikut serta dalam konferensi, meskipun di luar auditorium. 

Peserta terdiri dari berbagai kalangan, seperti kaum profesional, pemimpin politik, organisasi bukan pemerintahan, para akdemisi, para pelajar, para imam dan petugas masjid, pemimpin masyarakat hingga para ulama turut serta dalam konferensi yang diadakan oleh HTM pada bulan Rajab ini.

Konferensi yang semestinya diadakan di Dewan Bakawali, Puri Pujangga, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini terpaksa dipindahkan di saat-saat akhir ke ILSAS setelah pihak UKM 'membatalkan' penggunaan tempat secara tidak profesional karena tekanan dari pihak Kementrian Dalam Negeri dan juga pihak kepolisian.

Namun, Alhamdulilah, walaupun terpaksa harus berpindah ke tempat baru, dengan izian Allah Swt., konferensi berjalan dengan sukses dan lancar di ILSAS.

Sebagian masyarakat yang akan ikut serta konferensi yang telah hadir ke Puri Pujangga pada pagi-pagi menyuarakan rasa tidak puasnya dan menentang pihak UKM yang secara sepihak dan tidak bertanggungjawab membatalkan agenda ke-Islaman di saat-saat akhir tersebut.

Mereka kebanyak menyatakan kekecewaan terhadap pihak kampus, karena mereka datang dari tempat jauh seperti Pulai Pinang, Johor, Perak, Kedah, dan Perlis semata-mata untuk mengikuti konferensi tersebut.

Lebih mengharukan lagi, sekalipun mengalami kesulitan disebabkan perubahan tempat, kesemua peserta tetap tidak mau melepaskan peluang dan momentum, terus bergegas menarik kendaraan masing-masing ke tempat baru, setelah diberi informasi oleh panitia dari HTM yang berada di Puri Pujangga.

Konferensi kali ini dihadiri para pembicara dari anggota HTM, serta diselingi juga dengan para pembicara dari luar negeri. Mereka diantaranya adalah, Ir. Mohd Jawahir Sulaiman (seorang aktivis dan ahli perniagaan profesional dari Shah Alam), Ust. Moh. Kasim Mohd Tahir (Majelis Fatwa Negeri Sembilan), Sdr. Jabaruddeen (Ketua Gabungan Siswa Siswi Intelektual Muslim, GASIM), Ust. Umar Saad (Imam dan penceramah dari Selangor) dan Ust. Mohd. Zaki Aziz (Imam Masjid Jalan San Peng, Kuala Lumpur).

Sementara itu, pembicara dari luar negeri diantaranya Sdr Rasyid Ansari, seorang aktivis Islam dari Bangladesh, Sdr Vigan, seorang pemuda dan aktivis Islam dari Albania, Sdr. Usamah Abdullah dan Lutfi Abdullah yang keduanya dari Timur Tengah.

Para pembicara, semuanya menyuarakan dukungan mereka kepada perjuangan Hizbut Tahrir di seluruh dunia untuk menegakkan Khilafah dan menyeru umat Islam agar bersama-sama di dalam perjuangan mulia ini demi menyatukan kaum Muslim dan menerapkan hukum Allah secara kaffah di bawah naungan Daulah Khilafah.

Panelis dari HTM pada konferensi kali ini diantaranya Ust. Ridhuan Hakum, Ust. Umar Hussein, Nek Ngah, Ustzh. Aisyah Rahmat (Muslimah HTM) dan Ust. Abdul Hakim Othman (Pimpinan HTM).

Para peserta meneteskan air mata ketika Nek Ngah, seorang nenek dengan 19 cucu tersebut berbicara, di mana beliau menyampaikan bahwa umat Islam selama ini sudah lama hidup menderita dan tertindas di bawah sistem demokrasi buatan Barat dan beliau menyer kepada para hadirin agar bersama-sama menggantikan sistem demokrasi kufur ini kepada sistem Islam di bawah Negara Khilafah.

Para pembicara berhasil menaikkan semangat para peserta, berulang kali melantunkan takbir sepangjang berlangsungnya konferensi ini. Menariknya, konferensi juga turut dihadiri oleh peserta non-Muslim yang ingin mendapatkan gambaran lebih dekat tentang perjuangan Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah.

Konferensi yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 14.00 waktu setempat, turut diselingi dengan rekaman video dari Juru bicara Hizbut Tahrir dari beberapa negara, seperti Ust. Muhammad Ismail Yusanto (Hizbut Tahrir Indonesia), Uthman Badar (Hizbut Tahrir Australia), Chadi Freigh (Hizbut Tahrir Skandinavia), Abu Khalil (Hizbut Tahrir Sudan), Ahmad al-Qasas (Hizbut Tahrir Lebanon), Taji Mustafa (Hizbut Tahrir Inggris), dan Syeikh Issam Ameera (Hizbut Tahrir Palestina).

Dalam pembicaraan singkatnya itu mereka menujukan secara khusus kepada umat Islam di Malaysia, mereka menyinggung kebangkitan Islam di seluruh dunia untuk menentang pelaksanaan hukum thaghut ciptaan manusia, penyelewengan dan kejahatan pemerintah negeri Muslim serta persekongkolan mereka dengan kuffar Barat. Para Jurubicara Hizbut Tahrir ini menyeru dan berharap agar umat Islam di Malaysia turut serta bergabung bersama perjugangan Hizbut Tahrir di seluruh dunia untuk mendirikan Khilafah.

"HTM mengharapkan agar Konferensi Kebangkitan Khilafah 2011 ini dapat menjadi momentum dan benar-benar akan dapat membangkitkan umat Islam dengan usaha-usaha perjuangan menegakkan Khilafah untuk menggantikan sistem Kapitalisme sekular yang mencengkram umat Islam sekarang".

"HTM pada kesempatan ini mengucapkan jazakumullah khairan kepada semua petugas, penceramah, para hadhirin-hadhirat yang telah menyukses konferensi ini," tegas Hizbut Tahrir seperti disampaikan dalam situs resminya di www.mykhilafah.com. [m/myk/syabab.com]
Rabi Akui Kenabian Muhammad SAW dan Masa Depan Dunia Ada Pada Islam

Rabi Akui Kenabian Muhammad SAW dan Masa Depan Dunia Ada Pada Islam

Voa-Khilafah.Blogspot.Com - Rabi Yahudi mengakui kenabian Muhammad Saw, Islam adalah agama yang hak, dan al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkannya kepada penutup para rasul.

Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan oleh radio “pembaruan Islam” di Internet melalui potongan video di situs “YouTube” dengan disertai terjemahan dari bahasa Rusia ke bahasa Arab.

Pada awal pembocaraan, rabi menegaskan bahwa Islam sejak awal kemunculannya sudah sempurna bangunannya, di mana Islam mampu bertahan dan berkembang. Islam memiliki akidah yang kuat sehingga mampu menghadapai setiap perubahan yang terjadi di dunia.

Ia berkata: “Islam lahir sudah memiliki pemimpin sejati yang mendapatkan wahyu (al-Qur’an), dan dalam hal ini tidak ditemukan keraguan sedikit pun. Dalam Islam jelas ada Nabi yang mendapatkan wahyu (al-Qur’an), kemudian ia mulai membangun sebuah masyarakat berdasarkan agamanya. Dan atas dasar ini, ia membangun sebuah masyarakat baru dengan ajaran baru. Setelah itu tampak jelas bahwa ajaran-ajaran ini yang mampu bertahan dan berkembang dalam situasi sangat sulit sekalipun. Dan inilah fakta yang terjadi sesungguhnya.”

Ia melanjutkan penjelasannya bahwa demokrasi telah memberikan efek negatif terhadap agama-agama terkecuali Islam. Ia mengatakan: “Bukan ini saja, bahkan Islam memiliki kelebihan yang luar biasa. Ingat Islam telah melahirkan berbagai kemanjuan di Timur, jauh sebelum Eropa serta revolusi sosial dan industrinya.”

Hari ini, di era kita sekarang, setelah munculnya era demokrasi dan atheisme yang tak terkendali dan tak terbatas, yang merupakan sesuatu yang busuk dalam semua tingkatannya. Demokrasi mulai menenggelamkan dunia pada saat tidak ada sesuatupun yang tersisa dari Yahudi akibat kejatuhannya di bawah topi Zionisme.

Kemudian rabi menyatakan kekagumannya terhadap shalat kaum Muslim: “Sudah tidak ada yang tersisa di dunia kecuali Islam. Sungguh, Islam tidak ada tandingannya. Islam terus tumbuh di mana para pengikut Muhammad Saw setelah itu terus terikat dengan ajaran-ajaran agama ini, yakni mereka selalu berhubungan dengan Sang Pencipta (Allah SWT). Seorang Muslim berlutut (shalat) lima kali sehari pada waktu yang telah ditentukan.”

Ia melanjutkan: “Saya tinggal dengan mereka di sana (maksudnya kaum Muslim). Lebih dari itu, saya melakukan perjalanan ke Eropa. Di bandara ada sebuah sudut yang tenang. Pada saat datang waktu untuk shalat, saya pergi ke sudut itu, lalu beberapa orang Muslim yang ada di dekatku berdiri untuk shalat. Dalam melakukan itu mereka tidak repot sama sekali. Mereka mengelar koran bekas, kemudian mereka shalat di atasnya.”

Ia menambahkan: “Ini adalah Islam. Islam, secara keseluruhan memiliki banyak arti. Manusia shalat lima kali sehari, dan sekalipun mereka shalat lima kali sehari, namun shalat itu tidak lama. Saya pernah mengamati kaum Muslim yang sedang shalat. Sehingga saya tahu apa yang wajib dilakukan di dalamnya. Shalat itu tidak lama, namun serius dan mendalam sekali. Manusia dalam lima menit ketika shalat, maka sejatinya ia sedang berkomunikasi dengan Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha kuasa.”

Rabi mengatakan hikmah keberadaan Israel yang berkangsung hingga sekarang. Ia berkata: “Ini adalah sesuatu yang sangat penting yang memiliki arti besar. Islam adalah agama masa depan. jika kita dapat mengatakan bahwa dunia saat ini tidak akan tertutup karena keberadaan negara yang disebut Israel. Namun kita sekarang sedang pada tahap menuju dunia yang agresif terhadap penutupan, sebab negara (Israel) tidak memiliki hak untuk tetap ada sejak satu setengah tahun.”

Dunia akan menutup, dan ini tidak bisa dihindari. Jika tidak selesai penghapusan terhadap negara (Zionis) ini, maka ia benar-benar akan menjadi sumber kejahatan. Jika penghapusan itu sempurna, maka saya yakin, setelah tujuh puluh tahun mayoritas penduduk bumi ini akan memeluk agama Islam, karena agama ini cukup kuat dan membimbing manusia ke arah yang benar sesuai dengan akal dan fitrah manusia.”

Akhirnya, rabi meramalkan invasi Islam ke seluruh dunia. Ia berkata: “Ya, benar ada masalah antara Syiah dan Sunni, dan ada ketidakcocokan di antara keduanya dalam beberapa masalah, namun hal ini dapat dimengerti, ini sekarang. Akan tetapi, saya percaya jika dunia telah selesai menghapus apa yang kita miliki saat ini (Israel), maka pasti masalah di antara kaum Muslim akan berakhir, dan ketika itu mayoritas penduduk bumi akan memeluk agama Islam.”

Ini jelas, saat ini terlihat dengan mata bahwa kaum Muslim mulai bertanbah dan menyebar cukup pesat di salah satu negara Eropa. Meski ada di antara negara Eropa-saya tidak menyebutkan nama negaranya-yang melarang pembangunan masjid baru, karena melihat penyebaran Islam yang pesat, dan masa depan dunia ada dalam Islam (moheet/hti).
Wilders Divonis Bebas, Islam Semakin Marginal

Wilders Divonis Bebas, Islam Semakin Marginal

Voa-Khilafah.Blogspot.Com, AMSTERDAM - Pengadilan Amsterdam, Belanda, telah memutuskan untuk membebaskan anggota parlemen ekstrim kanan, Geert Wilders, dari tuduhan memicu kebencian, diskriminasi dan penghinaan terhadap masyarakat Muslim. Keputusan tersebut tidaklah terlalu mengejutkan.
Sebagai politikus, Geert Wilders memang punya kebebasan berekspresi yang diatur dalam konvensi HAM Eropa. Inilah yang dimanfaatkan dengan jeli oleh pemimpin Partai Kebebasan (PVV) itu untuk kepentingan partainya.

Namun, hal yang memprihatinkan adalah Belanda dan Eropa cenderung memarginalisasi warga Muslim. "Gerakan politik yang terjadi saat ini di Belanda secara umum sungguh memprihatinkan. Islam sebagai agama semakin dimarginalisasi," kata George Muishout dari Bina Dakwah Utrecht Belanda.
Selama proses hukumnya berjalan sejak Oktober 2010, keputusan bebas untuk Geert Wilders sudah jelas terlihat. Pengadilan tidak punya pilihan lain kecuali membebaskan Geert Wilders.

Geert Wilders selalu mengatakan bahwa ia berbicara dan bersikap sebagai seorang politikus. Baik di Belanda maupun di tingkat Eropa, politikus itu punya kebebasan untuk berekspresi.
Kritik Agama
Menurut hakim, tuduhan bahwa Wilders memicu kebencian maupun diskriminasi di kalangan masyarakat Muslim itu dinilai tidak berdasar. Wilders mengkritik agama dan bukan umat.
Sebaliknya kalau seorang warga Muslim di Belanda misalnya berpendapat bahwa homoseksual merugikan masyarakat, hal tersebut juga tidak bisa digugat ke pengadilan. Karena, pendapat itu dilandaskan pada perspektif agama. Pandangan itu tidak bisa diartikan memfitnah atau menghasut seorang homoseksual secara pribadi.

Itulah hukum yang berlaku di Belanda. Yang penting adalah setiap warga di Belanda dilindungi secara individu dan bukan secara kelompok. Itulah batasnya pluralisme di Eropa.
Dampak
Tidak bisa dipastikan apa dampak keputusan pengadilan Amsterdam yang membebaskan Wilders dari semua tuduhan. Di segi lain, setiap warga bebas beragama yang dilindungi oleh hukum. Kebebasan beragama tidak saja di Belanda, tapi di tingkat Eropa.
Sebagai negara anggota Uni Eropa, Belanda terikat pada hukum Eropa. Setiap negara anggota Uni Eropa tidak bisa menjalankan kebijakan sendiri yang sudah disepakati oleh Uni Eropa. (REPUBLIKA.CO.ID)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL