Tampilkan postingan dengan label MASJID AL-AQSHO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MASJID AL-AQSHO. Tampilkan semua postingan
Geng wanita Yahudi-zionis berniat akan terus menodai Masjid Al-Aqsa

Geng wanita Yahudi-zionis berniat akan terus menodai Masjid Al-Aqsa


AL-QUDS (voa-khilafah.co.cc) - Yerusalem Media Center (YMC) melaporkan bahwa salah satu Geng wanita Yahudi-zionis yang terdiri dari 20 wanita Yahudi-zionis mendeklarasikan niat mereka untuk terus-menerus secara teratur menodai Masjid Al-Aqsa.
Dalam sebuah siaran pers, YMC menjelaskan bahwa sebuah majelsi Yahudi yang memanggil para wanita Yahudi-zionis ke kuil yang dipimpin oleh tokoh-tokoh wanita zionis, Einat Ziv dan Rivka Shimon, akan berusaha untuk terus menerus mengatur perusakan melalui alokasi dua hari per bulan untuk penodaan Masjid Aqsa.
YMC menambahkan bahwa semua wanita Yahudi ortodoks diundang melalui pengumuman di internet untuk berpartisipasi dalam perusakan teratur, terutama yang yang akan diselenggarakan pada hari Selasa kemarin (14/2/2012).
Pengumuman undangan mencatat bahwa rabi Ati Elizur akan datang bersama kelompok feminis yang akan menyerbu Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi zionis.
Dalam konteks yang terkait, parlemen Mesir mengecam keras serangan yahudisasi Israel pada hari Senin (13/2) di Masjid Al-Aqha dan Masjid Al-Ibrahimi.
Pada hari Ahad (12/2), Asosiasi Ulama Palestina telah mengeluarkan seruan kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia untuk menyelamatkan Al-Aqsa. Menyeru para Ulama, kaum intelek, pemuda dan orang-orang tua di seluruh dunia untuk bangkit menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dari agresi zionis Israel di tanah suci Al-Quds.
Ulama meminta umat Islam di seluruh dunia untuk berjihad menyelamatkan Al-Aqsa, “Akankah Anda membiarkan Al-Aqsa dihancurkan sementara Anda masih hidup?”.
Masjid Al-Aqsa adalah salah satu tempat tersuci Umat Islam, Al-Aqsa adalah kiblat pertama Umat Islam, maka penyelamatan Masjid Al-Aqsa adalah kewajiban bagi seluruh Umat Islam.(siraaj/arrahmah/voa-khilafah.co.cc)

Berapakah Masjid yang Sudah Dihancurkan Israel?


Voa-Khilafah.co.cc - Kepala Departemen Manuskrip Masjid Al Aqsa, Syekh Najeh Bukairat, menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel sudah menghancurkan 550 masjid sejak 1948. Syekh Bukairat mengkritik keras sikap bungkam negara-negara Arab atas pengrusakan masjid-masjid di Palestina, khususnya pembakaran Masjid Al Aqsa pada tahun 1969. Karena kebungkaman negara-negara Arab atas pembakaran Masjid Al Aqsa pada tahun 1969, Rezim Zionis Israel kian brutal dalam mengrusak dan menghancurkan masjid-masjid di Palestina. Pada tahun 1969, kalangan Yahudi ekstrim yang dipimpin Michael Rohan melakukan pembakaran atas Masjid Al Aqsa yang berkoordinasi dengan para pejabat Zionis Israel. Akibat pembakaran tersebut, sejumlah bagian Masjid Al Aqsa mengalami kerusakan serius.
Tak diragukan lagi, Zionis Israel adalah rezim yang dibuat atas dasar destruksi, ekspansi, arogansi dan pelecehan atas agama-agama ilahi. Sejak berdirinya Zionis Israel, pengrusakan masjid-masjid dan tempat-tempat umum milik bangsa Palestina menjadi agenda utama rezim ini. Dengan cara ini, Rezim Zionis Israel mengikis demografi Palestina. Inilah upaya Tel Aviv untuk menghilangkan semua jejak dan peninggalan Islam di Palestina yang berumur ratusan bahkan ribuan tahun.
Secara nyata, Zionis Israel menerapkan kebijakan rasis dan pembatasan atas penganut agama-agama lain. Karena ini, rezim ini menghancurkan ratusan masjid di Palestina dan merusak ratusan masjid lainnya. Belum lama ini, Departemen Wakaf Palestina menyatakan bahwa ratusan masjid yang baru dibangun di Palestina, dirusak dan dihancurkan oleh Zionis Israel.
Yang lebih anarkis lagi, Zionis Israel bukan hanya merusak dan menghancurkan masjid-masjid, tapi mengubah tempat-tempat ibadah agama lain, termasuk masjid, menjadi sinagog. Dengan cara ini, Palestina pendudukan benar-benar diubah menjadi wilayah Yahudi Zionis yang tak memberi peluang kepada agama lain untuk eksis. Jika ada upaya untuk eksis, Zionis Israel segera bertindak menghancurkan dan menghalanginya. Tak dipungkiri lagi, peninggalan dan simbol Islam yang sangat mengakar di Palestina, menjadi target utama pengrusakan Zionis Israel.
Dari sisi lain, Zionis Israel mengklaim bahwa penghancuran masjid-masjid dilakukan dengan tujuan menghentikan gerakan perjuangan Islam Palestina. Menurut rezim ini, masjid-masjid di Palestina menjadi pondasi perlawanan terhadap Tel Aviv. Akan tetapi penghancuran masjid-masjid sama sekali tak mengurangi semangat perlawanan bangsa Palestina yang terus ditindas dari hari ke hari. Bahkan Intifada semakin menggelora setelah Ariel Sharon menyerang tempat-tempat sakral Islam pada tahun 2000.
Alhasil, banyak kejahatan Zionis Israel di Palestina. Meski demikian, Barat, khususnya AS, tetap memberikan dukungan nyata atas Zionis Israel. Brutalitas nyata Israel terhadap Jalur Gaza yang diserang dan diblokade hingga kini, tetap mendapat dukungan dari Gedung Putih. Lebih dari itu, lembaga-lembaga internasional yang ada dalam genggaman Washington, tak dapat berkutik sedikitpun untuk menentang arogansi Zionis Israel yang tak pernah berhenti dari masa ke masa. Dimanakah suara dunia Islam? Sadarlah dan Bangkitlah!!! (irib/hti/voa-khilafah.co.cc, 8/10/2011)

Biadab! Ekstremis Kanan Israel Bakar Masjid & Al-Qur'an di Galilea


JERUSALEM (voa-khilafah.co.cc) — Para vandal membakar sebuah masjid di Israel utara, Minggu (2/10/2011) malam. Serangan itu dicurigai sebagai balas dendam yang dilakukan ekstremis kanan Israel. Para aktivis Islam menuding Pemerintah Israel bertanggung jawab atas kejahatan ini.

Masjid yang terletak di desa kaum Bedouin di Tuba Zangaria, wilayah Galilea utara itu, mengalami kerusakan parah. Para pelaku pembakaran menuliskan kata-kata “price tag” dan “balas dendam” di dinding masjid. Polisi melukiskan serangan itu sebagai insiden price tag yang sangat parah —sebuah istilah yang biasanya merujuk pada tindakan balas dendam para pemukim Yahudi di Tepi Barat terhadap warga Palestina dan harta benda mereka.

Para penyerang juga menulis kata “Palmer” di dinding masjid. “Palmer” dengan jelas merujuk ke Asher Palmer, seorang pemukim Yahudi yang tewas bersama anak bayinya di bagian selatan Tepi Barat pada 23 September lalu setelah mobilnya dilempari batu oleh warga Palestina. Lemparan itu menyebabkan mobil tersebut mengalami kecelakaan.

Selain itu, puluhan jilid mushaf Al-Qur'an hangus terbakar, jadi sasaran aksi vandalisme ekstremis kanan Israel itu.

Serangan malam itu memicu kemarahan di desa tersebut. Beberapa ratus warga membakar ban dan mencoba untuk memblokir jalan, kata polisi. Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa, kata juru bicara polisi, Micky Rosenfeld. Ia mengatakan, perwakilan polisi sedang berbicara dengan para pemimpin desa “dalam upaya untuk menenangkan suasana”.

Komandan Polisi Distrik Utara Roni Attia menggambarkan serangan itu sebagai  insiden price tag yang sangat parah. Ia juga mengungkapkan, polisi membentuk tim investigasi khusus untuk menangani kasus itu. Dia meminta warga untuk menjaga ketertiban umum dan mengizinkan polisi menyelidiki kasus itu tanpa gangguan.
Menanggapi insiden memalukan itu, pemimpin Israel Netanyahu mengaku sangat terkejut. Ia berapologi bahwa tindakan itu tidak sesuai dengan peradaban Israel.

“Gambar-gambar itu mengejutkan dan tidak mewakili negara Israel. Ini sebuah tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai negara Israel, yang menjunjung tinggi pentingnya kebebasan beragama dan kebebasan beribadah,” kata Netanyahu. Pemimpin Israel itu segera memerintahkan kepala dinas keamanan internal, Shin Bet, untuk secepatnya menemukan mereka yang bertanggung jawab atas pembakaran masjid tersebut”.

Sejumlah menteri Israel juga berlomba-lomba mengecam serangan itu, tetapi aktivis Muslim menuduh, mereka melakukan pembiaran dengan tidak melakukan pencegahan insiden itu.

“Sebuah serangan terhadap tempat-tempat suci merupakan tindakan mengerikan dan keji, yang tidak dapat diabaikan,” kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Yitzhak Aharonovitch.

Menteri Agama Yaakov Margi juga sangat mengutuk serangan itu. Ia meminta polisi untuk menyeret para pelaku ke pengadilan. “Saya berbicara dengan komisaris polisi dan telah diberi perkembangan tentang penanganan polisi terhadap kasus itu dan tentang tekad mereka untuk segera membawa para pelaku ke pengadilan,”  ujarnya.

Meski pemerintah Israel berapologi mengutuk pembakaran masjid, namun aktivis Muslim mendesak pemerintah Israel untuk bertanggungjawab, karena mereka melakukan pembiaran dengan tidak melakukan hal yang cukup untuk mencegah hal itu terjadi. Al-Aqsha Foundation, yang berusaha untuk melestarikan tempat-tempat suci Muslim di Israel dan wilayah Palestina, mengecam pemerintah karena tidak berbuat cukup untuk mencegah serangan tersebut.

“Ini kejahatan terhadap rumah Allah dan serangan serius terhadap tempat suci Islam. Pemerintah Israel bertanggung jawab atas kejahatan ini,” kata yayasan yang merupakan cabang dari Gerakan Islam Israel itu. [taz/kps, afp/voa-islam/voa-khilafah.co.cc]

Hizbut Tahrir Hidupkan Malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Aqsa, Sambut Perubahan Dunia Islam dengan Khilafah

Voa-Khilafah.co.cc - Seperti tahun-tahun sebelumnya, para pemuda Hizbut Tahrir kembali menghidupkan malam lailatul qadar di Masjid Al-Aqsa, baik di dalam maupun di halaman masjid. Berbagai ceramah, pelajaran dan seruan dari para syeikh kepada umat Islam membahana di sekitar al-Aqsa membahas keadaan umat dan kebutuhan umat atas perubahan.
Ribuan orang berkumpul di halaman depan Masjid Al-Aqsa mengeremuni para pembicara yang berbicara tentang kondisi umat hari ini serta tuntutan perubahan di negeri-negeri Muslim, Jumat malam Sabtu, 27 Ramadhan 1432 H.
Seruan dakwah juga menyatakan sukacita atas jatuhnya tirani Gaddafi di Libya. Mereka juga menyerukan para tentara Muslim mendukung rakyat Suriah untuk melawan rezim tiran Bashar Al-Assad.

Gema takbir serta yel-yel bergemuruh di sekitar Masjid tempat suci ketiga kaum Muslim tersebut. Beberapa spanduk besar juga dipasang, memperlihatkan kerinduan umat terhadap Khilafah. Sebuah spanduk besar bertuliskan "Ummah menginginkan hukum al-Aquran". Spanduk lainnya bertuliskan "Ummah menginginkan Khilafah Islamiyyah".

Bendera ar-rayatul uqab, panji Rasulullah Saw. pun berkibar di setiap sudut masjid Al-Aqsa. Nuansa malam lailatul qadar ini benar-benar menjadi sebuah harapan dan kerinduan umat untuk kembali kepada sistem hukum al-Quran, Khilafah.

Selain itu, ribuan orang di dalam masjid mengikuti kajian dan pelajaran bersama para pemuda Hizbut Tahrir. Mereka membahas isu yang sama, serta tuntutan seruan penegakkan Khilafah atas negeri-negeri kaum Muslim.

Seruan juga disampaikan kepada ahlul quwwah (pemilik kekuatan) dan tentara-tentara kaum Muslim untuk bekerja mengubah situasi umat islam serta mendukung saudara-saudara mereka di Suriah, Libya, Yaman, dan negeri-negeri Muslim lainnya menegakkan Khilafah.

Sebelumnya, pada siang hari, usai sholat Jumat terkahir Ramadhan, para pemuda Hizbut Tahrir juga menggelar seruan dan pengajaran kepada umat. Sekitar 300.000 kaum Muslim dari berbagai penjuru daerah hadir di Masjid Al-Aqsa al-Mubarak. Terlebih lagi, malamnya dilanjutkan dengan menghidupkan malam lailatul qadar.

Demikianlah, seruan Khilafah dengan terang terus bergema dari Baitul Maqdis. Ini semakin menunjukkan bahwa kabar gembira kebangkitan Islam akan terus mendekat hingga Khilafah benar-benar berdiri kembali, dengan ibukotanya di Baitul Maqdis. Insya Allah, tidak akan lama lagi! [m/pal-tahrir/syabab/voa-khilafah.co.cc]

Lihat Foto:
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!

Puluhan Ribu Muslim di Masjid Al-Aqsa Serukan Khilafah, Tolak Demokrasi!




Voa-Khilafah.Blogspot.com - Seruan penegakkan Khilafah benar-benar tak terbendung lagi. Puluhan ribu kaum Muslim di kompleks Masjid Al-Aqsa, Baitul Maqdis, Palestina menyerukan penegakkan Khilafah serta menegaskan penolakkan mereka atas sistem demokrasi, Jumat, 08/07/2011. Kerumunan umat tersebut berkumpul dan mendengarkan seruan penegakkan khilafah, dalam rangka menandai ke-90 tahun penghancuran Khilafah Islamiyyah.
Usai sholat Jumat, para pemuda dan kaum Muslim berkumpul di halaman depan Masjid Al-Aqsa. Para pemuda Hizbut Tahrir silih berganti menyampaikan seruannya, di bawah gerbang antara Masjid Al-Aqsa dan Kubah Sakhrakh. Takbir dan yel-yel seruan penegakkan Khilafah bergema di komplek yang diberkahi tersebut.

Sebuah spanduk besar terbentang di gerbang antara Masjid Al-Aqsa dan Kubah Emas bertuliskan "Al-Ummah turidu Khilafah Iislamiyyah" atau "Umat menginginkan Khilafah Islamiyyah".

Panji-panji Rasulullah, ar-royah, berkibar di sekitar Masjid. Selain meninggikan panji-panji Rasulullah, para jamaah juga mengangkat poster yang bertuliskan, "Khilafah, ya! Demokrasi, Tidak!".

Para pembicara menjelaskan bagaimana kondisi yang menyakitkan ketika umat kehilangan Khilafah yang telah menempatkan umat pada kehilangan martabat dan kemuliaan.

Mereka juga mengirimkan pesan kepada umat tentang pemberontakkan di negeri-negeri Arab untuk menghapus para pemimpin rezim, dan menekankan bahwa perubahan sejati itu dengan perubahan radikal untuk mengubah seluruh sistem serta menegakkan kembali Khilafah.

Para pengemban dakwah juga menyerukan seluruh kaum Muslim untuk bekerja bersama para aktivis dakwah untuk menegakkan kembali Khilafah.

Selain seruan di Baitul Maqdis, seruan penegakkan Khilafah juga bergelora di seluruh kota di Palestina, baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza. Bahkan di masjid-masjid Palestina, para jamaah berkumpul untuk membicarakan Khilafah dan pergolakkan di negeri-negeri Arab. [m/pal-tahrir/syabab.com]

Lihat Foto:
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!
  • Click to open image!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL