Tampilkan postingan dengan label HABAIB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HABAIB. Tampilkan semua postingan
Jauhkan Terompet & Kembang Api yang Tak Bermanfaat dari Kaum Muslimin

Jauhkan Terompet & Kembang Api yang Tak Bermanfaat dari Kaum Muslimin


Voice of Khilafah - Pada malam tahun baru biasanya akan banyak panggung-panggung hiburan, ribuan manusia berjingkrak ria, berjoget bahkan kebanyakan dari mereka hingga mabuk-mabukkan untuk merayakan malam pergantian tahun tersebut.

Untuk  mencegah dari perbuatan mudharat dan kemaksiatan, perayaan malam tahun baru,  Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir bin Fuad Al Musawa menghimbau agar umat Isam lebih baik meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

"Hindarkanlah dirimu, anak-anakmu, keluargamu, tetanggamu, teman-temanmu, dari merayakan malam itu, hindarkan terompet-terompet tahun baru dari anak-anakmu, terompet itu ditiup oleh bibir-bibir muslimin, sebagai tanda kemenangan bagi kaum kuffar," urai Habib Munzir di Jakarta.

Dengan merayakan malam tahun baru menurut Habib Munzir menandakan anak-anak muslimin telah dibawah injakan kaki orang kuffar karena mereka turut memeriahkan perayaan orang-orang yang bukan agamanya.

Seperti diberitakan, jelang tahun baru, polisi merazia ribuan petasan dan miras di wilayah Jadebotabek. Setidaknya, botol miras dan 8.200 petasan disita aparat Polsek Teluknaga dalam operasi cipta kondisi, Sabtu (30/12) malam. Operasi digelar dalam rangka pengamanan menjelang Tahun Baru 2012.

Razia tersebut dipimpin langsung Kapolsek Teluknaga AKP Endang Sukma. Puluhan personel yang diterjunkan melakukan penyisiran di Desa Pangkalan dan Salembaran, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang."Kita razia warung-warung yang menjual miras dan petasan. Hasilnya, kita berhasil menemukan 20 dus miras berisi 50 botol dan 8.200 petasan. Langsung kita sita," kata Endang.

Menurut Endang, razia tersebut merupakan upaya untuk menciptakan suasana kondusif dan mencegah tindak kriminal atau gangguan ketertiban pada perayaan malam tahun baru. "Ini langkah antisipasi. Kita ingin malam tahun baru berjalan dengan tertib," paparnya.

Sementara untuk penjual petasan dan miras, kata Endang, meski tidak bisa dikenakan sanksi, pihaknya akan mengamankan untuk dimintai keterangan. "Kita kan kembangkan ke pembuatnya. Pelaku bisa diancam Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat no 12/1951 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegasnya. (Voa-Islam/Voa-Khilafah)
Bela Syi'ah, Prof Dr Umar Shihab Terdiam Dimarahi Habib Zein Alkaff

Bela Syi'ah, Prof Dr Umar Shihab Terdiam Dimarahi Habib Zein Alkaff

JAKARTA (voa-khilafah.co.cc) – Ada yang unik dalam pertemuan antara puluhan ulama Jawa Timur dengan pengurus MUI Pusat di Jakarta, Selasa (24/1/2012).

Dalam pertemuan di kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi Jakarta Pusat itu, salah seorang Ketua MUI, Prof Dr Umar Shihab mati kutu terdiam seribu bahasa. Padahal selama ini dia lantang berbicara mengatasnamakan MUI Pusat untuk membela Syi’ah.

Dalam forum resmi tersebut, Umar Shihab terdiam ketika dimarahi Habib Achmad Zein Alkaf yang mewakili para ulama Jawa Timur.

“Umar Shihab itu kan sebelumnya mengeluarkan fatwa bahwa Syi’ah tidak sesat, jadi saya marah kepada Umar Shihab,” papar Habib Zein kepada voa-islam.com, Jumat Sore.

Di hadapan puluhan ulama, Habib Zein yang dalam posisi berhadapan dengan Umar Shihab, menyatakan secara terang-terangan bahwa Umar Shihab itu jadi orang sesat kalau tidak mau mengakui kesesatan Syi’ah. “Saya menyesalkan ada pengurus MUI seperti Umar Shihab menyatakan Syi’ah tidak sesat. Maka saya katakan, kalau Umar Shihab mengatakan Syi’ah tidak sesat berarti Umar Shihab yang sesat, saya katakan langsung di depan dia, tidak peduli saya,” ujar A'wan Syuriyah Pimpinan Wilayah NU (PWNU) Jatim itu dengan logat Jawa Timur.

Mendapat tantangan dari ulama daerah, rupanya Umar Shihab ciut nyali, hingga tak berani menjawab sepatah kata pun. “Saya tunggu jawaban Umar Shihab tapi dia tidak berani menjawab,” jelas Habib Zein.

Tidak hanya menantang Umar Shihab, Habib Zein juga berani menantang adu argumen secara ilmiah kepada siapapun yang tidak mengakui kesesatan Syi’ah. “Saya tantang kalau ada yang membela Syi’ah. Al-Bayyinat siap berhadapan dengan siapa saja yang membela Syi’ah. Kami siap, kami ini berbicara bertanggung jawab kepada Allah Ta’ala, jadi kalau kami berbicara bertanggung jawab kepada Allah, apa saja akan kami tempuh, termasuk mubahalah,” cetusnya.

Habib berani bertanding di forum ilmiah, karena dia sudah puluhan tahun meneliti Syi’ah. Bahkan belasan karya ilmiah tentang Syi’ah telah ditulisnya, di antaranya: Mengenal Syi’ah, Export Revolusi Syiah Ke Indonesia, Dialog Apa Dan Siapa Syi’ah, Fatawa Para Imam Dan Ulama Tentang Syi’ah, Tragedi Karbala, Aqidah Ahlussunnah Adalah Aqidah Ahlul Bait, Asyura, Fathimah At-Thohiroh RA, Al-Hasan dan Al-Husin RA, Imamah Dan Khilafah, Ummunaa Fathimah RA wa Ahlul Kisa, Ali bin Abi Thalib wa Ahlul Kisa', Al-Firqah An-Najiah, dan masih banyak lagi. [taz, ahmed widad/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]
Menantu Habib Kwitang Kutip Ayat Alkitab Mathius

Menantu Habib Kwitang Kutip Ayat Alkitab Mathius


Voa-Khilafah.co.cc, Jakarta - Ahmad Basarah, anggota Komisi Hukum DPR RI yang juga sebagai Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan juga merupakan menantu pendiri Islamic Center Kwitang yakni Habib Muhammad Alhabsyi bin Habib Ali Alhabsyi atau lebih akrab disapa Habib Kwitang.
Saat hari terakhir uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK, Kamis (1/12/2011) yang menghadirkan Capim KPK Bambang Widjojanto dan sidang akan ditutup oleh ketuk palu pimpinan sidang Benny K Harman, Basarah ngotot untuk interupsi. "Mohon izin ketua, saya terakhir, satu menit saja," pinta Basarah.
Benny yang mendengar permintaan Basarah menanyakan apa keperluan untuk minta waktu? Basarah menjawab "Saya akan memberi taushiyah (nasihat)," cetus Basarah.
Mendengar jawaban mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu, pimpinan sidang tampak enggan memberikan kesempatan kepada Basarah. Namun tidak kehilangan akal, Basarah terus meminta agar diberi kesempatan berbicara.
Akhirnya, Basarah pun diberi kesempatan memberikan pernyataan. Dia mengatakan akan memberi nasihat kepada Bambang Widjojanto. "Saya mengutip Matius 10 ayat 16: 'Lihat aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'," demikian Basarah.
Setelah menyampaikan nasihat kepada Bambang Widjojanto dan mengakhiri pembicaraannya, Basarah mengutip penutup salam yang lazim dilakukan oleh kader Nahdlatul Ulama (NU) "Wallahul Muwaffiq ilaa Aqwamithariq, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap Basarah.
Ketika dikonfirmasi tentang nasihatnya mengutip Mathius, Basarah menyebutkan agar Bambang Widjojanto dan Pimpinan KPK lainnya harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati sehingga dapat melaksanakan tugas dengan penuh amanah dan konsisten agar selamat dunia dan akhirat, ujar Basarah. (inilah/voa-khilafah.co.cc)

Antara Bekasi dan Kupang (Bagian I)


Kupang (voa-khilafah.co.cc) – Selasa pagi (15 November 2011), pukul 06.00 WIB, Voa-Islam bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggunakan pesawat Batavia Air. Direncanakan, kami akan berada di Kupang selama lima hari.

Jarak tempuh menuju Kupang dengan menggunakan pesawat memakan waktu sekitar empat jam. Pukul 10.30, kami tiba di Bandara El-Tari, Kupang. Adapun waktu Kupang lebih cepat satu jam dari Jakarta.  Sesampai di Bandara El Tari, kami dijemput oleh seorang rekan dari alumni Gontor yang punya hobi unik, otomotif dan vokalis gambus.

Dari Bandara, kami diantar dengan menggunakan mobil jenis Hartop warna biru menuju Kampung Solor, sebuah pemukiman muslim, dimana kami dipertemukan dengan Haji Abdul Rachim bin Djamaluddin Mustafa, seorang tokoh masyarakat muslim Kupang yang juga merupakan Imam Masjid Agung Al-Baitul Qadim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Air Mata.

Dalam ta’aruf (perkenalan) di Kampung Solor tersebut, kami memulai perbincangan, dari yang ringan hingga hal-hal yang serius, yang berkaitan dengan persoalan umat Islam di wilayah ini, khususnya di Kota Kupang dan sekitarnya. Sambil berbincang, kami disuguhkan kue Bagia, makanan kecil khas Kupang.

Dari perbincangan awal tersebut, seperti yang telah diuraikan Haji Abd. Rachim, Imam Masjid Air Mata, kami menjadi sedikit tahu tentang peta dan persoalan yang tengah dihadapi kaum Muslimin di Kota Karang ini. Selama lima hari, Voa-Islam mengumpulkan banyak data yang Insya Allah akan dilaporkan dalam beberapa tulisan.

Mengungkap Sejarah

Yang jelas, banyak hal yang menarik dari perjalanan Jurnalistik voa-islam di Kota Kupang, diantaranya: Mengungkap Sejarah Masuknya Islam di Kupang dan sekitarnya, Sejarah Masjid Tua Air Mata, Tempat pembuangan Mujahidin (ulama) di Kampung Air Mata, seperti: Tubagus Abdus Salam (dari Banten).

Selanjutnya, berziarah ke makam tokoh pejuang dan penyebar agama Islam di Perkuburan umum Islam Batukadera, Kelurahan Air Mata, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang-NTT. Di TPU inilah terdapat makam Panglima Hamzah (Cing) bin Bahren (wafat tahun 1900) dan Depati bin Bahren (wafat tahun 1885) -- keduanya dari Bangka Belitung. Di tempat ini juga terdapat makam Habib Abdurrahman bin Abu Bakar Al-Gadri (wafat tahun 1899), salah seorang penyebar agama Islam di Kupang, serta makam Sultan Dompu Muhamad Sirajudin dari Bima.  
Tak kalah menarik, voa-islam akan mengungkap keberadaan Kampung Islam di Batakte, Batu Plat, Kampung Solor, Air Mata dan sekitarnya. Di Batakte misalnya, voa-Islam melakukan kunjungan silaturahim ke Pesantren Hidayatullah, yang dikabarkan pernah akan dibakar oleh kaum Salibis saat Peristiwa Kupang tahun 1998.

Keberadaan Masjid tua, seperti Masjid Al-Fatah (berdiri tahun 1889) di Kampung Solor dan Masjid Air Mata (berdiri tahun 1806) di Kampung Air Mata juga menjadi perhatian voa-islam, tak terkecuali pengaruh Mahzab Imam Syafi’I yang begitu dominan yang identik dengan Maulid, Barzanji, Hadarat mewarnai suasana religius di kota ini.

Peristiwa Kupang 1998
Untuk lebih menyegarkan ingatan kembali, voa-islam akan mengurai kembali Peristiwa Kupang tahun 1998, dimana banyak keanehan yang terjadi di sini. Voa-Islam juga akan mengungkap persoalan kerukunan umat beragama di kota ini, termasuk adanya pelarangan pembangunan Masjid di Kelurahan Batu Plat, Kecamatan Alak-Kota Kupang oleh komunitas Kristen yang diprovokasi oleh pihak gereja.

Yang menyedihkan lagi adalah ihwal konflik internal di kalangan umat Islam di Kupang, khususnya di lingkungan Masjid Air Mata. Persoalan ini sampai dibawa ke ranah hukum, dimana Imam Masjid Air Mata harus bolak-balik ke Polresta Kupang untuk memberi keterangan BAP. Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik.

Apalagi? Voa-Islam juga akan menurunkan tulisan khas (feature) tentang tradisi mabuk (miras) terutama para pemudanya. Tak aneh, akibat miras, jenis kejahatan yang terbilang tinggi di kota ini adalah penganiayaan. Yang juga tak kalah menarik adalah tulisan tentang Proyek Imigran Gelap di Kota Kupang, Rote dan sekitarnya.

Keunikan lain dari Kota Kupang adalah menaiki angkutan kota yang disebut dengan Bemo. Kebisingan akan terasa jika menumpangi kendaraan roda empat ini dengan musiknya yang menggelegar (dominan bass). Orang Kupang menyebutnya dengan “Diskotek Berjalan”. Di Kota Kupang pula, kami sempat menemui dan mampir ke Warung makan Betawi yang sudah ada sejak 14 tahun yang lalu. Ternyata, penjualnya adalah orang Betawi asli asal Ciledug, Tangerang.

Bahkan, kami juga turut menghadiri adat pernikahan ala Kupang yang unik. Ironisnya, mempelai pria yang muslim itu mempunyai ayah-ibu yang Kristen. Awalnya, sang ayah yang bernama Muhammad Jawes, seorang ketururanan Arab, beragama Islam. Namun setelah menikahi wanita Kristen, ia berpindah agama (Kristen). Kini sang ayah menjadi pendeta. Seluruh keluarga pun pindah agama dari Muslim ke Kristen. Hanya sang mempelai pria yang bertahan sebagai Muslim.

Dari Kampung Solor, setelah berta’aruf dengan Haji Abdul Rachim Mustafa, kami diantar ke Kampung Air Mata, tempat dimana kami bermalam di Kota Kupang selama lima hari. Nantikan laporan jurnalistik selengkapnya di situs voa-Islam. (Desastian, voa-islam/voa-khilafah.co.cc)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL