Tampilkan postingan dengan label GEERT WILDERS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GEERT WILDERS. Tampilkan semua postingan

Organisasi Anti Islam di Inggris akan Gelar Pameran Kartun Nabi Muhammad

Voa-Khilafah.com, JAKARTA -- Beberapa organisasi Muslim di Inggris mengecam rencana kelompok anti syariah bernama Sharia Watch. Dikabarkan, mereka akan menggelar pameran kartun Nabi Muhammad pada September mendatang.

Azad Ali dari Muslim Safety Forum mengatakan, pameran kartun Nabi yang akan digelar Sharia Watch meupakan upaya untuk melecehkan toleransi Muslim Inggris. Menurutnya tindakan tersebut sangat murahan.

Dilansir dari Al Jazirah, Jumat, (10/7), Ali menambahkan, kelompok anti Islam itu terus berupaya menguji kesabaran umat Islam, dan terus memancing reaksi Muslim. Mereka mencari cara untuk mendapatkan justifikasi dan menjelekkan orang Islam.

Rencananya, pameran itu juga akan dihadiri politikus anti Islam Belanda Geert Wilders. Sebelumnya, Sharia Watch yang berbasis di London menyatakan, acara tersebut digelar untuk menghormati orang-orang yang mengambil risiko demi membela kebebasan berekspresi, serta telah terbunuh karena kepentingan itu. (ROL/Voa-Khilafah.com)

Politisi Belanda Anti-Islam Geert Wilders Kembali Berulah dengan Menyebut Nabi Muhammad adalah Setan

Politisi Belanda Anti-Islam Geert Wilders Kembali Berulah dengan Menyebut Nabi Muhammad adalah Setan

AMSTERDAM (Voa-Khilafah.com) – Politisi Belanda anti-Islam, Geert Wilders mengatakan akan menayangkan acara kartun Nabi Muhammad SAW di TV Belanda yang kemudian dialokasikan untuk partainya. Hal ini dilakukan Wilders setelah beberapa waktu lalu ia sempat menjadi target pembunuhan saat kontes menggambar kartun Nabi di Texas Amerika Serikat (AS).

Anggota Parlemen Belanda ini bahkan mengumumkan juga pada akun twitter miliknya, @greetwildrspvv tentang rencananya tersebut. Dalam akun twitter miliknya, Wilders mengatakan, “Kartun Muhammad di televisi nasional”.

Menurut Polisi Belanda, sebelumnya Wilders ingin membuat pameran kartun Nabi di parlemen Belanda namun usulannya tersebut ditolak. Sehingga Wilders memutuskan untuk langsung saja mengutarakan ide kontroversialnya itu pada stasiun TV, dan tentunya Wilders akan menjadi pembicara utama di acaranya nanti.

“Teroris harus menyadari bahwa mereka tidak akan pernah menang, dan kita bebas berbicara dan melakukan apasaja di Belanda,” ujar Widers dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari laman dnaindia.com pada kamis (4/6/2015) waktu setempat.

Wilders menyebut umat Islam sebagai teroris dan Islam agama teroris. Ia juga mengatakan hak kebebasannya di Belanda untuk membuat karikatur Nabi Muhammad supaya diperbolehkan, sehingga menurutnya tidak ada yang berhak melarangnya untuk menghentikan kebebasan tersebut.

Wilders memang secara terang-terangan seringkali melecehkan Islam dan kitab suci Al-Qur’an. Pada tahun 2007 dalam sebuah surat kabar Belanda De Volkskrant ia mengatakan, “Al-Qur’an itu hanya menghasut, menyebarkan kebencian, dan juga mengajarkan pembunuhan, karena itu tidak seharusnya mereka memiliki tempat di tatanan hukum kita”.

Selain itu, Wilders juga kembali melecehkan Islam dengan mengatakan jika Nabi Muhammad adalah setan. Untuk itu Wilders meminta pemeritah Belanda untuk menghentikan imigrasi kaum Muslimin yang datang ke Belanda. [Muhajir/ROL/www.voa-khilafah.com]

Wilders: Menara Masjid adalah Pemandangan yang Sangat Menyakitkan

Wilders: Menara Masjid adalah Pemandangan yang Sangat Menyakitkan


Voa-Khilafah.co.cc - Politisi anti Islam Belanda Geert Wilders hari Rabu kemarin (21/9) resmi mengajukan rancangan undang-undang untuk referendum pelarangan menara masjid baru di Belanda kepada parlemen, di tengah langkah serupa yang dilakukan oleh Swiss, dan hanya beberapa hari setelah persetujuan pemerintah Belanda terhadap keputusan untuk melarang pemakaian cadar di negara tersebut.
"Menara adalah pemandangan yang sangat menyakitkan," ujar Wilders. "Menara-menara masjid adalah ideologi maju padang pasir," tambahnya.
Wilders juga menunjukkan bahwa referendum nasional serupa pernah diadakan di Swiss dan hasilnya mayoritas suara mendukung pelarangan adanya menara masjid baru.
Sebelumnya pada tahun 2009 lalu, Wilders menyatakan dia sangat menyambut pelarangan menara masjid yang ada di negara Swiss dan akan akan mendukung upaya serupa dilakukan di Belanda.
Langkah terbaru ini mencerminkan pengaruh yang dimiliki oleh Wilders, yang sangat anti-Islam, anti-imigrasi dan Partai Kebebasannya adalah partai ketiga terbesar di parlemen dan sekutu koalisi pemerintahan minoritas Belanda.
Wilders memiliki perjanjian dengan pemerintah koalisi minoritas untuk memberikan dukungan penting di parlemen dalam pertukaran kebijakan ketat terhadap Islam dan imigrasi dari negara non-Barat.(fq/rnw/eramuslim/voa-khilafah.co.cc)
Wilders Divonis Bebas, Islam Semakin Marginal

Wilders Divonis Bebas, Islam Semakin Marginal

Voa-Khilafah.Blogspot.Com, AMSTERDAM - Pengadilan Amsterdam, Belanda, telah memutuskan untuk membebaskan anggota parlemen ekstrim kanan, Geert Wilders, dari tuduhan memicu kebencian, diskriminasi dan penghinaan terhadap masyarakat Muslim. Keputusan tersebut tidaklah terlalu mengejutkan.
Sebagai politikus, Geert Wilders memang punya kebebasan berekspresi yang diatur dalam konvensi HAM Eropa. Inilah yang dimanfaatkan dengan jeli oleh pemimpin Partai Kebebasan (PVV) itu untuk kepentingan partainya.

Namun, hal yang memprihatinkan adalah Belanda dan Eropa cenderung memarginalisasi warga Muslim. "Gerakan politik yang terjadi saat ini di Belanda secara umum sungguh memprihatinkan. Islam sebagai agama semakin dimarginalisasi," kata George Muishout dari Bina Dakwah Utrecht Belanda.
Selama proses hukumnya berjalan sejak Oktober 2010, keputusan bebas untuk Geert Wilders sudah jelas terlihat. Pengadilan tidak punya pilihan lain kecuali membebaskan Geert Wilders.

Geert Wilders selalu mengatakan bahwa ia berbicara dan bersikap sebagai seorang politikus. Baik di Belanda maupun di tingkat Eropa, politikus itu punya kebebasan untuk berekspresi.
Kritik Agama
Menurut hakim, tuduhan bahwa Wilders memicu kebencian maupun diskriminasi di kalangan masyarakat Muslim itu dinilai tidak berdasar. Wilders mengkritik agama dan bukan umat.
Sebaliknya kalau seorang warga Muslim di Belanda misalnya berpendapat bahwa homoseksual merugikan masyarakat, hal tersebut juga tidak bisa digugat ke pengadilan. Karena, pendapat itu dilandaskan pada perspektif agama. Pandangan itu tidak bisa diartikan memfitnah atau menghasut seorang homoseksual secara pribadi.

Itulah hukum yang berlaku di Belanda. Yang penting adalah setiap warga di Belanda dilindungi secara individu dan bukan secara kelompok. Itulah batasnya pluralisme di Eropa.
Dampak
Tidak bisa dipastikan apa dampak keputusan pengadilan Amsterdam yang membebaskan Wilders dari semua tuduhan. Di segi lain, setiap warga bebas beragama yang dilindungi oleh hukum. Kebebasan beragama tidak saja di Belanda, tapi di tingkat Eropa.
Sebagai negara anggota Uni Eropa, Belanda terikat pada hukum Eropa. Setiap negara anggota Uni Eropa tidak bisa menjalankan kebijakan sendiri yang sudah disepakati oleh Uni Eropa. (REPUBLIKA.CO.ID)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL