Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan
Tak Hanya FPI, Lembaga Adat Pun Juga Menolak Konser Lady Gaga

Tak Hanya FPI, Lembaga Adat Pun Juga Menolak Konser Lady Gaga


Voa-Khilafah.co.cc - Ternyata, tak hanya Front Pembela Islam (FPI) yang menolak konser Lady Gaga di Indonesia. Sejumlah ormas Islam lain, dan sebuah lembaga adat pun juga ikut menyatakan penolakan atas konser Lady Gaga di Indonesia.

FPI memang termasuk ormas Islam yang paling awal menolak konser Lady Gaga di Indonesia. Melalui pernyataan Habib Salim Alatas, Ketua DPD FPI Jakarta, FPI menyatakan penolakannya.



"Dia penyanyi vulgar, hanya mengenakan celana dalam dan kutang saat bernyanyi," kata Habib Salim Alatas, seperti dikutip dari BBC.


"Lady Gaga merusak moral dan tidak pantas untuk tampil di Indonesia. FPI tegas, sama seperti MUI dan Mabes Polri. Itu aliran sesat, musiknya penyembah setan," kata Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta itu.


Medio Maret 2012, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyatakan penolakan terhadap konser Lady Gaga. MUI Menyatakan bahwa menonton konser Lady Gaga merupakan keharaman.


"Alasannya normatif, yaitu mengumbar aurat dan gerakan yang merangsang lawan jenis," ujar KH. Khalil Ridwan mengungkapkan alasannya mengharamkan nonton konser Lady Gaga saat itu.


Langkah penolakan lebih jauh ditempuh oleh Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), serta Forum Umat Islam (FUI). Kedua ormas itu bahkan telah mengajukan penolakan atas konser penyanyi asal Amerika Serikat itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi Sekretariat Negera yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta itu. Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif.


Sementara Ketua Umum NU, KH Said Aqil Siroj, dalam menanggapi konser ini, dia melihat Lady Gaga itu sebagai pribadi yang negatif dan positif.


"Negatifnya, ya serba repot, dia sangat liberal, sangat bebas, sangat melanggar dan menabrak norma, juga sangat ekstrem. Tapi positifnya, eksklusif," ujarnya Selasa, 15 Mei 2012, seperti dikutip dari Vivanews. 


Penolakan tak hanya datang dari kalangan ormas Islam. Sebuah lembaga adat yang menamakan diri Lembaga Adat Besar Republik Indonesia (LABRI) juga menentang konser Lady Gaga.


Ketua LABRI, Iansyahrechza, sudah sejak lama meminta polisi agar tidak memberikan izin kepada penyelenggara konser. Karena penampilan seronok Gaga bertentangan dengan Pancasila.


Penolakan LABRI dianggap sebagai langkah penyelamatan generasi bangsa Indonesia. Dan tindakan yang mereka lakukan merupakan tindakan nyata untuk menolak serangan budaya luar.


Di beberapa negara, Lady Gaga juga ditolak konser, di antaranya di Korea Selatan, Cina, dan Malaysia.


[muslimdaily/bbs/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]


Sultan Pontianak Pimpin Umat Islam Hadapi Gerombolan Kafir

Sultan Pontianak Pimpin Umat Islam Hadapi Gerombolan Kafir

Pontianak (Voa-Khilafah.co.cc) – Genting, FPI Kalimantan Barat (Kalbar) Dzuhur siang tadi, Kamis (15/3), diserang gerombolan yang mengatasnamakan masyarakat dayak di Kota Pontianak. Dikabarkan, kondisi kedua belah pihak tengah berhadap-hadapan.

“Harap seluruh kyai, habaib dan santri serta umat Islam agar membacakan doa qunut nazilah dan shalat hajat untuk kemenangan umat Islam, khususnya FPI di Kalimantan Barat dan seluruh Kalimantan,” demikian pesan pendek yang diterima Voa-Islam.

Dikabarkan pula, ba’da Ashar tadi, situasi di Pontianak memanas. Terlihat Sultan Pontianak memimpin langsung umat Islam untuk menghadapi gerombolan kafir dari luar Pontianak yang mau menyerang umat Islam .

Hingga saat, Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab belum bisa dikonfirmasi. Desastian

(Voa-Islam/Voa-Khilafah.co.cc)
Di Komnas HAM, FPI Buka Skandal Perempuan Dedengkot JIL. #IndonesiaTanpaJIL @ulil

Di Komnas HAM, FPI Buka Skandal Perempuan Dedengkot JIL. #IndonesiaTanpaJIL @ulil

Voa-Khilafah.co.cc - Kebobrokan kelompok yang menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) terus diungkap. Setelah membuka dugaan adanya dana Rp. 62 Milyar yang mengalir untuk membubarkan FPI, pengurus FPI kembali membuka borok orang yang berniat membubarkan FPI sejak 2006 itu. Kali ini FPI membuka skandal perempuan dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla. Jika terbukti kebenarannya ini adalah skandal yang sangat memalukan. 

Awalnya, Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar Munarman ditanya oleh seorang wartawan mengenai sikap FPI atas penolakan sejumlah "kalangan masyarakat" atas keberadaan FPI. Mendengar pertanyaan itu, Munarman menjawab selama ini tidak ada masyarakat yang menolak FPI. "Masyarakatnya siapa dulu?", Munarman balik tanya, wartawan yang tadi bertanya pun jadi gelagapan. 

Munarman menambahkan bahwa fakta di lapangan tidak ada masyarakat yang menolak FPI. "Jangan dipersepsikan salah lagi", lanjut advokat senior itu. 

Menyinggung segelintir orang Liberal yang berdemo di Bundaran HI pasca Insiden Palangkaraya beberapa waktu lalu, Munarman menjelaskan bahwa mereka bukanlah masyarakat, tetapi kelompok banci, homo dan perempuan dugem. "Yang demo itu banci, homo, sama perempuan dugem. Bagi saya itu itu sampah", kata Munarman. 

Para wartawan yang mengerubuti Munarman di depan Ruang Asmara Nababan, Gedung Komnas HAM, terus mendesak dan memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang menolak FPI. Munarman pun kembali menegaskan, "Ngga ada, saya jamin tidak ada. Itu preman. Yang menolak FPI itu yang suka dugem, main perempuan dan menghamili anak perempuan di bawah umur. Kalau mau bukti, ini saya punya buktinya. Ini nama perempuannya ada". 

Lantas, kepada para wartawan Munarman menunjukkan bukti pesan Blackberry Mesenger (BBM) antara Ulil Abshar Abdalla dengan seorang perempuan bernama Marchelinta Dhika. Seorang wartawan diminta membaca pesan itu:



Aku merasa berbuat salah pd isteriku krn aku telah selingkuh dg perempuan lain
Aku Ingin kembali mencintai isteriku saja
Aku pernah suka kamu, itu aku akui

"Lebay..ini aktivis yang katanya anti-FPI", cetus Munarman. 

Kemudian Direktur An Nashr Institute itu balik bertanya, "Jadi siapa yang menolak FPI?", Tukang dugem, pelaku zina, pezina ini. Jangan coba-coba dia main sama kita. Kita punya kartunya", kata Munarman. 

Munarman lantas menceritakan perihal skandal yang terjadi antara Ulil dengan Marchelinta. Menurutnya, perempuan itu dihamili Ulil di luar nikah. Perempuan itu lantas diminta menggugurkan janinnya dengan imbalan sebuah mobil. Ternyata Ulil tidak memenuhi janji itu, tetapi hanya memberi uang ratusan juta kepada orang tua perempuan itu. Hingga kecewalah perempuan itu.

Jika Ulil merasa difitnah atau nama baiknya dicemarkan, Munarman mempersilahkan Ulil menggugat dirinya. "Kalau Ulil mau menggugat saya, silahkan", tantang Munarman. 

Penasaran dengan cerita itu, lantas Suara Islam Online menelusuri lebih lanjut kebenarannya. Ternyata, selain pesan BBM di atas masih banyak lagi pesan BBM Ulil kepada perempuan di bawah umur yang tinggal di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu. Misalnya Ulil pernah cemburu dengan teman laki-laki baru perempuan itu. Hal itu diungkapkannya dalam pesan BBM:

Kamu menyakiti aku berkali2, aku berusaha sabar
Yg terakhir kemaren itu, aku sudah tak tahan
Aku baru saja kirim bunga Valentine ke kamu, tiba2 kamu pacaran dengan cowo lain, dan kamu tunjukin di pp BB



Bahkan ada pula pesan BBM yang isinya berbicara soal perzinahan yang sengaja SI Online tidak menuliskannya, karena saking parahnya. Naudzubillah. 

SI Online juga berusaha menelusuri akun twitter Marchelinta. Ternyata benar, di akun itu SI Online menemukan "kicauan" Marchelinta, diantaranya:

(2012-02-19)
Kok jadi saya yg di bawa2 !! Oh ulil abshar abdallah..takut kali ktemu saya skrg,RT @ArdiMajoEndah: Maksudnya @dhika_mutiara ? "@mjsihaloho: @ulil Gus Ulil, salam dari Marchelinta Dika. Wah.. Boleh juga Gus ini.." 

(2012-02-19)
Ada deh cukup saya dan keluarga saya saja yg tahu :)thnxsRT@ArdiMajoEndah: Wah... salahnya @ulil apa? RT @dhika_mutiara: Kenal bgt sm saya,dia nga brani ktemu saya,krna punya salah :) 

(2012-02-19)
Oke boleh itu lebih baik biar dia sadar akn kesalahanya :)RT @ArdiMajoEndah: Aku cc in ke @ulil yah :) RT @dhika_mutiara: RT @pepatah: Kadang kamu memilih untuk sendiri, karena kamu menunggu ... http://t.co/0MoYAfOV



Ketika seseorang dengan akun @dduror menanyakan apakan benar @dhika_mutiara adalah akun ceweknya @ulil, Merchelinta menjawab: Jgn di twiter dunk privasi gw ne !!!RT @Peace_Muslimah: @humaidiy @dduror @ulil @dhika_mutiara benar itu ceweknya ulil,???

Rabu malam, (21/2/2012), Suara Islam Online mengklarifikasi persoalan ini ke Marchelinta. Melalui pesan singkat (SMS), Marchelinta membenarkan bahwa ia pernah mempunyai hubungan spesial dengan Ulil Abshar Abdalla. "Iyah dengan ulil abshar abdallah...tahun kmren pas bulan puasa tp saya kenal dia sudah lama dua tahunan saya kenal dia..", kata Marchelinta.

Sementara saat SI Online mengklarifikasi ke Ulil melalui pesan SMS ke nomor handphonenya ternyata failed (gagal). Pertanyaaan melalui twitter juga tidak ditanggapi. Hingga berita ini akan dimuat, SI Online kembali mencoba menghubungi Ulil. Hasilnya, "Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi". Wallahu a'lam apa yang ada dalam pikiran Ulil. (SI/Voa-Khilafah.co.cc)
Indonesia Tanpa Kaum Fasik, Bubarkan Jaringan Iblis Laknatullah (JIL)

Indonesia Tanpa Kaum Fasik, Bubarkan Jaringan Iblis Laknatullah (JIL)


JAKARTA (Voa-Khilafah.co.cc) – Kaum fasik Jaringan Islam Liberal (JIL) atau sebut saja Jaringan Iblis Laknatullah (JIL) kemarin, Selasa (14/2) berkumpul di Bunderan Hotel Indonesia pukul 16.00 WIB. Jumlah mereka segelintir saja, hanya kumpulan makhluk bertatto, waria, homo dan lesbian serta para penghujat Islam.

Diantara gerombolan itu, terdapat dedengkot JIL, Ulil Absar Abdalla, Guntur Romli, Hanung Bramantyo (Sutradara), dan Jajang C Noer (Seniman). Di Bunderan HI tersebut mereka meneriakkan yel-yel “Indonesia Tanpa FPIIndonesia Tanpa Kekerasan”.

Enam juru bicara Gerakan Indonesia Tanpa FPI itu (Vivi, Jo, Mariana, Tunggal, Ega, Faiza) dalam sebuah press release-nya, menyatakan sikapnya paranoidnya terhadap Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini selalu berada di garis terdepan untuk membela kaum muslimin yang terzalimi.    

Kaum fasik itu menuding FPI sebagai organisasi penebar kebencian. Padahal JIL itu sendiri yang mengumbar kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin dengan menciptakan opini public melalui kekuatan media massa. Mereka kerap berkedok HAM, Aksi Damai, dan Tanpa Kekerasan.  Mereka berdusta atas nama perdamaian.

Hingga menjelang Maghrib, Aliansi kaum Sepilis terus memancing dan memprovokasi masyarakat. Mereka menantang, menunggu kedatangan FPI. Inilah bukti, slogan damai yang diusung kelompok liberal omong kosong belaka. Mereka tak ubahnya bara api yang hendak membakar amarah rakyat Indonesia.

Dengan mulut kotornya, Gerakan Sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme) itu juga menuduh aparat kepolisian impoten ketika berhadapan dengan polisi. Bahkan mereka memfitnah FPI didanai oleh beberapa petinggi kepolisian. Kaum munafik itu gusar, ketika Juru Bicara Kepolisian Boy Rafly Amar mengakui bahwa FPI adalah rekanan kepolisian.

Mereka juga menuduh FPI sama sekali tidak membela sebuah agama, melainkan alat untuk menebar benih teror dan ketakutan di tengah masyarakat. Padahal JIL yang dinahkodai oleh Ulil Absar Abdalla dan Guntur Romli, justru membuat akidah umat Islam menjadi rusak, menebar benih kebobrokan bagi masyarakat.  Mengingat kelompok JIL ini selalu mengkampanyekan Free Sex, Homo-Lesbian, membela eksistensi kaum waria, melegalkan ganja dan miras, dan kerusakan lainnya.

JIL Organisasi Radikal

Siapa bilang JIL itu bukan organisasi radikal. Lihatlah, bagaimana cara Ulil Absar Abdalla mengalihkan isu partai di Demokrat yang merosot popularitasnya, dihajar lawan-lawan politiknya, tiba-tiba menghembuskan isu pembubaran FPI. Yang jelas ini bukan kali pertama, Ulil cs bernafsu membubarkan FPI. Terlebih, saat ini DPR sedang membahas RUU Ormas. Inilah cara JIL dan sejenisnya, hendak menggolkan RUU Ormas, yang targetnya adalah untuk mengebiri organisasi Islam seperti FPI.

Aneh bin ajaib, jika kaum fasik Sepilis itu mendesak pemerintah untuk membubarkan FPI, dan menangkap semua anggota FPI. Padahal yang seharusnya ditangkap dan dibubarkan adalah JIL dan kelompok liberal lainnya yang sudah terbukti memberikan kontribusinya dalam merusak akidah dan moral umat.

Dedengkot JIL, Ulil yang pernah divonis hukuman mati oleh alim ulama di Bandung ini sepertinya terus mencari penyakit. Lelaki pengumbar sahwat liberal, sekuler dan pluralisme ini terus mengumbar kebencian kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum muslimin di sejumlah daerah, agar membenci FPI. Ulil sadar bahwa dirinya adalah provokator sesungguhnya.

Ketika tiada lagi pembela, FPI tampil sebagai pembela kaum muslimin. Ketika harga diri umat Islam terinjak-injak dan tercabik-cabik, FPI maju ke garis terdepan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum muslimin. Ketika lingkungan kita dirusak kaum fasik (dekadensi moral), FPI berbuat untuk menyadarkan para pendosa. Ketika saudara sebangsa tertimpa musibah bencana alam, FPI mengerahkan tenaga untuk membantu.  

Yuk kita senandungkan yel-yel: “Indonesia Tanpa JIL, Indonesia Tanpa Komparador Asing, Sudahi Kebobrokan Detik Ini”  Juga. Desastian

(Voa-Islam/Voa-Khilafah.co.cc)

Nekad, Kaum Fasik JIL Cari Penyakit, Menantang FPI di Bunderan HI

Nekad, Kaum Fasik JIL Cari Penyakit, Menantang FPI di Bunderan HI


JAKARTA (Voa-Khilafah.co.cc) – Setelah berorasi dan menggelorakan yel-yel Indonesia Tanpa FPI, kaum fasik Jaringan Islam Liberal (JIL) atau sebut saja Jaringan Iblis Laknatullah, menantang Front Pembela Islam (FPI) dengan menunggu di depan Bunderan HI. Sepertinya mereka siap berdarah-darah, meski slogan yang diusung adalah anti kekerasan dan damai.

Salah seorang koordinator lapangan (korlap) Gerakan Tanpa FPI bernama Vivi yang terus memprovokasi masyarakat dan para pengunjuk rasa agar bertahan di bunderan HI untuk menunggu kedatangan FPI yang kabarnya sedang bergerak ke HI. “Ayo teman-teman, yang berani, bertahan di sini, kita lawan FPI,” teriak Vivi sang korlap.

Rupanya, dedengkot JIL, Ulil Absar Abdalla, Guntur Romli, termasuk Hanung Bramantyo juga sedang menunggu-nunggu kedatangan FPI. Menunggu kedatangan FPI sama saja mencari penyakit. Dalam pemantauan Voa-Islam, gerakan sepilis akan menuju ke Kantor LBH, jika laskar FPI betul-betul datang.

Lama tak ditunggu, FPI tak datang-datang juga. Mereka terus berorasi dan mengumbarkan syahwat kebenciannya terhadap FPI. Perlu diketahui, Kaum Sepilis, bukan sedang mengkampanyekan anti kekerasan, melainkan anti FPI. Mereka berkedok  cinta damai, padahal seperti memantik api di tengah kerumunan.

Siapa sesungguhnya yang menyukai kekerasan? Siapa sesungguhnya yang memutarbalikkan fakta? Siapa sebenarnya yang terlebih dulu menabuh genderang perang? Tak lain mereka adalah kaum fasik Jaringan Islam Liberal (JIL) atau lebih tepatnya Jaringan Iblis Laknatullah. Mereka berupaya memancing kemarahan rakyat Indonesia untuk membenci FPI tanpa alasan yang jelas.

Mereka memutarbalikkan fakta apa sesungguhnya yang terjadi di Palangkaraya, dimana FPI dalam posisi terzalimi, dihadang gerombolan preman di landasan pesawat Bandara Palangkaraya, belum lama ini.

Kabar FPI akan menyerang kaum sepilis di bunderan HI adalah rumor belaka. Isu itu sengaja dihembuskan agar target mereka menyeret  FPI ke  meja hijau, seperti Insiden Monas kembali terulang. Yang jelas, FPI cinta damai, yang lebih mengedepankan dialog. FPI tak mudah terprovokasi dengan mulut-mulut kebencian yang diumbar kaum fasik Jaringan Iblis Laknatullah (JIL). (Desastian, voa-islam/voa-khilafah.co.cc)

Tokoh JIL Malu-Malu Dukung Pembubaran FPI

Tokoh JIL Malu-Malu Dukung Pembubaran FPI


Voa-Khilafah.co.cc— Dalam aksi pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) yang di gelar belakangan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Selasa, (14/02/2012) sore kemarin, beberapa pentolan aktivis Islam Liberal terlihat dalam rombongan. Di antara mereka terlihat Ulil Abshar Abdalla dan Guntur Romli.

Saat itu menjelang maghrib, di mana batas waktu melakukan unjuk rasa sudah akan habis, dan massa pengunjuk rasa sudah mulai membubarkan diri, media ini ini  bertemu dengan Ulil, yang saat itu tengah mengenakan kemeja lengan pendek bergaris hitam-putih sedang meninggalkan lokasi sekitar pukul 17:35 WIB bersama dua orang wanita. 

Ketika baru berjalan beberapa meter dari arah Bundaran HI, hidayatullah.com mencegat dan menyapanya sambil memperkenalkan diri. Namun Ulil terkesan menghindar ketika ditanya alasan, mengapa FPI harus membubarkan diri. 

"Yang lain saja, yang lain saja," elaknya sembari mempercepat langkah.

Setelah didesak terus-menerus, barulah kemudian Ulil mau sedikit berkomentar saat ditanya soal alasan kehadirannya dalam Gerakan “#Indonesia Tanpa FPI” di Bundaran HI itu.

“Yah, kita dukung aja lah,” jawabnya singkat dengan kembali mempercepat langkah.

Pria yang pernah sekolah di Amerika ini juga mengaku tidak mewakili institusi pergerakannya, Jaringan Islam Liberal (JIL) atau Partai Demokrat (PD).

“Ya, (atas nama) pribadi,” ujarnya lalu segera meninggalkan hidayatullah.com.

Sikap Ulil terhadap media ini berbeda dengan Guntur Romli. Saat ditemui di seberang Hotel Grand Hyatt sebelumnya, Guntur tidak sungkan-sungkan menyampaikan dukungannya terhadap pembubaran FPI.

“Menurut saya itu desakan dari masyarakat. Itu yang perlu didengar oleh pemerintah saat ini,” ujar pria yang pernah patah tulang pada hidung saat bentrok dengan FPI tahun 2008 ini kepada hidayatullah.com dan awak media lain.

Meski Ulil malu-malu mengakui dukungannya terhadap Gerakan “#Indonesia Tanpa FPI” atas nama JIL, namun Guntur justru mengiyakan jika LSM liberal itu turut mendukung gerakan anti FPI.

“Dari teman-teman JIL ada (juga yang ikut aksi),” ujarnya.

Guntur menambahkan, ormas pimpinan Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA itu dinilai identik dengan kekerasan.

Sebelumnya, dalam akun jejaring sosial, Guntur dan Ulil ikut sibuk menggalang  secara terang-terangan dukungan aksi.  “Dukung gerakan #IndonesiaTanpaFPI. Support the Indonesia-without-FPI movement. | FPI is an Indonesian "Islamic" vigilante group,” tulis Ulil Abshar di akun @ulil Abshar-Abdalla.

Seperti diketahui, FPI adalah organisasi yang menyebut diri dan dikenal getol melawan bentuk kemaksiatan di Indonesia, seperti; homoseksual, prostitusi. Pada bulan Desember 2011, FPI mendampingi  Sejumlah korban perebutan lahan dan pembantaian di Kabupaten Mesuji, lampung dan Ogan Kemuring Ilir, Sumatera Selatan, ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Yang terahir, Sabtu, 11 Februari 2012,  rombongan FPI dari Jakarta yang akan membantu menghadapi kasus konflik agraria di wilayah Kalimantan Tengah dihadang sekitar 800 orang dari Suku Dayak  di Bandara Udara Cilik Riwut Palangkaraya.

Mereka mengepung dan melakukan sweeping terhadap anggota Front Pembela Islam (FPI) yang mendarat dari Jakarta.

Momen inilah yang dimanfaatkan para aktivis dan LSM Jakarta (termasuk kelompok feminism, Jaringan Islam Liberal (JIL), kelompok buruh dan LGBT), untuk membubarkan FPI. Termasuk di antara mereka beberapa artis dan sutradara yang pernah berurusan dengan FPI. *hid/voa-khilafah.co.cc

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL