Tampilkan postingan dengan label RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RI. Tampilkan semua postingan

Jaga hubungan baik, RI impor 300 ribu ton beras Thailand?

JAKARTA (Voa-Khilafah.co.cc) – Meski telah kontrak impor beras di Agustus sebesar 1,6 juta ton telah terpenuhi, namun pemerintah tetap memasukkan beras impor dari Thailand sebanyak 300 ribu ton.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan saat ini stok beras dalam negeri cukup. Karena pasokan beras impor saat ini sudah mencapai 1,9 juta ton. Jumlah tersebut sudah melebihi kontrak impor awal yang ditugaskan kepada Bulog sebesar 1,6 juta ton. Tambahan 300 ribu ton tersebut berasal dari Thailand setelah kisruh kontrak impor beras sejak pergantian Perdana Menteri Thailand.

“Kita menghargai hubungan baik dengan Thailand maka impornya tetap masuk,” ujar Hatta dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Saat ini dari kontrak yang telah disepakati, beras yang sudah masuk sekitar 900 ribu ton, yaitu dari Vietnam sekitar 800 ribu ton dan Thailand 100 ribu ton.

Kontrak impor beras dari Vietnam yang telah disepakati sebesar 1,2 juta ton, India 250 ribu ton, dan Thailand 150 ribu ton dengan tambahan pada kontrak baru sebesar 300 ribu ton.

Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan pihaknya tidak mau melakukan negosiasi harga terhadap tambahan beras impor Thailand tersebut dan untuk batas waktu masuknya beras tersebut hingga akhir Februari 2012.

“Kami akan negosiasi lagi dengan Thailand, tapi bukan negosiasi harga karena kita sudah ada deal (sepakat),” pungkasnya. (dtk/arrahmah/voa-khilafah.co.cc)
Tak Mau Kalah dengan DPR, Yudhoyono Juga Hidup Hedonis Loh. Bangsa Ini Sudah Sakit !

Tak Mau Kalah dengan DPR, Yudhoyono Juga Hidup Hedonis Loh. Bangsa Ini Sudah Sakit !


JAKARTA, (Voa-Khilafah.co.cc) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dituding bergaya hidup hedonis sebagaimana anggota Dewan Perwakilan Rakyat. "Yang paling parah adalah Presiden SBY ikut-ikutan bergaya hedon, tidak mau kalah dengan DPR," kata Uchok Sky Khadafi, Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, di Jakarta, Jumat, 18 November 2011.
Hedonisme ala SBY tampak dari rencana pembelian pesawat kepresidenan green aircraft yang menggunakan uang negara. Menurut data yang diperoleh FITRA, anggaran pembelian tersebut dialokasikan sebesar Rp 92 miliar dalam APBN Perubahan 2011, dan Rp 339,2 miliar dengan APBN 2012, untuk membeli pesawat baru jenis Boeing Jet 2 yang dibanderol US$ 58 juta.
Anggaran untuk pembelian pesawat itu didapat dari utang berbentuk promissory notes atau surat sanggup bayar. Hal ini dinilai FITRA justru mencemaskan, bukannya membanggakan bangsa. "Karena bukan untuk kebutuhan kesejahteraan rakyat miskin, tapi hanya untuk memenuhi nafsu hedon pejabat publik."
Sebelumnya, FITRA juga menyoroti gaya hidup mewah para legislator Senayan. Seperti diberitakan, beberapa anggota Dewan memang menunggang mobil mewah seperti Bentley, Lexus RX 270, Hummer HR, Mercedes Benz, Velfire, Jeep Wrangler, ataupun Toyota Harrier. "Kondisi itu menunjukkan DPR memamerkan kekayaan, bukannya memperjuangkan aspirasi rakyat miskin," kata Uchok.
FITRA menilai mustahil jika mobil-mobil itu bisa didapat dari gaji pokok saja. Ia mencontohkan, gaji pokok Ketua DPR hanya Rp 5,04 juta, Wakil Ketua Rp 4,6 juta, dan anggota Rp 4,2 juta. Jika diakumulasikan dengan tunjangan, anggota DPR menanguk Rp 50-52 juta per bulannya. [mam/tmp/rima/gm/voa-khilafah.co.cc]
Wow.! Ganti Kaca Mobil Presiden Telan Biaya Lebih Dari Rp. 700 juta

Wow.! Ganti Kaca Mobil Presiden Telan Biaya Lebih Dari Rp. 700 juta

Voa-Khilafah.co.cc, JAKARTA - Empat Mobil Dinas Kepresidenan yaitu Mercedes Benz s600 L W221 akan dilakukan pergantian kaca belakang yang anti peluru. Mobil tersebut biasa digunakan oleh Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono, Wapres Budiono beserta istri Herawati Budiono.


Mobil tersebut digunakan untuk ke giat­an Kepresidenan tahun 2009.  Anggaran yang dialoka si kan un tuk pengadaan kaca antipeluru ini disiapkan sebesar Rp 704. 657. 525 diambil dari APBN-DIPA Sekretariat Presi den tahun anggaran 2011. De ngan de mi kian, harga satu kaca antipeluru untuk bagian be lakang mobil presiden ini se k itar Rp 176.164.381,25.

Proses pengadaan kaca anti pe luru ini masih dilelang Kemen te rian Sekretaris Negara. Pengu mum an lelang sudah dipublikasi di situs www.setneg.go.id dengan nomor Nomor Peng- 90 /SP/P2BJ/Bid-I/10/2011.

Dalam pengumuman yang ter tulis sejak 21 Oktober 2011 ini, proses lelang untuk pekerjaan pe ngadaan dan pemasangan kaca belakang (antipeluru) Mercedes Benz S600 L kendaraan dinas Sekretaris Presiden.

Ketua Tim Pengadaan Barang/Jasa Bidang Sarana, Prasarana Fisik Bangunan, Taman,  leaning Service, Kendaraan Bermotor, Ke sehatan, Perlengkapan dan Alat Tulis Kantor di Setneg, Sri Yuliani, ditunjuk sebagai pim pin an proyeknya.

Lelang terbuka ini mensya ra kat kan peserta lelang mempunyai surat izin usaha kualifikasi kecil bi dang suku cadang kendaraan bermotor atau perbengkelan serta me menuhi persyaratan kua lifikasi lainnya sebagaimana di atur dalam dokumen pengadaan ba rang/jasa.

Pengumuman lelang dilakukan sejak 21 Oktober-31 Oktober 2011. Pada masa itu juga, peserta lelang diharuskan mengambil for mulir keikutsertaan lelang di Sekretariat P2BJ yang letaknya di Jl. Veteran No.16, Gambir Jakarta Pusat. Kemudian, penjelasan dokumen pengadaan (Aanwij zing) dilakukan Selasa, 1 Novem ber 2011 di ruang Rapat Sekre ta riat Presiden. Tanggal 2-4 No vember, peserta lelang mema suk an dokumen penawaran.

Penggantian kaca antipeluru ini guna mengantisipasi berba gai ancaman terhadap Pre siden dan Wapres. Terlebih, bela ka ngan ini pasukan penga man pre siden (Pas­pampres) setidak nya dua kali ke bobolan dalam me ng amankan Presiden dan Wapres.

Pertama, kebobolan di Nusa Dua, Bali, saat seorang tukang kebun melintas didepan Pre siden SBY. Saat itu jaraknya ha nya tiga meter saja. Kedua, Pas pampres kebobolan saat Wa pres Boediono menghadiri upacara peri ngatan hari Sumpah Pemuda di Ban­dung, Jawa Barat, seorang aktivis nyelenong ke tengah lapangan.

Sebenarnya dengan spesifikasi yang ada saat ini, mobil berwarna hitam sudah sangat aman. Bah kan, Mercedes-Benz S600L mo del W221 tidak kalah canggih de­ngan Cadilac One milik Obama.

Mobil berplat RI 1 ini merupa kan kendaraan lapis baja dengan tingkat resistensi Eropa B6/B7. Mer cedes-Benz ini tahan terha dap senjata militer standar dan mem berikan perlindungan ter hadap fragmen yang muncul dari granat tangan, serta bahan pele dak lainnya.

Fitur keamanan tambahan ter masuk ban run-flat, tanki ba han bakar 90L dan sistem pemadam kebakaran otomatis. Selain itu, mobil ini juga menggunakan ban Michelin PAX 245-700 R470 AC, sistem pengaturan udara se gar darurat, sistem kontrol pneu­matik darurat untuk membuka jendela (beroperasi secara ter sen diri dari sistem elektronik), serta Panic Alarm System tambahan.

Pengamat intelijen Wawan Purwanto berpendapatpenggantian berkala per alatan pengamanan kendaraan dinas kepresidenan seperti kaca antipeluru memang rutin di­lakukan. Hal itu untuk meng antisipasi meningkatnya an caman dan menjaga keamanan kepala negara.

“Hanya saja kaca antipeluru itu punya keterbatasan kemam puan. Misalnya, tahan terhadap peluru jenis apa dan ledakan se kuat apa. Teknologi per sen jataan itu berkembang, ma ka nya pergantian peralatan kea manan seperti kaca antipeluru rutin dilakukan,” kata Penga mat Intelijen Wawan Purwanto di Jakarta.

“Bisa jadi kualitas kaca anti peluru yang dimiliki presiden sudah bocor. Makanya, untuk mencegah dampak buruk dari ke bocoran itu perlu diganti de ngan yang baru tentunya de ngan kualitas yang lebih bagus lagi,” jelasnya.

Menurutnya, dengan penggan tian kaca antipeluru ini jangan lantas dimaknai ancaman kea man an terhadap presiden ber tam bah. Tetapi harus di maknai sebagai taktik untuk menjaga keamanan presiden.

“Dalam menjaga kese la mat an presiden, kerahasiaan ke mam puan persenjataan dan per alatan itu penting. Supaya se gala ancaman bisa dian ti si pasi,” ucapnya. (Tg/mon/gm/voa-khilafah.co.cc)

Lagi-lagi Pencitraan, SBY Luncurkan Buku Lagu, Rakyat Jadi Ngilu

JAKARTA, (Voa-Khilafah.co.cc) - Peluncuran buku mengenai proses penciptaan puluhan lagu karangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sebagai upaya pencitraan yang muluk.
 
Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan peluncuran buku itu akan digunakan untuk mengambil hati rakyat dan pencitraan. Hal tersebut lantaran pada tanggal 28 Oktober kemarin, terjadi aksi demonstrasi besar-besaran yang meminta Kepala Negara beserta Wakilnya turun karena dianggap gagal.
 
“Ya itu memang pencitraan yang muluk untuk melupakan soal demo besar kemarin,” kata Ray saat berbincang dengan okezone di ujung telpon, Senin (31/10/2011).

Ray mengaku sudah tidak kaget lagi dengan sikap yang diperlihatkan orang nomor satu negeri ini. “Ya itu sebenarnya kita tau Pak SBY senang dipuji, pencitraan yang muluk, pertanyaannya apa pentingnya bangsa ini tau soal di balik layar pembuatan lagu tersebut?” ungkapnya.

Presiden, tidak mungkin tidak mengetahui soal akan terbit buku soal dirinya, bahkan mungkin SBY yang mengarahkan.

“Saya menyayangkan saat kondisi bangsa sekarang carut marut, ada Presiden yang sempat buat cerita soal lagu. Ini justeru membuat rakyat tidak simpati. Kenapa tidak bercerita soal kekacauan di papua,” tukasnya.(yus/okez/gm/voa-khilafah.co.cc)

Rakyat jelata dilarang nyelonong di depan Presiden


JAKARTA (Voa-Khilafah.co.cc)  - Sungguh sial nasib pria berusia 65 tahun ini. Hanya gara-gara melintas di depan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dengan menuntun sepeda ontelnya yang sudah butut, ia harus diinterogasi hingga malam oleh petugas keamanan.
Aksi ‘slonong boy rakyat kecil’ yang mengagetkan Pasukan Pengamanan Presiden itu terjadi usai SBY membuka ASEAN Fair di kompleks Bali Tourism Development Corporation, Nusa Dua, Bali, Senin (24/10/2011) kemarin. Kejadian itu berlangsung saat Presiden sedang asyik menyaksikan akrobat pesawat.
Tiba-tiba seorang pria tua yang mengenakan seragam hijau bertuliskan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melintas tepat di depan podium SBY yang berjarak hanya sekitar 5 meter. 
Dia mengenakan sepeda tua dengan mengangkut karung dan kelapa di belakang sepedanya.

Padahal, sampai sekitar 100 meter dari Presiden SBY, pengamanan sangat ketat. Tapi, pria pembawa sepeda ontel yang belakangan diketahui bernama Nyoman Minta itu melenggang melintas di depan Presiden SBY.
Paspampres lalu sadar dan menyergap pria tadi. Puluhan orang menghampiri petugas kebersihan itu. Kedua tangannya dipegang erat oleh Paspampres. Bahkan, Pangdam Udayana Mayjen TNI Leonard Louk dan Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Totoy Herawan Indera langsung turun.
“Saya cuma petugas DKP pak,” kata orang itu. “Bagaimana kalau kamu teroris?” teriak salah seorang petugas keamanan. Kehebohan itu sempat mengundang perhatian semua undangan. Kondisi sudah berlangsung kondusif dan petugas kebersihan tadi masih dalam pemeriksaan aparat berwenang.
Nyoman mengaku tidak tahu jika ada Presiden SBY di lokasi yang dilintasinya. Pria asal Mumbul, Kecamatan Kuta Selatan itu mengaku biasa melintasi jalan itu setiap harinya.
“Saya tidak tahu ada Presiden,” kata Subrata saat menjalani rekonstruksi bagaimana dia bisa lolos di hadapan Panglima Kodam IX Udayana Mayjen TNI Leonard Louk dan Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Totoy Herawan Indera.
Nyoman menjalani pemeriksaan petugas dan mendapat pengawalan ketat. Dia menjelaskan bagaimana bisa dengan santainya melintas di depan SBY sambil membawa sepeda ontel penuh karung berisi kelapa.
“Saya tak diberi tahu kalau ada Presiden. Saya biasa mencari kelapa di sini,” kata dengan mimik bingung bercampur takut.
Sejak pagi hari usai insiden itu, Nyoman langsung ditahan petugas untuk menjalani reka ulang peristiwa. Rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian untuk mengetahui bagaimana Nyoman bisa lolos dari pengamanan ketat di ring terdalam SBY.  
Bahkan hingga Senin larut malam, Nyoman masih diinterogasi di Markas Polsek Kuta Selatan, Bualu, Bali. Terkait insiden tersebut, keluarga, tetangga, dan aparat desa menjaminkan diri agar Nyoman Minta tak ditahan.
“Saya siap menjaminkan diri. Saya yakin, dia tidak ada indikasi untuk melakukan sesuatu terhadap Presiden,” kata Wayan Solo, Lurah Tanjung Benoa, lokasi tempat tinggal Nyoman di Bali, Selasa (25/10/2011).
Nyoman Minta tinggal di Kampung Banjarceluk, Desa Mumbul, Kelurahan Tanjung Beno, Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Wayan Solo dan sejumlah warga yang ada di kampung ini menolak memberitahu di mana posisi rumah Nyoman Minta.
Wayan yakin, Nyoman Minta tidak akan bertindak jahat saat melintas di depan SBY. Nyoman yang tidak bisa membaca dan menulis itu hanya melakukan pekerjaan rutin sehari-hari.
“Dia memang biasa membersihkan di situ sambil nyambit rumput. Lalu rumputnya dibawa pulang untuk pakan ternak,” kata Wayan. Nyoman Minta merupakan petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan dari Bali Tourism Development Corporation (BTDC).
Gara-gara ‘salah jalan’ melewati area tempat duduk pemimpin negara kakek tua tersebut harus rela sepeda ontelnya disita untuk sementara waktu. Hal ini sungguh berbeda dengan contoh kepemimpinan jika kita membawa sirah Rasulullah.
Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin hidup layaknya rakyat jelata. Tak ada pengawalan ketat apalagi fasilitas mewah untuk para pemimpin suatu bangsa. Bahkan rakyat dengan bebasnya menyampaikan pendapat dan curhat pada memimpinnya sekalipun berada di jalan.
Mari kita tengok sejarah kepemimpinan Umar bin Khatab RA. Ketika beliau kedatangan beberapa utusan dari Kekaisaran Romawi ke kota Madinah untuk menemui Khalifah Umar bin Khattab RA. Dalam benak mereka terbayanglah sosok Khalifah Umar bin Khattab RA yang akan mereka temui adalah seorang raja yang sedang duduk di atas singgasananya dalam sebuah istana yang megah dan mewah serta dikelilingi oleh para pengawal dan pasukan yang banyak.
Namun karena mereka tidak mengetahui di mana istana Khalifah Umar, maka mereka bertanya kepada salah seorang yang mereka temui di jalan dan memintanya untuk menuntun mereka untuk menemui Khalifah Umar. Lalu sampailah mereka di suatu tempat yang terdapat sebuah pohon kurma, lalu sang penunjuk jalan berkata : “Inilah Khalifah Umar pemimpin kami yang anda ingin temui.”
Terperanjatlah para utusan itu karena yang mereka lihat adalah seseorang yang sedang tidur sendirian di bawah pohon kurma, hanya mengenakan pakaian yang sangat sederhana tanpa seorangpun pengawal di sampingnya.
Namun zaman sekarang, sepertinya pemimpin adalah sosok ‘istimewa’ sehingga sekedar melintas saja langsung dicurigai sebagai teroris. Bagaimana kalau sampai mengajukan kritikan? Bisa jadi langsung dituduh sebagai ‘aksi merongrong pemerintahan yang patut dicurigai dan dikuntit oleh agen intelijen’. Wallohua’lam. (dbs/arrahmah/voa-khilafah.co.cc)

BPK Temukan Penyimpangan Anggaran Negara Rp 103,19 Triliun


Voa-Khilafah.co.cc, JAKARTA, -  Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Selama tujuh tahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), permainan kotor dalam penyusunan dan pengelolaan anggaran telah terjadi. Dalam arti korupsi berjamaah alias  bancakan ‘ Tumpeng APBN ’ terus meroyak. Dalam kurun waktu itu ditemukan penyimpangan anggaran sebesar Rp 103,19 triliun.

Data tersebut disampaikan Sekjen Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan berdasar hasil audit BPK. ”Dari temuan yang direkomendasi oleh BPK itu, baru Rp 37,87 triliun yang ditindaklanjuti,” papar Yuna Farhan, saat menggelar jumpa pers tentang ‘ Evaluasi 5-2 Tahun Pemerintahan SBY ’ di Bilangan Cikini Jakpus,  Minggu (23/10).

Menurut Yuna, ada sekitar Rp 17,93 triliun kerugian negara yang harus diselesaikan. Namun disayangkan, negara baru mampu mengangsur sebesar Rp 1,8 triliun. ”Dari 305 kasus senilai Rp 33,6 triliun yang diserahkan kepada  penegak hukum, ada 139 kasus yang masih ditindaklanjuti,” jelasnya lagi. Dikemukakan lagi, penyimpangan anggaran yang disebut sebagai perampokan uang negara itu menjadi bukti bahwa Presiden SBY selama tujuh tahun ini kurang mampu memimpin. Yuna pun mengkritik langkah pemerintah yang terkesan  menanggapi sepele temuan BPK.

”Saat ini, temuan audit BPK seolah-olah menjadi ritual prosedur tahunan saja dan tidak memberikan efek jera kepada perampok anggaran tersebut.  Padahal, audit BPK itu bisa menjadi bahan atau dasar untuk menindaklanjuti perampokan uang negara yang selama ini terjadi,”  katanya.

FITRA menduga sebagian besar para aktor utama di balik permainan anggaran  adalah elite politik, baik di parlemen maupun di kementerian. ”Mereka yang duduk di parlemen dan yang di kementerian, namun berasal dari parpol tertentu kan dituntut untuk menghidupi partai politiknya dengan merampok uang rakyat dari APBN,” ujarnya.

Dengan kondisi anggaran yang carut marut itu, FITRA mendesak agar pemerintah memperbaiki mekanisme pembahasan anggaran baik di lingkungan birokrasi maupun di parlemen. Tujuannya untuk menutup peluang berkeliarannya para perampok uang negara tersebut.

”Carut marut proses penganggaran hanya akan menguntungkan para elite politik yang secara leluasa memburu rente anggaran dengan secara sistematis maupun masif pada setiap tahapan penganggaran,” katanya lagi.

Menurut Yuna Farhan, Presiden SBY selalu memberikan peringatan kepada semua jajarannya untuk berhemat dalam penggunaan anggaran. Namun, peringatan itu hanya sebagai lip service belaka.  Padahal hampir setiap tahun SBY menginstruksikan jajaran birokrasinya untuk melakukan penghematan belanja perjalanan dinas dan selektif.” Namun kenyataannya di lapangan kondisi pemborosan itu terus berulang,” ujarnya.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa instruksi SBY tak pernah digubris oleh para bawahannya. Ada pepatah mengatakan ; ‘ jeruk kok makan jeruk ‘ samimawon dong.   (mr. heal / kry )

(gm/voa-khilafah.co.cc)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL