Tampilkan postingan dengan label PERZINAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERZINAAN. Tampilkan semua postingan
PM Belanda Berambisi Adili Pendeta Cabul

PM Belanda Berambisi Adili Pendeta Cabul



Voa-Khilafah.co.cc--Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah mengumumkan bahwa kabinetnya akan meneliti kemungkinan dilakukannya penuntutan terhadap para pendeta pelaku pencabulan terhadap anak-anak.

Sekitar 100 pendeta yang diketahui melakukan pelecehan seks terhadap anak-anak sekarang ini masih hidup. Namun, mereka tidak dapat diadili, karena perkara pidananya dianggap telah lewat waktu atau kadaluarsa oleh peraturan yang ada.

Meskipun demikian Rutte mengatakan, ia akan menyelidiki kemungkinan hukumnya, yang juga tergantung pada peraturan hukum Eropa.

Rutte menegaskan bahwa hal itu mungkin tidak akan mudah untuk dilakukan, namun bagaimanapun ia sangat berambisi untuk menyeret para pendeta cabul itu ke meja hijau. Demikian dilansir Radio Nederland, Selasa (20/12/2011).*hid/voa-khilafah.co.cc


The Most Ancur Nation

Haduh... D’RISE bener bener geleng-geleng kepala nih melihat segala kebobrokan moral yang terjadi di dunia. Akhirnya karena kebanyakan geleng-geleng, kita jadi dapet ide untuk mencari tau bangsa mana sih sebenernya yang paling ancur moralnya?

Setelah melakukan penelitian intensif selama bertahun-tahun di laboratorium yang canggih dan higienis (gudubrak, emangnya iklan susu!), akhirnya semakin terbukti bahwa peradaban barat yang dimotori oleh Amerika merupakan peradaban yang paling ancur moralnya.

Nggak heran kali yah, kalo masyarakat Amerika dan barat pada umumnya mengalami degradasi moral. Hal ini bahkan diakui sendiri oleh rakyat Amerika. Menurut polling yang diadakan oleh majalah Newsweek, 76 % rakyat negeri Paman Sam tersebut meyakini bahwa Amerika tengah mengalami moral decline.

Niel Postman, seorang kritikus sosial Amerika, mendeskripsikan fenomena kebobrokan moral adalah ketika “rasa malu, harga diri, dan kesucian telah kehilangan warna dan nilainya”. Hilangnya rasa malu ini salah satunya disebabkan oleh gencarnya pornografi melalui berbagai media. Saat ini Amerika adalah produsen pornografi nomor satu di dunia. Setiap tahunnya, hollywood memproduksi 11.000 film bokep, hampir 20 kali lebih banyak dari produksi film lainnya, yang itupun sudah banyak sisipan adegan “horor”nya (LA Times Magazine, 2002).  Wah wah wah.



Di Amerika, orang-orang bisa menikmati pornografi di layar televisi. Hampir semua perusahaan TV kabel ternama seperti Comcast, Time Warner dan Cablevision menyajikan chanel yang berisi konten “dewasa” kepada pelanggannya. Padahal, 29 juta pelanggan TV kabel terdiri dari anak-anak dan remaja. Rata-rata remaja Amerika menghabiskan 3 - 4 jam nongkrong di depan layar kaca setiap harinya, dan 83% program yang ditonton berisi materi seksual. Bukan cuma di layar televisi dan internet, wabah pornografi juga melanda ranah musik. Sebanyak 42% lagu dalam CD-CD top-selling berisi lirik-lirik yang menjurus ke arah seksual, 41 % diantaranya terkategori sangat vulgar. Waduh.

Sebagai akibat dari merajalelanya pornografi di Amerika, 38% rakyat amerika meyakini bahwa melihat gambar porno adalah hal yang wajar, 59% persen rakyat Amerika merasa wajar bila seseorang mempunyai pikiran mesum, dan 38% persen percaya bahwa nggak ada yang salah dengan pornografi. (Morality Continues to Decay.  Barna Research Group, 3 November, 2003.).

Serbuan pornografi yang gencar ini semakin mendorong rakyat Amerika untuk melakukan hubungan seks yang bebas. Mereka lebih senang melakukan hubungan seks ilegal di luar pernikahan. Berdasarkan penelitian dari News And World Report, setiap dua anak amerika, satu diantaranya adalah hasil hubungan zina, sementara anak haram yang belum sempat brojol karena keburu diadopsi eh diaborsi, sejak tahun 1973 sampai saat ini jumlahnya hampir mencapai 50 juta jabang bayi. (National Right-to-Life website).Ya ampun…

Fenomena kemerosotan moral ini juga diiringi dengan meningkatnya frekuensi kejahatan kelamin. Di Amerika, 1,3 wanita diperkosa setiap menit! Jumlah ini sama dengan 78 perkosaan yang terjadi setiap jam, 1.872 perkosaan tiap hari, 56.160 perkosaan tiap bulan dan 683.280 yang terjadi setiap tahun. Dari 3 orang wanita amerika, satu diantaranya diperkosa setidaknya sekali seumur hidup. Menurut survey, satu dari 12 orang pelajar laki-laki melakukan pernah melakukan perkosaan atau percobaan perkosaan. (http://oak.cats.ohiou.edu/~ad361896/anne/cease/rapestatisticspage.html). Busyet dah..

Begitulah D’RISEr, negara yang disanjung-sanjung sebagai superpower, ternyata faktanya superancur. Bukan cuma menghadapi masalah moral extinction yang sangat serius, Amerika juga dibikin pusing dengan tingkat kriminalitas yang meningkat, penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, korupsi yang merajalela, dan utang negara yang semakin menumpuk. Makanya, (menurut seorang aktivis anti perang Irak) Amerika menyatakan perang terhadap Irak supaya rakyat Amerika bisa melupakan masalah sosial mereka sendiri, supaya rakyat bisa melupakan korupnya politisi negara mereka sendiri. Tapi tentu saja perang ini nggak akan jadi solusi buat Amerika. Semakin hari, langkah Amerika ke liang kuburnya semakin pasti saja. Sudah banyak lho pakar-pakar yang memprediksikan runtuhnya Amerika dalam waktu dekat. Masih ragu? [Isaak/D'Rise/hikariinqilabi/Voa-Khilafah.co.cc]

The Supports Reference:

In the United States, 1.3 women are raped every minute. That results in 78 rapes each hour, 1872 rapes each day, 56160 rapes ech month and 683,280 rapes each year.
  • 1 out of every 3 American women will be sexually assulted in her lifetime.
  • The United States has the world's highest rape rate of the countries that publish such statistics. It's 4 times higher than Germany, 13 times higher than England, and 20 times higher than Japan.
  • 1 in 7 women will be raped by her husband.
  • 83% of rape cases are ages 24 or under.
  • 1 in 4 college women have either been raped or suffered attempted rape.
  • 1 in 12 males students surveyed had commited acts that met the legal definition of rape. Furthermore, 84% of the men who had commited such acts said what they had done was definitely not rape.
  • 75% of male students and 55% of female students involved in acquintance rape had been drinking or using drugs.
  • Only 16% of rapes are ever reported to the police. [from many sources]

Pacaran Itu Malapetaka!?!

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, sampai hawa nafsunya tunduk kepada apa yang aku bawa (Islam).” [Rasulullah saw]

Ya. Kali ini D’RISE memboyong tema yang penuh dengan kontroversi. Pacaran. Hawa nafsu. Buat D’RISE kedua kata tersebut punya hubungan yang erat, bahkan mungkin nggak ada bedanya sama sekali. Pacaran adalah sebuah aktivitas yang lahir dari hawa nafsu. Hawa nafsu yang tak dapat dikelola. Sehingga saat hawa nafsu sudah memuncak diubun-ubun, seseorang tak akan lagi repot memikirkan konsekuensi dan resiko. Mungkin ngerti kali ya dengan apa itu dosa. Tapi orang-orang yang sudah terbutakan matanya, mati rasionya, tuli telinganya dan karatan jiwanya, pasti akan dihantam saja semua pemikiran tentang murka ALLAH. Mungkin peduli setan. Mungkin begitu pikir mereka. Sebab mereka begitu berani melakukan aktivitas yang sudah jelas-jelas ALLAH larang dalam firman-Nya yang jelas; yang tegas. Cek di Surah al-Israa’ ayat 32. Lalu bagaimana perasaanmu setelah membaca dan merenungi ayat tersebut?! Masih belum punya secuil rasa takut pun kepada ALLAH? Luar biasa hebat! Memang kau diciptakan oleh siapa? Do not you think?!

Sebelumnya, D’RISE mau minta maaf dulu. Karena khawatir akan ada banyak orang yang tersinggung setelah membaca artikel ini. Merasa sangat tidak terima, gemes, jengkel dan mengharapkan penulisnya bakal kena sial seumur hidup karena sudah membuat para aktivis pacaran terganggu hidupnya. Terancam jiwanya? Shh.. Santai..! Artikel ini dibuat bukan untuk menghakimi aktivis pacaran. Bukan juga karena D’RISE iseng nggak punya kerjaan. Ini semua D’RISE lakuin sebagai bentuk muhasabah bersama. Karena D’RISE sayang. Karena D’RISE tak menginginkan ada sebuah penyesalan yang timbul dari D’RISEr semua akibat sikap gegabah; sikap yang nggak layak ada untuk hamba-Nya yang ngaku beriman, yakni menjadikan cinta sebagai berhala baru.

“Pacaran Itu Hak Setiap Individu!”
Itu kata @Teletubbles tertanggal 14/11. @Teletubbles adalah seorang followers Mang Ridwan-D’RISE yang ada di twitter. Dia bukan orang penting. Tapi kata-katanya teramat berbahaya. D’RISE nggak sengaja baca karena saat itu lagi online juga. D’RISE pikir, Mang Ridwan turut ‘panas’ hingga reply tweet dari si Teletubbles itu dengan: “Putus asa! Nggak laku!”. Suer! D’RISE nyengir aje tuh bacanya. Bagus..! Great answer! Dan D’RISE yakin pasti menohok. Semoga. Syukur kalau bikin sadar.


Dan ada lagi, seorang penulis di negeri ini yang cukup terkenal, @poconggg namanya kalau di twitter. Dia menyatakan bahwa pacaran adalah suatu keharusan? Padahal dia sendiri Muslim. Dia memberikan motivasi untuk para jombloers dengan tweet yang berbunyi: “Lagi hujan. Petir aja udah nembak. Masa kamu belum?” Bah! Benar-benar korslet cara berpikirnya. Mending ya, nembaknya dalam rangka mengkhitbah (baca; ngajak nikah). Lha ini? Pacaran! Masih, pa-ca-ran! Dan D’RISE yakin, masih banyak komentar dari para manusia lain di luar sana yang mati-matian membela dan memperjuangkan hak-hak pacaran. Apa yang begini nggak bikin sakit kepala?! Apa yang begini nggak harus diluruskan?!

Deepest Condolences
Nggak usah aneh gitu ngedenger D’RISE bilang turut berbela-sungkawa. Itu yang memang sedari tadi D’RISE pengen ucapin kepada para aktivis pacaran, terutama yang cewek. Kenapa? Padahal biasanya yang berhasil jadian tuh ngadain selametan dan diselametin. Kenapa yang ini malah dikasih ucapan ‘turut berduka cita’?

Jawabannya adalah wajar. Karena bagi D’RISE, yang namanya pacaran (apalagi buat cewek), adalah malapetaka! Bikin jatoh harga diri dan meniscayakan kegelapan hidup. Pacaran bikin riweuh! Nambahin beban pikiran dan bikin suasana kejiwaan sering terganggu. Pacaran adalah keputusan paling tolol sedunia karena banyak banget aturan ALLAH yang dengan mudahnya diabaikan akibat aktivitas ini.
Dari mulai kelalaian yang mungkin terlihat sepele (bohong, malas belajar, melawan orang tua dlsb) sampai yang besar (zina). A’udzubillahi min dzalik! Benar atau betul?!

Hyeah! Pacaran memang nggak ada positif-positifnya sama sekali. Sekali pun kamu merasa akan ada orang yang selalu dengerin keluh kesah kamu saat kamu sedih, bikin kamu nyaman dlsb, tapi semua itu negatif. Sebab mana ada kata positif di dalam sebuah aktivitas dosa? Mana ada?!

D’RISEr, coba deh jujur sama diri sendiri. Apa kamu nggak kecewa, kalau misalnya kamu sama pacar kamu misalnya nggak jodoh terus kalian putus di tengah jalan? Kamu nggak sedih en merasa malu plus bersalah sama diri kamu sendiri karena kamu gagal menjadi wanita yang bisa menjaga kehormatan diri? Masa kamu tega sih, sama calon suami kamu kelak (yang sekarang masih ghoib, hehe) karena udah mengkhianati dia? Dan lebih dari itu, ALLAH pun cemburu! Masa kamu tega?! Bukannya kamu kepengen dapat lelaki yang shaleh..? Kalau begitu harusnya kamu fair sama ALLAH. Kalau mau dapat yang terbaik, kamu juga harus jadi baik.

Jadi cewek kudu bisa lha jaga kehormatan. Manajemen hati dan akal amat mempengaruhi. Mending sekarang belajar yang bener, ngaji, biar jadi bunga mawar yang hidup di tebing yang tinggi dan curam. Hanya pria hebat yang pemberani (gentle; karena memuliakanmu-mengajakmu menikah) yang bisa ‘memetikmu’. Tentu pria ini adalah pria pilihan ALLAH yang paling indah dan terbaik yang kelak bisa jemput kamu. Serahkan cinta dan hidupmu pada pria yang tepat! Be smart girl! So, please.. Jangan pacaran lagi ya..? D’RISE sayang lho….! *senyum* [Hikari]

Box:

Janji ALLAH; Wanita Yang Baik Untuk Pria Yang Baik

Coba cek Surah an-Nuur ayat 26. Renungkan, lalu biarkan sejenak jiwa dan akalmu bereaksi. Apa yang telah kau katakan disana? Tentu ALLAH Maha menepati Janji. Tak akan dibiarkan oleh ALLAH wanita terhormat yang pandai menjaga diri dan shalehah dipersatukan oleh orang yang sakit keimanannya. Nggak bakal. Insyaa ALLAH.

Kalau pun ada, itu artinya qodho’ dari ALLAH. Mungkin ALLAH memiliki rencana yang luar biasa indah dari hal tersebut. Sang lelaki yang buruk ketaqwaannya menjadi sadar, bertaubat, shaleh dan menakjubkan ke’alimannya. Who knows kan?

Berikut sedikit kiat yang pengen D’RISE bagi ke D’RISEr:

1. Shalat istikhoroh dari sekarang. Jangan menunggu nanti jika sudah dihadapkan pilihan baru istikhoroh. Sebab kadangkala istikhoroh membutuhkan proses yang panjang. Terlebih jika kita mengingat permasalahan jodoh dan menikah itu adalah perkara serius. Perkara yang bukan main-main. Maka, di samping kita mempersiapkan diri demi menunjang untuk menjadi istri dan ibu yang shalehah dan baik, kita pun harus kuat-kuat meminta petunjuk.

2. Istimror (konsisten) dan memiliki semangat (ghiroh) kuat untuk mengkaji Islam. Saat kita menuntut ‘Ilmu Islam, kita akan menjadi orang yang mafhum (paham). Dan tidaklah dapat dikatakan mafhum jika ia tidak bergerak dan menjadi penggerak (muharriq). Ya. Dari hasil ngaji ini, kita bakal bergerak untuk berproses menjadi manusia yang baik dan layak diberikan yang terbaik oleh ALLAH.

3. Jodoh itu adalah pilihan. Ini bukan hal yang tabu. Sebab, adalah kepentingan semua orang untuk memilih pasangan hidup yang terbaik untuk dirinya. Maka, berpikirlah mulai dari sekarang jodoh seperti apa yang kita inginkan kelak. Pasang target yang tinggi; yang shaleh. Dan jadikan pula dirimu tinggi dengan keshalehanmu. Belum menikah adalah masa yang berat dan rawan. Maka jagalah diri dan jangan bermain api. Kita hanya akan mencintai seseorang pada yang sudah halal saja bagi kita. Tempuhlah cara-cara yang berkah. Agar pernikahan pun bisa berkah. Ridha ALLAH adalah segalanya. Ingat, menikah bagi seorang wanita adalah seperti menyerahkan hidupnya kepada seorang laki-laki. Laki-laki adalah imam keluarga. Cari yang satu visi denganmu. Jika ada lelaki yang datang, tanyalah, ‘Apa visi dan misi menikahnya?’ So, benarlah, jodoh itu pilihan. Dan ia dipengaruhi oleh waktu, kondisi dan kecocokkan. Selamat berjuang! Ini memang sangat menarik!  *senyum lagi* [Hikari/Majalah D'Rise/Voa-Khilafah.co.cc]

Ketika Keperawanan Digadaikan...


Remaja pezina hanya melahirkan generasi penyakitan.
Sebanyak 51 dari 100 remaja perempuan di Jabodetabek sudah tidak perawan. Begitu data terbaru yang dirilis Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010. Di kota lain angkanya hampir sama. Di Surabaya tercatat 54 persen, di Bandung 47 persen dan 52 persen di Medan.

Angka ini bisa saja lebih besar pada realitasnya, mengingat data biasanya mencerminkan fenomena gunung es. Artinya, bisa diduga, separuh lebih dari remaja perempuan (dan laki-laki tentunya) di negeri ini sudah pernah berzina. Na'udubillahi mindzalik.


Perzinaan ini sudah pasti membuahkan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Penelitian di Yogya saja, dari 1.160 mahasiswa, sekitar 37 persen hamil sebelum menikah. Nah, ketika KTD tinggi, langkah selanjutnya yang dipilih adalah aborsi. Estimasi BKKBN, jumlah aborsi di Indonesia per tahun  mencapai 2,4 juta jiwa, di mana 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja.


Dengan merebaknya perzinaan, otomatis angka penderita penyakit menular seksual  pun membengkak. Berdasar data Kemenkes hingga akhir Juni 2010, terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif. Persentase pengidap usia 20-29 tahun mencapai 48,1 persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 persen.


Fakta di atas jelas ironi dengan julukan negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Ada apa dengan para remaja Indonesia, yang notabene beragama, tapi melakukan tindakan yang dilarang agama?

Provokasi KRR
Perilaku seks bebas rupanya sudah menjadi gaya hidup sebagian remaja. Seperti pacaran, hampir pasti dilakukan mayoritas remaja. Padahal gaya pacarannya sudah seperti pasangan menikah saja. Bahkan jauh lebih hot. Inilah kunci utama perzinaan.


Namun, alih-alih melarang remaja pacaran, pemerintah (didukung LSM dan media massa) justru memberikan pendidikan seks pada remaja. Isinya, tips-tips cara pacaran yang aman; yakni tanpa risiko seperti KTD, terinfeksi penyakit seksual menular (termasuk HIV), dan bahkan aborsi yang aman. Termasuk diajarkan cara memakai kondom. Masya Allah!


Tak ayal, program yang diinfiltrasikan dalam Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) itu, justru merangsang mencuatnya nafsu seks itu sendiri. Buktinya, begitu KRR digulirkan, angka perilaku seks bebas bukannya menurun malah meningkat dari tahun ke tahun. Angka KTD, aborsi dan infeksi HIV juga terus membengkak. Mengapa begitu?


Ini karena isi KRR tak lepas dari paradigma sekulerisme, yakni menafikan nilai-nilai agama. Remaja dicekoki informasi seputar seks tanpa disertai pemahaman soal halal dan haram. Akibatnya, remaja makin penasaran dan kemudian mencicipi seks. Toh sudah diajari seks aman.


Ironisnya, ketika kemudian mencuat perilaku seks bebas, semua berteriak 'ini karena kurangnya pendidikan agama.' Ketika kebobrokan moral remaja terkuak, mereka berteriak memanggil ulama untuk menyelesaikan problem tersebut.


Anehnya, ketika ulama mengajukan syariat Islam sebagai solusi, dibenturkanlah dengan peraturan pemerintah yang anti-Islam. Pemerintah dengan setia menerapkan sekulerisme, padahal sekulerisme itu sendirilah yang melahirkan semua kebobrokan sosial ini. Begitulah, masyarakat –termasuk pemerintah-- tampak ambigu, antara butuh dan tidak butuh terhadap agama (baca: syariat Islam).

Tes Keperawanan
Wacana tes keperawanan juga mencuat kembali. Ini pernah diutarakan anggota DPRD Jambi beberapa bulan lalu, bahwa untuk mencegah seks bebas, sebaiknya pelajar yang akan masuk SMP, SMA dan perguruan tinggi dites keperawanan.


Wacana ini jelas tidak menyelesaikan masalah. Dalam pandangan Islam, hukum asal seorang gadis sebelum menikah itu tentu saja perawan (kecuali kondisi tertentu, seperti kecelakaan atau diperkosa, itu persoalan lain). Jadi tes keperawanan pada anak gadis yang belum menikah tidak relevan. Sebab, seorang gadis yang belum menikah diharamkan disentuh lelaki manapun.


Lebih dari itu, tes keperawanan sangat melecehkan gadis baik-baik yang selama ini menjaga virginitasnya. Gara-gara 'temennya' berbuat binal, mereka ikut diinterogasi dan diperiksa keperawanannya. Mereka seolah dihukum dan dihakimi atas apa yang tidak pernah dilakukan. Ini akan menimbulkan tekanan psikis tersendiri.


Terlebih teknis tes keperawanan itu sendiri, bagaimana caranya? Ini akan membuat mereka malu luar biasa. Mengapa orang lain yang berbuat maksiat, gadis baik-baik ini yang kena getahnya? Jelaslah, tes keperawanan melanggar hak para gadis baik-baik.


Lalu muncul pula pertanyaan, bagaimana dengan tes keperjakaan? Bukankah para lelaki bejat itu yang menyebabkan para gadis tidak perawan? Alangkah tidak adilnya dunia, jika masalah seks bebas hanya ditudingkan kepada remaja-remaja perempuan, sementara cowok-cowok bengal itu tidak dihukum.


Seks pranikah pada remaja, umumnya terjadi karena remaja pacaran, cewek dibujuk dan dirayu untuk menyerahkan keperawanannya sebagai pembuktian cinta. Nah, lelaki bejat seperti ini yang harusnya disikat.

Generasi Pendosa
Ketika remaja perempuan (dan laki-laki) saat ini adalah para aktivis zina, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada generasi sesudahnya. Mereka hanya akan melahirkan generasi pewaris penyakit seksual mematikan. Seperti HIV/AIDS. Sekarang pun sudah mencuat fenomena, di mana bayi-bayi lahir tak berdosa sudah terinfeksi HIV. Bagaimana mereka akan menjadi generasi berkualitas jika sejak dalam kandungan sudah digerogoti penyakit mematikan?


Karena itu, jika jumlah gadis-gadis tidak perawan, KTD, aborsi dan HIV/AIDS tidak ingin terus meningkat, jangan beri ampun pelaku seks bebas. Segera hukum berat pezina. Caranya, tegakkan syariah Islam. Hanya Islam yang memiliki perangkat preventif (pencegahan) dan kuratif (penindakan) tegas atas pelaku maksiat.


Bila pelaku zina belum menikah, hukum cambuk dan bila sudah menikah, rajam. Tegakkan hukum ini di depan mata masyarakat, niscaya akan membuat bulu kuduk mereka berdiri tegak, tanda takut kepada Allah SWT. Dijamin, ini akan meminimalkan –kalau tak bisa menghilangkan sama sekali-- pelaku seks bebas.


Apakah ini tidak melanggar hak asasi manusia? Tidak. Justru kalau tidak ditegakkan, kita melanggar hak manusia keseluruhan. Lebih bahaya kita melanggar hak Allah SWT. Inilah rahasia kemaslahatan di balik hukum Allah SWT yang terkesan kejam, padahal sangat manusiawi.[gm/voa-khilafah.co.cc] kholda naajiyah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL